THE hunk NEXT door (24)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Keputusan

“Alasan mengapa aku tidak ingin persahabatan kita kembali adalah karena diriku . . Aku. . . ” Sulli terdiam, berusaha menemukan keberanian.

” Ya ?” Minho menunggu harap-harap cemas  “.. . Apapun alasanmu, katakan saja… setelah itu kau boleh mewawancaraiku.”

Sulli mengambil napas dalam-dalam dan cepat berkata, ” Aku ….. kecanduan Es Krim vanilla…”

Minho menatapnya tak percaya, membiarkan apa yang didengarnya meresap dalam pikirannya.

“Ini mustahil ! Apakah aku telah salah mendengar apa yang tadi  dikatakannya ?”

” Bunny… bisakah kau mengulanginya ?”

“Aku kecanduan… es-krim-va-nil-la ,” ulang Sulli dengan mengeja, seolah-olah dia sedang berbicara dengan seorang anak berumur tiga tahun.

“Itu alasanmu?” Minho bertanya dengan muka terkesima.

“Ya.”

Minho menggeleng. “Itu bukan alasan  .”

“Heyy, kau tidak menjelaskan padaku kalau alasan itu tidak berlaku,” kata Sulli dengan tampang polos “Kau baru saja menyuruhku mengemukakan sebuah alasan. Nah, itulah alasanku Minho . “

“ Darn. Dia selalu bisa berkelit !”.

” Curang… ” kata Minho pelan , mengulang kata- kata Sulli sebelumnya,” Alasan itu sangat tolol dan tak ada hubungannya. Kau memang kecanduan berbagai eskrim dari dulu. Itu benar-benar bukan alasan…” kata Minho mengomel.

“Berhenti merajuk . Kesepakatan adalah kesepakatan ! TITIK !! “

“Baiklah, baiklah,”  Minho menyerah . menjawabnya dengan bisikan.

Sulli menatap heran ke arahnya, matanya menyipit.

“Kenapa kau berbisik?” Tanyanya dengan suara berbisik.

Minho berhenti di lapangan parkir sebuah restoran, dan kemudian membuka sabuk pengamannya. Berbalik ke arah Sulli dan menatap matanya.

“Kenapa juga kau berbisik ?”

“Karena kau yang memulai. . . ” Sulli berkata seolah menyadari kelakuannya.

Minho tertawa. “Kau benar-benar  nerd.”

“Minho, apakah kau telah merasa begitu sangat hebat sekarang ?” Sulli bertanya sinis, terkejut karena Minho tak pernah menyebutnya “nerd” secara langsung.

Minho memiringkan kepala pura-pura berpikir lalu menatapnya dengan serius dan mengangguk.

“Ya, aku merasa sangat hebat sekarang…. sangat hebat …. kelaparan,” jawabnya.

Sambil melihat Sulli, dia menunjuk ke arah restoran cepat saji tersebut. “Ayo,  kita melahap beberapa burger dan kentang goreng. Kamu dapat mewawancaraiku tentang pertandingan terakhir sementara kita makan. “

Sulli merapatkan bibirnya, seolah-olah ingin melawan dorongan untuk ikut masuk ke dalam restoran dengan Minho. Tetapi di saat bersamaan terdengar suara kriuuk yang cukup panjang dari perutnya.

Minho menyeringai.

“Kau tidak bisa melawan panggilan makanan kesukaanmu ini, Bunny,” Kata Minho tersenyum puas. “Perutmu lebih cepat menjawab daripada otakmu,heh ?.”

Setelah satu menit yang panjang, Sulli akhirnya mendesah. Kemudian dia membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu penumpang, mendahului Minho.

“Apa yang masih kau tunggu?” Sulli bertanya dengan alis terangkat, saat melihat Minho masih duduk di belakang kemudi..  Saat dia keluar dari mobil, ia menambahkan, “Mari kita pergi.”

Mereka memasuki restoran cepat saji itu, dan segera memesan makanan yang dari wanginya saja sudah membuat perut Sulli mulai mengamuk. Setelah membayar, keduanya duduk di sudut dan mulai melahapnya.

“ Rasanya aku seperti kembali ke saat-saat kami masih bersama dulu. Satu-satunya perbedaan adalah dinding yang Sulli bangun lagi dan lagi , setiap kali kami merasa mulai nyaman satu sama lain. Dia akan menarik diri, membelokkan percakapan, atau menghentikanku dengan ungkapan-ungkapan sarkastis yang sangat mengena. Namun, tidak peduli berapa kali dia menciptakan dinding itu, tidak akan mengubah fakta bahwa kami memiliki ikatan tertentu yang tidak hilang begitu saja. Ikatan yang membuatku menjadi lebih kuat, menjadi lebih yakin. Karena aku tahu bahwa pada akhirnya, hubungan yang pernah ada di antara kami pasti kembali. Dan itu adalah hal yang sangat pantas untuk ditunggu.” Batin Minho

Sulli menelan dengan susah payah ketika menyadari tatapan Minho yang mau tidak mau membuat bulu kuduknya merinding. Dengan keras kepala dia berusaha mengabaikan desiran-desiran manis yang menyiksanya dari menit ke menit. Sejujurnya, dia menikmati kebersamaan mereka… karena dia pun sudah lama merindukan hal tersebut. Tetapi untuk kembali menjadi sahabatnya…. itu sangat sulit. Bagaimana dia bisa bersahabat dengannya seperti dulu, sedangkan diaa sudah jatuh hati kepadanya !! Tidak mungkin dia mencintai sahabatnya dengan cara seorang wanita mencintai seorang pria, bukan ? Itu sangat tidak mungkin !! Tetapi akan lebih tidak mungkin untuk mengatakan alasan itu kepada Minho, kan ?

