THE Hunk NEXT door (19)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Make Over

Taemin hampir melompat kegirangan. ” Wow ,fantastis !! “

“Ya, memang ini benar-benar fantastis… Sulli si nerd akan berkencan dengan Taemin. WOW !!,”

Sulli menggigit bibir bawahnya saat melihat Taemin bereaksi dengan begitu mencengangkan. Memang tidak mengherankan kalau melihatnya berjingkrak-jingkrak dalam ruang kerja mereka .. Taemin sering melakukan itu kalau mengetahui rating kolom kami mendapat sambtan luar biasa. Dia hanya merasa heran pada dirinya sendiri mengapa bisa menyetujui kencan dengan Taemin dan menyetujui juga bahwa itu merupakan ide yang fantastis.

“ Jika itu fantastis, mengapa aku … aku merasa kosong dan tidak gembira sama sekali ? “ pikirnya.

Kemudian, wajah seseorang muncul di kepalanya. Siapa lagi, kalau bukan Minho.

Ya ! MINHO.

Sabtu Malam , Stadion Olah Raga

Minho mendesah sementara tangannya memegang bola . Dia sedang berada di ruang ganti, duduk di salah satu bangku panjang. Yang lain sudah melakukan pemanasan. Minho sengaja duduk di belakang. Matanya menatap jauh…merenung, kedua alisnya nyaris bertaut. Dia berusaha berkonsentrasi pada apa yang akan terjadi nanti di pertandingan. Tidak bisa dipungkiri bahwa itu akan menjadi pertandingan yang keras. Galaxy harus melakukan yang terbaik. Mereka harus bermain lebih keras dari pertandingan mereka yang terakhir. Galaxy harus menang.

Atau setidaknya, tidak kalah.

Semakin sedikit rasa khawatirnya pada pertandingan pertama musim ini, semakin banyak ketakutan yang dia rasakan sekarang. Tekanan demi tekanan untuk menjadi tim yang tak terkalahkan di musim ini sampai ke tekanan-tekanan yang datang dalam kehidupan pribadinya. Semuanya bergulir satu per satu dalam ingatannya.

Ini adalah pertandingan terakhir, jadi jika tim mereka sekarang kalah, itu tentunya akan menjadi peristiwa yang menyedihkan dan memalukan. Fakta bahwa saingan mereka sekarang adalah sekolah yang paling terkenal karena telah menjadi tim tangguh dan tak terkalahkan selama beberapa musim, tidak membantu perasaannya menjadi lebih baik. Minho sudah banyak bermain sebelum menjadi kapten , dia juga sudah banyak mendengar cerita L tentang tim lawan mereka kali ini. Mereka melakukan apa pun yang diperlukan untuk menang. Tidak peduli berapa banyak pelanggaran yang mereka lakukan, asalkan mereka mendapat kemenangan pada akhirnya.

Galaxy juga kalah dari mereka tahun lalu di perempat final. Beberapa pemain waktu itu memiliki memar dan sebagian cedera. Satu dari ketakutan terbesarnya bukan kekalahan tetapi keselamatan kawan-kawannya. Bagaimana pun dia harus memiliki kejelian dan ketepatan dalam mengendalikan tim Galaxy supaya tidak terpancing emosi. Yang dikhawatirkannya adalah Key dan Onew yeng cenderung temperamental.

Tiba-tiba pintu terbuka, Minho mendongak ke arah pintu.

Chingu, kau tidak ingin pemanasan?” Tanya Jjong. Tangannya masih pada gagang pintu, menunjukkan bahwa dia hanya datang untuk memanggil Minho ke arena.

Minho mengangguk. “Ya, tentu,” jawabnya sambil berdiri.

Mereka berjalan menuju satu sisi lapangan, bergabung dengan rekan tim yang bergantian berlatih menembak bola ke ring.

Sekumpulan penonton bersorak ketika melihat mereka masuk ke lapangan. Minho sekilas melihat dan melemparkan senyum. . Matanya menemukan Ayah dan Ibunya ada di antara mereka, dan dia melambaikan tangan pada mereka. Ibunya tampak berseri-seri, sementara ayahnya mengacungkan dua ibu jarinya. Lalu, matanya mencari sosok gadis dengan kacamata berbingkai persegi.

Dia mengerutkan kening ketika tidak melihatnya.

“ Di mana Sulli?”

Minho kebetulan tahu bahwa dia bertanggung jawab atas Kolom Olahraga buletin sekolah. Jadi dia merasa yakin Sulli akan berada di pertandingan untuk menonton dan meliputnya. Ini adalah pertandingan penting untuk musim ini. Pertandingan yang menentukan apakah tim basket Galaxy akan melaju ke pertandingan tingkat propinsi atau tidak. Matanya melihat sekeliling sekali lagi, rasa khawatir dan kecewa diam-diam merambati dadanya.

“ Dia seharusnya ada di sini, di antara penonton. Ada apa dengannya ? Aku tahu Sulli tak akan melewatkan ini, teriutama karena dia type gadis paling keras kepala yang kukenal.”

“Ada apa ? Kenapa mukamu cemberut, man ?” Tanya Jjong.

Minho berpaling kepadanya dan mengabaikan pertanyaannya.

“Apakah kamu melihat Sulli?” Minho bertanya sambil menjaga suaranya agar terdengar normal.

Jjong mengangkat alis ke arahnya. Dia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu. Tapi sebelum dia bisa menjawab, Onew memotongnya.

“Hey guys !” Dia menghembuskan napas. “Siapa cewek itu?”

Minho tidak bisa menahan tawa melihat mimik wajahnya. Matanya melebar dengan takjub. Dia tampak seperti kehilangan napas . Seolah-olah ia melihat seorang dewi turun dari kahyangan. Mimik yang cukup menarik.

“ Ini pertandingan besar, mereka bisa siapa saja.” Jawab Jjong menampilkan ketidakpeduliannya.

“Oh, ya?” Katanya, agak tersinggung dengan tawa Minho, “ Tetapi dia berada di sisi Galaxy-an. Dia pasti pendukung kita . Awesome !!”

Onew membalikkan badan Minho 180 derajat dan menunjuk seorang gadis di barisan penonton .

“Lihat dia sedang tertawa sekarang.”

