THE hunk NEXT door (23)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Antara Onew dan Taemin

.

.

.

Sulli melangkah di koridor dengan bingung. Sejak kakinya melangkah dari parkiran, dia sudah merasakan hal-hal yang aneh. Dengan jantung berdebar dan rasa curiga, dia melirik kiri-kanan. Saat melewati sekelompok siswa senior yang berkumpul di ujung parkiran, keanehan mulai nyata.

“ Hebat !! Omona… Minho benar !! Mereka tak melihatku dengan tatapan sinis. Bahkan mereka bersikap seperti aku ini “biasa”… maksudku, aku bukan manusia aneh yang perlu dipelototi sambil diikuti bisik-bisik mencurigakan… “

Sulli melihat ke Taemin yang berjalan di sisinya, membalas tatapan matanya dengan senyum dan alis yang terangkat. Menuju ruang loker, Sulli makin merasakan keanehan itu. Segerombol siswi menyapanya ramah.

“ Hai Sulli !!”

Sulli menyeringai aneh untuk membalas sapaan itu.

“OMO !! Sulli…???” mata Sulli terbelalak ,” Mereka memanggil namaku dengan benar. Mereka tidak memanggilku dengan julukan menghina yang mereka buat untukku… Ini benar-benar gila !!”

Sulli menoleh ke Taemin, memegang tangannya untuk mencegah Taemin pergi ke lokernya.

“ Taemin, apakah kau merasa ada yang aneh pagi ini denganku ?”

Taemin mengerutkan alisnya, kemudian dengan tatapan nakal dia melihat Sulli dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sesungging senyum miring menghias wajahnya.

“ Ya, ada…”

“ Jinjja ?? Apa ?”

“ Rambutmu hari ini diikat terlalu ketat seolah kamu takut mereka akan berlarian di sepanjang koridor ini. Kaca matamu terlalu besar untuk ukuran wajahmu, bajumu juga terlalu rapat untuk musim begini… dan…”

“ Dan ?”

“ Kamu hari ini tidak bersikap seperti bayi… maksudku tidak ribut seperti biasa.”

“ Aku bukan bayi dan aku tak pernah ribut !” Sulli memotong cepat,” Kaca mata dan rambutku memang setiap hari seperti ini. Itu bukan hal aneh pada diriku. Ayolah… aku serius Taemin !”

“ Kalau kau merasa tak ada yang aneh, lalu mengapa kau tanyakan padaku ?” gerutu Taemin sambil membalikkan badannya.

“ Yah, tunggu dulu !!” Sulli menarik jaket Taemin ,” Aku hanya mau tahu apakah kau juga merasakan keanehan di sekolah ini ? Apakah ini bulan April ??”

“ April ? Yang benar saja…. kukira baru minggu kemarin akhir musim pertandingan. Sebenarnya ada apa dalam kepalamu Choi Sulli ?”

Sulli refleks memegang kepalanya, membuat Taemin tertawa pelan.

“ Jangan tertawa !! Jangan bilang kalau aku mimpi !!” Sulli mencubit tangannya sendiri, kemudian meringis. Tetapi satu hal yang diyakininya… dia tidak sedang mimpi.

“ Mereka… orang-orang itu, tidak melihatku dengan sinis… dan kau dengar tadi ? Gadis-gadis itu menyapaku…. Menyapaku Taemin !! Ini aneh, kan ?”

“ Sulli, orang itu berubah ! Aku sudah katakan berkali-kali bahwa mereka akan berubah… termasuk dalam cara mereka memperlakukanmu. Bangunlah “Baby”, duniamu baru saja dimulai !! Selamat datang di dunia Galaxy…”

Taemin berputar, kemudian melangkah menuju tempat lokernya.

“ Oh, gosh. Taemin benar bahwa orang bisa berubah. Tetapi seluruh sekolah berubah ? Mungkinkah ? Tidak ada yang memelototiku lagi… tidak ada sama sekali ! Sapaan ramah dan panggilan nama yang terasa akrab di telinga. Dan… kemana-mana aku melihat , orang–orang itu melambaikan tangan dan tersenyum padaku seperti teman lama saja. Ini pasti efek pengumuman Minho kemarin di kafetaria. Pastilah begitu !!”

Sulli membuka lemari lokernya, dan terperanjat ketika banyak benda berjatuhan dari lokernya. Dengan tatapan ngeri dia menatap amplop-amplop surat yang berserakan di lantai, dekat kakinya.

“ What the hell ? Apa ini ??”

Cafetaria, waktu makan siang

“Aku tidak tahu kalau kau ternyata memiliki banyak penggemar,” Jiyoung memulai .

Waktu itu mereka sedang makan siang dan berada di kantin. Sulli menatap tumpukan surat di meja dengan ngeri. Dia telah membuka sebagian besar surat-surat itu dan membacanya dengan Jiyoung. Kebanyakan adalah surat permintaan maaf karena telah memperlakukannya dengan buruk, kemudian diikuti permintaan untuk bisa berteman dengannya. Sebagian ada yang memuji-mujinya dengan prestasi Buletin GS. Tetapi Sulli merasa… surat-surat itu adalah kebohongan alias isi di dalamnya tidak tulus.

