THE hunk NEXT door (14)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

RINDU

.

.

.

Sulli melangkah di trotoar menuju rumahnya. Tas ranselnya bergoyang-goyang di punggungnya. Kucir rambutnya hampir melorot, sebagian anak-anak rambutnya terlepas membingkai wajahnya yang memerah.
Memerah.

Tentu saja, bagaimana dia tidak memerah ketika teman satu joknya di bis menceritakan gosip yang katanya telah beredar ramai di sekolah. Bagaimana mungkin dia tak tahu gosip di sekolah ? Dia adalah redaktur buletin Galaxy Society, tak akan ada yang luput dari pengamatannya. Termasuk gosip yang hangat dan sedang beredar. Dan kalaulah itu benar, mengapa dia baru mengetahuinya setelah sekolah libur ?
Pikirannya kembali pada percakapan singkat di bis tadi

Flash Back

“ Bagaimana kau bisa bergosip tentang Minho tanpa tahu kebenarannya ?”

“ Namanya juga gosip… tak seorang pun tahu mana yang benar dan tidak. Hanya mereka berdua saja yang tahu.”

“ Aku tidak sependapat kalau kalian mengata-ngatai Minho seperti itu!” Sulli menggertakan giginya menahan marah.

Orang yang duduk di sampingnya mengangkat alis dan tersenyum sinis.

“ Kau rupanya masih perhatian kepada mantan sahabatmu itu ? Apakah kau tidak sakit hati didepak dan ditendang begitu saja hanya karena seorang wanita ?”

“ Minho tak pernah mendepakku, kami bicara baik-baik…”

“ Oh helow….adakah orang yang akan percaya bualanmu itu ? Kami tahu kalian tidak baik-baik saja…”

“ Kami baik-baik saja !” Sifat keras kepala Sulli muncul,tangannya terkepal secara refleks.

“ Ya … baik-baik saja.” Orang itu mencibir,” Aku lupa… atau kau lupa ? Tidak bertegur sapa dan tak pernah lagi makan bersama saat di sekolah… Dan aku berani bertaruh, kau sekarang bahkan tidak tahu sedang apa ketua tim basket galaxy itu…Kudengar liburan kemarin kalian habiskan bersama. Apakah liburan musim ini akan kalian habiskan bersama-sama lagi… oh ..oh… kurasa kau sudah kehilangan kesempatanmu, Nak !!”
Sulli berdiri ,” Itu tidak seperti yang kau pikirkan ! Aku ingin bercerita banyak … sayang sekali kompleks-ku sudah dekat.”

Tanpa menunggu jawaban, dia berjalan dan berdiri dekat pintu masuk. Tak mempedulikan lirikan sopir bis .

End of Flash Back

Sulli menggeram marah. Seharusnya tadi dia tak menolak saat Taemin menawarkan jasa untuk mengantarnya pulang, sehingga dia tak perlu mendengarkan ocehan gadis itu. Atau seharusnya dia tidak ikut Taemin nonton pertunjukkan “ice skating” bersama gadis-gadis yang seperti lebah merubunginya sepanjang pertunjukkan. Seharusnya dia mendengarkan nasihat ibunya untuk tinggal di rumah saja !

Tetapi Tuhan….!!

Bagaimana dia bisa diam seharian di kamarnya dan selalu merasa sakit saat melihat kamar Minho ?

Ya benar, dia dan Minho tidak bersahabat lagi. Tetapi itu tidak berarti dia menghentikan kepeduliannya pada Minho. Memang benar dirinya tak pernah makan bareng lagi di kantin, tetapi itu karena eomma selalu memberinya bekal yang menyehatkan untuk disantap di tempat yang menyenangkan … tempat yang bebas dari gudang gosip dan kemesraan Choi Minho terhadap Krystal.

Itu adalah hal lain. Itu memang pilihannya untuk tak berdengung di dekat sang kapten lagi. Dan itu… cara itu… membuatnya lebih bisa menerima menghilangnya Minho dari hidupnya.

“ Oh Tuhan… seminggu ini aku hampir tidak melihatnya lagi. Ya, sebelumnya aku selalu melihat dia di sekolah dan di permainan Basketball-nya . Tetapi aku tidak pernah melihatnya di kamarnya atau di mana saja di luar halaman sekolah. Dan ketika selama di rumah, dia menutup tirai jendelanya. Ini benar-benar aneh dan menyakitkan karena kami tidak pernah menutup tirai kami sebelum malam itu.”

Sulli menaiki undakan teras rumahnya dengan lesu, menyadari betapa dia telah kehilangan begitu banyak selama liburan ini. Saat sekolah belum libur, dia masih bisa melihat Minho dari jauh atau mendengar bagaimana gadis-gadis memperbincangkan dia di sekitarnya. Tetapi kini ??

“ Huh. Kukira dia benar-benar berbeda sekarang. Tapi aneh, sekarang sudah libur musim dingin dan mengapa dia tetap membangunkanku tiap pagi ? Apakah dia tidak menyadari bahwa sekolah sudah libur ? Apa tujuannya menghubungkan peluit kapal itu dengan talkie-ku ? Dan mengapa aku tak mematikan saja talkie sialan itu ?”

Sulli sadar dia tak akan bisa melakukan itu, mematikan talkie-nya sama saja dengan menghianati janjinya pada Minho. Sulli menunduk makin dalam, tangannya bergerak memencet bel pintu rumahnya. Berdiri mematung di bawah debu salju yang turun …. udara Seoul dirasanya semakin dingin…seperti hatinya. Hari bersalju… seperti hari-harinya.

“ Ya, terlalu banyak yang kulewatkan… bahkan aku tak bisa mengucapkan selamat ulang tahun padanya…tahun ini…” pikirnya sedih. ” Oh Tuhan… aku sangat merindukannya.”