Minho berhenti tertawa. Senyum di bibirnya langsung lenyap, matanya terus menatap gadis itu tak berkedip

Minho Pov.

WOW.

Serius, itu benar-benar. . . WOW

Gadis yang ditunjuk Onew mengenakan baju tanpa lengan  putih di bawah bolero abu-abu, dan celana jeans ketat berwarna gelap. Rambut hitamnya terurai dan sedikit mengikal membingkai wajah bulat telurnya…dan senyumnya. . . itu adalah senyuman yang tulus dari hati. Penampilannya tampak begitu alami. Dan matanya mengatakan bahwa ada sesuatu dalam diriku yang membuatku merasa istimewa, itu sekilas kutangkap saat kami bersitatap. Gerakannya menunjukkan bahwa dia bukanlah gadis biasa yang bisa aku temui di mana pun.

Dia tidak tampak “hot” seperti beberapa cewek yang sering menarik perhatian cowok, bahkan mungkin sangat tidak ‘hot”. Tapi ada sesuatu yang membuat mataku menatapnya. Ada daya tarik tertentu yang membuatku menatapnya … dan aku yakin bukan hanya aku … semua orang di tengah arena memperhatikan dirinya.
Dan gadis itu tak begitu mempedulikan sekitar, dia terlihat tak acuh dan… percaya diri, mungkin?

Dan aku mendapati diriku tidak ingin berpaling darinya. Aku tidak bisa menjelaskan mengapa, tetapi dia tampak begitu baru untuk mataku , dan belum begitu kukenal. Ini aneh, karena biasanya aku bisa mengingat dengan baik.

End of pov

.

“Sebentar lagi,” Minho mendengar Jjong berkata .

“Apa?” dia bertanya gelagapan , tanpa bisa mengalihkan matanya dari gadis itu.

“Dalam setiap menit, gadis malang itu akan mencair karena tatapan yang diterimanya dari hampir semua anak laki-laki di sini .”

Minho melihat ke sekeliling stadion, merasa tak rela untuk menarik tatapannya dari gadis itu walaupun sejenak. Dan dia harus mengakui bahwa perkataan Jjong benar. Tiba-tiba dia merasakan dorongan yang begitu mendesak untuk berlari menuju gadis itu dan menutupi gadis itu dengan jaket jersey kesayangannya . Menutupinya dari mata rakus setiap laki-laki remaja yang memiliki hormon yang siap mendidih di ruangan itu.

Ini aneh !!

“ Whoa. Ada apa denganku ? Kalau ini masalah naluri posesif… aku bahkan nyaris tidak tahu gadis itu. Tapi di sini aku, merasa desakan hebat untuk menjaga dirinya dan menyimpannya hanya untuk diriku sendiri ? Itu benar-benar tidak seperti aku . Ada apakah ini ? Apakah karena begitu banyak permasalahanku dengan Krystal sehingga aku…pikiranku teralihkan oleh gadis setengah dewi itu ?“

Minho cepat-cepat menggeleng, mengacak-acak rambutnya dengan kesal pada waktu yang sama.

“Siapa gadis itu?” Minho bertanya-tanya dengan suara keras. “Apakah dia siswi baru ?”

“Ini tengah tahun ajaran, man,” Jjong mengingatkan,” Tak mungkin Galaxy menerima siswa pindahan dalam waktu tanggung !”.

“Apa pun itu,” jawab Onew. Matanya tampak melahap gadis itu, saat ia menambahkan, “Aku akan mencari tahu.”

Setelah berkata begitu, dia ngeloyor pergi menuju deretan bangku penonton..

Minho berjuang menahan keinginan hatinya untuk menghentikan sahabatnya.

“ Tuhan, apa yang salah denganku ? Dia hanya seorang gadis asing. Aku bahkan tidak tahu siapa dia. Mengapa aku merasa seperti ini? “

Minho kembali menatap gadis itu. Gerak-geriknya benar-benar tampak akrab. Tapi dia tidak bisa mengatakan di mana pernah melihatnya sebelumnya. Karena efek kehadiran gadis itu begitu kuat dan aneh, Minho bertekad untuk mencari tahu siapa dia. Karena pikiran itu, akhirnya dia membiarkan Onew pergi. Dia yakin dalam sekejap sahabatnya akan membawa informasi yang cukup lengkap tentangnya. Untuk saat ini, dia harus menjaga konsentrasinya pada permainan.

Minho berdiri dan meregangkan tubuh. Dia menduga waktu pertandingan akan segera dimulai.

“Kalian siap?”

Matanya melihat ke sekeliling anggota tim . Nama mereka sebentar lagi akan dipanggil. Permainan beberapa menit lagi akan dimulai.

“Bagaimana jika kita kalah, Minho?” Tanya Luhan cemas . “Aku tidak bisa memikirkan kekecewaan yang akan muncul nanti.”

Sebagian anggota tim bergumam dengan suara yang terdengar risau.

“Hei,” teriak Minho di tengah kebisingan. Sejenak dia menunggu tim-nya untuk melihat ke arahnya , ” Tidak apa-apa kalau kita gagal. . . Tapi tak ada salahnya kalau kita mencoba! “

Suara Minho terdengar tegas, tajam dan mengandung otoritas tinggi. Semua bisa mendengar suaranya yang penuh tekad dan kemauan. Semua anggota tim terdiam dan mencoba menyerap suntikan semangat dalam kata-kata kaptennya.

Minho dari sudut matanya melihat pelatih menyeringai . Sungguh, melihat pelatih menyeringai seperti itu dia merasa hatinya yakin kalau pelatihnya bangga pada apa yang telah dilakukannya. Diam-diam dia merasa yakin akan menang di pertandingan ini.

Tapi kemudian, dia menyadari seseorang tak ada dalam deretan. Minho berbalik ke Jjong.

“Di mana sih Onew?” Desisnya.

“Coba tebak,” kata Jjong pelan, geli.

Minho memutar mata  dan menatap arah gadis yang telah ditatapnya beberapa saat yang lalu. Tapi Onew tampaknya masih dalam perjalanan ke arah gadis itu. Itu aneh. Sudah beberapa menit sejak dia meninggalkan mereka untuk pergi menemuinya. Mata Minho memeriksa dari arah mana Onew bergerak . Minho menggeleng kepala kesal. Dia sama sekali tidak terkejut saat menyadari bahwa Onew mengambil sisi-perjalanan memutar, melewati kelompok pemandu sorak sebelum langsung ke gadis itu.

