THE hunk NEXT door (12)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Karena Kau Memintaku

‘Hidup menjadi rumit karena  kita yang membuatnya seperti itu… dan ketika kaki berdiri di persimpangan, penyesalan tidak akan merubah apapun dari masa lalu. Sedangkan kita tahu, masa depan tak akan pernah bisa dilepaskan dari masa lalu. Jadi, saat menentukan pilihan…. tak ada salahnya bila kita menoleh ke belakang dan melihat jauh ke depan… supaya kaki kita tidak terperosok terlalu dalam.  🙂

Cerdas itu adalah melakukan pilihan dengan resiko kecil  , dan bertanggung jawab itu adalah menerima resiko atas pilihan yang telah diambil.

 .

Angin semilir terasa sejuk seperti menciumi wajah Minho. Dia menghela napas dan memperhatikan perubahan gumpalan awan yang pekat menjadi kabut putih. Matanya menatap langit malam yang jernih, bersulur-sulur kabut putih keabuan. Nyaris tanpa bintang karena ada terlalu banyak cahaya lampu-lampu di kota.

“ Aku bolos sekolah hari ini. Aku tahu, benar-benar tidak seperti diriku yang sesungguhnya. Tapi aku tidak mood sama sekali. Jjong dan Onew meneleponku beberapa kali. Mereka mengatakan mereka akan mencarikan alasan atas ketidakhadiranku saat latihan. Krystal meneleponku setiap jam …yang tidak satu pun kujawab. Aku masih marah karena dia menyuruhku membuat pilihan yang sulit.”

Perkataan Krystal terngiang-ngiang di telinganya bagai dengung nyamuk yang tak mau berhenti dan sangat mengganggu.

” Krystal benar-benar keterlaluan ! Meninggalkan Sulli ? Tidak mungkin dan tak akan sanggup kulakukan !! Sulli adalah bagian hidupku… meninggalkannya, sama saja dengan memenggal sebagian kehidupan itu dariku. Dan aku bukanlah choi minho yang utuh, tanpa bagian itu !! Apakah dia menyadarinya ?”

Mata Minho tertutup perlahan, kedua alisnya bertaut sampai-sampai nyaris menyatu. Urat di pelipisnya berdenyut keras. Semua bayangan-bayangan mengerikan merasuki pikirannya. Bayangan-bayangan yang menorehkan penyesalan begitu mendalam.

” Seandainya…. Ya , Tuhan… seandainya aku memutuskan Krystal sejak awal… semua ini tak akan pernah terjadi ! Sekarang semuanya begitu rumit !! Aku tak mungkin lari dari kelakuan kotor dan bodohku. Meninggalkan Krystal setelah apa yang kami lakukan … “

Flash Back

Minho berdiri di bawah shower, merasakan bagaimana air yang sejuk dan menyegarkan membasuh sisa-sisa keringat yang menempel seusai pertandingan yang terbilang sukses. Luar Biasa !

Benar-benar seperti yang dikatakan instingnya, bahwa dia akan memenangkan pertandingan itu dengan mulus. Tim-nya tentu saja ! Tetapi tak pernah terbayangkan kalau kemenangan mereka akan begitu fantastis.

Skor 21 : 6 !!

Dan itu untuk pertandingan pertama mereka !

WOW !!

Setelah melihat euforia yang terjadi di stadion, baik itu dari bangku penonton mau pun dari pelatih dan anggota tim Galaxy, sebuah keyakinan kuat membuat otot-otot tubuhnya rileks. Dirinya telah berhasil membuktikan pada semua fihak bahwa dia mampu menggantikan L sebagai kapten dengan baik.

” Yah ! Minho !!”

Minho mengusap wajahnya, mematikan keran dan mengambil handuknya. Itu adalah suara Onew !

” Aku di sini !!” teriaknya .

” Krystal menunggumu di pintu ruang ganti !”

Minho terkejut, dia sudah mengatakan berkali-kali pada Krystal untuk tidak berkeliaran di dekat ruang ganti pria seusai pertandingan karena dia tahu mulut anggota tim-nya akan terdengar sangat kasar terkadang kotor untuk telinga seorang gadis.

” Katakan saja untuk menungguku di cafe, Onew !!”

” Seandainya aku bisa !”

Minho membuka pintu kamar mandi dengan melilitkan handuk di seputar pinggangnya, melangkah ke luar dengan tenang. Dan hampir tertawa saat melihat Onew tengah berdiri dengan handuk melilit di kepalanya.

” Dia… kau tahu, adalah cewek super cerewet dan super sexy yang membingungkan !”

” Sejak kapan dia di luar sana ?”

” Sepertinya sudah tiga abad !” Onew nyengir, kemudian menyenggol perutnya ,” Dia terlihat sangat Hot dan siap untuk diajak tidur !!”

” Jinki !!” Minho melotot , ” Kau tahu, aku bisa melalui semua fantasi seks-mu itu hanya karena aku punya eomma dan Sulli !”

” Tentu saja Frog…!” Onew meniru cara Sulli saat memanggilnya , dan itu membuat Minho tertawa gembira membayangkan bahwa yang sekarang berdiri di hadapannya adalah Sulli yang asli.

” Serius Onew, seperti yang sering kukatakan pada kalian.  Aku tak akan menyentuh seorang gadis tanpa yakin bahwa  aku sudah mencintainya secara utuh.”

