THE runaway BRIDE (part 3)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

3. Sulli Si Cantik Berdarah Dingin

Belum habis keterkejutan dan kebingungannya, dua kakak laki-lakinya menghambur keluar dan menyalami pria itu.

” Choi Minho… senang melihatmu lagi !!”

“Choi Minho !!”

Kakak-kakak perempuannya berlarian ke luar dan mengerumuni pria yang berdiri di sampingnya, anggota keluarganya menyambut kedatangannya dengan senyum yang lebar. Bahkan Minho pasrah ketika mereka menyeretnya masuk ke dalam restoran yang merangkap rumah itu. Sebelum berlalu dari hadapan Sulli, Choi Minho melirik kepadanya yang sedang menatapnya dengan sorot mata marah. Choi Minho mengangkat bahunya… menyiratkan campuran rasa bersalah, tidak berdaya, dan kejahilan,.. sebelum menghilang dan berlindung di balik perhatian keluarganya yang seolah tertumpah kepadanya.

Sulli mengikuti mereka masuk dengan muka berubah-ubah. Terkadang pucat, kemudian merah padam, penuh kemarahan… Sementara ibunya yang berjalan di sisinya, memeluk dan memujinya berkali-kali. Pujian yang bagi telinganya terdengar seperti ejekan….

Ya, Ejekan atas ketololannya telah mempercayai orang asing begitu saja.

” Bukankah itu luar biasa ?”

Ibunya menyeret kursi kayu berlapis kulit kemudian duduk di atasnya. Matanya bersinar dengan cara yang membuat Sulli bergidik ngeri.

“Bayangkan, kalian berdua langsung saling menyukai ! Tunggu saja sampai Bibi Sun Seo mendengar berita ini !”

Sulli memucat, membayangkan sosok kecil bibinya yang punya keahlian menyebarkan berita ke pelosok negeri hanya dengan memencet tombol-tombol handphonenya. Bibinya yang sangat suka bergosip !!

” Eomma jangan beritahu bibi Sun Seo tentang kejadian ini.”

” Kau benar. Kita tunggu sampai cincin pertunangan melingkari jarimu, Sulli.”

” Eomma…. Aku bukan Sulli, aku Jinri !”

“Choi Sulli, itu namamu. Kau yang merubah nama itu, tetapi aku biarkan karena aku suka nama Jinri. Walau begitu namamu tetap Sulli buat kami !”

“Eomma….”

” Oke.” Mrs. Choi mengangkat tangannya dengan gerakan menenangkan, ” Baiklah… tetapi sebelumnya ceritakan bagaimana kau bisa bertemu dengan Choi Minho.”

” Dia menghadiri pesta bisnis di hotel tempatku bekerja.”

” Tepat sekali ! Kalau jodoh tidak kemana.” Ibunya merapatkan telapak tangannya dengan mata yang penuh mimpi,” Memang, kemarin waktu berkunjung kemari dia bercerita tentang penjualan hasil peternakan kepada beberapa hotel ternama di NYC. Oh Tuhan, ini tentunya sebuah rencana pernikahan yang telah ditakdirkan Tuhan…”

“Pernikahan ?” Sulli memandang ibunya dengan terbelalak ngeri,” Jangan bicara seperti itu ! Aku tak akan pernah menikah dengannya !”

Mata Sulli melirik tajam pada Choi Minho yang tengah berbicara dengan ayahnya. Dan ia merasa perlawanannya membentur batu karang, ketika ibunya menjerit ngeri saat mendengar kata-katanya.

What the hell ??!” Ia menutup pipinya dengan tangannya, ekspresinya membuat Sulli diam-diam mengkerut takut.

“Apa maksud kata-katamu Choi Sulli? Gadis macam apa yang mencium seorang pria di depan banyak orang, kemudian mengatakan bahwa dia tidak akan menikah dengannya ?”

