THE hunk NEXT door (20)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Break Up

.

.

.

Minho mendrible bola dengan gerakan cepat, berkelit dari beberapa lawan yang berusaha memblokir gerakannya.

” MINHO ! MINHO ! MINHO!!”

Teriakan penonton di sisi Galaxy-an bergema di dalam stadion bagaikan suntikan adrenalin buat dirinya. Dua orang tiba-tiba merapat dan memblokirnya, setengah yakin Minho melompat dan mengarahkan tembakan ke ring.

Suara teriakan terhenti seiring melambungnya bola yang dilemparkan Minho ke arah ring basket. Waktu seakan terhenti bersamaan dengan nafas tertahan Galaxy-an. Sulli merasakan jantungnya berhenti berdetak saat melihat bagaimana benda bulat itu berputar di atas tangan-tangan yang berusaha meraihnya.

DUKK !

Bola terkena kayu penahan di atas ring, kemudian memantul, tetapi pantulannya tertahan oleh besi ring dan berputar sekitar tiga detik sebelum akhirnya bola masuk. Bertepatan dengan itu bunyi bel panjang sebagai tanda pertandingan berakhir berkumandang.

Sorak sorai dan teriakan orang-orang di stadion terdengar hampir memecahkan ruangan stadion. Suara itu membuat Sulli melompat dan berteriak bahagia. Dia merasakan jantungnya memompa dengan cepat. Itulah nikmatnya menonton pertandingan dan menikmati detik-detik kemenangan… saat seolah-olah tubuhnya merasakan darah yang mengalir deras dalam urat nadi dan jantung mengembalikan detak kehidupan dalam dirinya yang tadi sempat menghilang.

GALAXY MENANG !!

Skor akhir adalah 98-97. Itu adalah pertandingan menakjubkan yang sangat baik . Sebuah permainan gemilang karena dalam setengah babak Galaxy berhasil merebut ketinggalan poin bahkan kemudian mengungguli poin lawan, walaupun sangat tipis dan diperoleh di detik-detik terakhir. Sulli yakin, setelah pertandingan ini Minho akan menjadi legenda yang dibicarakan. Semacam pahlawan yang menembakkan peluru terakhirnya di saat-saat paling menentukan. Tanpa terasa matanya berkaca-kaca ketika melihat mantan sahabatnya itu berteriak dengan mengacungkan tinju ke atas, sementara anggota tim yang lain menubruk lalu memeluknya. Sulli tersenyum ketika Minho diangkat mengelilingi lapangan.

Minho Pov.

Aku benar-benar senang bahwa aku telah memberi kemenangan buat tim. Orang-orang tiba-tiba menubrukku, memelukku kemudian, mereka membawaku di atas bahunya. Euforia yang luar biasa !!

Setelah beberapa saat, mereka akhirnya menurunkanku. Aku belum bisa menyadari sepenuhnya ketika semua anggota tim berlari ke bangku panjang, menyelinap ke belakang pelatih yang masih terkesima dengan kemenangan kami. Aku benar-benar tak bisa memperingatkan pelatih ketika Onew dan Luhan membawa botol minuman mereka dan menuangkannya ke badan pelatih. Tentu saja ini membuat pelatih berteriak pada mereka. Tapi ia kemudian tertawa . Dan dalam sekejap terjadi perang air dalam tim kami. Pelatih sebagai sasaran pertama dari air mineral yang tersisa.

Aku memalingkan kepalaku dari mereka, menelusuri kerumunan penonton yang memanggil-manggil namaku. Namun yang kucari tidak ada. Ternyata, agak sulit mencari Sulli di tengah kerumunan penonton sekarang, terutama karena dia tidak mengenakan kacamata besarnya. Plus, hampir semua orang melompat-lompat kegirangan dan menghalangi pandanganku. Well, aku tidak bisa menyalahkan mereka.

Sungguh ajaib, aku benar-benar tidak bisa menemukannya di antara banyak orang itu. Tapi aku harus menemukannya, aku harus melihat bagaimana reaksinya. Entah mengapa, ada kebutuhan kuat dalam diriku untuk bisa melihat wajahnya. Walaupun hanya sekilas.

End of Pov

“Minho?”

Choi Minho mengedarkan pandangannya ke arah Galaxy-an sekali lagi. Bertanya-tanya tentang keberadaan Sulli.

“ Dimanakah Sulli sekarang ? Aku yakin melihatnya di sana duduk di antara Jiyoung dan Lee Taemin. Dia pasti akan memberi selamat padaku terlebih dahulu sebelum meninggalkan stadion. “

“Minho!”

Minho berbalik, mendengar namanya dipanggil. Dan diam-diam hatinya kecewa ketika melihat Krystal . Dia meletakkan tangannya di leher Minho dengan posesif.

“Apakah kau mendengarkanku ?” Tanyanya, cemberut.

“Ya?” Jawab Minho, sengaja menaikkan nada pada akhir kata dan membuatnya terdengar seperti pertanyaan.

“Beib…,” katanya, mulai tersenyum. “Selamat! Kau menang! “

Minho membalas senyumnya sekilas.

