THE hunk NEXT door (22)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

 Unreadable Onew

.

.

.

Minho berbalik, tersenyum saat orang banyak menatap mobilnya ketika dia mengendarainya memasuki halaman sekolah. Dia melihat tempat kosong tepat di sebelah mobil Onew , jadi dia parkir di sana.

Onew melongo saat melihatnya turun dari mobilnya. Minho menyeringai

“ Wow.. itu adalah Chevrolet Camaro … edisi terbaru.. “

Onew bersiul dan memutari mobilnya

“Wow, man,”

Dia menghela napas, sambil terus merabai mobil sahabatnya. “Ini adalah salah satu karya yang mengagumkan.”

“Aku tahu,” kata Minho tersenyum puas dan bangga.

“Jadi, bagaimana kau berhasil merayu orang tuamu untuk akhirnya memberikanmu satu mobil ?” tanya onew, matanya masih di Chevy.

“Ini semua tentang pendekatan, bro.” Jjong tertawa

“Ya, benar,” dia mendengus.

” Sebenatnya , aku benar-benar tidak tahu mengapa dan bagaimana ,” Minho mengakui.

Sabtu malam setelah pertandingan, Minho memberitahu orang tuanya bahwa dia telah putus dengan Krystal. Dia juga mengatakan kepada mereka bahwa mungkin akan bersahabat kembali dengan Sulli .

Dan kemudian, saat sarapan pagi di hari Minggu, besoknya, ayahnya melemparkan kunci mobil kepadanya. Begitu saja kejadiannya. Minho hanya berpikir mungkin mereka bangga padanya atas prestasinya membawa tim Galaxy menjadi tim tak terkalahkan sepanjang musim ini.

Tiba-tiba, tampak seolah-olah Onew teringat sesuatu. Dia menatap Minho ragu-ragu. Minho mengangkat alis padanya…bertanya… tapi dia cepat-cepat membuang muka. Minho mengerutkan kening.

“Onew, ada apa?” Minho bertanya, khawatir mengapa ia bertindak seperti itu. Terasa aneh.

“Nothing ‘. . . “Ia terdiam, mengalihkan pandangannya dari mata Minho.

Minho membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tapi Jjong memotongnya.

“Minho, semuanya sudah diatur ,” katanya sambil berhenti di depannya. “Kau siap?”

Minho melirik Onew sekali lagi sebelum akhirnya melihat Jjong dan mengangguk. “Ya, mari kita pergi.”

Saat dia berjalan , menoleh dan berseru,

“Onew, kau ikut atau tidak?”

Onew menatapnya seperti kebingungan… sejenak, kemudian dia tersenyum, seolah-olah kembali ke dirinya yang biasa.

“Tentu saja, aku datang.”

Mereka bertiga pergi ke kantin kemudian berbelok ke kantor radio sekolah. Kantor radio sekolah biasanya memainkan lagu-lagu selama waktu istirahat atau makan siang. Selain itu dipakai juga untuk mengumumkan hal-hal penting. Semua orang bisa mendengarkannya – bahkan para guru.

Radio sekolah juga sebenarnya bisa ditangkap di sekitar Galaxy, jika kita bisa mendapatkan frekuensi radio yang tepat.
Apa yang akan dilakukannya hari ini direncanakan oleh Jjong dengan bantuan Key. Key memang paling mahir bergaul dengan segala hal yang berhubungan dengan komputer. Setelah sabtu malam itu… dia melakukan percakapan via internet dengan Jjong, Key, dan L. Onew tidak ikut karena menghadiri pesta di rumah Krystal. Dari percakapan sederhana akhirnya Minho meluahkan kegundahan hatinya tentang hubungannya dengan Sulli dan bagaimana reaksi Sulli ketika diajaknya bersahabat kembali. Tanpa diduganya ketiga sahabatnya itu sangat mendukung, bahkan L mengatakan bahwa sejak lama dia melihat bahwa kemungkinan itu bisa terjadi…maksudnya bahwa ‘cinta’ mungkin tumbuh di antara dirinya dan Sulli.