Onew yang sedang berjalan menuju kamar mandi bekas Minho, menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Minho dengan terkejut.

” Katakan padaku sekali lagi bahwa kau tidak pernah menyentuh dia.”

” Aku tidak pernah menyentuh dia…” kata Minho dengan polos.

” Bahkan menciumnya ?”

” Oh ayolah, kau tahu aku banyak mencium gadis… bukan hanya Krystal. Dan kau tahu alasanku melakukannya hanya untuk mencari siapa di antara mereka yang membuat hatiku bergetar…”

” Dan kau tidak merasakan itu dengan Krystal ?”

” Tidak sedalam yang aku harapkan….” kata Minho tak yakin.

Onew mengangguk, menepuk pundak Minho ,” Kalau begitu, kau harus mencoba  lebih berani. Kata orang cinta bisa tumbuh karena kedekatan fisik. Eomma dan Appa-ku menikah dengan cara dijodohkan. Mereka tak saling mengenal, apalagi saling cinta. Tetapi pernikahan mereka menghasilkan aku dan adikku Yoora. Kupikir, cinta bisa tumbuh dengan diawali seks.” Onew mengedipkan sebelah matanya.

Minho tertegun, mencoba mencerna kata-kata Onew yang terdengar serius.

” Apakah itu bisa menjamin …?”

” Karena itu, cobalah ! Man, ini abad ke-20… cobalah lihat ke sekelilingmu !! Siapa anggota tim kita yang tidak melakukannya ? Kau kapten, seharusnya kau memimpin !!”

” Jjong tidak ! Aku tahu itu…”

” Sebentar lagi… dia akan bertahan hanya seperempat semester.” Onew tertawa sambil menggeleng, ketika dia hendak menutup pintu, dia merogoh saku jaketnya ,” Tapi aku anjurkan untuk bermain aman…!”

Kemudian dia menyelipkan sesuatu ke telapak tangan Minho, lalu menutup pintu di depan hidung kapten tim-nya.

” Ingatlah malam ini pestanya di rumahku. Banyak kamar yang bisa kau pakai !!”

Minho menunduk, perlahan membuka telapak tangannya.

Ia terkesiap melihat bungkusan berwarna keemasan di tangannya. Ia baru saja hendak menggedor pintu, ketika mendengar suara siulan menuju tempatnya. Dengan gugup, dia menyelipkan benda itu ke pinggangnya dan berjalan ke arah lokernya, berpura-pura tak terjadi apa-apa.

End of Flash Back

.

Tanpa sadar Minho mengumpat. Seandainya dia tak percaya kata-kata Onew.

Tetapi percakapannya dengan Sulli di tempat ini …malam itu … telah membuatnya tersadar bahwa dia harus berusaha lebih keras agar cintanya bisa tumbuh pada Krystal.  Jjong telah membawa Jiyoung ke sini, padahal umur hubungan mereka hanya seperenam dari hubungannya dengan Krystal. Mungkin Onew benar… waktu itu dia berfikir begitu… ya, berpikir bahwa teori Onew akan berhasil.

Dan di pesta kemenangan kedua itulah semuanya terjadi… semuanya berawal. Satu kejadian yang secara halus telah membuatnya mengikat diri pada Krystal. Bagaimana pun dia dibesarkan di keluarga yang menghargai dan menempatkan wanita lebih dari segalanya. Perang batin dan rasa bersalah yang tersisa, sedangkan cinta itu tak pernah ada. Nafsu ? Mungkin…. tetapi tak pernah ada cinta.

Minho memukul-mukul kepalanya dengan gemas.

” Seharusnya aku tidak melakukannya pada Krystal ! Seharusnya aku tak begitu naif dengan menelan bulat semua kata-kata Onew ! Tapi aku tak bisa menyalahkan mereka !! Di sini akulah yang tolol dan bersalah !!”

” Jangan pernah menyentuh alkohol, lebih dari sekaleng bir atau sebotol soju ! Atau kau akan kehilangan kepalamu !!”

Itu yang dikatakan L setiap mereka merayakan kemenangan dulu, sewaktu L masih jadi kapten tim. Dan L benar, dia telah kehilangan akal sehatnya karena mabuk. Karena minuman itu, dia telah  mengikuti saran Onew tanpa berpikir jauh.

” Aargh…!!!” Minho menggeram, mendongakkan kepalanya . Matanya nyalang memandang langit yang pekat.

” Seandainya eomma tahu apa yang telah kulakukan, aku yakin dia tak akan mau berbicara lagi padaku. Seandainya Sulli tahu sejauh mana hubunganku dengan Krystal, dia tak akan memaafkanku… apalagi karena aku melakukannya tanpa cinta.”

Minho tersentak tiba-tiba, badannya menjadi kaku. Angin malam yang dingin terasa menyusuri tulang belakangnya.

” Apakah Sulli sudah tahu ? Bagaimanapun gossip terlalu cepat beredar di Galaxy. Apakah dia tahu bahwa….”

Hasil gambar untuk sulli ugly looks

“Aku tahu kau ada di sini, Frog.”

Minho melompat kaget kemudian berbalik. Dia melihat seorang gadis berdiri canggung di depan nya dengan pergelangan kaki kanannya yang digips dan memegang tongkat pada masing-masing sisi tubuhnya. Kaca mata besarnya terlihat agak melorot .

“Sulli, apa yang kau lakukan di sini , di taman?” Tanya Minho sambil berjalan ke arahnya.

