THE runaway BRIDE (Part 2)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

2. He is Choi Minho

Minho melihat wanita itu mengatupkan rahangnya dan mengepalkan tinju.

” Sesuatu yang membuatmu terlihat ingin mencekik seseorang…?”

” Umm, yeah….Seperti …membuat rencana untuk membunuh Choi Minho dengan sangat perlahan dan menyakitkan…” geramnya

Choi Minho terbatuk, sebagian minuman tertumpah dari mulutnya. Matanya yang sudah besar semakin membesar

“Ada apa ?” Sulli menatap dalam-dalam pemuda yang berusaha membersihkan dagunya dengan saputangan itu.

” Tidak ada. Aku hanya kaget.” Jawab Minho berusaha mengendalikan dirinya,” Err… kenapa kau ingin membunuh Choi Minho ?”

“Well… kalau tidak kubunuh, dengan terpaksa salah satu dari kami harus menikah dengannya.”

” Be..benarkah ?” Tanya Minho dengan mata membelalak,” Siapa yang kau maksud dengan kami ?”

” Kami, aku dan ketiga saudaraku. Beberapa menit lagi aku harus pergi dan menghadiri acara keluarga di rumah orang tuaku untuk menjumpai seseorang bernama Choi Minho. Dia orang Korea dan datang ke Amerika untuk berkunjung. Keluarganya dan keluargaku sudah bersahabat sejak bertahun-tahun yang lalu, jadi tidak mungkin datang ke New York tanpa mampir ke rumah kami.”

“Tapi mengapa salah satu dari kalian harus menikah dengannya ?”

” Karena orang tua kami menginginkannya.”

“Tetapi…kau…kalian belum pernah bertemu dengannya, kan ?”

” Tepat sekali. Lihatlah !! Keluargaku gila, kan ? Mereka sudah mengatur acara malam ini saat aku di Washington, dan yang kudengar adalah bahwa dia sangat pantas menjadi calon suami. Sudah pasti orang itu datang ke sini untuk mencari isteri berdarah Korea yang berkeliaran di Amerika untuk dibawa kembali ke negerinya.”

“Apakah dia tidak bisa mendapatkan gadis yang diinginkannya di Korea ?”

“Aku juga mengatakan itu pada orang tuaku. Tapi well, siapa tahu orang itu sangat jelek, gendut…kepalanya botak.. atau apapun itu, sehingga ia harus jauh-jauh datang ke mari hanya untuk mendapatkan seorang istri.”

Minho mengangguk bijak,” Pasti begitu ! Kau benar, kau berani mempertahankan pendapatmu.”

” Bagaimanapun mereka menyambut kedatangannya seperti menyambut raja. Malam ini kami akan duduk di sana dengan sopan dan menyahut “nae appa” atau “aniya appa.” Layaknya gadis Korea yang sopan dan patuh.”

” Patuh ?”

Minho tak bisa menahan dirinya untuk berkomentar, membayangkan gadis di hadapannya menjadi patuh dan diam … sangat sulit,

” Kau ??”

” Mereka menginginkan anak gadis yang patuh, jadi aku akan patuh. Mungkin saja aku ingin menendang tulang kering lelaki jelek itu, tapi aku tak akan melakukannya demi orang tuaku. Yang jelas… tidak malam ini. Tetapi kalau ternyata terpaksa bertemu lagi dengannya, aku tak bisa menjamin bisa menahan diri.”

” Hey…!!” Minho bergidik ngeri melihat kebencian begitu kental di wajah gadis itu,” Bukan dia yang harus disalahkan.”

” Huh ?? Memang dia yang patut disalahkan.” Sergah Sulli cepat,” Hanya dengan kedatangannya, keluarga kami menjadi kacau balau . Maka akulah orang yang akan menolong mereka dengan memusnahkan orang itu.”

