THE hunk NEXT door (13)

 

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Resah

.

.

Sulli Pov

Saat Minho meninggalkan kamarku dan sosoknya menghilang dibalik pintu yang tertutup, aku menangis. Air mata terus menerus bercucuran dari mataku tanpa bisa kucegah . Aku merasa seperti akan menangis berember-ember tapi kutahu tangisan tidak akan bisa menghentikan apapun yang akan kualami ke depan.

Apa yang telah kulakukan? Aku kehilangan sahabatku.

Mengapa aku memintanya pergi? Aku merasa begitu sendirian sekarang.

Aku ingin memeluknya.

Aku ingin dia memelukku.

Seperti ketika dia memelukku di Jumat malam itu.

Tapi itu tidak mungkin.

Aku baru saja memutuskan tali persahabatan kami. . . untuk selamanya.

Mungkin ini adalah kesalahan terbesar sepanjang hidupku, yang akan kusesali sesisa umurku.

Aku ingin mengejarnya.

Tetapi pergelangan kakiku ini terkilir.

Dan akulah yang memintanya untuk pergi.

Aku meraih bantal untuk membenamkan wajahku di dalamnya, mencoba mencari kedamaian yang tiba-tiba hilang dari diriku.

Aku menarik napas panjang berkali-kali , mengeluarkan telepon , dan memutar nomor Jiyoung .

“Halo?” suara Jiyoung terdengar ceria, ia mengangkat telepon pada dering pertama.

“Jiyoung ,” jeritku.

Aku tidak bisa bisa berhenti menangis…suaraku gemetar.

Aku tidak percaya apa yang baru saja terjadi.

Aku tidak percaya aku baru saja kehilangan Minho.

Hidupku… udaraku… matahariku.

Aku telah kehilangan semuanya.

Bagaimana aku bisa menghadapi esok hari tanpa itu semua ?

“Sulli? Kau menangis? Kenapa ? Ada apa ?  Apakah kau ingin aku datang? ”

“Ya, please….,” aku memohon .suaraku hampir tercekik

Aku membutuhkannya. Dia adalah satu-satunya teman yang kumiliki sekarang. Dia pasti panik, karena aku jarang menangis. Aku tidak biasanya selemah dan serentan ini.

“Oke, aku akan berada di sana dalam lima menit.”

“Terima kasih,” gumamku sebelum menutup telepon.

Aku memaksa diri untuk tidak melirik ke kamar Minho. Aku merasa begitu bodoh.

Bagaimana tadi aku bisa mengakui bahwa aku jatuh cinta padanya, dan kemudian memutuskan persahabatan kami begitu saja ?

Ugh. Dia sudah tahu.

Dia akhirnya tahu bagaimana perasaanku kepadanya.

Dan dia hanya menatapku, tercengang.

WOW !!

Dia benar-benar tidak tahu tentang perasaanku padanya selama ini. Kurasa aku benar-benar pandai menyembunyikan itu darinya… selama bertahun-tahun.

Dan kini…setelah pengakuanku… kenapa aku memintanya untuk pergi ?

Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku ketika aku mendesaknya untuk memilih Krystal. Mungkinkah karena aku tahu bahwa dia akan lebih bahagia bersamanya?

Mungkinkah karena aku lelah menghadapi penilaian orang tentang aku tanpa benar-benar mengetahui siapa aku?

Mungkin aku hanya menginginkan mereka tutup mulut, Dan satu-satunya cara untuk itu adalah bila Minho dan aku berhenti berteman.

Namun mungkinkah keputusan itu muncul karena aku tidak ingin Minho menjadi canggung denganku, merasa bersalah kepadaku… karena aku dengan tidak sengaja mengaku bahwa aku mencintainya… dan dia tak bisa membalas perasaanku ?

Entahlah… aku benar-benar tak tahu ada apa denganku.

Kemudian, pikiran konyol datang … pikiran bahwa ini semua hanya mimpi, dan aku masih memiliki Minho sebagai sahabatku.

Aku menampar wajahku. “Aduh.”

Aku mengusap pipiku, meringis karena sengatan dari tanganku sendiri.

Oke, itu adalah hal yang bodoh untuk dilakukan. Tapi aku telah melakukan hal-hal yang bodoh malam ini, bukan?

Aku mendesah. Ini bukan mimpi, bagaimana pun aku menolaknya.

Apa yang dia pikirkan sekarang ?

Jika demikian, aku tidak ingin tidur, karena aku tidak memiliki sahabat untuk membangunkanku setiap pagi lagi.