“Tetapi tadi itu bukan…”

Sesuatu yang dingin merambati tulang punggung Sulli dengan sangat nyata, membuatnya menutup mata dan membayangkan gedung bertingkat empat… tempat dirinya sekarang berada. Melihat mata-mata yang melotot dengan tatapan haus dan penuh rasa ingin tahu di balik tirai…

Tiba-tiba saja kenyataan yang mengerikan membentang di depan matanya dengan begitu jelasnya. Sulli membuka matanya perlahan, rasa putus asa perlahan melingkupi hati dan pikirannya. Mustahil baginya untuk menceritakan kebenaran dibalik ciuman yang dilakukannya dengan panas di luar tadi. Benar kata ibunya, wanita apakah dirinya jika mencium seorang pria sembarangan di hadapan public .

“Mencium seorang pria yang aku tidak tahu identitasnya…bahkan namanya aku tidak tahu !! Appa akan menendangku jauh ke belahan bumi lain, dan eomma akan jatuh pingsan karena kelakuanku tadi !” pikir Sulli dengan ngeri… juga malu….juga menyesal… juga marah.

Tempat tinggal mereka berupa unit apartemen yang terletak di atas restoran Korea yang dibangun kakeknya berpuluh tahun yang lalu, juga beberapa pertokoan di sekitarnya. Dan di sana tinggal puluhan pendatang Korea yang telah menetap di Amerika selama bertahun-tahun. Kedatangan orang asing, atau warga Korea baru akan sangat mengundang minat dan keingintahuan mereka semua. Dan kalau “pertunjukkan” yang keluar dari ide di kepala pria itu, menjadi tontonan mereka…. Besok orang tua dan kakaknya harus menjawab siapa pria itu dan apa hubungannya dengan Sulli. Tak bisa dibayangkan gunjingan yang akan muncul bila ternyata kebenaran terungkap.

Sulli melesakkan tubuhnya ke kursi sofa, kalau kuasa ia ingin memutar waktu ke belakang dan meralat semua kejadian itu. Sekarang ia hanya bisa mengutuk diri dan menyesalinya. Apapun namanya, ia telah terperangkap permainannya sendiri.

” Dia sangat tampan.” Luna menyikut pinggang adiknya sambil berbisik.

” Oh Sulli, kau sangat beruntung !!” Victoria tersenyum, mengerucutkan bibirnya.

” Namaku Jinri !!” kata Sulli ketus

“Aku tak mengira, kau lebih dulu mendapatkan calon pengantin dibanding kami !” Amber meletakkan botol-botol di meja.

Sulli memandang barisan botol-botol itu dengan heran ,” Apa itu ??”

” Oh… ini soju yang dibawa oleh kekasihmu dari Jeju.”

” Oh Vic eonni… ayolah !! Dia bukan kekasihku !!”

” Sulli jaga bicaramu !” tiba-tiba ibunya muncul dan menjitak kepalanya dengan gemas.

” Yaah, eomma !!” Sulli mengusap kepalanya yang sebenarnya tidak sakit.

” Lihatlah… selain soju, Choi Minho juga membawa makanan-makanan khas Korea untuk kita !” Mrs. Choi mengeluarkan satu persatu makanan kemasan dengan mata bersinar-sinar, seperti seorang anak kecil mendapatkan seluruh mainan yang sangat diimpikannya,” Dan ini. Ramyeon !! Gimbap , Kalguksu… Tteok !! Ya Tuhan, aku sangat merindukan makanan -makanan ini !!!”

Sulli merasa hatinya menghangat ketika melihat pancaran kebahagiaan yang begitu besar pada wajah ibunya. Ia melihat wanita yang selama bertahun-tahun ini selalu menghabiskan waktunya di dapur, berkutat dengan berbagai masakan, dalam keadaan selalu mengerutkan alis… tiba-tiba terlihat begitu bersemangat dan hidup. Sulli ingat pancaran wajah ibunya seperti itu, terlihat terakhir kalinya ketika kakak laki-lakinya memberikannya seorang cucu laki-laki…lima tahun yang lalu.