Sebuah tangan tiba-tiba terulur dari belakang tubuhnya… tangan laki-laki yang memutar knob pintu.
Sulli tersentak kaget, dia kemudian berbalik untuk melihat siapa pemilik tangan itu. Tangan yang bahkan tidak berusaha menjangkau bel pintu rumahnya.
Apakah dia…. ?

“ Hai bunny !!”

Sulli terkesiap melihat wajah familiar yang sedang memamerkan barisan giginya. Ada sebersit kekecewaan melihatnya.

“ Seharusnya aku tidak merasakan hal konyol ini… Donghae adalah kakakku. Mengapa aku setengah berharap kalau dia adalah Minho ?

Donghae masih seperti laki-laki sama yang Sulli kenal sebelum meninggalkan rumah dan diasramakan. Kakaknya itu memiliki hobby baca sepertinya, yang terkadang Sulli berfikir bahwa menjadi “kutu buku” adalah sesuatu yang diturunkan, mengingat ibunya juga seorang yang gemar membaca. Hanya saja Donghae adalah versi kutu buku yang beruntung. Dia tidak memakai kacamata, dia tinggi dengan rambut cokelat keriting dan mata coklat, dan dia tidak tampak lemah sekali. Mungkin Donghae satu type dengan Taemin. Kutu buku yang tampan…. .

“Aku sengaja pulang dari asrama setelah pergi selama beberapa bulan, itu karena aku merindukan rumah….dan inikah yang aku dapatkan?” Tanya Donghae skeptis

“Well, jika kau ingin disambut dengan pesta besar kau bisa saja mengatakan kepada appa lebih dulu ,” Sulli menjawab sambil menjulurkan lidah ke arahnya.

“Oh… aku lebih memilih untuk tetap sederhana…”

Sulli mendengus. “Kapan Hae oppa datang?”

“Hmm,” ia berhenti sejenak melirik jam tangannya, “delapan jam yang lalu.”

Sulli melirik jam kesayangannya, menghitung jam mundur. Jadi dia paling mungkin tiba di rumah pada pukul satu pagi.

“Kenapa kau tidak membangunkanku?” Sulli bertanya tak senang.

Sulli kecewa karena tak bisa memberi kakaknya sambutan seorang adik yang baik. Meskipun, dia cukup yakin pada saat kakaknya datang dia pasti sedang hanyut oelh mimpi dan akan susah dibangunkan.

“Itu karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu,” jawabnya dengan nada mengejek. “Ini musim dingin, aku bisa mengerti kalau kau ingin sedikit bertapa untuk menghangatkan diri ,” tambahnya sambil tertawa.

“Sangat lucu,” Sulli ikut tertawa “Serius, itukah semua koleksi sindiaran yang kau punya? Aku sungguh terkejut karena kau mahasiswa sekarang…dan kau punya tiga bulan untuk memikirkan sindiran yang lebih berkelas.”

“Aku akan memberimu sesuatu yang lebih bagus.”

“Jangan repot-repot… aku tidak mau mengganggu waktu liburanmu untuk memikirkanku, Hae oppa.” Sulli balik menyindir sambil terkikik.

Dia terkejut, baru sekarang dia bisa tertawa dengam begitu menyenangkan… sampai ke hati.

“ Mungkin benar… rumah ini membutuhkan sosok laki-laki yang bisa membuat suasana hatiku lebih santai dan hangat…” pikir Sulli.

Donghae memutar bola matanya dan meniru ucapan Sulli dengan mengejek. Setelah itu dia mengacak rambut adiknya sambil menunjuk pintu, menyuruh Slli masuk..

“Ayo. Aku akan membawamu makan di luar . “

Sulli berkedip. Kedengarannya aneh kalau seorang Donghae memasak untuknya… well… bagaimanapun Donghae itu memang kutu buku, tetapi bukan seorang koki yang cermat seperti Taemin.. Dan sekarang dia hendak membawanya ke restoran , sepertinya sedang merayakan sesautu ? Atau…

“Di mana appa dan eomma ?” Sulli bertanya-tanya curiga.

Itu aneh. Mereka biasanya makan bersama di meja makan, kecuali bila orang tuanya pergi. Mengapa pergi ke restoran untuk makan bila ibunya sendiri koki yang pandai , bukan?

“Mereka pergi ke toko,” jelas Donghae sambil mengangkat bahu. “Menit-menit terakhir belanja Natal, kukira?”

“Oh. Oke, kalau begitu. “

Donghae tiba-tiba mencengkeram bahu adiknya, membelokkan tubuhnya menuju kamar mandi, lebih seperti mendorongnya.

“Berpakaianlah yang hangat dan sedikit pantas,” katanya. “Aku akan menunggu di bawah. Dan jangan pernah tidur di toilet. Kau tahu , sebagai seorang anak SMA , kau itu menjijikkan. “

Sulli meringis, mengingat kembali saat Minho menuangkan air dingin pada kepalanya ketika dia jatuh tertidur di kamar mandi. Rasanya seperti baru kemarin .

Sulli menggeleng.

“Dan untuk Choi Dong Hae… yang sudah mahasiswa, Anda gagal sebagai kakak,” jawab Sulli diplomatis.

“ Sekarang kau berani mengejekku ?” Donghae memelototkan matanya, pura-pura marah

“Aku hanya bercanda, big-bro .” jawab Sulli dengan tersenyum konyol

“Berhentilah mengulur-ulur waktu, Ssull.”

Sulli memutar matanya lagi sambil membalikkan tubuh dan menutup pintu kamar mandi.

“ Yang ingin kukatakan padanya Sebenarnya adalah……..Aku benar-benar merindukan memiliki kakak.”