“Tim ini yang menang.”

Tiba-tiba, Krystal berjinjit di ujung kakinya dan mengejutkan Minho dengan ciuman yang cukup lama di bibirnya. Minho tidak membalas, berusaha menguasai rasa terkejutnya sebelum dia menghentikan “pertunjukkan” itu dengan halus.

“ Aku tidak tahu apa yang kuinginkan dari ciuman ini… yang pasti rasanya begitu hampa…hambar…. Aku tidak merasakan apa-apa.”

Minho melangkah mundur, ciuman Krystal tidak berarti apa-apa… walaupun, memang dia masih merasakan naluri laki-lakinya tergugah seperti setiap kali mencium Krystal. Tapi naluri itu adalah semacam naluri pria muda dengan hormon tinggi setiap bersentuhan dengan gadis cantik , tentu saja. Naluri yang normal bagi laki-laki sehat. Dia menyadari sesuatu yang mengusik hatinya dari dalam… sesuatu yag berasal jauh dari dalam benaknya.

“ Bagaimana mungkin aku merasa ciuman Krystal begitu membosankan setelah apa yang terjadi di antara kami ? Apalagi jika kubandingkan dengan ciumanku pada…” .

Minho tersentak di dalam dirinya. Telinganya menjadi panas saat mengingat apa yang telah terjadi antara dirinya dan Sulli, mantan sahabatnya.

Diakuinya , ya… diakuinya secara jujur .

Dia telah mencium Sulli.

Dia menciumnya di ruang ganti. Dan dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya karena telah melakukan hal seperti itu. Sebenarnya, dia tidak punya maksud sedikit pun untuk melakukannya. Semua terjadi begitu saja.

Ya, itu pasti karena instingnya. Seperti biasa, instingnya tidak pernah gagal mengenali sesuatu. Ketika dia mengikuti kata hatinya itu … biasanya itu adalah hal yang benar untuk dilikuti. Dan ternyata kejadian di ruang ganti itu telah menunjukkannya pada satu titik kebenaran.

Apa kebenaran yang ditemuinya setelah kejadian singkat di ruang ganti itu ? Apa lagi… selain kenyataan yang membuatnya menyadari bahwa telah terjadi sesuatu di dalam dirinya. Ciumannya dengan Sulli hanya sekilas sapuan bibir yang ringan tetapi . . .

Minho tak tahu kenapa walaupun itu hanya sekilas tetapi meninggalkan kesan sangat berbeda. Dan itu aneh … karena biasanya, ketika dia mencium seorang gadis, dia hanya merasa desakan nafsu saja. Tidak lebih.

Dengan Sulli ? Itu lebih dari nafsu… Ya, . itu memang menyimpan keinginan…nafsu … tetapi serasa begitu tepat… serasa begitu benar. Perasaan yang tak dimilikinya dengan gadis lainnya, bahkan dengan Krystal.

Minho bukan kekasih yang lurus, di luar Krystal… terlepas dari Krystal… apalagi di saat hubungan mereka buruk, dia suka bermain-main dengan beberapa gadis… sekedar iseng. Sekedar dorongan untuk mencari kebenaran … semua laki-laki di luar sana melakukan itu. Itu biasa bagi mereka. Pria tidak bisa keluar dari dorongan kodratnya… diperhatikan wanita dan memburu mereka. Selain itu, satu-satunya yang mendorongnya melakukan hal tersebut adalah rasa frustasi yang tak kunjung putus.

Sebuah ciuman biasanya dimulai dengan nafsu dan akan diakhiri dengan penyesalan dan menyalahkan diri sendiri. Dengan Sulli desakan nafsu pada awalnya, berakhir dengan perasaan nyaman… perasaan seperti kembali ke rumah… ke tengah-tengah orang yang disayang.

Sayang… itulah perasaan lebih yang dirasakannya untuk Sulli.

Dia tidak pernah membayangkan dalam hidupnya bahwa Sulli bisa membuatnya merasa seperti itu. Rasa posesif dan protektif dan semua bentuk mendominasi yang menggelikan. Dia ingin Sulli hanya untuk dirinya sendiri dan tidak untuk dibagi dengan orang lain.

“ Tuhan… ini adalah Sulli … Choi Sulli yang kumaksud.. Sahabatku … dulu. Aku tak pernah memandangnya lebih dari saudara. Jadi mengapa aku merasakan ini sekarang? Sial, mengapa aku bahkan merasa hal-hal konyol seperti ini? “

Minho mengerang saat merasa seolah-olah dia mendengar suara Sulli dalam pikirannya.

“ Ya, ini sangat jelas. Aku menyukainya lebih dari sebagai teman….”

“Minho, kenapa kau terus melamun?” Krystal bertanya tidak senang mengeluarkan Minho dari lamunannya.

“Aku hanya …..” Minho gelagapan, bingung.