Dia menatapnya setengah melamun, merasa tidak megerti dengan jalan pikiran Krystal yang memintanya memutuskan segala bentuk hubungan dengan gadis polos dan tak tahu apa-apa ini.

“ Dengan siapa kau kemari ?” tanyanya lagi..

“Aku datang ke sini untuk jogging ,” jawab Sulli sinis, seperti biasa “Seperti yang kau lihat, aku datang sendiri dan kondisiku baik-baik saja..”

Minho memutar matanya .

“Bagaimana kau bisa menemukanku?”

Minho bertanya, memotong dengan cepat.

Sulli pura-pura berpikir. “Aku bertanya pada diriku sendiri, ‘Kemana perginya seekor katak kalau malam-malam begini. Katak sangat menyukai air…. Dan kupikir karena kau melewati latihan basket, mungkin kau ingin menyembunyikan dirimu di tempat yang dekat dengan air. Aku bertanya-tanya, ke tempat manakah kau akan menyembunyikan dirimu ?’ Sempat kukira kau akan mengunjungi gedung teater di belakang sekolah…. ” kata Sulli sambil mengangkat bahu seolah tak acuh. “… tapi itu tidak masuk akal. Teater sama sekali bukan gayamu…. jadi aku mencoba untuk berpikir lebih keras…. dan akhirnya aku membiarkan intuisiku membawa kaki ini berjalan. Dan sebelum aku sadari, aku melihatmu di sini mencari semua bentuk sentimental dari malam gelap gulita di tepian sungai Han yang bertaburan lampu . ” Sulli menambahkan dengan nada menggoda.

Minho mengangkat alis tebalnya. Tampak tidak suka . “Aku bukan orang sentimental, Bunny .”

“Oke,” Sulli memiringkan kepalanya, menancapkan tatapannya pada wajah sahabatnya,. “Kau memang bukan orang sentimental, aku setuju. Tapi kalau kuperhatikan wajahmu yang kecil ini, dengan rambut yang tampak sudah diacak-acak segerombolan lebah liar … kau…. ummm…. tampak terlalu Emo, bagiku.”

“Emo ?” Minho setengah berseru kaget dengan wajah menahan jijik ,”Apa bedanya?”

” Benar… Itu masalahnya… apa bedanya..” Sulli mengacungkan telunjuknya dan menempelkan ke pelipisnya.

“Terserah padamu, kutu buku,” Minho mendesah setelah beberapa detik.

Sulli mengamati wajahnya. Wajah itu terlihat kusut, mengingatkannya pada wajah badut di atas tart ulang tahunnya yang sudah diacak-acak dan dibiarkan selama tiga hari. Sulli sangat jarang melihat wajahnya  seperti ini. Minho selalu tersenyum, bahkan kekonyolan separah apapun yang dilakukan Sulli, selalu dia tanggapi dengan senyum dan tawa. Minho selalu melihat hidup dengan ringan, menyenangkan, tidak sulit… dan kenyataannya kehidupannya memang berjalan seperti itu. Berbeda dengan dirinya. Ya, sangat berbeda !

Dia cepat-cepat membuang muka saat tangan Minho bergerak mengacak-acak rambutnya yang terikat longgar. Minho tahu bahwa Sulli sedang menunggunya bercerita tentang mengapa dirinya bolos sekolah hari itu. Mungkin Jjong atau Onew atau Jiyoung telah meneleponnya tentang ketidakhadirannya di sekolah. Namun bijaksanakah kalau pembicaraannya dengan Krystal dia ceritakan ?

Dan ketika Sulli menyadari kalau Minho tidak akan mengatakan apa-apa, dia akhirnya berkata.

“Ada yang salah ?”

Minho menatapnya lama , menjajagi apakah harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

“Sulli adalah teman terbaikku. Aku bisa mengatakan segala sesuatu padanya, seperti yang sering kami lakukan selama ini.”

“ Ayolah Frog, kau bisa berbagi apapun denganku. Ceritakan apa yang telah terjadi ? Meninggalkan latihan dan jam sekolah… itu bukan dirimu yang sesungguhnya !”

Minho menarik nafas dalam-dalam. Membiarkan keheningan menggantung selama beberapa detik, sebelum akhirnya berkata hati-hati.

“Krystal mengatakan kepadaku untuk memilih antara kau dan dia,” kata Minho datar. “Dia bahkan mengatakan kepadaku untuk memilihnya dan bukan kau…..”

Sulli matanya terbelalak dan mulutnya menganga saking kagetnya. Dia tidak bergerak atau mengatakan sesuatu. Dia tetap seperti itu selama beberapa menit, sehingga Minho mengangkat tangannya dan mendorong dagunya ke atas untuk membantunya menutup mulutnya kembali. Gerakan itu tampaknya mengembalikan kesadarannya dengan cepat. Terlihat Sulli buru-buru menggeleng dan menatap sahabatnya tak berkedip..

“Lalu… Apa katamu?”

“Tentu saja aku menolak untuk memilih, bodoh !” jawab Minho sedikit kesal.

Sulli menatap kakinya dan bertanya pelan, “Kenapa kau tidak setuju untuk memilih dia?”

