THE runaway BRIDE (part 4)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

4. Selamat Tinggal Mimpi Buruk

Dengan bijaksana Choi Minho memposisikan dirinya sebagai Sulli. Ia bisa memahami perasaan Sulli kalau kemudian membenci dan menolak menikah dengan pria Korea. Kaum pria di keluarga Choi Sulli adalah tipe pria yang punya pandangan kuno bahkan untuk ukuran Jeju, yang sekarang sudah mengalami begitu banyak kemajuan. Terutama setelah pulau itu dijadikan salah satu pulau tujuan wisata. Masuknya berbagai budaya asing yang merambahi Jeju, sedikitnya telah membawa pengaruh terhadap cara pandang penduduk yang sekarang masih hidup di sana. Memang di Jeju tidak akan terlalu mudah menemui banyak generasi muda yang bebas seperti di Seoul, tetapi jelas penduduk di sana sekarang memiliki pemikiran yang lebih maju. Dan rupanya, di satu titik di kota sebesar New York, terdapat lingkungan pemukiman Korea yang justru menolak kemajuan tersebut.

Di tempat ini, dominasi kaum pria masih dianggap sebagai keharusan. Istri-istri dididik dan dibesarkan dengan sikap patuh yang tanpa syarat. Kaum wanita bekerja dan menghabiskan waktu mereka di seputar tempat tersebut. Hanya sebagian wanita yang berasal dari generasi lebih muda yang bekerja di luar kompleks itu. Mungkin choi Sulli termasuk satu di antaranya. Dan keberaniannya untuk tinggal dan bekerja jauh dari keluarga dan lingkungannya, masih dianggap pelanggaran dan pemberontakan oleh ayahnya. Dalam hal ini, Choi Minho sedikit setuju dengan ayah Sulli, bahwa anaknya adalah pemberontak kecil yang menggeliat di bawah tekanan. Tetapi darah pemberontak yang mengalir di tubuhnya adalah darah wanita Jeju yang selalu gigih berjuang menegakkan prinsip yang diyakininya.

Choi Minho sebenarnya tak mau memusingkan itu, dan memang tak bermaksud memikirkannya terlalu dalam. Seperti bersinggah pada satu pelabuhan, ia terbiasa melihat dan menilai, setelah itu ia akan kembali berangkat dengan kapal berikutnya untuk melanjutkan perjalanan ke pelabuhan lainnya. Itulah prinsip yang selama ini diambilnya. Dan karena alasan inilah, ia lebih suka untuk menikmati apa yang bisa dinikmatinya malam ini karena esok atau lusa ia mungkin akan menghadapi hal yang berbeda sama sekali.

Makan malam berlangsung luar biasa. Choi Minho memuji masakan nyonya Choi dengan sungguh-sungguh. Nyonya Choi tersenyum dan menyambut pujian itu dengan beberapa patah kata. Tetapi ketika suaminya mengatakan hal itu dikarenakan cara pengolahan daging yang istimewa, dia langsung terdiam dan membiarkan pujian itu kemudian mengalir kepada suaminya.

Sulli melihat semua dengan menggigit bibir. Ia merasa gemas, karena ibunya sama sekali tidak menunjukkan perlawanan atau pembelaan diri. Padahal kalau ayahnya mau sedikit bijaksana untuk menghargai apa yang telah dilakukan ibu dan saudara-saudaranya di dapur sepanjang perjamuan ini.

Melihat suasana yang mulai tidak mengenakkan, Choi Minho mencoba berbicara dengan membelokkan permasalahan,

” Sejujurnya, saya belum pernah merasakan masakan dari ikan dan daging dengan rasa yang fresh seperti di sini. Dan saya terkejut ketika anda mengatakan ini semua berasal dari daging olahan.” Kata Minho dengan senyum ,” Istri anda memang pandai memasak, Tn. Choi.”

Tiba-tiba Choi zaa menyela…

” Saya setuju dengan paman Choi, wanita di dapur hanya bisa menggoreng dan memanggang. Tanpa daging yang baik, masakan mereka hanya akan jadi pajangan di meja makan.”

bukan hanya itu, dia juga mencela beberapa hidangan yang menurutnya masih bisa lebih lezat lagi. Padahal bagi Minho semua masakan yang tersaji memiliki rasa yang luar biasa. Dan kali ini nyonya Choi tidak berkomentar apa-apa, diam-diam ia bangkit dan memberi isyarat pada Luna dan Victoria untuk membereskan makanan di meja.

Sementara Minho melihat mata Sulli menyala marah dan tangannya terkepal hingga buku jarinya memerah.

Akhirnya acara puncak malam itu adalah duduk dan minum soju bersama yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga besarnya. Dan Sulli merasa akan tertawa histeris ketika undangan demi undangan makan malam diberikan oleh keluarganya kepada Choi Minho . Dan pria itu bisa datang kapan pun bila sempat. Suatu usaha yang minimal dengan hasil yang maksimal. Dioa telah berhasil mengelabui keluarganya.

” Ohh… seandainya Rod bisa disambut seperti ini oleh keluargaku . Seandainya saja mereka tahu ada siapa di balik wajah tampan itu…” pikir Sulli kesal dan muram.

