THE hunk NEXT door (21)

 

 

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Sumpah Minho

Minho menghela napas lega, tidak mengira hal itu berakhi seperti itu. Dia mengira akan ada banyak teriakan dan makian . Ternyata, dirinya telah meremehkan Krystal. Tampaknya gadis itu bisa menerima keputusannya dan tak terlihat kekesalan sedikit pun di wajahnya. Sejenak ya, dia melihatnya syok tetapi kemudian menyikapinya dengan tenang. Cukup mencurigakan, karena tidak seperti Krystal yang dikenalnya. Tetapi Minho malas untuk memikirkannya lebih jauh. Kalau Krystal menyikapinya begitu, itu bagus bukan ?

Setelah beberapa menit, Minho berjalan ke tempat parkir menuju mobil Onew, sambil melirik jam tangan. Tepat. Hanya butuh sepuluh menit.

“Jadi, apa yang kau lakukan?” Tanya Onew saat sahabatnya naik di kursi penumpang.

“Aku putus dengan Krystal.” Jawab Minho datar.

Ada keheningan menakutkan saat Minho merasa tatapan Jjong dan Onew tertuju padanya.

“Kau memutuskannya ?” Ulang Onew tidak percaya.

“Itu yang kukatakan.” Jawab Minho enteng.

“Bagaimana dia menyikapinya?” Tanya Jjong seolah penasaran.

“Dia menerimanya. ..cukup baik, “kata Minho dengan hati-hati.

“Ayolah…,” kata Onew ragu.”Ini Krystal yang kita bicarakan. Tidak ada teriakan? Tidak ada makian ? Tidak ada kekerasan? Dia bukan tipe orang yang membiarkan sesuatu pergi dengan mudah. “

“Aku tahu,” gumam Minho.

Onew benar. Krystal biasanya akan bertindak impulsif… depresif bahkan. Biasanya… dari beberapa kata putus yang telah dikatakannya, Krystal akan menyambutnya dengan histeris. Dan sekarang tidak… sekali lagi, ini aneh.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Jjong, mengubah topik pembicaraan.

Dia tahu bahwa Minho merasa tidak nyaman dengan situasi itu. Minho tidak pernah mau membicarakan tentang hubungannya yang putus dengan mantan pacar. Itu bukan topik yang pantas untuk dibicarakan, bagaimana pun. Dia lebih suka menyimpan itu untuk dirinya sendiri, peristiwa putus-nyambung hubungannya dengan Krystal sudah cukup menjadi sorotan orang lain, dan bukan hal yang harus dibahas dengan para sahabatnya. Kalaulah mereka mengetahui hubungannya dengan Krystal putus, biasanya bukan dari mulutnya tetapi dari orang lain. Dan biasanya sahabatnya itu hanya mengecek kebenarannya, kemudian tidak pernah berkomentar banyak.

“Aku mau pulang,” jawab Minho murung . “Aku lelah.”

“Kau tidak pergi ke pesta di tempat Krystal?” Onew bertanya ragu.

“Tidak dalam suasana hati.” ” Kau tidak akan memata-matai kencan seseorang, kan?” Tanya Jjong dengan mata menyipit.

Minho tertawa ringan. Dia tahu apa yang dimaksudkannya. Dia pernah memata-matai kencannya dengan Jiyoung. Dan sekarang, Jjong mungkin berpikir bahwa dirinya akan memata-matai kencan Sulli dengan Lee Taemin. Minho tidak berpikir akan bertindak begitu, karena dirinya tidak yakin apakah akan bisa menahan diri dari keinginan merusaknya. Dan dia bukan tipe orang yang akan menghancurkan kencan seseorang demi keuntungannya. Dia mungkin sedikit egois dan posesif, tapi dia masih punya harga diri untuk bertindak setolol itu . Lagipula ini kencan Sulli, kalau dia datang memata-matai atau merusaknya maka apa nanti yang akan dipikirkan Sulli tentangnya ? NOWAY !!.

” Aku tidak berminat ,” katanya menjawab pertanyaan Jjong.

“Yah… baguslah , aku akan bertemu Jiyoung kalau begitu ,”

“Dan apa ? Kau akan meninggalkan aku untuk menghadapi Krystal yang marah sendirian?” Onew menggerutu

. Dia mendengus kesal.

” Beberapa teman melakukan banyak hal untuk sahabatnya .” Jjong menyeringai puas.

” Kau akan tetap hidup,” kata Minho sambil mengangkat bahu.

“Jika tidak?” Tanya Onew skeptis.