Minho mulai gelisah, rasa tidak enak menggerogoti pikiran dan hatinya. Ia mulai merasa kedatangannya ke Amerika adalah kesalahan fatal yang telah dilakukannya.

“Ap..Apakah kau telah err.. memutuskan cara yang paling tepat untuk memusnahkannya ?”

” Oh… aku…. Mungkin aku akan merebusnya hidup-hidup ! Tapi mungkin itu terlalu bagus untuknya…”

” Dan sangat tidak kreatif. ”  Minho berusaha mengusir bayangan mengerikan saat tubuhnya melepuh dalam air yang mendidih.

” Kau benar.” Kata Sulli cepat,”Bagaimana dengan membubuhkan sedikit sianida ke dalam minumannya ? Oh tidak, itu akan meninggalkan jejak dan aku tak mau menghabiskan sisa hidupku di penjara. “

                 

Minho menelan ludah dengan gugup, ia melihat begitu nyata nafsu membunuh dari wajah gadis itu. Dan dengan otak sepintar dia, mungkin gadis ini akan menemukan cara untuk membunuhnya tanpa ketahuan.

“Bagaimana kalau dengan gigitan tarantula … atau sengatan kalajengking ?”Sulli menyeringai gembira .

Itu membuat bulu kuduk Minho berdiri. Ia selalu geli dengan binatang merayap itu.

“Eh Nona, apakah itu tidak terlalu terburu-buru ? Mungkin saja kau akan jatuh cinta kepadanya dan ingin menikah dengannya.”

Sulli menatapnya tajam,” Lebih baik aku mati.” Katanya mantap,” Atau kalau bukan aku, dia yang harus mati.”

Minho mengusap keningnya yang berkeringat.

” Mengapa kau kelihatan bernafsu sekali untuk membunuh pria dari Korea itu ? Seburuk itukah anggapanmu tentang dia ?”

” Pria itu suka mendominasi, tak bisa diandalkan, senang mengontrol wanita, dan terutama sekali tidak setia.”

“Terutama sekali ? Mengapa tidak setia kau katakan terutama sekali ?”

” Karena itulah kenyataannya. Ayahku sering mengatakan bahwa seorang Pria Korea yang menikah itu seperti bujangan yang menikah. Dia memiliki kebebasan seperti pria lajang saat ke luar rumah. Suami yang setia dan mengistimewakan wanita dianggap lemah.”

” Sepertinya mereka tidak ada bagusnya di matamu. Ataukah ada ?”

“Hampir tidak. Aku tahu apa yang dipikirkan para lelaki di rumahku … maksudku appa dan kakakku. Bahkan aku bisa menebak apa yang dipikirkan Choi Minho sekarang ini.”

“Tidak… kau tidak akan tahu. Kau pasti bercanda ! Bagaimana bisa ?”

” Dia pasti tahu di rumahku ada empat gadis yang belum menikah. Victoria, Luna, Amber dan aku. Dan dia pasti berharap salah satu di antara kami atau kami semua akan berebut mengambil hatinya.”

Minho tidak berkata, gelisah ia berusaha membetulkan letak dasinya yang sebetulnya sudah terlihat bagus dan rapi.

” Keluarganya kaya raya. Pasti Choi Minho beranggapan bahwa dirinya adalah seorang pangeran.” Sulli bicaranya semakin semangat,” Dia akan berdiri dengan angkuh, dan kami berparade di depannya. Dia tinggal menunjuk kepada salah satu diantara kami untuk memilih.”

” Apakah kau anak paling besar ?”

” O ya ampuun… tentu saja bukan ! Akulah anak paling kecil, karenanya aku lah yang paling berani menentang pengaturan konyol ini.”

“Bagaimana kalau dia tertarik pada salah satu dari kakakmu ?”

” Kuharap tidak…”

” Kenapa ?”

” Kakakku adalah tipe penurut dan menjunjung tata kesopanan. Aku tahu mereka akan diam walaupun hati mereka menangis… tetapi kalau aku, aku akan menentangnya sampai laki-laki itu terbirit-birit pulang ke negerinya dan tak akan berani muncul lagi di hadapan kami.”