“Simpan saja ceritamu untuk nanti,” Krystal memotong, “Sekarang, kau perlu mandi dan menyegarkan diri. Dan kemudian, kita bisa bicara. “

Minho mengangkat alis, saat sekilas dia melihat gerakan Sulli yang sedang berjalan di antara penonton. Jantungnya tiba-tiba berdenyut cepat…. tepat seperti apa yang dirasakannya tadi setelah meninggalkannya dalam keadaan mata tertutup. Denyut yang terus memompa di dalam dirinya … yang mendorongnya untuk bergerak dan bergerak. Denyut yang menyuntikkan ribuan watt semangat mengaliri tubuhnya. Dan dia yakin kemenangannya kali ini salah satunya karena itu.

“ Ya ampun. Krystal semakin hari terdengar semakin seperti ibuku yang suka mengatur dan memerintahku. Well, Sulli juga suka memerintahku lebih dan lebih bahkan. Tetapi mereka berbeda… Krystal terlalu menuntut… bahkan Ibuku tidak pernah menuntutku seperti yang dilakukannya. . Dan cara Sulli menuntut itu lucu , terutama ketika …ketika dia terihat kesal tetapi tak tahu bagaimana mengeluarkan kekesalannya. “

Minho menghela nafas, membuang kekecewaannya ketika sosok Sulli menghilang di antara keramaian. Jarak mereka terlalu jauh, dan dengan Krystal di sisinya dia tak mungkin berteriak memanggil nama gadis itu.

“MAN!” Teriak Onew tiba-tiba, sambil membenturkan bahunya ke bahu Minho.

“KITA MENANG! KITA !!!” tangannya mengepal di depan dadanya., “MENANG, MAN!

Minho tersenyum miring. “Masih ada Pertandingan tingkat Propinsi, Onew.”

“Ya, tapi tetap saja, KITA TAK TERKALAHKAN!” Tambahnya.

Minho tertawa. “Di mana Jjong?”

“Oh, orang itu,” kata Onew, sambil menggeleng , “Dia buru-buru pergi mandi untuk bisa bertemu dengan tersayang-nya sebelum ikut dengan kami ke pesta di rumah Krystal.”

Minho mengangguk. Dia memutuskan untuk mencari Sulli nanti. Ada banyak waktu untuk itu. Selain itu, Sulli adalah tetangganya, jadi dia bisa mendatanginya kapan pun dia mau. Dia akhirnya berjalan dengan Onew menuju ruang ganti, dan beberapa kali harus berhenti untuk menerima ucapan selamat yang mengalir seperti tiada henti..

Setengah jam kemudian,

Minho mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, kemudian melemparkan handuk tersebut ke kotak tempat handuk. Dengan gerakan santai dia mengibas-ngibas rambutnya untuk mempercepat proses pengeringannya. Badannya terasa segar sekarang, walaupun rasa sakit masih tersisa di otot-ototnya… itu sudah biasa… yang terpenting badannya sudah tidak berbau keringat dan debu lagi.

Minho meraih baju dan memakainya. Kemudian dengan santai dia memakai jeans dan sepatu ketsnya, dan memasukkan lengannya di lengan jaket jersey kesayangannya, meraih tas olahraga dalam perjalanan keluar dar i ruang ganti.

Dia berpikir bahwa Onew dan Jjong sedang menunggunya di luar lorong. Sehingga dia terkejut saat melihat Sulli ada di sana… dan bukan mereka.

“Minho ! Minho, bisakah aku mengganggu waktumu sebentar untuk sebuah wawancara?” Tanyanya, Kedengarannya terlalu formal dan tidak ada sepatah pun ucapan selamat. Jelas Minho kecewa.

“Wow,” kata Minho, merasa heran karena kata-kata Sulli seperti menyiratkan seolah-olah dia baru saja melihatnya. Padahal tentu saja, ini bukan pertama kalinya mereka bertemu di tempat sama..

Minho tersenyum, melangkah mendekatinya dan mempelajari reaksinya saat jaraknya lebih dekat dengannya.

“ Sepertinya kehadiranku tidak menimbulkan pengaruh apapun buat Sulli …kenapa? Aku jela singat telah menciumnya. Aku juga ingat dia menjadi gelisah di dalam satu ruangan denganku.”

Sebetulnya ketika di ruang ganti , saat dia melihat Sulli berdiri gugup untuk menjawab pertanyannya. Saat dia melihat Sulli mulai panik dan gelisah ketika dia menghampirinya dan mendesaknya ke pintu… Saat itu membuatnya berpikir… atau berharap … bahwa Sulli sebenarnya telah berbohong kepadanya waktu mengatakan bahwa dia tidak benar-benar mencintainya, pada malam natal itu.

Minho sesungguhnya merasa sangat sedih dan kecewa dengan pengakuan Sulli… pada malam Natal kemarin. Tapi dia menerima keputusannya, berpura-pura percaya padanya…. ya, Minho akan melakukannya jika itu adalah yang diperlukan Sulli untuk merasa nyaman di dekatnya. Dia malam itu hampir berharap bahwa Sulli berbohong kepadanya tentang perasaannya. Waktu itu Minho hampir berkata bahwa dia tidak percaya padanya. Untunglah dia tidak melakukannya…. tetapi…

“ Tunggu. ..Apakah itu berarti aku menyukainya ….bahkan sebelum ciuman tadi ? Tapi sejak kapan aku sadar bahwa aku mulai menyukainya lebih dari sekadar teman?