Entah kenapa, melihat keadaan ini hatinya luluh dan “agak berterimakasih” pada Choi Minho yang mau mengemas makanan itu, membawanya dari korea dengan tasnya, dan memberikannya kepada ibunya. Terlepas dari … apakah dia membawa itu atas kehendaknya sendiri atau karena disuruh oleh keluarganya. Keadaan itu membuat Sulli sedikit memaafkan lelaki itu. Sedikit saja !!

Sejenak keluarganya sibuk dengan berbagai macam makanan yang dibawa Choi Minho sebagai oleh-oleh. Dari sudut matanya Sulli melihat Choi Minho sedikit terbebaskan dari perhatian ayah dan kakak laki-lakinya yang kini sibuk mengamati dan memperbincangkan botol-botol soju. Menyadari kesendiriannya, Sulli perlahan bergeser dari tempatnya dan berjalan menuju pria itu tanpa menarik perhatian yang lain. Setelah cukup dekat, ia bergumam

” Kita harus bicara .”

Minho Pov

Meriah.

Itu adalah kata pantas yang paling menggambarkan sambutan keluarga Sulli kepadaku saat ini. Oke, memang aku pernah bertemu dengan mereka kemarin sewaktu paman Choi menjemputku dari bandara. Aku bertemu dengan tiga anak gadisnya dan dua kakak lelakinya. Tetapi kemarin aku tidak berjumpa dengan Sulli. Dari apa yang diceritakannya selama di pesta dan perjalanan, aku berkesimpulan bahwa Sulli tidak tinggal dengan orang tuanya di kompleks apartemen tersebut.

Dan well, memang benar yang dikatakan Sulli bahwa dirinya sangat berbeda dengan saudari-saudarinya yang lain. Sulli lebih terbuka dan terang-terangan dalam mengemukakan pendapatnya.

Saat pertama kali aku melihat seorang wanita asia di tengah pesta orang-orang bule, di Negara yang jauh dari Korea…sebenarnya aku sangat gembira karena seperti mendapatkan teman…atau saudara yang senasib. Kemudian ketika kami ngobrol, aku mendapati diriku terperangah dengan kecantikan dan gaya bicaranya. Dan rasa tertarikku makin bertambah saat dia menceritakan kebenciannya pada pria Korea. Terutama pria Korea yang bernama Choi Minho.

Bayangkan…CHOI MINHO !!

Itu adalah diriku !!

Dia menceritakan obsesi pribadinya yang ingin membunuh seorang Choi Minho dengan cara paling kejam yang pernah ada. Dan dia membicarakan eksekusi kematian Choi Minho itu kepadaku… sang korban !

Ya Tuhan….

Aku bergidik sendiri saat menyadari bahwa Sulli akan membubuhkan sianida ke dalam makananku. Dan aku berpikir pasti Tuhan sangat baik kepadaku, karena telah menunjukkan sebuah rencana pembunuhan  melalui skenario sempurna dimana sang korban adalah diriku. Kalau tidak mendengarnya sendiri, tentu saja aku tak akan percaya gadis berpenampilan lembut dan cantik seperti Sulli akan menjadi pembunuh berdarah dingin. Setidaknya aku sekarang jadi waspada.

Hem… waspada !

Tentu saja kau harus waspada Minho, coba lihat saja bagaimana raut wajah Sulli sekarang. Bagaimana matanya menyala dan berkilat seperti mata seekor panther yang siap menerkam binatang incarannya. Mata yang haus untuk membunuh.

Jujur, mungkin denyut jantungku bertambah kencang menyadari segala kemungkinan yang timbul. Tetapi saat ini aku memilih untuk tidak terlalu mengambil pusing hal tersebut. Aku hanya berusaha menampilkan sisi diriku yang diinginkan keluargaku …yang diinginkan eomma, untuk kutampilkan di tengah keluarga sahabat appa.

