THE hunk NEXT door (25)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Lupakan dan Maafkan

“ Be my girl,Sulli .:”. .

Sulli membeku, terkejut.

“Apakah dia baru saja memintaku untuk menjadi pacarnya ?! Minho Minho. . . memintaku untuk menjadi pacarnya. . . Tunggu. Sebenarnya, dia tidak memintanya padaku. Dia tepatnya memerintahku untuk menjadi ….. “

Minho Pov:

Omong kosong, aku gugup.

Ini gila. Aku lebih khawatir tentang apa yang akan kulakukan sekarang daripada ketika kami hendak bermain melawan musuh. Tapi aku sudah memutuskan, aku benar-benar tidak bisa mundur sekarang. Kalimat itu sudah terucap, tak mungkin untuk ditarik kembali. Aku benar-benar merasakan jantungku semakin melemah menunggu jawaban Sulli. Ini adalah saat paling menakutkan yang kualami semenjak SMA , padahal aku sudah banyak menggombali cewek sebelumnya tetapi tak pernah merasakan hal seperti ini. Bahkan ketika dengan Krystal.
Tatap matanya, Minho… temukan dalam dirinya keinginan yang sama…

Aku berusaha menguatkan diri untuk terus menatapnya langsung ke mata, hal tersulit yang kulakukan. Bagaimanapun aku hampir kehilangan harapan saat aku melihat matanya penuh degan kebigungan dan keraguan.

“Sulli, kupikir aku sudah jatuh hati kepadamu.”

Mulutnya menganga lebar. Dan kemudian, ia membeku.

“Bunny ?” Aku melambaikan tanganku di depan wajahnya. “Sulli?”

Matanya perlahan-lahan mengerjap. Dia melangkah mundur, tergelincir, dan jatuh terduduk di pantatnya. Namun, hal itu tampaknya tidak memiliki efek pada dirinya. Dan aku pun tak bisa berbuat apa-apa. Entah kenapa aku merasa ngeri kalau dia akan mengatakan “TIDAK” setelah dia mendengar rumor tentang aku dan Krystal yang berkembang di sekolah.

“Aku. . . kau . . jatuh hati. . . padaku ? “dia tergagap.

Aku tertawa. “Ya, Bunny.” Aku berlutut di sampingnya dan berbisik, “Aku berkata” Aku jatuh cinta padamu. ‘”

Dia melebarkan matanya dan memalingkan muka.

“Omo-omo-omo-omo-omo-omo. . . “

Mulut Sulli meracau, tangannya memegang dadanya seolah dia merasakan sakit yang amat sangat di sana. Kemudian Ia terdiam sambil melirik licik padaku. Ketika dia melihatku masih menatapnya, ia cepat-cepat membuang muka.

“Omo-omo-omo-omo-omo-omo. . . ” mulutnya kembali meracau, mukanya merah seperti tomat

“Tenanglah…,” aku tertawa, merasa bahwa dia juga memiliki kegugupan yang sama denganku.

“Bagaimana aku bisa tenang… kau…kau…”

Aku mendekatinya kemudian membungkam mulutnya dengan ciuman. Itu ciuman lembut dan terlembut yang bisa kulakukan. Darah berdesir di seluruh tubuhku, ini sangat manis… Sulli tidak menolakku.teriamakasih Tuhan.

End of Pov

Minho menarik diri dengan lembut. Senyumnya berubah menjadi seringai lebar ketika dia melihat mata Sulli masih tertutup. Dia mencolek hidungnya dengan ringan. Mata Sulli tersentak terbuka, sementara pipinya berubah menjadi merah tua. Dia menunduk, menghindari mata Minho.
Minho mendesah.

“Kau tak tahu berapa lama aku menahan diri untuk bisa melakukannya lagi,” gumamnya.

Kepalanya terangkat.

“ Lagi ??” Ulang Sulli bertanya-tanya

“Kukira… aku telah mencuri ciuman pertamamu tanpa kau menyadarinya.”

Dahi Sulli berkerut bingung, dan setelah beberapa detik dia menatapku Minho dengan kepanikan yang liar.

“Ciuman itu… yang di ruang ganti itu… apakah itu benar-benar terjadi ?”

Minho mengangguk sebagai jawaban.

Sulli tertawa gugup menggelengkan kepala tak percaya. Minho menangkap tetesan air mata bergulir di wajahnya. Sulli menyeka dengan cepat, tapi Minho sudah melihatnya.

“Maaf kalau aku melakukan itu membuatmu sedih ,” kata Minho cepat, sedikit panik juga.

