THE hunk NEXT door (10)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Insiden Sulli

.

.

.

Galaxy Top News !!

3 minggu.
3 pertandingan.
3 kali menang.

Tim Basketball Galaxy terus melaju tak terkalahkan!

Oleh: Choi Sulli

Team Basket Galaxy memenangkan tiga pertandingan berturut-turut, selama pertandingan aura kemenangan membayangi mereka sejak awal. Mereka sedang “panas” meskipun cuaca mulai dingin di Seoul. Permainan mereka tidak tercela.. awal musim ini Tim Basket Galaxy berada di top skor … berlanjut ke halaman 3. . .

Kilasan Berita !!

Tim Sepakbola Galaxy yang selama beberapa musim pertandingan menjadi tim yang berjaya dan tak terkalahkan, musim ini mereka kehilangan permainannya yang menawan. Dikatakan bahwa mereka hanya kehilangan energi mereka pada beberapa pertandingan terakhir , berbanding terbalik dengan tim basket Galaxy. Ini akan memulai persaingan antara kedua tim, meskipun mereka membawa nama yang sama dari sekolah. Apakah benar rumor yang terus menyebar tentang persaingan dua tim unggulan Galaxy itu ? Berlanjut ke halaman 4. . .

.

.

Sulli membaca buletin Galaxy Society edisi minggu ini untuk mengusir rasa tertekan akibat kebosanan yang semakin mengungkungnya. Sulli melirik Jiyoung dan melihat bahwa sahabatnya sedang asyik mengambil gambar lapangan Sepak bola yang lengang . Mereka saat itu sedang duduk di bangku penonton di salah satu sisi stadion Bola sekolah Galaxy, menunggu Pelatih Park Ju Min datang.

Sudah tiga minggu sejak malam di taman itu. Tidak ada yang banyak berubah. Anak-anak klub basket masih menjadi anak-anak populer di sekolah, sementara dirinya masih “mahluk menjijikkan” yang sama. Dapat dikatakan bahwa itu adalah keadaan yang biasa di sekolah. Sementara Minho sibuk dengan jadwal latihan, pertandingan dan pelajaran tambahan yang demikian padat, Sulli menikmati menjadi Tim editor dari buletin sekolah. Satu-satunya alasan mengapa dirinya ada di sana sekarang,dan sedang apa dia di sana.

Sulli tersenyum, sementara benaknya mengejek dirinya dengan kejam. Menunggu adalah pekerjaan yang paling dibencinya, tetapi dia punya tugas khusus untuk menyingkap kebenaran rumor yang beredar di sekolah bahwa dua team olah raga yang dimiliki Galaxy saat ini sedang bersaing untuk mendapatkan pamor di sekolah, berlomba untuk jadi maskot sekolah.

Sulli mengalihkan matanya ke dalam barisan huruf-huruf dalam buletin sekolah lagi. Itu akan menjadi gosip besar di sekolah jika rumor itu benar. Itulah sebabnya Jiyoung dan dia berada di sini untuk mengkonfirmasi dengan Pelatih Park – pelatih tim sepak bola. Sulli dapat meraba… merasakan… bahwa jika rumor itu benar, maka ada masalah besar yang akan menjadi bola salju yang siap bergulir di sekolah.

Ini dimulai ketika Minho telah memimpin timnya memenangkan tiga kali pertandingan secara berturut-turut selama sebulan terakhir. Setelah pertandingan pertama dengan skor fantastis, yayasan sekolah sangat senang kemudian mereka memutuskan untuk merayakan kemenangan pertama tim basket tersebut… sementara mereka hanya mengucapkan selamat kepada tim sepak bola tanpa mengadakan pesta apapun ketika tim sepak bola meraih kemenangan dari dua pertandingan yang diikuti.

Semua orang mengucapkan selamat kepada Minho dan team basket Galaxy atas prestasi mereka meraih kemenangan kedua mereka di minggu berikutnya, sementara tim Football seolah-olah dilupakan – meskipun mereka tak terkalahkan sejak musim pertandingan September. Dan kemudian minggu lalu, pertandingan terbaru tim Sepakbola dijadwalkan yang waktunya bertepatan dengan tanggal pertandingan ketiga tim basket Galaxy..

Jadi ketika pertandingan tiba , hampir tidak ada yang menyaksikan pertandingan tim Sepakbola. Sebenarnya bukan berarti tak ada orang sama sekali, tidak benar-benar seperti itu. Keluarga dan teman-teman mereka muncul di pertandingan . Itu merupakan dukungan juga, kan? Tapi orang-orang SMA Galaxy seperti tumpah ke pertandingan basket . Stadion olah raga tempat pertandingan basket berlangsung benar-benar penuh sesak, bahkan beberapa orang harus berdiri sepanjang permainan. Ironis bukan ?

“ Jika aku termasuk dalam tim sepak bola, aku akan merasa disepelekan dan diabaikan. Tentu saja ini memalukan !” Sulli menggigit bibir bawahnya,” Tetapi kemudian rumor menyeramkan bermunculan di sekolah. Beberapa orang dari anggota tim sepak bola sedang mencari-cari kesempatan untuk “mencambuk” Minho. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa dia menjadi sasaran karena dia hanyalah seorang pemain. Oke, dia adalah kapten tim. Lalu kenapa ? Aku tahu persis, Minho tidak memaksa orang-orang itu untuk menonton pertandingannya, bukan ?”.

Sulli mendengar dari Minho bahwa mereka akan menghadapi pertandingan persahabatan lain Sabtu ini. Sulli telah memberi tahu rumor itu kepadanya tetapi dia tahu dari mata Minho bahwa sahabatnya itu tidak khawatir sama sekali. Dan melihatnya tidak cemas, membuat Sulli juga berfikir positif. Minho selalu bisa mengambil hal-hal rasional, apabila dia menghadapi sesuatu yang membuatnya cemas..

Sulli mendesah. Sudah satu jam setelah sekolah mengakhiri pembelajaran di akhir pekan dan Pelatih Park masih tidak ada di sini. Sulli sangat yakin bahwa mereka akan berlatih sepak bola hari ini. Bagaimanapun akhir pekan adalah jadwal tetap mereka berlatih dan menggunakan stadion.