Sulli menarik nafas panjang, tiba-tiba ia melihat jam yang melingkari tangannya.

” sepertinya aku sudah bicara terlalu banyak padamu. Terimakasih sudah mau mendengarkan, aku memang suka seperti ini untuk menenangkan diri. Dan aku butuh menenangkan diri untuk menghadapi malam ini.”

Sulli bangkit dari duduknya, merapikan gaunnya.

“Kurasa aku harus pergi sekarang, aku akan menelepon resepsionis untuk menelepon taksi.”

“Aku bisa mengantarmu…””

Minho tidak tahu mengapa ia punya keberanian seperti itu, tetapi entah mengapa rasanya ia enggan berpisah dengan gadis ajaib ini. Gadis yang membagi rencananya untuk menghabisi seorang Choi Minho dengan cara paling mengerikan. Dirinya.

Dan sekarang gadis itu sedang memandangnya dengan terkejut.

“Tetapi aku tidak punya kendaraan di sini. Mungkin mengantarmu dengan taksi ?”

Sulli melihat sekali lagi pria di hadapannya, entah kenapa dalam tempo beberapa menit ia sudah bisa menumpahkan kegelisahannya kepada pria ini. Pria yang namanya saja belum tahu.

” Kedengarannya bagus. Tapi ngomong-ngomong, siapa namamu ?”

“Well.. Kalau begitu aku akan pamitan dulu kepada mereka. Setelah itu aku akan mengambil sesuatu di kamarku.” jawab Minho mengabaikan pertanyaannya.

Tiba-tiba Sulli juga merasa kalau dirinya perlu berpamitan juga kepada bosnya dan ,meminta Krystal untuk membawakan kopornya ke apartemen. Rasa gelisah tiba-tiba menderanya karena selama beberapa menit terakhir ia telah mengabaikan pekerjaaannya malah asyik ngobrol dengan pria muda yang baru dijumpainya itu. Dan..

“Ah, aku masih belum tahu namanya…tapi nggak apa, aku akan tanya nanti. Tapi…kenapa aku mengijinkan dia mengantarku ? Untuk apa ??”

.

.

Sulli terus bertanya-tanya dalam hatinya sampai akhirnya ia melihat Mr. Delaney sedang berbicara di salah satu sudut ruangan. Dengan hati kebat-kebit ia mendekat, siap dengan teguran yang mungkin muncul karena kelalaiannya. Tetapi ternyata yang dilihatnya jauh dari bayangannya. Mr. Delaney terlihat berseri-seri.

” Kau memang pandai memanfaatkan situasi. Aku tahu sejak awal kalau aku bisa mengandalkanmu, Sulli.” Katanya.

Sebelum Sulli sempat bertanya tentang maksud ucapannya, pria yang tadi mengobrol dengannya muncul dan menggamit tangannya

“Ayo kita segera pergi dari sini.”

Sulli membuka mulutnya hendak membantah, tetapi segera ditutupnya lagi karena ia tak tahu apa yang tadi akan dikatakannya. Ia hanya menurut saja ketika pemuda itu menuntunnya mendekati pintu. Dengan sebelah tangannya ia melambai kepada Krystal yang dengan genit mengedipkan sebelah matanya .

“Tentunya otak joroknya berfikir yang tidak-tidak tentang kami. Tapi … terserah dia lah !” umpatnya dalam hati.

.

Sampai di pintu barulah Sulli menyadari kalau pria itu membawa sebuah kopor berwarna coklat mengkilat yang terlihat mengembung karena penuh, tetapi ia tak mau bertanya lebih jauh tentang isinya . Itu bukan urusannya.

Mereka memasuki lift dan menunggu. Pada saat itu muncullah ide gila dalam benak Sulli. Setengah tak yakin ia melirik pemuda di sisinya yang sedang menunduk.