Bagaimanapun, kenapa dia sekarang bertindak seolah tidak ada yang terjadi di ruang ganti tadi ? “

Minho teringat bahwa dia telah meninggalkan Sulli saat matanya masi htertutup. Minho pergi karena sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukannya pada Sulli.

“ Aish… , aku mencium Sulli. Tentu saja,aku terkejut. “

Minho memiringkan kepala ke samping, menatap Sulli lekat-lekat .Perlahan-lahan menyadari kalau Sulli tidak akan mempercayai sesuatu dengan begitu saja jika tidak memastikan terlebih dahulu bahwa hal tersebut benar dan pasti.

“ Jadi kemungkinan besar. .. Sulli mungkin berpikir bahwa ciuman itu tidak terjadi sama sekali.. Bahwa itu tak pernah terjadi di antara kami.”

Pikiran itu entah membuat Minho lega ataukah kecewa.Bagaimana pun dia telah mencuri ciuman pertama Sulli dan dia tak kepikiran mengapa Sulli bisa beranggapan bahwa itu tidak terjadi. Aneh bukan ?

“Kau berpakaian seperti ini hanya untuk wawancara ini?”

Minho bertanya penasaran dan sedikit berharap kalau Sulli akan meng-iya-kan. Dia sudah bertanya-tanya tentang hal itu sesaat setelah mengetahui bahwagadis misterius yang menarik perhatiannya itu adalah dia. Tentu saja apa alasannya untuk berdandan seperti ini? Bukankah alasan satu-satunya Sulli hadir di pertandingan ini adalah dirinya dan tim basketnya ? Dan di antara tim basket Galaxy, Sulli hanya mengenal dirinya… Dan lebih dari itu, diam-diam di dalam hatinya… atas desakan rasa posesif dan ke-aku-anny adia tidak ingin siapa pun memandang Sulli seperti cara dirinya menatapnya. Merasakan seperti apa yang dirasakannya pada Sulli. Dia hanya miliknya. TITIK !!

Sulli tersipu.

“Tidak. Sebenarnya, aku punya….kencan setelah ini , “dia menjawab, suaranya terdengar ragu saat mengucapkan kata “kencan”.
Minho membeku. Jantungnya berhenti berdetak.

“ Dia mau kencan? Sulli mau kencan dengan laki-laki yang pastinya adalah seorang remaja dengan hormon yang menggelora ? Ini adalah kencan pertamanya. Dia tak punya pengetahuan dan pengalaman apa pun tentang itu ! Bagaimana jika Si tolol itu mencoba untuk mencari kesempatan dan … menyentuhnya ? Damn !! Aku mungkin akan membunuh orang itu. Siapakah sebenarnya teman kencannya ? Apakah Si Lee Taemin itu ? Kalau benar, aku menyesal kenapa tidak sejak dulu membiarkan Onew mencincang tubuhnya agar menghilang dari peredarannya di seputar Sulli !”

Minho menarik nafas panjang, mencoba mengontrol desakan emosinya untuk mengguncang tubuh Sulli dan mengingatkannya bahwa dia berada dalam bahaya. Itu emosi yang mengejutkan. Namun setidaknya, sekarang Minho menyadari bahwa itu bukan perasaan persaudaraan lagi… seperti yang pernah dikiranya dulu. Sama sekali bukan !! Ini lebih dari itu !!

Minho berhasil tersenyum untuk menyembunyikan pikiran iblis yang mulai mengotori otaknya. Menyamarkan kemarahan yang melonjak-lonjak dalam dadanya.

“Choi Sulli mau berkencan? WOW ! ” Kata Minho dengan nada menggoda. “Siapa orang yang mencuri kencan pertamamu ?”

“Taemin,” jawabnya pelan.

DEG !!

Rahang Minho terkatup … mengeras… ketika Sulli menyebutkan nama itu. Disudut matanya, dia melihat sosok yang sedang menunggu di ujung lorong. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah Lee Taemin.

“Hei, aku orang yang seharusnya memberikan pertanyaan di sini,” protes Sulli. “Bukan kau, Fighter !.”

Minho menarik nafas panjang dua kali. Mencoba meredam rasa marah yang tiba-tiba menyulut dalam darahnya.

“Fighter?” Minho memandang padanya, bingung.

“Ya,” Sulli mengangguk kesal. “Kau Minho… adalah sosok lain Song Minho si petarung di lapang basket. Jadi kau seorang fighter , “tambahnya serius. (Song Minho adalah juara bela diri terkenal di Korea)

Minho tertawa melihatnya. Cara Sulli mengatakan hal tersebut dengan serius terlihat lucu di matanya. Berbeda sekali kalau dia melihat Krystal marah, hatinya hanya akan meluapkan kemarahan yang setimpal.

“Apakah kau berusaha memujiku ?”

“Tidak, seharusnya aku membuatmu menangis.” Jawab Sulli ketus.

Setelah itu, dia menjulurkan lidahnya pada Minho seperti anak kecil.

Minho tersenyum.