“Apakah Minho meminta seluruh sekolah untuk bersikap baik kepadamu ? Minho bilang bahwa dia tidak akan menyerah sampai ia menjadikanmu sahabatnya kembali.”

Sulli memutuskan untuk mengabaikan pernyataannya.

“Cinta adalah kata-kata yang berterbangan di atas persahabatan kalian. . . “

Sulli pura-pura tidak mendengarnya.

” Heyy, kau tidak usah jual mahal -untuk-mendapatkan perhatiannya lagi, Tidakkah kau berpikir kesempatan kedua bisa menjadi awal dari hubungan yang lain ?”

“Jiyoung ,” Sulli mengerang, seolah-olah mengucapkan nama itu bisa membuatnya berhenti bicara.

“Tapi itu ide yang bagus,” Sulli berkata sinis. “Aku akan membiarkan dia menjadi sahabatku seperti dulu , kemudian semua perasaanku tentang dia akan berlomba menghampiriku lagi… dan akan memperolok-olok diriku dari dalam !”

“Oke, aku mengerti maksudmu,” desah Jiyoung. “Kau sudah move on dari perasaanmu padanya.”

“ Tidak juga. Hanya saja, sejak kami putus … rasanya aku bisa bernapas lega dari keharusan menyembunyikan perasaanku terus menerus di hadapannya. Aku bisa memikirkan diri sendiri dan apa yang kuinginkan selain mengeluh tentang kehidupanku yang tidak bahagia di Galaxy ini. Tapi aku tahu perasaan itu masih ada, walaupun tidak seperti dulu. “

“Tapi kau tidak bisa lari dari dia selamanya, Sulli,” tambahnya.

“Aku tidak berencana untuk lari ,” kata Sulli cepat. Lalu, menambahkan pelan, “Hanya. . . sampai perasaanku padanya hilang. “

“Aku bertanya-tanya kapan waktu itu datangnya ,” gumam Jiyoung melamun sendiri.

“Oh, mungkin sampai kita lulus. . . dari Galaxy, ” jawab Sulli santai.

“Berbicara tentang lulus, ke mana kau berencana untuk melanjutkan ? Ini sudah Februari. “

“Aku membidik UK atau SU . Dan kau ? “

“Aku baru saja memutuskan Konkuk . Jjong akan ke SU . Dia sudah mendapat surat penawaran gelombang pertama . “

“Aku tidak heran,” gumam Sulli jujur. “Dia cerdas dan ulet . Kau baik-baik saja dengan itu, maksudku… kalian akan berbeda kampus? “

“Tentu saja, aku dengar kesempatan Jjong di sana 90 %. Tetapi SU terlalu jauh untukku.”

“Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?”

Jiyoung mengangguk. “Kami sudah punya komitmen yang bagus. Aku percaya kepadanya, demikian pula dia”

“Poin yang bagus,huh?” Sulli memasukkan sedotan ke mulutnya.

“ Selalu ada poin yang bagus dalam sebuah hubungan !”

Sulli dan Jiyoung berbalik kaget dan melihat Minho, Jjong, dan Onew berjalan ke arah mereka dengan nampan pada masing-masing tangannya.

“Tak satu pun urusan orang yang lolos dari pengamatanmu , Frog,” gerutu Sulli.

Dia tidak bisa menahan dirinya untuk bicara sedikit kasar. Itu bukan salahnya, bagaimana pun hari itu sekolah berasa aneh . Dan Sulli yakin, rasa murung dan marah yang sedang dirasakannya ini sebagian besar disebabkan keanehan itu… juga karena masa periodenya yang datang berkunjung. Dan walaupun itu adalah hari kedua, tekanan emosi selalu membuatnya ingin marah-marah.Dia tahu, sebagian gadis mengalami turun naik emosi saat haid, karena perubahan hormon. Itulah yang dibacanya dari majalah. Tetapi pemicu kekesalannya hari ini sebagian besar bersumber dari akibat ulah Minho.

” Ucapanmu terlalu keras memojokkanku. Aku tak peduli urusan-urusan orang , kecuali yang berkaitan dengan sahabatku yang kutu buku , bukan begitu?.” Minho berkomentar sambil duduk di kursi yang terletak di seberang Sulli.

Sulli mengangkat bahu. “Apa yang bisa kukatakan lagi ? Aku memang seorang kutu buku yang keras kepala. “

“Well, aku yakin itu hanya sandiwaramu .”

“Kenapa aku harus bersandiwara?” Tanya Sulli tak percaya.

“Karena kau keras kepala,” jawabnya santai sambil menatap mata Sulli . “Yang sebenarnya adalah… Kau ingin memanggilku ‘Froggy’ dengan nada manis. Tapi kau terlalu keras kepala untuk mengakuinya. “

“Mwo ?? Aniya ,” Sulli membantah marah.

“Bagaimana mungkin, akhir-akhir ini dia bisa membaca pikiranku dengan tepat ?”

“Jangan terlalu ge-er dan percaya diri. Itu bisa membunuhmu pelan-pelan, “tambah Sulli dingin.

“Apa bedanya dengan membangun ego?” goda Minho.

