Selamat Tahun Baru, Kodok !

hnf.

Selamat Tahun Baru, Kodok !

Author : Dina Matahari

Cast : Choi MInho, Choi Sulli

Length : One shoot

Rate : PG-15

.

.

Kalau Tuhan mau … maka umurku bisa lebih lama dari umur seekor semut jantan yang kuat….

.

Oktober 2015

.

Sulli melangkah bergegas menuju gerbang kampusnya. Bersyukur karena hujan telah berhenti. Sama seperti kedatangannya yang tiba-tiba di cuaca cerah , hujan pun pergi meninggalkan langit cerah dan setiap bagian bumi yang basah … satu-satunya hal yang menandakan bahwa hujan memang telah turun di sana. Juga genangan air yang…

SROOTT…

Sulli mematung begitu menyadari cairan berwarna coklat kemerahan itu berlomba menjangkau tempatnya berjalan dan dengan suka cita mendarat di tubuhnya.

“ YAH !!”

Matanya dengan nyalang melihat pengendara sepeda motor yang teledor itu,yang suara bannya meninggalkan decitan memilukan di jalanan licin dan basah. Kemarahannya meroket ketika dia melihat siapa orang yang telah mencipratkan lumpur ke tubuhnya, yang sekarang dengan santainya membuka helm dan mengaitkannya di cantelan motor. Otomatis kedua tangannya terkepal, ingin rasanya berlari dan meninju wajah tampan yang terlihat tanpa dosa itu./ Wajah yang menyunggingkan senyum miring di bibirnya… senyum sinis.

“ Oops !”

Lelaki pengendara motor itu berkata dengan sorot mata geli dan alisnya yang terangkat tak acuh membuat panas di dada sulli naik beberapa derajat celcius. Mungkin telah mendekati titik didih air. Mungkin kalau Sulli adalah ceret, maka dari kedua telinganya telah mengepul asap menghitam saking marah dan kesalnya.

“ Basah ya ?”

Mata belonya menatap Sulli dari ujung rambut sampai ujung kaki., kemudian mendarat di wajahnya dengan polosnya.

“ Tetapi pola kecoklatan lumpur di bajumu terlihat sangat fantastis. Kupikir itu bisa menjadi trend desain baru di dunia mode… mungkin dengan tema abstrak bertekstur ??” Matanya menari-nari kesenangan ,” Itu akan menarik perhatian banyak orang…CHOI SULLI… good luck !!”

Pemuda itu mengacungkan jempolnya, sebelum berbalik dan melajukan kembali kendaraannya. Dan Sulli bersumpah dia melihatnya tertawa… ya Choi Minho si tolol sok keren itu tertawa melihat keadaannya. Dia berlalu seolah dirinya hanyalah penonton di luar garis… dan bukan pelaku utama yang menyebabkan dirinya basah dan kotor. Tak ada permintaan maaf sama sekali !!

Benar-benar kurang ajar !!!!!

“ KODOOOOK….!!! “

Sulli berseru kesal tetapi pemuda itu tidak berhenti … bahkan tidak menoleh sedikit pun. Melihat punggungnya yang semakin menjauh, Sulli baru mengalihkan pandangannya ke bawah… ke bajunya…ke kakinya. Dan GOSH …!! Ini benar-benar petaka. Dari betis sampai tengah pahanya basah, roknya separuh berlumpur. Warna coklat kemerahan itu memang menjadi lukisan abstrak yang tak akan dijumpai di butik mana pun di dunia… bahkan mungkin di tempat-tempat penjualan baju bekas. Sungguh kontras dengan baju warna peach cerah yang tadi dikenakannya di rumah. Baju kesayangannya… hadiah ulang tahunnya yang ke 21 dari ibunya. Baju yang dibawa ibunya dari Paris.

“ AARGHH…!” Sulli menggeram, marah dan dongkol pada dirinya sendiri

Tangannya sibuk mengeluarkan tissu dan mengusap-usap warna kotor di bajunya. Tetapi hal itu malah menambah tampilan lukisan abstrak itu bertambah parah. Dan menyadari ketidakberdayaannya untuk menyelamatkan penampilannya, membuatnya ingin menangis dan berguling-guling di tanah. Tetapi itu tentu saja tak akan bisa dilakukannya, kalau dia tak mau menjadi tontonan lebih banyak lagi mahasiswa yang mengernyitkan alis melihat kemalangannya. Tentu saja kernyitan mengasihani…bukan kernyitan mengejek seperti yang manusia purba itu lakukan kepadanya.

Posted Image

“ Minho memang menyebalkan… tapi dia juga tampan…”

Tiffany menelan ludah saat melihat mata sahabatnya melotot ke arahnya. Tentu saja Sulli akan marah karena apa yang dikatakannya tidak mencerminkan rasa persahabatan sama sekali.

“ Maksudku kenapa dia harus melakukan itu padamu ? Dia benar-benar kurang ajar !!” katanya dengan suara yang tidak tulus, seolah mencela Choi Minho merupakan kesalahan tak termaafkan.

Sulli pura-pura tidak mendengarnya, dia tahu sekali kalau sejak menginjakkan kaki di kampus ini hati Tif sudah terpanah oleh play boy kampus itu. Mungkin sebagian besar wanita lugu di kampusnya telah menjadi fangirl yang telah menyia-nyiakan waktu berharga mereka untuk mengagumi dan mengelu-elukan seorang Choi Minho, yang menurut pendapatnya tak ada satu sisi pun yang menarik dari dirinya. Oke, dia memang tampan… tetapi kakaknya Siwon lebih tampan dan sikapnya tidak urakan sepertinya… walaupun terkadang menyebalkan juga.

“ Kodok penyakitan itu… dia harus diberi pelajaran !” geram Sulli di sela-sela isak tangisnya.

Tiffany melihat Sulli seperti melihat alien yang baru turun dari planet lain.

“ Yang benar saja , masa Sulli menyebut Minho “Kodok penyakitan”… padahal dia tampan dan tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit. Badannya kekar dan oke, wajahnya mulus dan mempesona, otaknya juga tidak parah-parah amat…”

“ Memangnya Minho sakit apa, Sulli ?” tanya Tif dengan wajah bertanya-tanya, sulit baginya membayangkan tubuh gagah Minho menjadi ringkih karena sakit.