“Sepertinya dia merupakan sosok yang tepat untuk diajak kerja sama. Eomma akan sangat menyukai lelaki tampan yang tidak berambut pirang dan bermata biru , dengan menghadirkan dia….”

” Kalau kau mau, ikut saja denganku untuk makan malam bersama keluargaku.” Kata Sulli tiba-tiba.

Pemuda itu mengangkat wajahnya dan melihatnya dengan waspada, apalagi ketika melihat kilatan aneh di mata Sulli.

“Apa ?”

” Ikutlah ke rumah kami untuk makan malam.” Bujuk Sulli.

” Aku tahu kau merencanakan sesuatu.” Gumam Minho,” Apa itu ?”

“Aku tiba-tiba punya ide ini. Kita datang berdua, kemudian masuk rumah sama-sama….” Mata Sulli berkilat tajam,” Kau tahu…. Seperti orang berpacaran?”

“Lalu orang bernama Choi Minho itu akan tahu kau sudah ada yang punya ?”

” Benar, tepat sekali ! Bukankah itu ide yang cemerlang ??” Sulli memegang bisep pemuda itu,” Ayolah… aku tahu kita baru berkenalan. Tetapi itu bukan berarti kau tidak akan mau menolongku bukan ? Bagaimanapun kau telah tahu situasinya….”

“Tapi….”

” Pleaseee… ini nggak akan jadi masalah bagimu. Aku janji !! Lagipula kau hanya singgah di Amerika, setelah itu kau akan kembali ke asalmu…. Ini sungguh sempurna !!”

Minho melihat sorot mata Sulli yang membuatnya merasa tidak enak. Tetapi berterus terang kepada gadis ini akan membuatnya kehilangan kesempatan untuk lebih tahu. Tetapi semakin banyak wanita itu berucap, ia semakin sadar bahwa dirinya semakin terperosok dalam masalah. Pada akhirnya gadis ini akan tahu siapa dirinya yang sebenarnya, sesudah itu akan ada resiko yang harus ditanggungnya. Tetapi ia tergoda dengan melihat mata Sulli yang berkilat-kilat hidup. Gadis ini telah menunjukkan keberanian yang hebat, masa dirinya akan kalah ? Dirinya harus menunjukkan kalau seorang Choi Miho adalah pria pemberani. Peduli amat dengan resiko !!

“Boleh juga.”jawabnya datar,” Sepertinya orang itu perlu diperolok-olok agar tidak terlalu sombong seperti seorang pangeran. Dan menurutmu aku cukup pantas untuk melakukannya ?”

Sulli melihatnya dengan senyum culas di bibirnya, entah apa yang ada di kepalanya

” Kau memenuhi syarat sebagai pria yang layak dipamerkan kepada eomma… Dan si Botak Choi Minho itu akan mundur dengan teratur…”

” Kau tentu tahu kalau dirimu secara fisik luar biasa !” Sulli tersenyum seperti orang idiot membayangkan kehebohan apa yang akan terjadi di rumahnya.

” Ya… aku luar biasa gila karena mengikuti idemu.” Jawab Minho tersenyum kecut.

,

Taksi mereka sudah menunggu di depan pintu masuk. Saat mereka berjalan menuju taksinya, Sulli melihat Rod melambai ke arahnya memberi tanda bahwa dia ingin bicara. Sulli menghampirinya beberapa langkah.

“Apakah kau akan pulang ke kandang singa ?” Rod tersenyum lembut.

“Kurasa begitu.”

” Sebenarnya aku ingin mengantarmu tetapi aku tak mau menimbulkan kesulitan padamu. Sampai ketemu lagi besok. Aku ingin mendengar segalanya tentang perjalananmu. Bye..”

Rod mencium pipinya, kemudian mundur selangkah. Sulli berbalik dan masuk ke dalam taksi yang sudah menunggu.

.