Dan seolah-olah diberi aba-aba, para pemain sepak bola mulai berdatangan. Tapi Pelatih Park tidak bersama mereka. Sulli berbalik kepada Jiyoung dengan rasa kesal yang tak bisa disembunyikannya.

“Dimana sih Pelatih Park ?” tanyanya tak sabar..

Dia kesal karena merasa telah membuang-buang waktu saja menunggunya. Itulah alasan mengapa dia tidak suka ikut aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.. Apa gunanya menjadi aktif, sih? Dirinya tidak akan mendapatkan medali karena aktif, dan temannya tidak serta merta bertambah seratus orang karenanya Yang jelas dia tidak suka kalau harus menunggu pelatih yang tidak disiplin waktu.

“Sabar, Sulli,” kata Jiyoung lembut. “Dia akan berada di sini setiap saat. Mari kita tunggu sebentar lagi. “

Sulli mendengus. “Ya, kita sudah menunggu di sini selama satu jam,”

Sulli berbalik, matanya kini beralih pada para pemain yang mulai melakukan pelemasan otot. Matanya tertarik pada Beun Chi Hye yang sedang melihat ke arah mereka. Dia sedang memegang bola di tangannya. Ketika dia melihat Sulli memandangnya, dia melotot dan melemparkan senyuman yang sungguh bukan jenis senyuman yang enak dipandang mata. Sulli mengenali dia sekilas. Beun Chi Hye dikenal karena sikap pemarahnya. Dia adalah pemain junior. Meskipun perilakunya sering menjengkelkan, dia adalah seorang pemain sepak bola yang baik. Sebetulnya penampilannya cukup menarik dengan rambut yang dicat warna jagung. Sayang sekali sikapnya telah merusak reputasi permainannya yang baik.. Dia juga adalah salah satu orang dari tim sepak bola yang sedang mengincar Minho.

“ Hmmm. . . Apakah itu alasan mengapa ia menatapku sekarang? Maksudku, aku tidak melakukan kesalahan apa pun padanya. Dia pasti tahu bahwa aku adalah sahabat Minho. Serius, siapa pun mengenalku di sekolah ini sebagai “perusak pemadangan” Choi Minho. Yup ! Karena bagi sebagian besar orang, bila aku bersama Minho…keberadaanu hanya merusak pemandangan mereka….”

.

Tiba-tiba Sulli merasakan Jiyoung menepuk bahunya . Dia berbalik dan menatapnya, mengalihkan kontak matanya dari Chi Hye.

“Pelatih Park ada di sini,” katanya sambil menunjuk ke lapangan.

Sulli mengikuti arah yang ditunjuknya dan melihat bahwa ia benar. Otomatis Sulli berdiri, menyambar tas dan perekam-nya

“Mari kita pergi, Jiyoung ,” kata Sulli cepat , kemudian menuruni tangga menuju palatih Park. Tiba-tiba dia merasa sesuatu berdesing di dekatnya. Matanya terbelalak melihat bola yang berputar menujunya. Sulli berusaha menghindar, tetapi sebelah kakinya yang sedang menuruni tangga terasa memijak kekosongan. Dia menjerit ketika tubuhnya oleng. Dan kemudian, semuanya menjadi gelap.

.

Sisi Lain Sekolah Galaxy

Minho langsung lari tunggang langgang ke Klinik Sekolah , segera setelah dia mendengar berita itu hanya beberapa menit lalu di tempatnya berlatih.

.

Flash Back

Minho melakukan tembakan. Pelatih telah membagi tim menjadi dua kelompok. Setelah itu, mereka akan bermain satu lawan satu dalam latihan kali ini. Minho ditempatkan di kelompok luar seperti biasa. Dia sedang melakukan pemanasan diri dengan melakukan lompatan dan gerakan tembakan yang ringan, ketika Jjong muncul untuk latihan. Onew dan Minho saling bertukar pandang. Pelatih sangat ketat dengan aturan, dan siap dengan hukuman kejam bila seseorang datang terlambat dalam latihan.. Dan Jjong hampir tidak pernah terlambat. Dia pasti punya alasan yang baik di balik itu.

Dia berjalan langsung ke pelatih, dan membisikkan sesuatu. Ekspresi pelatih berubah dari cemberut ke wajah yang sangat lunak dan penuh pemahaman. Pada saat itu, matanya melayang ke arah Minho. Entah bagaimana, Minho menegang.

“Apakah itu ada kaitannya denganku? Apa yang dibisikkan Jjong padanya ?”

Pelatih mengangguk ke arah Jjong. Setelah itu, Jjong berlari ke arah Minho. Minho mengabaikan lemparan bola dari Luhan, ketika Jjong mendekat.

“Ada apa, man?” Minho bertanya padanya, jelas bingung.

Jjong berhenti di depan sahabatnya. Dia hanya menatap. Sepertinya dia sedang mencari kata-kata yang tepat untuk mengatakan sesuatu.

“Minho,” dia mulai. “Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan panik dan melakukan sesuatu yang bodoh saat aku memberitahumu sesuatu.”

Dahi Minho berkerut ,cemas .Dia menatapnya dengan serius. Minho hampir tidak melihat Onew yang berjalan menghampiri mereka. Jjong tahu bahwa sahabatnya terkadang tidak rasional dan sering impulsif tentang sesuatu . Jadi, jika ia berpikir bahwa sahabatnya akan kehilangan kontrol sewaktu mendengar suatu berita, maka dia akan memberitahunya dengan hati-hati, memintanya untuk bersiap-siap mendengar berita yang…. pastinya seburuk neraka.

“Aku janji,” kata Minho dengan hati-hati.

Jjong mengamati wajah sahabatnya, seakan memastikan bahwa dia tidak akan berbohong. Ketika dia puas, dia mengangguk. Dan kemudian, ia menatap Minho serius.

“Sulli sekarang tak sadarkan diri di klinik,” katanya.

“Apa?” Kata Minho hampir berteriak.

Beberapa kepala berpaling ke arah mereka, tapi Minho tidak peduli. Matanya tertancap pada wajah Jjong.

“Kenapa?” Minho bertanya tak sabar, mendesaknya.

“Dia jatuh dari bangku penonton di lapangan football,” Jjong menjelaskan dengan tenang.