Sulli mendelik, kemudian melempar tissu bekas ingusnya pada Tiffany dengan geram, yang segera dihindari sahabatnya dengan mengernyitkan hidung karena rasa jijik yang ditahan.

“ Ih… kau jorok sekali !!” serunya.

Sulli tersenyum sekilas, kemudian memasukkan baju kotornya ke dalam kantong plastik untuk dibawa ke laundry dalam perjalanan pulang nanti. Untunglah dia selalu menyimpan baju cadangan dalam loker untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Tetapi sebersih apapun baju di lokernya, tetap saja kusut dan tidak sesuai dengan rencananya untuk tampil prima dalam presentasi makalahnya nanti. Itu jelas menurunkan kepercayaan diri sulli beberapa tingkat . Dan mengingat bagaimana kodok Minho itu telah mengacaukan semuanya, membuat kedongkolannya kembali.

‘ Eh, Sulli… pertanyaanku belum kau jawab. Memangnya Minho itu sakit apa ?”

Tiffany bersikukuh, tatapannya terlihat keras kepala. Sulli membanting pintu lokernya, kemudian menguncinya dengan kesal.

“ Kau boleh melihatnya dalam buku Penyakit-Penyakit Aneh di Dunia karangan Dr. Ben Kinsley. Jenis penyakit nomor 99 halaman 333.” Jawab Sulli ngawur.

Tiffany sibuk mengeluarkan notes kecilnya dan mencatat yang dikatakan sahabatnya dengan cermat. Sulli mengenali notes kecil itu untuk mencatat semua hal yang dianggap penting oleh Tif, supaya tidak terlupakan.

“ Eh… halaman berapa ?”

“ 333…. dan kau akan melihat jenis penyakit yang akan membuat penderita menurun daya tahan tubuhnya dengan gejala kepala botak, bobot badannya menurun drastis…”

“ OMO !!” seru Tif dengan kaget, tak bisa membayangkan akan seperti apa penampilan Minho nantinya.

“ Dan yang paling mengerikan….” bisik Sulli, matanya menyipit.

“…Ap…apa.. itu ?” suara Tif seperti bunyi burung mencicit.

“ Tubuh si penderita akan ditumbuhi kutil-kutil yang merubah dirinya menjadi menyerupai monster !!”

“ Oh TIDAK !!” Tiffany menutup bibir saking kagetnya, notes dan balpoinnya jatuh ke lantai.

Sulli tersenyum miring, merasa puas karena telah mengerjai sahabatnya yang masih saja berpihak pada Minho walaupun dirinya sudah jelas telah menjadi korban lelaki itu. Tanpa mempedulikan ketakutan dan kepanikan sahabatnya, dia melangkah ke luar dari ruang loker wanita. Dia bersumpah dalam hati, kalau Choi Minho akan membayar lunas semua kerugian dan rasa malunya hari ini.

Desember 2015

.

“ Eomma… apakah kita harus selalu merayakan natal di rumah sakit ?” tanya Sulli dengan sedikit merajuk, bukan apa-apa dia paling tidak bisa melihat penderitaan di dalam mata-mata tanpa dosa itu. Dia akan selalu tak bisa tidur karena membayangkan betapa hebat derita sakit.yang harus anak-anak kecil itu lawan sesisa hidup mereka.

“ Kenapa Ssul ? Apakah kau punya acara merayakannya dengan kawan-kawanmu ?” tanya ibunya dengan lembut, sementara dia memasukkan kado-kado yang telah dibungkusnya ke dalam kardus besar.

“ Umm… tidak juga.” Jawab Sulli ,” Tetapi apakah kita tidak bisa merayakannya hanya dengan keluarga kita ? Seperti yang sering dilakukan sebagian besar keluarga lain di Seoul ?”

“ Alasannya sudah eomma katakan setiap tahun….”

“ Ya karena eomma dokter mereka dan yayasannya juga dibawah pimpinan appa… maka kehadiran kita akan menjadi hadiah tak ternilai buat mereka. Begitu kan ?”

Sulli menyebutkan jawaban yang sudah terekam dalam ingatannya dengan baik, bagaimana tidak jawaban itulah yang didengarnya sejak dia duduk di bangku SMP akhir. Sejak ayahnya ditempatkan sebagai ketua Yayasan Anak-Anak Penderita Kanker, natal bukan lagi sebagai acara keluarga yang khusus. Sebenarnya dia secara pribadi tidak merasa terbebani dengan itu, hanya tadi… hatinya paling tidak tahan melihat penderitaan pasien-pasien ibunya, yang justru akan merusak semangatnya.

“ Tetapi kalau kau kurang senang ke sana, kau bisa diantar Siwon ke Busan untuk bergabung dengan nenek dan bibi Tae Young di sana.” Tawar ibunya.

“ Tidak terimakasih. Aku tidak mau dikerjai Yoogeun seperti tahun lalu. Tetapi… tahun baru kita akan di rumah kan, eomma ??”

“ Ya, sayang…” ibunya Sulli tersenyum, kemudian mengacungkan sebuah boneka helo kitty mungil yang dibungkus dan diberi pita.

“Eomma, aku bukan anak-anak lagi… masa harus menerima kado boneka…” kata Sulli dengan tertawa senang, bagaimana pun ibunya masih mengingat tokoh kartun kesayangannya dulu.

“ Ini bukan untukmu, tetapi ini adalah kado istimewa yang bisa kau berikan kepada pasien istimewa..”

“ Oh ? Ada pasien istimewa ?” tanya Sulli, terkejut dengan perkataan ibunya.

“ Selalu ada pasien istimewa setiap tahunnya. Kau tahu Ssul… semua pasien-pasien eomma itu istimewa. Mereka adalah contoh nyata kepasrahan dan ketulusan manusia dalam menerima ujian penyakit sukar tersembuhkan. Mereka tidak takut dengan maut, malah dengan senyum mereka menunggu dan menyambut kematian menghampiri mereka. Bukankah itu benar-benar istimewa ?”

“ Ya eomma…” Sulli mendesah, merasakan seluruh tubuhnya berdenyar karena kata-kata ibunya.

“Tetapi Nak… di antara yang istimewa itu selalu ada yang paling istimewa.”