Aku takut seandainya besok akan berlangsung lebih sulit bagiku…

Teramat sulit…..

End of Pov

Satu Bulan Kemudian

.

.

.

“ Aaarrrgh….. Hentikan !! Jangan Lagi !! Kapan kau akan berhenti.. ?! “ teriak Sulli .

Dia terbangun dari tidurnya dengan muka merengut. Kakinya menendang selimutnya kuat-kuat hingga jatuh ke lantai.

“ Minhooo…. bisakah kau…..”

Suara Sulli terhenti.

Serentak dia duduk di ranjangnya. Jantungnya berdegup kencang. Dahinya berkeringat, matanya terbeliak sementara tangannya menutup bibirnya erat-erat. Ada rasa melengos di ulu hatinya, saat realita menghantamnya seketika. Suatu perasaan seolah kau diayun tinggi kemudian dihempaskan dengan mendadak.

Perasaan seperti jantungmu ditarik dari akarnya dan dibiarkan berdenyut di telapak tanganmu. Kau merasa kosong dan dengan ngeri melihat kehidupan berdenyut di hadapanmu tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kesadaran penuh perlahan membungkusnya, seperti cahaya matahari hangat yang merambat dari jendela kamarnya.

Segala sesuatunya tidak sama lagi , setidaknya antara Minho dan dirinya.

Sulli ingat hari pertama dia selesai cuti sakit, berarti tiga hari setelah mereka memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing di percakapan terakhir mereka, paginya dia terbangun oleh suara peluit kapal yang sangat keras. Peluit kapal di hari pertamanya sekolah , setelah sembuh dari cedera.

Seperti pagi ini, dia waktu itu berteriak protes pada Minho tapi kemudian dia menyadari bahwa mereka bukan sahabat lagi . Dan itu semua adalah salahnya… keputusannya. Dia lah yang telah mendesak Minho mengambil langkah seperti itu. Walaupun setelah berjalan satu bulan, Sulli masih merasakan sakit hatinya kini sebagaimana sakitnya saat melihat air mata Minho, malam itu…. Tetapi sekali lagi, itu adalah salahnya..
Sulli awalnya berfikir, reaksinya seperti itu adalah karena “kebiasaan lama” yang sudah melekat dan sulit dihindari. Dan itu mendekati kebenaran. Hingga hari ini, jauh di bawah sadarnya Sulli masih merasa seolah-olah tidak ada yang berubah dalam hidupnya.

Tapi dia tahu itu tidak benar. Kenyataan adalah kenyataan.

Namun, terkadang dia berfikir kalau apa yang dirasakannya tentang “kebiasaan lama” itu , sepertinya dirasakan juga oleh Minho. Ini terlihat dari kebiasaan Minho yang tampaknya, dengan sengaja membunyikan suara peluit kapal melalui talkie-nya. Yang otomatis menjadi alarm harian yang harus didengar Sulli.
Sulli berpikir bahwa itulah alasan utama mengapa Minho malam itu memintanya untuk tetap menggantungkan talkie itu di dinding kamarnya ,

“ Dia memang sangat licik dengan mengusikku setiap pagi, sementara aku tak bisa membalas meneriakinya seperti dulu…” Sulli menggerutu, sambil perlahan turun dari ranjangnya.

Dengan malas dia mengambil selimutnya yang jatuh, namun saat menegakkan tubuh lagi, matanya terpaku pada dinding kaca kamar Minho yang tirainya tertutup.

Tak ada lagi seringai menyebalkannya.

Tak ada lagi mimik wajahnya yang menjengkelkan.

Oh Tuhan…. betapa dia merindukan semuanya itu….

Sulli menarik nafas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, wajahnya berubah, matanya berkaca-kaca.

“ Seharusnya aku marah padamu, Froggy. Aku tahu, dengan suara itu kau seolah mengejekku atas kepura-puraanku selama satu bulan ini. Aku ingin terlihat kuat…ingin terlihat biasa… aku ingin orang berpikir bahwa jauh darimu bukan masalah bagiku. Bahkan tololnya aku, di saat seperti ini pun aku merasa tersentuh karena kau masih peduli padaku. Suara peluit itu… kuyakin adalah bentuk kepedulianmu padaku, bukan ? Kau ingin aku tetap bangun pagi dan pergi ke sekolah ,bukan ? Kau tetap berusaha memposisikan diri seperti sahabat….meskipun aku setengah memaksamu memilih Krystal satu bulan yang lalu. Maafkan aku…. kuharap ini yang terbaik bagimu, kau dan masa depanmu. Jujur, sebetulnya aku sangat merindukanmu tapi aku harus melakukan apa yang harus kulakukan. Krystal telah memberiku keleluasaan di sekolah Dia membantuku meraih masa-masa sekolah yang kurindukan selama ini… tanpa semua penghinaan dan hal-hal yang mengecilkan keberadaanku . Kau tak akan pernah tahu, Frog…. aku sebenarnya rela kehilangan semua itu daripada harus kehilanganmu. Tapi itu semua yang terbaik untukmu…”