“Apakah dia membenci aku telah melakukan itu… bahkan sampai dua kali ? Apakah Sulli memang tidak mencintaiku juga ?Aku berharap tidak.”

“Bukan hanya lamunanku?” Tanyanya, lebih pada dirinya sendiri.

Minho memiringkan kepala, berbagai pemikiran muncul di kepalanya. Ada sedikit harapan dan kegembiraan aneh merambati dadanya

“Kau melamunkan aku menciummu?” Minho bertanya penasaran.

Bibirnya mulai tersenyum nakal.

Sulli membuat suara seperti campuran antara tertawa dan mendengus,”Tidak,” dia menyangkal.

Minho tahu, dia jelas berbohong. Dan Minho tahu Sulli tak akan mau mengakuinya. Sejak dia menyadari dirinya memiliki perasaan lebih pada Sulli, seolah-olah semuanya menjadi lebih jernih. Dia bisa berpikir lebih jelas dari sebelumnya, bahkan bisa melihat setiap hal kecil perubahan yang terjadi pada Sulli,.

“Well, kau sekarang tidak perlu melamun lagi,” kata Minho pelan, menggodanya. ” Kau bisa memintanya kepadaku kapan saja kau inginkan.”

Sulli menatap Minho tak percaya, kemudian dia mengerang.

“Please….,” tambah Minho pelan. “Be mine.”

Sulli berdiri, terpesona menatap sinar mata yang lembut. Wajahnya menunjukkan ketulusan saat mengucapkan kata-kata itu . Ini benar-benar seperti mimpi.

Bertahun-tahun hal ini sudah ditunggu-tunggunya, dia berpikir kalau malam itu hanya bisa terjadi di dunia lain. Sulli tidak pernah berpikir , bahkan bermimpi kalau harapannya bisa menjadi kenyataan.

Apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia katakan? Haruskah dirinya menyetujuinya? Atau menolaknya ? Bagaimana jika nanti akhirnya dia mematahkan hatinya? Apa yang akan terjadi dalam hubungan mereka selanjutnya jika itu terjadi ? Apakah nanti dia malah akan benar-benar kehilangan Minho dengan hati patah ?

Sulli berdiri dengan pikiran yang saling berbenturan satu sama lain.. Bingung dengan apa yang harus dikatakannya. Dan kemudian, kata-kata ibunya muncul di pikirannya.

“Seperti orang yang jatuh cinta, Kau harus berani mengambil risiko itu atau sama sekali tidak akan mendapatkan apa-apa.”

“Tapi apakah itu cukup layak? Aku akan merasakan cintanya dengan resiko patah hati pada akhirnya atau tidak akan….”

Sulli kembali memandang mata Minho. Mereka berbicara tanpa kata-kata, namun mereka sama-sama mengerti apa yang ingin mereka katakan.

Sulli mengambil napas dalam-dalam.

Dia telah memutuskan. . .

“Oke,” Sulli menghela napas, perlahan-lahan tersenyum.

Mata Minho berbinar. Senyuman kelegaan dan kebahagiaan membentang di wajahnya.

“Benarkah?” Tanyanya, setengah tak percaya.

Sulli mengangguk bahagia, senyumnya semakin lebar, bahkan memperlihatkan barisan putih giginya .

“ Well…. selamat hari valentine, bunny…”

Minho membungkuk menghapus ruang yang menciptakan jarak di antara mereka. Perlahan kepalanya bergerak miring, mendekat ke arah Sulli yang matanya semakin membesar karena rasa ngeri dan berdebar-debar.

“Tunggu!”

Gerakan Minho berhenti, matanya tertegun karena kata-kata Sulli yang terdengar panik .

“Apa ?” Tanyanya cemas.

Sulli merasa pipinya memanas. Dia melengos. Tangannya berada di antara bibir mereka.

“Eh, aku. . . gugup, ” Sulli menambahkan kata terakhir dengan malau-malu

Memang benar, Sulli pernah melamunkan tentang sebuah ciuman dengan Minho. Tapi apa yang dirasakannya kali ini sangat berbeda . Ini adalah ciuman pertamanya setelah Minho mengakui mencintainya dan dia ingin ini menjadi istimewa. Dia tidak ingin terlihat bodoh dan tidak berpengalaman … walaupun memang dia belum berpengalaman.

Minho tersenyum geli.

“Oh… bagus ,”

Sulli berkomentar sinis, menurunkan tangannya. Sekarang dia benar-benar merasa bodoh.

“Aku senang kau bisa melihat sesuatu yang lucu dalam diriku .”

“Maafkan aku,” katanya dengan senyum meminta maaf.