” Kata Jiyoung, sebuah bola hampir mengenai kepalanya saat ia menuruni tangga, membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling-guling. Sekarang Jiyoung bersamanya….” Jjong meraih bahu Minho, mencengkramnya kuat-kuat ,kemudian melepaskannya.

” Jangan melakukan sesuatu yang bodoh, Minho “

Dia menambahkan kalimat terakhir cukup keras karena Minho sudah berlari menuju pintu keluar dari arena latihan, tanpa meminta ijin dulu ke pelatih.

End of Flash Back

.

Minho tidak punya waktu untuk memakai kemeja atau hanya sekedar menyambar jaketnya. Dia ingin secepatnya mengetahui apakah Sulli baik-baik saja. Dia mengabaikan tatapan bertanya-tanya dari para siswa yang sedang melakukan aktivitas mereka di sepanjang lorong dalam perjalanannya ke klinik.

Akhirnya, Minho memperlambat jalannya ketika dia sampai di sana.

Minho memasuki Kantor Perawat , menerima tatapan terkesiap dari Ibu Yang Geun Ji, perawat sekolah. Matanya mengitari ruangan, mengabaikan pertanyaan Ibu Yang tentang penampilannya yang tidak sopan, tidak mengenakan apapun selain kaos singlet dan celana basketnya.

Akhirnya, dia melihat Jiyoung di sudut ruangan. Gadis itu segera berdiri ketika dia melihatnya datang. Dia tampak seperti dalam keadaan hendak menangis.

“Di mana Sulli?” tanya Minho terburu-buru sebelum Jiyoung bisa mengatakan apa-apa.

“Dia di dalam sini,” kata Jiyoung sambil memasuki ruangan lain.

Minho mengikutinya, memasuki ruangan juga. Dia melihat Sulli berbaring di tempat tidur, matanya tertutup. Dia tampak pucat. Dia terlihat sudah. . . mati.

Minho menggeleng keras-keras, berusaha menepis jauh pikiran mengerikannya itu. Kemarahan dengan cepat merambat melalui pembuluh darahnya.

“Apa yang terjadi?”

Minho bertanya kepada Jiyoung saat dia berjalan ke samping Sulli . Dia tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya, atau bagaimana perasaan Jiyoung atas kata-kata kasarnya. Minho tidak peduli.

“Sulli dan aku pergi ke lapangan sepak bola untuk mewawancarai Pelatih Park , tapi dia belum ada di sana jadi kami menunggu di bangku-bangku.Setelah menunggu cukup lama akhirnya ia tiba, kami bermaksud menemui beliau, tapi kemudian sebuah bola datang entah dari mana dengan kecepatan tinggi dan mengarah ke kepala Sulli , tetapi dia berusaha menghindar sehingga hilang keseimbangannya. Sulli jatuh dari tangga atas dan terguling sampai bawah. . . “

Jiyoung suaranya melemah. Minho kemudian mendengar isak tangisnya.  Minho tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Sulli sementara dia mendengarkan cerita Jiyoung .

“Orangtuanya sudah ditelepon dan sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya. Mereka akan membawanya ke Rumah Sakit untuknya x-ray. Sehingga kita akan tahu jika ada yang salah dengan tubuhnya. Ibu Yang telah menyuntiknya dengan obat penahan sakit untuk sementara. “

Minho duduk di tepi tempat tidur, membiarkan kata-kata Jiyoung meresap ke dalam kepalanya. Lalu, dia mengerutkan kening saat menyadari sesuatu dalam perkataan Jiyoung. Dia berbalik menatapnya.

“Sebuah bola datang entah dari mana?'” Minho mengulangi kata-katanya .

“Ya,” jawabnya .

Minho berdiri dan berjalan ke arahnya.

“Apakah kau melihat siapa yang melempar bola itu ?”

“Aku … eh … tidak. . . “

Jiyoung suaranya goyah , dahinya berkerut seakan mengingat sesuatu. Perlahan-lahan, matanya melebar dan dia terengah-engah,

“Astaga! Tepat sebelum aku mengikuti Sulli aku mengambil gambar dari lapangan! Mungkin aku …….” dia meraih tasnya dan mengeluarkan kameranya, cepat mencari gambar “… tanpa sengaja telah memotret pelakunya juga “

Setelah beberapa detik, dia berseru,

” OMG “!

Minho melangkah lebih dekat kepadanya saat Jiyoung menunjukkan gambar tersebut kepada Minho. Gambar seseorang yang kakinya terentang ke arah kursi penonton. Sebuah bola yang bentuknya kabur tampak bergerak ke arah Sulli. Jelas, Sulli adalah sasarannya.

Tangan Minho terkepal. Amarah bagai meraung dalam dirinya. Semua pemikiran rasional terbang entah kemana, naluri melindunginya yang terluka muncul dan memenuhi akal sehatnya. Tanpa bicara, Minho meninggalkan ruangan.

.

Minho samar-samar mendengar suara Jiyoung memanggil-manggil namanya. Minho tidak peduli. Yang dia peduli adalah Sulli, dan orang super tolol yang melakukan itu padanya. Orang bodoh itu tidak tahu dengan siapa dia akan berurusan bila mengusik Sulli, sahabatnya. Minho akan menanyakan alasannya melakukan semua itu. Dia bersumpah akan membuat orang itu merasakan rasa sakit yang sama seperti yang telah dirasakan Sulli saat ini.

Sebelum pergi ke lapangan sepak bola, Minho pergi ke ruang ganti untuk mengambil bajunya. Dia tidak cukup bodoh untuk pergi ke luar ruangan dengan bertelanjang dada dan mendapatkan pneumonia sebagai akibatnya . Meskipun kemudian Minho melupakan kalau dia hanya mengenakan celana pendek jersey , mungkin karena pikirannya terlalu panik dan dipenuhi amarah.

Pada saat dia membuka lokernya dan mengenakan kaosnya, Onew dan Jjong memasuki ruang ganti. Mata mereka bertemu. Mata Jjong menyipit sedikit. Dia langsung tahu bahwa Minho sedang dalam suasana hati yang tak bisa mengendalikan amarahnya lebih lama lagi. Dan dia melihat sahabatnya siap meledak setiap saat.

“Minho,” kata Jjong, selangkah maju ke arahnya. “Kau sudah berjanji…,” dia mengingatkan, “Kau berjanji bahwa kau tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh, kan ?”