Sebelum Sulli bisa menjawab kembali, ia menambahkan dengan cepat,

“Omong-omong, aku senang kau kembali normal, Bunny .”

Sulli tahu bahwa Minho mengomentari penampilannya. Tiba-tiba rasa marah memenuhi dadanya

“Ya, karena kutu buku tidak diperbolehkan berdandan di sekolah ini. Bukan begitu , SINGA ?” Sulli mencibir dan berkata tanpa perasaan.

Minho tersenyum miring melihat ekspresi “panas” mulai terlihat di wajah Sulli. Dia senang melihatnya seperti itu… dia sudah lama merindukan Sulli seperti itu.

“Yup,” Minho setuju, “terutama kalau kutu buku itu adalah … KAU .”

Minho mengangkat alis, kemudian mulai menyantap makanannya, sementara Jjong dan Onew tetap diam, bersikap seolah tidak mendengar pertengkaran yang bagi mereka memang sudah menjadi pemandangan biasa. Pengulangan kisah lama antara Minho dan Sulli.

“Hei, Taemin,” kata Jiyoung tiba-tiba.

Sulli mendongak dan melihat Taemin yang mengambil posisi duduk di samping Jiyoung.

“ Hai semua !” Taemin tersenyum. ” Aku melihat kita memiliki anggota lain untuk bergabung,” katanya sambil menatap Minho dan sahabatnya. “Selamat atas kemenanganmu, chingu.”

“Apakah itu satu-satunya hal yang kau mengerti dalam permainan?” Tanya Onew tidak ramah ,” Hanya sebatas menang dan kalah ?”

Taemin tertawa renyah. “Lebih baik daripada tidak sama sekali,” jawabnya.

Sulli melihat Taemin memiliki kesabaran yang baik. Kalau dirinya di posisi Taemin, mungkin dia dan Onew akan saling menghina sekarang.

“Omong-omong,” lanjut Onew. “Kenapa kau pindah ke sini dari Busan?”

Semua menoleh ke arah Taemin. Sulli menatap dengan rasa tertarik, walaupun dia sudah kencan dengannya, tak sekali pun dia bertanya tentang alasan kepindahan Taemin ke Seoul. Bahkan dia tidak tahu dimana dia tinggal dan bagaimana keluarganya. Sekarang, setelah seseorang melontarkan pertanyaan itu barulah Sulli merasa bahwa selama ini dia sangat tidak peduli dengan latar belakang Taemin. Bagaimana bisa ??

“Aku ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan,” jawab Taemin datar “Aku berencana untuk masuk ke SU setelah SMA.”

“Kenapa kau tidak masuk ke salah satu universitas di kotamu saja ?” Tanya Onew. Dia menatap pada Taemin, seolah-olah mencari sesuatu dalam kata-katanya.

” Aku lebih suka di Seoul,” jawab Taemin, menyadari tatapan dingin Onew. “Di sini semua bisa ditemukan, hal-hal yang menarik minatku hampir semuanya terpampang di depan mataku.”

Onew terdiam sejenak. Dia tampak berpikir. Dan kemudian dia menggeleng, dan mengernyit Taemin bingung.

“Aku tidak mengerti,” akunya.

“Aku juga,” kata Minho tak acuh.

Mereka yang duduk di meja menatapnya. Ekspresi Minho dingin dan tenang saat ia menatap Taemin.

“Serius, jika kau ingin menemukan yang menarik minatmu, mengapa berencana masuk ke SU ? Mengapa kau memilih kuliah karena yang kulihat kau memfokuskan dirimu di musik. Kau bisa masuk Anyang mulai dari SMA.”

Taemin tidak berkedip. Dia menatap Minho, yang balik menatapnya. Meskipun kantin berisik, keheningan di sekitar meja mereka seperti tak terusik . Udara penuh ketegangan.

“Kau tidak datang ke sini untuk mengurus kakek-nenekmu,kan ?” Onew bertanya , memecah keheningan.

“Tidak,” tegas Taemin. “Kakek-nenekku berada di Busan, dengan orang tuaku.”

Mereka semua terkejut, dahinya berkerut … bingung.

“Tapi rumor mengatakan. . . “Onew melemah. Kerutan di dahinya melembut dan ia mengangkat dagunya .

“Jadi kau tidak kenal siapa pun di sini … sama sekali?”

Taemin beralih tatapannya dari Minho ke Onew.

“Tidak,” kata Taemin dengan nada yang kental.

Onew tersenyum kecut. “Itu pasti sangat sulit bagimu, menemukan sebuah rumah untuk tinggal dan pergi ke sekolah tanpa ada yang membantu . Kalau aku, pasti akan memillih dilayani daripada harus memaksakan melayani diri sendiri..” Onew menarik nafas,” Aku bertanya-tanya mengapa kau memilih sekolah ini di banding sekolah lain ? Sekolah ini berkembang karena olah raga… itu bukan untukmu, kau tak suka olah raga !!. “

“Ada apa dengan interogasi ini , Sobat?” Tanya Jjong bingung, menatap Onew.

“Hanya bercakap-cakap dengan seorang siswa baru,” Onew mengangkat bahu.