“ Siapakah ?”

Ibunya Sulli menggeleng ,” Kau tidak boleh menyakannya kepada yang lain. Kau hanya perlu bertanya pada hatimu. Kau tahu, setiap perawat dan dokter di sana memiliki pasien istimewanya masing-masing. Dan karena usiamu sudah 20 tahun lebih… maka eomma memintamu untuk memilih siapa pasien istimewa pertamamu tahun ini.”

“ Tahun ini ? Apakah berarti kita harus mengganti pasien istimewa kita setiap tahunnya ?”

Ibunya Sulli tidak segera menjawab, dia meletakkan kado terakhir ke dalam kardus, menarik nafas panjang dan mendesah. Matanya menatap anaknya dengan lembut… sangat lembut sehingga Sulli merasa merinding dibuatnya.

“ Bila kau beruntung… kau akan melihat pasien istimewamu di natal berikutnya. Tetapi itu jarang terjadi… kebanyakan dari mereka…”

“ Tidakk…” Sulli ikut mendesah ,” Eomma tak perlu melanjutkan itu, aku sudah mengerti apa maksudnya. Baiklah, aku akan memilih teman istimewaku .. bukan pasien istimewa…dan akan memintakan harapan untuknya.” Kata Sulli sambil meraih boneka hello kitty tadi.

24 Desember 2015

Sulli memasuki gerbang rumah sakit yang sudah dihiasi lampu warna warni yang berkerlap-kelip meriah. Pintu masuk dihias dengan pita dan pernak-pernik natal yang membuat suasana rumah sakit yang biasanya suram itu menjadi lebih hidup, apalagi lagu-lagu natal disuarakan dari speaker dengan cukup keras.

Siwon yang membantu menurunkan kardus besar terlihat penuh semangat. Dan Sulli tahu itu karena dia akan bertemu dokter Ayumi Mitsuwa , salah satu jajaran dokter di rumah sakit tersebut. Sulli pernah melihat kakaknya jalan bareng dengan dokter berkebangsaan Jepang itu, sebelum kemudian membawanya ke rumah pada acara makan malam seminggu yang lalu. Kesimpulannya, Siwon sedang menjalin hubungan serius dengannya.

Sulli melangkah masuk ke ruangan yang telah di sulap menjadi lebih lapang, dengan bangku-bangku panjang diletakkan merapat ke dinding. Beberapa anak duduk disana. Mereka hari itu mengenakan baju yang berbeda… bukan baju putih seperti biasanya. Sulli begitu miris menyadari wajah-wajah pucat yang sumringah itu… Wajah yang menyimpan penderitaan di balik senyum tulus dan tatapan pasrah. Rasa haru mendesak kerongkongannya ketika melihat beberapa anak dengan kepala gundul sedang mengobrol dengan perawat… tak ada rasa takut sedikit pun di wajah mereka. Wajah yang sangat khas anak-anak… tanpa beban dan… sekali lagi pasrah. Padahal Sulli tahu sekali bagaimana keadaan para pasien itu ketika sakit sedang menggeregoti tubuhnya dari dalam. Dia pernah melihat bagaimana keadaan pasien ibunya yang sedang terkena dampak penyakitnya. Sungguh mengerikan dan…. Sulli tak punya kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Menarik nafas, dia kembali berjalan menuju pohon natal besar yang diletakkan di salah satu pojok ruangan. Pohon yang dihias dengan indah, melebihi keindahan pohon natal di rumahnya sendiri. Setelah berdiri di dekat pohon itu, Sulli mengeluarkan sebuah bola lampu berwarna putih yang akan mengeluarkan cahaya pink bila disentuh. Ini adalah bola keberuntungannya, neneknya dulu memberikan itu pada saat dia merayakan natal di Busan.

“ Bola ini dijagai oleh malaikat, apapun permohonanmu akan langsung disampaikan pada Tuhan.”

Walaupun kedengarannya konyol, entah mengapa Sulli masih mempercayai hal itu. Dia telah menyimpan bola itu selama lima belas tahun dan sekarang akan menggantungkannya di pohon natal untuk memanjatkan harapannya yang semalaman telah dipikirkannya.

“ Tuhan, aku meminta di tempat ini aku akan menemukan teman yang istimewa untuk berbagi kebahagiaan dan penderitaan. Dan ijinkanlah aku untuk bisa merayakan hari natal bersamanya di tahun-tahun mendatang

.” Sulli memejamkan matanya dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

Ketika membuka matanya lagi Sulli mendapati dokter Ayumi sedang berdiri di dekatnya, menggantungkan kaos kaki yang berwarna-warni di kaitan yang tersedia.

“ Dokter… Selamat natal.” Kata Sulli dengan tersipu.

“ Selamat natal juga Sulli. Memanjatkan harapanmu, eoh ?”

“ Yupp… aku berharap menemukan seseorang yang istimewa untuk kuberi kado istimewa malam ini. Seseorang yang usianya lebih panjang dari sekedar beberapa helaan nafas.”

“ Kita semua di sini punya harapan yang serupa. Mari kuperkenalkan dengan beberapa anak, mereka dari tadi bertanya kepadaku siapakah peri cantik berbaju putih yang sedang berdiri di samping pohon natal…” canda dokter muda itu.

Sulli tertawa ,” Kuharap aku bisa memiliki sayap dan tongkat ajaib untuk bisa mengabulkan harapan mereka semua.” Katanya sambil mengikuti dokter Ayumi menuju kumpulan anak-anak.

.

.

Suasana pesta berlangsung dengan hangat. Makanan-makanan istimewa dihidangkan. Minuman-minuman ringan diedarkan. Para perawat memakai baju istimewa tetapi mencantumkan tanda pengenal di dadanya, sebagai pembeda mereka dengan tamu-tamu yang datang. Sulli berbaur dengan mereka, mencari siapa di antara anak-anak istimewa itu yang akan diberi kado olehnya. Kemeriahan pesta terganggu sebentar ketika seorang anak bernama Manchu memberitahu kepada dokter Ayumi bahwa salah seorang temannya mimisan dan berada di ruangan.

Sulli melihat bagaimana dokter muda itu tersenyum lembut, menyembunyikan kekhawatiran yang sekilas tertangkap olehnya. Betapa dokter cantik itu benar-benar memberikan ketenangan dan menularkannya kepada beberapa anak yang sejenak tadi terlihat takut dan khawatir.