Minho berdeham, mencoba mencari cara yang bisa membuat Sulli tidak salah tingkah. Hatinya benar-benar tak mengerti mengapa keinginan untuk tidak membuatnya malu dan panik, begitu besar dalam dirinya. Tetapi di saat yang bersamaan, Sulli terihat begitu menggemaskan dan lucu. Kemudian, dia mendesah, mendekatkan bibirnya ke telinganya.

“Tutup matamu, Bunny ,” bisiknya, ” bersantailah….”

Sulli tanpa perlawanan menutup matanya, begitu meresapi nuansa nafas Minho di kulitnya yang membuatnya menggigil dan merinding. Mendengar suaranya ,membuat Sulli merasa begitu damai dan nyaman.

“Percayalah padaku ,” gumam Minho dan dengan lembut mengangkat dagu Sulli perlahan-lahan.

Hal berikutnya yang terjadi seperti perputaran waktu yang tertahan, seolah-olah segala sesuatu berjalan lambat. . .terasa manis dan indah. Mimpi Yang menjadi kenyataan. Tubuh Sulli melemas dalam pelukan Minho yang kemudian menariknya lebih dekat. Memperdalam ciuman mereka.

Keduanya tidak tahu berapa lama itu berlangsung

Dan mereka tetap berdiri di posisi itu untuk beberapa waktu.

.

Setelah deburan jantungnya mereda, Sulli dengan gugup memijat-mijat pelipisnya. Masih tidak percaya dengan begitu banyak kejadian pada hari itu. Ia berharap itu bukan delusinya di hari valentine.

“Apa kekacauan yang terjadi hari ini?” Sulli membetulkan kaca matanya kemudian ia meracau karena gugup , “Pertama, Onew. Dan sekarang… kau. “

“ Apakah aku bermimpi? Padahal, ciuman itu terasa nyata. Atau mungkin aku melamun lagi. Karena tidak ada alasan Minho akan menciumku. Atau bahkan mengaku jatuh cinta kepadaku. Itu hanya bisa terjadi di dunia lain….bukan untuk manusia sepertiku “

“Tunggu, Onew?” Minho bertanya, memotongnya,” Apakah dia mengatakan dia menyukaimu ?”

” Ya,” jawabnya pelan. “Dia sore ini datang ke markas buletin . Dia. . . bilang dia menyukaiku. Tidak persis begitu tapi kurang lebih seperti itu ”
Sulli meringis.

“Onew?” Minho mengulangi percaya. “Kau bukan tipenya. Apakah kau yakin itu dia?

“Tentu saja,” jawabnya kesal.

Minho mengangkat alis kemudian mengambil telepon dan menelepon Onew. Setelah dua bunyi sambung dia mendapat jawaban

“Ya?” Kata suara Onew.

“Man, kau dimana?”

Hening,

” Di rumah Krystal.”

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Krystal mengakui dosa besar. Ini melibatkan Lee Taemin dan Sulli. “

Minho otomatis menatap Sulli.

“Aku akan berada di sana dalam lima menit.”

Dengan itu, dia menutup telepon.

“Aku harus pergi ke suatu tempat. Jaga hatimu untukku, ” Minho berkata lembut kemudian membungkuk dan mencercahkan sekilas ciuman di dahi Sulli,” Beristirahatlah!!”

Sulli memutar bola matanya. Tapi pipinya masih menyala merah dari ciuman. Minho tersenyum dan pergi.’

Di Kamar Sulli

.

ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE !!!

Sulli menemukan bantal dan memeluknya erat-erat. Dia menyembunyikan wajah di dalamnya. Bukan menangis , tapi menjerit girang.

ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE !!!

Sulli tidak bisa menahan diri untuk melonjak-lonjak sepert gadis girly. Hanya saja, ini sungguh luar biasa !!

“ Minho mengaku jatuh cinta kepadaku! Aku tidak pernah tahu ….hari ini … atau besok …bahkan di masa yang akan datang… dia akan mencintaiku sebesar aku mencintainya. Aku tak peduli !! Aku begitu bahagia! Aku tak pernah merasa sebahagia selama hidupku. Wah, aku tidak bisa berhenti tersenyum! “

Kau tahu ada saat-saat ketika seseorang tidak bisa berhenti tersenyum dalam kebahagiaan. Seperti ketika menonton film drama romantis dimana peran utama laki-laki dan perempuan berakhir bersama-sama. Walaupun tidak terjadi di semua film, beberapa film memiliki daya tarik tertentu yang dapat membuatmu tersenyum bahkan setelah kau selesai menontonnya. Dan kemudian, kau hanya ingin melihatnya lagi? Dan lagi !!
Itulah yang Sulli rasakan sekarang. Dan kali ini, bukan film tetapi kenyataan! Dirinya tidak sedang bermimpi. Pikirannya kembali terus mengingat ulang pengakuan Minho tentang perasaannya.