“ Dia masih sama, tidak peduli penampilannya seperti apapun…”

“Aku lebih menyukai penampilanmu dengan kaca matamu, Sulli..,”

Minho mengungkapkan kata hatinya dengan jujur, saat tangannya terulur dan menyelipkan seuntai rambut ikal Sulli ke belakang telingany

“….Dan tanpa make-up,” dia menambahkan dengan suara yang lebih tenang.

“ Dengan begitu, aku adalah satu-satunya laki-laki yang dapat melihat kecantikan sejati-mu…”.

Sulli tersipu, wajahnya berubah merah dalam sekejap, membuat Minho tersenyum lebar.

“Dengar,” Minho memulai, memasukkan tangan ke dalam saku jaketnya, berusaha menahan dorongan hatinya untuk menyentuhnya lebih lama “kita dapat melakukan wawancara nanti….” Minho mengangkat bahu. “…Selain itu, teman kencanmu menunggumu,” dia menambahkan, mengangguk ke arah sosok Lee yang tidak jauh dari mereka.

“Aku tidak ingin menjadi hambatan pada malam berhargamu. Bersenang-senanglah, Sulli..”

Setelah berkata begitu, Minho pergi. Merasa takjub dengan kepiawaiannya sendiri yang bisa menekan desakan hatinya sampai bagian paling dasar, berkata dengan kalimat paling wajar, dan nada yang demikian normal. Woah !! Bagi Minho melakukan itu lebih sulit dari melakukan tembakan terakhir dalam pertandingan tadi.

Minho menghentikan langkahnya ketika berada di depan Taemin. Dia menyipitkan matanya, menatapnya dari atas sampai bawah. Menoleh sedikit untuk melihat Sulli lewat bahunya…Sulli yang sedang berjalan menuju mereka. Minho melirik Lee Taemin, menggunakan matanya yang setajam laser untuk mengungkapkan ancaman padanya sementara wajahnya menunjukkan ketenangan total.

   

“Jika kau berani melakukan sesuatu apapun padanya,…” kata Minho pelan sehingga Sulli tidak akan mendengar. Suaranya terdengar tenang tetapi tajam menukik. “Aku bersumpah, kau akan menyesali telah dilahirkan ke dunia ini !”

Minho tidak menunggu jawabannya. Dia berjalan pergi sebelum melakukan sesuatu yang akan disesalinya nanti. Dia pergi ke tempat parkir, berharap untuk melihat Onew dan Jjong. Untunglah mereka ada di sana. Dia tidak berpikir akan sanggup mengendalikan diri beberapa langkah lagi…

Minho mengerang saat dia bersandar di belakang mobil Onew.

“Chingu , kau baik-baik saja?” Tanya Onew di sampingnya.

“Mengapa tidak ?” Jawab Minho tak acuh. ” Kita sudah menang , bukan?”

“Ya, kita memang menang. Tapi, mengapa kau tampak marah-marah seperti kapten lawan ? “

Minho melemparkan tatapan berkilat tajam ke arahnya..

“Oke, maaf,” Onew meminta maaf; tangannya di udara… defensif. ” Buka nlelucon yang bagus., ya ?”

Minho terdiam dan menunggu beberapa saat. Lalu, dia mendesah.

“Aku harus melakukan sesuatu yang seharusnya sudah kulakukan sejak lama,” Minho berkata kepada mereka. “Temui aku di sini dalam lima menit. ..tidak…sepuluh menit .

Setelah berkata begitu, Minho mulai berjalan pergi.

“Aku cukup yakin memukuli Lee Taemin akan memakan waktu lebih dari sepuluh menit,” Onew berkata dengan lebih santai. “Kau mau aku membantumu ?”

Minho berhenti, melihat ke arah Onew kemudian ke Jjong.

“Jiyoung bercerita tentang kencan Sulli dan Lee ,” Jjong mengaku.

” Tak ada gunanya memukul dia sekarang,” kata Minho, menjawab pernyataan Onew.

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan memberitahu kalian nanti.”

Dan Minho terus berjalan menuju sekolah. Dia tidak berhenti berjalan sampai ke ruang ganti cewek. Dia menunggu di luar… menunggu Krystal.

Minho bersandar di dinding yang menghadap pintu, lalu dia menunduk dengan tangan terkepal di dalam saku jaketnya. Pikirannya melayang pada Sulli, mempertanyakan ke manakah mereka pergi berkencan sekarang. Dia harus bisa menahan diri dari keinginannya untuk merusak kencannya

dengan anak pindahan itu. Pilihan yang cukup sulit untuk dilakukan…terutama karena dia benar-benar tidak mempercayai orang itu.

Minho mendengar pintu berderit terbuka.

“Dia bahkan tidak cantik.”

“Aku tahu! Aku tidak mengerti bagaimana dia mendapat perhatian semua orang. “

Minho mendongak dan melihatYuri dan Luna saling berbicara. Krystal ada di belakang mereka. Dia cepat-cepat tersenyum saat melihat Minho.

“Hei, beib..,” katanya sambil mengaitkan tangannya pada tangan Minho .