Sulli mendengus. “Dia sudah belajar di sini selama hampir enam bulan. Kupikir dia bukan siswa baru lagi. “

Mata Onew melayang ke arah Sulli . “Well, aku baru melihat dia. Jadi dia baru bagiku. “

“Apakah kau begitu lambat mengenali orang ?”

“Tidak,” dia menyangkal, kemudian tersenyum puas. “Aku dulu tidak tertarik, tetapi sekarang tertarik .”

Sulli membuka mulut untuk menjawab ketika Taemin menghentikannya dengan menaikkan tangannya. Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa, Sulli,” katanya.

” Salahkah aku ?” Onew bertanya polos salah satu alisnya terangkat.

” Onew, apa sih yang kamu bicarakan?” Minho bertanya, bingung dengan sikap Onew.

“Tidak ada,” gerutu Onew. Dia mengambil minuman sodanya dan meneguknya habis . Kemudian, dia berdiri. ,

“Aku mau bawa soda lagi .”

Mereka menyaksikan Onew pergi menuju mesin minuman

“Maaf,” gumam Minho.

Dia menunduk dan menatap makanannya dengan wajah penuh perhitungan.

“Dia sudah bertingkah aneh sejak pagi ini.” Minho menoleh ke Jjong , “Apakah kau tahu mengapa?”

Jjong cemberut. “Tidak”

Minho mengangguk.

Sulli tersenyum pada Taemin, memintanya untuk melupakan itu.

Minho menarik nafas, ada rasa tidak nyaman melihat bagaimana Sulli begitu peduli pada Taemin. Ini menyinggung egonya, karena tidak biasa Sulli memperlakukannya dengan begitu lembut… bahkan ketika mereka sedang bersahabat. Diam-diam matanya memperhatikan Taemin yang mulai menyantap makan siangnya

Entah mengapa, Minho tidak pernah bisa percaya pada orang ini. Instingnya berkata ada sesuatu tentang anak baru ini. Dan rasa itu makin kuat ketika dalam diam, dirinya menganalisa kejadian yang baru saja terjadi… tepatnya percakapan antara Onew dan Taemin. Ada sesuatu yang asing dalam diri Onew yang mengganggunya.

“ Hal yang menggangguku bukan cara Onew bereaksi pada Taemin. Tidak. Itu sudah terlalu sering dilakukannya. Hal yang menggangguku adalah mengapa Onew memberikan pertanyaan bertubi-tubi ke Taemin? Apakah dia melakukan sesuatu yang membuat Onew marah ? Atau yang lebih baik lagi… apakah Onew tahu sesuatu tentang Taemin yang dia tidak suka? Apakah Taemin memiliki rahasia yang disembunyikan, yang secara kebetulan Onew mengetahuinya ? Atau mungkin Onew hanya sedang dalam mood yang buruk dan mencari sasaran untuk melampiaskannya saja

Pukul 21.00, SMA Galaxy

Minho menggoyangkan rambutnya yang basah, latihan untuk persiapan menuju propinsi sudah disiapkan pelatih sejak dini. Tetpi dia melihat setiap anggota tim antusias mengikuti latihan keras yang dilakukan 2x seminggu, setelah jam tambahan selesai.

Kehebohan yang dibuatnya di Kantin, sepertinya membuahkan hasil yang cukup baik. Mulai dari kakinya menginjak Galaxy hari itu, dia sudah mendengar laporan Onew tentang perubahan para siswa dalam memperlakukan Sulli. Dia berpikir, seharusnya hal itu dilakukannya sejak dulu, sehingga Sulli tidak akan kehilangan hari-hari menyenangkannya di SMA. Tetapi sungguh, sebelumnya dia berpikir kalau Sulli tidak mempedulikan itu.

“ Dia selalu berusaha terlihat tangguh, tetapi ternyata aku sudah melukainya selama ini…

Reaksi Krystal mengenai kehebohan itu, sudah bisa diduganya. Tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa pada Sulli, karena semua orang tahu kalau di belakang Sulli akan selalu ada dirinya . Yang jelas, Krystal marah besar dan telah mendiamkan Minho sepanjang hari . Kabar tentang putusnya mereka sudah beredar di sekolah. Minho tidak tahu siapa yang menyebarkannya , tapi yang pasti bukan dirinya. Ia merasa tidak perlu mengabarkan kepada setiap orang tentang hal-hal yang tak ada kaitannya dengan mereka. Minho berpikir bahwa hal yang membuat Krystal paling marah adalah fakta bahwa dirinya dicampakkan . Bukan sebaliknya. Karena egonya yang terluka, bukan perasaannya.

“ Tak ada yang akan membuatku untuk kembali kepadanya… bahkan kalau itu kekacauan yang telah kulakukan dengannya. TIDAK !!”

Minho teringat sewaktu usai pertandingan terakhir, setelah dia mengucapkan kata putus… dirinya hampir terpancing dengan luapan emosi yang diucapkan Krystal di telepon.

Flash Back

Minho melangkah di sepanjang trotoar menuju rumahnya. Ada kegelisahan besar di hatinya, suatu perasaan asing yang membuatnya tidak nyaman. Amat tidak

“ Sulli sekarang kencan dengan Taemin dan dia mengganti kaca matanya dengan kontak lensa. Satu hal yang paling tidak disukainya !! Dia juga memakai baju yang benar-benar “perempuan”… baju yang paling dibencinya! Mengapa dia melakukan sesuatu yang dibenci dan tak disukainya untuk Taemin ? Untuk Taemin !!