Khas Onew.

Jjong tertawa.

Kepala Minho cepat berpaling kepadanya. dia mengangkat alis penuh tanya kepadanya.

Jjong mengangkat bahu. “Aku tidak sabar untuk melihat wajah Onew ketika dia tahu….”

“Tahu apa?” Tanya Minho bingung.

Dia menatap Jjong, memiringkan kepalanya ke samping.

Man, kita lihat baik-baik gadis itu.”

“Aku sudah melihat dia … menatap dengan baik-baik .”

“Ada perbedaan antara melihat dan mengamati .”

Minho mengerutkan kening pada apa yang Jjong coba katakan. Namun demikian, matanya kembali menatap gadis itu lagi. Kali ini mengamatinya , meskipun, mata mereka bertemu Minho tidak berpaling seperti tadi. Dia semakin penasaran.

Minho melihat matanya terbuka lebar saat mereka bertemu pandang, tapi gadis itu memalingkan muka dengan cepat. Beberapa saat dia kembali melihat ke arah Minho . Senyum manis …terkesan licik… keluar dari sudut bibirnya. Kemudian, ia menjulurkan lidahnya ke arah Minho sebelum berpaling lagi.

Rahang Minho benar-benar jatuh dalam kebingungan yang sesungguhnya

” App…apa-apaan ini. . . ? ” desisnya tak sadar

” Aku tahu,” kata Jjong sambil mengangguk seolah-olah dia bisa membaca apa yang ada di pikiran sahabatnya saat ini. “Dia melakukan make over cukup baik.”

Minho tidak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar tak bisa berkata-kata. Begitu banyak pikiran datang ke kepalanya.. dan dia … tidak tahu mana yang harus didengarkan.

“ Tuhan, gadis itu. . . gadis misterius yang semua orang ,bahkan diriku, telah amati… adalah Choi Sulli, sahabatku … dulu. Sebelumnya, aku ingin menutup semua mata yang menatapnya sehingga aku bisa menyimpannya untuk diri sendiri … itu adalah kata hatiku saat aku tidak tahu siapa dia. Sekarang setelah tahu , aku baru menyadari bahwa rasa posesif itu muncul begitu kuat karena dia adalah Choi Sulli. Dan sekarang aku lebih…lebih…lebih ingin berlari ke arahnya dan membenamkannya ke dalam kantongku supaya tidak terllihat oleh siapapun !!”

Minho mengepalkan tinjunya, menahan dorongan hati yang begitu kuat untuk melakukan apa yang diinginkannya.

Sulli Pov.

Aku bergerak-gerak gelisah di kursiku .

Mengapa orang-orang terus menatapku ??? aku tidak sedang melakukan tarian lucu di tengah stadion…. aku juga tidak berjalan dengan telanjang … Meskipun, aku merasa telanjang saat ini karena cara mereka menatapku. Maksudku, apakah mereka tidak tahu bahwa mereka menatapku dengan cara yang kasar?

Ya, aku punya pengalaman menjadi pusat perhatian di sekolah karena Minho. Dan sebagian besar tatapan mereka sama-sama “melotot”. Tapi cara mereka melihatku sekarang serasa sangat berbeda. Itu lebih seperti menyiratkan kekaguman dan rasa ingin tahu.

Aku mengerang.

Aku bilang pada eomma untuk tidak berlebihan memakaikan make-up sore tadi, sekarang aku merasa seperti badut. Dan rambutku ! Astaga, rambutku ! Eomma membuat rambutku menjadi sedikit ikal. Oke, memang tidak  buruk  . Aku tadi benar-benar merasa itu cukup lucu. Tapi ternyata tidak lucu sama sekali ! Aku menarik terlalu banyak perhatian. Aku sangat membenci perhatian.

Belum lagi, aku harus memakai kontak lensa. Eomma setengah memaksaku tadi. Jangan tanya bagaimana susah payahnya dia memaksaku untuk melepas kacamata dan memakai kontak lensa. Dia merayuku… mungkin setengah memohon kepadaku untuk melakukannya. Well, memang sejak lama eomma terobsesi untuk mendandaniku seperti boneka… dan aku tak bisa menolaknya, bukan ? Heyy… ini adalah kencan pertamaku, dan aku tahu eomma akan membuatnya menjadi hal terbaik dalam hidupku. Jadi aku terpaksa menyerah. Walaupun… yah, rasanya aneh di mataku ! Aku tidak bisa menjelaskan perasaan lain selain … rasanya aneh !!

Dan belum lagi pakaianku . Astaga, eommabenar-benar bersenang-senang dengan pakaianku . Dan dia tidak benar-benar puas denagn kreasinya. Dia harus menyeret ibunya Minho, yang secara berkolaborasi membuatku merasa seperti boneka Barbie. Satu hal yang pasti, mereka menikmati diri mereka sendiri.
Ketika eomma mengetahui bahwa aku diajak berkencan, dia sangat gembira. Ini semua gara-gara Jiyoung yang keceplosan bicara kepadanya. Begitu aku pulang sekolah Jumat kemarin, dia mengajakku pergi berbelanja Dia juga meminta ibunya Minho ikut dengan kami. Dia juga sama-sama bersemangat seperti ibuku. Mereka membelikan aku pakaian dan sepatu yang terbaik … bahkan mungkin jauh lebih baik dari baju natalku. Dan hebatnya dalam jumlah yang begitu banyak…. mungkin cukup untuk dipakai setahun ! Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana cara menyimpan benda-benda itu di lemariku , mengingat aku tidak akan benar-benar menggunakannya dengan sering. Maksudku…baju itu bukan benar-benar aku…

Well, Itu semua untuk gadis-gadis girly. Kau tahu bagaimana dandanan “girly” ? Semua blus dan rok yang pendek dengan aksesoris pink, berenda-renda… Ugh, aku benci renda !! Beberapa dari mereka membuatku gatal.

Berita baiknya, eomma tidak memaksaku untuk memakainya malam ini. Walaupun sedikit mengernyitkan wajah, eomma akhirnya mengangguk setuju dengan celana dan blus pilihanku. Aku juga memilih sepatu converse sederhana untuk padu padannya. Sungguh memusingkan menjadi girly…kalian tahu ?

