THE hunk NEXT door (18)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Kencan

Sulli menjatuhkan tasnya di lantai. Lalu, ambruk di tempat tidur, lelah ….. di minggu-minggu awal sekolah di Tahun Baru.

“ Hari-hari damai liburan sudah berakhir. Horeeee!” Sulli memutar bola matanya,” Kuharap orang-orang di sekitarku tidak melihat sarkasme ini. “

Sulli ingat pernah membaca ungkapan di beberapa majalah remaja yang terkenal, “Sekolah itu keren dan menyenangkan!” Jelas, bagi orang-orang yang tidak mengalami atau tidak pernah terjebak dalam situasi dimana dirinya dihina, diintimidasi, direndahkan… mereka akan mengatakan demikian. Tetapi baginya sekolah sama sekali tidak keren apalagi menyenangkan. Dia mengakui bahwa orang-orang di sekolah sudah berhenti mengintimidasinya sejak dia dan Minho memutuskan persahabatan. Mungkin mereka tidak memiliki alasan untuk melakukannya lagi atau bisa saja mereka mengintimidasinya selama ini karena ingin diperhatikan bintang lapangan itu ? Entahlah… Tapi tetap ! Sulli merasa kesal karena beberapa orang masih menunjukkan kekuasaannya di sekolah, mereka ingin diperlakukan istimewa dan kelompok-kelompok borju itu tetap ada… hampir menguasai seluruh sekolah.

Walaupun situasinya sudah berubah, dia sama sekali tidak bisa menikmati kehidupan SMA-nya yang damai, yang dulu pernah diharapkannya. Rasanya terlalu aneh… Semua tetap terasa beda !!


Sulli bangkit dari tempat tidurnya dengan malas. Bagaimanapun dirinya harus menunjukkan kesungguhan dalam menghadapi beberapa pelajaran. Bukan karena gurunya killer, tetapi karena dia harus cepat-cepat keluar dari sana. Dan selain itu, buletin yang dikelolanya menunggu pembaharuan dalam beberapa hal.
Tadi sore selepas jam sekolah, di antara jam break menunggu pelajaran tambahan, jajaran tim redaksi buletin sekolah mengadakan rapat singkat di ruangan mereka yang terletak di pojok perpustakaan. Jiyoung dan Taemin mengusulkan ide-ide baru untuk Galaxy Society. Sulli memerintahkan para anggota lain untuk membuat proposalnya dalam beberapa kelompok untuk setiap rubrik baru. Rencananya Sulli akan menunjukkan kepada Kepala Sekolah akhir pekan ini.

Sulli ditugaskan untuk mengelola Kolom Olahraga untuk sisa tahun ajaran, karena Mr. Kim memandang liputannya tentang tim basket dan sepak bola sekolah menunjukkan rating yang luar biasa. Kejutan bagi Sulli, dia benar-benar tidak memahami olah raga dan satu-satunya orang yang dikenalnya penyuka olah raga sekarang sudah jadi orang asing baginya.

GREAT !!.

Sarkasme …. lagi.

“ Karena tugas itu, aku harus menonton setiap pertandingan Bola Basket araupun sepak bola. Itu hal yang baik karena musim pertandingan sepak bola sudah selesai Desember lalu. Tetapi musim pertandingan Basket masih ada tenggang sebulan. Belum lagi, Pertandingan tingkat propinsi, bila tim basket Galaxy berhasil menjadi juara di musim pertandingan sekarang.. Fuih. Ini akan menjadi tahun yang sibuk!! “

Sulli menarik nafas dalam-dalam, mengambil laptop dan membukanya di meja belajar. Ini malam Minggu, seharusnya dia melepaskan diri dari berbagai buku pelajaran dan tugas. Setidaknya otaknya perlu satu hari dalam seminggu untuk beristirahat, bukan ? Tetapi dirinya nyaris sulit mengatur waktu lagi agar bisa menggarap tugas untuk membuat semacam essay dari hasil pengamatan dan penelitian. Dan sialnya, itu harus dikerjakan di akhir pekan… satu-satunya hari luang yang tersisa dari jadwal sekolah yang padat.

Tugas Pengamatan.

Mengamati dan meneliti adalah pekerjaan yang sulit. Pengalamannya di buletin sekolah memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan agar tugasnya bisa mendapat nilai baik.

“Ugh, padahal aku sudah membeli beberapa DVD untuk kutonton..”