Dari hasil percakapan itu ada hal-hal yang membuat dirinya setuju dengan apa yang dipikirkan Jjong, dan dari situlah dia mengambil perbuatan nekat ini. Ada banyak cara untuk membuat Sulli menyerah… salah satunya adalah dengan membuatnya yakin bahwa bersahabat dengan dirinya tak akan menimbulkan masalah seperti dulu, karena dia akan melindungi Sulli seperti Jjong melindungi Jiyoung.

Dalam perjalanan, Minho berpikir apa yang harus dikatakannya. Ini tidak pernah dipikirkannya. Tapi kemudian dia memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran dan menjadi dirinya sendiri.

Jjong mengetuk dan membuka pintu. Dua kepala berpaling kepada mereka. Key adalah salah satu dari mereka. Yang lain, Minho tidak tahu siapa dia. Tapi dia cukup yakin bahwa mereka juga pendukung tim Galaxy . Dia tak akan memintanya pergi , bagaimana pun mereka adalah yang mengelola kantor radio.

“Hei, Onew,” sambut Key sambil menutup pintu di belakang mereka. Kemudian, dia menunjuk Minho.

“ Dalam sepuluh menit kau bisa masuk kantin, aku pastikan anak-anak sudah berkumpul di sana.” Kata Key.

Onew tersenyum pada dua orang itu dan mengangguk. Dia berpaling ke mikrofon di depannya. Orang yang berperawakan kurus membuat ‘thumbs up’ sebagai sinyal. Tanda di dinding yang mengatakan ‘On Air’ berubah menjadi hijau.

“Selamat pagi, Galaxy-ans!” Suara Onew menggelegar di sekitar sekolah. “Aku punya kejutan untukmu pagi ini. Minho hari ini merayakan kemenangan team kita. Dia di sini untuk memberikan hari yang indah buat kita semua. ” Onew menatap Minho, sementara ia mengangguk ke arah mikrofon.

Minho berjalan ke arahnya. “Terima kasih, Onew,” katanya sambil meraih mikrofon dari tangannya.

“Selamat pagi, Galaxy-ans!” Kata minho melalui mikrofon. ” Bagaimana kabar kalian? Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung tim basket Sabtu lalu. Dorongan terus-menerus dari kalian adalah salah satu alasan mengapa kami tak terkalahkan musim ini. ” Terdengar teriakan-teriakan di luar, sebagai tanda setuju. Minho tersenyum.

“Dan aku akan sangat berterima kasih kepada kalian jika mememenuhi harapan pribadiku, juga.”

Minho berhenti. Dia bisa mendengar keheningan di koridor karena mereka menunggunya untuk melanjutkan. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan napas, ” Datanglah ke kantin dalam lima menit. Aku mentraktir kalian semua untuk makan di sana.”

Suara teriakan terdengar … teriakan yang positif tentu saja.

“ Terimakasih, aku akan menunggu kalian semua di sana.”

Setelah itu Minho menghela nafas, ayahnya adalah orang yang berada di belakang semua ini. Ayahnya berjanji untuk membayar biaya pesta di kantin sekolah … dan itu merupakan kejutan baginya. Kejutan menyenangkan tentu saja… sepeti kejutan hadiah mobil itu.

Minho berdiri di atas tembok pembatas yang biasanya dipakai nongkrong anak-anak. Matanya mencari-cari di antara murid-murid Galaxy yang tengah memilih makanan, sebagian berbincang, dan sebagian besar gadis-gadis mengelu-elukannya. Tetapi dia tak melihatnya ada di sana.

“ Aish… kemanakah Sulli ? Kenapa dia tidak muncul ? Dan aku juga tidak melihat Jiyoung atau pun Taemin… Apakah mereka sedang bersama-sama di ruang kantor buletin ?”

Matanya melirik ke arah Onew, bertanya tanpa suara. Sedangkan Onew mengangkat bahu, sementara Jjong segera mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Jiyoung.

“ Ayo Minho !!” Onew berbisik

“ Tapi dia belum muncul…”

“ Tak perlu ada dia, yang penting kan anak-anak Galaxy tahu niatmu dan kau minta dukungan dari mereka. Waktu istirahat berjalan terus… dan mereka akan segera pergi jika makanannya sudah habis !” Onew berbisik lagi sambil tangannya menunjuk gerombolan siswa yang melimpahi kantin.