“Kau siap untuk pergi ke pesta di tempatku ?”

Minho tidak bisa menjawab karena terlalu terganggu oleh percakapan Yuri dan Luna.

“Jadi, siapa dia?” Tanya Luna sambil mengibaskan rambutnya.

“Aku tak tahu,” Yuri mengangkat bahu. “Seorang siswa baru, mungkin? Aku melihatnya datang ke sini dengan Taemin. OMG! Dia mungkin pacar Taemin! “Tambahnya, matanya terbelalak.

Luna tersentak. “Tidak mungkin… demi apapun !”

“Dia Choi Sulli, kalian tahu ?” tanya Minho langsung. Dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Mereka memperbincangkan Sulli dengan kalimat dibesar-besarkan.

Mereka menatap Minho seolah-olah dia gila. .

“Itu lelucon yang bagus, Minho,” kata Krystal mendengus.

“Kenapa aku bercanda tentang hal seperti itu?” Minho bertanya padanya tak kalah serius, dengan alis terangkat.

Dia tidak menjawab. Dia terus menatap Minho. Yuri kemudian memecah kesunyian.

“Wow,” katanya, mulutny amembentuk lingkaran. “Berapa biayanya, ya ?” Yuri menambahkan ditujukan kepada Minho

“Biaya ? Apa maksudmu?”

“Kau tahu,” Luna meluruskan sambil tertawa , memutar matanya, “operasi plastik di wajahnya?”

Rahang Minho mengeras “Wajahnya jauh lebih alami daripada wajah kalian berdua, bahkan jauh lebih cantik bila dibandingkan dengan paduan wajah kalian berdua.,” jawab Minho dingin.

Minho sebetulnya tidak bermaksud kasar. Mereka masih remaja yang labil ,bagaimana pun. Tapi dia tidak bisa membiarkan mereka merendahkan Sulli seperti itu. Selain itu, apa yang dia katakan benar. . Yuri menurut Krystal telah pernah dioperasi hidung dan Luna telah mengangka tgaris matanya. Minho tidak benar-benar mengerti mengapa mereka harus melakukan itu padahal masih di SMA. Tapi, well … pemikiran gadis adalah sebuah misteri bagi dirinya…dan dia tak mau pusing-pusing memikirkannya.

“Huh,” gumam Yuri, jelas terluka oleh apa yang Minho katakan. “Itu pasti salah satu tipuan dari make-up, kalau begitu.”

Minho mulai merasa bosan dengan percakapan tak berujung pangkal itu. Berbicara dengan mereka benar-benar tidak masuk akal, dan dia menjadi sangat bosan. Karenanya, dia berpaling ke Krystal.

“Krystal, bisa kita bicara?”

Krystal menatap Minho sejenak sebelum mengangguk. Dia melirik Yuri dan Luna, membuat merek ameninggalkan mereka berdua.

“Bicara tentang apa?” Krystal akhirnya bertanya ketika gadis-gadis itu menghilang dari pandangan.

“Kita. ” jawab Minho datar.

“Maaf?”

Minho mendesah. “Krystal, aku ingin putus denganmu . Benar-benar putus.”

Ini mungkin terlalu enteng, tetapi memang itulah yang dirasakan Minho setelah mengucapkannya… seolah-olah beban hatinya terangkat. Minho tidak akan menyangkal bahwa dibanding gadis yang pernah dikencaninya, beberapa bulan pertama dengan Krystal merupakan kebersamaan yang hebat. Tapi hubungan itu telah berakhir. Salah satu dari merek aharus mengakui kenyataan itu.Dan Minho-lah yang melakukannya.

” Ap… Apa?” Serunya kaget. “Tapi. ..kenapa? “

“Kau tahu kenapa,” kataku. “Hubungan kita tak akan pernah berhasil.”

“Itu karena kamu tidak pernah berupaya membuatnya berhasil,” tuduhnya.

“Aku telah mencobanya….selama lebih dari dua bulan,” jawab Minho jujur. “Kupikir sudah waktunya untuk menghadapi kenyataan bahwa kita telah mencapai titik akhir dari hubungan ini.”

Krystal menggeleng tak percaya .

“Itu bukan alasan yang cukup baik untuk putus , Minho.”

Minho mendesah putus asa.

“Apa yang ingin kukatakan adalah…bahwa aku lelah dengan semua pertengkaran dan adu argumen di antara kita ? Dan bahwa kau menghilangkan rasa hormatku padamu saat kamu membuatku memilih antara kamu dan sahabatku ? “

Minho menyadari sekali , putus dengan seseorang bukanla hhal yang mudah untuk dilakukan. Akan dating konfrontasi, pencarian alasan, kebenaran, dan tentu saja patah hati. Itulah sebabnya orang-orang yang jatuh cint aadalah pecundang, pada saat-saat sepert iini.

“Tapi kau memilihku, bukan?” Krystal bertanya dengan suara berbisik. Dia tampak seperti berusaha menahan air mata. “Itu pasti berarti sesuatu bagimu .”

Di sinilah kebenaran harus diungkapkan.

“Aku tidak pernah membuat pilihan, Krystal,” kata Minho pelan. “Sulli yang membuat pilihan itu untukku.”

