THE runaway BRIDE (Part 1)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

1. Patung Dewa Yunani

.

.

.

Hotel Roger, NYC

Salju tebal tampak menutupi bumi dan angin bertiup cukup kuat di kegelapan malam pada awal Januari. Meski begitu, New York masih terlihat berkilau seperti juga pemandangan dari kemegahan hotel di Park Avenue. Ada keamanan di pintu masuk yang menghalangi langkah Sulli, jadi Sulli terpaksa menarik keluar kartu ID-nya, dan menyerahkannya dengan rasa bangga di dalam hatinya.

“Choi Jinri, manajemen iklan. Kelas utama ? “

Sulli mengangguk dengan senyum di bibirnya. Ya, dia harus bangga karena setelah perjuangan panjang, Dia akhirnya terpilih menjadi satu-satunya di antara 250 pelamar yang memenuhi syarat untuk pekerjaan di posisi itu. Dan sekarang Dia berada di posisi kelas pertama untuk menjadi pegawai tetap di hotel mewah dan bergengsi  di pusat kota New York. Dengan penampilan yang sangat berbeda di tengah-tengah orang berkulit bule dan bermata biru, itu adalah prestasi gemilang. Selain kinerja dan prestasi, dia diminta untuk berbicara bahasa Inggris dengan sempurna di sana.

Akhirnya, keamanan membiarkan dia masuk, dia menyentuh topinya sedikit.

Sulli menekan tombol untuk sampai ke level yang ditujunya. sambil melihat jam tangan emas yang melilit tangannya, dia mendesah. Lima menit lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Di tengah perjalanan bersalju membuatnya sedikit terlambat, dan dia tidak terbiasa sembrono seperti ini. Disiplin adalah sesuatu yang bisa dibanggakan dari orang-orang Korea di negara mana pun.

“Kupikir kau tidak akan datang untuk menghadiri pesta, Jinri-ah.”

Sulli melirik temannya yang datang menyambut saat dia memasuki ruangan yang sudah ramai. Krystal adalah rekan kerjanya di divisi yang sama. Mereka bergabung di perusahaan pada saat yang sama, kemudian menjadi teman sekamar di apartemen. Itu kebetulan yang bagus, di tengah-tengah persaingan pekerjaan di New York City ada dua orang Korea yang menjadi top performer di sebuah hotel besar di jantung kota NY . Selain itu perbedaan usia mereka hanya beberapa bulan. Krystal lebih muda dari dirinya.

“Bagaimana dengan Washington? Kau baru saja datang dari sana, kan?”

“Ya . Seharusnya dari bandara aku pergi ke rumah orang tuaku, tapi Mr. Delaney telah meneleponku dan mengatakan kepadaku untuk datang ke hotel. Itu sebabnya aku masih membawa koperku ke sini.”

Sulli menarik tangan Krystal menuju toilet wanita.

” Simpanlah kopormu di sini sementara kau ada di dalam , aku akan meminta Ed untuk menjaganya untukmu. Sekarang ganti baju dan pakai baju yang terbaik.”

“Krys … Aku pergi ke Washington untuk bekerja bukan untuk liburan. Dan aku tidak membawa gaun pesta dalam perjalanan bisnis.” Protes Sulli.

“Kau lima hari di sana … Apakah tidak ada undangan untuk makan malam sama sekali ??” Krystal melihat matanya.

“Oh, baiklah … tapi aku harus menemui Mr. Delaney dulu. “

“Tentu saja. Dia sedang mengobrol dengan tamu yang baru tiba. Cepat, sementara aku memperbaiki make up.”

Krystal berjalan ke cermin dan mengeluarkan bedak padat dari tas yang dibawanya. Krystal memiliki tubuh yang sempurna … hampir sempurna. Rambut panjang hampir menyentuh pinggang. Bentuk tubuh yang indah dan perut yang rata.

Sementara tubuh Sulli lebih tinggi dari Krystal. Dia memiliki rambut hitam sebahu, mengkilap, dan tebal. Kulitnya putih bersih, hampir pucat tetapi ketika terkena cahaya akan terlihat seperti memantulkan cahaya berkilauan. Pada usianya yang mendekati 24, dia tumbuh menjadi wanita yang tampak matang dan menarik. Wajah orientalnya lebih terlihat daripada Krystal, dan sering membawa ketidaknyamanan pada dirinya.

Meskipun New York adalah tempat tinggal orang-orang dari berbagai belahan dunia, perbedaan masih ada dan dirasakan oleh dirinya. Sulli sering berpikir, jika dia diberi kesempatan untuk memilih maka dia ingin memiliki kulit yang sama dengan mereka … dan mata yang biru. Dia selalu tertarik pada mata biru … terlihat hidup !!