Sulli berlari ke kamar mandi dan melihat pantulan wajahnya di cermin. Senyumnya menunjukkan deretan gigi putihnya yang berbaris rapi. Menurut Sulli senyumnya mungkin terlalu lebar hingga hampir bisa mencapai telinga . Dia mencoba untuk tidak tersenyum. Tetapi pada akhirnya, bibirnya bergerak-gerak…. tanpa mampu ditahan

“ Tidak, aku tidak bisa menahan diri untuk menyeringai lebar . Aku benar-benar tidak bisa! ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE !!! “

Wah, Sulli benar-benar merasa harus berhenti menjerit-jerit dan mengerem euforia dalam benaknya. Dia telah bertingkah seperti seorang gadis empat belas tahun yang baru mengenal cinta, yang akan meneriakkan nama bintang idolanya dengan histerikal. Tapi perbedaannya, dirinya meneriakkan nama Minho. Sulli berpikir bahwa sisi femininnya selama bertahun-tahun telah tersimpan rapi dalam botol kaca yang tertutup. Dan ketika Minho menciumnya, botol itu meledak sehingga sisi femininnya berhamburan ke seluruh kamar.

Sulli mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Namun, senyumnya tidak menghilang dari wajahnya. Dia duduk di jendela sofa dan menatap langit malam.

Dia tidak percaya pada apa yang baru saja terjadi. Rasanya begitu nyata. Minho menciumnya.

“ Ini Minho ! Minho menciumku .,.. dua kali! Dan itu bukan hanya dalam mimpi saja.

Sulli menyembunyikan mukanya dibalik sepuluh jarinya, seolah takut kalau benda-benda di sekitarnya bisa melihat wajahnya yang kembali memanas. Samar-samar telinganya mendengar ketukan di pintu kamar . Ibunya ternyata yang datang dan kemudian duduk di samping jendela.

“Ingin berbagi dengan eomma apa yang terjadi?”

Sulli menyeringai padanya.

“Ciuman pertamaku , eomma ….”

“Aku senang akhirnya semuanya bekerja ,” dia tersenyum.

“Maksud eomma?”

“ Kau sudah melalui masa remajamu dengan baik, Sulli. Kau harus lebih bijaksana pada dirimu dan masa depanmu sekarang.”

Sulli mendesah.

“Aku benar-benar jatuh cinta padanya, eomma.”

Ibunya tersenyum ramah dan membelai rambutnya. “Aku tahu.”

“Ini bukan puppy love atau sekedar cinta monyet, eomma ,” Sulli menjelaskankan. “Ini cinta yang benar-benar cinta.”

Ibunya mendesah. “Eomma tahu itu juga.”

Sulli menatapnya. Dia merasa air matanya mulai membasahi matanya. Dia mengerjap , sebutir air mata jatuh di pipinya. Dia merasa sangat aneh dan bingung dengan emosinya yang naik turun. Hanya beberapa detik yang lalu, dia melompat-lompat kegirangan bahkan sampai menyerupai orang gila dan sekarang ada ketakutan…kebahagiaan yang membuncah… rasa haru juga … emosinya benar-benar kacau dan tercampur aduk.

“Aku takut,” gumam Sulli.

“Oh, sayang,” bisik ibunya.

Dia menarik Sulli ke pelukannya. dia balas memeluknya, merasakan kehangatan cinta seorang Ibu. Ada saat-saat ketika Sulli ingin tetap menjadi gadis kecil untuk ibunya , meskipun sekarang umurnya sudah tujuh belas tahun. Hei, tapi siapa bilang seorang anak tidak bisa menjadi gadis kecil di depan ibunya, bukan? Tak peduli berapapun umurnya…

“Aku yakin dia takut juga.”

Sulli mengerjap “Minho tidak takut apa-apa.”

“Apakah dia memberitahumu?”

“Tidak”

“Lalu, bagaimana kau tahu?”

“Aku. . . hanya tahu.. yakin akan itu , eomma. “

“Sulli …”

“Eomma,” Sulli lembut memotongnya, menarik diri dan melihat mata ibunya .

“Ya, dia mengatakan bahwa dia jatuh jatuh hati padaku. Eomma mungkin tidak tahu betapa aku sangat gembira mendengar hal itu. Tapi. . . pertanyaanku yang muncul kemudian adalah: Apakah akan bertahan “?

Ibunya mengangguk paham. Kemudian, menatap dengan senyum sedih.