” Kita harus bicara !”

Aku terkejut saat menyadari Sulli tiba-tiba telah berada di belakangku, mengambil kesempatan untuk berbicara denganku di saat keluarganya berkumpul dan berbicara di satu meja.

Tanpa sadar aku menelan ludah.

Nada suaranya sangat tajam dan penuh peringatan. Dibalik gerakannya yang anggun, sekali lagi ia menyimpan cakar yang siap menghunjam urat leherku setiap saat.

Hmm…. Imajinasi yang bagus Minho !

End of Pov,

” Begini, aku menyesal.”

Minho cepat-cepat berbicara perlahan, sehingga hanya mereka berdualah yang bisa mendengarnya.

” Memang seharusnya begitu.”

” Itu terjadi begitu saja.”

Sulli benar-benar ingin mencekik atau setidaknya mencakar muka bertampang polos dan tatapan tanpa dosa itu. Tetapi tentu saja itu adalah hal mustahil yang bisa dilakukannya. Di depan tatapan senang semua keluarganya, Sulli hanya menumpangkan dua tangannya di bahu Minho, dengan tekanan yang cukup kuat untuk membuat pria itu mengerti. Dan mata Sulli berkilat, mengawasi wajah pria itu, dengan senyum terbaik yang dia miliki.

” Tadi… err… tadi itu di luar rencanaku.”

” Umm… apa kau sudah menceritakan hal yang sebenarnya kepada keluargaku ? Appaku ?”

“Belum.”

” Bagus. Karena kalau kau lakukan, kau bisa pastikan bahwa dirimu tak akan bisa keluar dari sarang ini hidup-hidup.”

Sulli meremas bahu Minho dengan kekuatan lumayan keras, sebelum akhirnya ngeloyor pergi sambil tetap mempertahankan senyum penuh pesonanya.

Choi Minho menelan ludah dengan susah payah.

Itu peringatan yang nyata dari seorang calon pembunuh berdarah dingin tercantik yang pernah diketahuinya. Kini Minho bisa merasakan bagaimana perasaan James Bond kalau berhadapan dengan pembunuh sadis berwajah lembut dan cantik.

Sungguh tidak mengenakan !

Partisi lipat yang biasanya membagi dua ruang utama, telah dibuka dan dipinggirkan. Sebuah ruangan luas sekarang seolah berubah menjadi tempat perjamuan yang sempurna. Dengan menggunakan kursi-kursi alumunium dari restoran dan menggabungkan beberapa meja menjadi satu, jadilah sebuah meja raksasa yang di atasnya dihidangkan berbagai macam hidangan yang disodorkan nyonya Choi dari dapur ajaibnya. Hidangan utamanya adalah berbagai makanan dari ikan segar dan daging olahan.

Semua orang tampak gembira dan antusias. Semua orang tampaknya ingin berbicara dengan Choi Minho, yang menjadi pusat perhatian utama dalam jamuan makan malam keluarga kali ini. Keadaan ini justru membuat Sulli menarik nafas lega karena bisa terlepas dari kewajiban menjamu tamu yang dibawanya ke rumah. Dirinya perlu waktu untuk menenangkan pikirannya. Semua kata-kata yang tadi diucapkannya saat di pesta, berkelebat kembali di benak Sulli yang mulai dihinggapi rasa panik.

Sulli Pov.

Ugh, bagaimana aku… seorang yang dikenal selalu tajam dan cermat dalam melakukan suatu tindakan, bisa begitu bodoh dan ceroboh ?

Bagaimana mungkin aku membicarakan keadaan keluargaku, watak-watak istrimewa mereka… bahkan soal keinginan ayahku untuk menjodohkan aku dengan pria Korea… Mengapa semua  itu harus kuceritakan kepada seorang asing ? Dan lebih sialnya lagi kepada pria yang paling ingin kuhindari untuk bertemu ? Sementara aku menggebu-gebu mengumpat kemungkinan perjodohan di antara anak-anak appa dan Choi Minho seperti yang sering digembor-gemborkan orang tuaku… pria itu bukan saja tidak memperingatkanku. dia malah bergabung denganku, sama-sama mencemooh nama Choi Minho !!