Minho melihat ke arah Jjong yang segera mengangkat ke dua tangannya seperti tanda menyerah. Kemudian dia menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya apa yang dikatakan Onew beralasan. Dia harus segera mengatakan semuanya sebelum kantin menjadi kosong.

“Baiklah, aku harus mengatakannya sekarang…atau tidak sama sekali.” pikirnya

Minho berdehem, kemudian mengangkat dua tangannya ke atas sambil berteriak minta perhatian mereka yang ada di sana. Tidak perlu usaha yang lama untuk membuat kafetaria menjadi sunyi.

“ Terimakasih untuk sama-sama merayakan kemenangan tim galaksi di sini.” Minho mengedarkan pangannya ,” Terimakasih juga untuk semua dukungan kalian kepada kami dari awal hingga akhir. Itu benar-benar sangat berarti buat tim kami, terutama buatku. Dan sebagai permintaanku kepada kalian… untuk selalu mendukungku…”

“ Apakah kita akan mendukung Minho ?” Onew berteriak lantang saat melihat sahabatnya terlihat mematung dan bingung.

“ Yeeaah !!

Onew melihat ke arah Minho dan memberi aba-aba untuk segera bicara.

” Baiklah…” Minho kembali berkata lantang,” Choi Sulli… Kalian mungkin mengenal dia sebagai Tim editor buletin Galaxy Society… adalah sahabatku sejak. . . cukup lama. Beberapa dari kalian mungkin telah memperhatikan bahwa kita tidak berbicara selama beberapa bulan terakhir. Itu akibat orang-orang yang tidak mengerti persahabatanku dengannya.”

Minho berhenti berbicara ketika beberapa orang saling berbisik.

“ Mungkin bagi beberapa di antara kalian persahabatan kami terlihat aneh. Tapi aku benar-benar menyukai sahabatku Choi Sulli. Dan aku merasa sangat kehilangan ketika berada pada masa-masa itu… masa dimana kami tidak saling berbicara, menyapa, atau bahkan tidak saling melihat. Kalian tahu, bagaimana rasanya harus meninggalkan orang yang selama bertahun-tahun menjadi orang yang selalu ada di sisimu ? Karena tak mau mengecewakan banyak orang dia memintaku untuk menjauhinya . Dan aku lakukan, Itu melukai hatiku… bahkan disaat dia sakit, aku tidak mengetahuinya .Tadinya kami berpikir bahwa putusnya persahabatan kami akan membawa kebaikan buat kami. Tapi kemudian …….. “

” MINHO !”

Minho berbalik. Sulli berjalan cepat memasuki kantin. Dia tampak marah.

“Apa yang kau lakukan? Apakah kau tidak BERPIKIR ?! “

Onew meraih tangannya. Dia meletakkan tangannya yang bebas di mulutnya, untuk mencegah Sulli berbicara. Sulli terlihat berjuang untuk melepaskan diri dari genggaman Onew. Tapi Onew terlalu kuat untuknya.

Minho mungkin akan melompat dan menerjang Onew kalau keadaannya normal, tetapi dalam situasi seperti ini dia sangat berterimakasih kepada sahabatnya itu.

“….Tapi kemudian, aku menyadari…,” Minho melanjutkan, seolah-olah tidak ada kejadian yang mengganggu, “…mengapa aku harus membiarkan apa yang orang lain pikirkan membuat persahabatan yang baik, yang kumiliki dengan Sulli harus terhenti ? Aku bisa …

“Yack!” Teriak Onew di belakang Minho.

Minho menoleh dan melihat Onew menyusutkan tangannya ke baju Jjong. Ketika Onew melihat ke arahnya , dia berbisik dengan marah, “Dia menjilat telapak tanganku, man ! Gadis jorok macam apa yang melakukan itu? ” katanya jijik

“Bleah,” Sulli mengeluarkan lidahnya dengan ekspresi yang menggelikan. “Tanganmu terasa menjijikkan, Jinki.”