Krystal tertawa getir. “Luar biasa.”

“Maafkan aku.” Kata Minho dengan kesungguhan hatinya.

“Maaf untuk apa…. menghancurkan hatiku?”

Minho menatapnya penuh tanda tanya.

“Ya, Minho,” Krystal meradang ,” Kukira aku telah membuat kesalahan karena telah sanga ttergila-gila kepadamu.”

Minho terdiam.

“Katakan saja satu hal,” Krystal melanjutkan, dan Minho menatapnya. Matanya menyipit, saat ia menambahkan,”Apakah Si kutu buku itu bagian dari alasan mengapa kau ingin putus denganku ?”

Minho masih tidak menjawab, dia memilih untuk tidak berbicara untuk sementara waktu, sampai emosi Krystal mereda..

” Dia punya nama, Krystal. Dan ini tidak sepenuhnya tentang dia.”

“Ugh,” Krystal mengerang. “Jangan bilang kau jatuh cinta padanya.”

“Aku tidak.” Jawab Minho datar

“ Setidaknya kau tidak berbuat sebodoh itu !” Krystal mendengus marah.

“ Aku mencintai Sulli… aku tahu bahwa aku punya perasaan spesial kepadanya. Dan aku yakin bahwa aku cukup tergila-gila padanya. Satu-satunya yang membuatku tidak yakin adalah alasan mengapa aku jatuh cinta padanya. “

Ada perbedaan antara mencintai seseorang dan jatuh cinta dengan seseorang. Minho belum pernah jatuh cinta pada siapa pun dalam hidupnya. Jadi dia tidak tahu seperti apa rasanya, atau bagaimana membedakan keduanya.

“Tapi kupikir … aku mulai mencintainya ,” Minho menambahkan.

Krystal menyeka air mata yang mulai menetes di pipinya.

“Kita masih bisa….” Minho mulai menawarkan sesuatu tapi dipotong Krystal.

“Jangan berani menyelesaikan kalimat itu !” ancamnya, tangannya melayang ke arah wajah Minho.

Tangan Minho terangkat untuk menangkis serangannya. Ini bukan kali pertama dia diserang oleh Krystal setelah kata-kata putus terlontar dari mulutnya. Dan seolah bisa membaca pikirannya Krystal memantulkan kalimat sama yang dulu pernah diucapkan Minho saat pertama kali mereka putus.

“Seolah-olah kita masih bisa berteman ?” maki Krystal.

“Itu mungkin.”

“Mungkin…,” gumamnya dengan terisak ,”Tapi tidak untuk saat ini,” tambahnya sebelum berbalik pergi, tapi kemudian dia berhenti melihat ke arah Minho. “Kau masih diundang ke pesta, bagaimana pun.”

“Kupikir aku akan melewatkannya ,” kata Minho , tersenyum sedikit. ” ngomong-ngomong… Terima kasih.”

Krystal hanya mengangkat bahu dan pergi. Ia berfikir ini adalah periode putus-nyambung yang lain dalam hubungan mereka. Dia yakin paling lama seminggu setelah break-up, Minho akan kembali lagi kepadanya.

==========TBC===========

Hai..hai… ternyata kejadian di ruang ganti itu bukan ilusi atau halusinasi Sulli !!  YEAY !!!!

Hmmm….. kira-kira akan terjadi apa setelah ini ??

Mungkin dibutuhkan 50 komentar untuk melanjutkan ceritanya 😀

Maksa ya… tapi kalian juga mau baca kelanjutannya , kan ? Hahaha…jadi kita impas !!

Trims untuk komentarnya dan juga blog like-nya… maaf tidak diabsen satu-satu.

Do you believe ini MINSUL ?? If yes, please leave a comment here 🙂

Advertisements

75 thoughts on “THE hunk NEXT door (20)

  1. Wah eonni bisa aja buat reader ngenes hehe. Yeey itu bukan ilusi.
    Ih si krystal pd banget bahwa mereka akan nyambung lagi.
    Minho strong, dan gentle. Tapi kalau dikehidupan nyata yang putus hubungan karena ada pihak lain itu tidak baik. Tapi dalam kasus ini alasannya utamanya bukan hanya itu, bahkan sebelum alasan yang satu itu ada kata putus sudah pernah terucap.
    Lanjut eon

  2. Onnie wahhh bener bener seruu gimana nanti yaa apa minho bakalan balikan sama kristall lagi semoga aja gak .. tapi kasiann taemin kalo gituu hehhe sulli itu bukan ilusi berarti minho mungkin bakalan ngejar ngejar sulli aduhh udah gak sabar sama kelanjutannyaa semangat onnie

  3. aaa minho akhirnya nyadar juga dia suka sama sulli!!,dan minho cium sulli itu bukan ilusi aaa seneng banget semoga cepet cepet deket lagiii,penasaran juga kencan taemin sama sulli gimana??😁😁

  4. Akhirnya minho krystal putus dan sulli udah jadi cantik yeayyy, tapi part ini kurang panjang eon dan gak ada minsul momennya :(((((( lanjut eon secepatnya dong huhu penasran nih

  5. WOW! Makin seruuuuuu aja nie..
    Dan akhirnya minho mengakui perasaannya kepada kristal bahhhhwa dia mencintai sulli.. dan minho bru menyadari itu setelah sulli make over..
    dan akhirnya minho memutuskan kristal..
    WOW minho mencium sulli beneran kan itu bukan halusinasi sulli..
    kira2 apa ya rencana minho tuk menggagalkan kencan sulli dan taemin?
    apa mminho akan mengikuti sulli dan taemin dan menawasi kencan y..,??