Untungnya, Taemin tidak menyebar berita bahwa kami akan berkencan. Aku cukup malu dengan kenyataan bagaimana eomma dan ibunya Minho bereaksi saat mendengarnya. Anehnya, appa tampak baik-baik saja dengan itu. Padahal dia paling cerewet bila melihatku berpakaian aneh-aneh. Dia justru benar-benar tampak bahagia. Padahal jauh di dalam hatiku , aku berharap dia tidak setuju. Tapi harapan itu menguap ketika dia menatapku dan mengatakan “yeoppo !”

Mereka sudah pernah bertemu Taemin. Lagi pula , dia terus mengantar jemput … bolak-balik dari rumah ke sekolah. Dan mereka tak banyak bertanya tentang Taemin mungkin kesannya cukup bagus. Hanya Donghae oppa yang skeptis tentang dia . Itu membuatku bertanya-tanya apakah dia berbicara dengan Minho tentang Taemin.

Ketika Hae oppa bertemu Taemin suatu pagi dalam perjalanan kembali ke asramanya untuk kuliah, dia menjabat tangan Taemin, tersenyum sopan . Dia menggoda Taemin sedikit, tapi tak ada apa-apannya jika dibandingkan dengan cara dia menggoda Minho.

Ya, aku harus berhenti membandingkan hal-hal yang berhubungan Minho dan Taemin.

Lagi pula, aku benar-benar sadar diri dengan cara orang menatapku. Oh Ayolah…be confident !! Ketika aku meninggalkan rumah satu jam yang lalu, aku menyempatkan diri melihat ke cermin untuk terakhir kalinya. Dan aku ingat dengan jelas bahwa penampilanku tidak terlihat mengerikan.
Jika harus jujur aku mengagumi penampilanku . Baiklah, aku mungkin tidak terlihat seperti diriku yang biasa ..yang kutu buku dan nerd …. tapi aku menyukai caraku terlihat malam ini. Selain itu, ini adalah kencan pertama aku . Aku harus terlihat rapi bagaimanapun.

End of Pov

Entah muncul dari mana , Sulli melihat seorang anak kecil duduk di kursi tak jauh darinya . Mengagumkan, dia tampak begitu lucu dan menyenangkan. Sulli mendengar dia mengatakan sesuatu tentang tim lawan Maskot yang membuatnya tertawa tergelak.

Sulli kemudian melihat sekeliling, masih dengan tersenyum. Taemin dan Jiyoung pergi ke markas Galaxy Society untuk mengambil sesuatu. Dia sebenarnya ingin ikut dengan mereka tetapi Jiyoung bersikeras agar dia tinggal dengan alasan pertandingan akan segera dimulai. Sulli bersumpah dia mendengarnya bergumam sesuatu tentang komentar Minho kalau melihatku seperti ini. Aku tidak jelas dengan kata-katanya, tetapi aku berharap Minho akan melihatku dengan kagum… seperti mereka.

“ Hah ! Seolah-olah Minho akan sangat jatuh cinta denganku kalau dia melihatku berpakaian seperti seorang gadis girly. Jangan mimpi Choi Sulli !!”

Yacks…. Sulli ingin muntah saat menyadari itu.

Dia mendesah. Dia ingat cara Taemin menatapnya ketika melihatnya malam ini. Mulutnya menganga seperti yang sering dilakukan orang di film ketika mereka melihat sesuatu yang luar biasa. Sulli benci mengakuinya tapi dia agak merasa tersanjung. Rasanya seperti Taemin tidak bisa melepaskan pandangan mata darinya , yang itu semua sangat baru baginya.

.

Beberapa menit kemudian , Sulli melihat Minho menatapnya. Dia belum pernah melihatnya menatap seseorang seperti itu sebelumnya… apalagi menatap dirinya . Mata Sulli melebar, tapi dia cepat menundukkan wajahnya, mengabaikan jantungnya yang berdetak tak terkendali.

“ Baguslah di sini sangat berisik. Jika tidak, mungkin orang-orang di sampingku akan mendengar detak jantungku .Dengan cara dia menatapku; Aku berani memastikan bahwa dia tidak mengenaliku . Kemudian lagi, seingatku dia tidak pernah melihat orang seperti itu. Tapi dia menatapku seperti itu. Aku berharap aku bisa membaca pikirannya. “

Sulli mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan semua keberaniannya . Dia tidak boleh menyerah. Dia harus kuat dan tidak peduli. Bagaimanapun Minho tidak bisa mengenalinya dari penampilannya, bukan? Dengan pikiran itu, Sulli tersenyum… senyum evil-nya .. ke arah Minho. Dan kemudian, dia menjulurkan lidah padanya seperti yang biasanya dia lakukan ketika mereka masih berteman baik. Sulli ingin tahu apakah Minho bisa mengenalinya dengan cara begitu ?

Sulli tidak sabar untuk melihat reaksinya, tetapi karena dia terlalu takut akan kecewa dan kehilangan kepercayaan dirinya , Sulli cepat berpaling darinya.

Kesalahan besar.

Pada saat itu, Onew berjalan ke arahnya dengan senyum paling menggoda.

Dia tersenyum dengan senyum terbaik yang biasa digunakannya untuk gadis yang mempesona.

“Apakah kita pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya?” Tanyanya dengan suara rendah.

Dia jelas sedang berusaha menggodanya. Sulli terbengong… berkedip… menatap tak percaya.

“ Dia menggodaku? Onew  menggodaku ? Astaga, apa yang sedang terjadi dengan alam semesta? Apakah aku kehilangan berita bahwa ada panda bisa terbang juga? Sulit dipercaya… Onew tidak mengenaliku dari jarak sedekat ini ! Well, tetapi tampaknya akan sangat menyenangkan bermain-main dengan playboy yang satu ini…”

Sulli mengangkat bahu , memutuskan untuk sedikit mengerjainya. Bagaimanapun tidak setiap hari dia bisa mengerjai Onew.

“ Dia mungkin sedikit dungu kadang-kadang, tapi dia tetap saja salah satu pengganggu di Galaxy. Jika bukan karena Minho dan Jjong, aku akan menendangnya keluar sekarang. “

“Ya,”

Sulli menjawab pertanyaannya dengan tersenyum nakal padanya, sementara dia teringat kembali sebuah tempat dalam pembicaraannya dulu dengan Minho tentang tempat-tempat hang out tim basket galaxy, dan menyebutkannya.