Alih-alih menonton film seperti yang dilakukannya setiap akhir pekan, Sulli akhirnya surfing internet untuk menemukan sumber tentang topik yang dipilihnya. Walaupun internet menyediakan banyak informasi, dia harus memilih dan memilah informasi yang bisa dipakainya. Ini seperti melakukan proses edit pada sebuah naskah untuk buletin sekolah.

Sungguh sukar dipercaya, waktu begitu cepat berlalu. Sulli tidak percaya bahwa dia telah melewati pertengahan Januari , merasa seperti itu baru kemarin… saat dirinya mengeluh tentang awal sekolah dan tumpukan tugas yang menantinya di masa yang akan datang , kepada Minho.

Permintaan GS_Boy3 izin S_Choi untuk chatting. Buka chatting?

GS_Boy3 … Itu nama Taemin. Para cowok yang menjadi tim galaxy society membuka akun dengan nama GS_Boy dan angka terakhir menunjukkan urutan keanggotaan mereka. Taemin adalah cowok terakhir dari tiga cowok yang dimiliki klub buku.

Taemin baru saja kembali dari Busan kemarin, setelah mengunjungi orang tuanya. Dia menjemput Sulli pagi ini, tanpa memberitahunya bahwa dia akan datang menjemput sama sekali. Menyenangkan ? Mungkin , karena Sulli tidak harus berlari mengejar bis… tetapi dia sedikit merasa risih dengan sindiran Donghae yang menghabiskan masa-masa tenangnya menjelang ujian di rumah.

Saat makan siang, Taemin kembali mendatanginya di kantin kemudian memberinya dan Jiyoung sebuah gantungan kunci berbentuk topi dengan nama mereka terukir di atasnya. Itu merupakan hadiah yang bagus, terutama di awal tahun baru.

Tanpa pikir panjang Sulli mengklik “Ya”.

GS_Boy3    : Masih terjaga?

S_Choi         : Tidak, aku sedang tidur saat mengetik ini.

GS_Boy3    : Ha-ha 😀 Kau sedang apa ?

S_Choi        : Aku sedang browsing data untuk tugas essay. Kau?

GS_Boy3    : Tidak bisa tidur.

S_Choi        : Bagaimana bisa?

GS_Boy3   : Sedang memikirkan seseorang. 🙂

S_Choi        : Oh? Siapa?

Sulli sangat penasaran. Dia menyerah pada anggapannya selama ini bahwa Taemin menyukai Jiyoung karena dia tidak begitu banyak bereaksi ketika menemukan bahwa Jiyoung berkencan dengan Jjong. Ya, sekarang seluruh SMA Galaxy tahu kalau mereka berkencan sejak foto-foto mereka saat berduaan di pesta Minho pada malam pergantian tahun tersebar di sekolah. Hubungan mereka sudah membumi di Galaxy. Untungnya Jiyoung selalu mempunyai Jjong yang melindunginya dari serangan-serangan fans Jjong. Dan Sulli ikut bergembira untuk itu.

Kemudian tadi siang saat berkumpul iseng-iseng Sulli mengatakan anggapannya selama ini kepada Taemin, yang ditanggapinya dengan senyum lebar. Sekarang Sulli bersiap-siap untuk mendapat pengakuan Taemin tentang cewek yang ditaksirnya di Galaxy… mengingat banyak juga yang dikenalnya dengan dekat.

GS_Boy3:      Kamu 🙂

Sulli membeku; tangannya tak bergerak pada keyboard. Detak jantungnya berpacu semakin cepat. Dia hanya bisa menatap layar dan berpikir

“Apakah dia serius?”

Akhirnya Sulli memutuskan bahwa Taemin hanya menggodanya, dia sering melakukan itu setelah hubungan mereka semakin dekat. Sambil tersenyum kecut dia memutuskan untuk membalas leluconnya …hatinya berharap bahwa itu adalah lelucon.

S_Choi        : Ha ha. Kau hampir memerangkap aku dengan rayuanmu, Taemin.

Beberapa saat berlalu sebelum Taemin menjawab.

GS_Boy3     : Ya, ini serius…. Got You !! . Ha ha ha!

Sulli menghela napas lega. Dia benar-benar lega mengetahui bahwa itu memang hanya bercanda. Sulli tidak tahu mengapa harus merasa lega
.

S_Choi         : Terserah. Eewww ! : P

GS_Boy3     : LOL! Kadang-kadang, kelakuanmu seperti bayi.

S_Choi         : Tidak, aku tidak seperti itu!