  6. aaaaaaaaaa sudah kuduga itu bukan ilusi kya kyaaaa ada yg ngakuin perasaannya nih.. huftt akhirnya minstal putus hahaha xD auuuhhh minong cemburuuuuuuuuuu~~ uuuuuuuu ><

  7. wuaahh,ternyata kisseu itu bukan halusinasi sulli ^_^, daan akhirnya Minho menyadari perasaan nya ke sulli…
    penasaran sama lanjutan nyaa…. Author Fightiing… 😀

  8. Oh my god!!! Aku piker Minho gak tau kalau cewek yang datang pas di ruang ganti itu Sulli ternyata.. Kyaaaa…. Seneng banget hubungan mereka ada kemajuan (dengan Minho yang sadar dengan perasaannya dan putus dengan Krystal). Krystal masih berharap? Kasian juga ngeliat dia mempertahnin Minho 😦 Di tunggu kelanjutannya ya thor… Author fighting!

  9. Tuhkan bener, minho bener2 mencium sulli dan dia akhirnya minho sadar jika perasaannya untuk sulli lebih dari sekedar sahabat,,,,
    Semoga dgn sadar ya minho dan putus y ia dgn krystal bisa menyatukan minsul lagiii,,,
    Aku jadi kepikiran kalo rencananya eomma sulli dan minho mendandani sulli ini semata2 bukan karena sulli mau kencan tetapi untuk menyadarkan minho betapa cantik y seorang choi sulli dan jgn2 sebenernya ortu minho dan sulli sudah berencana tuk menjodohkan mereka,, klo emang itu rencananya aku setujuui thor,,,
    Hwaiting thor,

  10. Omoo omooo jadi si oppa ini bneran cium sulli yaa,, aahh seneng nya ada kemajuan..

    Yaah akhir nya mereka putus juga,, semoga aja setelah ini hubungan minsul bnyak kemajuannya.
    Dan Minho menyadari bahwa perasaannya terhadap sulli itu lebih dari seorg sahabat..
    Next part eboni, gomawo

  11. Uwoooo minho minho minho, kau benar-benar pria sejati 😀 disaat saat minho udah sadar, sulli nya sama taemin kkk. Sekedar memberi pelajaran kepada minho. Fightiiiinnnggg

  12. eh ternyata beneran minho oppa nyium sulli eonni,bagus deh kalo gitu! 😀
    huaaaaaa akhirnya moment yang ditunggu2 ada di part ini! :* 😀
    gitu donk minho oppa dari dulu kek pekanya! :* 😀

  13. minhoooo…..!!! kau benar² hebat! tembakanmu benar² keren….!!!! kau memang pantas menjadi kapten. usaha dan kerja kerasmu untuk mengalahkan lawan berhasil dan sukses besar. chukkae oppa…!!! minho udah tao perasaan yg sebenarnya dan sekarang minho udah putus dengan Krystal. inilah moment yg aku tunggu². selamat ya atas putusnya hubungan kalian, moga aja kagak balikan lagi. kekekeke :v tapi dibalik rasa senang ini ada perasaan sedih mengingat malam ini taemin Dan sulli kencan. huft…terus gimana donk? apa yg mereka lakukan saat berkencan? berharap taemin kagak nembak sulli. bisa berabe kalau hal itu terjadi.
    ternyata oh ternyata…. insiden di dalam ruang ganti itu kenyataan. huuuuaaaaa aku bener² terhura mengetahui kebenaran ini. minho berani banget ya nyium sulli tepat dibibir lagi. walaupun sebentar tapi tetep aja mereka ciuman. halusinasi dan khayalan sulli itu benar adanya. hanya saja minho yg terlalu pandai kabur setelah mencium sulli jadinya sulli pikir itu sebuah halusinasi doank!

  14. Akhirnyaaaaaaaaaaaaaa *senyumselebar-lebarnya 😀
    Ming akhirnya sadar perasaannya ke Ssul bukan cuman rasa melindungi antara sahabat dengan sahabat tapi lebih ke rasa melindungo org yg dicinta.. Ahh lega banget Ming udah putus sama Ssul. Dan krystal gak usah kePd-an deh. Ini adalah putus hubungan se-la-ma-nya 🙂
    Dan prasangkaku bener. Ming emang nyium Ssul dan kabur tapi bukan takut ditabok. Malah kaget karena dia nyium Ssul. Ah, dasar cemen lo Ming :p
    Kayaknya rencana selanjutnya merusak kencan Taemin ama Ssul deh hahaha semangat Minho ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s