Sulli membalikkan tubuhnya, memunggungi jendela… karena hanya dengan cara itulah dia bisa berpura-pura tak punya mantan sahabat yang tinggal begitu dekat dengannya.

Tapi hell… Itu menyakitkan !! Sangat…

Dan lebih menyakitkan lagi, ketika dia harus menyembunyikan rasa sakit itu dari siapapun. Mungkin, siapapun yang pernah punya sahabat akan merasakan apa yang dirasakannya. Bagaimana sesak dada saat harus berpapasan dengan ex-sahabat namun tiba-tiba dia lebih memilih jalan lain untuk menghindar. Atau bila terpaksa berselisih jalan, dia akan membuang muka dan menganggap dirinya tak pernah dikenalnya.

Sulli harus menelan bulat-bulat semua akibat itu sendirian… bahkan Jiyoung tak pernah tahu kisah yang sebenarnya. Walaupun terkadang ia ingin menjerit saat melihat Minho duduk di kantin dengan sikap super mesra pada Krystal… Bercanda, tertawa, tersenyum…. yang ooohhhh… senyum dan tawa itu akan langsung lenyap dari wajahnya bila mata mereka bersitatap.

Minho benar-benar menjadi orang asing….

Dan itu adalah keputusannya…kesalahannya.

Cowok Ganteng yang tinggal di sebelah rumahnya itu… mantan sahabatnya… kini telah benar-benar menjadi orang asing.

“ No frog anymore !!”

Dengan pemikiran itu, Sulli melipat selimutnya, meraih kaca mata kemudian berjalan menuju kamar mandi.

“ Sepertinya aku harus berkeramas, agar pikiran gilaku ini segera lenyap terbawa air… Dan nama Minho akan berjatuhan dari kepalaku, kemudian terhanyut ke saluran pembuangan air…ke got di bawah sana… Mungkin dia akan bertemu kawan-kawannya sesama kodok di gorong-gorong itu …”

Sulli tersenyum sendiri membayangkan Minho bertemu dan berkumpul dengan sekawanan kodok di gorong-gorong bawah tanah yang gelap, kotor dan bau.


Jam menunjukkan pukul 06. 50 menit saat Sulli memasukkan kakinya ke sepatu kets kesayangannya. Sepatu itu adalah hadiah ulang tahun dari Minho sewaktu mereka masuk SMA. “Sekolah baru dengan sepatu baru”
Itulah yang dikatakan Minho padanya. Waktu itu mereka berdua berharap suasana SMA akan menambah kabahagiaan yang mereka dapat sejak SMP, namun harapan itu hancur sejak pertama kaki Sulli menginjak SMA Galaxy. Perlakuan orang-orang pada Minho sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan perlakuan mereka kepadanya.

Waktu itu Minho membujuknya dan berusaha meyakinkannya bahwa itu hanya awal, semua akan berubah seiring waktu. Sulli mempercayainya… dia memang selalu percaya pada sahabatnya. Tetapi semakin hari semakin terasa bentuk perlakuan yang menyakitkan itu. Dan sekali lagi Minho membuatnya bertahan karena dia bersumpah tak akan pernah meninggalkannya walau pun orang-orang se-dunia mengucilkannya karena persahabatan mereka. Itu tidak menunjukkan perbaikan tetapi Sulli telah bertahan satu tahun lebih untuk membuat Minho tak mencemaskannya. . . Usaha yang sukses.

Dan sekarang Minho pergi karena dia yang menyuruhnya begitu.

Sangat sulit bagi Sulli untuk bertahan…justru setelah persahabatan mereka terhenti. Perlahan tapi pasti Sulli merasa kalau dirinya pasti akan runtuh… entah kapan.