“ Tetapi tempatnya terlalu ramai, itu sebabnya aku tidak pergi ke sana lagi.” Tambah Sulli

Onew mengangguk mengesankan. “Bagus. Aku Lee Jinki dan panggilanku Onew , by the way, ” Dia memperkenalkan diri, mengulurkan tangannya.

“ Ini sisi lain Onew, aku belum pernah melihat sebelumnya. Siapa sangka dia bisa bersikap sopan? Tapi aku tidak bodoh. Ini hanya sebuah cara untuk memikat hati seorang gadis. “

“Oke..,” kata Sulli, mengabaikan uluran tangannya.

Onew menunggunya untuk melanjutkan berkata-kata . Dan ketika dia melihat Sulli tidak berencana mengatakan apapun lagi, dia menurunkan tangannya dan berkata,

“Dan Kamu?”

Sulli membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tapi Jiyoung datang entah dari mana dan mengganggu obrolan mereka.

“Akhirnya ketemu juga kau , Sulli !” Dia menghela napas lega. “Taemin dan aku pikir kami kehilangan kamu.”

Taemin duduk di sisi Sulli Sementara Jiyoung duduk di sisi yang lain. Mereka menyadari Onew berdiri dengan mata meleber di depan Sulli .

“Jiyoung ?” Ujar Onew, kebingungan di wajahnya saat ia menatap Jiyoung . Dia berbalik ke Taemin dan mengatakan, “Lee Taemin ?”

Onew akhirnya berpaling kepada Sulli , dia tersentak.

“Choi Sulli ?”

“Bingo,” kata Sulli acuh tak acuh,. “Aku tahu kau akan menyadari kesalahanmu akhirnya, Jinki.”

Dia menatap Sulli cukup lama.

“Apakah kamu dioperasi wajah atau sesuatu semacam itu?” Tanyanya serius.

“Ya, aku telah menyia-nyiakan uang pada wajah palsu yang jelek seperti ini.” Sulli mendengus sinis.
Onew menarik dagunya, cemberut mendengar nada sarkasmenya .

“Siapa sangka kamu bisa benar-benar terlihat seperti ini … seperti benar-benar gadis ?” Katanya, dengan mengejek tetapi disertai rasa bersalah.

“Selama ini aku memang terlihat nerd di matamu yang kecil , tetapi terimakasih… ,” Sulli membalas, mengabaikan ejekannya “Aku baik-baik dengan penampilanku .”

“Hati-hati dengan kata-katamu , Sulli ,” ia memperingatkan dengan muram. “Tidak ada Minho di sini yang akan menghentikanku untuk menghinamu, juga.”

“Kau merasa aku menghinamu?” Sulli mengejeknya. “Mengagumkan, Kamu ternyata lebih cerdas dari yang kukira , Onew .”

Rahang Onew terkatup mengeras.

“Setidaknya aku tidak terlihat seperti kutu buku, Sulli .” suaranya tajam.

“Sulli tidak perlu Minho untuk melindunginya,” Taemin tiba-tiba menyela.

Onew berbalik ke arahnya. Taemin tampak serius, dan sedikit marah. Matanya berkilat.

“Tidak perlu Minho lagi , tidak akan pernah. Aku di sini. Dan aku tidak akan meninggalkan dia seperti yang dia lakukan kepadanya. ” tambahnya dingin .

Sulli tertegun.

Onew terkejut.

Ji Young terhenyak

“ Taemin. Aku merasa sangat bersalah. Dia tidak tahu keseluruhan cerita antara aku dan Minho. Aku adalah orang yang memaksa Minho meninggalkanku.”

Sulli merasa satu sudut hatinya sakit, tetapi satu sudut yang lain terusik dengan cara taemin melindunginya dari Onew. Dia merasa, tidak pernah melihat Taemin sedingin itu sebelumnya.

“Dude, Kamu tidak tahu siapa Minho,” Onew meludah, berdiri menatap lurus pada Taemin. “Jangan menipu diri sendiri dan merasa yakin bahwa kamu dapat menggantikan Minho dalam kehidupan Sulli ‘. Kau tidak seperti dia. “

“Tidak apa-apa,” jawab Taemin ringan. “Aku tidak punya rencana untuk menjadi seperti dia. Aku bisa melindungi Sulli dengan caraku sendiri. “

“Huh. Apa yang akan kau lakukan? ” Onew menatap skeptis. ” Merusak pendengaran Sulli dengan menyanyikan lagu-lagu dari berbagai pertunjukan yang kau nikmati ?”

“Onew .”

Sulli hampir melompat, menyadari kepanikan yang muncul dalam dirinya saat menyadari Minho tiba-tiba sudah ada di belakang mereka dan memecah ketegangan yang mulai menyala di antara Onew dan Taemin. Dia merasakan sesuatu yang aneh melilit di perutnya.

“Ayo,” kata Minho pada Onew. “Kita hanya punya sedikit waktu lagi untuk bermain, barangkali kamu sudah lupa. Kamu dapat bermain-main dengan dia nanti. “

Minho terkejut ketika matanya melihat ke arah Taemin. Dia mengangkat alis saat bertanya,”Bukankah kau seharusnya menonton pertunjukkan musik atau sesuatu yang lain?”

“Aku memutuskan untuk mencoba menonton basket,” jawab Taemin. Dia pura-pura tidak melihat kekasarannya.

Minho menyeringai. ” Well, jika kamu tidak dapat memahami permainan ini , Kamu dipersilakan untuk meninggalkan pertandingan ini…. kapan saja.”

Sulli mengepalkan tinjunya, merasa tidak senang dengan cara perlakuan tim galaxy pada Taemin. Walaupun Taemin pernah berkata tidak menyukai basket, itu tidak berarti dia tidak mendukung Galaxy. Dan Taemin ada di pertandingan ini karena mendukung Galaxy. Apakah tim Galaxy tidak menyadari itu ?

“ Ini aneh. Minho tidak biasanya sekasar ini pada siapapun. Maksudku, yeah, Taemin telah menyinggungnya di awal . Tapi saat bicara dengan seseorang, Minho tidak pernah menghinanya secara langsung . Dia dididik untuk menahan dan mengendalikan diri… tetapi dalam kasus Taemin, seolah-olah Minho tidak peduli jika ia terlalu jujur. Dan kejujurannya itu menyakiti seseorang.”