Minho menendang kerikil dengan kesal. Bahkan sepertinya Sulli tak pernah melakukan hal seperti itu untuknya…atau untuk appa dan eommanya !! Apa hebatnya seorang Taemin buat Sulli ? Apa makna Taemin baginya… sehingga bisa merubah Sulli yang dikenalnya menjadi sosok gadis yang tak dikenalnya.

Minho bukan tak suka Sulli tampil menjadi cantik, karena dengan tampil begitu semua laki-laki jadi memandangnya dengan pikiran konyol. Itu membuatnya marah. Dan terlebih lagi, Sulli tampil cantik untuk seorang seperti Taemin… Itu lebih-lebih membuatnya marah.

Di depan rumahnya dia berhenti, menatap ke langit yang hitam.

Ini adalah kencan pertama Sulli. Dia terlihat gembira…. setidaknya Minho bisa mendengar dia tertawa lagi. Dan sialnya , Sulli membawa Taemin ke tempat-tempat mereka saat menghabiskan hari-hari liburan di Seoul. Menonton film di tempat yang sama, berjalan di taman yang sama, makan Tteokbokki, odeng, dan eskrim.
Minho memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam. Mencoba mengusir rasa marah yang membakarnya dari dalam. Kakinya kembali melangkah menuju rumahnya. Perasaannya berat… padahal baru beberapa jam yang lalu dia memenangkan pertandingan. Ada apa dengan dirinya ?

Langkahnya tiba-tiba terhenti, matanya sekilas melirik kamar Sulli yang lampunya mati. Yang jelas, Sulli belum kembali. Terakhir dilihatnya Sulli dan Taemin masuk ke tempat karoke.

“ Kencan yang sempurna !!” Minho mendengus ,” Lalu apa yang akan dilakukan pasangan sehabis kencan ?”

Matanya hampir meloncat ke luar karena tersadar akan sesuatu yang tak berani dibayangkannya

“ Omo… bagaimana jika Taemin mengambil kesempatan untuk mencium Sulli ? Semua lelaki melakukannya di akhir kencan mereka, bukan?”

Minho menggaruk rambutnya dengan kesal, kemudian berbalik dan memutuskan untuk menunggu Sulli pulang. Dia bisa pura-pura datang dan menanyakan keberadaan Donghae, bila beruntung akan mengajak ayahnya Sulli berbicara tentang pertandingan. Kalau Taemin datang, dia akan ada di sana untuk memastikan dia pulang tanpa menyentuh Sulli. Mungkin juga, dia harus mengakui perasaannya pada Sulli ? Supaya dia meninggalkan Taemin. Tampaknya itu gagasan sempurna. Malam ini dirinya harus tahu bagaimana sesungguhnya perasaan Sulli tentangnya .

Tiba-tiba ponsel di sakunya bergetar. Minho melihatnya dan merengut ketika nama Krystal mucul di layar.

“ Kryst ?”

“ Minho, betulkah kata Onew kau tak akan datang ke pestaku ?”

“ Nae. Aku sudah katakan tadi.”

“ Tapi kukira kau tidak serius….”

“ Krystal… aku serius bahwa aku ingin putus denganmu.”kata Minho tegas

“ Kau bercanda, kan ? Kau hanya menggertakku, kan ? Kau akan kembali… aku tahu kita selalu begini, tapi pada akhirnya kau akan balik kepadaku…” suara Krystal terdengar histeris.

Tidak untuk kali ini, Kryst. Maafkan, aku harus tidur…”

“ Choi Minho… !!”

Teriakan Krystal membuat Minho menjauhkan ponsel dari telinganya. Dia bisa membayangkan bagaimana mimik wajahnya saat melakukan teriakan itu. Entah kenapa, satu sudut di hatinya merasakan kelegaan karena akan terlepas dari kebiasaan buruk Krysta

“… Kau tak bisa melakukan ini padaku ! Setelah apa yang kita lakukan !! Aku tahu kau bukan pengecut yang akan lari dari tanggung jawab !!”

Minho memejamkan matanya, merasa kesakitan dan penyesalan bila diingatkan akan hal itu. Tetapi dirinya harus bisa mengakhiri semuanya, untuk dirinya sendiri, untuk Sulli… untuk hubungan mereka.

“ Dengar… Krystal ! Aku benar-benar menyesal dengan semuanya itu. Tetapi….” Minho mencari kata-kata yang tak mau membuat Krystal berharap ,” itu adalah sebuah kesalahan. Kau boleh mengataiku pengecut, tetapi tidak… itu tak akan membuatku kembali kepadamu. Kita putus dan ini yang terakhir

“ MWO ?Bagaimana jika ada bayi ?

“ Bayi ??” Minho terkesiap,” Apa maksudmu ?”

“ Bagaimana kalau saat ini aku hamil ? “

“ Maaf Kryst, pada kenyataannya itu tidak terjadi. Dan aku harus pergi sebelum aku mengulangi kesalahan sama.”