Man, kamu pasti bisa ,” desak Jjong.

“Huh,” dengus Onew. “Kau tidak tahu Krystal dengan baik, kalau begitu. Aku pernah berkencan dengannya di tahun awal saat menjadi siswa baru, ingat? Dia pacar yang ‘menempel’, jika kau belum menyadarinya . Dan sejauh yang kutahu, Minho adalah orang terbaik yang dia pernah kencani di SMA. By the way… ,mengapa kau memutuskannya ?”

Minho merasa sedikit bersalah tentang hal itu.

“Aku mencium Sulli,”

Minho tiba-tiba mengakui sesuatu… menyuarakan apa yang ada di pikirannya.

“Apa ?!” Onew berseru kaget, sementara Jjong hanya menatap dengan mata melebar.

Minho merasa wajahnya memanas, satu hal yang tak pernah dirasakannya bila dia bercerita tentang mencium seorang gadis kepada sahabatnya. Tetapi ini Sulli… orang yang mungkin di kepala sabahat-sahabatnya ,merupakan orang yang paling tidak mungkin bagi dirinya.

“ Di ruang ganti, sebelum pertandingan babak kedua…” lanjutnya.

Keheningan menyeruak di sana.

Tiba-tiba Onew tertawa membuat Jjong melotot ke arahnya. Sementara Minho menjatuhkan kepalanya ke senderan kursi.

“ Apa ?” tanya Onew balas melotot ke arah Jjong ,” Aku… tidak heran bila dia melakukannya. Aku sendiri pun hampir tertipu dengan apa yang kulihat hari ini. Choi Sulli benar-benar tampil mempesona… oops, sorry…”
Onew menutup bibirnya spontan saat melihat Minho berpaling dan melihatnya dengan sorot mata tajam.

“ Dia tidak menipu siapa pun. Ini bukan masalah seperti apa dia terlihat.” Kata Minho dingin , ” Ini lebih dari apa yang bisa kau pikirkan !!”

“ Kau menyukainya ?” Jjong bertanya lembut.

Minho tertegun.

“ Menyukainya ? Apakah aku menyukainya ? “

“ Aku tidak tahu… belum yakin .”

“ Aku bisa ,mengerti bila kau menyukainya, Minho. “ jawab Jjong.

“ Tapi yang kita bicarakan adalah Sulli, Jjong !” Onew menaikkan tangannya ,” Ini sulit dipercaya. Minho dan Sulli…. Mereka adalah sahabat…” Onew merendahkan suaranya, kemudian terbelalak ,” Omona !! Aku lupa bahwa rasa cinta itu bisa tumbuh dari seringnya bersama-sama…”

“ Tumben kau bisa berpikir begitu cepat. Aku heran kau memetik kalimat itu dari buku apa…” sindir Jjong dengan tersenyum.

“ Aku tidak membaca. Tetapi halmoni berulang-ulang mengatakannya kepadaku … dan aku menyimpannya dengan baik dalam memoriku.” Jawab Onew malu-malu.

“ Jadi bagaimana menurut kalian ?” Minho menghentikan mereka dengan pertanyaan mengejutkan.

“ Benarkah kau ingin mendiskusikannya dengan kami ?” Onew tak bisa menahan diri.

“ Bagaimana perasaanmu kini ?” Jjong mencoba menggali lebih jauh.

“ Tentang apa ?”

“ Tentang ciuman itu.” Jawab Onew.

“ Tentang Sulli.” Jjong melirik Onew

“ Aku masih bingung…”

“ Itu jawaban untuk siapa ?” Onew mendesak

“ Dua-duanya.” Minho menghela nafas,” Bahkan aku tidak bisa menjawab pertanyaanku sendiri… mengapa aku melakukannya pada Sulli…”

Rumah Sulli Pukul 11 malam

“Terima kasih untuk waktu yang menyenangkan ini, Taemin,” kata Sulli saat mereka menaiki tangga teras depan rumahnya.

“Dengan senang hati,” jawab Taemin, tersenyum cerah.