Minho membuang muka saat menutup loker. Dia berusaha mengancingkan jaketnya dengan kasar kemudian dia berbalik ke arah mereka.

“Kau tidak akan bisa mengharapkanku untuk membiarkan semua ini, Jjong,” kata Minho dingin “Kau tahu betapa pentingnya dia bagiku . Bagaimana aku sangat protektif padanya”

Minho berkata sambil berjalan dengan langkah panjang, tak mempedulikan raut kecemasan di wajah sahabatnya.

“Kami akan ikut denganmu, kalau begitu,” kata Onew berbisik cepat. “Aku akan pergi dan mencegahnya jika kau tidak bisa, Jjong,” tambahnya pelan.

Langkah Minho terhenti saat mendengar bisikan-bisikan di bekanganya.

“Itu tidak akan membuatnya berhenti,” kata Jjong nyaris tak terdengar.

“Apa bedanya? Dia sudah seperti orang gila. Seseorang harus menghentikannya…”

“Tapi … “

Minho berbalik untuk menghadapi mereka.

“Ada apa ?” dia bertanya kesal.

Ketika mereka tidak menjawab dengan cepat, Minho memutuskan bahwa dia tidak punya waktu untuk menunggu. Darahnya sudah mendidih, hampir menyentuh ubun-ubunnya.

“ Aku tidak bisa menunggu walaupun sedetik  . Apapun itu, kau bisa mengatakannya nanti padaku!”
Saat Minho berbalik,

“Kau … ” Onew berkata serius suaranya tegas dan menghunjam,” Kau adalah alasan mengapa Beun Chi Hye menembaknya dengan bola.”

“Secara teknis,” Jjong mencoba meluruskan, “Ini adalah masalah tim. Tapi karena kau playmaker kami, Kau menjadi target utama. “

Mendengar nama yang mereka sebutkan, hanya makin menyulut kemarahan dalam diri Minho..

“Bagaimana kalian tahu kalau dia adalah orang yang melakukannya?”

Minho menatap mereka curiga, meraba-raba apa lagi yang mereka ketahui , yang disembunyikan darinya.

Onew menarik tangan ke atas membela diri.

“Semua orang telah membicarakan hal itu. Selain itu, dia juga tidak berusaha untuk menyangkalnya. “

“Aku…. alasannya?” Minho bertanya dengan gigi terkatup.

“Begitulah,” Onew mengangguk. “Dia ingin membalas tim kita melalui kamu.”

“Untuk apa?” Minho berteriak tak sabar, kerutan di dahinya semakin dalam.

“Untuk mendapatkan perhatian lebih setelah mereka tenggelam selama beberapa minggu terakhir.”

Minho tertegun. Beberapa fakta bergerak cepat dalam kepalanya, saling mengait, saling melempar… mengantarkannya pada sebuah pemikiran yang mengerikan.

“ Envy? Envy adalah alasan mengapa dia menyerang Sulli? Apakah dia pikir Sulli adalah pion utama untuk menyerangku? Bodoh sekali idiot itu !! Kenapa dia tidak langsung berhadapan denganku ? Mengapa dia harus menyakiti Sulli – Sulli-ku hanyalah seorang gadis yang lemah, anyway ! Apakah dia terlalu pengecut untuk menghadapiku ? Apakah dia tidak punya harga diri sama sekali? “

“Dia pasti tahu siapa aku. Aku Minho , demi Tuhan…. Tidak ada yang cukup bodoh untuk berani mengusikku, kecuali dia tentu saja. Aku bisa menghancurkan masa depannya. Apakah dia tahu apa saja bisa kulakukan untuk membuatnya hancur ? “

Suara Minho bergaung di ruangan itu. Suaranya seperti raungan, matanya merah dan tangannya terkepal. Sementara Jjong dan Onew berdiri siaga di hadapannya.

“ Satu hal yang pasti,  Aku akan menghancurkan Beun Chi Hye sampai berkeping-keping !!”

Minho meninggalkan ruang ganti tapi Jjong melangkah memblokir langkahnya, menghalangi jalannya. Matanya langsung menatap mata Minho.

Man, ini adalah jebakan,” katanya tegas. “Dia tahu bahwa kau akan memburunya setelah menyakiti Sulli. Dengan begitu, kau akan mendapat masalah. Tidakkah kau lihat? Ini adalah rencananya. Dia tahu bagaimana kau peduli padanya . Aku tidak tahu bagaimana dia bisa merencanakan ini, tapi dia jelas tidak bermaksud menyakiti Sulli selain untuk memancing kemarahanmu. Dan dia menggunakan kelemahanmu itu untuk membuatmu dalam kesulitan. “

Minho merengut pada Jjong. Dia benci melihat jalannya diblokir, seperti dia benci mengakui , bahwa kata-kata Jjong benar.

“ Tapi apa yang harus kulakukan? Masak aku harus membiarkan dia melenggang dan bertindak seolah-olah dia tidak melakukan apa-apa ? Hell…nooo Aku tak bisa menutup mata !!”

Sebelum Minho bisa menjawab, seseorang menyentuh bahunya. Lembut tetapi tegas. Minho berbalik dan melihat Pelatih. Dia sangat terkejut sehingga raut cemberut di wajahnya menghilang.

MINHOSSI

“Pelatih…,” Minho berkata dengan tergagap..

Kido ,” Pelatih mendengus. “Kuharap kamu tahu bahwa kamu membawa kepercayaanku untuk memimpin tim ini. Itu karena kuyakin, kamu adalah satu dari segelintir orang yang pandai mengendalikan emosi dan membiarkan otakmu bekerja dengan baik di saat hatimu panas. Aku bukan tidak bersimpati pada masalah yang menimpa sobatmu, tetapi jika kamu berencana untuk melakukan balas dendam, maka kamu akan dilarang untuk bermain musim ini.” Dia berhenti. Minho tidak menjawab, kemudian pelatih menambahkan dengan tegas tapi lembut, “Tenang, Nak. Jangan membuat pilihan berdasarkan amarah. “Dia meremas bahu Minho, dan kemudian berkata dengan lantang ,” Kau cukup pintar melakukan hal yang benar. Itu sebabnya aku memilihmu, Kapten !”