“Pertanyaan bodoh apakah itu, Bunny?” kata Minho tersinggung, mengerutkan kening dengan kesal , “Aku tidak bisa memilih seseorang dari kalian berdua. Aku bahkan tidak melihat titik temu yang bisa kupakai untuk memilih. “

“Tapi aku melihat titiknya,” kata Sulli dengan suara keras. Dia memalingkan mukanya ke arah lain , sementara Minho menatapnya tak percaya.

“ Dia setuju dengan apa yang dikatakan Krystal? Apakah dia menyiratkan bahwa aku harus memilih Krystal daripada memilihnya? “

“Ini semua berawal dari persahabatan kita, bukan ? Kita memang… tidak seharusnya menjadi teman sejak awal,” tambah Sulli.

Sekarang, giliran Minho yang melongo, menatapnya tanpa berkedip.

“Kenapa?” Minho suaranya meninggi. “Ada apa denganmu, kupikir kau membenci atmosfir di SMA Galaxy … karena ocehan ngaco sebagian besar geng-geng dan klub didalamnya…. sebagian besar dari kehidupan SMA . Kau membenci apa yang mereka katakan tentang kita. Dan sekarang tiba-tiba, kau mengikuti alur pikir mereka? Kau setuju dengan apa yang mereka katakan tentang kita ? Aku tak mengerti jalan pikiranmu, Choi Sulli ! “

Minho tidak percaya dengan apa yang didengarnya Tapi kemarahannya sebagian besar tertuju pada dirinya sendiri karena menyebabkan Sulli berada dalam situasi ini.

“ Seperti yang Krystal katakan, Sulli membenci SMA karena aku. Dia terluka karena aku. Aku menyebabkan hidupnya menjadi sengsara. Aku marah pada diriku sendiri karena membiarkan semua itu terjadi dan menimpanya. Akulah orang yang seharusnya patut dihukum.”

“Well, orang bisa berubah Frog. Bagiku, mengikuti arus lebih baik daripada aku harus berjuang sendiri ketika sebagian besar orang menentangku,” Sulli hampir berteriak.

Dia menatap Minho dengan mata berkilat. Rahangnya terkatup dan tangannya terkepal.

“ Sadarlah Frog, dalam hal ini… karena persahabatan ini… telah begitu banyak orang lain terluka. Penggemar-penggemarmu, Sahabat-sahabatmu, Tim Basketmu. Sekarang Krystal… dan aku tak mau ke depannya kau juga akan terluka karena kita berkeras menentang mereka. Kita selama ini mencoba tak peduli dan….”

“ Kau terluka… aku tahu ini karena persahabatan kita. Bunny aku benar-benar menyesal untuk ini. Aku tak mampu melindungimu….”

“ Bukan itu masalahnya, Minho. Semakin aku berfikir, semakin aku tahu bahwa diriku tak bisa untuk berpura-pura tuli dan tidak mendengar mereka.”

Minho maju selangkah, mengguncang bahu Sulli untuk menghentikan ceracauannya.

“Sejak kapan kau peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, Bunny ?!” Suara Minho mendesak

” Sejak aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta pada sahabatku sendiri… !!” teriak Sulli penuh emosi.

Minho tangannya terlepas. Matanya membesar.

Sulli tersentak. Tangannya dengan cepat menutup mulutnya , matanya yang cokelat melebar karena shock. Dan kruk-nya jatuh ke tanah.

Minho mengerjap ….jantungnya berdegup keras.

“ Apakah aku tidak salah dengar? Apakah dia bilang bahwa dia telah jatuh cinta kepadaku ? Bagaimana mungkin dia jatuh cinta padaku? Kami selalu berusaha menjadi teman terbaik satu sama lain. . . Aku … aargh… aku tidak bisa berpikir jernih. Pikiranku tiba-tiba menjadi blank…. Aku….”

“Ouch… .”

Sulli membungkuk, memegang pergelangan kakinya yang digips.

Minho menggeleng mengusir pikiran-pikiran aneh yang tadi menyergapnya. Gerakan dan rintihan Sulli membuatnya tersadar, dan segera memegangnya.

“Terasa sakit lagi, bukan?” Minho bertanya sambil membungkuk.

“Menurutmu?” tanya Sulli membentak dan kasar.

Senyum yang sangat tipis terukir di bibir Minho.

“Dia masih sarkastis bahkan pada saat-saat seperti ini. Itu salah satu dari banyak hal yang kusukai darinya. “

“Ayo,” kata Minho . “Aku akan membawamu pulang.”

“Tidak,” katanya keras kepala. “Aku bisa berjalan sendiri. Aku masih memiliki kaki, bagaimana pun !” “

“Yeah, tapi sayangnya, salah satu dari mereka terhubung ke pergelanganmu yang terkilir,” Minho mengajukan alasan. Ketika Sulli tidak menjawab, Minho mengambil kesempatan untuk berlutut sehingga Sulli bisa naik di punggungnya.

Sejenak Sulli tertegun, berusaha menolak rasa ngillu yang kini merambat naik ke betis dan lututnya. Minho menunggu. Akhirnya Sulli diam-diam memenuhi undangan Minho karena melihat tak ada pilihan lain..
Hati-hati Minho berdiri, mengambil kruk. Dia merasa tangan Sulli bergerak di sekitar bahunya. Minho menahan lututnya di pinggang sehingga dia tidak akan melorot ke bawah.

Mereka kemudian meninggalkan taman menuju jalan pulang.

Perlahan namun pasti Minho menggendong Sulli meninggalkan tempat itu. Berjalan dalam diam yang tak bisa mendiamkan kata hatinya.