GS_Boy3     : Oh, ya. Kau memang begitu.

S_Choi         : Tidak, aku tidak!

GS_Boy3     : Ya, memang.

S_Choi         :  tidak.

GS_Boy3     : memang

S_Choi         : Buktikan. Hoa ha ha ha !! #ketawa evil

GS_Boy3     : Oke. Pertama, kamu selalu mengeluh tentang sekolah..

S_Choi         : Sebagian orang melakukannya.. err…

GS_Boy3     : Kedua, kau kekanak-kanakan.

S_Choi          : Childish mungkin… itu ungkapan lain kalau aku imut-imut..kkk.., bukan kekanak-kanakan. C’mon. Apakah itu semua bukti yang kau miliki, Napoleon?

GS_Boy3     : Well, silakan menghindar…. bagiku kamu adalah BAYI … LOL!

S_Choi          : Itu kau bukan aku … Kau sering tertawa keras, sepanjang waktu … alasan kuat bagiku kenapa ingin memanggimu “ bayi energik yang kekanak-kanakan” .

GS_Boy3      : Sekarang, kau memanggi AKU- bayi ???

S_Choi          : DUH..duh..kaciiaan…. 😛

GS_Boy3      : Hah, kau juga hahaha… LOL!

S_Choi          : Tidak. Jika aku bayi, aku pastinya adalah bayi yang cerdas… bukan yang kekanak-kanakkan sepertimu. : P

Terhenti beberapa saat…

GS_Boy3     : Sekarang sudah sangat larut, kau tahu.

S_Choi         : Lalu ?

GS_Boy3    : Lalu… aku akan tidur. Kau juga harus !!.

S_Choi         : Well , tidak mau. Jadi pikiranku benar. Bayi memang perlu untuk tidur banyak . Pergilah tidur sekarang… BABY.

Sulli mengerjap, membaca apa yang telah diketiknya dan menyesalinya. Itu bisa punya makna ganda…

GS_Boy3     : Jinjja ?? Baby ?! Baiklah.

S_Choi         : Ewwww. Pilihan kata yang salah… Ulangi: pergi tidur sekarang, bayi energik yang kekanak-kanakan. Ayo tidur sana!

GS_Boy3    : Kau juga. Cobalah bangun lebih pagi, agar pergi sekolah kau tidak diburu matahari terbit..

S_Choi        : Ha ha. Aku akan punya kamu yang datang menjemput. : P

GS_Boy3    : Nice… Ok, Fine. Aku akan off

S_Choi        : Ok. Bye.

GS_Boy3   : Have a nice dream. :))

        S_Choi       : You too, Taemin. 🙂

Sulli mengakhiri percakapan dengan menutup jendela chatting, sebelum Taemin bisa mengatakan apa-apa lagi. Sulli mengambil napas dalam-dalam.

“ Great time . Taemin selalu bisa membuat mood-ku yang buruk menjadi lebih baik .”

Sebelum bisa merenungkan perasaannya lebih jauh, Sulli melirik ke jendela dan melihat lampu kamar tidur Minho menyala. Dilihatnya mantan sahabatnya itu duduk di tepi ranjangnya dengan hanphone menempel di telinganya.

“ Dia lupa menutup tirai jendela karena mungkin terlalu sibuk berdebat di telepon, mungkin itu Krystal. Well, siapa lagi yang akan berdebat dengannya di telepon? Selain itu, mereka telah melalui banyak hal bersama-sama di sekolah, jadi mungkin mereka bertengkar lagi … bahkan melalui telepon. Orang banyak bergosip tentang hubungan tidak harmonis Minho-Krystal. Setidaknya, aku tahu bahwa mereka tidak bertengkar karena aku lagi… seperti dulu. “

Sulli melihat salah satu penyebab utama dari banyak masalah Minho dengan Krystal adalah bahwa Krystal tidak bisa melihat selera humor Minho. Krystal tak berusaha memahami Minho seperti yang dilakukannya. Minho itu tidak rumit, selalu jujur dengan apa yang dirasakannya. Dia lebih tahu kapan dan bagaimana harus bertindak… tidak perlu disuruh atau diperintah-perintah.

Walaupun para penggosip itu di sekolah berkomentar bahwa hubungan yang sehat adalah sebuah hubungan dimana pasangan saling bertengkar sekali-sekali. Namun Sulli bertanya-tanya apakah hubungan mereka adalah pengecualian dari ungkapan itu ? Mereka sudah sering bertengkar dan kemudian putus. Tetapi di lain waktu hubungan itu membaik kembali. Sulli tak tahu hubungan seperti apakah itu, karena dia sendiri tidak berpengalaman tentang hal tersebut.