‘Saat mereka dalam perjalanan ke restoran, Sulli setengah melamun memikirkan tentang kejadian saat kakinya cedera. Berjalan dengan kruk selama berminggu-minggu dan kemudian mengikuti terapi …. mungkin itu adalah hal yang paling sulit yang pernah dia lakukan . Tentu saja, tidak termasuk fakta bahwa dia telah memaksa Minho untuk. . ..

Baginya mengikuti terapi bukan apa-apa bila dibandingkan dengan kehilangan Minho.

Meskipun pergi ke sekolah baginya tidak sulit , sejak Taemin menjemputnya setiap pagi seminggu setelah mereka menjadi akrab. Waktu itu dia masih berjalan dengan kruk-nya, dan merasa bersyukur karena Taemin selalu berada di sisinya untuk membantu. Dan bahkan setelah dia sehat , dia masih melakukan itu. Ada sisi menyenangkan selain mendapat perlakuan yang spesial dari datangnya Taemin untuk menjemputnya setiap pagi, yaitu dirinya tidak harus lagi naik bis ke sekolah. Itu bisa mengurangi penderitaannya karena tak harus mengenang kebiasaannya naik bis bersama Minho

Taemin dan Jiyoung banyak juga membantu Sulli dalam memajukan Galaxy Society . Sulli telah sibuk dengan pekerjaan sekolah dan buletinnya sehingga semakin sedikit waktunya untuk menyesali dan mengasihani diri sendiri . Semakin mudah baginya melepaskan pikirannya dari Minho.

Memang Krystal dan teman penyihirnya telah berhenti mengganggu. Anehnya, meskipun, semua orang berhenti mengganggunya, berhenti berbicara tentang dirinya dan Minho. Sekarang di sekolah orang sudah tak mempedulikan itu lagi, seakan-akan “legenda persahabatan Sulli dan Minho” itu lenyap seperti uap yang ditiup udara…. pergi dan lenyap entah ke mana.

Sekarang Sulli bisa menjalani kehidupan damai di SMA. Persis seperti yang dia inginkan selama ini, yang telah dia katakan pada Mino menjelang perpisahan mereka.. Plus, dia tidak dikenal sebagai “kutu buku beruntung, teman Minho” lagi. Walaupun tidak setenar Krystal atau gadis-gadis cantik lainnya di sekolah, setidaknya mereka tahu Sulli sebagai tim editor buletin Galaxy society.

Semuanya berjalan dengan baik. Sempurna menurut versi harapannya dulu.

“ Tapi mengapa aku merasa seolah-olah hidup telah berubah menjadi membosankan?” pikir Sulli

“Kau sangat pendiam.”

Sulli baru tersadar kalau mereka sedang menuju restoran . Donghae mengangkat alisnya pada adiknya, tapi Sulli memilih untuk mengabaikannya.

Kemudian mereka memasuki sebuah restoran yang tak tetrlalu ramai, dan mengambil tempat duduk di pojok .
Saat menunggu pelayan, Donghae menatap adiknya penuh tanya. Sulli balik menatap dengan berbuat seolah-olah tak memahami tatapan kakaknya.

“Well, selama perjalanan ke sini, kau hampir tidak mengatakan apa-apa,” katanya.

“Perjalanannya dekat, oppa… rumah kita tidak terlalu jauh dari sini,” Sulli mengelak. “Maksudku, apa yang bisa kuceritakan dalam perjalanan yang singkat ?”

“Ooh. Sungguh radikal. “

“Lebih tepatnya… sinis.”

Donghae tertawa ringan.

Pada saat itu, pelayan datang dan mengantar pesanan mereka. Semangkuk ramyeon porsi besar untuk Donghae dan bulgogi dan nasi untuk Sulli ,

“Jadi, apa yang terjadi selama aku pergi ?” Dong hae bertanya sambil mengunyah makanannya.

“Tidak banyak,” Sulli mengangkat bahu.

“Kalau tidak ada apa-apa, aku tidak akan bertanya.” Kata Donghae.

Sulli menatapnya. Dia tidak berharap kakaknya tahu. tentang dia dan Minho. Sulli yakin sekali kakaknya tidak mendapat informasi apapun dari orang tuanya karena ayah dan ibunya tidak tahu keseluruhan ceritanya. Tetapi dari cara Dong hae menatapnya, Sulli yakin kalau percakapan itu akan menjurus pada hubungannya dengan Minho. Mungkinkah ibunya telah bercerita sedikit ?

“ Kau tahu… persahabatan kalian .”

“Bagaimana kau tahu?” Sulli bertanya, meletakkan sumpitnya.

“Aku punya telinga, saeng .”

“Yeah, tapi telingamu tidak mungkin dapat mendengar percakapan di sini dari asrama , bukan ?”

“Ada hal-hal yang bisa diceritakan di ‘telepon.'”

Sulli mendesah, tapi tidak menjawab.

“Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Minho?” Tanyanya to the point.

Sulli terdiam sejenak, mempertimbangkan apakah adia harus benar-benar menceritakan seluruh kejadiannya ?.

“ Jika aku menceritakannya, tidak menutup kemungkinan Hae oppa akan mengoceh pada appa dan eomma. Mereka selalu bertanya padaku tentang Minho. Sekarang mereka tampaknya sudah menyerah. Kukira mereka sudah memahami bahwa aku tidak ingin membicarakannya. Sebaiknya aku tak usah menceriotakannya. Lagi pula, di antara saudara kandung tak ada salahnya menyimpan rahasia.

“Apa sebenarnya yang kau dengar dari asrama?”

“Cukup untuk mengetahui bahwa kalian tidak berbicara satu sama lain.”

Keadaan hening, Donghae menatap tajam adiknya… tak memberinya celah untuk menghindar.