Namun, dari pengalaman hidup di New York, dia punya keahlian alami untuk dapat membuat orang di sekitarnya tidak peduli pada wajah orientalnya. Dia mencoba untuk menonjolkan kelebihannya dalam prestasi di tempat kerjanya, sehingga orang akan lupa bahwa dia adalah orang Korea.

Sulli menarik gaun sutra merah marun dari kopornya dan memakainya dengan tergesa-gesa. Kemudian dia bergabung dengan Krystal. Melihat bayangannya di cermin dia tersenyum puas. Marun menonjolkan warna kulitnya sehingga kulit putihnya terlihat bersih dan bercahaya. Sebuah bros perak menjadi pemanis yang memberikan kesan mewah di penampilannya. Dia bersyukur telah membawa gaun ini untuk tujuan makan malam yang kadang-kadang diadakan selama perjalanan bisnisnya. Setelah menyikat rambutnya dan menaruh lipstik berwarna cocok tipis-tipis , sekarang dia terlihat memukau.

“Hebat.” Krystal berkata kagum , “Sekarang mari kita masuk dan membuat pria-pria terkesima.”

“Apakah kau tak pernah memikirkan apa pun selain seorang pria?” Sulli tertawa, menyenggol lengan temannya, “Ini kan seharusnya menjadi pesta bisnis, Krys!”

So what ? Aku akan mengambil kesempatan untuk bersenang-senang sedikit selama bekerja. Apakah itu melanggar hukum?”

Sulli memutar matanya, ” Whatever …”

“Ayo, kita berburu pria tamnpan yang menggoda!”

Keduanya masuk ke ruangan yang luas dengan jendela-jendela besar yang hampir menyentuh lantai , dengan tirai mewah di masing-masing sisi. Beberapa meja bundar tersusun rapi. Berbagai jenis makanan dan minuman memenuhi meja. Dan ruang yang sangat luas itu sudah penuh sesak dengan orang-orang dari berbagai kalangan.

Semua pejabat hotel berada di sana, mereka berbicara satu sama lain. Mata Sulli mencari sampai dia melihat Jack Delaney, atasan langsungnya, yang dikenal sangat disiplin tapi ramah dan baik. Pria itu mengangkat tangannya sedikit memanggilnya untuk mendekat. Sulli kemudian berjalan melalui sekelompok orang, untuk mendekati bosnya.

“Yah … akhirnya kau datang.” Dia berkata dan tersenyum.

“Pesawatku tertunda karena salju tebal. Maaf karena aku sangat lamb …”

“Tidak apa-apa. Besok kau katakan padaku hasil perjalananmu di kantor. Aku pernah mendengar laporan perjalananmu saat kau berada di sana. Apakah kau tahu akan ada pesta hari ini?”

“Aku tidak tahu . Sebelum aku pergi tampaknya tak akan ada pesta untuk bulan ini di sini . Tapi aku tidak tahu, mungkin karena persiapan perjalananku ke Washington telah menyita perhatianku sampai masalah pesta ini lolos dari pengamatanku.”

“Tidak, tidak demikian . Tidak ada yang lolos dari mata kecilmu . Memang pesta dadakan. Semuanya dilakukan hanya dalam 24 jam. Sekarang-sekarang ini masakan oriental mulai disukai lagi karena diyakini lebih sehat dan alami. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mengubah sedikit restoran oriental yang kita punya sehingga punya ciri khas tersendiri. Dan di sini telah hadir pengusaha-pengusaha di bidang pangan yang terkait , untuk pengembangan ke depan. Tapi, kau sebaiknya mengambil minum dulu ! Sepertinya kau baru saja tiba disini, kan? “

Mr. Delaney bergerak ke kiri ketika ada seseorang menyapanya. Sulli mengambil segelas anggur dengan tingkat alkohol ringan, dan berjalan ke arah Robert, direktur eksekutif. Dia sedang berbicara dengan seorang pria tampan berambut tebal dan coklat . Dari caranya berdiri, Sulli menduga bahwa orang itu berusaha untuk bersikap sopan dan mendengarkan dengan penuh perhatian, meskipun ekspresi serius di wajahnya berkata sebaliknya.

Robert menoleh ketika seseorang menyentuhnya dari belakang, pada saat itu dia mengalihkan perhatiannya kepada orang yang menyapanya itu. Sepertinya ini merupakan kesempatan bagi pria tersebut untuk melihat kiri dan kanan. Ketika ia berpaling ke arahnya, Sulli bisa melihat wajahnya dengan baik. Ternyata dia bukan penduduk asli.