“ Kau tidak akan meninggalkanku hanya karena kutu buku itu, kan ? Kau pecundang !! Kau langsung jatuh cinta pada kutu buku sialan itu, ketika kau melihat dia berusaha membohongi dirinya dengan melupakan kaca mata dan baju kedodorannya !!” tuduh Krystal.

“Dia tidak membohongi siapa pun !!” Minho menjawab marah, tak suka nama Sulli muncul dalam percakapan mereka

“ Dan aku tak akan membiarkanmu lolos dengan mudah, Minho. Aku akan membuat si kutu buku itu membencimu…

Minho mematikan ponselnya.

Krystal histeris. Tak ada kebaikan dari mendengarkan orang histeris. Tetapi bagaimana jika Krystal serius dengan ancamannya ? Minho pernah melihat bagaimana Krystal bisa sangat tidak bernalar jika marah. Bagaimana jika Krystal memberi tahu Sulli tentang apa yang pernah mereka lakukan ?Apakah Sulli akan membalas cintanya jika tahu bahwa dirinya seorang bajingan ?

Minho menjejalkan ponsel ke saku celananya, putus asa . Sepertinya dia harus meninjau ulang rencananya untuk mengakui perasaannya pada Sulli… jika dia tidak mau perasaan Sulli terluka lagi.

End of Flash Back

Pada akhirnya memang pengakuan itu tak dilakukannya karena dia takut melukai perasaan Sulli. Sudah cukup dia melukainya selama ini, dan hal tersebut tak akan dilakukannya lagi.

Terlepas dari Sulli, Minho memang sudah bulat untuk melepaskan diri dari cengkraman Krystal.

Lagi pula , tanpa Krystal di sisinya sepanjang waktu , banyak gadis yang tampaknya berpikir bahwa dirinya siap untuk mencari pengganti Krystal. . Menjadi single dan populer memberinya banyak kesenangan. Minho menyukai aroma kemerdekaan yang baru dihirupnya. Sekarang dia bisa memilih gadis mana pun yang diinginkan tanpa mempedulikan perasaan Krystal.. Dan dia punya seorang gadis yang sedang diincarnya sekarang. Gadis sinis yang telah mengisi hatinya secara diam-diam.

Berbicara tentang gadis sinis.

Minho mengetuk pintu, melongokkan kepalanya ke dalam kantor buletin sekolah. Ruangan itu kosong kecuali ada seorang gadis yang tampaknya stres. Minho tersenyum dan bersandar di ambang pintu.

“Kau siap untuk pergi?”

“Ya, Taemin,” jawab Sulli, tanpa mendongak.

Bibir Minho berkerut hanya dengan mendengar nama orang itu

“Tunggu satu men … MINHO ? “

Sulli melihat mata Minho, seperti baru melihat hantu. Matanya terbuka lebar.

Minho mengedarkan pandangannya di ruangan kecil itu. Dia melihat cermin di sudut dan berjalan ke situ. Sambil menatap bayangannya sendiri, di mengacak rambut hitamnya yang kusut dan masih setengah kering , kulitnya sedikit pucat, sementara pipinya sedikit kemerahan karena latihan keras yang dilakukannya. Dia mengenakan celana jins biasa dan jaket kesayangannya di atas t-shirt. Melipat seragamnya di tas r

“Kau sudah menghabiskan waktu satu menitmu ,” Minho mengingatkan , lalu mengangguk ke arah pintu. “Mari kita pergi.”

“Pergi ke mana?” Tanya Sulli ragu.

“Rumah.”

Apakah kita hidup di rumah yang sama?”

“Apakah kita tidak hidup di jalan yang sama?”

“Taemin sudah memberiku tumpangan pulang,” ujar Sulli, berjalan Minho “Dia selalu melakukannya. Dan dia sedang menungguku di tempat parkir. “

“Jadi ?” Minho membalas , dengan mudah mengejar dan berjalan di sampingnya di sepanjang lorong.

“Minho, hanya karena kau akhirnya punya mobil sendiri … Congrats, by the way … tetapi tidak berarti kau bisa mengubah rutinitas orang lain.”Minho tidak bicara , sejenak mencerna kata-kata Sulli.

“Kau memiliki rutinitas dengan Lee Taemin ?” Minho berhasil berkata dengan suara normal. Sulli mengangguk.

“Beberapa hal telah berubah….Beberapa menjadi lebih baik,” gumamnya.

Minho mengangkat alis. “Dan sisanya menjadi buruk?”

Sulli berjalan lebih cepat, jelas berusaha untuk berlari menghindar. Minho tertawa, tapi kemudian langsung berhenti ketika matanya melihat noda darah tercetak jelas di baju seragam Sulli. Tepat di bagian tengah rok belakangnya. Minho cepat-cepat menjatuhkan tasnya dan membuka jaketnya. Kemudian, dia berlari menyusulnya. Setelah dekat, dia memeluk Sulli dari arah belakang, menghentikannya dari berusaha untuk lepas dan lari. Setelah Sulli diam, Minho melepaskannya kemudian menutupi punggungnya menggunakan jaket.

“Minho, apa…..”

“Ada noda merah pada rok seragammu,” bisiknya di telinganya.