Sulli sekarang lebih banyak merenungkan semuanya sendirian di kamarnya. Secara samar-samar dia menyadari perubahan terjadi begitu besar pada dirinya setelah masuk ke SMA Galaxy. Dia begitu antusias ketika memilih sekolah yang sama dengan Minho, tidak menyadari kalau di dalamnya dia akan dibentuk menjadi gadis remaja yang sarkastis, membenci sekolah, mencurigai lingkungan dan cenderung bersikap sering menghakimi orang. Itu semua karena kekerasan, cibiran, dan hinaan yang membuat rasa percaya dirinya sedikit demi sedikit terkikis.

Dan apakah sumber semua keruwetan itu ?

Itu berkaitan dengan Minho.

Ya, dia bisa menyimpulkan dengan mudah karena keruwetan dan masalah yang ditemuinya di SMA itu gara-gara dia bersahabat dengan Minho. Perbedaan itu sangat terasa setelah persahabatan mereka putus.

Amat sangat jelas buat Sulli.

Sekarang semua orang tak pernah melihatnya dengan tatapan sinis..tetapi mungkin…umm… tatapan iba dan mengasihani. Walaupun itu tidak menimbulkan efek yang lebih baik buat hatinya, setidaknya telinganya kini tak pernah mendengar sindiran dan sumpah serapah lagi. Matanya tak pernah melihat segerombol orang kasak-kusuk dan melihatnya dengan mengejek. Dan kini ia sedang mengejar sesuatu yang membutuhkan jawaban. Selepas dari Minho, Sulli ingin melihat apakah ada sisi lain dari dirinya selain sebagai gadis sarkastis dan sinis, yang mungkin bisa ditemuinya kini ?

“ Aku tidak tahu … akan ke mana aku dengan semua perubahan ini, tetapi aku hanya. . . Aku hanya ingin bahagia dan damai bersekolah di Galaxy, di tahun terakhirku. ”

Sulli mendesah , meraih kardigan pink kesayangannya.

.

.

Menuruni tangga menuju ruang makan, Sulli mengikat rambutnya kencang.

“ Pagi, eomma !”

“ Pagi, sweety. Bekalmu sudah eomma simpan di tas.” Ny. Choi tersenyum saat anak perempuan kesayangannya mencercahkan ciuman hangat di pipinya.

“ Appa mana ’

“ Baru selesai sarapan. Hari ini appa akan pergi ke asrama kakakmu. Ada yang ingin kau titipkan buat kakakmu

“ Apakah Hae oppa sakit ?” Sulli melahap rotinya dengan cepat, sehingga butiran coklat bertaburan di meja.

“ Sulli, hati-hati kalau makan !” Ny.Choi memperingatkan, “Kau sudah kelas akhir SMA tetapi kelakuanmu seperti anak TK …”

“ Eomma, Hae oppa baik-baik saja ?” Sulli bertanya khawatir, tak mempedulikan teguran ibunya“Ya, dia sehat. Hari ini pihak asrama mengadakan parents meeting, makanya ayahmu akan ke sana. “

“ Sebenarnya, mengapa Hae oppa harus tinggal di asrama ? Tanpa dia rumah ini semakin sepi, apalagi…”

” …Minho tak pernah datang lagi ke sini.” Tambahnya dalam hati

Sulli terdiam. Menarik nafas panjang, untuk mengusir rasa perih yang menyelinap ke dadanya.

“ Apalagi …?” ibunya mengejar.

“ Apalagi kalau eomma dan Appa tidak ada di rumah.” Sulli megalihkan.

Ny. Choi tersenyum, berjalan ke arah anaknya kemudian mencubit pipinya pelan.

“ Mungkin sudah saatnya kau lepas dari gendongan kakakmu…”

“ Eomma, aku tak pernah digendong Hae oppa !”

“ Hanya kiasan, sayang…” Ny. Choi duduk di hadapan putrinya,” Ini adalah aturan yang harus dipenuhi. Kakakmu harus tinggal di asrama setahun. Apakah kau merindukannya ?”

Sulli mengangguk, menyeruput susu coklatnya sampai tandas.

“ Kita semua merindukannya, sayang.” Ny. Choi tiba-tiba menggenggam tangan anaknya ,” Ngomong-ngomong, eomma tidak pernah melihat Minho main ke rumah lagi…”

Sulli terbelalak, menelan ludah. Bingung.

“ Apakah dia masih sibuk dengan proyek dan pacar barunya ?”

“ Yy…ya… terutama pacar barunya !” Sulli melepaskan genggaman ibunya ,” Aku harus pergi, eomma. Sebentar lagi Taemin akan menjemputku.”