“ Lalu setelah memenangkan pertandingan itu, apa rencana pelatih terhadap tim Galaxy ?”

Minho memonyongkan mulutnya,” Tidak ada target.”

“ Maksudnya ?”

“ Kami hanya berlatih seperti biasa. Anggota tim kebanyakan adalah kelas akhir, pelatih melihat kami harus mendahulukan belajar dibandingkan hal lainnya. Itu adalah masa depan, bagaimana pun. Ngomong-ngomong, apakah kau masih tetap dengan cita-citamu untuk masuk Universitas Korea seperti yang sering kita bicarakan dulu ?”

“ Ish… dia kembali membelokkan percakapan pada hal-hal yang memancing kenanganku akan kebersamaaan kami…” pikir Sulli

“ Kukira, di sini akulah pewawancaranya Minho. Jadi aku tak berniat menjawab pertanyaanmu.” elak Sulli,” Jika tidak ada target, berarti tim galaxy tidak berharap menang di propinsi ?”

Kesal dengan usahanya yang selalu dibelokkan Sulli, Minho pura-pura tidak mendengar . Dia asyik menuangkan saos ke dalam tumpukkan burgernya. Sulli menatapnya dengan melotot.

“ Minho ??”

“ Umm…” Minho mengangkat alisnya, dengan enggan dia menjauhkan burger dari mulutnya ,” Bisakah aku makan burgerku dulu ?”

Tanpa menunggu jawaban Sulli, dia memasukkan tumpukkan roti ke dalam mulutnya.

SROOT !!

Segumpal benda merah meluncur keluar dari tumpukkan roti yang disantapnya. Seperti ditembakkan, dia melesat dan jatuh ke atas jaket jersey yang dipakainya. Tepat di dadanya.

Mata Sulli seolah hendak melompat , refleks dia meraih tissu dan mulai melap tumpahan saos .

“ Benar kata ibumu… kau tidak boleh dibiarkan makan burger atau hot dog dengan saos dan mayonnaise yang banyak.” omel Sulli,” Kau akan lebih terlihat ceroboh dengan dua benda itu, Minh….”

Kata-kata Sulli terhenti dan hilang di ujung lidahnya, ketika tiba-tiba tangan Minho menangkap jemarinya. Jantungnya untuk sesaat berhenti berdetak. Bukan hanya itu, waktu pun seakan terhenti ketika matanya bertubrukan dengan tatapan Minho. Dan tiba-tiba dia seperti terserang asma… kehilangan kemampuan untuk bernafas. Demi apapun, Sulli sangat bersyukur bisa menyembunyikan matanya di balik kaca mata, karena dia yakin sekali kalau api akan terpercik di anatara mereka bila kilatan yang terpancar dari mata Minho tidak terhalang oleh kaca matanya.

Sedetik…dua detik… tiga detik…

Drrrt…. drrrt….

Tatapan di antara mereka terputus. Seolah diberi aba-aba, mata keduanya dengan cepat beralih ke ponsel Sulli yang bergetar di atas meja.

“ Eomma…” desah Sulli, yakin kalau dia mendengar suaranya sendiri bergetar.

Minho berdehem, melepaskan cekalannya sambil membuang muka. Berusaha meredam detak jantungnya yang tidak beraturan. Sementara dia membiarkan Sulli menjawab telepon dari ibunya.

“ Sumpah, ini adalah sensasi perasaan yang menyenangkan ! Aku tak pernah merasakan hal seperti ini dengan Sulli, sebelumnya… perasaan yang membuatku merasa nyaman dan…. OMONA, aku tak boleh berpikir terlalu jauh tentang dia !!” pikir Minho panik.

 

Valentine Day

Sulli benar-benar merasa telinganya menjadi sangat jenuh mendengar berita berseliweran di sekolah. Apa yang diributkan remaja ketika di sekolah di bulan Pebruari ? Tentu saja, Hari valentine.

Sulli tak habis berpikir mengapa mereka semua harus meributkannya. Itu hanya hari kasih sayang , yang terjadi pengulangan setiap tahunnya. Mungkin terlalu sarkastis, tetapi sebenarnya bukan sarkastis… hanya saja menurut Sulli itu hanyalah tradisi yang berulang-ulang. Pada kenyataannya, orang bisa mengekspresikan kasih sayangnya setiap waktu jika mereka menginginkannya. Tidak hanya pada hari itu saja, bukan ? Berbeda dengan peringatan hari kemerdekaan atau hari ulang tahun… mereka tidak akan bisa dilahirkan pada lebih dari satu tanggal dalam setiap tahunnya. Konyol memang.