“Seperti orang yang jatuh cinta,” katanya, “Kau hanya harus mengambil risiko itu.”

Ibunya kembali mengulang kalimat yang dulu pernah didengar Sulli diucapkannya kepada Donghae.

“Tapi apakah itu layak?” Tanya Sulli putus asa.

“Sayang, itulah sebabnya itu disebut ‘risiko’.”

Setelah kata terakhir, bel pintu berbunyi. Sulli dan ibunya saling bertatapan. Aku mengangguk dan ibunya berdiri.

“ Eomma senang itu Minho, Sulli. “

“ Apa maksud eomma ? Siapakah…. tunggu, jangan bilang kalau itu…”

“ Eomma tidak bilang tidak menyukai Taemin. Hanya eomma pikir Minho telah mengetahui dirimu lebih dari apa yang mungkin kau pikirkan…”

“ Eomma…”

Bel kembali berbunyi.

“ Sayang, eomma harus segera turun sebelum appamu memanjat balkon.”

“ Oh… arasseo. Gomawo..”

“ Ya sayang… tidurlah dan mimpi indah..”

Sulli menatap kepergian ibunya. Nama Taemin mendadak muncul di kepalanya, mengganggu kegembiraannya yang meluap-luap. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan nama itu setelah apa yang diakuinya tadi ? Kejadian itu kembali terbayang dalam benaknya

Flash Back

Sulli meletakkan alat perekamnya di meja, menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya berbalik.. Hatinya melesak ketika ketika Taemin sedang memperhatikan foto-fotonya dengan Minho waktu dulu yang dipajang di sebagian dinding rumah.

“Taemin,” Sulli berhasil menghilangkan kebingungannya. “Uh, duduklah.”

Dia menggeleng. Sulli melihat ekspresinya yang serius, dan tidak menyukainya. Dia belum pernah melihat Taemin berwajah serius seperti itu sebelumnya. Itu sangat langka.

“Tidak, terima kasih,” ia menolak. “Bisakah kita bicara di teras?”

“Oke, tentu saja ,” Sulli setuju, meraih jaketnya  dan berjalan keluar.

Mereka duduk di ayunan, tidak berbicara selama satu menit atau lebih. Taemin hanya menatap ke angkasa, sementara Sulli mengawasinya. Suasananya tidak canggung tetapi benar-benar nyaman dan tenang.

“Aku harus memberitahumu sesuatu,” kata Taemin, memecah keheningan.

Dia tersenyum muram saat matanya menatap Sulli.

“Aku bukan orang seperti yang kau kira, Sulli. Ini semua hanya kebohongan besar. Semuanya  adalah kepura-puraan. “

Sulli menelan ludah. Mulutnya tiba-tiba kering. Dia punya perasaan yang kuat bahwa ini ada kaitannya tentang peringatan Onew siang tadi di sekolah.

“Sejujurnya aku tidak menyukai seni,” akunya, sedikit tertawa. “Aku tidak suka film The Sound of Music . Aku benci itu, sebenarnya. Aku, pastinya, tidak menyukai pertunjukan KPop. Hal semacam itu hanya untuk cewek, menurutku “

“Lalu, siapa kamu?” tanya Sulli bingung.

“Aku Lee Taemin,” katanya, dengan senyum miring. “Aku berusia delapan belas tahun . Aku lebih banyak menghabiskan masa remajaku di Amerika, tempat tinggalku di Beverly Hills, LA.  Aku berasal dari keluarga kaya. Kami pergi dari satu negara ke negara lain setiap musim panas … “

“Aku tidak menanyakan bagaimana kayanya keluargamu,” kata Sulli dingin. “Aku bertanya siapa kamu yang sebenarnya .

Taemin menoleh, menatap Sulli untuk sementara waktu sebelum melanjutkan. Senyum itu hilang dari wajahnya

“Kau akan jijik,” dia berkata serius.

Sulli mendengus. “Aku sudah muak denganmu,” berkata sinis dan tak berperasaan, “Apapun yang akan kau katakan tidak akan membuat perbedaan tentang pendapatku mengenai dirimu..”

Memang benar. Sulli merasa mual pada pemikiran bahwa Taemin telah membohonginya … sedikit atau banyak sama saja itu kebohongan.