Dengan tergesa-gesa, Sulli meraih tas makanannya. Berbalik dan mencium pipi ibunya lagi. Kemudian dia berjalan… setengah berlari . Tak sedetik pun dia berani melihat wajah ibunya. Dia takut tak bisa berbohong dan menyembunyikan kejadian yang sebenarnya antara dirinya dan Minho.

“ Sulli-ah !”

Sulli langkahnya terhenti. Dengan berdebar-debar dia membalikkan tubuhnya

“ Ya, eomma …??” berusaha memasang wajah cerah

“ Kalian tidak bertengkar bukan ? Kau dan Minho…”

Sulli tersenyum,mungkin terlalu ceria untuk menjawab pertanyaan menyakitkan itu. Tetapi dia tak bisa membuat dirinya berkata-kata, untuk meyakinkan ibunya.

“ Apakah itu artinya ?”

Sulli otaknya berputar, mencari alasan yang mungkin bisa diterima ibunya. Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar seperti tiupan terompet kemenangan buatnya.

“ Ah.. itu Taemin ! Aku harus pergi !!”

Sulli segera berlari seolah takut ditinggal pergi oleh Taemin, padahal dia tahu persis Taemin tak akan pergi sebelum dia naik ke mobilnya. Dia melakukan itu semata-mata ingin melarikan diri dari tatapan ibunya, dia tahu ibunya pada akhirnya akan menanyakan itu .

“ Pagi, Sulli !”

Taemin menyambutnya dengan senyuman khasnya. Sulli membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang. Sudah seminggu ini Taemin menjemputnya untuk ke sekolah. Walaupun dari tempat tinggal neneknya dia harus menempuh perjalanan agak memutar untuk menjemput Sulli, dia tidak keberatan. Dan Sulli tak bisa menolak mengingat mereka memiliki proyek untuk buletin sekolah tetang review buku roman sejarah. Biasanya mereka mendiskusikannya sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Yah… mungkin ini rencana Tuhan,

Setelah persahabatannya dengan Minho terhenti, kehadiran Taemin membuatnya sedikit terhibur. Anak baru itu benar-benar mencuri perhatian Sulli dengan koleksi buku dan koleksi resep masakannya. Setelah memamerkan kemahirannya memasak lewat pasta yang dibekalnya di Jumat malam itu, Taemin selalu memberikan hadiah makanan atau kue kepadanya dan Jiyoung saat mereka berkumpul di perpustakaan atau taman sekolah untuk diskusi. Selain itu Sulli juga melihat ketulusannya untuk bisa bersahabat.
itu, ketika Pak Kim menugaskan mereka mencari buku roman sejarah untuk ditampilkan dalam artikel buletin, mereka semakin akrab. Taemin adalah cowok yang suka baca, pandangan dan pendapatnya memberikan persfektif lain pada tulisan Sulli Walaupun Taemin kemudian menjadi salah satu cowok paling diincar di sekolah, itu tidak membuat Sulli takut karena Taemin bisa menjaganya di sekolah. Dia selalu berusaha menempatkan Sulli dan Jiyoung sebagai teman yang terlibat saat ada gadis-gadis yang mengajaknya berkenalan. Dengan caranya yang lembut, Taemin selalu berhasil mendesak gadis-gadis yang dikenalnya untuk menerima Sulli sebagai bagian dari mereka. Dan hasilnya sangat menakjubkan… setidaknya buat Sulli. Dia mulai disapa saat kakinya melangkah memasuki gerbang, dia mulai diundang ke pesta saat ada di antara mereka yang berulang tahun.

“ Cara yang ditempuh Taemin dalam melindungiku bertolak belakang dengan cara si froggy. Minho lebih banyak menjauhkanku dari mereka, sedang Taemin lebih banyak menarik mereka untuk medekatiku. Aku tak tahu mana yang terbaik dan aku tak mau memikirkannya karena kutahu keduanya memiliki alasan masing-masing untuk melakukannya…”


SMA Galaxy


Taemin mematikan mesin mobilnya, menengok ke arah Sulli yang sedang melepas seatbelt-nya.

“ Sulli, boleh aku tanya sesuatu ?”

Sulli menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu mobil, menoleh ke arah Taemin dengan penuh tanda tanya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat melihat wajah seriusnya.Tanpa diminta, seluruh bagian dirinya langsung waspada… entah kenapa.

“ Ya ?” Sulli melihat jam tangannya, “ Kita hanya punya sepuluh menit untuk menuju kelas. Apakah itu cukup ?”

“ Tentu saja…” jawab Taemin sambil nyengir.