Mata mereka bertemu. Matanya tidak biru , lebih mencerminkan kalau dia berasal dari benua yang berbeda. Yang membuatnya tertegun adalah kilas jenaka di matanya. Hal itu membuat Sulli melemparkan senyum tanpa diundang, dan pemuda itu menarik nafas kemudian mengembuskannya dengan pipi membulat … sebagai tanda dia lega karena telah keluar dari suasana menekan. Hal ini membuat Sulli tersenyum lebih lebar.

Robert kembali berbicara dengannya, dan Sulli meneruskan perjalanannya dengan melihat-lihat ke sekitar.

. “Mmm … dia seksi, ya?” Gumam Krystal yang tiba-tiba di sampingnya.

“Siapa?”

“Kau masih bertanya, aku melihatmu terus menerus menatapnya bahkan tersenyum kepadanya.”

“Aku menatap Robert.” Kata Sulli gugup.

“Hah !! Tentu saja. Antara Robert dan “sexy man” itu … tentu saja kau lebih peduli pada Robert.” Krystal mendengus.

“Kau tidak harus berkata dengan begitu vulgar , Krys … “sexy man” ! Serius … ini bukan kolam renang!”

“Nah, kalau begitu … “atractive man” lebih cocok ! Memang terdengar lebih sopan buatmu. Aku melihat dia bereaksi terhadapmu , jadi gunakan kesempatan ini untuk menangkapnya … jika kau benar-benar menginginkannya.”

“Aish … aku tidak menginginkan dia. Tangkaplah olehmu sendiri jika kau tertarik padanya .” Kata Sulli dengan nada tegas.

“Ah, ayolah! Tingginya mungkin sekitar satu delapan puluh, dan coba lihat bahunya. Orang tuamu harus menempatkan pintu lebih lebar supaya bahunya bisa lolos. Dia sama sekali tidak memiliki lemak di tubuhnya. Kau dapat melihatnya,kan ? kakinya yang panjang dan ramping, juga perut yang rata … Well , jika kau tidak mengatakan dia seksi …. Maka kau harus memeriksa matamu. “

“Kau tidak dapat melihat kakinya dan apalagi perutnya., Kryst!”

“Bisa. Mengapa kau tidak menggunakan imajinasimu ?” Krystal menjawab dengan tertawa, “Aku baru saja berjalan melewatinya . Dan dia melirikku … ughh …!”

“Sepertinya dia akan melirik setiap objek yang mengenakan rok ..” Sulli berkata sinis.

“Wow, kau memperhatikan juga rupanya!” Krystal berkata cepat, “Kau juga harus melihat sorot nakal pada matanya yang tajam. Dengan melihat tatapannya saja, kau akan segera tahu seolah dia ingin membawamu untuk bercinta …”

“OMG , Krystal !!” Sulli menutup mulutnya berpura-pura terkejut dengan kegilaan temannya, “Sana … oh, pergi lah ke sana!” Dia berkata sambil tertawa, “Berdiri di sampingmu untuk waktu yang lama akan merusak reputasiku !”

“Oke, sampai jumpa!”

Krystal pergi dengan melenggang dan menggoyangkan pinggulnya, membuat Sulli menggeleng-geleng tanpa daya. Sahabatnya itu memang sedikit gila.

Sulli Pov

Sungguh mengherankan, mataku selalu terarah pada pemuda itu. Sepertinya dia memiliki magnet yang membuatku seolah tertarik padanya, di luar kemauanku.

Ya Tuhan, mengapa aku ???

Kengerian menghantuiku, kupaksa badanku berbalik untuk membelakanginya. Tetapi hanya bertahan beberapa saat, karena aku selalu menemukan alasan untuk berpaling dan kembali melihat ke arahnya.

Apakah ini karena dia adalah pria yang berbeda di antara banyak orang yang memenuhi ruangan ini ? Apakah ini karena keyakinanku bahwa dia berasal dari belahan benua lain di bumi ini. Asia… aku yakin dia berasal dari Asia, tetapi entah dari mana. Kalau untuk China, Jepang, atau Korea…. Rasanya tidak mungkin. Pemuda ini memiliki bentuk mata yang berbeda.

Tanpa sadar aku kembali menatapnya dari arah sebelah kanan. Dia tampak sedang mengobrol dengan Robert dan kemudian dengan Mr. Delaney yang bergabung. Benakku penuh dengan perkiraan-perkiraan kecil tentang siapa dan dari mana mahluk itu berasal.

Ya Tuhan! Bahkan aku menyebutnya mahluk… hahaha !

Tiba-tiba pria itu berpaling ke arahku, jantungku melengos dan tiba-tiba wajahku terasa panas. Takut ketahuan sedang memperhatikannya, aku sengaja memasang wajah tanpa senyum dan tak acuh. Seolah aku memandang pada sesuatu yang jauh di belakangnya.