“…. meminta kebaikan kalian, teman-temanku… sahabat-sahabatku… untuk membiarkan persahabatan kami terjalin lagi ,” Minho melanjutkan, mengabaikan mereka. “Sebagai teman-temanku, bukankah seharusnya kalian akan senang jika aku senang ? Karena, aku yakin sekali… aku senang berteman dengan dia, ” Minho menambahkan dengan tulus. Suaranya terdengar mengambang dalam ruangan yang hening itu.

Minho turun dari tembok berjalan ke arah Sulli yang sedang terbengong, menatap Sulli langsung ke dalam matanya. Dan seperti terhipnotis, Sulli balik menatap ke dalam matanya.

“Jadi, sekarang aku membuktikan kepadanya bahwa aku akan melakukan semuanya untuk bisa menjadi sahabatnya lagi,” kata Minho, tanpa memalingkan tatapannya. “Dan juga meminta kalian dengan sepenuh hati untuk berhenti menghina dan memelototinya dengan cara yang tidak baik. Ini tidak sulit untuk dilakukan, bukan? Tetapi jika beberapa dari kalian tidak bisa melakukan hal yang kuminta ini, tidak apa-apa. Hanya saja, jangan bilang aku tidak memperingatkan kalian, karena siapapun yang merendahkan dan menyakiti hatinya, mereka akan berhadapan langsung denganku…. “

Sulli memutar matanya, sementara Minho perlahan-lahan menyunggingkan senyum di wajahnya.

“Itu saja, semuanya !” Minho menarik nafas,. “Terima kasih untuk mau mendengarkan. Have a nice day. “

Dengan kata-kata terakhir itu, Minho tersenyum lebar ke Sulli, matanya berkilat saat melihat kemarahan di mata sahabatnya.

“Apa-apaan kamu ?”

Sulli bertanya sinis ketika Onew melepaskan cekalannya .

“Aku tidak tahu kisah hidup kita adalah sebuah opera sabun yang harus kau umumkan ke seluruh sekolah ! Kau bisa memperingatkanku untuk tinggal di rumah hingga aku bisa menyelamatkan diri dari rasa malu ini . Dan … juga mual, ” tambahnya, memelototi Onew yang masih menggosok-gosok tangannya.

“Ayo, berhenti menjadi begitu melodramatis, Bunny ,” kata Minho dengan tenang, “Ini tidak akan seheboh kalau aku menunjukkan kepada mereka gambar telanjangmu ketika kita berada di Bali.”

Sulli tersentak. Dia tahu foto yang dimaksud Minho adalah foto liburan bersama keluarga mereka ke Bali… dan itu ketika mereka kelas satu SD.

“ OMO !! dia masih menyimpan gambar itu !”

“Kau bilang kau sudah menyingkirkan gambar itu,” tuduhnya marah dan malu, terlebih ketika Onew melihatnya dengan penuh minat..

“Ups !! Aku berbohong…,” Minho mengangkat bahu dengan mengembangkan kedua tangannya tanpa beban. Kemudian menyeringai lagi.

Sulli bergerak mendekati Minho kemudian memukuli dadanya dengan membabi buta.

“Ow.. ow…auch !.” Mata Minho bersinar nakal, senyumnya melebar menahan geli dan sakit. “ Woah…, bagaimana dia bisa memukul begitu keras ketika dia tampak begitu rapuh pada saat yang sama?”

” Aku suka suara itu,” gumam Sulli dengan senyum manis jahat-nya.

” Kukira ini berarti kita bersahabat lagi ?” Minho bertanya tak yakin.

Dia mengangkat alis. ” Itu pendapatmu, bukan?”

Minho sedikit mengerutkan kening. “Tapi mereka adalah alasan mengapa kau enggan bersahabat denganku secara normal lagi. Dan aku sudah menyingkirkannya !! “

Sulli menatap penuh tanya, merasa heran dari mana Minho menyimpulkan hal seperti itu. Karena sesungguhnya dia tidak akan mempedulikan orang untuk mau bersahabat lagi dengannya. Alasan terbesarnya bukan itu. Yang dia takutkan adalah dirinya akan menjadi lemah menghadapi Minho, dan perjuangannya untuk “move on” akan tersia-siakan.