“ Tetapi perlu kuberitahu, sebelum ke kelas aku akan mengambil buku dan menaruh bekalku di loker. Berarti….”

“ Ara…ara… aku mengerti. Kalau begitu kita ngobrol sambil jalan saj

“ Bukankah hari ini kau ada kelas theatre ? “ Sulli bertanya seakan ingin mengingatkan Taemin bahwa kelasnya dengan kelas Sulli terletak di dua gedung berbeda.

“ Ya dan tidak. Ya, aku memang ikut kelas theatre. Tidak, karena hari ini kami ditugaskan untuk menuju perpustakaan, untuk pendalaman karakter. Jadi, aku bisa ngobrol sambil menuju perpustakaan.”

Sulli mengangkat bahu, berpura-pura tak peduli.

“ Oh, oke !”

Mereka berjalan bersisian menelusuri lorong kelas./ Beberapa orang yang berdiri di lorong menyapa mereka. Mungkin bagi mereka pemandangan Sulli berjalan bersisian dengan Taemin bukan hal aneh, karena mereka tahu keduanya adalah anggota redaksi “Galaxy Society”.

‘ Umm… tentang pertanyaanku… Ini sebenarnya bersifat pribadi. Apakah kau tak keberatan ?”

Sulli menunduk, matanya memperhatikan kotak-kotak lantai yang mereka injak. Hatinya ketar-ketir, karena tak biasanya Taemin mengajak bicara serius seperti itu.

“ Tergantung…”

“ Tergantung ?”

“ Yupp ! Tergantung dari seberapa pribadinya itu. Dan, apakah aku berhak tidak menjawabnya jika tidak mau ?”

“ Tentu, kau berhak untuk diam.”

Mereka melangkah berbelok ke tempat loker .

“ Jadi…?

“ Jadi ?”

“ Pertanyaanmu.”

“ Oh… benar…” Taemin menarik nafas ,” Ini tentang tugas wawancara pada Klub basket. Kau yakin Seohyun mengemban tugas itu ? Bukankah kau biasanya yang melakukannya ?”

Sulli menghentikan langkahnya, dia tidak bodoh… walaupun yang diucapkan Taemin tentang wawancara, tetapi dia yakin kalau bukan itu yang menjadi tujuan pertanyaannya.

“ To the point saja, Taemin… kau ingin bertanya soal Minho, bukan ?” suara Sulli terdengar ketus.

Taemin terdiam, menatap gadis di depannya dengan wajah penuh penyesalan.

“ Katakanlah, apa yang ingin kau ketahui tentang Minho. Kebetulan sekali ibuku juga hari ini bertanya tentang dia.” Lanjut Sulli pahit

“Mengapa hari ini begitu bangun aku teringat si Froggy, menyangka dia membangunkanku dengan peluit kapalnya ? Kemudian kenapa eomma jadi begitu peduli untuk menanyakannya… dan sekarang Taemin ?? Ohh… kapankah aku bisa terlepas dari mahluk bernama Minho itu ? Mengapa aku selalu dikait-kaitkan dengannya padahal kami sudah tidak bersama lagi?”

“ Maafkan bila membuatmu marah.” Kata Taemin dengan tak enak hati,” Hanya saja… aku melihat… well, sebenarnya aku juga mendengar desas-desus bahwa persahabatan kalian terputus. Aku tahu ini bukan masalahku… tetapi sebagai rekanmu, sebagai teman yang peduli… aku mau kau tahu kalau aku bersedia mendengarnya jika kau mau berbagi kesedihanmu…” suara Taemin melembut, demikian juga tatapannya.
Sulli menarik nafas dalam-dalam, mengabaikan rasa sesak yang tiba-tiba melingkupi hatinya.

“ Mengapa kau berpikir aku sedih ? Persahabatan kami terputus itu memang keputusanku, keputusan kami. Tidak ada yang penting sama sekali.” Suara Sulli terdengar datar dan ringan.

“ Maafkan… aku dan Jiyoung takut masalah itu akan mempengaruhimu dalam membangun buletin kita.”

“ Oh… jangan khawatir, aku bisa melakukannya. See, aku masih berdiri dan menjadi tim redaksi… Kalau aku sedih karena itu, mungkin seminggu sesudah kami pisah… aku akan mengundurkan diri dari buletin… dan aku tidak melakukannya,kan ?”

Taemin mengangguk, tetapi tatapannya masih menyelidik.

“ Apakah kalian bertengkar ?”