“Jangan khawatir, aku memiliki alasan khusus untuk tetap tinggal,” kata Taemin pelan. Dia menatap Sulli saat mengucapkan kata-kata itu .

Mata Minho mengerjap pada Sulli.

“Terserah,” katanya dingin.

Kemudian, dia berbalik tanpa kata lain. Onew menatap Taemin sejenak sebelum akhirnya mengikuti Minho.
Hanya satu pertanyaan tersisa dalam pikiran Sulli saat melihat punggung mereka bergerak menjauh.

“Apakah dia mengenaliku ? “

Bel berbunyi dan pertandingan dimulai.

Sulli melihat pertandingan dengan jantung berdenyut keras, beberapa kali dia meringis dan memejamkan mata melihat bagaimana tim lawan membuat tim Galaxy pontang-panting. Paruh pertama pertandingan, Minho mendapat lima lemparan bebas, semua masuk Tapi itu tidak membantu mereka untuk memimpin pertandingan..

Angka berada pada 42-69 ketika bel berbunyi menandakan bahwa babak pertama selesai, Tim lawan memimpin. Sepertinya sulit untuk Galaxy mencetak gol balasan untuk menyeimbangkan kedudukan. Hampir semua orang yang duduk di kursi penonton bergumam dan kehilangan harapan dalam memenangkan pertandingan, bahkan sepertinya anggota tim Galaxy sendiri.

Sulli melihat Minho adalah orang terakhir dalam tim yang meninggalkan arena pertandingan untuk pergi ke ruang ganti. Dia tampak lusuh dan lemas. Bagaimana tidak ? Dia sudah bermain baik sejak pertandingan dimulai. Dia tidak berhenti sekali pun untuk meminta pengganti. Bagaimanapun , ia bermain keras dan hasilnya di luar harapannya, tentu saja.

“Aku akan pergi ke toilet sebentar ,” kata Sulli pada Taemin dan Jiyoung, kemudian berdiri. “Aku akan segera kembali.”

“Apakah kau ingin aku ikut denganmu?” Tanya Jiyoung .

“Tidak, biar sendiri saja,” jawab Sulli sambil mengerutkan kening sedikit.

Sulli cepat-cepat pergi dan berjalan menelusuri lorong gedung . Ruangan di sana kosong, seperti yang diharapkannya. Dia mulai berjalan menuju ke ruang ganti anak laki-laki.

“ Oke, aku telah berbohong. Aku tidak pergi ke toilet. Aku ingin pergi melihat apakah Minho baik-baik saja. Aku tahu betapa dia benci merasa dikuasai oleh tim lain. Bahkan jika dia tidak menunjukkannya, ia tidak bisa menipuku.”

Sulli berhenti di depan pintu masuk ke ruang ganti anak laki-laki. Dia mengintip ke dalam, membuka pintu sedikit, cukup untuk mendengar percakapan di dalam. Dia mendengar Pelatih berteriak-teriak di sudut ruangan. Dia memang selalu berteriak. Jadi Sulli benar-benar tidak melihat perbedaan antara kebiasaannya berbicara di lapangan atau di tempat lain..

“Boys !” Teriaknya. “Aku tidak melihat siapa pun dari kalian yang bermain! Kapten kalian membiarkan dirinya dipermalukan hanya untuk mencetak satu gol ! Dan kalian membiarkan tim lawan melakukannya lagi dan lagi kepadanya. Kalian sudah menyerah , bahkan sebelum pertandingan dimulai !! Apakah itu cara kalian bermain basket? Apakah itu yang telah kalian pelajari dariku ? Kau diberi bakat dan dilatih untuk bermain dan menjadi pemain yang baik . Dan apakah ini cara kalian menghargai bakat itu? Ini sangat memalukan !! ”
Pelatih berhenti. Tidak ada yang berbicara.

Sulli mendengar Pelatih menarik napas  . Dia hampir melompat kaget ketika pelatih melanjutkan.

“Aku tidak peduli jika kalian kalah malam ini. Tapi aku sangat peduli jika melihat kalian kalah malam ini tanpa banyak berusaha untuk bermain ! Apa yang kalian lakukan tadi di luar sana? Itu bukanlah Basketball. Itu hanya para pengecut yang jelas-jelas berharap agar permainan berakhir! Sekarang, kalau kalian merasa diri laki-laki… ayo bangkit !! Buktikan kepadaku bahwa aku tidak membuat kesalahan telah memilih kalian berada di tim ini! Dan buktikan kepada semua orang bahwa kalian benar-benar layak untuk bermain olahraga sialan ini! “

Terdengar suara pintu di sisi yang mengarah ke arena terbanting.

Hening sejenak.

“Maaf, Minho.”

“Ya, maaf,” tambah yang  lain.

“Jangan minta maaf kepadaku,” kata Minho datar. “Minta maaf pada Pelatih. Dan jika kalian benar-benar menyesal, maka jangan berpikir tentang hasil pertandingan ini. Bermain dan bersenang-senanglah, bahkan jika kalian melihat tidak ada harapan. Pada akhirnya, orang yang tidak takut gagal-lah yang jadi pemenangnya. “

Hening.

“GALAXY fighting !!”

Suasana hening lagi. Sulli samar-samar mendengar gumaman dan suara tawa bergema.

“Satu – Dua – Tiga – GALAXY !”

Kemudian, ada suara langkah-langkah kaki meninggalkan ruangan. Sulli menunggu selama satu menit sebelum perlahan-lahan membuka pintu lebih lebar, menjulurkan kepalanya untuk mengintip dan menemukan ruangan kosong.

Sulli meringis menghirup bau keringat yang menyengat. Dia berjalan ke dalam, tersenyum dalam hati.

“ Minho benar-benar bisa meyakinkan semua orang beberapa waktu yang lalu. Aku sangat terkesan. Dia memang layak menjadi kapten .”

“Bisa saya bantu, nona ?”

Sulli melompat kaget, seketika berpaling ke arah suara, kekacauan mencengkeram hatinya. Dia melihat Minho mengangkat alis ke arahnya.

“Um, aku hanya … eh,” Sulli berhenti.