Dan yang lebih konyol, SMA Galaxy pada hari kasih sayang ini membebaskan siswanya dari semua pelajaran selama satu hari. Tetapi mereka tidak libur, mereka berada di sekolah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai. Berkumpul dengan orang-orang yang disayangi. Bahkan secara bergiliran siswa bisa mengirimkan lagu-lagu bertemakan cinta untuk seseorang yang akan dikumandangkan melalui radio sekolah. Alhasil lagu-lagu murahan terus diputar sepanjang hari. Tentu saja dengan lagu yang bergantian, mulai dari balada, rok, pop, country,dll.

Kadang-kadang, hal ini berguna juga karena orang yang tidak bersifat romantis bisa memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan kasih sayangnya untuk pacarnya. Nah, itu memang keren. Tapi sisanya menurut Sulli hanyalah hal klise yang sama.

Saat berjalan menyusuri lorong, Sulli melihat sekelompok gadis sedang cekikikan. Untuk sesaat, dia bertanya-tanya tapi kemudian dia menyadari bahwa di radio seorang cowok tengah membacakan puisi untuk seseorang , mungkin pacarnya . Kemudian penyiar mengumumkan bahwa orang itu menyatakan cinta sambil menyerahkan buket mawar pada saat sebuah lagu diputar.

Sulli meringis.

“ Yacks !! Itu terlalu berlebihan . Namun. . . manis juga sih…” .

Sulli mendesah saat memutuskan untuk terus berjalan melewati mereka.

“ Ini sudah seminggu lebih sejak Minho meminta seluruh sekolah untuk bersikap baik padaku. Sejak saat itu, aku tidak tahu siapa yang tulus atau yang berpura-pura lagi. Semua orang tampak menyenangkan padaku.. Tetapi itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Aku benar-benar sangat terkejut melihat betapa berpengaruhnya Minho di sekolah.”

Dan sudah seminggu ini dia kembali berangkat dan pulang sekolah bersama Minho. Entah apa yang telah dilakukannya, tapi Taemin mengatakan bahwa dia tak keberatan jika dirinya menumpang mobil Minho ,karena menurutnya sangat logis mengingat mereka bertetangga .

“ Omo… mengapa aku tak pernah berhenti membandingkan Minho dan Taemin ?”

Sulli memasuki markas… dia menyebutnya begitu untuk kantor redaksi Buletin sekolah , kemudian menutup pintunya. Setelah menyalakan lampu, matanya melihat sosok pria tinggi, berotot dengan mengenakan helem di tengah-tengah ruangan, sedang berdiri membelakanginya.

“AAAH!” Sulli menjerit.

Karena begitu terkejut spontan dia menyambar sebuah buku tebal berjilid keras yang tergeletak di meja, kemudian sekuat tenaga memukul kepala orang tersebut dengan bertubi-tubi

“Aduh!”

Sebuah suara yang dikenalnya terdengar panik.

“Apa-apaan ini ?!”

Orang tersebut melepaskan helm yang ia kenakan, dan Sulli terkejut ketika melihat wajah Onew yang sedang meringis dengan tangan mengusap-usap kepalanya..

Tanpa sadar Sulli menjatuhkan buku yang dipegangnya. Tangan kirinya spontan memegang jantungnya yang berdetak begitu keras. Setelah sadar dia melotot dan merengut padanya, sebaliknya Onew juga melakukan hal yang sama .

” Lee Jinki!” Desis Sulli. “Mengapa kau memakai helm ?”

“Aku tidak ingin ada orang tahu bahwa aku datang ke sini,” jawabnya, tetap menggosok kepalanya.

“Dan kau pikir mengenakan helm di dalam ruangan tidak akan menarik perhatian?” Tanya Sulli tak percaya dengan kebodohannya.

“ Benar-benar , tidak akan ada orang lain yang bisa berpikir bodoh seperti itu, selain Onew. “

Onew mengangkat bahu. “Setidaknya mereka tidak tahu kalau ini aku.”

“Apa … Apa yang kamu lakukan disini ?”

“Ini tentang Taemin,” katanya. Wajahnya tiba-tiba berubah serius.

“Taemin?”

Dia mengangguk. “Apakah kau menyukainya?”

“ Apakah dia serius datang ke sini hanya untuk menanyakan hal itu? Lagipula apa urusannya ?“

Sulli mendengus.

“Well , aku akan memberitahumu karena… kita sebegitu dekatnya ?.” sindir Sulli.

“Apakah jawabanmu itu berarti ‘tidak,’ ?” jawab Onew dengan wajah serius.

” Oh… aku lupa bahwa aku harus menjawab pertanyaanmu ,” kata Sulli dengan tampang polos, kemudian meletakkan tangan di pinggul .

“Kau tidak perlu mengatakan itu ,” Onew berkata dengan meyakinkan . “Aku bisa membaca bahasa tubuh….”

Onew kemudian mengamati tubuh Sulli dari atas sampai ke bawah, seolah dia bisa melihat semua huruf yang menempel di kulit Sulli yang bisa dibacanya dengan baik. Tetapi mau tidak mau tatapan matanya yang skeptis, membuat Sulli merasa tidak nyaman.