“Pantas Siwon oppa begitu memujanya, dia wanita yang sungguh istimewa.” Batin Sulli.

Setelah dokter Ayumi berlalu dari situ diikuti oleh ibunya menuju ruang perawatan yang terletak di seberang lorong memanjang di belakang bangunan, Sulli kembali duduk di tengah-tengah anak-anak itu.

“ Sebenarnya siapa yang mimisan ?” tanya Sulli kepada si pembawa berita, seorang anak laki-laki yang menderita kanker di ususnya.

“ Chon Yong… sejak sore tadi dia mengatakan kalau badannya lemas dan kepalanya pusing. Tetapi dia tidak mau berbaring karena kakaknya mau datang merayakan natal bersamanya.” Celoteh anak tersebut.
Sulli mengangguk-angguk,” Apakah kakaknya sudah datang ?”

“ Ya, dia tadi langsung masuk ke kamarnya.”

“ Dan apakah keluargamu juga datang ?”

“ Ya, kakak peri… hari ini appa dan eomma datang, tetapi Yoo Min tidak dibawa karena masih bayi, jadi halmonie yang menjaganya di rumah..”

“ Adikmu pasti lucu.”

“Benar.”

“Oh ya, kakak punya nama. Kalian boleh memanggilku Sulli eonni, ya ? Kakak tinggal dulu, kakak ingin beremu dengan teman kalian yang sakit itu.”

Setelah berpamitan Sulli berjalan menuju ruang perawatan ke mana ibu dan dr. Ayumi menuju. Langkahnya terhenti ketika melihat dokter Ayumi berdiri di depan dinding kaca yang menghadap ke ruangan khusus. Setahu Sulli itu adalah ruang isolasi, di mana mereka yang dirawat di situ membutuhkan perawatan ekstra.

“ Dokter…” sapa Sulli, berdiri di sampingnya. Matanya melayang ke dalam ruangan di mana ibunya sedang memeriksa dan mengajak ngobrol anak itu.

“ Chon Yong anak perempuan yang berani.” Gumam dokter Ayumi dengan tatapan kosong ,” Dia empat bulan yang lalu diambil dari Singapura dan telah divonis usianya tinggal dua minggu waktu itu. Ternyata di tempat ini dia berumur lebih panjang dari perkiraan medis.”

“ Dia sakit apa ?”

“ Leukeumia stadium akhir. Hanya Tuhan yang tahu, mengapa tubuh kecilnya bisa bertahan sampai hari ini.”

Sulli menancapkan tatapannya pada tubuh kurus yang terlihat pucat itu. Dia tak tahu apakah anak itu laki-laki atau perempuan karena kepalanya gundul. Sebelah tangannya ada dalam genggaman ibunya yang sedang mengajaknya bicara. Dan sebelah tangannya yang lain berada dalam genggaman seorang pria yang punggungnya menghadap ke arah Sulli.

“Itu mungkin kakaknya. Betapa menyakitkan harus merayakan natal dengan seorang anak kecil yang sedang meregang nyawa.” Batin Sulli dadanya mencelos melihat adegan di depannya..

Tiba-tiba dia merasa inilah pasien istimewa yang diinginkannya. Kalau memang doanya terkabul… mungkin bukan dua minggu… satu bulan… bahkan mungkin anak itu bisa bertahan hidup lebih lama . Dan mungkin lebih dari dua… tiga…bahkan sepuluh kali natal lagi.

“ Apakah ibu bisa menyembuhkannya ?”

“ Hanya Tuhan yang bisa menyembuhkannya, tindakan medis hanya untuk membantunya mengurangi rasa sakit karena penderitaannya… tidak untuk menyembuhkan. Tapi dia gadis yang tabah, tak pernah sekali pun mengeluh kecuali memberitahu kalau dia pusing atau lemas… padahal kami yakin yang dirasakannya lebih hebat daripada itu.”

“ Gadis yang tabah…”

“ Benar

“ Kukira aku telah menemukan pasien istimewaku….” kata Sulli pelan ,” Apakah aku boleh masuk dan menemuinya ?”

“ Tentu saja tetapi nanti setelah ibumu selesai memeriksanya.”

“ Apakah dia adalah kakaknya yang tadi disebutkan Man Chu ?”

“ Ya. Dia yang selalu datang menengoknya. Orang tua mereka kan berada di luar negeri. Terlalu sibuk untuk mengunjungi anaknya yang sakit… Untunglah kakaknya banyak memberikan support pada Chon Yong. Terkadang neneknya juga datang ke sini. Tetapi malam natal ini wanita tua itu tak bisa datang karena sakit.”

“oh….”

Sulli merenung. Sekali lagi dia merasa dirinya diterkam rasa iba yang sangat mendalam. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya kalau di dunia ini ada anak yang begitu terabaikan oleh orang tuanya, melalui natal sendirian… padahal dia dalam keadaan sakit yang hanya tinggal menunggu maut menjemput .

Dia merasa malu dengan sikap protesnya tadi siang terhadap ibunya, hanya karena ingin merayakan natal tanpa harus melibatkan orang luar. Seharusnya dia bersyukur karena orang tuanya selalu ada di sisinya, mendukungnya. Seharusnya dia merasa bersyukur memiliki orang tua yang mau berbagi kebahagiaan dengan anak-anak malang yang seperti itu. Dia sempat tak mau membagi kasih ibunya dengan yang lain… sedangkan pemuda itu, siapapun dia, telah memberikan sebagian dirinya untuk adiknya sementara di tempat lain neneknya membutuhkannya dalam keadaan sakit. Dia berpikir apakah bila dirinya ada dalam posisi seperti itu akan mau berbagi ? Bahkan mungkin tak ada sedikit pun kebahagiaan yang kini tersisa buat si pemuda itu.

Mungkin…

Kesadaran itu membuat Sulli terpukul. Perlahan dia meninggalkan ruangan itu, niatnya untuk kembali ke tengah anak-anak dan memberikan sebagian kebahagiaan kepada mereka.