“Aku tidak bodoh, Bunny ,” kata Minho . “Aku tahu bahwa mereka adalah alasan utama mengapa kau tak mau bersahabat lagi denganku . Kau bilang begitu sendiri malam itu. “

Minho hampir merinding kalau mengingat malam itu. Rasanya seperti kehidupan yang terpisah dari dunianya.

“Hanya karena kau meminta mereka , tidak berarti kau berhasil membuat mereka mengikuti keinginanmu…meskipun kau seorang idola di sekolah ini, Minho,” dia mendengus.

Minho menyeringai. “Aku Minho M-I-N-H-O .”

Sulli memamerkan giginya, tersenyum dengan cara dipaksakan. Minho tertawa ringan, bersenang-senang dengan kejengkelannya.

“Oh, aku lupa,” Sulli berkata sinis. “Dalam hutan Galaxy ini, Kau adalah singa. KAU memerintah sekolah ini. “

“Aku tidak akan berdebat soal itu. Metofora itu cukup menarik , anyway. “

Menyadari kekalahannya , Sulli menjulurkan lidahnya dan melarikan diri dari tempat Minho, menerobos kantin yang masih ramai . Usahanya untuk melarikan diri gagal ketika tanpa sengaja dia tersandung ke ambang pintu dan jatuh terduduk. Dia meringis menahan sakit…dan malu .

Orang-orang yang ada di sana melihatnya . Minho, Jjong, dan Onew mencoba untuk menahan tawa. Tapi mereka tidak bisa mencegahnya ketika tawanya tiba-tiba meledak keras.

Sulli berbalik. Pipinya merah saat ia melotot pada mereka.

“Pergilah ,” kata Minho geli.

Dan Sulli pergi tanpa melihat ke belakang lagi.

Minho mengucapkan terima kasih kepada Onew dan mereka meninggalkan kantin yang masih ramai, setelah Minho memberi pesan untuk memasukkan pembayaran pada tagihannya. Masih ada tujuh menit tersisa ke bel masuk untuk jam berikutnya . Mereka berjalan ke ruangan loker untuk membawa peralatannya masing-masing.

“Apakah kau dan Sulli masih belum bersahabat ? Aku tidak melihat kesimpulan dari peristiwa tadi.” Tanya Onew bingung . “Yah, kau bisa saja menipuku .”

Jjong tertawa. “Melihat dari bagaimana cara Sulli bereaksi pada Minho, mereka sudah kembali normal,” jawabnya pada Onew. “Satu-satunya hal yang hilang adalah label persahabatannya .”

Onew mengerutkan kening. ” Aku tidak mengerti,” akunya serius.

“Aku juga. Jalan pikiran Sulli sangat sulit kumengerti. ” Minho setuju. “Tapi memang, cara berpikir cewek akan selalu menjadi misteri bagiku,” Minho menambahkan, sambil mengangkat bahu.

“Tapi Jjong tampaknya memahami mereka cukup baik.”

Onew dan Minho berpaling ke arah Jjong. Mereka menatapnya penuh rasa ingin tahu.

“Aku hanya jeli saja ,” kata Jjong tenang tetapi tanda-tanda kecil defensif terdengar dalam suaranya.

“C’mon,man,” desak Onew. ” Kau bisa menceritakan apapun. Kami akan menerima apa pun yang terjadi dan bagaimana pun dirimu. Kau … sedikit melankolis… dan pemikiranmu begitu menyerupai seorang gadis…kaunterkadang begitu aneh.”

Minho tertawa mendengar nada menggoda Onew dan paham maksudnya.

“Yeah, Jjong,” Minho membisikkan sesuatu ke telingnya, bisikan yang cukup keras untuk didengar Onew . “Kami tidak akan memberitahu siapa pun seperti apa kau yang sebenarnya. Bahkan jika kau merasa dirimu seperti mereka…well, kau tahu maksudku…”

“Hey, aku bukan gay,” tukas Jjong tegas. ” Aku punya pacar, demi Tuhan.”

Onew dan Minho tertawa mendengar suara Jjong yang meninggi . Dia tidak biasanya bicara dengan nada tajam.