“….Bahkan seandainya tubuhmu terpotong-potong .” tambahnya

Sulli memberinya senyuman khasnya yang keji . “Well, kurasa wajahmu akan terpotong potong jika kau tinggal di sini lebih lama lagi. Sekarang, pergilah. “

“Aku tidak melakukan apa-apa di sini …. belum,” protesnya.

“Oh? Jadi … apakah kau ingin membuatku jengkel, bukan? “

Onew tersenyum menyebalkan. “Percayalah, Choi Sulli . Jika aku berniat membuatmu jengkel kau akan tahu dengan mengendusnya dari bau keringatku . “

“Ewwww…” Sulli mengernyit jijik, membetulkan letak kaca matanya ,” Kalau begitu, katakan padaku apa .”

Senyuman lenyap dari wajah Onew .

“Menjauhlah dari Lee,Taemin ” katanya mantap.

“Maaf?”

Onew mengangkat alisnya.

“Dengarkan aku.” Sulli mendengus. “Kau tidak bisa menyuruhku menjauh dari seorang teman.” Kau pikir siapa dirimu? Dia bahkan tidak ada urusannya denganmu !”

“Sulli , Taemin yang jelas ingin menjadi lebih dari sekedar teman bagimu ,” katanya. “Dia bahkan kudengar telah memintamu berkencan….”

“Itu hanya sebuah kencan…,” Sulli berseru marah.

“ Mengapa percakapan ini menjadi begitu akrab? Seolah-olah aku sudah bicara dengan seseorang yang mengetahui diriku dengan sangat dekat ? Jangan-jangan…..”

“Tunggu, apakah Minho menyuruhmu melakukan ini?”

“Tentu saja tidak .” jawabnya, menatap Sulli seolah-olah dia telah berkata hal yang sangat aneh . “Dia bahkan tidak tahu aku ada di sini.”

“Lalu, mengapa. . .? “Saat itulah Sulli sadar akan sesuatu . “Oh, tidak. . . “

Sulli berjalan ke balik meja, menjauh dari Onew.

“Please, jangan ,” gumam Sulli ngeri . Dia menggeleng, sementara matanya menyipit.

Akhirnya, Sulli melihat ke Onew lagi. Kengerian menyelinap ke dalam dadanya sambil berusaha memilih kata-kata dengan hati-hati. “Kau tidak … ugh… kau tahu … err… sepertiku. . . kan? ” Sulli menggerakkan tangannya untuk menegaskan kata-katanya.

Onew mengerutkan keningnya, mengeluarkan kembali keahliannya untuk membaca bahasa tubuh. Kemudian Onew memahami apa yang Sulli coba katakan, matanya melebar. Dia meringis dan membuka mulutnya untuk menyangkal. Tapi kemudian sesuatu melintasi benaknya, ia berhenti dan menutup kembali mulutnya. Dia menatap Sulli untuk waktu yang lama.

“Ya,” gumamnya, dengan gigi terkatup menahan harga dirinya yang siap terluka. “Aku … aku.. seperti dirimu, Sulli,” kata Onew terbata-bata ,hampir berbisik… dengan tekad bulat berusaha menyingkirkan rasa jijik yang dirasakannya. Kemudian, ia menambahkan lebih keras,

“Sekarang, bisakah kau menjauhinya karena aku menyukaimu?”

Sulli terkesima sejenak. Matanya membelalak, menatap Onew yang berdiri mematung dengan wajah memerah sampai telinga dan lehernya. Tiba-tiba Sulli merasa iba kepadanya. Dia juga merasa tersanjung dengan pengakuan Onew .Dia tahu, tentunya sangat sulit bagi Onew untuk mengakui semuanya … untuk mengakui kebenaran kepada seseorang. Dan dia merasa Onew telah menyingkirkan egonya sehingga mengatakan hal itu. Tetapi Sulli tak melihat alasan kenapa dia harus menjauhi Taemin. Dirinya dan Taemin hanya berteman , jadi kenapa dia ingin dirinya menjauhi Taemin sih?

“Tidak”

“Mengapa tidak?” Tanyanya.

“Mengapa harus?” balas Sulli. “Beri aku alasan mengapa aku harus menjauhinya.”

“Dia bukan teman. Dia … “

“Apakah ada masalah di sini?”

Onew melihat ke belakang, sementara Sulli melihat Taemin dan Jiyoung memasuki ruangan. Jiyoung cepat-cepat berjalan menghampiri Sulli yang terlihat bingung.

“Tidak,” Onew dan Sulli menjawab bersamaan. Mereka bertukar pandang sejenak.

“Sulli, apa yang terjadi?” Tanya Jiyoung. “Kenapa Onew di sini?”

“Jangan khawatir tentang hal itu, Jiyoung,” Onew yang menjawab. “Aku hanya tersesat dalam perjalanan ke GOR.”

Setelah berkata begitu dia berbalik untuk pergi.

“ Wow ! Apakah dia tidak bisa memikirkan alasan yang lebih lemah dari itu? GOR dan Buletin Sekolah adalah dua bangunan yang letaknya berlawanan. Jadi itu adalah alasan paling tolol …”

“Kau harus mengucapkan selamat tinggal padaku sementara kau masih bisa mengatakannya, Lee,” tambah Onew saat berjalan melewati Taemin.

“Selamat tinggal, Onew,” kata Taemin.