Ya, jantungku berdebar kencang. Aku gugup dan malu. Tetapi entah kenapa menyadari pria itu menatapku, ada rasa senang yang menari-nari di benakku. Dan pikiran gilaku … maksudku fantasiku…imajinasiku … tiba-tiba menjadi liar dan tak terkendali.

“…Dengan melihat tatapannya saja, kau akan segera tahu seolah dia ingin membawamu untuk bercinta …”.

Kata-kata Krystal terngiang di telingaku. Sepertinya aku harus menyetujui perkataannya kali ini. Bagaimana tidak, imajinasiku sekarang sedang membayangkan pantai dan pasir putih. Dan pria itu berdiri di sana dengan bertelanjang dada. Cahaya matahari membentuk siluet tubuhnya yang sempurna..seperti pahatan patung dewa yunani…

Astaga !! Choi Jinri sadarlah !!

End of Pov

.

.

Sulli mulai panik, dia berusaha mengendalikan dirinya. Akhirnya dia memutuskan bahwa minuman dingin akan menyegarkan otaknya. Mungkin ini efek perjalanan menegangkan dari Washington.

Dengan susah payah Sulli berusaha menyibukkan dirinya, dia mulai bergerak dan berbicara dengan beberapa tamu yang hadir. Wawasannya yang cukup membuatnya bisa menjalin pembicaraan dengan mudah. Sekali lagi dia bersyukur karena memiliki hobi membaca untuk menghabiskan waktu luangnya selama ini. Dan dia sadar betul, manfaat hobinya itu bisa dipergunakan sekarang.

Setengah jam kemudian, Sulli mengambil nafas sejenak. Ia berdiri di sisi ruangan yang agak kosong. Sewaktu matanya mencari pelayan yang membawa gelas-gelas minuman, seseorang menyodorkan segelas minuman ke hadapannya.

” Sepertinya kau memerlukan ini, sayangku.” Ujar pria itu dengan senyum terbaiknya.

“Memang benar.” Kata Sulli penuh rasa terimakasih,” Semoga Tuhan memberkatimu, Rod.”

Rod Gordon adalah asisten manager hotel tempatnya bekerja sekarang. Hubungannya dengan Rod cukup dekat, mereka pernah menghabiskan waktu bersama-sama beberapa kali. Mereka pergi melihat pertunjukkan teater, mengunjungi museum, makan malam, atau hanya duduk-duduk di kafe sambil menikmati segelas cappuccino. Bahkan Rod pernah diajak Sulli untuk menemui keluarganya. Hubungan mereka amat manis. Persahabatan yang romantis, meskipun Sulli menyadari di lingkungan hotel gossip tentang mereka berpacaran cukup kuat berhembus. Namun Sulli dan Rod memilih untuk mengabaikan gossip-gosip itu. Yang terpenting mereka menjalaninya dengan menyenangkan dan tidak merugikan siapa-siapa.

“Kembali bekerja !” kata Sulli sambil menenggak habis minumannya,” Masih banyak yang harus dikejar…”

Rod nyengir dan mengangkat gelasnya, “Good luck !” katanya.

Sulli kembali berada di tengah-tengah kerumunan tamu, tersenyum dan berjabat tangan lebih banyak. Sesekali tertawa dengan gurauan-gurauan kecil yang mereka lemparkan. Sejam kemudian ia merasa perlu mengambil nafas lagi dan berjalan ke sisi ruangan.

“Kau merasa kesal, ya ?”

Sebuah suara yang dalam tetapi terasa ringan dan ramah di telinganya. Sulli menoleh dan mendapati ” sang patung dewa yunani” itu menyeringai ke arahnya. Sulli tertawa melihat kilatan jahil di matanya. Dan sungguh mengejutkan karena pria itu juga tertawa, akhirnya mereka tertawa bersama. Dan entah kenapa, rasanya seperti itu sudah biasa mereka lakukan bersama . Sudah sering mereka lakukan…. Padahal mereka baru bertemu beberapa menit yang lalu dan tanpa saling menyapa. Aneh.

” Sepertinya kau juga begitu. Bahagia bisa lolos hidup-hidup dari cengkraman piranha ?”

” Ugh ?? Siapa maksudmu ? Robert Stanford atau Jack Dilaney ?” Pria itu mengusap tengkuknya,” Well, mungkin Mr. Stanford adalah orang tua yang menyenangkan … tetapi ia senang sekali mengulang-ulang ceritanya hingga tujuh kali. Dan aku… otot wajahku terasa kaku karena harus memasang senyum di hadapannya…”

Sulli tertawa lebar mendengarnya yang terlihat polos dan tanpa beban.