Sulli mengambil segelas limun dan menyesapnya pelan-pelan. Rasa segar, manis, dan sejuk merayapi tenggorokannya. Perlahan matanya melayang ke arah Siwon yang sedang berdiri mengobrol dengan dr. Ayumi. Dia baru saja hendak melangkah menghampiri mereka, ketika tiba-tiba kemunculan seseorang menghentak jantungnya.

“ Choi Minho ??”

“ Kenapa dia ada di sini ? Apa yang sedang dilakukannya di sini ? Seharusnya orang tak berhati seperti dia tidak ada di tempat seperti ini !!” pikir Sulli sinis.

Sulli menarik tubuhnya ke balik bayangan sebuah lemari arsip ketika dia menyadari sosok yang dibencinya itu sedang berjalan menuju meja minuman tempat dia berdiri.

.

.

Sulli berdiri di belakang lemari itu selama hampir setengah jam, dalam upayanya menghindar untuk terlihat oleh Choi Minho. Selama kurang lebih setengah jam dia memperhatikan bahkan bisa mendengar apa yang dikatakan Choi Minho kepada beberapa anak yang menghampirinya, Sialnya lelaki itu telah memilih tempat yang salah untuk beristirahat, hanya beberapa langkah dari lemari yang melindunginya. Melalui punggungnya yang menghadap ke arahnya, Sulli bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Selama setengah jam itu Sulli mendapatkan banyak sekali hal yang mengejutkan tentang fakta sebenarnya, siapa Choi Minho itu.

Choi Minho yang selama ini dikenalnya sangat berbeda dengan Choi Minho yang dilihatnya malam ini. Segala kejahilan, kekejaman, kekeraskepalaan, keangkuhan, dan kekurangajarannya sirna entah kemana. Berganti dengan sosok yang begitu penuh kasih dan perhatian kepada anak-anak malang di rumah sakit itu. Sulli bisa melihat bagaimana satu demi satu anak-anak itu berbicara dengannya, dan bagaimana Choi Minho menggenggam, membelai, tersenyum kepada mereka dengan tulus. Bagaimana suaranya yang dalam dan rendah memberikan semangat dan harapan yang menentramkan. Sulli sampai terbengong di tempatnya, sukar untuk mempercayai kenyataan di depan matanya.

“ Aku ikut berdoa untuk kesembuhan Chon Yong , Minho oppa…”

“ Terimakasih. Aku juga ikut berdoa untuk kesembuhanmu. Kau tahu, ini adalah rahasia kita berdua… tak boleh ada yang tahu ini. Malam ini kau adalah yang kupilih menjadi pasien istimewaku… aku akan meminta yang terbaik untukmu Berharap kita bisa merayakan natal dan tahun baru bersama tahun depan… Dan aku punya hadiah istimewa untukmu…”

Itulah kurang lebih kalimat yang diucapkan setiap anak yang mendatanginya untuk menyapanya Dan setelah itu, dia akan mengulangi kalimat yang sama persis. Kemudian dia akan mengeluarkan sebuah bingkisan kecil dan menyelipkannya ke tangan anak itu. Sulli bertanya-tanya dalam hatinya… pertanyaan yang tak pernah bisa dijawabnya. Seperti … Mengapa Minho melakukan itu ? Siapakah Chon Yong baginya ? Apa posisi Minho di rumah sakit ? Sebagai peserta kegiatan ini, sebagai pengunjung biasa, atau tamu undangan ?

Setelah setengah jam berlalu, ibunya menghampiri Choi Minho dan memintanya berbicara di ruangannya. Barulah Sulli bisa ke luar dari persembunyiannya ketika mereka pergi dari sana. Dia menarik nafas lega, sekaligus sesak dengan pemikirannya yang tak terelakkan.

“Mungkinkah Choi Minho itu kakaknya Chon Yong ?”

Dengan kepala yang masih dipenuhi oleh pemikiran itu, Sulli berjalan menuju kamar Chon Yong untuk memberikan kado istimewanya. Dadanya serasa diaduk-aduk saat menemukan gadis kurus dan botak itu sedang terbaring lemas di atas tempat tidur. Wajahnya hampir seputih seprai tempat kepalanya berbaring.
Begitu melihat seseorang masuk, kepala mungil itu terangkat… dan entah kenapa Sulli ingin menangis saat menyadari betapa mata bulat dan cemerlang itu tampak terlalu besar di wajahnya yang tirus.

“ Hai… !” sapa Sulli tersenyum, mencoba meredam semua kesedihan yang membuat otot-otot sekitar matanya memanas.

Bibir pucat itu tersenyum membalas

“ Aku Choi Sulli anak dokter Eun Sun. Kau Chon Yong, kan ?”

Sulli berjalan menghampirinya. Berusaha menebarkan kehangatan ke dalam ruangan yang sunyi dan beku.

“ Benar… Kau pasti Sulli eonni. Dokter Eun sering bercerita tentangmu.”

“ Oh ya ? “ Sulli mengambil posisi di sisi gadis itu ,” Aku punya sesuatu untukmu…”

Sulli mengeluarkan boneka helo kitty dari dalam tasnya kemudian memberikannya kepada gadis itu.

“ Eonni memilihku menjadi pasian istimewa tahun ini ?” Tanyanya dengan mata berkilauan.

“ Ya. Karena kau gadis kuat dan pemberani. Ketahuilah, kau adalah teman istimewa pertamaku. Kuharap kau menyukainya… Oh ya, Selamat natal Chon Yong.”

“ Selamat natal juga. Dan aku senang karena telah menjadi yang pertama buat eoni. Bonekanya juga cantik sekali. Terimakasih…”

“ Kau juga cantik, Chon Yong….” Sulli tersenyum lembut ,” Bagimana perasaanmu sekarang ?”

“ Lebih baik.” Dadanya yang tipis bergerak naik ketika dia menghela nafas ,” Aku membuat orang lain ketakutan, ya ?”

Cahaya matanya meredup, sesuatu dalam diri Sulli seperti direnggut.

“ Aku juga telah membuat kakakku cemas. Aku tahu dia cemas walau dia terus berkata bahwa aku bisa pulang malam tahun baru ini. Kakak berjanji akan menyalakan kembang api untukku, yang banyak dan berwarna-warni. Eonni, apakah yang diceritakan kakakku itu benar ?”

“ Eh… ?” Sulli kebingungan untuk menjawab.