Pastinya ini terjadi karena aku benar-benar ceroboh…atau tolol !

Tetapi aku memang lepas kendali… karena selama di Washington, eomma menelepon dan mengingatkanku terus-terusan untuk pulang ke rumah karena “tamu kehormatan” keluarga akan segera tiba dari Korea. Bahkan dia mengingatkan itu sampai tiga kali sehari…. Seperti minum obat resep dokter saja !

Selain itu, aku juga berpikir kalau aku berbicara dengan orang asing yang hanya akan kutemui satu kali saja dalam pesta perusahaan itu …untuk kemudian dia akan menghilang seperti asap di udara.

Perkiraan yang salah Sulli !!

Dan kesalahan itu semakin bertambah parah, ketika dengan kelicikannya pria itu berhasil meyakinkan diriku untuk mengikuti permainannya. Eh…bukan, permainanku ! Tetapi permainan yang kurancang itu telah berhasil dicemari oleh ide konyolnya itu. Ide paling kurang ajar dari seorang pria paling licik, yang membuatku percaya bahwa  itu benar-benar ide cemerlang.

Dan di sanalah… di bawah cahaya lampu apartemen… mungkin di bawah pengawasan puluhan pasang mata… pria itu berhasil mencuri sebuah ciuman dariku. . Dan dengan suka rela, aku telah membalas ciumannya !

Sekarang aku benar-benar tak bisa berpikir dengan waras lagi. Membayangkan kembali bagaimana tadi kami berciuman membuat seluruh badanku meriang. Rasa mual dan panas yang menggulung dalam perutku, perlahan menyebar ke seluruh tubuhku. Mendesak ke dada…leher…kepala…

Dan aku merasa kepalaku berdenyut, telinga dan wajahku panas. Aku mendapat firasat buruik bahwa rasa panas yang kurasakan kini terpancar di wajahku.

Hebat !

Selamat Sulli !! Sekarang Choi Minho bisa melihat wajahmu memerah seperti kepiting rebus yang dihidangkan eomma di atas piring yang dikelilingi peterselli.

Oh ayolah Sulli, jangan menyerah !

Tentunya kau tidak ingin pria yang sadar sekali dengan pesonanya itu akan semakin puas, bukan ?

End of Pov.

Sulli menatap Choi Minho dengan marah, dan dia mendapati pria itu pun sedang mengamatinya, seperti yang ditakutkannya. Tetapi tampaknya pria itu tidak senang. Sorot matanya menyiratkan tanda tanya, sementara bibirnya menyunggingkan seulas senyum tipis, yang mungkin kalau dalam situasi berbeda akan dianggapnya sangat menarik.

“Itu sebagian dari tipu dayanya.”

Sulli mengingatkan dirinya sendiri. Setelah menghinanya dengan ide gila itu, sekarang dia ingin mendapatkan permintaan maafnya dengan tanpa syarat.

” Huh ! sebaiknya dia pikir-pikir dulu !”

Telinga Sulli menangkap perkataan Choi Minho yang sedang bercerita tentang keluarganya. Dari pembicaraan ayahnya beberapa minggu lalu, Sulli tahu kalau ayah pria itu sudah meninggal saat dia masih remaja. Sekarang ia dibesarkan oleh ibunya yang memiliki riwayat kesehatan kurang bagus. Setidaknya itu yang berhasil ditanamkan ayahnya dalam pikirannya waktu itu.

” Ibumu meneleponku minggu lalu.” Kata nyonya Choi ,” untuk memberitahu kalau kau akan datang. Dan aku katakan padanya bahwa kau akan selalu diterima di rumah ini dengan senang hati.”