“Sobat, kami hanya bercanda,” kata Onew ditengah-tengah tawanya. ” Jangan terlalu defensif. “ Onew membelalakkan matanya ,” Apakah kau tersinggung…. Oh ara..ara/.., aku akan menutup rapat mulutku, “tambahnya cepat ketika Jjong menatapnya marah.

” Ngomong-ngomong , aku mendengar Universitas Yonsei meneleponmu kemarin,” Jjong berkata penasaran, saat memandang ke arah Minho.

“Ya,” jawab Minho jujur. “Itu bukan satu-satunya, ada beberapa universitas lain menawarkan beasiswa basket.”

Begitu peliputan pertandingan terakhir diputar di beberapa stasiun televisi, Minho mendapatkan tawaran bea siswa memalui jalur Basket tetapi belum ada satu pun yang disetujuinya.Dia memang punya satu universitas tertentu yang diidamkannya untuk dimasuki setelah keluar dari SMA. Basket memang menarik minatnya, tetapi di atas segalanya dia lebih menempatkan cita-citanya ke teknik. Dia begitu tertarik dengan mobil… mungkin ini diturunkan dari ayahnya. Universitas Korea telah menjadi impiannya sejak dia belajar bagaimana mengenal lika-liku otomotif. Sulli dan dirinya sudah berencana untuk masuk ke sana, tentu dengan spesifikasi berbeda. Dan untuk menjadi mahasiswa di sana benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan.

” Chingu !” Seru Onew bersemangat. ” Universitas Yonsei ?! Mereka memenangkan Kejuaraan dua tahun berturut-turut! Itu mengagumkan! “

“Aku tahu. Tapi aku akan ke Universitas Korea. Kau tahu aku akan menggeluti teknik mesin “

Onew mempertimbangkannya. “Yah, Itu tidak buruk. Bagaimana denganmu, Jjong? Kemana kau akan melanjutkan? “

” Universitas Seoul ,” kata Jjong sederhana.

Onew terkikik. “Jjong akan ke sana ? Jjong dan SU ? “Dia terkikik lagi, jelas menikmati dirinya sendiri.

“Kau begitu kekanak-kanakan,” kata Jjong jengkel.

“Well, itu lebih baik. Kau tahu, menjadi dewasa itu menyebalkan,” balas Onew. “Itu sangat membosankan.”

“Jadi, apakah Gwangju meneleponmu?” Minho bertanya pada Onew, mencoba untuk membawanya kembali ke inti pembicaraan mereka.

“Tentu saja,” jawab Onew puas. “Bagaimana tidak, dengan kemampuan sepertiku ? Sekarang, berhenti berbicara tentang kuliah. Aku sudah bisa merasakan rambut putih tumbuh di atas kepalaku saat ,memikirkannya . “

Minho mengangkat alisnya , tapi tiba-tiba senyumya hilang dan melihat dengan tatapan penuh kengerian ke rambut Onew. Minho matanya membulat karena syok.

” Omona, kau benar !! katanya dengan suara kaget sambil menunjuk rambutnya. ” Aku melihat satu rambut putih mencuat di sana .”

Onew menghela napas tercekat.

“Tidak mungkin!”

Dia tersentak , sesaat kemudian dia merampas cermin kecil dari seorang gadis yang lewat di koridor. Dia memeriksa rambutnya dengan teliti dan menghela napas lega saat tidak melihat rambut putih. Dia mengembalikan cermin kepada gadis itu tanpa berterima kasih . Dan kemudian menatap Minho sebal.

” Jebakan yang bagus.”

Jjong dan Minho tertawa terbahak-bahak.

“Kau tertipu…,” Minho tertawa.

” Onew, kau tidak bisa mencegah dirimu untuk menjadi tua…,” kata Jjong sambil menggeleng-geleng tak percaya..

“Aku bisa,” jawab Onew marah. “Aku akan meminta vampir menggigitku.” Dia meraba lehernya dengan meringis, terlihat agak berpikir, “ Setelah dipikir-pikir, aku lebih suka menjadi manusia serigala saja daripada vampir. “

Minho menatap Onew, bingung.

” Aigoo … ,” Minho mendengus. “Kau juga menonton Twilight?”