Sulli memutar bola matanya ,” Ohh… ayolah… apakah kami seperti itu ? Kami tidak bertengkar, kami bicara baik-baik, dan kami berpisah dengan tujuan yang sama. Tapi… mengapa kau bertanya ?”

“ Kalau kalian bertengkar…tadinya aku berfikir untuk menjadi mediator buat kalian…”

“ Tidak perlu menjadi apapun untukku. Cukup jadi Lee taemin saja, okay !!”

Sulli menutup pembicaraan dengan senyum lebar, kemudian berjalan menuju ruang lokernya, ” See you !” katanya pada Taemin yang masih berdiri menatap punggungnya.

.

Sulli Pov

Mediator ?

Lee gila !!

Taemin konyol !!!

Apakah dia pikir Minho akan membiarkannya mendekatinya ? Aku tahu, Minho sangat tidak menyukainya sejak awal. Aku tahu, Minho tak akan membiarkan orang yang tak disukainya berbicara dengannya. Apalagi bila dia tahu itu untukku… Minho akan semakin membencinya karena dengan membela kepentinganku, otomatis Taemin akan menanggung beban kebenciannya padaku.

Oh Tuhan….. apakah benar Minho sekarang membenciku ?

Bila tidak, mengapa dia selalu menghindariku… tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah ?
Padahal aku tak ingin persahabatan yang terputus itu membuat kami menjadi orang asing yang seperti sekarang . Aku hanya ingin dia ….

Aish… apa yang kuinginkan darinya ?

Aku juga tak tahu !!

Aaarghhhh…

End of Pov

  

 

Sulli menutup pintu loker setengah membantingnya. Putus asa dia menekankan dahinya di pintu loker. Matanya terpejam, mencoba mengumpulkan segala konsentrasinya pada apa yang akan dilakukannya, bukan pada kecemasan Jiyoung, Taemin ataupun orang tuanya.

Tiba-tiba telinganya mendengar suara langkah, Sulli membuka matanya dan berpaling ke arah sumber suara. Jantungnya berdegup kencang ketika melihat Minho berdiri di tempat lokernya, mata belonya langsung berlari ke arah deretan loker. Mata kodok-nya.

“ Aku sudah menyelesaikan tugas proyeknya.”

Suaranya dingin dan tajam.

Sulli menelan ludah, dia baru teringat kalau jam pertama mereka adalah kelas fisika. Berarti mereka berada pada kelompok kerja yang sama… kenapa dia hampir melupakan itu ?

“ Oh… gomawo.”

“ Sampai ketemu di kelas.”

Minho berbalik dan berjalan dengan langkah panjang.

Sulli menatap punggungnya yang menjauh. Debaran jantungnya masih memukul keras, tetapi kini pukulan itu seperti godam yang menghantam dadanya… rasanya sakit yang berulang-ulang dan meremukkannya sampai hancur.

.

.

.

======== TBC =======

Terimakasih  untuk apresiasi kalian, dan eonni senang ketika fanfic ini jadi sarana diskusi di mana setiap orang punya pendapat dasar pemikiran berbeda-beda. Itulah hidup, dan itulah yang perlu disikapi dengan bijak.

Selalu ditunggu komentar dan terutama kritikannya. Kritikan itu membangun, bila bisa diambil sisi positifnya. So…. hwaiting untuk jadi reader yang sehat !!

hahaha 😀  😀

Special thanks for blog like (makin nambah ternyata…)

,cantikakairina1 ,ernaniipark, baekheexo, lessulli94soneya2996chn, Thomas M. Watt, Stuart M. Perkins, Acilchoi, vanillasulli, adeseptiana, cicinurrahmawati, chuesztwatye, Noviaanggraeni, linda689, rhayacantika,Kim Arisu, pertiwihesti, anisachoi, Dinachoivarha, yunitasania19, ulfahalimatus, Ally, disneytisa,


.

Advertisements

82 thoughts on “THE hunk NEXT door (13)

  1. omg… akhirny merek pisah,,uhh krystal bahagia tuh.. aku tau mereka saling merasa kehilangan,,, ahhh… akhirnya tetem muncul setelah sekian lama tenggalam (?) kkkk eh iya eon. kalo on PC emang gak ada “likenya” ya??