Onew berhenti berjalan , menatap Taemin. Dia hendak membalas tapi tiba-tiba teleponnya berdering. Dia mengeluarkan telepon dari saku celananya dan menjawab itu.

“Ya, ada apa? . . . Sialan. Oke, aku sedang dalam perjalanan. “

Begitu Onew mengatakan kata terakhir, ia menutup telepon. Dia mengacungkan dua jari telunjuk dan jari tengahnya ke arah Taemin yang kemudian didekatkan ke matanya, Seolah ingin mengatakan “aku akan mengawasimu.”

“Apa itu tadi?”

Taemin tertawa, ketika Onew sudah pergi.

Sulli mendesah. “Aku tidak tahu.”

“Apakah dia mengatakan alasan mengapa dia datang ke sini?” Jiyoung bertanya.

“Ya,” jawab Sulli, tidak yakin apakah dia harus benar-benar memberitahu mereka.

“Dia mengatakan bahwa aku harus menjauh dari…,” Sulli berhenti sejenak , melihat Taemin, “…kau .”

Taemin langsung berhenti tersenyum. “Kenapa dia bilang begitu?”

“Itu yang tidak kudapatkan.. dia tidak mengatakan alasannya..,” Sulli menghela napas putus asa. “…kenapa dia bilang begitu?” Sulli menatap Taemin,” Apakah kau melakukan sesuatu yang membuatnya kesal? “

“Tidak Aku selalu bersama-sama dengan kalian,kan ?” Taemin megerutkan keningnya

Sulli mempelajari ekspresi Taemin. Dia terlihat polos saat mengerutkan kening.Tidak menampakkan sedikit pun tanda-tanda bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah.

Sulli mengangguk pelan. “Oke, kalau begitu.”

Mereka kemudian memutuskan untuk menghentikan pembicaraan itu dan memulai pekerjaan hariannya. Tapi pikiran Sulli masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Sesuatu yang tidak biasa, Onew muncul di markas buletin dan mengatakan hal-hal yang aneh begitu .saja .

“Ya, tidak akan ada manusia yang mengatakan sesuatu seperti itu tanpa alasan pasti. Dia tadi akan mengatakan sesuatu, tapi kemudian Taemin dan Jiyoung tiba-tiba datang. Kira-kira apakah yang akan dikatakannya? Mengapa tiba-tiba aku mencurigai Taemin ? “


Rumah Sulli, malamnya

Sulli menatap langit yang bersih dan kelam. Bermacam masalah memenuhi benaknya, dan yang lebih parah memporak porandakan hatinya. Dia benar-benar tidak sedang mood untuk masuk ke dalam rumah, meskipun cuaca cukup dingin. Dia butuh udara dingin untuk mendinginkan kepala dan hatinya. Jadi dia tetap duduk di ayunan yang ada di teras depan rumahnya. Ayunan yang diikatkan pada tiang itu menjadi tempat pavoritnya kalau dia sedang ingin sendiri..

“ Ini adalah hal yang terasa menyenangkan. Menikmati keheningan di saat pikiran sedang gundah…”.

Taemin telah mengantarkannya pulang di hari valentine itu karena Minho harus melakukan meeting dengan tim Galaxy dan pelatihnya. Sulli sendiri belum melihat mobil chevy itu , ini menunjukkan bahwa dia juga belum pulang.

Ada banyak hal yang diceritakan Taemin malam ini yang membuatnya terkejut, kecewa, dan tentu saja marah. Tetapi sekeras apapun desakkan dari perasaan negatif itu, tidak bisa membuatnya membenci Taemin. Karenanya dia mencoba merenung, menelusuri ingatan-ingatannya semenjak Taemin hadir sebagai siswa baru di Galaxy. Dan semakin direnungkan, dia semakin menyerah pada keputusan final untuk bisa menerima semuanya dengan lapang dada.

Ketika sedang asyik berpikir sambil memejamkan matanya, tiba-tiba dia mendengar suara mobil mendekat. Sulli membuka mata dan melihat Chevy Minho diparkir di jalan masuk. Dia turun dan berjalan ke teras kemudian berhenti seolah baru menyadari Sulli sedang duduk di ayunan.

Sulli berdiri, sementara Minho berbalik dan berjalan ke arahnya.

“Apakah Taemin tadi yang memberimu tumpangan?” Tanya Minho dengan nada menyelidik

,” Apakah benar yang kulihat tadi adalah mobilnya ?”

” Kau pasti merindukannya sehingga menanyaiku seperti itu ,” jawab Sulli sekenanya.

Entah mengapa dia merasa pertanyaan itu ada hubungannya dengan prilaku Onew siang tadi. Dan Onew tahu sesuatu tentang Taemin. Jadi Onew pasti tahu bahwa nama Krystal akan muncul dalam percakapannya dengan Minho . Bagaimanapun kebenaran akan terungkap.

Tiba-tiba Minho berbalik dan bergerak seperti akan mengejar Taemin. Sulli yakin, dari bahasa tubuhnya Minho akan melakukan sesuatu yang buruk padanya Aura gelapnya sudah terlihat dari garis wajahnya. Menyadari hal itu, Sulli segera menarik tangannya dan menggeleng.