” Ugh…itu berarti bertepatan dengan telepon eomma padaku sewaktu di Washington…. Diterima dengan senang hati ? No way !!” pikirnya kesal.

” Well, kalian sudah pasti membuatku merasa diterima dengan baik malam ini..” Choi Minho memberi tekanan pada kata-katanya dengan senyum yang bisa mempesona semua orang yang ada di sekeliling meja. Tetapi Sulli merasa kilatan aneh di matanya, saat tatapan mereka bertemu.

” Kau punya saudara laki-laki atau perempuan ?” Tanya Amber dengan antusias, padahal biasanya Amber paling tak acuh di antara mereka.

“Ada dua saudara laki-laki. Siwon hyung dan Sang Wo hyung. Aku tak punya saudara perempuan, hanya ada seorang kakak ipar . Siwon hyung baru-baru ini menikahi Im Yoona, dan bayi pertama mereka akan lahir tahun ini.”

Tuan Choi mengerutkan dahinya,” Aku tidak tahu kalau orang tuamu punya tiga anak lelaki. Kupikir hanya dua.”

” Tidak. Kami tiga bersaudara.”

Senyum Choi Minho masih tampak sempurna, tetapi dari pengalamannya sebagai orang yang bekerja di bagian pemasaran, yang selalu berhubungan dengan banyak orang, Sulli bisa mendeteksi kilas ketegangan di dalam dirinya. Dan dia juga dengan lihainya mengalihkan topik percakapan.

” Dia benar-benar luar biasa di tengah kerumunan banyak orang…’ batin Sulli,” Dia mampu mengimbangi pembicaraan orang dengan baik, baik itu perbincangan antar pribadi maupun perbincangan keroyokan seperti sekarang. Terlebih dari itu, ia bisa mengambil hati eomma dan kakak-kakakku dengan sukses. Aku belum pernah melihat eomma dan Vic eonni tertawa selepas Amber.  Choi Minho berhasil melakukan itu kepada mereka…nyaris tanpa usaha yang keras. “

Dalam sekejap Choi Minho telah berhasil membuat mereka semua berpihak kepadanya, yang menurut pendapat Sulli adalah sebagai tipu daya yang sangat kotor.

Dan yang menjadikan bagian tersulit dari seluruh rangkaian kejadian malam ini adalah dia, Choi Minho, mendapatkan dukungan bulat dan penuh dari kedua orang tuanya. Sulli nyaris putus asa dengan keadaan itu. Ayah dan ibunya telah merancang perjodohan antara Choi Minho, anak sahabatnya, dengan salah satu puterinya yang masih lajang. Dan Sulli malah langsung menerkam peluang itu dalam beberapa jam saja. Sudah dapat dipastikan, mereka sangat bahagia karena mengira umpan yang mereka pasang telah ditangkap oleh anaknya. Dan di tengah suasana seramai ini, mustahil baginya untuk memberitahu orang tuanya bahwa pria pilihan mereka teryata seorang penipu licik dan jahat yang seharusnya digantung dengan kedua tangan terikat sampai dia berteriak-teriak karena kapok dan berjanji tak akan memanfaatkan kaum wanita lagi. Atau….

Sulli tersenyum sendiri saat membayangkan tangan dan kaki Choi Minho diikat, kemudian tubuhnya digantung dan di arak , seperti seekor kambing yang akan dibawa ke tempat persembahan untuk disembelih, atau dijadikan kambing guling…

Minho yang sedang mengamati Sulli, menangkap senyum licik yang tergambar di bibirnya. Dan sebetulnya ia bisa membaca ke arah mana pikiran wanita itu dengan keakuratan yang luar biasa. Tetapi dirinya terlalu sibuk memikirkan tujuan keberadaannya di tempat itu, sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan pembalasan dari Sulli yang mungkin sedang menunggunya.