Sulli diam-diam mengamati gerak-gerik Minho dari kamarnya. Dia terlihat tegang, otot mukanya mengeras. Kemudian, Minho melemparkan telepon ke tempat tidurnya, dan dia roboh di atasnya.

“ Whoah…. Dia tampak begitu marah. Well, itulah yang selalu dia lakukan setiap kali dia dan Krystal bertengkar. Tapi kemarahannya tidak seberapa kalau dibandingkan dengan kemarahannya bila aura kegelapannya.”

Sulli perlahan-lahan berjalan dan duduk di depan meja belajarnya. Sambil mengambil napas dalam-dalam, mengikuti nalurinya, dia meraih dan menyalakan talkie yang tergantungSebelum dia berfikir jauh, mulutnya dengan spontan bertanya,

“Kau baik-baik saja?”

Minho melompat dari tempat tidurnya dengan kaget. Dia menoleh dan menatap Sulli seperti melihat seseorang yang pertama kali dijumpainya. Serasa tak percaya dia mendengar suara Sulli dari talkienya. Itu sudah sangat lama… talkie itu tidak pernah berbunyi lagi sejak malam tahun baru itu. Walaupun dia menyalakan peluit kapal setiap pagi, dia tak pernah lagi mendengar gerutuan atau makian Sulli ketika terbangun.

Ketika Minho tersadar dari rasa kagetnya, dia meraih talkie-nya. Setelah itu, dia menghela napas dan mengacak-acak rambutnya.

“Hanya terlalu lelah melalui semuanya…,” jawabnya pelan.

Sulli menggigit bibir, ingin rasanya dia menawarkan diri untuk mendengar keluh kesah Minho lebih banyak… tetapi dia harus bisa menghindari terlibat terlalu dalam seperti dulu, setidaknya itu adalah perlindungan diri dari rasa sakit hati yang mungkin terjadi.

“Oh,” Sulli mengangguk. ” Aku  menyesal … “

Minho mengangkat bahu. “Ini bukan salahmu.”

Sulli tersenyum sedih mendengar suara Minho yang tajam , sepertinya Minho tidak suka diganggu. Kemudian, dia melihat tirai kamar Minho perlahan tertutup .

Sulli melengos, merasakan besutan kepedihan yang menggaris tepat di dadanya. Matanya berusaha melihat kemungkinan Minho mengintip dari sedikit tirai yang tersibak. Tetapi tidak…. kamarnya sekarang tertutup tirai dengan rapat. Sulli menunduk, menahan rasa kecewa.

“Terima kasih, Sulli.”

Sulli mengerutkan kening dan cepat mengalihkan pandangannya ke jendelanya. Lampu-lampu masih menyala di kamar tidurnya. Bayangan sosoknya yang menembus tirai membuat jantungnya berdegup kencang.

“Terima kasih untuk apa?” Tanya Sulli bingung.

“Untuk peduli.”

Sulli mendesah.

“Aku akan selalu peduli,”

Sulli ingin mengatakan itu , tapi tidak dilakukannya.

Sebaliknya, di bergerak ke laptop-nya, menyimpan pekerjaannya yang belum selesai, dan menutupnya. Kemudian, Sulli mematikan lampu kamarnya. Perlahan dia membaringkan badannya. Dia tiba-tiba merasa mengantuk. Selain itu, dia ingin menutup malam ini dengan menjadikan Minho sebagai orang terakhir yang berbicara dengannya sebelum dia pergi tidur.
Sama seperti masa lalu.

Puurrrrrtt ………….!

Bunyi nyaring dan panjang memecah keheningan kamarnya.

“ Omona…omona…omona… bagaimana ini ?”

Mata Sulli terbuka lebar . Wajahnya memanas karena malu. Dia menunggu Minho mengatakan sesuatu dengan berdebar-debar.

 

Tetapi tak ada apa-apa, akhirnya matanya terpejam dan dia menghela napas lega,

“ Untunglah Minho tidak mendengarnya … padahal kentutku terdengar nyaring di tengah keheningan malam. Ugh… perutku memang kurang ajar, tak bisa berkompromi denganku !!”

“HAHAHA!”

Tiba-tiba Minho tertawa tak terkendali.