  2. Part ini ibarat kiasan “kita pernah sedekat jengkal sebelum sejauh bintang”.. ceritanya hampir sama yg aku pernah alamin dijauhin sama teman yg kita suka karena urusan perasaan wkwkwk curcol.. aku ikut request Minho POV juga ya kak…… mudah2an next chapt gak lama updatenyaa udah penasaran banget stadium akut >< semangat yaa kaakk ^^

  3. ohh noo… ga pengen bgt ngeliat mereka kaya gitu.. thorr.. kapan mereka bisa kaya dulu lagi?? aku udah ga sanggup menerka lg.. penasaran bgt sama kelanjutannya.. kasian sulli… kasian minhoo 😥
    segera kelanjutannya thor…

  4. Thor, cerita ini bakal di posting ke aff gak ya? Aku suka baca cerita2 author disitu^^
    Aku tau gmn rasanya persahabatan itu keputus.. jd aku bs tau gmn rasanya jd Sulli. Minho sweet bgt ttp care walaupun diem2. Semoga sulli dan taemin makin deket jadi minho bakal cemburu trs tau perasaan dia sbnrnya ke sulli gmn^^ fighting!

  5. Kenapa harus begini? Pasti minsul sama menderita
    Kak dina aku ikutan request minho pos ya kak, biar kita ga penasaran sama perasaan minho, biar kita juga tau alasan minho bnr2 nurutin kemauan sulli. Rasanya agak gimana gitu kalo cuma di ceritain dr sisi sulli aja :3 well, keseluruhan cerita ttp bagus kok, tetep bikin readersnya jd pd penasaran akut :3 next post jangan lama2 ya kak

  6. Kebanyakan pov nya sulli deh eon yg part ini 😁
    Aku pengen mereka cepet baikan, cepet nyadar sma perasaan nya masing2, ga boleh egois.
    Dan buat krystal mending go away aja. Ga penting disini. Bikin gedeg aja 😡

  7. Ya ampun,,, asli ga kuat baca nya..
    Sulli bner2 tersiksa karna keputusan nya sendiri..
    Sediihh bgt ngeliat mereka seperti org asing,, minho nya dingin bgt ya ampun..

    Huhuhu,, pgn merekka deket lagi,, kangen deh sma pertengkaran nya minsull..

  8. Pedih banget ya rasanya ketika harus memutuskan untuk berpisah dengan seseorang yg udah sekian lama bareng sama kita dan ketika jumpa lagi setelah perpisahan tu berasa jadi orang asing satu sama lain hiks 😢😢
    Emang sebegitu complicatednya ya ampe pilihan hidup antara kekasih dan sahabat ampe bikin pala pening 😭
    Please jangan jadi org asing satu sama lain, tetaplah jadi sahabat walaupun status itu udah kalian tanggalkan 😢 be brave ssul 😚

  9. aduh….!!! kok minsul jadi kaya’ gini sih? mereka bener² lost contact setelah memutuskan untuk tdk bersahabat lagi? minho dan sulli benar² seperti orang asing. saat bertemu dijalan pun mereka tidak saling menyapa, jangankan menyapa menolehpun tidak . nyesek tauk….lihat mereka kaya’ gitu? andai saja minho tdk menceritakan perihal krystal yg harus memilih antara dirinya dan sulli semuanya tdk Akan seperti ini. OK mungkin ini yg terbaik untk mereka. Dan semoga aja suatu saat nanti minsul bisa bersatu kembali.

  10. huaaa….. ini seriusan mereka dibuat pisah nih???
    gimana yah? perasaan berasa diacak – acak pas baca.
    pastinya sakit banget buat mereka, tapi kak. “apa beneran Minho ninggalin sulli cuma buat si Krystal? dan saya lihat a a’ Taem balik lagi, moga – moga aja nggak ngambil kesempatan didalam kesempitan!!
    Dan, tanya kak? itu si taemin kapan pacaran ama sulli soalnya di teasernya kalo nggak salah di biodatanya sulli itu isinya gini :
    Nama : Choi Sulli
    Umur : 17 tahun
    Sekolah : Kelas XII SMA Galaxy
    Anggota Klub Pecinta Buku
    Pacar : Lee Taemin (yang ini kak)
    Sahabat : Choi Minho

  11. hhuhuhuu kok kayaknya semakin lama minho dan sulli semakin menjauh, kayak ga ada harapan lagi buat bisakembali seperti dulu .. hhuhuhuu 😭😭

  12. Akhir.y Taemin nongol jg .hmm Sulli sama Taemin kapan Pacaran??ufftt gw kagak bisa tahan lht Minho begitu mesra dngn krystal. Sbnr.y saya lbh suka Sulli jauh dari minho supaya tdk ad lg yg mngucilknnya.hmm tapi… Ufffttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s