“Setujui saja , Minho,” bisik Sulli lembut di telinganya. “Aku sudah bosan mendengar mereka mengatakan bagaimana kita seharusnya tidak berteman. Aku muak pada sindiran Krystal dan kelompok penyihirnya. Dan sama seperti dia , kupikir kau harus memilihnya, Kita terlalu berbeda untuk menjadi teman. Kau akan selalu menjadi seperti mereka dan menjadi bagian dari mereka. Sedangkan aku akan tetap seperti ini. Tak peduli di SMA atau di mana pun… akan selalu ada orang-orang yang … ” Sulli berhenti bicara dan mendesah. “Mari kita terima itu, Minho… kita akan lebih baik sebagai orang asing daripada jadi sahabat. “

Minho menggertakkan gigi. Dia ingin memukul sesuatu untuk mengeluarkan rasa sakit yang tiba-tiba menohok jauh ke dalam dadanya.

“ Tuhaaan… mengapa ini semua terasa begitu menyakitkan?  Bagaimana Sulli bisa berkata seperti itu ? Sahabatku, orang yang sangat penting dalam hidupku, ingin memutuskan hubungan indah yang kami miliki. Dia ingin berhenti menjadi temanku dan bertindak seperti kita tidak mengenal satu sama lain. Omong kosong apakah itu ?”

Setiap kata-kata yang diucapkan Sulli terasa seperti belati yang menikam hatinya. Minho tetap tidak bisa mengerti, namun dia tak berdaya dengan keputusan sahabatnya…. Ia hanya merasa begitu sengsara. Amat sangat sengsara ! Ini adalah pertama kalinya dia merasa seperti begitu. Minho tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata . Sangat sulit untuk menemukan kata-kata yang mewakili dengan tepat apa yang dirasakannya.

Dia akhirnya mengerti tentang pelukisan karakter sebuah tokoh yang dia baca di buku, ketika pengarang mencoba untuk menggambarkan rasa sakit yang dirasakan langsung dari hati tokoh-tokohnya. Rasanya begitu aneh untuk mengakuinya, tapi rasa sakitnya benar-benar nyata …bersarang di hatinya , ke sisi kiri sedikit dari dadanya di mana rasa sakit itu tertancap, dia merasakan kesesakan yang siap meledak sewaktu-waktu..

Langkahnya menjadi tertatih-tatih… tubuh Sulli yang sesungguhnya tidak terlalu berat, seolah bertambah berpuluh-puluh kilo. Keringat dingin merembes di dahinya. Angin malam yang menggigit seolah menemukan jalan untuk menyelinap ke dalam dadanya, membuat rasa perih yang belum pernah dideritanya… bahkan ketika kakeknya meninggal dulu.

“Kau membuatnya terdengar begitu mudah,” kata Minho , suaranya pecah dan tergetar. “Aku tidak bisa melakukan sesuatu seperti itu. Aku tidak bisa berpura-pura tidak mengenal seseorang yang sudah menjadi bagian terpenting dari seluruh hidupku. “

 

Minho merasa Sulli terisak dan merebahkan kepalanya di lehernya. Ia merasakan baju bagian bahu di mana kepala Sulli terbaring, terasa hangat dan basah. Itu pasti air mata Sulli. Dan Mungkin Sulli tak pernah tahu, air matanya itu meresap jauh ke  sanubarinya… menyerap ke dalam pori-pori kulitnya, meninggalkan sayatan-sayatan kasat mata yang terasa pedih dalam dada sahabatnya.

“Please…,” katanya dengan suara berbisik, dan Minho mendengar suaranya goyah. “Aku ingin mendapat kedamaian dan ketenangan di masa-masa akhir SMA-ku. Please. . . pilihlah Krystal. “

Kata-katanya terasa menyengat. Sakit yang teramat hebat mencabiknya sampai habis…. hanya dengan mendengar Sulli mengatakan itu seluruh dalam dirinya terguncang dengan cara menyakitkan. Sulli terdengar sangat lelah.

Bagi Minho itu seperti kata-kata bahwa dia telah lelah menjadi sahabatnya.

Minho tahu menangis tidak mencerminkan keberanian, tapi dia tak berdaya ketika merasa air matanya menjadi cairan hangat yang membuat hatinya membeku dan perlahan-lahan menjadi kosong. Air mata yang telah menjadi kata-kata yang mencerminkan kesedihan yang dia rasakan.

Pada saat itu, Minho benar-benar tidak peduli jika seseorang melihatnya seperti ini. Dia tidak peduli. Dia hanya ingin menyendiri. Karena dia tahu bahwa ini semua adalah kesalahannya. Dia telah menciptakan kesakitan itu untuk dirinya sendiri. Dan sekarang dia telah kehilangan seorang sahabat yang paling berarti.

Selama perjalanan pulang Minho tidak berkata-kata lagi . Dia terus berjalan dengan terseok-seok. Hembusan nafas Sulli semakin mengaduk-aduk hatinya, meremas-remasnya dengan cara paling sempurna.

Sampai mereka telah mencapai rumah Sulli .

Tuan Choi , ayah Sulli, sedang menunggu di depan teras. Dia segera membuka pintu untuk Minho.

“Hai, Appa ..,” gumam Sulli lemah.