Mereka pergi untuk makan malam di pusat kota. Sulli terkejut saat menyadari bahwa Taemin memahami dirinya dengan baik. Sejujurnya, Sulli tidak benar-benar ingin dinner di restoran. Itu membutuhkan busana yang tidak perlu yang membuat orang-orang kaya merasa kaya. Maksud Sulli, mereka tak perlu memamerkannya dari cara mereka memakai baju, karena dengan menghabiskan banyak uang di sebuah restoran mewah sudah menunjukkan bahwa mereka orang kaya. Dan seperti bisa membaca pikirannya, Taemin membawanya menghindar dari tempat-tempat seperti itu.Sangat mengejutkan. Dia tampak seperti tipe orang yang hanya bisa … menurut istilah Minho…. makan di lingkungan elit. Dan ternyata dugaannya salah, Taemin membawanya makan di suatu tempat sederhana yang lebih nyaman . Mungkin ini tidak termasuk dinner yang paling romantis, tapi setidaknya mereka memiliki waktu yang banyak untuk ngobrol, dan tempat dengan pemandangan lepas ke jantung kota yang bertaburkan cahaya lampu..

Kemudian, mereka pergi menonton film. Taemin membelikannya popcorn dan minuman, serta tiket. Bukan itu saja, Taemin terus menerus memperlakukannya seperti seorang princess. Itu adalah pertama kalinya dalam hidup Sulli merasa dirinya benar-benar seperti seorang gadis. Dan itu bukan sesuatu yang buruk, ternyata. Sulli tidak pernah membiarkan seorang pun memberikan perlakuan istimewa kepadanya, tetapi tampaknya sekarang dia mulai terbiasa. Bagaimana pun diperlakukan secara spesial itu sangat menyenangkan.

Pada saat film selesai, toko di sekitar kota mulai menyambut malam. Suara-suara musik keras terdengar ke jalanan, tenda-tenda jajanan mulai ramai. Dan entah kenapa Seoul justru terlihat mulai menggeliatkan kehidupan yang menjanjikan. Kenyataan bahwa hari mulai larut tidak menghentikan mereka untuk berjalan-jalan. Taemin mengajaknya memutari daerah pertokoan, menuju taman kota sambil berjalan dan berbicara. Di satu-dua tenda mereka berhenti untuk membeli kudapan, minuman dan beberapa suvenir. Pada saat itu, Sulli merasa lebih santai dan tidak canggung dengan penampilannya… Dia sempat tercengang ketika Taemin memegang tangan saat mereka berjalan.

Awalnya Sulli merasa gugup. Tapi berusaha mengabaikannya, karena dia merasa lebih baik… merasa dilindungi dan dimiliki . Itu bagus … merasa suka… jenis perasaan yang asing baginya. Telah diperlakukan seperti seorang gadis yang spesial membuatnya merasa berharga dan merasa yakin bahwa malam itu tidak akan berakhir dengan kesedihan seperti yang biasanya terjadi padanya. Karena Sulli tahu, bahwa di dunia ini, akhirnya ada seseorang yang menyukainya.

“ Aku tidak tahu , ternyata tidak ada yang salah dengan menjadi seorang gadis girly. Taemin membuatku merasa penting dan dicintai. Aku bisa menjadi siapa saja yang kuinginkan. Dan aku tidak harus menjaga diri dari omelan dan serangan gadis lain, karena dia selalu siap melindungiku… tidak seperti MIN….”

Sulli menggigit lidahnya saat nama itu muncul dalam pikirannya.

“ Sudah saatnya Minho tidak masuk lagi ke dalam pikiranku.”

Sulli menyadari bahwa dia hanya menginginkan seseorang yang peduli, seseorang yang akan memberitahunnya bahwa tidak apa-apa untuk menjadi nyaman, seseorang yang membuatnya merasa bahwa dia tidak harus merasa kesal sepanjang waktu …dan yang paling penting, seseorang yang akan mencintainya apa adanya.

“Apakah kau masih ingat wajah orang itu ?” Taemin berkata lembut, menarik Sulli keluar dari lamunannya .

“Yang kita tanpa sengaja menumpahkan popcorn ke bajunya ?”

Sulli tertawa, mengingat pria di bioskop itu.

“Ya, dia begitu marah,” katanya sambil menyeringai, walaupun tadi dia tidak melihat wajahnya yang tertutup syal, dari gerakan tubuhnya Sulli tahu lelaki itu marah.

” Untungnya itu hanya popcorn, dan bukan soda.”

“Yupp !” Sulli setuju. “Selain itu, mengapa dia begitu marah? Popcorn rasanya lezat, bukan? “

“Mungkin dia lebih menyukai burger ? ” tebak Taemin dengan mimik lucu sambil mengangkat bahu.

Sulli tertawa renyah. Dia benar-benar telah melewatkan waktu yang benar-benar istimewa dengan Taemin malam ini, yang pada awalnya tidak diharapkannya akan terjadi. Itu tidak disangkanya sama sekali.