“ Kemarin kakak berkata, perkataan banyak manusia yang pandai bisa dikalahkan oleh satu kehendak Tuhan…”

Sulli mengerutkan dahinya tanda kurang mengerti, juga takjub karena gadis sekecil itu punya kata-kata yang bermakna dalam.

“ … kata kakakku… aku masih bisa menikmati natal hari ini… itu karena Tuhan mencintaiku, Tuhan tak ingin aku bersedih, Tuhan mau aku ada di sini. Kakak bilang, kalau Tuhan mau … maka umurku bisa lebih lama dari seekor semut jantan yang kuat. Apakah eonni tahu berapa umur semut jantan ?”

“ Entahlah….” jawab Sulli ,” Tetapi aku yakin, kakakmu pasti berkata benar.”

“ Aku tahu….” bibir kehitaman gadis itu membentuk lengkungan , tersenyum “ Apakah eonni sudah ketemu dengannya ?”

“ Aku…”

“ Chon Yong……..!”

Suara dalam dan berat tiba-tiba mengejutkan keduanya, serentak dua kepala yang sedang menjalin keakraban itu menoleh ke arah pintu.

Jantung Sulli terasa berhenti sejenak melihat siapa yang muncul di sana. Choi Minho, manusia paling menjengkelkan sedunia, berdiri di hadapannya dengan muka terkejut. Matanya terlihat membulat, dan wajahnya tiba-tiba pucat…kemudian memerah…kemudian kembali pucat. Sulli berfikir kekagetannya pasti tiga kali lebih besar daripada yang dirasakannya.

“ Minho oppa… “

“ Oh ??”

Minho terlihat kikuk sebelum kemudian tersenyum pada Chon Yong. Kentara sekali dia sedang berusaha mengendalikan dirinya. Kemudian ragu-ragu dia berjalan menuju ranjang rumah sakit. Sepertinya dia sudah memutuskan untuk tidak menganggap ada orang lain di ruangan itu.

“ Chon Yong, maafkan kakak tadi menemui dulu teman-temanmu. Hey… mereka kirim salam untukmu.”

Minho meninju dada adiknya dengan lembut, membuat gadis kecil itu terkikik lemah

“ Apakah ayah dan ibu mereka datang ke mari ?”

“ Ya. Mereka datang …” Minho terlihat menelan sesuatu dengan susah payah,” Appa dan eomma menelepon dan tidak bisa datang. Mereka terhalang badai salju di Bandara…”

“ Apakah seperti badai salju yang terjadi di televisi?”

“ Ya.”

“ Oh, kalau begitu kita harus berdoa untuk keselamatan mereka.” Chon Yong menghela nafas sejenak ,” Tapi aku senang Minho oppa datang ke sini.”

“ Tentu saja aku akan datang. Aku juga punya punya hadiah untukmu…” Minho mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya kepada Chon Yong ,” Selamat hari natal, kau adalah pasien istimewaku malam ini.”

“ Aku tahu ! Oppa telah memberikan teman-temanku kado natal dan menjadikan mereka semua sebagai pasien istimewamu. Mereka tadi datang ke mari dan bercerita kepadaku…” Wajah Chon Yong terlihat geli ,”… tetapi kau oppa istimewaku satu-satunya. Selamat natal juga…!”

Sulli tahu apa yang dikatakan Chon Yong benar, karena dia melihat seluruh adegannnya dengan mata kepalanya sendiri tadi. Hatinya terasa diremas-remas ketika melihat bagaimana lembutnya Minho memperlakukan adiknya, dan air matanya hampir runtuh ketika melihat adegan kakak beradik itu saling berpelukan.

“ Ehm-ehm…!!” Sulli berdehem untuk mengusir kesedihannya, juga untuk mengingatkan mereka bahwa dia ada di sana.

Minho melepas pelukannya.

“ Oh ya… Minho oppa, ini adalah Sulli eonni anak dokter Eun Sun. Dia menjadikanku pasien istimewanya tahun ini. Dan aku adalah pasien istimewa pertamanya. Dia memberiku ini !”

Chon Yong bicara dengan lancar, tak terdengar sama sekali kalau dia sedang sakit… kecuali bila melihat tampilannya. Tangannya yang kurus mengacungkan boneka helo Kitty kecil itu pada kakaknya.

“ Oh  … terimakasih Sulli .”

Suara Minho tergetar, matanya menunduk tak berani menentang mata Sulli. Seharusnya Sulli bersorak menyadari hal ini. Kepongahan dan kekurangajaran Minho malam ini lenyap tak berbekas. Bukankah itu yang selama ini diinginkannya… untuk melihat Choi Minho tertunduk dan mengaku kalah. Dan tanpa usaha apapun, malam ini keinginan itu terkabulkan.

Seharusnya Sulli tertawa mengejek dan membalikkan semua rasa sakit hati yang sudah ditumbuhkan Minho di dalam dirinya selama ini.

“ Tuhan sedang menghukummu, Kodok. Tuhan sedang menegurmu,Kodok. Tuhan sedang berusaha merenggut orang yang kau sayangi. Kau sekarang merasa bagaimana sakitnya menghadapi itu, bukan ? Aku juga pernah merasakan sakit ketika kamu merenggut harga diri, kepercayaan diri dalam diriku dengan semua kelakuan konyolmu…”

“ Hanya sebuah boneka kecil…” desah Sulli.

Sulli merasa dirinya tolol dengan kata-katanya itu. Seharusnya dia meraih kesempatan yang ada untuk membuat lelaki di hadapannya semakin menunduk dan menyesal. Tetapi akan tegakah dirinya mengeluarkan semua kemarahan itu di depan Chon Yong ? Di depan seorang anak sakit yang mungkin diintip maut dan dibawanya pergi sewaktu-waktu ?

“ Bagaimana pun terimakasih…”

Sulli mengangguk, tak tahu harus berkata apa. Akhirnya dia melihat Chon Yong dan tersenyum cerah ,” Baiklah gadis pemberani, tampaknya aku harus pergi menemui yang lain. Selamat natal ! Jangan lupa, aku akan senang kalau kita bisa ketemu lagi natal mendatang…”

Setelah berkata begitu Sulli berbalik dan berjalan untuk ke luar dari ruangan itu. Namun ketika sebelah kakinya melampaui ambang pintu, Minho memanggilnya. Suaranya goyah dan bergema di ruangan itu.