Minho bahkan tidak akan menonton Twilight jika bukan karena Sulli yang memaksa dan merengek-rengek. Sulli memaksanya untuk melihatnya. Dia menyesal pada akhirnya, terutama karena isi ceritanya mengingatkan Minho pada tragedi itu..

“Apa itu?” Tanya Onew polos.

Jjong menggeleng geli. Mereka tidak tahu apakah harus percaya kepada Onew atau tidak. Kadang-kadang, Onew bisa sangat tak terduga.

Bel tiba-tiba berbunyi nyaring. Mereka bertiga saling melihat untuk terakhir kalinya sebelum berjalan ke arah yang berlawanan.

Tiba-tiba Minho berhenti, teringat bahwa dia ingin menanyakan sesuatu pada Onew tentang sikapnya yang aneh saat di tempat parkir. Tetapi ketika berbalik dia sudah tak melihat sahabatnya itu di sana.

“ Mungkin bisa menunggu sampai makan siang… Yah . Onew bisa sangat tak terduga kadang-kadang, memang…. Unreadable !!” pikirnya

Advertisements

65 thoughts on “THE hunk NEXT door (22)

  1. Ok part yang tidak panjang, tapi juga tidak membosankan.
    Dan part ini emang aneh banget, karena efek percakapan onew yang sulit dimengerti.
    Onew emang seperti anak kecil, suka berada dalam imajinasinya sendiri tiba-tiba cemberut atau memikirkan hal-hal yang sedikit banget nyambungnya.
    Lanjut eon

  2. appa minho apa dia suka minho putus dgn kristal dan appa minho bangga ma minho karna dia menang dlm pertandingan basket.. trus minho dikasi hadiah mobil..
    apa minho dan sulli udh di jodohkan waktu masih kecil yaa..
    trs waktu sulli di make over kemarin oleh eomma sulli dan eomma minho ga ikut membantu untuk membuat minho sadar kalau sulli itu lebih cantik dari kristal..

  3. waahh minho dapet mobil baruu yahh lumayanlah buat modal pedekatean sama sulli wkwkkwkwkaa .. eemm si onew lagi kesurupan apa yah kok jadi gitu, kayak ada yang disimpen gitu .. wwaahhh onew dapet jilatan dari sulli ditangannya wkwkwwkwkwkwkaa kalau aku yang dijilat sulli mah ga bakalan cuci tangan dah tujuh hari tujuh malam bbwhahahahaa ..

  4. Ada apa dengan onew? tak biasanya dia seperti itu? pasti Ada sesuatu yg disembunyikan dari minho. tapi apa? ah molla…!!! tingkah laku onew benar² tak terduga.
    WOW….!!!! Mobil minho benar² keren. beruntung banget deh minho. udah dikasih mobil, dikasih uang buat traktir temen²nya lagi. baek banget ya orang tua minho! btw apakah ini cara minho membuktikan sumpahnya untuk bisa mendapatkan sulli Dan menjadikan sahabatnya seperi dulu lagi? omona…minho….!!!! kau benar² melakukannya Demi mendapatkan sulli. yaelah…..salut deh sama usaha dan perjuangan minho. dia benar² serius dengan sumpahnya waktu itu. huuuaaaa jadi terhura aku! tapi…jawaban sulli apa? apakah dia mau menerima minho kembali menjadi sahabatnya atau menolaknya?

  5. Asyiik akhirnya perjuangan Ming buat mendapatkan cinta Ssul akan dimulai. Semangat Ming. Semoga teaser yg eomma Din buat salah ketik deh. Biar Ssul gak jadian ama Taem ^^ hehehe

  6. hmm..aku juga bingung dengan si onew *garuk2… cie cieee cieeee… ada yg mulai sahabatan lagi . ahhh..kenapa gak jadian aja sih… hftttt… si minho emang gak peka atau pelupa??hmmmm… aku baca ngebut nih eon..lanjut !!

  7. Ad perasaan senang saat MINSUL jd sahabatan lg,tp gw mikirin perasaan TAEMIN jg 😦 hmm ONEW itu napa??? krystal mana??yahh gw harap dia sdh hlng d part slnjt.y.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s