“Tidak, tidak perlu mengikutinya,” kata Sulli memohon. “Biarkan dia pergi…”

Alis Minho bertaut marah. “Tapi Sulli, orang itu ….”

“Aku tahu apa yang dia lakukan,” kata Sulli tegas. “Dia sudah mengatakannya kepadaku….semuanya.”

“Lalu, kenapa kau menghentikanku? Dia harus merasakan …”

“Karena itulah aku melakukan ini ,” Sulli berkata putus asa. “Apa bedanya dia denganmu kalau kau membalasnya ? Selain itu, aku sudah memaafkannya. Kau juga harus. “

“Kamu memaafkan orang itu?” Tanyanya heran. “Kenapa?”

“Karena kalau bukan karena dia,” Sulli menelan ludah , “Aku tidak tahu bagaimana aku akan melewati hari-hariku di Galaxy saat aku kehilanganmu. Dia membantuku untuk tetap kuat. Dia bagiku adalah seorang teman yang sebenarnya. “

Mata Minho menatap Sulli dengan tak percaya. Ada banyak emosi berkecamuk di dalam matanya. Kemarahan… kesakitan tapi juga kasih sayang .

Perlahan dia mengangkat alis. “Kau tidak merasa marah dengan semua yang dia lakukan?”

Sulli mengangguk. “Kupikir itu adalah satu-satunya cara agar aku dapat terus memaafkannya dan melupakan semuanya.”

Minho hati-hati menatapnya lagi. “Kau sudah berubah….”

“Tidak, Froggy ,” Sulli membantah. ” Yang benar pikiranku sudah sedikit dewasa.”

Akhirnya, Minho mengangguk dan mendesah. Dia memejamkan mata, berusaha menenangkan dirinya dan meredam emosinya yang tadi sempat mendidih. Perlahan Sulli bisa merasa otot tangannya rileks.

Minho membuka matanya, kelegaan terlihat jelas di dalamnya. Bibirnya perlahan-lahan tersenyum.

“Kau memanggilku ‘’ Froggy’ ,” katanya, dengan nada menggoda.

Sulli tersipu, menyadari bahwa dia berkata benar. Dan ternyata memanggilnya begitu, membuat satu sudut di hatinya terasa hangat dan nyaman.

“Jangan sok heboh…”

Minho tertawa ringan.

“Jadi….” gumam Sulli sambil berpikir, “Teman ?” sambung Sulli sambil mengulurkan tangannya.

Minho menyambutnya dan berjabat tangan.

“ Well, pertemanan seperti apa yang kau ingin ?”

Sulli menunduk, berpikir keras.

“ Apa yang kuinginkan? Apakah aku benar-benar siap untuk bersahabat lagi dengannya? Ini adalah Minho, cowok yang sudah kulamunkan selama beberapa tahun terakhir. Namun, akutidak bisa menyangkal bahwa ada ketakutan dalam diriku. Aku takut bahwa aku akan lebih dalam mencintainya daripada yang sudah-sudah. “

“Aku….”

“Sulli,” Minho berbisik. “Kita bisa melakukannya dengan perlahan-lahan. Jika kau ingin, kita bisa mulai pertemanan ini dari awal. “

Sulli mendongak untuk melihat ke dalam matanya, mengabaikan rasa merinding yang merambati kuduk, punggung ,dan lengannya .

“Atau … kita bisa menjalin hubungan semacam ‘friend with benefit’ ,” Minho berkata sambil mengangkat bahu., seolah itu merupakan hal biasa baginya.

Sulli merengut dan meninju lengannya.

“Ow,” katanya sambil tertawa. “Aku hanya bercanda.”

“Oh, aku tidak menyangka bahwa yang kita perbincangkan ini hanyalah lelucon buatmu,” kata Sulli sinis.

Minho tertawa lagi.

“Ayolah…,” katanya menenangkan. “Dengar, aku akan mencoba untuk bersikap yang terbaik jika kita menjadi sahabat lagi,” janjinya.

Suli memutar bola matanya, sementara senyum terukir di bibirnya

“Aku putuskan senyummu itu sebagai ‘Ya,'” kata Minho.

Senyum Sulli menghilang. ” Terserah kau, Frog,” katanya sambil berbalik untuk masuk ke dalam rumah. ” Ini sudah larut. Aku akan tidur. Selamat malam, Froggy. “

“Hei. Tunggu dulu, “protesnya.

Minho meraih tangannya dan menarik Sulli ke arahnya. Dengan satu gerakan dia melingkarkan lengannya di sekitar Pinggang Sulli.

Tiba-tiba Sulli merasakan kehangatan menyelubunginya di malam yang dingin itu. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, dia perlahan memeluknya kembali.

“Aku senang kau kembali dalam hidupku, Froggy ,” gumam Sulli dengan mata tertutup seolah ingin meresapi semua keajaiban yang tiba-tiba dirasakannya.

Minho tersenyum.

“Sejujurnya,” desahnya, “Kau tidak pernah benar-benar meninggalkanku.”