Mereka berhenti di depan pintu dan berbalik menghadap satu sama lain. Mata Taemin mengembara ke wajah Sulli dan berhenti di matanya. Sulli terkejut melihat betapa lembut dirinya saat ia melihat ke dalam matanya . Dia merasa wajahnya menjadi panas dan berani bersumpah kalau warnanya sudah berubah merah. Walaupun dadanya berdebar, dia tidak berpaling untuk menghindarinya.

 

“Kenapa kau menyukaiku?” Sulli bertanya terus terang.

Satu hal yang tidak bisa berubah dari dirinya…keterusterangan yang seringnya menciptakan banyak masalah baginya. Tetapi dia tak ingin menyimpan rasa ingin tahu tentang alasan Taemin menyukainya. Bukankah tidak setiap hari seseorang pria menarik seperti dia tertarik padanya ? Jadi apa yang dia lihat dalam dirinya yang membuat Taemin suka?

” Aku suka cara kau melihat sesuatu dengan cara yang berbeda dari orang lain,” jawabnya cepat. Dia tersenyum seperti anak kecil yang terbangun pada pagi Natal. “Kau tidak mempedulikan omong kosong yang orang lain pikirkan tentangmu. Kau tetap tangguh, meskipun kau merasa tersakiti di dalam. Kau tidak suka orang lain melihat sisi lemahmu . Dan aku suka karena kau tidak mencoba menjadi seseorang yang tidak mencerminkan dirimu . “

Sulli melengos, dirinya merasa seperti sebuah buku yang dibaca keras-keras.

“ Bagaimana Taemin mengetahui hal-hal tentang aku dalam waktu singkat? Apakah aku demikian mudah dibaca? “

Tangan Taemin dengan lembut mengangkat dagu Sulli , membuat mata mereka bersitatap. Mereka tetap dalam posisi seperti itu selama beberapa detik sebelum Taemin berbicara.

“Tidak ada salahnya menjadi girly, Sulli,” katanya pelan.

Lutut Sulli menjadi goyah. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia tidak percaya bahwa Taemin adalah orang yang mengatakan itu. Kata-kata itu persis seperti apa yang dirinya ingin dengar, tapi bukan dari Taemin. Dia ingin mendengarnya dari Minho.

“Yah, memang tak ada bedanya aku menjadi nerd atau girly bukan? Ataukah ada?” Jawab Sulli, dengan alis terangkat.

“Saat ini … ya, ada. . . ” Taemin terdiam saat ia mendekat, bibirnya hanya beberapa inci jauhnya dari bibir Sulli.

Sulli memejamkan mata. Sangat menyadari bahwa dalam beberapa detik lagi dia akan mendapatkan ciuman pertamanya. Sulli bertanya-tanya apakah akan ada percikan api di antara mereka… Sulli banyak mendengar di kantin gadis-gadis di sekolah bergunjing tentang ciuman pertama mereka. Well, beberapa orang mengatakan bahwa itu membuat jantungnya gila dan badannya lemas, sebagian yang lain mengatakan bahwa api akan tiba-tiba memercik… Sulli tidak benar-benar percaya pada mereka, tapi siapa tahu kalau ternyata itu benar,kan ? Dia tidak akan mengetahuinya sampai dia mengalaminya. Selain itu, apa mungkin dirinya bisa menjadi lemah?

Sulli tidak bisa mengharapkan Minho lebih lama . Dia sudah menerima kenyataan bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk menjadi pasangan … bahkan tidak menjadi sahabat lagi. Menyedihkan memang, tetapi dia harus bisa move on .

“ Ya, anggaplah Minho sebagai benda yang tak mungkin dijangkau… seperti planet Pluto mungkin. Ya, aku harus move on ! Aku harus….

“Oke, percayalah , aku akan memberitahu eomma . Selamat malam, Bibi Won ! “

Mata Sulli langsung terbuka. Dengan cepat dia menoleh ke arah pintu, dan menatap pada orang yang baru saja keluar dan menutup pintu di belakangnya.

Choi Minho.

Minho membeku saat melihat Taemin dan Sulli pada posisi tidak menguntungkan. Bahkan jemari Taemin masih terletak di dagunya… itu jelas menunjukkan bahwa mereka akan berciuman. Tapi ia dengan cepat menenangkan diri.

Taemin mengikuti tatapan Sulli. Dia perlahan-lahan menurunkan tangannya. Kemudian, ia berbalik ke arah pintu.

“Selamat malam, Minho,” kata Taemin sopan.

Sulli terkejut, Minho tersenyum kecut.

“Ini adalah malam yang cantik, bukan?” Jawab Minho cerah.