Sulli terduduk dan menatap jendela dengan khawatir . Wajahnya kini benar-benar panas sampai ke leher. Jika lampu menyala dan ia memandang bayangannya di cermin, dia sangat yakin kalau wajahnya kini berwarna semerah tomat matang.

“Maaf… maaf…Aku tidak bisa menahannya, Sulli ” kata Minho di sela-sela tawanya, dia memegangi perutnya dan terguling-guling di atas kasur .

“Ini sangat lucu. Hanya kau yang bisa membuatku seperti ini. “

Sulli menghela napas.

Sulli baru sadar betapa dirinya merindukan mendengar MInho tertawa riang dan lepas seperti itu. Dia merasa terlempar ke momen-momen kebersamaan mereka yang penuh canda dan tawa. Minho tertawa.

Gembira.

Lepas.

Itu adalah Choi Minho yang dikenalnya.

“Hanya kau yang bisa menertawakanku dan mempermalukanku ,” Sulli membalas dengan sarkastis.

“Kau merasa dipermalukan?” Minho bertanya, dengan nada geli. “C’mon, Sulli. Bukan Cuma sekarang aku mendengar kau kentut dengan keras seperti tadi. “

“ Oh, pleasee… jangan diungkit ! Dulu memang pernah terjadi, tetapi iu di kelas tiga , sudah sangat lama. Selain itu, waktu itu aku tidak peduli karena aku tidak merasa malu terhadapnya. Tapi sekarang lain…. bagaimanapun aku tak mau terlihat jorok dan tolol di depannya…”

Mendengar tak ada kata-kata serangan dari seberang, Minho berhenti tertawa… mengerutkan keningnya.

“ Itu bukan Sulli. Dia tak akan membiarkan sebuah kalimat berlalu tanpa menjawabnya secara sarkastis . Apakah dia begitu malu ? Apakah dia sekarang menangiskarena malu ? Tuhan… bagaimana ini ?”
Akhirnya Minho memanggilnya.

“Sulli?”

Sulli tidak menjawab, pura-pura tidur. Tetapi matanya memang terasa demikian berat . Mungkin pikirannya sudah terseret ke alam mimpi… saat samar-samar dia mendengar lagi

“Apakah kau sudah tidur?” Tanya Minho lembut “Oke, kalau begitu…Selamat malam….Bunny. “

Sulli tersenyum dalam keadaan setengah sadar … merasa nyaman ketika dia sayup-sayup mendengar suara yang begitu familiar di telinganya memanggilnya dengan panggilan itu.

.

Minho menunggu… tetapi tak ada jawaban apa pun, sehingga dia yakin sulli memang sudah jatuh tertidur… seperti biasa. Dengan senyum lebar di wajahnya Minho kembali membaringkan tubuhnya. Dengan gerakan santai, dia mengangkat kedua lengannya dan memposisikannya di bawah kepalanya. Matanya menerawang jauh ke langit-langit kamar.

“ Rasanya begitu menyenangkan dan dadaku terasa ringan…. Rasa kesal dan marah karena pertengkaranku dengan Krystal menguap tak berbekas. Sulli memang ajaib… dia selalu bisa membuatku tertawa, bahkan dalam keadaan marah atau sedih. Aku sudah lama tidak pernah merasakan segembira ini. Dia benar-benar istimewa….”

Minho memejamkan mata berusaha memanggil kenangan-kenangan dalam memorinya. Kenangan selama liburan terakhir yang mereka habiskan bersama di Jeju. Sesekali bibirnya berkedut menahan senyum, tetapi kemudian tertawa sendiri.

“ Aku seharusnya mengatakan tidak ketika kamu menyuruhku mengambil pilihan itu, Bunny… tetapi aku tak mau membuatmu kecewa.” Gumam Minho.

Rasa sesalnya demikian besar.

Setelah persahabatannya putus, dia merasa telah kehilangan sebagian dirinya… bagian yang sangat berharga.

“ Apapun… aku akan membuatmu menarik semua kata-katamu itu, Bunny. Kamu akan memintaku kembali menjadi sahabatmu…. aku bersumpah akan melakukan itu !”

      

Tiga minggu kemudian

Sulli menguap.

Dia masih punya dua hari untuk pergi menemui tim basket sebelum mereka melakukan pertandingan terakhir musim ini. Oh tidak… bukan yang terakhir… karena masih ada Kejuaraan Tingkat Propinsi, kalau tim Galaxy menang..