“Penyihir itu membuat dia memilih,” kata Sulli pada akhirnya. Donghae tahu bahwa penyihir itu Krystal, karena dia dulu suka curhat tentangnya kepadanya.”Antara aku… sahabatnya, atau dia …pacarnya. . . Dan ……”

“… kau membuat Minho memilih dia ?” sela Donghae sambil menlembutkan suaranya.

Sekali lagi, Sulli menatap tanpa berkata-kata padanya.

“ Bagaimana dia tahu hal itu ? Apakah Minho mengatakan kepadanya? Tapi dia tidak akan melakukan itu. Kenapa dia harus repot-repot memberitahunya sesuatu yang seperti itu? Mereka memang slaing mengenal tetapi tidak begitu sangat dekat…”.

“Bagaimana. . . ? “Sulli terdiam, mulutnya ternganga .

“Karena tak ada cara apapun yang bisa memaksa Minho memilihnya ….. aku tahu dia akan memilihmu dibanding pacarnya…,” katanya serius sambil bersandar di kursinya, sikapnya sungguh santai..

Sulli menelan ludah dan membuang muka, mengerjap-ngerjap untuk menghindari air mata berkumpul di matanya… untuk kemudian jatuh membasahi pipinya. Sulli benar-benar merasa lemah sejak malam menyakitkan pada bulan November itu .

Donghae dahinya berkerut. Sepertinya menyadari bahwa adiknya sedang berjuang menahan air mata

“Hei…,” katanya lirih.

Sulli menoleh kepadanya, menatap tak berdaya… sementara tangis seakan mencekik lehernya.

“Kau tahu kau harus kuat , kan?” Dong Hae mengulurkan tangannya dan menggenggam jemari Sulli yang terasa dingin ,” Jangan lupa bahwa mereka adalah teman dekat keluarga. Mereka akan menghabiskan malam Natal di rumah kita seperti biasa. “

“ Oh, tepat sasaran . Hae oppa benar. Sepertinyai itu akan menjadi masalah. Minho dan aku mungkin tidak menjadi dekat lagi tapi setidaknya kami harus menerima kenyataan ini.”

Sulli teringat akan suasana yang cukup canggung dalam Kelas Fisika yang dilaluinya 6 jam pertemuan setiap minggu. Tapi walaupun canggung dan aneh , mereka berhasil melakukan gencatan senjata. Kerjasama proyek yang sedikit memerlukan diskusi, sedikit membutuhkan kerja sama… Minho-lah yang lebih dominan dalam menyelesaikan setiap tugas. Lalu apa yang akan terjadi di acara makan malam nanti ?

“ Apa yang bisa kuberikan untuk kado natal ? Apakah kado yang kusiapkan untuk hari ulangtahunnya bisa kuberikan pada kesempatan itu ? “

“Oppa,” Sulli memulai, sedikit kesal bahwa dia harus memberitahu apa yang dirasakannya karena sesungguhnya dia tak mau berbagi perasaan seperti itu . “Aku sudah berusaha bertahan selama satu bulan ini . Apakah kau benar-benar berpikir kalau aku tidak bisa mengatasinya untuk satu malam yang dingin di bulan Desember? Aku tak akan mengecewakan appa dan eomma… atau membuat orang tuanya sedih. “

“Pemikiran yang bagus.”

“Kupikir begitu.”

“ Yang benar adalah… Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan pada makan malam nanti . Aku bahkan tidak yakin tentang apa yang akan terjadi. Tidak hanya makan malam, tapi dengan segala sesuatu yang lain, juga. “

Rumah Minho


“Baik,” gerutu Minho di telepon, sebelum menutup telepon.

Dia berbicara dengan Krystal. Sebenarnya, dia tidak mendapatkan kesempatan berbicara banyak karena Krystal terus berteriak padanya melalui telepon. Dia marah karena alasan tak masuk akal. Hal ini menjadi perdebatan melelahkan. Jadi kadang-kadang, Minho hanya memikirkan hal lain saat Krystal mengeluh dan merengek-rengek tentang hal-hal kecil.

“ Terima kasih Tuhan, ini liburan Natal.Setidaknya aku tak harus berpura-pura demi siapapun… Well, Krystal dan aku sering bertengkar akhir-akhir ini. Dia menggangguku dan mengaturku tentang apa yang aku harus peduli dan sukai ,,, hal lain disamping basket. Dia juga mengatakan kepadaku bahwa kelakuanku tidak menunjukkan prilaku seorang yang sangat populer di sekolah. Serius, pikiran itu terlalu dangkal. Mengapa aku harus bertindak berbeda hanya karena aku terkenal di sekolah? Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri…yang dia tidak sukai. Dia mengatakan bahwa aku tidak menjadi diriku sendiri. Dia marah bila aku cemberut tanpa alasan. Aku terus mengatakan kepadanya bahwa aku tidak cemberut… Hell, aku tak mungkin terus menerus memajang senyum di wajahku sepanjang detik, menit jam… dalam hari-hari sekolahku ! Apalagi tak ada yang bisa membuatku tertawa di sekolah kecuali saat berada di tengah-tengah tim-ku. Sementara dia… wanita itu memonopoli sisa waktuku di sekolah. Aargh…. !Bagaimana aku bisa menjadi diri sendiri jika dia menempel seperti lintah ? Bagaimana aku bsa jadi diri sendiri jika aku harus berpura-pura di hadapan semua orang… terutama di depan sahabatku…. mantan sahabatku!”