“Aku mengerti, Paman,” Minho cepat-cepat berkata ketika dilihatnya ayah Sulli membuat gerakan untuk mengambil alih Sulli dari tangannya. “Beri aku kesempatan sedikit. Aku akan membawanya langsung ke kamarnya.”

Ayah Sulli tidak membantah tetapi ia menatap wajah Minho dengan sorot mata bertanya. Telinga tuanya, berhasil menangkap sirat kepedihan dari suara Minho dan anaknya. Mata tuanya bisa melihat keseriusan dan kegetiran di wajah tampan yang menunduk di hadapannya.

“ Mungkin Paman Choi menduga bahwa dia melihat sesuatu yang berbeda. Aku merasa berbeda, bagaimanapun.”

Minho menaiki tangga dan memasuki kamar Sulli yang sangat dikenalnya. Dengan lembut dia menempatkan Sulli di tempat tidurnya. Setelah meluruskan kakinya, Minho menempatkan kruk di meja samping tempat tidur. Minho berjalan menuju pintu tanpa berkata-kata lagi. Tetapi tiba-tiba dia berhenti dan berbalik…  rahangnya mengeras, dan matanya menatap Sulli.

Untuk beberapa saat, mata Sulli melebar ketika melihatnya diam-diam menangis.

” Demi Tuhan, aku tak pernah melihat Minho menangis… kecuali ketika kakeknya dikremasi…” pikir Sulli panik.

Sulli merasakan dorongan untuk datang ke sisinya dan menghiburnya. Tapi tentu saja itu hanya akan membuat semuanya semakin sulit dan berat.

Ketika Minho melihat Sulli menatapnya, dia cepat-cepat menyeka air matanya dan memasang wajah yang datar…keras…sulit dibaca. Minho menelan ludah.

“Aku akan melakukan apa yang kau inginkan,” katanya, setiap kata itu begitu sulit untuk dikatakan. “Dalam satu kondisi,” Minho menambahkan.

“Apa itu?”

“Jangan lepaskan talkie itu,”

Minho mengangguk ke arah talkie yang tergantung di jendela.

Sulli menatapnya bingung, tapi dia mengangguk menyetujui.

“Aku ingin kau mengingat sesuatu, juga.”

Sulli kembali menatapnyau sambil menunggu . Minho berjalan kembali padanya dan berlutut di depannya sampai matanya sejajar dengan mata Sulli.

“Bagiku….,” katanya pelan, “…kau akan selalu menjadi teman terbaikku, Sulli.”

Minho mengernyit menahan rasa sakit yang tiba-tiba membesut hatinya, tanpa dapat menahan diri dia membungkuk ke arahnya dan mencium keningnya. Lalu, Minho berdiri dan pergi. Tanpa menoleh sedikit pun… karena dia takut kalau menoleh, kakinya tak akan sanggup lagi melangkah untuk meninggalkan Sulli sendirian.

 

Minho berjalan seperti robot, dia mengucapkan selamat tinggal kepada orang tua Sulli saat melewati ruang tamu. Kemudian dia melangkah keluar, menuruni tangga beranda depan. Dia berjalan seperti merayap saat menyeberangi halaman menuju rumahnya dan tiba-tiba dia berhenti di pintu masuk.

Matanya melirik ke arah kamar Sulli di samping rumah mereka, dengan satu pikiran bahwa

“ Aku akan merindukannya. . . segala sesuatu tentang dia. . . lebih dari yang pernah bisa dia bayangkan. Aku sampai mati pun tak akan meninggalkanmu, itu sumpahku sejak dulu. Tetapi karena kau memintaku, aku akan berusaha mencintai Krystal… seperti yang kau mau, Sulli… my bunny… Aku bersumpah akan membuatmu bahagia dengan mencintai Krystal walaupun itu akan sulit buatku …    aku berjanji padamu !! “

 ========TBC========

Hai chingu, maaf ya dua part terakhir mungkin membuat emosi kalian terusik. Disamping itu bahasanya mungkin terlalu “vulgar” … terutama di part ini.

Perlu ditegaskan, di sini hanya fan fiksi… jauh dari kenyataan. Setting-nya di Korea dimana minuman beralkohol dan …maaf .. “one night stand” adalah bagian gaya hidup di sana… Ini semua berdasarkan laman yang eonni baca… maaf kalau salah  (karenanya kritik sangat dibutuhkan di sini) .  🙂

Kalau ada yang kurang tepat, mohon maaf…berhubung eonni juga belum pernah berkunjung ke Korea  (ugh…seandainya ada yang mau ngongkosin... 🙂  )

Ngomong2 🙂  terimakasih untuk semua komentar juga kritiknya dari reader yang setia juga yang baru-baru. Te O Pe deh komentar kalian. Dan Yeayyy !! Blog like-nya nambah  😀 😀

,ernaniipark, baekheexo, lessulli94, Acilchoi, cicinurrahmawati, chuesztwatye, Noviaanggraeni, linda689, rhayacantika,Kim Arisu, pertiwihesti, anisachoi, Dinachoivarha, yunitasania19, ulfahalimatus, Ally, disneytisasoneya2996chn

   Special thank to Kim Arisu 🙂 

Eonni setuju,  seks bebas tidak boleh dilakukan oleh anak SMAbahkan menurutku ,oleh siapa pun yang belum menikah, karena seks bebas adalah perbuatan tidak bertanggung jawab. Lepas dari kultur tertentu, atau agama tertentu… Yang paling baik dan mencerminkan manusia itu beradab adalah melakukannya setelah terikat pernikahan.