Sekarang giliran Sulli yang tersenyum. Kemudian, dengan lembut Minho menarik diri membuat Sulli membuka matanya dan berusaha menepis kekecewaan di hatinya

“Kau tahu ?” Kata Minho serius, menatap mata Sulli lekat-lekat . “Aku berubah pikiran. Aku tidak tahan dengan idemu bahwa kita sekedar berteman. “

“Yah, kita tidak sekedar berteman,” Sulli menyetujui ” Kita adalah sepasang sahabat.”

Sulli menggerak-gerakkan alisnya meniru perbuatan yang suka dilakukan Minho .

Minho tertawa dan menggelengkan kepala. “Jangan lakukan itu lagi.”

” Apakah terlihat jelek ? Jika tidak terlihat bagus pada wajahku, bayangkan saja kalau wajahmu yang melakukannya. Itu pasti akan lima kali lebih jelek, ” Sulli menambahkan diiringi tawa terbahak-bahak.

“Ya, tentu saja ,” Minho mendengus kesal . “Jangan mengalihkan pembicaraan.”

” Mengalihkan pembicaraan apa ?”

” Be my girl, Sulli .”

.

.

,

=====TBC=====

Aaaaaa Miing….!!

Kira-kira apa yang dirasakan Sulli ditembak langsung begitu ya ??

Seperti biasa 50 komentar dilanjut !! Terimakasih untuk semua 14 blog like, 50 komentar lebih 😀

Kalau menjelang ulang tahun Minho FF ini mengumpulkan  komentar melebih target dalam dua hari... eonni akan double update  🙂

So… jangan malas berkomentar… itu akan jadi suntikkan semangat buatku .

FIGHTING !!

Advertisements

82 thoughts on “THE hunk NEXT door (24)

  1. oh to the my to the god~ oohh my gooodddd minho nembak sulli ?? ini beneran kan eon bukan imajinasi ?? aduhh gimana reaksi sulli yaah? kira-kira sulli nerima minho ga yahh ?? aduhh takut banget kalau sulli bakalan nolak minho hhuhuhuu tapi semoga aja ga dehh, aamiin aamiin heehehe .. eemm penasaran juga sama apa yang taemin lakukan jadi sampai minho marah gitu hhuhu masih ga ngerti deng .. wahhh eon nunggu updatean part yang ini aja berasaa laamaaa bangeett apalagi ini ending part nya bikin penasaran pake kebangetann pasti nunggu part selanjutnya berasa lebihh lammaa laaamaa lagiii hhhihihii .. pokok nya ditunggu tunggu tunggu tunggu baangeettt yahh eon kelanjutannya 😄 semangatt 😘😘

  2. padahal yg ditembak sulli, tapi jadi senyum” sendiri #blush. yeay!!! terus mereka jadian? kira” taemin kenapa? masih penasaran sih. lanjut eon ^^

  3. Wooooooowwwwww kata-kata terakhir bikin bingung, shock, kaget. Nembak langsung saat persahabatan kembali? Saat hari Valentine? Tanpa menunda-nunda lagi?
    Daebak, minho ngebut banget, sangking takutnya sama taemin. Gak usah pakek kencan-kencan yang penting langsung pada intinya.
    Semoga sulli gak pikir panjang soal persahabatan atau komitmen hubungan, ayolah sull terima aja minhonya.
    Emang apa yang sudah taemin lakuin sampai-sampai sulli dan minho marah? Ada hubungannya sama krystal?

    (Kalau sulli nolak pasti bakal lebih panjang cerita minho sulli dan taemin, tapi kalau sulli langsung nerima bisa-bisa kasus taemin gak lanjut ini. Lebih seru lagi klimaksnya eon?

  4. OH MY GOD,INI YANG AKU TUNGGU!!!!!! :* :* :*
    please sulli eonni jangan tolak minho oppa dan please jangan ini bukan hayalan doang! :*
    onew oppa lucu banget sih pakai helm gitu diruangan! 😀
    taemin oppa ngelakuin apa ya? ._.
    fighting! :*

  5. Woaaaaaa dinaaaaa,,, melotot baca diakhirnya,, minho nembak sulli,nkyaaaaaaaaaaaa 😀 :D,,, jinjjaaaa tapiii aku ikut legaaaa akhirnyaaa minho bisa nyatain ke sulli, suka jga sulli bisa ngmong gitu pas dipeluk minho..hahaha
    Eh eh eh din, tapi aq gak ngerti sama bgian taemin mengakui apa gitu? Dan ada bawa2 nama krystal jga,, aq baca ulang2 bagian itu, @.@ ,, semoga part selanjutnya menjelaskan semuanya.. Aaaaak gak sabar nunggu jelanjutannya dinaaa

  6. bingung sma Taemin mlakukan ksalahan ap sma Sulli,,
    waww tapi kren banget, Minho nembak Sulli,,, hahayy sesuatu banget,,,
    lanjut eon, pensaran banget 😉

  7. Iiiiiihhh penasaran deh sebenernya onew tu knapa? Emang taemin tu knapa? Dan maksudnya sulli udh maafin kelakuan taemin tu apa? Kelakuan taemin yang mana isshhhh penasaran 😟😟
    Ow ow ow my goooodddd oppaaa nembak sulli? Kyaaaaaa!!!!😍😍😍😍 gausah banyak cing cong ye mingpa, langsung aja tembak mumpung ada kesempatan selagi masih hangat ahaayy deuh 😂😂 please next chap segera eon penasaran pen tau apa jawaban sulli 😍💕. Hwaiting eon din ✊✊✊