Minho menyipitkan matanya saat Pelatih meninggalkan ruangan dan pergi ke kantornya. Pemikiran rasional perlahan-lahan kembali menguasainya. Minho mendesah dan memejamkan mata. Tiba-tiba saja tubuhnya menjadi lemas. Dia terduduk di lantai.

“ Pelatih benar. Jika aku terpancing dan membalas memukulnya maka aku akan dilarang ikut bertanding selama musim ini dan laki-laki tolol itu kemungkinan besar akan mencapai tujuannya. Pada akhirnya, dia akan menang. Tetapi jika aku tidak membalas dendam, aku akan merasa sangat bersalah karena tidak melakukan apapun untuk membela Sulli. Dan Cha Hye hanya akan terus melakukan hal-hal yang buruk pada Sulli jika dia tahu aku menanggapi kebodohannya itu. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi apa yang bisa kulakukan? Bagaimana aku bisa membalas dendam tanpa membuat masa depanku beresiko? Karena tentu saja, banyak orang yang berada di luar sana , yang berharap ingin menontonku bermain selama musim pertandingan ini. Mereka akan kecewa jika tahu aku tidak bermain. Bisakah aku mengecewakan banyak orang ? Selain itu, akankah Sulli mau memaafkanku jika aku menyakiti Cha Hye? Dia sekarang sudah terluka, tidak peduli berapa banyak aku meninju dan menghancurkan wajah orang tolol itu. Tapi tetap saja tidak ada yang akan berubah. Sulli terlalu pemaaf… aku….”

Chingu, kau baik-baik saja?” Tanya Onew, nada prihatin terdengar kental dalam suaranya, saat dia melihat Minho jatuh melorot dan terduduk di lantai..

“Diam,” kata Jjong padanya.

Minho menunduk dalam-dalam, bisa merasakan mata kedua sahabatnya menatap, Kemudian Minho mengucapkan kata-kata berikutnya dengan suara tergetar penuh emosi,

“Dia menyerangku dengan rencana yang bagus.”

.

.

Stadion Sepak Bola

Minho mengedarkan pandangannya di seputar lapangan sepak bola yang mulai sepi dan temaram. Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan di beberapa sudut ruangan. Beun Chi Hye tidak di lapangan. Mereka sudah selesai berlatih, sebagian besar dari mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Untungnya, Minho bertemu dengan Kang Minhyuk – Kapten tim sepak bola. Mereka sebenarnya tak punya masalah yang harus diperdebatkan, selama ini mereka saling mengenal walaupun tidak berteman akrab. Mereka hanya saling megenal dan sesekali saling menyapa sebagai sopan santun. Hanya itu.

Dengan duduk bersama, Minhyuk menanyakan kepada Minho apa yang terjadi dan apa situasinya. Ternyata, Jjong dan Onew benar tentang semua yang mereka katakan. Minhyuk tidak tahu penyerangan itu, dia juga meminta maaf atas tindakan Chi Hye. Mereka berdua sepakat bahwa Chi Hye telah bertindak bodoh dan tidak berpikir. Jadi dia memberi Minho izin untuk memberi sedikit pelajaran kepada Chi Hye sehingga bisa menyadari kesalahannya

“ Bahkan jika Minhyuk tidak memberiku izin, aku akan tetap melakukannya. Demi apa pun aku tak akan membiarkannya berbuat begitu pada Sulli. Dia harus berpikir panjang bila mau melakukannya lagi pada Sulli !”

Jadi sekarang, di sinilah dia…. berjalan sendiri menuju tempat parkir. Tanpa diduganya, Jjong, Onew, Key, dan Luhan sedang menunggunya di pintu keluar. Minho mengangkat alis ketika berjalan mendekati mereka.

“Kami tidak bisa membiarkan Kapten kami mengambil semua tanggung jawab ini,” kata Key, menyeringai.

“Selain itu, Choi Sulli tetap saja seorang gadis. Siapa pun yang mencoba untuk menyakiti seorang gadis layak untuk diberi pelajaran. “

Minho tidak bisa tidak, tersenyum tipis dengan perkataannya itu..

“Ini semua sudah diatasi , Aku dan Minhyuk telah menemui pelatih dan…” Minho berkata tenang “Dia telah mendapatkan larangan bermain untuk musim ini. Jadi jangan buang energi kita pada dirinya. “

“Bagaimana dengan Bapak Kepala Yayasan ?” Tanya Jjong,

Minho menyeringai.

“Dia mempercayaiku begitu aku menceritakan hal ini kepada beliau. Itu salah satu manfaat dari tim yang menjadi favorit Kepala Sekolah,” kata Minho puas. “Dia sedang berbicara dengan Pelatih Park sekarang.”

“Keren,” kata Onew sedikit kagum. “Aku akan lebih suka menendang pantat Chi Hye, bagaimana pu

“Tidak heran….,” gumam Jjong sedikit mencibir..

Minho menahan tawa.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Key bertanya sambil menjejeri langkahnya

“Sekarang, aku akan melihat wajah menyedihkan Beun Chi Hye ,” kata Minho acuh tak acuh, tapi matanya langsung menyala saat menyebutkan namanya.

Tiba-tiba Luhan menyikut Minho dan menunjuk ke arah parkiran. Beun Chi Hye bersandar di mobilnya dengan beberapa teman-teman yang bertubuh besar di sampingnya. Dia tersenyum penuh arti ketika melihat Minho berjalan ke arahnya. Tapi senyumnya goyah ketika dia melihat anggota tim basket lain di belakangnya.
Minho berhenti di depannya, wajahnya menunjukkan kebosanan saat berkata-kata. Tapi matanya menyala dan menyambar-nyambar sosok yang kini bergerak dari tempat duduknya..

“Ada apa ini, ?” Tanya Chi hye dengan gaya arogan. “Adakah yang bisa kubantu?”

” Aku meragukannya,” sambut Minho dingin.

“Oh, ya?” Ujar Chi hye sambil berjalan ke arah Minho, sampai wajah mereka nyaris bersentuhan

“Lalu, kenapa kau mondar-mandir di sini ?” Tanyanya, mengejek tanpa rasa bersalah.

Minho tidak membiarkan hal itu sampai memancing emosinya, dia hanya mengangkat bahu saat berkata tenang, “Aku ingin melihat reaksimu ketika kau mendapat satu fakta ….”