“Pria ini terlihat sangat terbuka dan tanpa tedeng aling-aling. Bahkan dia menghitung cerita Robert sampai tujuh kali ???” pikir Sulli tercengang.

Dari dekat pria itu terlihat lebih besar, dan Sulli bisa memastikan mungkin tingginya sekitar 180-183 cm, karena posisinya saat berdiri adalah sejajar dengan dagunya, tetapi itu tentu saja hanya perkiraannya. Dan tinggi seperti itu, kalau untuk ukuran Asia… sangat membanggakan.

Tiba-tiba Sulli merasa lega karena telah berdandan cukup pantas di pesta ini. Ia tahu, dampak gaun merah marun yang dikenakannya telah mengundang kekaguman di mata pria itu. Dan dengan itu, Sulli harus berterimakasih kepada siapapun yang telah menemukan warna marun untuk gaunnya tersebut.

Pria itu meliriknya sejenak, sebelum tangannya menyelip ke sikut Sulli

“Ayo, kita ngobrol di tempat lain sebelum ada orang lain yang menahanku.”

Mereka melenggang ke salah satu jendela yang menjorok dan menatap ngarai panjang Park Avenue yang tampak berkilauan karena cahaya lampu di malam hari.

“Wow ! Cantik !!” seru pria itu spontan tapi pelan.

” Ya. Pemandangan yang luar biasa.”

Sulli memiringkan kepalanya dan melihat pria di sebelahnya dengan tatapan skeptis.

“Apakah ini perjalanan pertamamu ke New York ?” katanya hati-hati.

” Ini perjalanan pertamaku ke Amerika Serikat.” Jawabnya,” Aku baru dua hari yang lalu tiba di sini dan mulai kerepotan…”

“Duduklah dulu, biar aku yang mengambilkan minuman untukmu.” Kata Sulli penuh simpati.

Setelah itu ia meninggalkannya menghampiri meja, menyendok beberapa hidangan dan kembali ke sofa serta bergabung dengan penuh kelegaan.

” Desahanmu mengungkapkan banyak hal…” kata pemuda itu dengan tersenyum, matanya terlihat bersahabat.

” Apakah aku mendesah ?” Tanya Sulli heran

” Well, seperti orang yang tidak duduk selama berbulan-bulan dan tiba-tiba menemukan tempat untuk duduk. Apakah kau selalu berseliweran di jalanan ? Oh tidak, maksudku bukan begitu !” katanya panik, sementara Sulli tak dapat menahan tawanya melihatnya seperti itu.

” Maaf kalau terdengar kasar. Ungkapan tadi biasanya diucapkan kepada wanita tuna susila di jalanan.” Ia mengerang,” aku sama sekali tidak bermaksud mengatakan itu. Aku hanya…. Oh Tuhan…”

” Tidak apa-apa…aku tak terlalu memikirkan. Hanya saja perlu kau tahu, sekarang ini para WTS itu punya kelas tersendiri. Beberapa dari mereka tinggal di penthouse dan memiliki ponsel atau website untuk bisnis mereka. Well, dunia berputar begitu cepat.” Kata Sulli cepat, “Apakah kau ingin menanyakan bagaimana aku bisa mengetahuinya ?”

Pemuda itu menarik nafas dalam-dalam, wajahnya terlihat aneh,” Tentu tidak.” Jawabnya dengan sikap berwibawa,” Kau adalah wanita modern yang memiliki pengalaman dan pengetahuan sosial yang maju. Aku hanya menyesal telah mengatakan kalimat kasar tadi. Aku harap aku mati saja sebelum membuka mulut setolol tadi.”

Sulli tersenyum menampakkan barisan giginya yang rapi dan seputih mutiara. Ia gembira karena pria itu telah menyebutnya sebagai wanita modern… wanita beradab dengan pendidikan maju, tentu saja. Dan ia merasa bangga ketika pemuda itu membaca tanda pengenal yang dikalungkan di lehernya,

” Dan tampaknya kau bekerja di hotel ini, tentunya kau telah banyak bertemu dengan berbagai jenis wanita dan dari berbagai kalangan di hotel….”

” Tapi bukan jenis wanita yang kau bicarakan itu…” potong Sulli dengan nada tak bersalah,” Hotel ini tidak mengijinkan wanita semacam itu menginap di sini.”

Kali ini Sulli melihat pria itu menutup matanya dengan putus asa. Sulli mengamatinya dengan geli. Wajah pria itu tampak memerah dan kebingungan, membuatnya kelihatan seperti anak sekolahan yang ketahuan telah melakukan kesalahan. Ini membuat perasaannya menghangat dengan cara yang aneh.