Minho mengusap wajahnya. Dia tahu sejak awal, ini semua akan sulit baginya… dan sialnya dia tak bisa…. belum bisa mencintai Krystal seperti yang diminta Sulli…mantan sahabatnya. Setiap dia memaksa dirinya, setiap itu pula hatinya berontak atas sikap Krystal yang makin menampakkan sisi yang tidak disukainya. Selalu ada pertengkaran dalam satu minggunya. Kapan terakhir kali mereka bertengkar ? Apa yang mereka pertengkarkan sesungguhnya ?, Kemarin adalah hari terakhir sekolah dan Luhan mengadakan pesta di tempatnya.

Flash Back

.

“Kita akan pergi ke Luhan untuk pesta malam ini, kan?” Tanya Krystal saat mereka berjalan bersisian menuju tempat parkir.

“Ya,” Minho menjawabs sambil mengangkat bahu… tersenyum tipis padanya.

Saat malam itu datang. Seperti pesta-pesta yang terjadi sebelumnya , Minho hadir dengan Krystal . Namun dari beberapa pesta yang didatanginya setelah malam di bulan nopember itu, dia tak bisa sepenuhnya menikmati. Dirinya menjadi mudah bosan berada di tengah hingar bingar musik dan minuman.

Sejak malam itu, Minho tidak menghadiri pesta mingguan yang diadakan tim setiap akhir latihan tidak mendatangi lagi pesta ulang tahun. Selalu ada alasan untuk menolak ajakan Krystal atau bujukan teman satu timnya. Dia lebih menikmati keheningan dan kedamain di sekitarnya. Lagipula dia punya hobi baru yang sedang merebut seluruh perhatiannya, selain basket tentu saja.

Malam itu dirinya meminum secangkir bir dan mulai merasakan gerah di tengah-tengah pesta. Dia pergi untuk mencari Krystal. Lalu, dia melihat beberapa pria sedang menggodanya dan tampaknya Krystal tidak keberatan dengan itu. Walaupun Minho tidak mencintai Krystal, melihat pemandangan seperti itu hatinya panas juga. Orang-orang mengenal Krystal adalah kekasihnya, dengan mengganggunya berarti dia mengganggu harga dirinya. Ini adalah harga diri laki-laki… bukan masalah hati !!

Minho menyeringai dan berjalan ke arah mereka.

“Permisi, bisakah aku bicara dengan pacarku? “Minho bertanya dengan suara sopan.

Dia menatap orang itu acuh tak acuh, menunggunya untuk pergi. Ketika orang-orang itu berlalu Minho berpaling kepada Krystal. Dia menghela napas dan berkata,

“Aku tidak bodoh, Krystal. Aku tahu kau mencoba membuatku cemburu. “

Krystal mendengus dan meletakkan tangannya di pinggul.

“Yah, sepertinya itu berhasil.”

“Sebenarnya, Aku datang untuk memberitahumu bahwa aku akan pulang,” kata Minho tanpa basa-basi.

“Apa?” Krystal melotot , terkejut

“Jangan khawatir, aku akan meminta Onew untuk mengantarmu pulang.”

“Tidak perlu,” kata Krystal ketus, menatapnya tajam “Tanpa bantuan sahabatmu, aku yakin dapat menemukan tumpangan pulang.”

“Jangan konyol.”

“Tidak. Aku yakin aku bisa menemukan seseorang yang sangat bersedia mengantarku. “

“Oh, jadi kau akan merayu sembarang orang hanya untuk mendapatkan tumpangan pulang?” Minho suaranya meninggi, merasa diremehkan.

“Sekarang, kau peduli?” Tanya Krystal tak percaya.

“Kau masih pacarku, Krystal,” kata Minho tegas.

“Sungguh menyenangkan mengetahui bahwa kau masih ingat bahwa aku pacarmu,” katanya, memiringkan kepalanya ke samping. “Kupikir kau sudah lupa.”

“Bagaimana aku bisa lupa kalau kau mengingatkanku setiap sepuluh detik?”

PLAKK !!

Krystal melayangkan tangannya dan menampar Minho cukup keras. Minho tahu bahwa dia seharusnya tidak mengatakan itu. Tapi mungkin malam itu dia sedikit mabuk. Walaupun itu kenyataannya, dia tahu tak seharusnya mengungkap itu di depan semua orang.

Pada saat itu, Onew dan Jjong muncul …tepat setelah Krystal menamparnya dan berjalan pergi. Minho melihat Yuri lewat dan menyuruhnya untuk membawa Krystal pulang. Dia memutar matanya tapi berjanji akan melakukannya.

Onew dan Jjong mengantar Minho pulang . Jjong adalah orang yang mengemudi karena Onew dan dirinya minum alkohol. Onew cukup mabuk, juga.

Ada hal yang menyenangkan bila Onew mabuk, ia berbalik menjadi lebih dewasa ,,, yang merupakan kebalikan total dari apa yang sebenarnya ketika dia tidak mabuk.

“Ada apa denganmu, chingu?” Tanya Onew.

Minho tidak langsung menjawab , hanya menatap lampu jalanan.

“ Aku merasa kehilangan. Aku merasa bosan. Aku merasa. . . tidak lengkap. “

“Dude, aku tahu kau akan melalui fase sulit,” lanjut Onew, “Choi Minho merasa kehilangan dan semua yang kau rasakan itu. Tapi Kau juga harus memahami bagaimana perasaan Krystal juga. Dia butuh pacar yang perhatian dan mencintainya. Dan kudengar dari Yuri, bahkan kau tak pernah menciumnya selama sebulan ini. Itu bisa membuatnya gila, man !”

Minho menarik napas dalam-dalam.

“ Aku benar-benar tidak suka kalau Onew mabuk. Ia menjadi terlalu dewasa. “

“Aku akan break-up dengan dia, kalau begitu ,” kata Minho acuh tak acuh.