Sebagai seorang pebisnis, dia telah terbiasa berhadapan dengan banyak orang, tetapi dalam perjamuan sekarang dirinya harus memusatkan segenap perhatiannya untuk menjadi bagian dalam perjamuan tersebut. Terlalu banyak orang, yang semuanya meminta diperhatikan dalam waktu yang bersamaan. Selain kakak kandung Sulli, paman serta bibinya, hadir juga beberapa keponakan, yang justru lebih heboh dari tuan rumahnya. Di antara mereka, yang melekat di benak Choi Minho adalah Choi zaa, karena ia benar-benar tidak menyukai pria itu.

Choi zaa adalah pria bertubuh besar dengan wajah menyebalkan, dan memiliki sifat suka menggertak. Ia juga terang-terangan berusaha menyusupkan dirinya dalam setiap obrolan. Dalam aksinya sangat kentara kalau dia berusaha meraih keuntungan darinya, dan tidak membuang-buang waktu untuk berbasa-basi. Choi zaa menceritakan dengan bangga tentang peternakan yang dikelola keluarganya di Jeju, tetapi dengan geram dia menyayangkan peternakan sebesar keluarga Choi tidak bersedia menerima pasokan ternak dari keluarganya. Dengan terbuka dia meminta Choi Minho mempengaruhi keluarganya untuk mempertimbangkannya kembali. Namun dengan lihainya, Choi Minho berusaha mengelak dan meloloskan diri dari pembicaraan itu. Ia bisa menghela nafas lega ketika pria itu dipanggil oleh isterinya.

Inilah salah satu alasan lain mengapa ia tidak akan senang menikahi salah satu anak sahabat ayahnya, termasuk Choi Sulli, si cantik berdarah dingin. Walaupun seandainya sejak awal Sulli tidak pernah menolak perjodohan yang diatur keluarga mereka.

————TBC————‘

Hai chingu…  terimakasih untuk semua atensi dan komentarnya. Ini benar-benar merupakan vitaminsul yang membuatku semakin bersemangat untuk meramaikan blog ini lagi.

Dan WOW mengejutkan !! Untuk RAB 2 kemarin aku melihat 800 orang lebih yang telah membukanya (kuharap membaca juga) tetapi…o..ow… yang menyempatkan diri untuk memberi komentar tidak sampai sepersepuluhnya. Kenapa ya ?? Aku jadi bertanya-tanya apakah cerita ini tidak menarik untuk dikomentari ?? Entahlah… 😦

Tetapi, kalau memang  sedikit saja memiliki pendapat kemudian menyimpan komentar mereka di blog ini, secara tidak langsung itu akan mengangkat eksistensi blog ini di pencarian google. Plus…. mereka akan memperkenalkan Minsul sebagai couple yang layak untuk diperhitungkan… hahaha 😀

Tetapi aku tetap berterimakasih untuk seluruh waktu yang telah kalian habiskan untuk membaca blog ini. Semoga blog kita ini bisa bertahan untuk beberapa tahun ke depan 🙂

Advertisements

85 thoughts on “THE runaway BRIDE (part 3)

  1. Mian eonni baru komen di part ini,
    Jujur akhir2 ini banyak kegiatan,
    pulang sekolah jam 5 sore,buka blog
    bisanya malam ..
    Sumpah saeng kanget bgt ff2 minsul
    diblog ini setelah lama hiatus(?)
    Ff eonni keren , 4 jempol deh buat eonni👍👍👍👍
    Waiting for next part eonni , 와이팅 언니 ✊😊

  2. Uuuhh baru sempet baca ini dngan konsen, haha bahasanyaaa, kmren2 baca sambil curi2 wktu kerja jadi gak bgitu konsen bacanya,haha
    Wowwwwww sulli tmbah bngung nih keluarga udah terlanjur seneng. Hmmmmm dinaaa ngapain pake masukin itu namaaaa,, hufh wlopun cuma sebentar ttep deh bacanya disensor.ahahhaa
    Hmmm jadi dua2nya nih gak mau dinikahin nih yaa, coba aja deh nnti pasti saling mncintaii.