Dia mengangguk pelan. “Aku hanya ingin bersenang-senang. Aku melihat dunia sebagai taman bermain yang besar. Aku bisa mengatakan bahwa aku hanyalah kambing hitam keluarga. Selain itu aku juga cukup pintar dan… licik . Bila aku menginginkan sesuatu, aku akan melakukan segalanya untuk mendapatkannya. Uang tidak kupedulikan. Aku percaya bahwa uang bisa membeli segala sesuatu di dunia ini. Taemin yang kau kira… apakah kau ingin tahu? Dia adalah kebalikan dari diriku yang sesungguhnya. “

Sulli terdiam. Dia menemukan kenyataannya bahwa orang yang telah diperlakukannya sebagai teman selama ini ternyata adalah tidak nyata. Bagaimana dia harus bereaksi terhadap itu? Haruskah dia marah, sakit hati, atau depresi?

Tapi jujur, semua itu merupakan kejutan baginya.

“Jadi aku hanya mainanmu yang kau pikir kau suka bermain dengannya , apakah begitu?” Sulli bertanya.

“Sebagian besar, benar…,” jawabnya lugas

Sulli melihat seolah-olah dia tidak merasa sakit atau bersalah. Dia mungkin tidak. Bahkan Sulli berpendapat mungkin hati Taemin terbuat dari batu yang selama beratus-ratus tahun telah diselimuti salju.

“Mengapa harus aku ?” Kata Sulli dengan gigi terkatup.

“Krystal bercerita tentangmu.”

Sulli berkedip.

“Krystal? Krystal Jung, si cheerleader itu? “

“Ya, dia adalah teman dekatku ,” jawabnya. “Musim panas lalu, dia mengatakan kepadaku bahwa kau telah jatuh cinta kepada sahabatmu, yang kebetulan menjadi pacarnya. Dia merasa tidak aman sehingga dia memintaku untuk mengalihkan perhatianmu. Ketika dia menunjukkan fotomu , aku menjadi penasaran dan tertarik. Dan aku menyetujuinya. “

Sulli terengah-engah.Dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Lucu, tidak ada alasan baginya untuk bernafas begitu. Tapi memang itu yang terjadi, kemarahan dan kesedihan membakar dirinya dari dalam. Sehingga dia merasa perlu mengatur napas untuk meredakan desakannya. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba

Sulli tidak percaya itu. Krystal merencanakan semua ini. Dia benar-benar sepertinya sangat ketakutan dengan kedekatannya dengan Minho. Sejak dia dan Minho kenca, hidupnya berubah kacau. Satu-satunya cara untuk menyingkirkan Sulli dari Minho adalah memutuskan persahabatannya dengan Minho. Dan sekarang mereka sudah putus, entah kenapa Sulli merasa Krystal berencana untuk menghancurkan hidupnya .

Sulli tidak takut, hanya dia kecewa dengan kenyataan bahwa sosok Taemin yang dianggapnya sebagai pengganti Minho, dianggapnya sebagai teman… ternyata tidak nyata. Dia adalah kencan pertamanya … yang ternyata itu pun palsu …. dengan karakter fantastis yang dibuat-buat. Sulli merasa betapa bodoh dirinya telah percaya pada semua kepalsuan itu !!

Takdir. . . adalah benar-benar sebuah karya seni.

“Kau sakit,” kata Sulli pada Taemin dengan kasar.

Taemin memandangnya, tanpa ekspresi. “Aku tahu,” katanya kemudian menatap jalan. “Kau bebas untuk membenciku. Pada akhirnya, semua orang …akan membenciku. “

Sulli mendengar sedikit kesedihan dalam suaranya.

“Aku tidak membencimu,” katanya jujur.

Anehnya, Sulli memang benar-benar tidak membencinya.

Kepalanya cepat berpaling kepada Sulli, terkejut dan rasa ingin tahu di matanya terlihat begitu jelas saat dia menatap langsung ke dalam mata Sulli.

“Dan aku mungkin tidak akan pernah membencimu ,” Sulli mengakui. “Yang benar adalah… Aku kasihan padamu,Taemin. Kau hidup dalam kehidupan yang palsu. Kau menyembunyikan jati dirimu dari dunia. Kupikir kau takut ditolak dan sakit hati. “

“Kau tidak tahu apa-apa tentang aku,” gumamnya kasar . “Aku tidak takut apapun.”

“Lalu, mengapa aku melihat ketakutan di matamu?” desak Sulli.

Alih-alih menjawab, dia tersenyum miring. Tapi senyum itu tidak terpantul dari matanya. Taemin berdiri.

“Selamat tinggal, Sulli,” katanya dari balik bahunya saat ia melangkah meninggalkan Sulli . “Adalah satu kenikmatan terbesar bisa bermain-main denganmu.”

“Kukira kau berpikir seperti itu.” Dengus Sulli

Taemin hendak meninggalkan teras ketika dia langkahnya terhenti . Berbalik ke Sulli dan menambahkan,

“Ada sesuatu yang harus kau ketahui, bagaimana pun….”