“ Sulli !!”

Langkah Sulli terhenti, kemudian dia berbalik hanya untuk mendapati Minho sudah berada di belakangnya. Matanya terliat liar dan gelisah, sedang wajahnya penuh rasa penyesalan.

“ Aku minta maaf…” Minho berdehem ,” Eh… setelah semua yang kulakukan padamu, aku minta maaf. Dan apa yang kau lakukan pada adikku…. err… aku benar-benar menyesal salah mengenalimu….”

Sulli terdiam, tak menyangka Minho akan berkata begitu. Dia juga menunggu, mungkin Minho akan berkata yang lainnya. Tetapi dia tak mendengar apa-apa lagi, dan tak melihat apapun selain kepala yang tertunduk.

“ Oh… Ok !” katanya santai,” Aku ikut prihatin dengan keadaan adikmu.”

Sulli kembali berbalik dan melangkah menyusuri lorong yang sunyi. Jantungnya berdetak seirama detak sepatunya di lantai. Pikiran dan jiwanya terasa kosong.

“ Rasanya aneh… diriku merasa ringan dan kosong setelah segala kebencianku padanya hilang entah kemana…Choi Minho adalah kakaknya Chon Yong… pasien yang divonis hanya memiliki umur tiga minggu setelah dikirim dari rumah sakit di Singapura empat bulan yang lalu. Apakah kenyataan itu yang membuatku dengan mudah melupakan kebencianku kepadanya ? Karena aku tahu, Choi Minho ternyata sedang menghadapi kekalutan, penyesalan, ketakutan, kesedihan, mungkin kemarahan dalam dirinya. Yang semua itu tidak sebanding dengan semua bentuk perasaan yang aku miliki untuknya..”

“ Eh Sulli….!”

Sulli menghentikan langkahnya, memalingkan wajahnya sedikit tetapi tidak berbalik,

“ Ada yang perlu kau tahu… bahwa apapun yang kulakukan kepadamu selama ini, itu bukan karena aku membencimu.”

Sejenak hening.

“ Itu karena aku senang melihatmu kesal. Aku senang kau memanggilku “kodok” . Aku senang melihatmu cemberut dan marah. Itu memberikan kegembiraan tersendiri bagiku. Itu membuatku sejenak bisa melupakan dan terhibur karena semua ini. Tetapi aku benar-benar menyesalinya.”

Suara Minho terdengar bergetar di sepanjang lorong, suara yang tulus dan ketulusannya menyentuh sanubarinya yang paling dalam. Suaranya membuat seluruh pori-pori tubuhnya merinding. Dan entah kenapa membuatnya ingin menangis.

“ Ok….” jawab Sulli berusaha tak acuh

“ Selamat natal !!”

“ Selamat natal .”

“ Dan.. Tahun Baru !”

“ Selamat Tahun Baru juga, Kodok !”

Sulli kembali melangkahkan kakinya. Langkah yang detak sepatunya mengirimkan hentakkan-hentakkan hebat di jantung Minho. Langkah yang semakin lama membuat sebuah senyuman terkembang di wajah Minho.
Dan Sulli tak pernah tahu itu, karena dia tak memiliki keberanian sedikit pun untuk menoleh. Dia takut Minho akan melihat bagaimana butiran air mata satu persatu membasahi pipinya. Karena apapun yang dikatakan Minho, tak akan mengubah apapun di masa lalunya. Karena sebesar apapun usaha Minho untuk melupakan kesedihannya, tak akan pernah bisa mengubah sebuah kenyataan bahwa adiknya sakit parah dan setiap saat maut bisa memisahkan mereka. Hanya Sulli berjanji dalam hati untuk mengatakan ini kepada Minho nanti, bahwa untuk mendapatkan kegembiraan dan melupakan kesedihan… orang tidak harus menyakiti dan membuat orang lain menangis… Tuhan memberikan banyak cara untuk mendapatkan itu semua. Mungkin juga dia bisa menunjukkan cara terbaik agar lelaki malang yang pernah dibencinya itu bisa menemukan kebahagiaannya.

Siapa tahu…

.

.

FIN

.

Mohon maaf Chingu bila ceritanya tidak sesuai dengan harapan.

Ini benar-benar dibuat di tengah menggunungnya pekerjaan.

Rindu menulis ff Minsul seperti  gelitikan yang tak bisa kuhindarkan untuk menggaruknya… hahaha 😀

Dan inilah bentol-bentolnya… terimakasih telah mau baca dan komentar.

SELAMAT TAHUN BARU MINSULLIANS  ♥

Advertisements

37 thoughts on “Selamat Tahun Baru, Kodok !

  1. sambil menunggu detik² bergantinya tahun, ku sempatkan diri untuk membaca ff karya eon din.
    gak nyangka nih ff sukses bikin aku nangis. terharu banget. kirain natal dan tahun baru ini dihiasi dengan keromantisan minsul eh ternyata dugaanku salah. Aku kira minho yg sakit dan mengharuskan sulli untuk merawatnya. Dan ternyata adik minho yg bernama chan young itu menderita Leukeumia stadium akhir. Oh Tuhan….!!! gadis sekecil itu harus menerima kenyataan pahit ini. biarpun dia sakit tapi senyum diwajahnya tak pernah pudar. salut sama itu anak. begitu banyak pelajaran yg bisa ku ambil dari nih ff.
    gomawo eonni. 🙂

  2. Aaahhhh… ini bagus eonni.. tapi sayangnya muncul belum bersatu eonni.. mungkin bisa ada squelnya… hehehe… 😁
    Tapi good job buat eonni… ayo makanya bikin ff baru minsul eonni… FIGHTING… 😊😊😊
    HAPPY NEW YEAR EONNI… 😊😊😊

  3. Akhirnya trjawab sudah rasa penasaranku,,,
    Dan sangat jauh dari dugaan,,, di luar dugaan…
    Yang aku kira si froggy yg sakit tpi trnyta bukan,,, yg aku kira froggy adalah pasien yg dia do’akn mngidap pnyakit aneh trnyta bukan…
    Brsyukur karena pasien yg dimksud bukn froggy tpi di sisi lain jg mersa sedih,,
    Karena gadis kecil yg malang itu dongsaengny frogg 😥
    Gadis kecil yg hebat,,, benar2 hebat ^_^