  3. wahhhh makin greget aja nih minsulnya, kayanya bakalan seru deh, soalnya ming bakal jatuh cinta duluan deh ke ssul, plakkkkk yaudah terima aja perjodohan kalian, nikah, nah baru disitu kalian boleh ribut” haha

  4. hihi sulli itu campur aduk perasaannya.. terjebak permainan sendiri kkk hati2 loh sulli ntar kamu terjerat pesona orang yg kamu benci kkkkk aduh si minho jadi menantu kesayangan nih hahaa ayo minho. takhlukkan si cantik itu . haha semangat eonni~ ditunggu selalu kelanjutannya ^^

  5. Si Minho nya sih kyaknya biasa aja ngadapi nya 😄
    Klau sulli ya kyak kebingungan gituh semoga sulli kaga Ngapa ngapain Minho 😄
    Lanjut eon
    Versi eng juga ya 😁
    Fighting

  6. Eon dinn.. Hihihi mian baru sempat baca yang part ini. Woaaa Sulli memang keren yakk.. Rasanya dia pengen banget memakan Minho hidup2 saat itu juga. Masalahnya Ssul.. Keluargamu menyukai Minho semua hahaha Eitss.. Nugu? Choi Zaa? Kayak gak asing dengernya hahaha eon din kreatif deh buat nama hihihi
    Okelah.. Aku akan membaca next chap nga hihihi 🌹🌹

  7. sulli terjebak! seharusnya dia yg harus mempermainkan minho tapi ini malah sebaliknya? oh sulli keberuntungan tidak berpihak padamu!
    rasa marah,benci,jengkel dll begitu kentara terlihat dimata sulli. dari nada bicara,tatapan mata, dan gerak geriknya benar² menunjukkan kalau sulli begitu membenci minho. hahahaha berbeda sekali dengan sulli yg ada dipesta itu? keanggunan,keramahan,dan keterbukaan yg sulli ciptaka di pesta itu kini berubah dengan sosok sulli yg berdarah dingin.

  8. elu bang minoong.. gaya cool tpi takut ama cewek juga ya? tpi klau sma sull eon gapapa deh takut, takut klau dia ninggalin elu bang.. semoga aja nggak ding 😉

  9. Sulli pasti nnti suka banget deh sama minho.. walaupun sekarang kamu kesal, tpi nnti kmu pasti suka padanya..
    Minho, buatlah sulli suka sama kamu..

  10. Ssul kejam banget sih eomma. Ngebayangin Minho jadi kek kambing guling xD
    Tapi, gpplah. Yg penting Minho udah direstui oleh keluarga Ssul 😀

  11. Waduh waduh sulli kayak dukun aja nihh hehehe waspadalah minho bakal ada serangan dari fikiran licik sulli hehehe semangat onnie next read yaa

  12. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  13. Aamiin eonni.., Semoga blog ini dpt brthan sampai hubungan MinSul d dunia nyata dinyatkan Real #AamiinAamiinAamiin
    Sulli yg memulai berarti kamu jg kak yg harus mengakhiri smw ini,tp endnya jd istri Choi Minho 😀
    Ok,aku next part 4 yahh eonni 🙂

  14. Hahaha, sulli parah. Keliatatannya aja polos sama ga berdosa. Tapi aslinyaaa XD asik thor, menaaarik banget. Baru pertama kali baca ff yg sulli jadi rada saiko saiko gitu. Wkwk, sulli berbakat juga keknya jadi psikopet XD

  15. jadi makin penasaran nih kelanjutannya. Oh iya kenapa sulli kok benci banget ya sama cowok korea?? Terus gimana dengan minho dan sulli selanjutnya??

  16. Sulli gak mau sama minho dan minho juga gak mau sama sulli? -,-
    Jadi mau kalian berdua itu apa? -_-
    Kalian yg nyiptain skenario kalian juga gak mau dijdohkan?-,-
    Harapannya smoga kalian jadi suami istri beneran dah wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s