  8. Aaaaaaaa…. eon Din keren pas terakhir2 keren bngeeeeeeeet…. eonni daebak ming oppa nembak sulli ngk pke basa-basi dlu ngk pke pengawal dlu, ngk pke canggung2 dlu… dan i2 ROMANTIS BANGEEEEEEET……. aaaa.. gila deh gw kkkkkkk

  9. Ohhh.. iya sampai lupa taemin ngapain sih… d’ atas belom d’ ceritain.. penasaran deh, knp ming ampe marah bnget gitu truss sulli eonni jga kecewa dan knp ad krystal…
    Emang.y ming ama krystal kerjasama buat ngancurin persahabatan minsul yah…

  10. Sumpah kakdina aku penasaran sama latar belakang taemin >< semoga next part dijelasin yaa kak taemin itu seperti apa sebenarnya????

    Cie cie yg ditembak lgsg pas valday kkkkkkk sulli pasti lgsg beku tuh buat ngjawabnya kkkkkkk

  11. WOW makin seru aja ni..
    taemin melakukan apa ya sehingga sulli dan minho marah kepada taemin.. tapi sulli udh memaafkan taemin.. senengnya akhirnya minho dan sulli jadi sahabat dan bahkan mereka jadian.. tetap semangat ya nulisnya..

  12. sumpah demi apaa,minong nembak sulli…. ayo lah ssul terima saja minong, ooh kamu jg memendam perasaan mu ke minong selama ini dan sekarang minong menyambut perasaanmu.

    tp aku penasaran apa pengakuan taemin sampai” sulli kacau pikirannya gitu

  13. Hai hai haiii…
    Mijhu yeogisseoyo,,,hihihii
    Mianhae jeongmal eonni, saeng baru bisa mninggalkan jejak…
    Sediiih karena telat dan lamaa sekali baru bs muncul lg di ff ini 😥 #curhatdikit
    Oke…nextcommnt

    Lagiii…momen manis tercipta antara bunny dan froggy,,,
    Semoga jwbn bunny mmbrikan kpuasn dn kbhagiaan buat froggy, tdk sprti di part awal… hee
    Aneh saja bunny mnjwb sprti itu, knpa dialihkan? Dibelokkan jwbnnya..pdhl kn froggy brharap skali bunny bs brkta yg sbnarnya,,, jujur dn tdk mnyiksa diri dgn perasaanny..
    Toh jg froggy puny prsaan yg sama kaaan ??? Aaccciiieee… froggy bunny
    Teruslah berkembng, berkmbang teruuuuss…hahaha

    Eoh..ko sikp onew makin aneh gitu yaa ???
    Apa mksdny dia brbcra spt itu sm bunny ? Apa yg salah dgn NS ???
    Apa yg ingin onew smpaikn sm bunny soal NS ???
    Apa yg telah NS ungkpkn sm bunny smpai trkjut dn kcewa ? Knpa nm penyihir jg dibwa2 ? Benarkah insting froggy kalo “NS brbhaya” itu benar ???
    Hhhmmm…eonni, bingung krena kurng paham sm sikap onew dn NS
    Apa yg mreka smbunyikan ? Ada yg hilang…
    Nunggu part slnjutny dh eonni, smoga ada kejelasan dr semuanya 🙂

    Keep on fightiing eonni :♥ ^▽^ ♥
    #minsuljjang♥♥♥

  14. onew? ada apa dengan onew? kenapa tiba² dia datang dan bicara seperti itu kepada sulli? onew…..Kau benar² misterius. apa sih yg diketahui onew tentang taemin sehingga dia rela datang ke markas buletin Demi bertemu sulli dan menyuruhnya untuk menjauhi taemin.
    sulli kenapa jadi bad mood begitu? perasaan tadi disekolah dia baik² saja. tapi kenapa setelah pulang dan diantar taemin dia menjadi murung seperti itu? dan apa yg diceritakan taemin kepada sulli sehingga mampu merubah mood sulli menjadi buruk seperti itu? omona….!!! aku jadi penasaran dengan cerita taemin.
    aaaaa…….!!!! (teriak pakek toa diatas gedung) seneng Banget deh lihat minsul yg udah kembali kaya’ dulu. Oh Tuhan……ini bukan mimpi kan? bagaikan terbang diatas awan mendengar perkataan minho ” Be my girl, Sulli .” bagaimana dengan sulli? apakah dia bahagia atau malah sebaliknya??

  15. Ahhhh, sumpahhhh penasaran banget. Apa sih yg dibilang Taemin ke Ssul.
    Ahhhhh lagiiii…. Ming nembak Sulli langsung… Apa jawaban Sulli yah? Say Yes eonni Ssul 😉 hehe eomma Din,, keren abiiisss :*

  16. TERIMA..!!TERIMA…!!TERIMA………..!!!Hehehhehe LOL
    lalu Taemin itu sbnr.y syp??,knp Minho dan onew??lalu ap yg dia bicarakn Taemin kpd Sulli shingga sulli memaafkannya begitu sj??? Smoga part slnjut.y ad pnjlsan.y smw itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s