Pria itu mengusap wajahnya dengan gerakan gugup, matanya yang besar kembali mengamati kartu tanda pengenalnya. Entah kenapa, Sulli merasa pria itu menemukan sesuatu yang membuatnya terlihat kaget . Tetapi Sulli tak yakin seratus persen. Karenanya ketika pemuda itu mengamatinya dengan mata menyelidik, ia hanya megangkat bahunya. Tetapi sebelum ia sempat bicara, Sulli kembali berdiri untuk mengisi gelasnya dan membawakan makanan lagi. Mencoba untuk menyembunyikan kegugupan yang ditimbulkan sorot matanya.

” Apakah kau bekerja di restoran oriental ini ?” Tanya pemuda itu penuh rasa ingin tahu.

” Aku.. tidak. Aku berada di sini karena Mr. Delaney menganggapku orang Asia. Dan itu benar-benar tidak adil.”

“Kenapa begitu ?”

“Karena itu berarti menolak suatu kenyataan tentang diriku. Mengapa aku berada di sini dan menjadi bagian dari mereka.”

Tatapan pemuda itu menunggu dan tidak berkomentar apapun, sehingga Sulli merasa ia perlu menjelaskan kalimatnya lebih jauh.

” Well, aku memang memiliki darah Asia di tubuhku. Maksudku orang tuaku berasal dari Korea, tetapi bukan berarti aku juga orang Korea. Dan sampai sekarang aku tak bisa meyakinkan siapapun untuk ini semua. Well, aku orang Amerika karena aku lahir di sini, memakan makanan yang mereka makan, Seumur hidupku aku tak pernah menginjakkan kakiku di Korea, bahkan aku tak tahu seperti apa Korea itu. Aku punya karir di sini, KTP sebagai penduduk di sini, memiliki apartemen di sini…. Tetapi kau tahu itu tak cukup untuk membuat Eomma setuju dengan pendapatku. Maksudku ibuku. Ia selalu mengatakan bahwa aku orang Korea, dan harus mempersiapkan diri dan masa depanku dengan berbakti pada seorang pria korea baik-baik yang kunikahi . Bayangkan !!” Sulli mendesah,” Bahkan aku disuruh menolak tanah tempatku berpijak ini.”

“Menikahi pria korea ?” Tanya pria itu dengan takjub,” Lalu kau bilang apa ?”

” Kubilang, tak ada pria Korea yang kukenal. Dan setiap pria Korea yang kutahu… sungguh mengerikan !”

Kening pemuda itu berkerut, dan Sulli melihat kilatan aneh di matanya. Mungkin rasa ingin tahu.

“Bukan maksudku mendeskripsikan semua pria korea seperti itu. Tetapi bagiku, semua pria korea itu pasti seperti appa ! Err.. ayah, maksudku.”

“Apakah kau tidak menyukai ayahmu ?”

“Oh tidak ! Aku mengagumi ayahku…” jawab Sulli tulus,” Aku juga mengagumi kakakku, tetapi sejujurnya… aku lebih baik mati digantung daripada harus menikah dengan pria seperti mereka.” Sulli mengangkat alisnya,” Kakakku… mereka selalu menganggap kita semua sedang berada di tanah leluhur, sementara mereka sama sekali tidak pernah melihat apa yang mereka sebut sebagai tanah leluhur itu.”

Minho Pov.

Sorot api kemarahan berkilat di matanya. Dan mata yang menyala itu terlihat sangat menakjubkan. Gadis ini harus lebih sering marah karena dia terlihat begitu menarik dan hidup ketika marah.

” Maaf, Kalau benar keluargamu dari Korea… Korea sebelah mana yang jadi tanah leluhurmu ?”

” Jeju Island.” Jawab Sulli dengan nada hampa,” Tempat yang menjunjung tinggi tradisi bahwa wanita harus mengabdi sepenuhnya pada suami, dan wanita harus mematuhi apapun yang dikatakan laki-laki. Kau percaya tidak, ayahku sendiri mengatakan hal seperti itu seolah dia lupa bahwa ada anaknya yang perempuan.”

Caranya mengatakan itu terlihat penuh emosi. Aku yakin ada kemarahan dan kekecewaan yang telah tersimpan lama dalam dirinya, yang sekarang berusaha untuk keluar.

” Aku percaya, kalau seorang pria korea akan mengatakan itu kepada anak perempuannya. Dan memang, kaum pria di Jeju memiliki hak istimewa itu, mereka tak akan menyerahkan hak itu kepada siapapun tanpa perlawanan.”

“Tetapi aku adalah wanita yang tahu untuk melawan ketidak adilan itu.”