.

“Pacar ?” Tanya Minho begitu Sulli duduk di sisinya.

“Begitulah….”

” Mengapa tidak kau ajak dia untuk melawan Choi Minho itu ?”

” Waktunya tidak tepat. Well, Rod pernah kubawa ke rumah untuk kukenalkan pada appa dan eomma. Waktu itu juga Appa mengatakan bahwa ia akan menggagalkan hubunganku dengan Rod, apapun itu. Dan malam itu aku dipermalukan habis-habisan oleh orang tuaku sendiri. Segala rahasia masa laluku yang memalukan diceritakan kepada Rod. Untunglah Rod menanggapinya dengan bijak. Merasa itu tidak berhasil, mereka memperingatkan kalau emosiku tidak stabil dan sering meledak-ledak. Sekali lagi Rod membalas cerita eomma dengan sangat cerdik. Dia bilang kalau nenek moyangnya adalah keturunan Viking. Dan ia bilang di dalam budaya bangsanya, jika seorang wanita marah-marah maka seorang pria akan langsung membopongnya ke gua.” Sulli terkikik membayangkan reaksi ibunya waktu itu ,” Rod adalah pria yang sangat lembut tapi eomma tampaknya tidak tertarik. Dan sejak itu, kami memutuskan untuk tidak mengajaknya ke rumah orang tuaku lagi.”

“Jadi kalian kencan sembunyi-sembunyi, begitu ?”

“Kami hanya berkencan sekali-sekali. Kau tahu kan, kami bekerja di tempat yang sama jadi hampir tiap hari bertemu. Lebih banyak membicarakan masalah kami di jam-jam istirahat dibanding pergi bersama keluar.

“Itu cara kencan yang tidak seru.” Komentar Minho meringis.

” Mungkin. Tetapi aku tidak merasa terganggu.” Jawab Sulli ringan.

Jarak dari Park Avenue ke tempat tinggal orang tuanya cuma beberapa kilometer. Suasana perkotaan yang terkesan glamor dan mewah segera bersalin rupa menjadi tempat padat yang hiruk pikuk dan ramai. Taksi berhenti di depan sebuah restoran Korea.

“Ini restoran Korea yang dikelola ayahku sejak menginjakkan kaki di Amerika. Sebetulnya ini restoran kakek, tetapi semenjak beliau meninggal ayahku yang mengelolanya.”

Choi Minho melongokkan kepalanya, matanya tertuju pada bangunan berlantai empat itu. Ia tersenyum ketika melihat bangunan rumah di atas restoran itu mirip apartemen. Beberapa orang bermata sipit tampak melihat kedatangan mereka.

“Aku berfikir ini semacam apartemen, dan aku yakin orang-orang itu bukan keluargamu … maksudku semuanya ?”

“Ini memang apartemen, mereka kebanyakan adalah pendatang dari Korea. Walau tidak ada hubungan saudara, kami bergaul cukup dekat di sini. Kakek sengaja membeli bagian bawah apartemen, dan dua lokal dijadikan restoran khusus masakan Korea. Tetapi kau juga bisa memesan masakan barat dengan selera asia. Setelah appa mengelolanya, restoran bertambah besar. Karena itulah kakak laki-lakiku membantu mengelola restoran keluarga ini.”

“Tetapi kau lebih tertarik bekerja di hotel berbintang lima ?”

” Kuharap itu bukan dosa besar. Sekali lagi kutegaskan, aku ingin keluar dari kungkungan adat Korea. Aku ingin menunjukkan kepada kaum lelaki bahwa wanita korea juga bisa punya karir cemerlang. Ayo turun !”

Choi Minho turun dari taksi, menarik kopornya dari bagasi dan merasa aneh dengan tatapan orang-orang yang tinggal di sana. Sepertinya mereka melihat pertunjukkan teater dan dirinya adalah pelaku utama dalam pertunjukkan itu.