 

Advertisements

82 thoughts on “THE hunk NEXT door (12)

  1. bacanya seperti dalam drama nyesek tpi mau bagaimna lgi minho sdh melakukan kesalahan dn ming harus bertanggung jawab atas kesalahannya tpi semoga saja minsul bisa bersatu….

  2. minho bener2 udah merasa terikat dg krystal karna kesalahnnya itu..pdhl dia ingin bgt putus dari dulu 😥
    sulli udah ngutarain perasaannya tp knapa minho sperti tk memperduliknnya 😥
    sulli bener2 udah buat keputusan yg berat bgt ya..hwaiting buat minho-sulli jalani hidup kalian dg bahagia ya
    author lanjut ya..hwaiting

  3. part ini bikin nyesek sumpah, dr minong lg merebung krn perkataan krystal trus sulli eonni datang dan menyanggupi agar minong memilih krystal dg alasan bahwa terlalu banyak perbedaan di antara keduaanya…
    sebenarnya persahabatan tuuh gx memandang perbedaan, justrus dg adanya perbedaan itu kita bisa saling melengkapi dan mengisi satu sama lain…
    sulli eonni keceplosan klo dia suka sama minong…

  4. Dina, sumpah sedih bgt part ini, sampe bercucuran air mata nih… Bener2 kerasa bgt apa yg dirasakan sama Sulli, mesti memutuskan hubungan dg org yg kita suka. Gmn dg hr2 mereka ke depannya yah? Bagaikan org asing yg hanya bisa melihat dr jauh tanpa tegur sapa walo hrs berpapasan. Seharusnya Minho udh bisa menentukan sikapnya stlh mendengar pengakuan Sulli. Memang kehidupan sekolah pastinya tdk bisa lepas dr omomgan sekitar. Kl kita melawan arus, kita bakalan kelelahan dan mungkin bisa menyiksa batin kita… Ayo Din buruan dilanjutin

  5. Hiks hiks nyesek baca part ini#apusairmata
    Minho babo masa gak ngerti juga sih?
    Sulli udah nyatain ,udah bilang tapi belum ngerti juga ?😥
    #cekikjuganihminho
    Greget
    Waiting for next part eonni😊😊
    Fighting✊✊

  6. Seperti gambar ming oenni.. aku ikut sedih,,
    emang ada baiknya sulli ninggalin minho ketimbang mendem rasa sakit yang udah kebangetan-kebangetan sakit-___-”
    Sabar sull semua akan indah pada waktunya.
    ternyata beneran ming ngikutin saran jinki. OhGod ,,, abang… knpa ngajarin manusia polos itu yang gak bener huh,,

    next part oenni.. sedikit menguras emosi 😀
    Aku suka banget 🙂

  7. Sedih, kecewa, tapi jadi minho jg pasti sulit untuk memilih kan? Dan Knp minho berhenti berpikir tentang pengakuan sulli? Kenapa harus krystal T.T ga ikhlas tau minho udh ngelakuin itu sm krystal walaupun cuma sekedar ff, ditambah lg mereka masih sma, walaupun di korea memang begitu budayanya ttp aja disini rasanya minho kaya ah sudahlah bingung mau ngomongnya 😂😂 semoga minsul kembali bersatu lagi

  8. Omonaa berassa nonton drama,, nyesek bgt baca nya.
    Gak tega kalo tiba2 mereka sepasang sahabat harus terpisah hanya karna salah satu diantaranya membuat kesalahan..
    Semoga aja mereka bisa bersatu lagi,,
    Next part eonni, ditunggu

  9. aaaaa nyesek bnget paca part ini. Kenapa sih harus ada pilihan ksian kan ming oppa mha sulli hrus berpisah setelah sekian lama menjadi shabat. Ming oppa ampe nangis gitu , ya ampuun semoga mereka gak bakalan benar2 pisah

  10. gemes banget sama minho yggak peka banget sama perasaan..
    padahal udah jelas” sulli ngomong cinta sma temennya sendiri.. apa gak ada benih” cinta dia ke sulli
    nyesek banget pas tau kenyataan kalo minho udah pernah ehm” sama kristal
    gak kebayang bangett, meskipun minsul gak pacaran n cuman berteman.
    rasanya kayak minho tuh abis selingkuh sama kristal dan nyakitin sulli,,,
    semoga akhirnya mereka bisa bersatu n happy ending dech..

  11. seriusan ya kak, bacanya jadi ikutan nyesek, ikutan ngerasa kalo kita sulli, ikutan sebel coba aja kalo aku salah satu sahabatnya sulli gak bakalan aku suruh dia buat ngelepasin minho! Gak akan pernah.
    Dan talkie? Omaygat! Nyesek sumpah!!! T.T

  12. ya Allah thor pengen nangis saya T_T
    apalagi waktu dikamar sulli eonni suasanya itu loh,hadoh! T_T
    aduh minho oppa juga sih kenapa harus ngelakuin itu jadi nggak bisa lepas kan! ><

  13. Part yang sangat menyedeihkan eonni 😥
    Sulli eonni berusaha ngelepasin Minho oppa 😦 huhuhu gimana ini, uuhh nyesek waktu Sulli eonni nangis dipunggungnya Minho oppa 😥 uuuuuueeeee