” Well, aku sudah melihatnya dari caramu bicara. Tetapi kalau aku terlalu lancang dan bodoh, di mataku kau justru terlihat seperti wanita Korea setiap kali marah.”

” Apa ???!!”

Matanya terbuka lebar, pipinya merona merah. Melihatnya jantungku tiba-tiba berdenyut lebih cepat.

” Maksudku, emosimu meledak-ledak, tanpa mengenal takut, gigih dalam menegakkan prinsip…itu adalah darah wanita Jeju.”

Saat kutangkap tatapan marah yang melesat dari gadis itu, otakku berputar untuk mengembalikan suasana hangat yang tiba-tiba lenyap. Rasanya kurang tepat awal perjumpaan membuat gadis menggemaskan ini marah.

“Sayangnya aku tak berani lancang di depan orang yang baru pertama kali kukenal, jadi aku tak akan mengatakan apa yang kupikirkan itu.” Kataku berusaha memperlihatkan wajah tanpa dosa.

Kulihat matanya tertegun sejenak, sebelum akhirnya ia mendesah

“Sangat bijaksana. Maaf, aku terlalu banyak mengeluh kepadamu dan seharusnya aku tidak membuatmu mendengarkan omelanku. Tujuanmu kemari bukan untuk itu.”

End of Pov.

.

.

Minho menatap wanita di hadapannya dengan mata penuh senyum ,” Benarkah ? Aku justru berfikir, salah satu tujuanku duduk denganmu di sini adalah untuk itu.”

Tiba-tiba seorang wanita muda berpenampilan glamor memisahkan diri dari kerumunan dan melingkarkan lengannya di bahu Minho. Tanpa malu dan ragu kemudian ia mencium bibir pemuda itu dengan cara yang dramatis.

Bye, honey…” katanya dengan senyum yang menggoda.

Sulli mengenali wanita itu bernama Irene, rekan kerja dari bagian lain di hotel yang sama, yang ia baru sadari sekarang, bahwa ia tidak menyukainya. Irene kembali mencium mulut pemuda itu dengan rakus sebelum kemudian melenggang pergi.

Sulli melirik Minho yang tergesa-gesa mengeluarkan sehelai saputangan dari saku jasnya, kemudian melap bibirnya.

” Aku tidak tahu kau mengenal Irene begitu akrab. Padahal kalau aku tak salah, kau mengatakan bahwa ini adalah kunjungan pertamamu ke Amerika Serikat ?” sindirnya

” Aku baru berkenalan dengannya sore ini. Sama seperti denganmu. Sungguh. Aku hanya berfikir kalau Amerika memiliki adat yang sedikit berbeda dalam menyambut tamu yang baru dikenal. Apakah ini aneh ?”

” Ini memang Amerika, tetapi perlu kau ingat… aku tidak pernah memanggilmu “honey”.”

” Sebenarnya bisa saja kalau kau mau.” Katanya ringan.

” Itulah. Semua kembali pada dirinya pribadi mau atau tidak.”

Minho mengangguk sebagai tanda mengerti,” Kalau kau mau, minumlah denganku setelah acara ini selesai.”

Sulli tertawa sambil menggeleng,” Tidak bisa. Sebentar lagi aku harus pergi dan pulang. Ada hal mendesak yang harus kulakukan.”

” Seperti ?”

” Ooooh….” Desahnya,” sesuatu yang amat pribadi…”

Minho melihat wanita itu mengatupkan rahangnya dan mengepalkan tinju.

” Sesuatu yang membuatmu terlihat ingin mencekik seseorang…?”

” Umm, yeah…Seperti …membuat rencana untuk membunuh Choi Minho dengan sangat perlahan dan menyakitkan…” geramnya

Choi Minho terbatuk, sebagian minuman tertumpah dari mulutnya. Matanya yang sudah besar semakin membesar.

=====TBC=====

Buat pembaca, kalau ada kesamaan nama dan tempat mohon maaf. Ini hanyalah sebuah fiksi, tidak bermaksud apapun. Semuanya murni imajinasiku, mohon maaf sekali lagi.

Dan…. Bagaimana ceritanya ? Kalau suka tinggalkan komentar ya !!