“ Bepikir, Sulli! Berpikir! Tunggu, dia memanggilku ‘nona’ ? Apakah itu berarti dia tidak mengenaliku ? Bagaimana dengan suaraku ? Apakah dia tidak menyadari itu, juga? Ayolah! Dia sudah mengenaliku selama belasan tahun. Bagaimana bisa dia tidak mengenaliku ?”

“Kau tahu, ini adalah ruang ganti anak laki-laki ‘, kan?”

Minho mengambil langkah ke arah Sulli. Secara naluriah Sulli melangkah mundur. Minho menatapnya seperti yang dia lakukan sebelumnya di stadion. Sulli merasa wajahnya memanas.

“Benarkah ?” Sulli bertanya, pura-pura tidak tahu.

Minho terus mengambil langkah-langkah lambat ke arahnya, membuat Sulli melangkah mundur lagi.

“Maafkan aku, kupikir ini adalah. . . ” Sulli terdiam, kemudian berbalik untuk pergi.

Dia tidak tahan lagi. Cara mata Minho menatapnya membuat dirinya gugup ! Dia tidak pernah melihat Minho menatap seseorang seperti itu …bahkan Krystal! Sulli tahu bagaimana cara dia memandang gadis yang menarik baginya. Dan ini bukan seperti itu… ini aneh !

” Tunggu…,” kata Minho.

Sulli berhenti berjalan saat kakinya hampir sampai ke pintu. Dia perlahan-lahan berbalik kembali menghadapnya..

“Kau terlihat begitu familiar ,” lanjutnya, mengamati wajah Sulli lebih saksama.

Minho berjalan semakin mendekat, kemudian mendesak Sulli ke dinding. Tangan kirinya menekan  pintu di belakang kepala Sulli , matanya menunduk menatap Sulli dengan menyelidik… membuat Sulli merinding.

bayangkan posisi mereka..kkk  🙂

.

Dari dekat, Sulli bisa melihat dia berkeringat. Tapi bukan jenis keringat yang tampak menjijikkan pada anak laki-laki. Tidak. Semacam berkeringat yang tampak begitu baik pada dirinya. Ujung rambut gelapnya basah di dahinya. Matanya. . . Sulli belum pernah melihat matanya sangat dekat seperti sekarang, bahkan lebih dekat dari saat Minho menatapnya di kamar mandinya dulu.

Mereka hanya berjarak beberapa inci , sementara hidung mereka hampir bersentuhan, membuat Sulli menunduk dan melihat bibirnya. Bibir yang terulir dengan sempurna.


” Apakah kau sedang menyimpan wajahku dalam memorimu…? “

Sulli terkesiap, mengingat malam ketika dia mengucapkan kata-kata yang sama persis.

“ Apakah dia mengatakan hal itu kepada semua gadis yang tertangkap basah sedang menatapnya? Ataukah dia sudah tahu bahwa aku Sulli ? “

Sulli juga teringat saat ketika Taemin mengajaknya kencan . Taemin juga begitu dekat tetapi Minho lebih dekat sekarang. Dan apa yang dia rasakan waktu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana Minho telah membuatnya gelisah sekarang.

“ Oh stop membandingkan mereka, Sulli ! Aku tahu. Aku benar-benar harus berhenti membandingkan mereka. “

“Kau pasti telah melihatku sebelumnya di bangku penonton,” Sulli mengangkat bahu, berusaha terlihat tak acuh.

“Ya, aku juga melihatmu menjulurkan lidah ke arahku.”

Kemudian, mata Minho terpaku pada bibir Sulli yang tergetar karena gugup.

“ Oh, gosh. Aku benar-benar merasa panas. Apakah ruangan ini beruap atau apa? “

“Paruh kedua akan dimulai,” Sulli berusaha mengalihkan. “Tim Galaxy membutuhkanmu, kau tahu…”

“ Dan aku butuh udara segar untuk bernafas” pikir Sulli.

Minho memiringkan kepalanya ke samping.

“Mereka akan bertahan hidup tanpaku,” katanya singkat , seolah-olah itu bukan masalah besar.

“ Ya, mereka akan bertahan hidup. Tapi aku tidak akan … tanpa udara! “

“Kau tahu, kau sungguh beruntung karena mereka telah pergi ,” gumam Minho . “Jika kau secara tidak sengaja memasuki ruangan ini dalam keadaan masih dipenuhi dengan anak laki-laki, apakah kau tahu bagaimana hal itu bisa merepotkanku ?”

Sulli mengerutkan kening. Dia berpikir bahwa itu hanya perasaannya saja. Dia pikir mendengar ketegangan dalam suara Minho . Rasanya seperti Minho mengalami kesulitan menyembunyikan apa yang sebenarnya dia rasakan. . . Namun, apa perasaan yang berusaha disembunyikannya ?

“Apa itu penting bagimu?” Sulli bertanya, dengan dagu terangkat menantang. ” Aku adalah satu-saunya orang yang akan menjadi repot. Bukan kau. Kau bahkan tidak mengenalku. “

Akhirnya Sulli memutuskan untuk menganggap bahwa Minho tidak mengenalnya.

” Apakah aku tidak mengenalmu ?” Minho bertanya-tanya setengah melamun, melihat jauh ke dalam mata Sulli.

“Apakah kau mengenalku ?”

Minho tertawa ringan. Suaranya bergema di dalam ruangan kosong itu Dia tampak geli. Meskipun, Sulli tidak mengerti apa yang menurutnya begitu lucu dalam situasi ini.Dan dia benar-benar tak bisa berpikir lebih bayak lagi. Minho begitu dekat sehingga Sulli merasa tidak bisa bernapas . Dia harus meninggalkan ruangan itu sebelum dia. . . meleleh.

“Eh, aku benar-benar harus pergi,” gumam Sulli . “Aku harus ……. “

Kata-katanya terhenti ketika perlahan kepala Minho mendekat. Sulli tak tahan lagi, dia menutup matanya dengan cemas. Dan jantungnya seperti berhenti berdetak ketika dia merasakan sebuah sentuhan hangat, lembut, dan basah di bibirnya. . .

Sulli Pov.

Dia menciumku.

Minho menciumku.

Orang yang aku jatuh cinta padanya . . . menciumku.

Apakah ini nyata? Atau ini hanya mimpi?