Dia berhenti, ragu-ragu untuk melanjutkan.

“…Percaya atau tidak, ada dua hal yang aku tidak berbohong kepadamu. Hal yang selama bertahun-tahun aku coba hindari… Tetapi itu benar-benar terjadi dan nyata. “

Taemin menunduk sejenak, lalu matanya kembali ke Sulli.

“Itu persahabatan kita dan. . . perasaanku padamu. “

Sulli tidak berbicara,  mengamati ekspresinya.

“Aku tahu,” gumam Sulli.

Taemin mengerutkan kening.

“Bagaimana kau tahu apakah aku berbohong atau tidak?”

Sulli berhasil tersenyum.

“Taemin, jika kau tidak peduli, kau tidak akan berdiri di sini sekarang. Jika kau tidak peduli, kau tidak akan repot-repot datang ke sini dan mengatakan yang sebenarnya. Jika kau tidak peduli, kau akan pergi tanpa mengucapkan ‘Selamat tinggal.’ “

Sebuah senyum lembut terukir di bibirnya

“Bisakah aku bertanya satu hal lagi sebelum aku pergi?” Tanyanya, tidak yakin.

“Tanyalah.”

“Ketika Onew memintamu untuk menjauh dariku, apa yang kau katakan?”

“Aku mengatakan kepadanya ‘Tidak'”

“Kenapa?”

“Karena kau temanku,” jawab Sulli singkat.

“ Baiklah, ada yang perlu kau tahu… Minho tidak melihatmu sebagai sahabat. Dan aku tahu kau juga tidak melihatnya sebagai sahabat. Karena itulah aku harus melepasmu, sebelum dia membuatku malu. Dan rumor tentang Minho dan Krystal… kau harus mempercayai hatimu sendiri, seperti kau mempercayaiku sebelum ini.”

Senyumnya berubah menjadi cerah dan lebar. Taemin menatap langit malam, kemudian, dia berjalan ke mobilnya dan melaju pergi.

Entah bagaimana, Sulli tahu bahwa persahabatan mereka masih ada ….. bahkan jika Taemin pergi.

End of Flash Back

Sulli duduk merenung. Ternyata terlalu banyak hal terjadi hari ini, dan itu membuatnya terlalu lelah untuk berfikir. Minho dulu pergi, Taemin datang… setelah itu semuanya berubah menjadi lebih baik. Kemudian kini Taemin menyingkir setelah dia tahu Minho akan datang menggantikannya… Ya, Taemin telah lama melihat itu.

Lalu, untuk orang seperti itu… apakah dia harus membencinya ?

Kesalahan adalah kesalahan… tetapi melupakan dan memaafkannya… sepertinya menjadi pilihan yang bijaksana yang bisa diambilnya.

========TBC=======

.

.

Oke fix 73 komentar dan 17 blog like. WOW !! 😀

Terimakasih bangett…nget…ngett !

TANGGAL ULTAH MINHO AKU DOBLE UPDATE

DENGAN SYARAT KALIAN GAK MALAS KOMENTAR. JUGA JARINGANNYA NGGAK NGADAT LAGI.

Advertisements

76 thoughts on “THE hunk NEXT door (25)

  1. Omoona akhirnya Min ho sulli kalian bersatu, berbahagialah setelah ini..
    Jadi onew juga suka sma sulli, gak nyangka aja gitu.
    Sekarang jati diri taemin udah kebongkar, dan syukur sulli bisa menerima semua itu.
    Lanjut eonni next part ditunggu, fighting eonni. Gomawo

  2. kak dinaa puasss bnget bca.y …
    kyaaa akhirnyaaaa..
    jdian jg mreka.. yeeeyyy
    aduhh taeminn koq q jd ksiann yaa..
    kra2 taemin nntinya gmna yaaa..jgn prgi donggg..

    #MinsulJjangg!!..

  3. yeyy alhamdulillah akhirnya mereka jadian jga puasss bangettt bacanyaa,walaupun sempet kaget kalau ternyata taemin temennya krystal bener bener licik!