Sulli meletakkan kembali kepalanya di senderan kursi, menatap langit-langit. Saat itu dia sedang berada di ruangan kantor Galaxy Society. Sudah setengah jam yang lalu sejak bel berbunyi. Dia langsung menuju ruangannya …tidak ingin pulang… belum. Beberapa rencana memenuhi kepalanya sejak seminggu ini… rencana yang berkaitan dengan tugas dari Mr. Kim untuk buletinnya. Tim Basket Galaxy akan bertanding akhir pekan ini, dia harus meliput beritanya untuk buletin. Berarti dia harus menemui anggota Tim sebelum pertandingan, untuk dimintai komentar mereka.

Yang menjadi beban pikirannya sekarang adalah bagaimana caranya dia meminta Minho sebagai kapten tim, agar mau diwawancara sebelum pertandingan… Sabtu ini. Untuk itulah dia datang ke sini… untuk merenung. Lagipula sekarang dia tidak memiliki apapun untuk dikerjakan setelah tugas penelitian dan essaynya selesai .

Saat ini sudah minggu pertama Februari. Waktu melaju demikian cepat.

Tok, tok, tok !

Mata Sulli melesat ke arah pintu. Dia mendesah ketika melihat Taemin masuk dengan tersenyum seperti biasanya.

“Apakah kau sudah mendapatkan bahan untuk mengisi kolom “Food Court” minggu depan ?” Tanya Sulli berdiri dan bersandar di mejanya, menghadap ke arahnya.

Taemin melambaikan catatannya dan meletakkannya di atas meja di depan Sulli. Mr. Kim entah dengan alasan apa menempatkan Taemin untuk mengisi kolom “Food Court” dan menunjuk Sulli untuk mengisi kolom “Sport”. Sementara Jiyoung menjadi fotografer andalan Galaxy Society… sesuai dengan hobinya. Yang lain memiliki tanggung jawab mereka sendiri.

” Bagus ,” Sulli mengangguk, tersenyum.

“Hei, aku bertanya-tanya,” kata Taemin, senyum menghilang di wajahnya. “Apakah kau bebas Sabtu malam ini?”

” Well, tidak,” Sulli menjawab to the point “Sabtu malam pertandingan basket yang terakhir. Aku harus menonton dan meliputnya. Bagaimanapun, aku harus punya bahan untuk buletin. “

“Oh,” gumam Taemin.

Dia tampak kecewa.

“ Bagaimana kalau setelah pertandingan?” tanyanya penuh harap.

“Hmmm,” Sulli berfikir. ” Tampaknya, aku harus mewawancarai Fro… maksudku, Minho … tentang rekor tak terkalahkan mereka,” Sulli menambahkan dengan gelisah.

Taemin mengerutkan kening sedikit.

” Kau terlihat gelisah. Jika kau tidak nyaman tentang hal itu, kau dapat meminta orang lain untuk melakukan wawancara itu,” katanya serius.

Sulli menatap dengan serius pula.

“Eh, aku yang ditugaskan untuk mengisi kolom Sport , ingat?” jawab Sulli. “Selain itu, orang lain sudah memiliki tugas masing-masing untuk dilakukan. Aku tak boleh egois, Taemin.”

“ Tapi kalau aku bisa jujur, aku ingin melakukan wawancara sendiri. Aku ingin memiliki alasan untuk berbicara dengan Minho. Dengan alasan ini anak-anak di sekolah tak akan curiga karena itu memang tugasku. Aku benar-benar rindu berbicara kepadanya selain kata-kata “hai” , “ya”, dan “tidak” Jenis kalimat yang sama sekali bukan obrolan “

“Aku bisa melakukannya untukmu,” Taemin menawarkan diri ,” Lagipula tugasku sudah selesai.”

Sulli menatapnya lagi. Curiga.

“ Kadang-kadang, Taemin bertindak impulsif dan benar-benar aneh. Aku tidak bodoh. Aku tahu bahwa mereka memiliki semacam permusuhan tersembunyi yang tak terbantahkan … antara dia dan Minho. Jadi mengapa dia menawarkan diri untuk mewawancarai seseorang yang jelas –jelas tak akan menerimanya dengan tangan terbuka ? Plus, Minho akan bungkam… mungkin lebih parah dari itu. Aku takut bahwa dia mungkin melakukan sesuatu pada Taemin. Semacam kekerasan fisik. Aku tidak ingin Taemin atau Minho mendapat masalah. “

“Tidak,” Sulli menolak dengan tegas.