Sulli tersipu dengan wajah memerah.

“Tampaknya lebih merah dari wajahmu sekarang ,” kata Minho menggoda, dengan tujuan membuat Sulli tidak malu..

“Ini tidak lucu, Minho,” katanya, dengan nada rendah.

Minho berdeham. “Ya, kau benar.”

Dia berhenti berjalan dan menyembunyikan wajahnya di tangannya.

“ Cute…” pikir Minho.

“Ini sangat memalukan,” keluhnya dengan suara tertahan. “Apa yang harus kulakukan sekarang? Nodanya akan tetap ada bahkan jika aku mengganti pembalutnya . ”

Minho memiringkan kepala ke samping. “Apakah kau tidak memakai tampon?”

Minho bukan gadis, tetapi dia sering mendengar Krystal dan kelompoknya membicarakan itu.

“Ibuku berkata untuk tidak menggunakan tampon kecuali aku tidak perawan lagi, Frog,” katanya seolah-olah Minho tidak mengetahui satu hal yang diketahui seluruh dunia..

“ Ya ampun, bagaimana aku bisa tahu hal-hal seperti itu? Aku adalah seorang laki-laki remaja. Aku tidak perlu mengetahui perbedaan antara tampon dan pembalut. Karena aku tidak menggunakan barang-barang itu.”

“Dengar, aku punya celana pendek di tas. Kau bisa meminjamnya ,” Minho menawarkan.

Sulli mengerutkan wajahnya dengan jijik.

“Yaks….,” gumamnya, ” Itu sangat manis tetapi TIDAK…. Kau akan membiarkanku meminjam celana pendekmu yang mungkin penuh keringat dan bau ? ” seru Sulli tak percaya.

Minho mengambil tasnya, kemudian mengeluarkan sebuah celana .

“Ini tidak kupakai. Aku selalu membawa celana cadangan tambahan satu untuk jaga-jaga . ”

Mata Sulli melebar tetapi tampak mempertimbangkan usulan Minho.

“Oh. Untuk hal ini, mari kita pergi ke toilet. ”


Minho melihat Sulli berjalan menuju mobilnya. Dia sudah mengenakan celana olah raga yang terlihat agak kebesaran buatnya… tetapi Minho bersumpah, dia senang melihat bagaimana celananya terlihat begitu pas… begitu pantas dipakai sahabatnya. Ada rasa hangat menyelimuti hatinya dengan cara yang sangat ajaib.

Minho melirik wajah tersenyum Taemin, mengangguk padanya… yang dibalasnya kembali. Dia segera naik ke dalam mobil ketika Sulli sudah dekat. Minho membuka kursi penumpang dari dalam. Sulli masuk, dan kemudian memasang sabuk pengamannya.

“Terima kasih,” Sulli menghembuskan napas.

Minho menyeringai. ” Untuk itulah sahabat gunanya, bukan?”

Minho mendengar Sulli mengerang kemudian mendesah. Matanya sekilas melirik ke samping, Sepertinya dia menahan diri untuk mengatakan sesuatu.

“ Katakan saja, Bunny….”

” Katakan apa ?”

“Katakan apa yang mencegahmu untuk menerima persahabatan kita kembali lagi .”

Minho tahu kalau dia terdengar setengah memaksa. Tapi tidak ada kata lain yang bisa terpikirkan olehnya. Selain itu, dia bingung. Apa lagi yang menghentikan Sulli untuk bersahabat dengannya? Krystal sudah bukan halangan lagi. Orang-orang di sekolah sudah bisa dan mau menerima persahabatannya . Jadi apa alasan Sulli menolaknya terus ?

“Kau tidak akan mengerti,” kata Sulli pel

“Bagaimana bisa aku mengerti kalau kau menolak untuk memberitahuku?”

“Lebih baik seperti ini,” katanya, menghindari menjawab pertanyaannya.

“ Tuhan… aku benci ini. Aku benci tidak tahu alasan yang membuat kami terpisah. Dia begitu dekat denganku, dan selama ini belum ada dinding antara kita yang aku tak bisa runtuhkan. Satu hal yang pasti, dia menyembunyikan sesuatu dariku. Apa pun itu, itu adalah alasan mengapa dia terus menolakku . Jadi aku harus mencari tahu apa itu.”

“Baik,” Minho mengangkat bahu. “Kau tidak akan bisa mewawancaraiku kalau begitu.”

Minho baru ingat bahwa Sulli belum mewawancarainya, sejak mereka berpisah malam itu di stadion. Dia tahu betapa pentingnya wawancara itu baginya. Bagaimana pun berita kemenangan tim basket adalah daya tarik utama buat buletin sekolah untuk beberapa minggu ke depan.

Sulli dengan cepat menoleh, dan melihat Minho dengan tatapan tak percaya.

“Itu tidak adil,” tuduhnya. “Itu dua hal yang sama sekali berbeda.”

“Apakah aku harus peduli? Dua hal itu berkaitan dengan satu orang yang sama”

“Curang ,” gerutunya.

Minho menyeringai.

“Katakan alasanmu mengapa begitu enggan untuk kembali bersahabat denganku dan aku akan memberikan waktu untuk wawancara yang kau inginkan.”