Tapi Minho tahu bahwa putus hanya karena pertengkaran konyol adalah kelakuan orang-orang tolol. Dan dia sudah kehilangan seorang sahabat. Bagaimana mungkin dirinya bisa kehilangan pacar, juga? Lagipula dia sudah berjanji pada Sulli…

“Bukan itu maksudku,” desah Onew, mengacak-acak rambutnya.

“Minho, jernihkanlah pikiranmu selama liburan Natal ini,” Jjong berkomentar dalam keheningan, menginjak rem dengan lembut . Lalu, ia berpaling kepada sahabatnya. “Temukan beberapa cara untuk membuatmu tidak berharap untuk bersatu dengan Sulli lagi . Melupakan Sulli akan membuatmu lebih mudah untuk melanjutkan hidup.”

“ Gosh , Jjong terdengar seperti dia memberiku saran agar aku melupakan mantan pacar dan bukan sahabat. Itu membuat sesuatu di dadaku terasa sakit.”

“Mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan..,” gumam Minho saat matanya menatap rumah Sulli. Dia mengusap wajah dan mendesah. Kemudian menanggalkan sabuk pengaman dan melangkah untuk membuka pintu.

“Apapun yang terjadi di antara kalian, aku yakin kau bisa mengatasinya” Jjong menambahkan.

“Terima kasih untuk mengantarku pulang, man .”

End of Flash Back

.

Dan sekarang di sinilah dirinya… dalam kamar tidurnya dan dalam suasana hati yang sangat buruk. Dia mematikan stereo, berpikir bahwa Sulli pasti masih terjaga sekarang. Minho mengintip dari balik tirai ke kamar tidurnya dan melihat bahwa lampunya sudah mati . Dia menganggap itu sebagai kesempatan untuk membuka tirai kamarnya.

“ Aku telah menutup tirai kamarku karena sulit dan semakin sulit untuk melawan dorongan hati untuk tidak menggodanya. Tapi itu bukan satu-satunya alasan. Aku telah belajar cara bermain gitar. Jjong adalah satu-satunya orang yang tahu tentang hal itu. Tentu saja, orang-orang di rumah juga tahu tentang hal itu . Aku punya begitu banyak waktu luang sekarang dan memutuskan untuk belajar bagaimana memainkan instrumen – terutama, gitar. Berusaha menyalurkan apa yang kurasakan melalui petikan-petikan irama. Aku tidak merasa hobiku ini akan merusak citraku seperti yang dikatakan Krystal. Kata-katanya terlalu menghakimi kadang-kadang. Adapun Sulli. . . Well, tak seharusnya aku mengingatnya lagi sementara dia sudah menghapusku dari klehidupannya, bukan ?”

Beberapa kali … sering kalau mau jujur… dia terlupa dan mencoba untuk berbicara dengannya melalui talkie atau menggodanya di sekolah atau saat makan siang.

Dia rindu melakukan hal-hal itu…. dia merindukan melihat kacamatanya yang melorot, matanya yang mengantuk, seringaiannya yang polos. Mukanya saat cemberut, marah dan tertawa…

“ Aku merindukan Bunny-ku yang lincah dan manis…. Tuhan… aku baru tahu kalau merindukan seseorang itu sangat menyakitkan…”

Dan ada hal lain yang bisa lepas dari pikirannya… sejak malam nopember itu…. yaitu fakta bahwa Sulli itu. . . Sulli adalah. . . Dia berkata bahwa dia jatuh cinta pada dirinya. Minho benar-benar tidak mengerti bagaimana dia bisa jatuh cinta kepadanya. Mereka telah telah menjadi teman baik sejak kecil, mereka jadi sahabat karib karena mereka bisa berbicara tentang banyak hal… melakukan kegiatan yang beraneka. Akrab, hangat, terbuka, dan saling peduli. Tetapi itu pasti buklan cinta !! Bagaimana dia bisa jatuh padanya? Selama bertahun-tahun bersahabat, dan selama itu Sulli memendam rasa kepadanya . . .?

“ Aigoo.. Itu pasti sangat sulit baginya. Tapi mengapa ,malam itu aku tidak mengatakan apa-apa tentang pengakuannya itu??? Mungkin aku malam itu terlalu terkejut dengan pengakuannya… mungkin pikiranku malam itu dikaburkan oleh banyak masalah…tekanan Krystal… kakinya yang sakit… dan rasa marahku karena dia dengan mudah menyuruhku melupakan persahabatan kami. Dia bicara terlalu mendadak…Jika dia mengatakannya dalam situasi lain… apakah, akan ada bedanya?”

Satu suara dalam pikirannya menohoknya. Itu membuatnya diam.

“Argh…,” Minho mengerang.

Mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi. Dia sangat bingung. Dia tidak bisa melupakan fakta bahwa Sulli jatuh cinta kepadanya, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan tentang hal itu.

Minho menyerah untuk berpikir terus dan memutuskan untuk turun ke dapur, berharap melihat ibunya di sana . Ibunya memang ada di sana, menyiapkan secangkir coklat seperti biasa. Minho tidak menunggu untuk ditawari. Mengambil satu tangkup sandwich, duduk di salah satu bangku dan mulai makan.

“Minho, Sayang,” kata Ibunya cemas saat dia meletakkan majalahnya di depan anaknya. “Menurutmu , apa yang sebaiknya kumasak untuk makan malam Natal di rumah keluarga Sulli ? Karena ibunya Sulli tidak makan daging merah, apakah panggang ayam wijen menurutmu
cukup baik ?”

Minho tidak yakin tentang hal-hal seperti itu tetapi panggang ayam wijen yang ibunya biasa bikin tampaknya cukup aman untuk makan malam.

“ Itu cukup bagus, eomma. Apalagi kalau membawa soju dengan kualitas baik untuk paman Choi dan…”

“ Pizza untuk Sulli ?”