Sulli berani bersumpah dia melihat bibir Minho berkedut.

“Haist … Aku menangkapnya. Dia hanya berpura-pura. Mengapa itu tidak mengejutkanku ?”

“Tidak secantik Sulli,” kata Taemin, melirik ke sampingnya.

Kepada Sulli.

Sulli tersipu. Dia tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk situasi semacam ini …cheesiness !

“Aku tidak tahu… ,” Minho mengangkat bahu, matanya menatapi seluruh tubuh Sulli dan berhenti di matanya.

“Dia lebih cantik ketika dia tidak mencoba untuk terlihat cantik.”

Jika memungkinkan, wajah Sulli mungkin akan berubah lebih merah dari sebelumnya. Sulli mencoba untuk menghindari tatapan Minho tapi seperti terhipnotis matanya kembali terpaku pada mata membius itu. Mata yang sudah bertahun-tahun sangat dikenalnya. Saat itulah Sulli melihat bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang berbeda. Tapi dia tidak tahu apa itu. Dan pikirannya terpusat pada pertanyaan besar seputar perbedaan itu, yang tak bisa ditemukan jawabannya.

“Seperti kata pepatah, ‘Kecantikan tergantung pada mata yang melihatnya,” kata Taemin ringan.

“Kita mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang hal itu.”

“Aku bersyukur pada Tuhan untuk perbedaan itu,” gumam Minho pelan.
Suasana hening saat mereka saling menatap.

“Yah,” Taemin memulai, tatapannya beralih kepada Sulli , “Ini adalah malam terbaik yang saya lewati selama di Seoul.”

Taemin meraih tangan Sulli dan mengangkatnya ke bibirnya , lalu dengan lembut memberikannya kecupan dalam di punggung tangannya..

“ OMG Taemin benar-benar memperlakukanku seperti princess !!”

Sulli merasa terbang ke awang-awang, ada desir halus yang mengaliri tubuhnya yang berawal dari mana sentuhan itu berasal. Ia menahan nafas saat melihat senyum lembut mengembang di wajah tampannya. Ya,

Taemin benar-benar memukau dengan tindakannya yang gentleman… sangat memukau dan dia merasa tersanjung.

Setelah itu, Taemin mengangguk kepada Minho dan pergi menuju mobilnya. Sulli melihatnya pergi. Masih terpukau dengan apa yang dialaminya.

“ Wow amazing !!! Ini benar-benar seperti mimpi yang berakhir dengan indah…”

Ketika mobil Taemin menghilang di belokan , Sulli mendesah. Dia kemudian berbalik dan menemukan Minho sedang mengamatinya.

“Apa?” Sulli bertanya kesal karena entah bagaimana tatapannya membuatnya merasa bersalah.

“Kau tampak benar-benar berbeda,” jawabnya, seolah-olah tidak setuju.

“Terakhir kali aku periksa , tidak ada yang salah dan tampak berbeda dalam diriku.”

“Ada… ketika kau mencoba untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu…. Ini….. “

Minho menunjuk ke seluruh tubuh Sulli, dari atas ke bawah kemudian ke atas lagi,

” ……bukan kamu. “

Jinjja ? Kalau begitu, seharusnya aku bagaimana ? Terlihat Nerd ?? ” bentaknya.

Sulli kesal dan kecewa tidak mendapatkan reaksi yang diharapkannya. Tidak bisakah Minho mengucapkan kata-kata bahagia untuknya? Apakah ada sesuatu yang salah dengan caranya memandang Sulli ? Dia tidak mencoba untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya. Dia hanya ingin terlihat rapi untuk kencan pertamanya. Apakah itu kejahatan besar ?

“Kau tahu bukan itu maksudku ,” katanya, rahangnya terkatup.

“Tidak, Minho,” kata Sulli , menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu apa yang kau maksud. Aku bahkan tidak tahu mengapa kau peduli. Kita tidak berteman baik lagi, ingatkah? “

Sulli langsung menyesali kata-kata yang terlontar begitu saja dari bibirnya. Ia ingat, Minho bukanlah orang yang memutuskan persahabatan mereka. Dirinnyalah orang yang melakukan itu. Jadi dia benar-benar tidak bisa menyalahkan Minho bila dia masih peduli kepadanya. Bahkan, sejujurnya dia pun masih mempedulikannya juga.

Sulli mengalihkan pandangannya darinya. Dia tidak bisa tahan melihat Minho tampak begitu terluka dengan kata-katanya. Sulli sempat melihat langsung ke dalam matanya. Itu benar-benar menyengatnya … mengiris-ngiris hatinya dengan jelas.