Advertisements

84 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 1)

  1. ih eonniii… keren!! gaya bahasanya kayak novel2 terjemahan hihi aduh si patung yunani yg menggoda… sulli tipe nya keras ya hahah maksud kalimat trkahir knapa tuh?? hahaha dia ada dendam apa dengan minho?? padahal orang yg dia gak suka ada didepannya hahahah xD takdir~

  2. wahh wahh wahh
    jdi ketemuny d.pesta dan langsung akrab. minsul jjang.
    tpi kalimat terakhir itu maksudnya apa? sulli dendam gitu sma minho? atau sama irene?

    seru eon. lanjut

  3. jdi ketemunya di pesta. dan minsul ngobrol tanpa yahu nama masing2. dan kalimat terakhir itu untuk minho? sulli dendam gitu sama minho? tpi kn sulli tahu tahu kalau irg yg sedang berbicara dgnnya adalah choi minho

    penasaran bgt sama ceritax. lanjut eon

  4. keren eon, minho udh ketemu sulli. terus gimana cara minho bisa ngeyakinin kalo ngga semua cowok korea kayak yg sulli kira. dan emang sulli ngga nyadar dia bicara sama orang korea? kkkkk~

  5. Wahhhhhhhhh Daebak..
    Ceritanya seru..
    Awal pertemuan mereka cukup unik..
    Sulli yang awalnya ogah2n di goda sama krystal..
    Akhirnya malah kepincut juga..
    Diam2 memperhatikan …
    Deuhhh

  6. wahhhh baru lagi nih baca ff setelah sekian abad hiatus,, seru jugaaa, ga nunggu waktu lama MinSul ketemu dan cukup akrab, semoga hubungan kedepannya lagi lebih greget, semoga cepet pulkam ke korea yaah MinSul:*

  7. Seruuuu eon ceritanyaaa
    Ssul kaya nya ga bakal bisa ngelak kalo dia hrs nikah sm org korea hahaha
    Ngomong2 mereka ngobrol tp kayanya blm tau 1 sama lain nihh

  8. Ceritanya bagus thor ga nyangka minho sm sulli awal ketemu di pesta dan langsung akrab gitu, tp yg bikin penasaran maksud sulli dengan kata” yg terakhirnya itu apa yaaaaa???

  9. pertemuan pertama yg mengesankan. sungguh aneh tapi nyata melihat keakraban minsul yg baru bertemu beberapa jam yg lalu. perbincangan itu mengalir begitu saja dan membawa kenyamanan bagi mereka. bahkan sulli tidak segan² bercerita tentang asal usulnya dan kebenciannya terhadap korea. tak terduga seorang choi minho mau mendengarkan dan meneliti setiap pergerakan dan kilatan yg dipancarkan sulli saat itu. hahahaha :v aku pikir ini awal yg menyenangkan sebelum kedatangan irene merusak mood sulli. kebiasaan di NY saat berciuman didepan umum itu tak layak diperbincangkan. jadi tak heran jika irene datang dan langsung mencium minho didepan sulli. tapi sepertinya sulli merasakan kekesalan setelah melihat insiden itu terjadi? (aku rasa begitu? siapa yg tahu jika sulli merasakan cemburu melihat tingkah irene yg begitu vulgar)
    ” Umm, yeah…Seperti …membuat rencana untuk membunuh Choi Minho dengan sangat perlahan dan menyakitkan…” apa maksudnya? kenapa sulli tiba² berbicara seperti itu?

  10. waw.. daebak. baru pertama ketemu sulli udah klik aja sm minho.. falling in love at first sight kah? tapi sulli gk tau namanya minho ya?

  11. Suka,suka,suka 🙂
    awal yg baik pertemuan MinSul,hmm itu Sulli Belum tahu lg klw Minho berasal Dari Korea.lahh klw sulli tahu bakal trjdi ap?? Hmm Syp tahu orng yg bakal d tunangin Sulli adlh Minho.Hahahaha next part 2

  12. Hai hai lama gak nongkrong di minsul fanfic …
    wah jadi mereka dipertemukan di pesta giti, kenapa sulli benci bnget cowok korea?
    Lanjot thor

  13. Setelah sekian lama ga baca ff.. langsung dibikin jatuh cinta sama ff minsul. Keren thor.. ratenya segitu lagi waks XD lanjutkan karyamu thor!!

  14. Daebak! Sudah hampir 2 tahun kali ya gak baca updatean blog wordpress uri minsull
    Karna update terakhirnya yg ketemu trs di library gak ada ya maksa searching di google per chap nya
    Dan baru baca aja lansung shock pas krystal blg sexy man. Ngebayangin minho sexy wkwkwk ngucap ngucap -.-
    Dan shock nya ditambah dengan kelakuan irene plus sulli blg mau ngebunuh minho perlahan. Jangan blg sulli bicara sama minho itu belum kenalan kan? Wih ada dendam kesumat gitu wkwkwk

  15. Hallo eonnie, aku new reader d ff km ini, biasanya baca d wattpad sih ff nya eonnie, hehe.. d part 1 ini aku ckup tertarik dengan jalan ceritanya, bagus idenya.hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s