Aku tidak menyadari bahwa mataku tertutup sampai aku membukanya. Dengan liar aku melihat sekeliling.

Aku sendirian di ruang ganti anak laki-laki ‘.

Berapa lama aku diam di sini?

Jelas, cukup lama untuk bisa melamun bahwa Minho menciumku.

Sheesh. Sungguh parah !

Lihatlah ke mana lamunan telah membawaku terhanyut ?

Ini benar-benar gila !!

End. Of Pov.

Sulli mendesah dan menggeleng, berpikir bahwa itu hanya mimpi. Dia berbalik, membuka pintu yang mengarah ke lorong.

Saat sedang dalam perjalanan kembali ke gedung , tangannya naik ke bibir . Dia tidak berdaya membayangkan jika kejadian itu benar, bagaimana rasanya ? Itu membuat Sulli bertanya-tanya apakah akan terasa seperti itu . . .?

Sulli buru-buru menggelengkan kepalanya. Tidak ada alasan mengapa Minho ingin menciumnya.
Dia mengambil napas dalam-dalam.

“ Benar, bau keringat …bau ruang ganti anak laki-laki hanya membuatku pusing. Dan bahkan membuatku memiliki halusinasi yang konyol. Aku tidak akan pernah masuk ke dalam ruang ganti anak laki-laki ‘lagi.”

========TBC=========

.

Hahaha… Sulli melamunnya kebangetan, ya ??!!  😀

BTW terimakasih untuk semua komentarnya, mau meluangkan sedikit waktu kalian untuk menulis komentar  🙂  Aku benar-benar menghargainya.

Dan untuk yang nge-blog like… selalu ada cara untuk membuat kalian menjadi dekat denganku  haha…

Oke, 50 komentar lagi next part akan diposting. Minsul Jjang !!

Advertisements

66 thoughts on “THE Hunk NEXT door (19)

  1. cieee tetem..kata2nya sweet bnget.. cie cie yg mau kencan pertama cantik bnget,, aigooo… yeey! akhirnya sulli make over….!! hahaha onew dan minho kaget hahahhaa eh eh jadi itu hanya khayalan??? aihhhhh….

  2. Sulli akhirnya berubah jadi bidadari yg mampu menghipnotis semua orang,, termasuk dirinya sendiri yg g percaya akan perubahan y,,
    Duhh onew malu bget deh,,, g bisa liat cwek cantik hahhaha
    Jjong pinter bget,, langsung mengenali sulli,, apa jjong dikasih tau jiyoung??,
    Taemin so sweet dehhh hihihi
    Minho kini menyadari apa sikap over protektif ya pada sulli,, jika ia telah jatuh cinta pada sulli tanpa ia sadari,, huhu belum terlambat minho,, cepat nyatakan perasaan mu sama sulli,,
    Minho cium sulli beneran aap itu cuman halusinasi sulli??
    Tpi aku yakin itu benar2. Terjadi bukan hayalan sulli,, minho bener2 memiliki sulli,
    Kapan part selanjutnya thor?? G sabar,, Penasaran banget hehe

  3. Khayalannya itu loh sul bikin harap2 cemas 😂 pengen liat reaksi minho waktu tau sulli kencan sm taemin, yah walaupun sedikit ga rela tau sulli ga sm minho wkwk

  4. Omona , sulli aaahhhh akhirnya minho harus segera secepatnya sadar kalo dia suka sama sulli dan secepatnya putus sama krystal.

    Oenni fighting!

  5. Akhirnya ya ampun sull make over juga,,
    Lucu deh onew ga mengenali sulli malah mengodanya lebih dlu..
    Tapi jjong bner2 jeli ya matanya sampe2 bisa langsung ngenalin sulli..

    Astaga jadi itu cuma khayalan sulli aja ya,, aah ku kira itu nyata..
    Next chap eonni ditunggu
    Gomawo

  6. oooomg…itu bneran ya sih froggy cium sulli? no no no.pengen liat part slanjutnya thor…moga2 minho sbnernya fallin in love ke sulli bkan ke krystal….

  7. omona….!!!! sulli cantik banget ya…. bahkan semua orang kagak bisa ngenalin sulli. termasuk minho, padahal dulu itu mereka sahabatan udah bertahun-tahun, apa mungkin karena perubahan sulli yg begitu besar membuat minho kesusahan untuk mengenali sulli? untung aja jonghyun nyuruh minho untuk mengamati lebih detail lagi. dan hasilnya….!!! minho benar² kaget dengan penampilan sulli yg kaya’ gitu. bahkan dia terpesona saat pertama kali melihat penampilan sulli. ini singguh menyenangkan ! kekeke :v
    huhuhuhuhu ….. onew pasti malu tuh!! gimana gak malu kalau cewek cantik yg diajak kenalan itu adalah sulli yg notabenya si cewek kutu buku,kagak suka dandan dan dia merupakan mantan sahabat minho. sebuah kenyataan yg mengejutkan semua orang! termasuk aku. 🙂
    eommanya sulli dan eommanya minho benar² sukses merubah penampilan sulli menjadi seperti bidadari. hhehehehe 😀 sukses besar eomma….!!
    insiden minho nyium sulli itu hanyalah sebuah lamunan/khayalan/halusinasi/imajinasi doank? huuuuaaaa 😥 kiraain itu benar² terjadi ternyata sulli hanya melamun dan berkhayal doank. seketika aku langsung down mengetahui semua itu .

  8. Yeayyy akhirnya Ssul merubah penampilan juga. Yeppeo :*
    Waduuh, lamunan Ssul gila banget. Atau mungkin itu bener” Ming nyium Sulli tapi langsung kabur takut ditabok? Weleh..weleh, aku langsung next aja kalo gitu eomma. Penasaran banget 😀

  9. Akhir.y Sulli Make OVER.dan smw laki2 pada OVERdosis lht kecantikan kk gw,Termasuk minong.LOL
    bgmn perubhann.y bang?? Apkh itu memuaskn mu??aihh benar,si minong itu benar2 serakah mw memndng Sulli sndirian dn tak mw mmperlhtkn untuk orng lain krn kcntikan kk gw.hmm apakh ciuman tadi bwt si hati minong benar2 bergetar???Of course.hehhehehe TAEMIN mana TAEMIN???jdian sana sblum Minong bereaksi lg :D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s