Minho menggertakkan rahang, berusaha tersenyum menanggapi gurauan ibunya. Siapapun tahu, pizza bukan hidangan yang bijak untuk malam natal. Tanpa berkata lagi, dia berpura-pura menikmati sandwich-nya

“ Oh, ya. Tradisi makan malam bersama keluarga Sulli sudah dilakukan bertahun-tahun… Whoa. Ini akan menjadi acara yang canggung buatku , terutama ketika Sulli dan aku harus ngobrol. Sekarang aku baru terpikir tentang hal itu, kami bukan lagi sahabat tapi itu tidak berarti saya tidak bisa menggodanya. Mungkin malam natal ini akan memnjadi malam pengecualian untuk tidak membuat orang tua kami kecewa. Tetapi ada hal lain yang akan membuatku canggung berbicara dengannya … karena Sulli sadar bahwa aku sudah tahu kalau dia jatuh cinta padaku. Bagaimana ini ??”

“ Mungkin salad buah bisa ditambahkan, eomma…”

Minho tahu dia tak bisa mengirim Sulli pizza tetapi dia ingat Sulli juga penyuka salad.. terutama buah-buahan.

“Oke, kalau begitu,” kata ibunya, tersenyum lebar.

.

Setelah makan, Minho naik ke atas… duduk di sofa dekat jendela memegang gitar, ketika teleponnya berdering. Dia meraihnya dan melihat nama Onew muncul di layar  . Setidaknya itu bukan Krystal.

“Yo ?”

“Hei, man.”

“Ada apa?”

“Apakah kau mau datang ke pesta malam ini di rumah Tao ?” Onew langsung bertanya.

“Dude, kita baru saja menghadiri pesta di rumah Luhan kemarin ….”

“Jadi? Tunggu, jangan bilang…, “ia berhenti berpikir. “Apa, kau masih menciptakan lagu itu? Masih ada banyak waktu untuk itu, Minho. “

“Ada banyak waktu untuk pesta juga, Onew.”

“Oke, aku menyerah. Dengar, jika kau berubah pikiran, kau bisa pergi ke sana. Jjong dan aku akan berada di sana. Aku cukup yakin dia akan pergi lebih awal …. “

“Sampai nanti. Selamat bersenang-senang..” Minho menyudahi percakapan.

Untuk menghindari telepon lainnya, Minho mematikan telepon dan menatap catatannya. Dia mencoba menuliskan accord yang tepat. Bunyi denting perlahan memenuhi kamarnya… Tiba-tiba matanya terangkat dan menatap jendela kamar Sulli yang tirainya tertutp dan lampunya gelap.

Sulli pasti sudah tidur, dia selalu tidur cepat dan mematikan lampunya… tidak seperti dulu. Walaupun tak bisa membangunkan dengan menggodanya, peluit kapal itu cukup bekerja selama musim sekolah kemarin. Hampir setiap pagi Minho selalu mendengar teriakan protesnya melalui talkie… Dulu, dia akan tertawa dan mengejeknya dengan semua protesnya itu. Tetapi kini…sesuatu dalam dirinya sudah berubah. Setiap pagi selama satu bulan lebih , dia menunggu Sulli berteriak terbangun oleh peluit kapalnya… tetapi saat itu dia tak pernah berhasil tertawa bahkan hanya untuk tersenyum…

Setiap mendengar suaranya, dia merasakan jantungnya diremas-remas…menyadari bahwa dia telah kehilangan moment manis dalam hidupnya… tetapi dia bertahan sampai makian itu terhenti…. Setelahnya dia akan merasa sepi dan kosong… seperti malam ini….

“ Tuhan, aku merindukannya….”

Minho menarik nafas dalam-dalam, melayangkan tatapannya ke langit yang kelam. Butiran-butiran salju melayang di luar jendela kamarnya… Malam di musim dingin Desember…

===========TBC============

.

Hai chingu… as your wish… Minho pov dan ini chapter panjang  😀

Tetapi mungkin setelah ini ada jeda buat posting karena eonni akan ke luar daerah… takutnya  di sana tidak tertangkap sinyal yang cukup bagus. Tetapi kalau ada, akan diusahakan untuk posting next chapternya.

Jadi, bagaimana kalian pikir setelah semua berjalan sejauh 14 chapter ??

Eonni tunggu pendapatnya…. komentarnya juga  😀   Kritiknya kalau bisa  😀

Terimakasih untuk semua atensinya… blog like-nya tambah bayak… tapi maaf kali ini ga kuabsen… aku berburu waktu nih, harus berangkat  sepuluh menit lagi …  🙂

See you…… !!!

Advertisements

70 thoughts on “THE hunk NEXT door (14)

  1. bingung lah eon mau komen apa, klo bunny dan froggy terus” diem”an.. padahal minsul tersiksa dg keadaan ini, apalagi sama” saling merindukan.. cepet putus aja deeh sama krystal, dg pertengkaran trus bisa jadi alesan untuk putus, salah siapa suruh minong milih antara dirinya dg sulli..
    untung hae oppa pulang, jd sulli tdk kesepian lg deh dan tdk mikirin ttg minong trus…
    dan semoga pas malam natal ada moment minsul yg tak terduga dan lebih baik lg persahabatannya

  2. huhuhu Bunny sama Minho si kdok marahan dan udh diem2an slama 1 bulan 😦 menyedihkan
    oh ayolah smoga waktu makan malam mereka bisa berinteraksi dgn baik

    bingung eonni mau koment apa… kpn Sulli eonni pcran sama Taemin oppa biar MInho oppa cemburu 😮

    next eonni ❤ 🙂 😀 😉 XD 😮 😛

  3. Beratt bangett yaa skrg hubungan merekaa..
    Jd nyesell gak tuh mereka mutusin persahabatannn,
    Semua gara2 krystal sih nihh ckckkckc