“Mengapa tidak?” Tanya Taemin penasaran.

“Pertama,” Sulli terdiam sejenak, memutar otak, “Kau membenci basket. Bagaimana kau bisa mewawancarai seseorang tentang olahraga yang kau tidak suka? Kau tidak akan membantu buletin jika isi beritamu sangat subjektif. “

Taemin menatap Sulli selama beberapa detik kemudian menghela napas, seolah-olah menyerah.

“Baiklah, kalau begitu. Apakah kau memiliki hal lain yang harus dilakukan setelah wawancara? “

“Tidak,” kata Sulli . ” Mungkin … Aku mau pulang.”

“Bagaimana dengan makan malam?”

Sulli mengangkat bahu. “Aku akan makan malam di rumah, di mana lagi?”

“Bagaimana kalau kita makan malam bersama-sama … setelah pertandingan dan wawancara?” Tanyanya santai.

“Yang benar saja…,” kata Sulli sinis. “Dan kemudian, Jiyoung akan datang dengan Jjong. Tentu saja, Jjong akan menyeret Onew dan Minho dengan sisa pagar betis mereka. Oh… dan jangan lupa para pemandu sorak itu pasti akan menguntit mereka . Yu-huuu… nikmatilah makan malammu !! “

Sulli mencibir sinis, membuang muka darinya.

´Apa yang dia pikirkan? Apa dia mengira aku akan setuju untuk sesuatu yang seperti itu. Tidak dalam sejuta tahuun-pun….. “

“Sulli,” kata Taemin lembut, membuat Sulli kembali menatapnya. “Aku tidak mengatakan apa-apa tentang Jiyoung dan yang lainnya.”

Sulli mengerutkan kening bingung. “Hah?” Apa maksudnya kalau begitu ? “

Taemin tertawa, berdiri dan berjalan ke arah Sulli . Ketika hanya setengah meter jauhnya, ia berhenti. Dia menggaruk rambutnya dengan tersipu dan ragu pada saat yang sama. Tiba-tiba Taemin meletakkan tangan kanannya di atas meja menggenggam tangan kiri Sulli yang terletak di sana. Dia membungkuk sedikit, meratakan posisi mata mereka.

Tersenyum lembut …

Detak jantung Sulli menjadi cepat dengan kedekatan mereka. Dia merasa seolah-olah udara tersedot dari ruangan. Sepertinya ruangan itu menciut, Sulli tiba-tiba berhenti bernapas. … tidak tahu apa yang harus dilakukan.

“Aku benar-benar mencoba untuk mengajakmu berkencan,” bisiknya lirih. Dia tersenyum, menunjukkan deretan giginya yang putih.

Sulli mengerjap .

Membeku.

Mulutnya ternganga lebar.

“ Apa ?! “

“Oh,” jawab Sulli dengan suara kecil… bingung harus menjawab bagaimana.

“Sekali lagi, apa ?! Dia mengajakku berkencan? Aku? Aku? Benarkah Aku ? Mengapa aku ??? Ada puluhan gadis-gadis di luar sana yang lebih cantik dariku, yang bersedia menyembah kaki Taemin agar diajaknya berkencan. Dia hanya tinggal memilih salah satu dari mereka semua. Dia akan lebih cocok dengan mereka daripada aku !”

Dan kemudian, mata Sulli melebar saat menyadari sesuatu yang selama ini terasa aneh.

“ Itukah sebabnya dia begitu baik dan manis kepadaku selama ini? Itu karena dia. . . dia. . . menyukaiku? “

“Apakah kamu. . . menyukaiku? ” tanya Sulli dengan suara setengah berbisik, ingin memastikan tebakannya .

“Aku tidak ingin terlihat seperti idiot dengan anggapanku itu. Meskipun, aku cukup yakin bahwa aku tampak seperti itu sekarang. “

“Kupikir….. itu sebabnya aku mengajakmu keluar,” jawabnya, tersenyum lebih lebar Matanya berpendar langsung menatap ke dalam mata Sulli.

Sulli berpaling dari matanya yang tajam. Dia merasa telanjang karena cara Taemin menatapnya.
Apakah itu hal yang baik? Sulli tidak tahu. Dia hanya tahu kalau dirinya harus mempertahankan akal sehatnya.