” Mereka memperhatikan kita…” bisik Minho pada Sulli.

” Mereka selalu melakukan itu kepada siapapun yang datang ke sini, dan jangan heran kalau besoknya gossip tentangmu akan beredar dengan cepat di sini.”

” Separah itukah ?” Minho membayangkan dan tersenyum geli.

” Sudah, abaikan saja !”

Ketika wanita itu akan bergerak untuk menuju halaman restoran, tiba-tiba Choi Minho menahan sikutnya.

“Sebentar. Aku tiba-tiba memiliki ide ini.”

Sulli berbalik menghadapinya, ” Apa ?”

“Kau katakan mereka menonton kita, kan ?”

“………?”

“Bagaimana kalau kita memberikan tontonan yang mereka inginkan ?”

“Apa maksudmu ?”

” Seperti ini.” Sahutnya ringan.

Tanpa diduga, ia tiba-tiba merengkuh tubuh Sulli merapat ke dalam pelukannya dan mencondongkan tubuhnya sampai-sampai bibir mereka nyaris bersentuhan. Sulli menjadi panik dan kaget.

“Ap..Apa yang kau lakukan ?”

Ada rasa marah atas kelancangan pria ini, tetapi di saat bersamaan kegairahannya tersulut saat merasakan hembusan nafas pria itu membelai wajahnya.

“Well Miss Jinri, aku memberimu kesempatan untuk menolak dan berfikir. Ini Amerika, dan sekarang semua orang sedang melihat kita. Hanya ada satu cara supaya bisa meyakinkan mereka tanpa harus berbohong terlalu banyak. Seorang kekasih akan mencium pacarnya, bukan ?”

Sulli merasa bulu kuduknya meremang saat melihat sorot matanya yang bersinar nakal. Berkilat seolah menantangnya mengambil resiko.

“Kau mengatakannya seolah terdengar mudah…”

” Terutama untuk gadis modern yang menentang dirinya dijodohkan dengan orang asing yang botak, gendut dan jelek. Plus… bertemperamen menjijikan.”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, pria itu menyapukan bibirnya sekilas di bibir Sulli. Membuatnya sulit berfikir, dan benaknya membayangkan sosok Choi Minho yang seperti dikatakan pria tersebut.

“Pria ini benar, mungkin tepat. Hanya ada satu cara untuk membuat appa dan eomma yakin tanpa harus bicara banyak…”

” Tapi walaupun modern, aku tidak biasa mencium pria yang baru kukenal…”

” Mereka tidak tahu kita baru saling mengenal,kan ?”

” Tapi aku bahkan belum tahu siapa nama…..”

Choi Minho menekan lembut bibir Sulli, untuk menghentikan kata-katanya. Sementara sebelah tangannya menarik tubuh Sulli lebih merapat, cukup menunjukkan kalau pria itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Kalau saja tidak melihat senyuman jahil yang melengkung di bibirnya, Sulli mungkin akan berpikir kalau pria itu mengambil kesempatan. Tetapi yang dilihat dari dirinya adalah … apa yang mereka lakukan sekarang seperti sebuah gurauan tak terucapkan

“Oh ayolah, aku sudah berusaha berperan dan apakah kau takut?”

“Dari caranya mencium, aku tahu lelaki ini punya pengalaman banyak dengan wanita. Ia tahu bagaimana memanfaatkan bibirnya untuk membuat wanita merasa dirinya diinginkan dan tergoda…” pikirnya.

Sulli mulai merasa pusing, kekerasan dan ketakutannya meleleh dalam suasana menyenangkan dan mendamba. Hembusan angin yang sebelumnya terasa sejuk menyentuh kulit, seperti hilang karena kehangatan yang dibawa tubuh lelaki tersebut.

Tiba-tiba pria itu mengangkat wajahnya, tersenyum ,” Akan tampak meyakinkan kalau kau balas menciumku. Demi Tuhan, aku yakin ini bukan ciuman pertamamu,kan ?”