“Jangan khawatir,” kata Sulli sambil menunduk menatap ujung kakinya,” Sebenarnya aku juga tidak berencana untuk tetap seperti ini. Hanya saja, ini adalah kencan pertamaku. Aku ingin terlihat agak istimewa. Aku akan kembali normal seperti biasa pada hari Senin. “

Itu adalah yang sebenarnya. Sulli tidak suka memakai make-up dan kontak lensa . Dan dia tidak benar-benar berencana untuk mempertahankan penampilannya yang seperti gadis girly ini. Sulli setuju kalau penampilannya yang sekarang itu bukan dirinya yang sesungguhnya… tentu saja bukan dirinya !. Tapi dia tidak akan mengatakan pada Minho bahwa dia benar. TIDAK !!

“Aku ingin kita kembali normal, juga,” tiba-tiba Minho berkata serius.

Pernyataan itu membuat Sulli melihat ke arahnya… menyipitkan mata. Curiga.

“Bagaimana dengan Krystal ?” Tanyanya hati-hati, bagaimana pun itulah alasan utama mereka berpisah dulu.

“Semuanya sudah berakhir.”

Sulli mengerutkan kening bingung.

“Aku putus dengan dia,” jelasnya.

Sulli mengerjap “Kapan?”

“Setelah pertandingan.”

“Kenapa?”

“Tidak peduli mengapa.”

“Aku peduli.”

“Mengapa itu penting bagimu ?”

Sulli membuka mulut untuk mendebatnya, tapi kemudian menutupnya lagi.

“ Mengapa itu penting bagiku ? Bukankah seharusnya aku senang bahwa mereka telah putus ? Dan Minho akhirnya bisa melihat kebenaran tentang Krystal Si penyihir? Atau apakah dia melakukannya untuk kemudian kembali kepadanya ? “

“Karena aku pikir kau serius dengan Krystal,” Jawab Sulli…. terlalu cepat.

Minho mengangkat alis. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?”

“ Ups. Kukira … aku tidak terlalu memikirkan tentang itu.Selama ini aku melihat Minho jalan dengannya dan mengira Minho layak dengannya dan karena Minho selalu serius bila menjalani sesuatu maka…”

“Sulli,” desahnya letih. “Jangan bicarakan tentang dia lagi…”

“Tapi … “

“Aku benci…,” Minho tiba-tiba berkata keras, setengah berteriak…tertahan. Dia mengambil napas dalam-dalam, dan menambahkan dengan lebih tenang, ” Aku merindukanmu…. Aku benci karena terpisah dari orang yang sangat berarti bagiku…. “

Pandangan Sulli kabur. Air mata menetes di pipinya, tanpa bisa ditahan lagi. Sungguh memalukan memperlihatkan kelemahan hatinya di depan minho… tapi saat ini, dia tidak peduli. Minho telah mengatakan kepadanya hal-hal yang sebenarnya telah menghantui dirinya selama berbulan-bulan… tepat setelah malam itu… saat persahabatannya berakhir . Hal yang sudah ditahannya selama lebih dari dua bulan. Dan dia benci bila ada orang memantulkan perasaannya, seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Seperti yang dilakukan kakaknya Donghae di malam pergantian tahun.

“ Aku ingin mengatakan padanya bahwa aku merasakan hal yang sama. Tapi aku tidak bisa menemukan suaraku. “

“Aku ingin kita menjadi sahabat lagi…,” katanya, setiap kata terdengar dipenuhi emosi yang berat… penuh kehati-hatian dan keraguan,”Kau tidak bisa berbohong dengan mengatakan bahwa kau tidak menginginkan hal yang sama. Bukankah kau juga lelah menghindariku sepanjang waktu? Aku lelah… “

Hening sejenak.

” Aku juga… menginginkan hal yang sama, Minho,” akhirnya Sulli mengakui. “Dan ya, aku bosan. Aku bosan berpura-pura tidak merasa terluka , setiap kali aku melihatmu… mengetahui bahwa aku tidak bisa berbicara denganmu lagi . Tapi. . . ” Sulli terdiam, tidak ingin melanjutkan.

“Tapi apa?” Desaknya.

“Tapi aku merasa senang dengan keadaanku sekarang…,” kata Sulli akhirnya.

“ Plus, semua fase move on yang kulakukan akan sia-sia jika kita kembali menjadi sahabat. Karena kau hanya akan mengingatkanku pada semua perasaanku padamu. Ya, aku mengakui bahwa Taemin telah menjadi teman kencan yang baik. Tetapi denganmu bersamaku…semuanya akan berbeda…”

” …kehidupanku di SMA sangat damai juga,” Sulli menambahkan.