Sulli mendengus. “Aku kagum bahwa kau berhasil memasukkan kepalamu yang besar itu ke dalam mobil ini.” Sulli berhenti, kemudian melanjutkan. “Untuk informasi, Tuan Frog yang Egois , wawancaramu tidak akan berdampak banyak buat buletin Galaxy.”

“Penghinaan yang indah, Miss culun pesimis,” Minho memperingatkan. ” Si Frog Egois ini sangat terluka, juga,” Minho menambahkan tanpa basa basi

“Oh, please . Kau bukan satu-satunya pemain basket di sekolah. “

“Betul. Apakah ada di antara mereka ada yang menjadi Kapten?”

“Tidak masalah jika mereka bukan Kapten .”

“Yah, aku dengan mudah bisa memerintah mereka untuk menolak wawancaramu.”

” Aku akan mewawancarai pelatihmu kalau begitu ,” Sulli berkata penuh kemenangan.

Minho tersenyum mengejek . “Sejak kapan Pelatih mau untuk diwawancarai?”

Pelatih Basket terkenal galak dan paling tidak suka diwawancarai. Sebisa mungkin, ia memusatkan perhatian terhadap anggota tim-nya daripada pada dirinya sendiri.

Dari sudut matanya, Minho menangkap Sulli menggigit bibirnya.

“Oke, kamu menang,” ujarnya.

Minho tersenyum dan menunggu Sulli untuk melanjutkan. Setelah beberapa saat, dia memecah keheningan yang melanda mereka.

“Alasan mengapa aku tidak ingin persahabatan kita kembali adalah karena diriku . . Aku. . . ” Sulli terdiam, berusaha menemukan keberanian.

=======TBC=======

Hai chingu, mohon maaf bila part ini agak kacau. Konsentrasiku lagi sukar fokus. bila tidak sesuai harapan, mohon maklum.

Terimakasih untuk selalu menunggu kelanjutannya. Ini menjelang part-part akhir.

Trims untuk semua atensinya 🙂

FIGHTING !!!

 

Advertisements

59 thoughts on “THE hunk NEXT door (23)

  1. aduhh minhoo sweet bggett..
    oneww bkin pnasarann kann..
    hmm sbernya taemin ituh knpa,ada apa,sbenernya kenapa…
    kira” sulli eon mau jwb apa ya..
    ditunggu eon moment” minsulnya…

  2. Sulli kenapa keras kepala banget sih, jadi greget baca nyaa 😯
    Ayoo cepet jelasin ke minho kenapa nolak jadi sahabat nya lagi, apa sulli eoni mau jadi pacar nya aja keke~
    Semoga krystal ga ganggu lagi hubungan nya minho sm sulli.
    Kenapa sma onew ? Apa ada alasan di balik taemin ngedeketin sulli ?

  3. perubahan yg begitu pesat. tak ku sangka usaha minho menarik perhatian murid² di kafetaria itu membuahkan hasil yg memuaskan. semua murid berubah menjadi baik pada sulli dan semua itu karena ulah minho kemarin. daebak!
    btw kenapa onew mendadak menjadi seseorang yg misterius gitu sih? kemarin soal minho sekarang taemin? besok siapa lagi? pasti Ada sesuatu yg onew ketahui tapi dia ragu atau takut untuk memgatakannya. btw selama menjadi siswa baru di galaxy aku juga belum tahu latar belakang taemin dan motif atau tujuan dia bersekolah di sma galaxy. yg dikatakan onew itu ada benarnya juga “mengapa taemin memilih sekolah sma galaxy di banding sekolah lain ? Sekolah itu berkembang karena olah raga” dan survei membuktikan bahwa taemin tidak menyukai olahrga. lalu apa yg dia cari disekolah itu? jadi penasaran dengan latar belakang taemin.
    omona…….!!!!Krystal…….kau benar² menyebalkan. kenapa kau tidak terima putus dengan minho? pakek ngungkit-ungkit kesalahan yg telah terjadi beberapa waktu yg lalu lagi. hallllooooo….!!! emangnya dengan cara itu kamu bisa balik lagi dengan minho gitu ….!!!! untung aja minho tetap menolak dan berpegang teguh pada keputusannya.
    ow…ow….!!!! sulli…..kenapa ada bercak merah di rokmu? apa kau lupa mengganti pembalutmu? untung aja yg tahu hanya minho seorang. kalau tidak bisa berabe tuh! tapi lucu juga melihat perdebatan minsul. bikin senyum² gak jelas lihat cara mereka berdebat. ini sungguh menyenangkan. semuanya kembali normal hanya saja sebuah Kata “persahabatan” diantara mereka belum kembali sepenuhnya.

  4. Jangn” Ssul bakal ngarang alasan buat pertanyaan Ming. Hadduuuhh kapan sih kalian bersatu? Jadi gereget banget deh eomma. Ssul jadi egois sekarang -_-

  5. hmmm..jadi ikut2an pensaran dgn taemin?? taemin orang baik kan?? o.O aigooo… so sweet banget sih frog. kkkk xD si minho tau bnyk ttg cewek kkkk… ahhhh krystal kayaknya gak bakal nyerah ya… oke lanjut,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s