“Fakta apa?” Tanya Chi Hye, mengerutkan kening bingung.

Saat itu, telepon berdering. Dia dengan curiga menatap Minho sambil mengeluarkan ponsel dari balik jaketnya .

“Halo? . . . Bagaimana itu bisa terjadi , Coach? . . . Ya, aku di tempat parkir. . . Baik , aku akan berada di sana dalam beberapa menit. “

Matanya beralih ke Minho dengan curiga. “Apakah kau memiliki sesuatu untuk disampaikan mengapa Pelatih ingin bicara denganku? Dia berkata bahwa itu berita buruk. “

“Terus terang, kau terkena banned untuk bermain sepak bola musim ini … Itu bagiku kabar baik, selamat ! ” kata Minho seolah-olah itu bukan masalah besar.

“Apa yang … ? Apakah kau baru saja mengatakan … ? Sialan kau !! “

Minho melihat Chi Hye melayangkan tinju ke wajahnya, dengan berkelit sedikit ke kiri tinjunya tepat bersarang di atas rahangnya. Minho tidak sempat mencegahnya untuk melakukan itu.

Dalam sekejap, Jjong dan yang lainnya membuat sikap untuk membalas. Minho dengan cepat melambaikan tangan kepada mereka untuk bersantai padahal dia sendiri merasakan darah yang asin berada dalam mulutnya. Minho meludah . Noda darah terhempas di tembok parkiran. Jjong, Onew, Luhan dan Key serempak mengepalkan tangan.

“Selamat, Beun Chi Hye ,” kata Minho tanpa rasa simpatik sama sekali, sesaat dia melangkah ke arahnya. “Kau baru saja dikeluarkan dari tim Sepakbola Galaxy. Sekarang aku harus pulang”

Minho menunjuk ke arah pintu gerbang sekolah. Dia terdiam saat merasakan tangan Chi Hye meraih kerah bajunya. Sekilas matanya melihat satpam sekolah yang dengan mata terbelalak smelihat adegan itu. Kemudian ia berlari ke dalam, mungkin untuk menginformasikan kepada Kepala Sekolah.
Chi Hye menyumpah keras..

“Bagaimana kau melakukannya?” Chi Hye mendesis dan mendelik pada Minho. Dia menatap seolah-olah ingin mencekiknya dengan menggunakan matanya.

Minho tahu apa yang dimaksudkannya.

“Saya menunjukkan fotomu yang tengah menendang bola menuju bangku-bangku di mana Sulli terjatuh kepada Kepala sekolah,” jawab Minho dengan suara yang tenang tapi dingin. “Ini bukti yang konkrit bahwa kau lah yang menyebabkan Sulli cedera, karena faktor kesengajaanmu. Dan itu cukup untuk membuatmu dilarang bermain selama musim ini , terutama karena kau sudah menerima peringatan dua pekan lalu waktu menyerang seseorang. Dan bahkan jika tidak ada foto itu , yang akan diperlihatkan kepada Kepala Sekolah aku cukup banyak yakin bahwa aku bisa datang untuk membalasmu serta akan membuatmu dilarang main atau ditendang dari tim , anyway. “

Chi Hye memamerkan giginya. Menggertak. Minho hanya menanggapinya dengan senyum tipis.

“Aku tak mengira kau bisa begitu bodoh, well ,” kata Minho dengan suara lambat, “Tapi, hei, ternyata, kau seperti itu .”

Minho bersumpah dia mendengar geraman sebelum tiba-tiba Chi Hye berlari ke arahnya. Rasanya seperti segala sesuatu melambat, dan dia melihat sebuah kesempatan untuk memukulnya di perutnya. Minho mengambil kesempatan itu, dan Chi Hye mengerang sambil memegangi perutnya. Kemudian Minho dengan sengaja menaikkan lututnya sehingga mengenai wajahnya. Pastinya Chi Hye mengalami kesakitan yang beruntun.

Minho mundur dua langkah, mengatur nafasnya yang memburu, “Apa yang kulakukan barusan hanya melakukan sesuatu yang disebut ‘pertahanan diri.’ “

Minho menegakkan tubuhnya, tersenyum, dan berbalik pergi.

“Mengapa kutu buku itu sangat penting bagimu, huh?” Chi Hye berteriak

Dia kemudian tertawa mengejeknya .”Ayolah, . Mengapa kau bergaul dengan sampah seperti itu Pasti kau mendapatkan imbalan yang bagus darinya !. Kita semua tahu dia seorang perawan tak berguna yang – “

Tiba-tiba Minho berbalik dan meninju wajahnya, membuatnya seketika menutup mulutnya yang siap melemparkan ejekan lainnya.. Chi Hye tersungkur di tanah, beberapa orang yang tadi bersamanya bersiaga… tetapi tak satu pun yang bergerak.

“Jangan berani-berani merendahkannya lagi,” Minho memperingatkannya, suaranya mematikan. Dia lalu berbalik , matanya menatap teman satu timnya . Mereka memalingkan muka.

Minho jarang sekali marah. Mungkin hampir tidak pernah terjadi, karena dia mampu melakukan pengendalian diri, seperti yang dikatakan pelatihnya. Tetapi sekarang, sulit untuk menjelaskan bahkan untuk mencoba mengatakan bagaimana keadaannya. Mukanya nyaris berubah ungu karena menahan marah, alisnya bertaut dengan sorot mata setajam laser. Urat-urat di pelipisnya terlihat menonjol. Dari apa yang dilakukannya pada Chi Hye, siapapun bisa menilai apa yang bisa dilakukan Choi Minho bila seseorang mengusik dirinya.

“Minho, tenang,” bisik Jjong lembut di telinganya.

Minho memejamkan mata dan memijat pangkal hidungnya… gelisah . Dia mengambil napas dalam-dalam. Jjong dan Onew pasti sekarang khawatir karena mereka mengetahui dengan baik bahwa keadaan itu bersifat refleks … naluriah… dan tak terduga.

Ketika Minho membuka mata, ekspresinya lebih tenang. Padahal, di dalam matanya api kemarahan masih berkobar-kobar.