“Tentu damai, namun membosankan. “

” Dan aku sudah move on ,” .

“Move on ? Ha! Tidak mungkin !! Justru move on adalah hal yang paling sulit kulakukan ” Sulli menertawai dirinya sendiri.

Minho menatap Sulli cukup lama. Ekspresi wajahnya tak terbaca, seperti biasa. Tapi Sulli mengetahuinya cukup baik … dan bisa mengatakan bahwa setiap kali dia berekspresi seperti itu, ia pasti sedang menganalisis sesuatu.

“Kau bohong,” tuduhnya tanpa ampun.

“Aku… tidak,” Sulli berbohong.

“Kau berbohong lagi!”

“Tidak !!” kata Sulli marah.

Dia marah karena Minho bisa melihat dan membacanya dengan benar. Padahal Sulli yakin dia sudah berusaha berbohong dengan cerdas.

Strike three,” katanya.

“Yaah – aku tidak berdusta !” kata Sulli tegas.

“Matamu mengatakan sebaliknya.”

“Oh, aku lupa bahwa mereka dapat berbicara juga,” jawab Sulli sinis .

Minho mengangguk.

“Ya,” dia menyetujui. “Lebih jelas dari yang kau kira.”

Sulli mendesah. Percakapan mereka mulai bergerak ke arah yang salah….tidak ke mana-mana.

“Minho, sebenarnya apa yang kau inginkan?”

Minho menatap Sulli seolah-olah dia sedang menunggunya untuk siap seratus persen saat mendengar jawabannya.

“Aku ingin kau… kembali ke dalam hidupku … seperti dulu,” jawabnya pelan namun tegas.

“Itu tidak mungkin,” kata Sulli berbisik.

“Mengapa tidak?”

“Kita tidak bisa melupakan bahwa beberapa bulan terakhir tidak terjadi kontak apapun antara kita… itu sulit untuk dilupakan….”

“Aku tidak mengatakan bahwa kita harus melupakannya,” dia mendebat. “Kita bisa menggunakan pengalaman itu untuk membuat persahabatan kita lebih kuat.”

“Tapi tidak sesederhana itu,Minho,” kata Sulli sambil menggeleng.

“Dia tidak memahaminya. Dia tidak bisa memahaminya.”

Sulli berpikir tentang orang-orang yang mungkin akan kembali mem-bully-nya , kehidupan tidak akan menjadi damai lagi di Galaxy apabila mereka tahu dia dan Minho bersahabat lagi , dan kesulitan terbesarnya adalah masalah perasaannya. Dirinya telah jatuh cinta pada Minho. Dia sangat ingin Minho kembali tetapi dia tidak ingin hal-hal lain yang membingungkan perasaannya akan kembali dengan persahabatan itu. Bagaimana pun semua tidak akan sama.

” Pergilah tidur, Minho,” kata Sulli akhirnya. “Aku yakin kau bingung dan hanya lelah karena pertandingan tadi.”

Untungnya, Minho tidak membantah lagi. dia hanya melengos. Kemudian mengambil napas dalam-dalam. Sulli pikir dia mendengar Minho menggumamkan sesuatu seperti kata “keras kepala” tapi dia tidak benar-benar yakin. Minho kembali menatap Sulli .

“Jangan lupa, Bunny ,” dia memulai.

“Oh, betapa aku merindukan mendengarnya memanggilku begitu.” batimn Sulli.

“Aku bersumpah akan mendapatkan apa yang kuinginkan. Dan aku menginginkan kau.., ” katanya serius. ” aku sudah memenuhi keinginanmu untuk melakukan apa yang kau inginkan … Sekarang, giliranku. Tidak peduli berapa banyak kau menghindar dan berlari , aku tidak akan menyerah sampai aku mendapatkanmu kembali. “

Setelah itu, Minho tersenyum memesona. Sulli tidak pernah melihatnya tersenyum seperti itu dalam hidupnya. Itu adalah sejenis senyum yang bisa menerangi seluruh kota Seoul.

Dan kemudian, Minho mencondongkan tubuhnya ke depan, dengan lembut mencium kening Suli, mengirimkan perasaan kesemutan dalam perutnya. Seperti ribuan kupu-kupu sedang menari di perutnya. Minho mengusap rambut Sulli sebelum kemudian berbalik dan berjalan meninggalkannya.

Sementara Sulli ?