  4. Ahh bikin iriii,,, Akhirnya minsul jadian,,,
    G nyangka taemin sama krystal udah merencanakan semuanya,,, makay dri awal sikap taemin sangat mencurigakan,, firasat minho memang g salag tentang taemin,, untung sulli tidak terjebak perangkap taemin.
    Onew baik juga yahhh,,, hihi

  5. Eonniiii… ngk tw mw komen ap nih…. pokok.y bagian atas tdi kereeeeeen banget apalagi gift.y eon… euhhhhhh….. kkkkkk
    Tapi pas yg akhir jadi ngk mood gegara taemin feel.y tuh kyak ngk nyaman bnget baca pengakua.y dy… dasar pembohong… iiiihhhh…
    Tapi minsul udah pacaran aaaaaaaaaaaaaa… 10000000% seneng …. kkkkk

  6. akhirnya minho dan sulli jadian ga ya di hari valentine.. oh so sweet..
    oh ternyata taemin mengakuinya kesalahannya kepada sulli kalau dia sahabat kristal dan kristal yg menyuruh mendekati sulli..

  7. wooww…wooww.wooww
    akhirnya minsul bersatu jg, dan so sweet minsul ciuman, ciuman yg manis dan lembut ciuman yg saling ingin memiliki, dan bukan ciuman yg menurut sulli hanya halusinasi saja
    ga nyangka sama taemin, ternyata selama ini dia pakai topeng dg berpura pura baik sama sulli krn dibalik itu dia disuruh krystal untuk memisahkan antara sulli dan minsul. dan kenyataannya taemin teman dekat krystal, wow daebak

    apa yg akan diomongkan onew ke minho yaa??

  8. Eommaaaa.. Aku terharu banget dengan kedewasaan Ssul menyikapi sebuah masalah bahkan walaupun itu membuatnya sedih. 4 thumbs up buat bebh Sulli :* dan all thumbs down buat krystal, yang ternyata sangat licik. Saeng gak kepikiran loh kalo Taem itu temen krystal yg udah disetting buat nyakitin Sulli. Saeng pikir Taem itu malah mantan pacarnya krystal hahaha eomma emang daebakkkk (y)
    Ahhhh, akhirnya Sulli said yes juga (y) ahh so excited banget ^^ dan ternyata Sulli udah tahu rumor tentang Minho dan krystal dan dia tidak mempermasalahkan. Sulli hebat bisa maafin Taem juga (y)
    Taraaaa akhirnya yg dipikirin saeng terbukti juga Taem gak jadian ama Sulli 😀 asyiik eomma emang cool 😀 :*

  9. huuuuaaaa….. aku bener² terhura baca nih ff. sukses bikin aku senyum² sendiri, teriak² bahagia dan jingkrak² gembira.
    semua rasa senang,sedih,kecewa dan marah bercampur jadi satu.
    seneng bisa lihat minsul jadian dan wow mereka berciuman? ini sungguh mengejutkan dan menyenangkan. akhirnya persahabatan dan cinta mereka bisa bersatu. chukkae minsul.
    sedih dan kecewa saat mengetahui kebenaran yg diucapkan taemin. tak percaya bahwa selama ini sosok taemin yg pendiam,lugu,polos,pintar dan menyukai seni itu ternyata hanya kepalsuan belaka. Oh Tuhan….. kenapa taemin melakukan hal itu? kagak nyangka aje seseorang seperti taemin bisa menyesuaikan diri dan mencoba berpura-pura menyukai apa yg dia tidak sukai. sukses! taemin bener² sukses bersandiwara dihadapan sulli dkk. dan yg paling mengecewakan dan bikin hati panas itu pas tao kalau semua sandiwara yg dilakukan taemin itu karena perintah dari krystal. itu yeoja bener² nyebelin.

  10. OMO AKHIRNYA MINSUL JADIAN JUGA,TERIMAKASIH AUTHOR!!!!!!! :* :* :* 😀
    udah gak peduli lagi sama taemin oppa dan krystal eonni,biarin aja mereka mau ngapain kek yang penting minsul bahagia! 😀

  11. CIEEEEEE…yg kissseu2 dan udah naik status kkkkk~ xD wahh…nggak nyangka.taemin dan krystal…ow ow ow… tapi dari perkataanny tetem serius dgn perasaanny ke sulli..cuma niat awalny aja yg gak bagus..

  12. JRENG…JRENG..
    Nahh tuhh kan,kecurigaan ku slama ini trjawab jg.Ternyata Krystal dan Taemin adalah temenan.dan semua itu,yahh semua itu,adlh rencana mereka smw itu untuk mndpatkan keuntungan d satu pihak.uwwwaa TAEMIN..

  13. Heumm…Taemin ternyata??? hufffhh…
    Persahabatan itu emang indah ya,… seberapa besarpun kesalahan seorang sahabat pasti akan dimaafkan. Walaupun terkadang membutuhkan waktu..Yaahhh karena hati manusia tidak pernah sama..dan tidak semua orang sama sepert Sulli.. 🙂 Intinya chap ini adalah giving and forgiving ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s