Tak berapa lama Kepala Sekolah datang dengan pelatih sepak bola dan basket di belakangnya. Chi Hye berdiri dengan goyah, dia tahu pasti bahwa aturan sekolah sangat ketat dalam menindak perkelahian di sekolah. karenanya dia dengan membabi buta memaki Minho dan menuduhnya melakukan balas dendam untuk Sulli.
Tanpa banyak bicara pelatih Park menyeretnya meninggalkan tempat parkir, sementara siswa yang tadi bersamanya sudah kabur entah ke mana.

“ Kalian juga ikut !”

Minho menarik nafas panjang, memejamkan matanya. Mencoba menghalau bayangan wajah sulli yang kecewa karena dia tak bisa mengendalikan kemarahannya. Padahal dia sudah berjanji pada Sulli…bertahun-tahun lalu bahwa dia tak akan memukul orang tanpa alasan yang bagus.

Tetapi penghinaannya tadi adalah alasan yang bagus, bukan ?

Tapi jauh dalam hatinya berdesir keyakinan bahwa dari kejadian itu Chi Hye yang akan kena batunya. Setelah bukti foto, penyerangannya yang disaksikan oleh Satpam dan mungkin dukungan anggota tim yang melihat peristiwa perkelahian itu… dia memang bisa kena sanksi tetapi Chi Hye jelas akan ditendang dari tim. Mungkin agak berlebihan untuk menendang seorang pemain berbakat dari tim hanya karena satu pukulan di rahang. Tapi Chi Hye sedang dalam masa percobaan karena terlibat dalam banyak perkelahian sekolah

===========TBC===========

.

.

.

Akankah peristiwa celakanya  Sulli ini membuat Minho menyadari “sesuatu” telah terjadi dibalik persahabatan mereka ? Hmmm….  don’t guess too far b’cos  maybe you’ll disappointed !!

Terimakasih sekali buat dukungan chingu… saeng-saeng yang cantik2  🙂 karena tak pernah bosan memberikan komentar untuk setiap part-nya. Dan Wow !! Eonni melihat ada nama-nama baru muncul juga 😀 Thanks untuk apresiasinya Ya…. 😀

F♥r  Blog like – Special thanks to :

Noviaanggraeni, cicinurrahmawati, anisachoi, Acilchoi,linda689, choivarha, Ally, lessulli94, ernaniipark, Dina,disneytisa,ulfamariaulfa
,

Advertisements

76 thoughts on “THE hunk NEXT door (10)

  1. hallo mba aq pmbaca bru d blog mba.bru2 ini aq jd sneng bca ff aq ngefans bngt sma couple minsul..and seneng bngt sma ff pnya mba tp syng ad yang be2rapa ga bsa aq bka coz aq g pnyapasword nya..bsa mnta password x g mba please!!biar aq bsa bca ff x mba yg super duper kren itu and jd pengikut setia blog mba he..he..trus smangat yach mba slm knal dri aq

    • Hai rhismaya … kalau mau password ff di blog ini coba lihat siapa authornya kemudian kirim pesan pribadi padanya melalui fb, line atau twiternya.
      Untuk Dina Matahari silakan lihat fbnya ya….
      Semangat untuk jadi komentator ff ya… hahahha : D

  2. Omg, aku suka bagian pas mino bilang “sulli ku”… Eooonnniieee… Pokoknya gk mau tau minsul harus sweet ending,!!! 😀 Maaf baru komen di chapt ini eon, klo mau komen selalu gagal terus..

  3. vvaduh minho refleks karena sulli di hina-hina
    Ngeri ih kl minho marah hahaha.
    Sulli gakpapa kan?
    Ebuset jatoh dari atas itu gimana rasanya .. Di tangga pula-_
    Kurang ajar banget tuh si chi hye .. Nyelakain babyssul
    Pen gw tabok hah?!-_-

    Semoga minho sadar deh kalo perasaan nya ke sulli udah berubah ea

    Lanjut terus eon .. Fighting💪

  4. Baru punya kesempatan baca dan
    Komen😣kangen moment2 minsul..
    Great! FF nya keren..
    Berani sama cewek huuuu(chi hye)👎
    Kamvret emang lu (chi hye)
    But minho always protect sulli😊
    Waiting to next part !
    Fighting eonni✊✊

  5. gimana ya kondisi sulli pasti sakit banget dah jatoh dari tangga apalagi sampai keguling-guling berapa kali gitu hhuhuhuu .. wajar aja sih kalau minho kayak kesetanan gitu paniknya, yahh untung saja minho masih bisa sedikit menahan emosinya kalau ga kan pasti minho bisa dapet hukuman hhuhuu .. ditunggu kelanjutannya ya eon 😄 semangatt ..

  6. Kaget banget pas eonn sul jatoh gitu .
    Tapi ujungnya minhonya kalang kabut ..
    Sepertinya minho sadar akan sesuatu atau justru malah sebaliknya .. huh.. akunya nggak tau…
    Kak dina semangat terus ya buat part selanjutnya…
    Semangat..semangat..semangat

  7. Gile Ming sadis kalo udah berhadapan dengan hal tentang Sulli. Semoga Ming gak bakal kena sanksi yg berlebihan dan Sulli juga cepat sembuh. dan yg pastinya saeng belum terlalu berharap kalo Ming ama Ssul bakal jadian secepatnya. Soalnya, saeng masih ingat kalo di sinopsis menjelaskan kalo Taemlah pacar Sulli. Tapi saeng tetep berharap endingnya Minsul yg bersatu. Semangat yah eonDin. Ditunggu kabar baik dari Minsul ^^

  8. Ya ampuuunnn..
    Semoga aja sulli baik2 saja…
    Ming oppa blum sadar juga klo perhatian dan kekhawatirannya itu over dari sekedar sahabat…
    Dan semoga aja setelah insiden yg terjadi sma sull eonni bsa membuat ming oppa sdar akan perasaannya yg udah berubah… hehe
    Keep waiting next chapt..
    Eonni fighting…

  9. WUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH
    HALOOOOO DINA EONNI… LAMA YA AKU GAK MUNCUL DIKOTAK KOMENTAR 😦 WAAAH AKU ITU BENAR2 SEDIH
    GAK BISA KOMENT YG PLING PARAH AKU JUGA JARANG BACA 😥 AKU DULU BARU BACA SAMPE PART 3 EHHH KOK SKARANG UDAH SAMPE PART 10 AJA :3 HAHAH TAPI GPP DEEEH DAN MAAF BELUM SMUA AKU KOMENT AKU GAK BISA JANJI TAPI AKU USAHAIN EONN…. SAMPE AKU TADI NGEBUT BACA WALAUPUN ADA YANG GAK KEBACA TAPI AKU SUKA PART 9 WIIIH