“Tentu saja bukan, aku mengenal ciuman sejak menempuh masa-masa SMA.” Protes Sulli dalam hati.

” Lingkarkanlah tanganmu di leherku.’ Bisiknya sebelum kembali menyentuh bibirnya .

Sulli ingin menolak perintahnya, tetapi tangannya seperti memiliki mata tersendiri. Perlahan merayap ke kerah bajunya, kemudian jemarinya melilit di rambut pria itu. Menikmati sensasi rambut halus di ujung jemarinya. Secara naluriah ia bergerak merapat, dan menarik pria itu untuk memainkan “pertunjukkan” yang gemilang.

Tanpa diperhitungkan keduanya, ciuman itu berubah semakin dalam. Tujuan awal terlupakan, berganti hasrat yang meminta dipuaskan. Sulli membalas ciumannya yang liar dengan antusias, dan keinginan untuk berpura-pura “membuat pertunjukkan meyakinkan” itu kandas. Yang ada, dirinya membalasnya karena dalam dirinya menginginkan itu.

Setelah beberapa saat, keduanya saling melepaskan diri dengan enggan. Sulli tak berani mengangkat pandangannya, dengan nafas tersengal ia menaruh tangannya di dada pria itu. Ia merasakan degup jantungnya di balik otot-otot keras yang menembus kemejanya.

” Kurasa sudah cukup..” katanya dengan suara goyah.

” Kita bahkan belum memulai apapun.” Bisik pria itu

Bahkan Sulli bisa yakin dengan pendengarannya, seperti dirinya suara pria itu juga gemetar dan parau. Perlahan ia mengangkat pandangannya, dan terkesiap melihat sorot matanya yang menggelap. Entah kenapa, ia menangkap sirat keterkejutan di mata besar itu.

“Lepaskan aku.”

Sulli berusaha mengontrol dirinya, tiba-tiba rasa ketakutan menyergapnya. Entah mengapa ia merasa harus secepatnya menjauh dari pria ini. Dan ia berusaha menampilkan sikap wajar, ketika pria itu melepaskan pelukannya. Sulli berusaha menghilangkan kecanggungan yang menyelubungi mereka.

“Kalau Choi Minho melihat kita melakukan ini, aku yakin dia akan menantangmu berduel dengan samurai di tangannya.”

” Biarkan dia datang. Aku sekarang memiliki keberanian yang cukup besar untuk menghadapi apapun malam ini.”

Sulli baru saja hendak berkata lagi, ketika pintu restoran tiba-tiba terbuka. Ibunya menghambur ke luar dengan tangan terbentang, sambil menjerit gembira. Tak lama kemudian ayahnya keluar dengan tangan di pinggang .

Sulli yang pada saat pertama melihat ibunya berlari ke arah mereka, mengira akan mendapat dampratan seperti saat dia membawa Rod ke rumah atau membawa teman-teman kencannya di waktu lalu. Diaharus tertegun-tegun ketika mendapat sambutan yang tidak diharapkannya. Ibunya memeluknya dan melompat-lompat seperti seorang anak kecil mendapatkan mainan yang diinginkannya.

” Kau memang anak eomma yang pintar.”

“Eomma, aku membawa seseorang. Apakah kau melihat barusan kami melakukan….”

“Tentu saja aku melihatnya,Sulli ! Kami semua melihatnya dari balik tirai. Saat appa-mu memberitahuku siapa dia, kami memutuskan untuk menunggu dan nanti akan merayakannya dengan anggur terbaik yang kita punya !”

“What ??” Sulli terkejut,”Appa mengenalnya ??” tangannya menunjuk Choi Minho.

” Tentu saja. Appa menjemputnya di bandara dua hari yang lalu.” Ayahnya bergerak mendekat,” Nah, bukankah kukatakan sebelumnya bahwa dia adalah calon suami yang layak untukmu !”