Sulli berdiri terpaku di tempatnya dengan detak jantung tak beraturan , perutnya menggeletar, lututnya lemas, tangannya berkeringat, dan pikirannya tak menentu… semua berbaur pada waktu yang bersamaan .

=======TBC=======

Terimakasih yang sebesar-besarnya buat  64 readers yang sudah menyempatkan berkomentar

dan buat 14 readers yang nge-blog like.

YOU’RE GUYS THE BEST 😀

Advertisements

66 thoughts on “THE hunk NEXT door (21)

  1. Nah nah nah nah kok minho udh berani nyium sulli terang2an walaupun cuma di kening.. Sweet bgt sih. Harusnya sulli udh mulai sadar dong kode keras dari minhoooo

  2. whaatt thheee h*** sulli kenapa kenapa kenapa sulli kenapa saat minho sebegitu mudahnya digapai dirimu malah mau move on gitu ajaaaaaa hhuhuhuhuu .. tenang aja minho kami disini jadi saksi sumpahmu, pokoknya sulli harus kembali kekehidupan mu bajimanapun keadaanya mau ga mau suka ga suka hidup atau mati sekalipun hhhaa ga deng becanda doang hhihihihii pokoknya jangan sampai keduluan taemin deh hhuhuhu .. wwaa seru-seru eonn~~ ditunggu kelanjutannya yaa eonn 😄 semangaat ~~

  3. Telat baca nih. Aku sibuk wkwk ah cie yang habis kencan. Taemin romantis ya. Ga greget ah minho ngga ngintilin kencan taemin sulli wkwk minho cemburu kan? Ngaku aja lo cemburu. Sadar coba lo cuma suka sulli kan? Udah ih ngaku aja biar semuanya jelas. Next ya unn

  4. Wah gak bisa dipungkiri, meskipun kencan berjalan lancar tapi kiss scene gatot 😀
    Minho tidak memperlakukan sulli seperti princess, tapi setidaknya dia memperlakukan sulli seperti wanita sesungguhnya.
    Hmm janji minho intinya ” mendapatkan sulli bagaimanapun caranya” berarti bakal ada klimaks naik turun ini.

  5. Wah gak bisa dipungkiri, meskipun kencan berjalan lancar tapi kiss scene gatot 😀
    Minho tidak memperlakukan sulli seperti princess, tapi setidaknya dia memperlakukan sulli seperti wanita sesungguhnya.
    Hmm janji minho intinya ” mendapatkan sulli bagaimanapun caranya” berarti bakal ada klimaks naik turun ini

  6. Oh oh minho so sweet sekali, disaat pingin taemin yang bahagiain sulli. Minho dateng walaupun jengkel gara gara udah sama krystal. Fightiiiinnnggg minsul momen nya ditunggu more skinship kk fightiiiinnnggg

  7. huuuuuaaaaa……!!!! dipart ini bikin nyesek aje:'(
    kencan yg menyenangkan dan ini merupakan pertama kalinya bagi sulli berkencan,berdandan dan mendapatkan perlakuan yg istimewa dari laki² lain selain minho. awalnya sulli merasa tdk nyaman tapi lama-kelamaan sulli nyaman juga. taemin benar² sukses membuat sulli bahagia malam itu.
    Dan minho? minho benar² ingin kembali lagi ke sulli? ini berita bagus! tapi sayang sulli menolak minho menjadi sahabatnya lagi. kenapa eon? kenapa kau lakukan itu? tak bisakah kalian kembali lagi seperti dulu? biarpunsulli berusaha move on dari minho. aku yakin dia tidak akan bisa karena nama choi minho sudah tertanam rapi dan sangat dalam di lubuk hati Choi sulli. begitupun sebaliknya. biarkanlah waktu yg akan menyelesaikan masalah mereka. suatu saat nanti mereka pasti akan kembali. Dan sumpah minho sudah terucap. kini tinggal menunggu apa yg Akan dilakukan minho untuk bisa merebut sulli kembali.

  8. Asyiik akhirnya perjuangan Ming buat mendapatkan cinta Ssul akan dimulai. Semangat Ming. Semoga teaser yg eomma Din buat salah ketik deh. Biar Ssul gak jadian ama Taem ^^ hehehe

  9. Yeeyyhh gw senang Sulli dan Taemin kencan.gw suka Sulli bahgia,gw suka ad laki2 yg peduli btl dngn Sulli.tp Minho,Minho sdh benar2 mengtahui perasaan.y trhdp Sulli.jd apa Sulli harus kmbli kpd Minho,hishishis Poor Taemin 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s