  4. Kayaknya part nyeseknya masih bakalan nambah yah eon? Huhuhu 😥
    Tuh Ming kamu udah makin jenuh kan ama krystal mending diputusin aja. Kasian banget tuh Ssul 😦
    Btw, fotonya Ssul tuh udah kayak bule Eropa yah eon? Cuakeepp maksimal walaupun kelihatan cupu. Tapi tetep bilenya dapet banget ^^ foto Ming juga keliatan bule bingits aduh wajah mereka juga makin mirip. Aduhh eonDin makin cinta ama mereka ama author ff ini dan author” ff MinSul yg lain :* pokoknya part ini keren banget. Panjang lagiii wuiihh asyiik ^^ moga pertemuan keluarga MinSul gak canggung yah 😉 ditunggu lanjutannya eon. Semangat buat ffnya juga buat pekerjaannya ^^

  5. Dari part 13 ama part 14 ini kok bacanya nyesek terus ya perasaan hiks hiks 😢😭 sulli povnya bikin berasa jadi sulli yg harus terima kehilangan sahabat hidupnya, skrg baca povnya minho berasa ikutan stress juga sama apa tindakan yg harus diambil setelah semua kemelut jadi satu dan terus bergulir bak bola salju 😒😢.
    Canggung? Itu pasti, tapi semoga dengan adanya acara malam natal itu mreka bisa bicara lebih baik lagi dan meneruskan persahabatan mreka tanpa harus ada ygtersakiti :’)
    Tapi masih penasaran, sbnernya minhoppa tu suka juga ga sih ke sulli? Dia tu sbnernya cinta tapi ga sadar karna tertutupi status “sahabat” atau emang dia pure sayang ke sulli cuma kaya ke adeknya? Berharap banget yg pertama yg bener 😄

  6. Woah onnie mereka saling merindukann tapi sama sama gengsi dan saling percaya kalo itu yang terbaik untuk masing masing kapann minho sadar kalo dia juga suka dengam sulli apa nunggu sulli jadian dulu dengan taemin baru minho sadar hehehehe ayolahh semakinn menarik ceritanyaa onnie semangatt next post yaaa onnie

  7. Yahhh kok jd gini sh ….sedih bagt bc certanya hubungan minsul bs jd rengang gara2 org k 3 ….masing2 saling menahan kerinduan yg sangt brt tuk d hadapi…minho kalau mmg ndk cinta am kristal putuskn aja…km hrs gentl jd laki2
    Beritahukan perasaamu am sulli… yah…yah…agr kalian bs happy lagi….chingu saran boleh gak…d hr malam natal buat sulli cantk dong…lepaskn semua sikap culun a n buat sulli bs menerima ungkapan ht minho…ya chingu…

  8. kehidupan yg dijalani minsul setelah insiden putusnya hubungan persahabatan mereka benar² hampa. semua kegiatan dan hari² yg mereka lakukan tak seindah dulu. semuanya telah berubah dan tak berwarna lagi. hanya kenangan, kesedihan, kesepian dan kehilangan yg mereka rasakan. oh Tuhan …. sampai kapan mereka akan bersikap seperti itu? kini hidup mereka penuh dengan sandiwara. bersandiwara untuk menutupi perasaan yg sebenarnya. susah jadi sulli begitu juga dengan minho. kehidupan mereka benar² rumit.
    udah deh…!!!! stop sandiwaranya. aku gak mau lihat minsul tersiksa kaya’ gini. langsung jujur aja satu sama lain kalau kalian(minsul) kagak bisa hidup terpisah. sedih tauk….lihat minsul yg pura² tegar dan baik² saja dengan keadaan mereka yg sudah tidak bersahabat lagi. nyesek banget !
    oh ya eon….!!! cuma mau tanya nih! ini kan udah part 14 ya..?? kok moment taemin sama sulli blm ada? kpan ya mereka (taemin&sulli) jadian? pingin Tao reaksi minho kalau taemin & sulli jadian. apakah minho akan marah² atau tetap diam seperti orang asing?

  9. Part yang baper ini eon hihi
    Minho harus lebih tegas lagi tuh menghadapi sikap yang manja dari krystal.
    Gosip emang gosip apa yang beredar, sampai-sampai sulli gak terima minho digosipkan seperti itu?
    Lanjut eon

  10. yya elahh ming zaman sekarang cewek model kayak krystal masih dipiara ?? iiuucchh ngerepotin aja dah mending buruan dibuang kali, bikin steress aja hhhuhuu ..

  11. lagi.. lagi.. dan lagi,
    perasaan mereka diuji agar mereka menyadari betapa pentingnya arti suli bagi minho dan sebaliknya.
    kapan waktu mau balikin mereka kayak dulu lagi ya?
    kangen momen minsul yang seru

  12. minho merindukan sulli sahabatnya.. minho berpikir kristal terlalu meminta minho harus begini, begitu yg disukainya.. sedangkan sulli tidak meminta apapun dari minho.. waaaaauu makin seruu aja nie..
    maaf y eonni baru komen..

  13. Minho masih BAKA’ NGGK PEKA msh blm sdar perasaan.y trhdp sulli -_-
    oia Sulli berubah jd cntik itu mulai kapan??penasarn lht reaksi minho ktika Sulli mnjdi cantik.TAEMIN mana TAEMIN.ok taemin gw restuain kamu jd pacar kk gw.bwt si minong cemburu jg.

  14. rindu itu nunjukin kalo kamu suka dia minho.krystal sm minho sering tengkar karena mereka memang engga cocok.tapiminho belom sadar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s