Belum habis keterkejutan dan kebingungannya, dua kakak laki-lakinya menghambur keluar dan menyalami pria itu.

” Choi Minho… senang melihatmu lagi !!”

====TBC====

O-ow…. tentunya ada yang salah dengan Sulli karena dia bercerita ingin membunuh Choi Minho pada pria yang ternyata adalah Choi Minho sendiri.

Terimakasih untuk semua komentarnya… juga blog like-nya. You all the best lah !!

Well, bagaimana menurut kalian selanjutnya ?? Leave a comment, please…

Advertisements

81 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 2)

  1. Omoooo kelakuan suli minho huftttt bikin iri aja, awal mau ngenalin pacar bohongan ehh malah ternyata calon suami 😁
    Lanjut terus thor

  2. wah sulli ngerencanain pembunuhan minho langsung didepan orangnya whahahaha kocak bnget dech minho juga jail bnget ngelabuhi sulli didepan keluarganya. bagus eon 😍😍

  3. oh sulli….. kenapa kamu terburu-buru ingin membunuh choi minho? tak tahukah dirimu jika orang yg kau bicarakan itu ada didekatmu? sulli bener² polos deh! jadi ngakak baca nih ff
    Omona….!!! minsul ciuman didepan umum? hahahaha mereka manis deh. tapi choi minho pinter banget manfaatin waktu. kesempatan emas bisa mencium bibir sulli yg ingin membunuh dirinya. hahahaha reaksi orang tua sulli mengetahui anaknya ciuman benar² mengejutkan. kagak tao ternyata orang tua sulli udah mengetahui dan mengenal choi minho. terus gimana dengan sulli? apakah sulli masih berniat ingin membunuh choi minho?

  4. Aduhhh si ssulll lucu bingittt… kasian tuh.. kena kan di kerjai minho..hahahha… kena deh..akhirnya ssul tau jg yg di ajak ke rmh itu org yg mau di nikah I…wkwkwkkw

  5. Ssul kena jebakan Ming. Hahahah padahal niat awal Ssul mau bkin Ming nyerah buat dapetin dia. Eh malah Ming makin semangat 😉 hahah pasti keselnya gak ketulungan deh. Hahah ada sianida juga yah dalam rencana Ssul? Mau jadi jessica versi korea yah Ssul xD
    Ditunggu part lanjutannya. Geregetan banget pas Ssul kena jebakannya Ming. Pasti bakal lebih seru lagi karena kadar dendam Ssul ke Ming udah nambah juga pastinya.

  6. Wahh makin seruu ajaa ceritanya minho yang dikira orang laen ternyata orang yang mau dijodohim sama sulli lanjut onnie semangat

  7. hahaha……
    sulli…..sulli….nama.ny jg nggak tau ya!!
    ngomong.in tentang choi minho yg datang dr korea trus yg kata.ny choi minho botak…..
    tak tau.ny orang.e udah d depan mata….

  8. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  9. Uwwaa Daebak..
    Ap yg akn dlakukan Sulli slnjut???,ciyee si Minho curng,sdh tahu klw Sulli mw membunuh.y tp ia malh membuat kesepakatn yg gila dan pura2 tdk tahu ap2,ishh Poor Sulli.Next part 3

  10. Aaahh sumpah teriaaakk! ><
    Aish minho gregetin, bisa aja nipu sulli kaya gitu. Tamat riwayatmu sulli.. kau masuk perangkap minho bwahahhaaa XD

  11. Saya ngakak serius saya ngakak thorr 😂😄😆
    Rencana sulli mau ngerjain orang yg bernama choi minho eh malah sulli yg kejebak sama minho wkwkwk
    Jadinya pasti sulli bakal dijodohkan lah hahahahah
    Malah diajak ciuman lagi wkwkwk
    Dasar minho jaiillnya gak ketulungan
    Sumpah saya ngakak 😄😄😄😄😄 ini menghibur bangett

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s