    Minho oppa berdebar waktu Sulli eonni bilang kalau dia suka Minho oppa… berarti Minho oppa suka sama Sulli eonni cuma kurang peka aja

    uhh gimana kelanjutannya eonni

    next 🙂 😉 😀 XD 😛 😮 ❤

  14. Part ini beda dari yang lain emosinya lbh dpet dbnding part sebelumnya,, undpet idedrimana sih ? Otaknya mulus bner klo sad sad gni seneng bcanya soalnya kalo sad sad pastiakhirnya mengerti apa itu prasaan cinta

    • Ah hahaha…. dapat dari adegan Minho saat meluk sulli di drkat kandajg Sangchu (TTBY)
      Eonni jadi curiga… jangan2 punya pengalaman pribadi nih…. hingga saat baca emosinya terlibat

      Haahaha… peace ah ! ^_^

  15. Sakit. Pasti rasanya sakit 😭
    Seberapa pun seseorang menjauh pasti bakal kembali ke tempat asalnya.
    So, sull eoni positive thinking aja mungkin ini jalan yg terbaik buat minho oppa sama sulli eoni.
    Dan aku bener ga nyangka minho oppa ngelakuin itu sama krystal 😑
    Semoga persahabatan mereka tetep langgeng, dan minho sma sulli cepet nyadar deh sma perasaan kalian masing2.
    Bikim ribet aja dehh 😂

  16. huuuuuuaaaaa … eonni ini part bener² sukses bikin aku nangis. sumvah aku nangis baca ni part. nyesek banget.
    kagak Tao mau komen apa? pikiranku jadi ngeblank mengetahui kenyataan ini . hiks…hiks…. kecewa sama minho karena dia udah terhasut dengan omongan onew untuk mencoba berhubungan seks dengan Krystal. bener² kecewa sama minho. hiks….hiks…
    OMG…..!!!!! sulli itu sengaja apa kagak ya pas ngomong kalau dia menyukai sahabatnya sendiri?
    “Aku sudah bosan mendengar mereka mengatakan bagaimana kita seharusnya tidak berteman. Aku muak pada sindiran Krystal dan kelompok penyihirnya. Dan sama seperti dia , kupikir kau harus memilihnya, Kita terlalu berbeda untuk menjadi teman. Kau akan selalu menjadi seperti mereka dan menjadi bagian dari mereka. Sedangkan aku akan tetap seperti ini. Tak peduli di SMA atau di mana pun… akan selalu ada orang-orang yang … ” Sulli berhenti bicara dan mendesah. “Mari kita terima itu, Minho… kita akan lebih baik sebagai orang asing daripada jadi sahabat. ” itu kalimat yg keluar dari mulut sulli sukses bikin sakit hati .tapi itu blm seberapa, yg lebih sakit itu waktu minho menyetujui permintaan sulli “Minho berjalan kembali padanya dan berlutut di depannya sampai matanya sejajar dengan mata Sulli.“Bagiku….,” katanya pelan, “…kau akan selalu menjadi teman terbaikku, Sulli.”Minho mengernyit menahan rasa sakit yang tiba-tiba membesut hatinya, tanpa dapat menahan diri dia membungkuk ke arahnya dan mencium keningnya. Lalu, Minho berdiri dan pergi. Tanpa menoleh sedikit pun.” dan penyataan itu bener² bikin hatiku sakit dan tak bisa mecegah air mataku untuk tidak turun.
    ini bukan akhir dari segalanya kan eon?
    aduh….!!!! bener² kagak bisa bayangin gimana jadinya kehidupan mereka setelah insiden ini?
    maaf baru bisa RC

  17. nyesek, ini gimana komennya ya?
    beneran kan jadi tambah nyesek ceritanya,,
    tapi bisa dibilang part ini masuk kategori favorit buat aku, soalnya tiap kata yang ketulis disini bisa langsung aku rasain jadinya ngenaaakkk banget gitu,
    makasih kak buat part ini, dan tetap semangat buat kelanjutannya

  18. putus persabahatan itu lebih menyakitkan dari pada putus ma pacar.. apa lagi salah satu dari mereka menyukai sahabatnya sendiri.. ga da yg namanya mantan sahabat tapi kalau mantan pacar baru ada..ffnya seru dan bikin penasaran eonni suka banget..

  19. Grrr… kesell kenapa minho ga peka peka, apa emang dia ga suka sulli atau emang dia bener bener nganggep sulli sebagai sahabatnya atau adeknya, padahal kan sulli udah ngungkapin perasaannya kenapa, kenapa, kenapa minho pea :”v
    Kezel hayati bacanya, keren authornya bikin cerita, daebakk eon ;))

  20. Guling-guling -_- Arrrgghh Ternyata minong sdh berhungn intim dgn krystal ARRRHJKGHK
    lalu Sulli jg menyatakan perasaan.y,tmbh Si minong orng.y BAKA’NGGAK PEKA -_- .jelas2 perasaan itu adlh perasaan cinta napa tambh msalh.y yg semakin rumit.uftftftftt

  21. Oke aku nyesek baca ini
    Kesel juga ama frog yg nggak peka ama prasaan sulli pdhal udah diucapin tdi, tpi kok ekspresinya frog wktu sulli bilnag cinta biasa aja sih ???
    Part ini komplit, sedih, kesel jdi satu…… Kisah slnjutnya gimana ????? Lnjut baca —>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s