    DISINI BENER2 SUSAH SINYAL EONN (curhat deeh)

    waaaah The Hunk next Door bener2 keren eonni…. walaupun aku kesulitan bacanya
    tapi akhirnya aku bisa baca and koment walaupun cuman mungkin dipart 10 ini aja huuuuaah mianhae 😥

    persahabatn Minho oppa sama Sulli eonni sulit banget yaa… Sulli eonni yang udah nyadarin gimana prasaannya sama shabtnya cuman bisa nyembunyiin sama ngerasain sakit 😦
    diFF ini Sulli eonni jadi org agak jutek ya 😀
    Sulli eonni cuma bisa senyum kalau Minho oppa bhagia walau hatinya sakit
    dan berusha cuek sama Minho oppa pdhal itu gak bisa ngerubh sayangnya Sulli eonni ke Minho oppa, ngomong sama Minho oppa aja sinis 😀
    biar gak kelihatan kalau suka yaaa, pinter mengendalikan diri… walau gitu Sulli eonni tetp pduli sama Minho oppa waktu club pecinta buku kumpul dirumahnya Sulli eonni mau nonton film vampire Sulli eonni numpahin soda kebajunya Minho oppa biar gak jadi liat hehe trik yang bagus. apalagi waktu itu Sulli eonni dipeluk Minho oppa. 🙂 dipart 9 agak menyedihkan siih, Minho oppa ngomong perpisahan gitu siih tapi aku suka Minho oppa belum pernah ngajak pacarnya ke Sungai Han 😀 trs yang diajak Sulli eonni berarti Minho oppa cinta sama SUlli eonni 😀

    Minho oppa yang masih bloon soal hatinya dia suka Krystal tapi gak cinta, ters blum bisa mengatasi permasalahn hatinya, gak peka lagi…. dia bisa senyum ters didpn pacar smua org mungkin hahah 😀
    gak peka sama Sulli eonni pdhal udh shbatan bertahun-tahun masih aja belum paham aku suka dipart ini soal Minho oppa, wwuiih khawatirnya melebihi dia khawatir sama Krystal eonni waktu marah
    (iyalah Sulli eonni pingsan) dibikin dong part yang krystal eonni pingsan Minho oppa marah gak
    ya semoga agak peka sdikit jangan menyadari sesuatu dulu gak seru nanti 😀
    “Sulliku” itu kata yang aku suka (y) ❤

    disini Minho oppa mukanya kayaknya serem deeh menjadi monster seketika kkkk

    Jonghyun Jiyoung couple hahah… mereka itu kayaknya lucu deeh kalau pacaran
    tpi aku krang srek siih
    tapi gpp kan mereka sama2 ganteng dan cantik

    buat TAemin sama Krystal aku kurang suka mereka itu sprti penganggu apa lagi krystal aduuuuh ampun deeh cuma modal muka gitu -_-

    next ya eonni semangat nulis FF selanjutnya smoga nanti malem diupdate heheh
    ❤ 🙂 😀 😉 XD 😮 😛

    juga salam kangen yaaaa eonni

  10. Eh? Kak? Kenapa akan kecewa? Yah jadi gamau terlalu berharap deh, minho kapan peka nya si ya allah, jelas2 dia sadar dia ga cinta sama krystal Knp ga di putusin aja itu manusia

  11. semoga sulli baik” aja
    wah minho sampe segitunya belain sulli,apa minho ga sadar punya perasaan lebih ke sulli
    karna skpnya lebih protect ke sulli dr pada sama krystal

  12. Chi Hye bener² nyebelin. kagak Tao diri Dan kagak punya peri kemanusiaan. salah sulli apa coba? kenapa sulli yg kena sasaran Chi Hye? gara² Chi Hye sulli kagak sadarkan diri. berharap tidak ada luka serius ditubuh sulli. cepet sadar eonni..!!!!
    dengan cara melapor kepada kepala sekolah atas tindakan Chi Hye yg bodoh itu benar² menguntungkan. dipertandingan yg akan datang Chi Hye kagak boleh ikut main dan bahkan Chi Hye akan dikeluarkan dari tim sepak bola Karena terlalu banyak menimbulkan masalah. hahahaha 😀 rasain tuh….!!!. udah dinikmatin aja itu hukumannya! kagak usah disesali. makanya jadi orang jangan suka cari masalah apalagi cari masalah sama sulli. itu akibatnya jika lu mengusik hidup minho,sahabat,teman,dan keluarganya.
    mian baru bisa RC

  13. ooohh sulli terjatuh dari kursi penonton dilangan bola kaki.. Aduh kasian sulli cepat sembuh ya dan mudah2n tidak terjadi apa2 pda sulli..
    waaaah minho saat mendengar sulli jatuh minho langsung meninggalkan latihan dan langsung menemui sulli.. minho tidak menyadari rasa cinta dalam dirinya kepada sulli..

  14. Kata.y sebatas Sahabat,lalu perlakuan itu untuk persahabatn jg??MINONG BAKA’NGGK PEKA.yaahh jelas lah minong lakukan itu krn orng yg paling ia syng d sakiti orng lain.ufftt untung ini cuman ff,pengen tabok kepala tuh orng yg sdh nendang bola k Sulli.Ok gw mau msk saja tokoh d ff ini Dina eonni,nggk ap2 sy d jadikan pembunuh bayaran,asal yg gw bunuh itu orng.hihihi :D:D
    part 11 bsk lnjut lg,krn sdh tngh malam,wktu.y untuk tdr.

  15. Keuntungan baca ff yang udah END itu adalah gak perlu penasaran dengan chapter selanjutnya yang kapan dipublish. But, sensasinya pasti BEDA dengan yang setia nunggu ff eon din tiap harinya… Aisshh namaku sudah tak ada lagi di blog like hahahaa long time ago kebiasaan itu terjadi…
    Still wait your next ff eon din.. Semoga ini yang terakhir aku ketinggalan semua ff mu 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s