“ Oke. Tapi kenapa dia menyukaiku ? Maksudku, aku nerd. Aku tidak terlihat cantik. Aku tidak memakai make-up. Aku berpakaian sedikit tomboy. Aku tidak peduli tentang penampilan,, meskipun sekarang cukup peduli pada bagaimana aku terlihat olehnya sekarang ? Aku tahu aku panik, tapi mengapa tidak ?! Ini adalah yang pertama … kuulangi… pertama kalinya seseorang memintaku untuk berkencan. Dan dia bukan orang biasa saja . Bayangkanlah…. dia Taemin . Salah satu cowok incaran di sekolah… seorang yang secara fisik “hot” , namun secara psikis “ nerd” . Dia juga orang yang telah menjadi temanku sejak kakinya menginjak SMA Galaxy.”.

 

“Tidak apa-apa jika kau tidak mau….” desahnya.

Sulli tersentak dari lamunannya dan menatap Taemin yang tersenyum sedih padanya. Dia tidak ingin memaksa Sulli berkencan dengannya. Dia memberinya pilihan.

“Oke,” gumam Sulli , setelah beberapa saat terdiam.

Mata Taemin tiba-tiba berkilauan, berbinar-binar saat dia menatap Sulli lekat-lekat.

“Oke ? Jadi. . . apa sebenarnya? “dia bertanya perlahan.

“Oke, aku akan pergi denganmu,”

“Benarkah?” Tanyanya, sangat senang sekarang.

Kepala Sulli mengangguk.

“ Mengapa aku mengangguk ??? Tentu karena kasihan padanya !”.

Taemin hampir melompat kegirangan. ” Wow ,fantastis !! “

“Ya, memang ini benar-benar fantastis… Sulli si nerd akan berkencan dengan Taemin. WOW !!,”

=======TBC========

Hai…Hai  😀  😀

Taemin dan Sulli Akan berkencan ! WOW!!

Kira-kira bagaimana reaksi Minho, ya ? Apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Sulli-Taemin ?

Hm… beri komentar ya… 50 komentar next part…YEAY !!

Trims untuk semua yang telah setia menulis komentarnya. Banyak pendatang baru ternyata… hai, salam kenal deh !! 😀

Oh.. juga untuk yang nge-blog like… tengkyuh berat buat kalian. The best lah !!

Satu lagi… Melissa Mijhu Thanks untuk rekomendasi fotonya 🙂

Advertisements

59 thoughts on “THE hunk NEXT door (18)

  1. brruuaakwkwkwkaa sulli lucu banget dahh segede apa coba sulli buang anginnya sampai kedengeran minho gitu whahhaha .. waahhhh taemin sama sulli mau kencan ya, hhadduhh gawat nih taemin sudah mulai mepetin sulli mulu hhuhuhu .. hheemm semoga saja minho bisa cepat membuat sulli mencabut kata-katanya dan memohon untuk kembali bersama minho hhihii aamiin aamiin ..

  2. aww awww..part ini bikin aku senyam senyum gara2 minsul yg kangen talkie an dan tetem yg ngajak kencan.. hohoho kayaknya.. mood minho akan jelek kalo denger berita kencan sulli hahahaha aku suka ini. go go !

  3. omona….!!!!! kaget Dan syok saat taemin bilang ngajak kencan sulli. ini bukan mimpi kan? taemin berani amat ngajak sulli kencan! apa dia kagak takut dengan minho? ups.. sorry keceplosan..!!! minho kan udah jadi mantan sahabat sulli ya? jadi dia kagak bisa ngelarang sulli deket sama cowok lain donk….!!!!! yaudah deh semoga lancar ya kencan pertama kalian. buat minho yg sabar aja ya kalau denger berita sulli dan taemin kencan. tabahkan hatimu bang…!!! disini masih ada aku yg setia menunggumu. kekekeke :v #abaikansaja

  4. Hai eomma Din..
    Aku balik lagi buat baca dan memberi komentar 😀 Sulli dan Minho sudah gak canggung banget lagi kalo d talkie.. Dan insiden kent**nya Ssul itu bikin ngakak abis sumpeh. Awalnya sarng kira itu bunyi pluit Minho yg mungkin udah berubah suaranya. Tapi ternyata…. Hahahahaha
    Waduh, Ssul mau kencan ama Taem? Pasti si Minho bakal galau tuh hahaha.. Dan mungkin aja dia akan mencari cara untuk membatalkan kencan Sulli ama Taem. Ming kan jadi protektif kalau ada sesuatu yg berhubungan dgn Ssul. Hihi makin kesini aku gak sabar menantikan perubahan Ssul 😀 semangat eomma :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s