    Eoh,,, ini udh end eonni ???
    Ko msih mnggantung ria yaa..hehehee
    Sprti msih ada sesustu yg blum pas sm pmbcraan ssul dn froggy,,, masih ada yg hilaaang
    Tpi sayangny ini 1shoot,,, adakh kmungkinan story ini bs brlnjut ??? 🙂
    Semoga saja ^_^

    Untk yg trakhir…
    Gomawo jeongmal eonni,,,
    Telah mmbrikn hadiah “minsul” di awal tahun, di tengah kesibukanny eonni 🙂
    Smoga di awal thn ini kita bs mndaptkn semua apa yg prnah kita hrapkan,,,
    Be the best, do the best, get the best

    Tetap semangaaattt matahariku ♚♛♚
    Minsuljjang♥♥♥

  4. daebakk
    ff yang menyentuh hati,sulit untuk ditebak aku pikir yang sakit minho dan dia jatuh cinta sama sulli terus meninggal karna penyakitnya,ternyata salah yg sakit adiknya minho,bahasanya keren eon,q jadi penasaran emang usia semut jantan itu berapa eon??
    endingnya kok masih gantung ya eon,berharap ada sequel..
    di tunggu karya yang lain..
    #HAPPYNEWYEAR

  5. terharu, jadi pengen ikutan nangis 😿. ceritanya menggantung minsulnya belum bersatu, terus gimana dengan chon yong apa dia bisa ikut natal tahun depan? sequelnya eonnie ^^

  6. Ahh pantesan aja minho oppa bersikap seperti itu pada sulli, adiknya sakit oppa menanggung kesedihan tp ngk perlu jg oppa bersikap ngk baik sama sulli tp untung oppa mau berubah ya.

  7. huaaaaa akhirnya ff baru muncul lagi 😀
    aduh kasian banget sih minho oppa udah adeknya sakit parah gitu orang tuanya juga sibuk banget! 😦
    makasih buat ff yang keren ini author ^^
    selamat tahun baru! ^^

  8. Dinaa, aku kira minho yg sakit disitu, ternyata adiknya. Hiks ini ff sedih. Tapi beneran din butuh kejelasan sama hbungan mreka nantinya. U.U .. oke walapun di bgian akhir udah djelasin perasaan minho ke sulli. Tp mreka blm bersatu. Semoga ada kelanjutannya dinaaa 😉

  9. Saeng salah duga dong x_x hahah
    Ternyata yang sakit bukan Ming tapi adiknya Ming. Dan yng berprofesi sebagai dokter bukan Ssul tapi ibunya. Anw, eommanya Sulli sama nama depannya ama nama tengahnya saeng 😀 Heheh 😀
    semoga ada keajaiban buat Chon Yong. Anw, ada sequelnya gak eomma? Kayaknya sih Ming udah kesemsem ama neng Ssul. Neng Sulli juga kayknya udah mulai ada getar” cinta buat Ming. Assooooy ^^
    Semangat yah eomma :*

  10. Keajiban natal yang minsul dapatkan karna takdir yang menentukan hahaha padahal sulli cuma asal bilang aja masalah minho penyakitan tu, eh taunya beneran penyakitan tapi adeknya minhoppa, dan yg lebih mencengangkannya lagi emmm ya bisa dibilang minhoppa caper lah ama sulli gangguin sulli mulu wkwk
    Duh eonnn sequel donnggggg 😍😍😍 ya ya ya!!! Kalo gak sequelnya ff series haha apapun itu deh mau chapter, one shoot, 2 shoot yg pasti aku tunggu sequelnya ya, gantung ni rasanya kejailan minho gak berakhir terciptanya cinta sejati #ahaydeuhh 😂😂✌ and aku tunggu karya eonni yang lain selanjutnya walau di sela sela kesibukan kerja yang menggunung 😄 hwiting eonni 👯❤

  11. Un sequel dong, gantung euy gak tau itu sad atau happy ending..
    Ditunggu un semangat yah buat ngerjain perkerjaannya dan semangat gak bosen2 buat bikin FF minsul yang rame lagi hahhaha

  12. Jujur, dugaan awal kirain Minho oppa yang sakit.. dan sakitnya parah, separah keadaan yang digambarkan Sulli sama Tiffany.. eh eh.. ternyata meleset..hehe
    itu dia keunggulan Ff buatan Eonni Dina, alurnya benar2 gak ketebak.. Daebakkkk (y)
    G O O D J O B Eonni 😀
    kalo dibikin sequelnya pasti bakal lebih G O O D J O B lagi Eonn 😉 #rayurayukedipkedip

    Keren Eonn.. (y)

    oh iya, Selamat Tahun baru semua-muanya 🙂 😉

  13. huhuu terharu baca.ny..
    bneran dechh ff .ny eonni itu gak ktebak ..kerennn…
    eonni ada klnjutannya gak….
    pnsaran ..
    klau smpet dilnjutin yaa..hehee

    oh ya ditunggu ff yg lain.ny yaa eonni ..
    Fighting!!

  14. pas baca teasernya, sedikit takut buat baca lanjutannya.
    aku pikir minho yang sakit ternyata adeknya, huft…. untunglah….
    tapi kak? dicerita ini kok endingnya nggak digambarin gimana kelanjutan hubungan minsul kedepannya ya? atau mungkin ini mau dibikinin sequel? (entahlah aku harap begitu…)
    uhmmm… adek minhonya juga nggak digambarin dia bisa sembuh apa ngga? (akunya nggak tega bayangin)
    diluar itu, aku suka sama karakter minsulnya..
    kak Dina semangat terus buat cerita lainnya…^^aku tunggu^^

  15. aku baru baca nih eon… udah end nih??? kok ngantung ya?? ada sequel??? ahhhh ternyata adikny minho yyg sakit… eon.. dibuat sequelnya yah…. ^^

  16. Aigooo… semoga adiknya ming bs ngrayain.natal thun brkutnys.. kasiian bgt.. ahhhh mskipun minsul Crtsnya dsni g pcrn tp tetep suka ma ni crita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s