Mendekati pukul 11 malam, keluarga besar itu mulai berpencar, pulang ke rumah masing-masing, yang sesungguhnya terletak tidak jauh dari rumah Sulli. Mungkin hanya berjarak 1-2 petak rumah, bahkan ada yang rumahnya bersisian dengan mereka. Mungkin yang paling jauh adalah yang terletak di seberang jalan restoran mereka.

Pesta sudah usai. Tuan Choi Seung Woon mulai menguap. Melihat itu, Choi Minho berdiri dengan sopan.

” Sudah waktunya aku pulang.”

“Jangan, tinggallah di sini lebih lama…” cegah nyonya Yoo He Jin, ibunya Sulli.

” Kami memang berniat untuk tidur, karena besok pagi kami harus bersiap-siap dengan hari baru. Tetapi Sulli bisa membuatkan kopi untukmu…”

” Ya. Jangan pulang dulu.”

Sulli berkata dengan senyum, pura-pura bersikap ramah meskipun tangannya mencengkram kuat lengan Minho.

” Banyak hal yang harus kita bicarakan.”

Minho menelan ludah dan menatapnya dengan sorot mata panik.

Kakak Sulli sudah masuk ke kamarnya masing-masing. Ayah dan ibunya setelah berpamitan, langsung pergi meninggalkan mereka dengan wajah berseri-seri. Dan ruangan besar yang tadi ramai itu berubah menjadi sepi.

Sepi dan mencengkam. Itu yang dirasakan Choi Minho.

Sulli sangat menikmati ketegangan yang perlahan menyelimuti muka pria di hadapannya. Dengan mata menyipit, ia sengaja menatap wajah tampan tanpa cacat itu dengan geram.

“Jadi, kau adalah Choi Minho, huh ?” desisnya.

” Ya.” Desah Minho putus asa.

” Dan sepanjang makan malam barusan… kau tetap Choi Minho,kan ?”

” Ummm… yeah !”

Kini Minho mulai merasakan adanya ancaman itu, dan entah kenapa ia menjadi gugup.

” Lalu… apakah pria yang berbicara denganku di hotel tadi adalah Coi Minho juga ?”

Minho menjilat bibirnya,” Well, tentu saja. Itu bukan sesuatu yang bisa dilepas dan di pasang begitu saja… Kukira, sepertinya nama Choi Minho terpaksa melekat pada diriku.”

” Oh…jadi kau adalah Choi Minho ketika mengobrol tentang rencana pembunuhan denganku ?”

“Err.. sepanjang yang kutahu… ya .”

“Dan kau pasti Choi Minho saat mencuri sebuah ciuman dariku di luar sana .”

” Tepatnya begitu.”

” Meskipun kau tahu aku tidak pernah menyukaimu ?”

” Kau tidak menyukai pria yang sebenarnya tidak ada.” Sanggah Minho,” Itu bukan diriku. Aku tidak gendut ataupun botak.”

” Tentu saja itu kau ! Saat itu aku sudah tidak suka pada Choi Minho. Dan sekarang aku seratus kali lipat lebih membencinya karena ternyata dia adalah bajingan tidak tahu diri. Apakah sebaiknya kuberitahu apa yang ingin kulakukan sekarang ini kepadamu ?”

” Membubuhkan sianida ke dalam minumannya ?” Minho meringis geli sekaligus ngeri.

” Oh … tetapi menurutmu itu tidak kreatif. ” Sulli selangkah mendekat, matanya berkilat berbahaya,” Walaupun aku bisa mempertimbangkan itu sebagai alternative pilihan. Bukankah menyenangkan melihatmu berkelojotan di lantai dengan mata hampir ke luar dan mulut berbusa ?”

Minho tersentak, tidak mengira kata-kata dingin dan sadis akan meluncur dari bibir Sulli.

” Atau… aku akan …..”

” Tidak ! Menurutku, apapun itu sebaiknya jangan lakukan itu !!”

” Oh ya ??” Sulli mencondongkan wajahnya ke wajah Minho yang memucat , ” Mencium seorang Jinri seperti tadi itu sama sekali bukan sikap terhormat. Dan kalau tadi aku memberi tahu appa tentang cerita yang sebenarnya…. Kupastikan kau pasti sudah di cincang.”

” Tidak mungkin….”

” Ayahku seorang butcher berpengalaman, dan aku belajar banyak darinya. Kupikir… aku tak akan keberatan mencincang tubuhmu dengan tanganku sendiri. Memotongmu di lutut, perut, dan ..ummm … leher… itu pasti lebih mudah .”

Minho menarik tubuhnya menjauh dari Sulli, keringat dingin mulai mebasahi tulang belakangnya.

” Atau kau ingin dicincang oleh Appa ? Dia bisa memotongmu jadi 10 bagian yang rapi. Dimana setiap bagian dari tubuhmu bisa dipaketkan dan disebar ke beberapa Negara bagian di Amerika ini. Atau… kalau kau punya sebuah pesan terakhir…. Aku akan membujuk Appa untuk mengirimkan bagian tubuhmu yang paling kau cintai ke Jeju sana.”

” Stop ! Cukup !!” Minho tidak sanggup menahan diri lagi.

         https://minsulfanfics.files.wordpress.com/2016/02/04872-sulli.jpg?w=169&h=211

Mendengar cara Sulli mengatakannya saja sudah membuatnya mual, apalagi kalau harus membayangkan dirinya dicincang seperti itu. Sulli tidak memberikan kesempatan kepda pria di hadapannya untuk berfikir lama, ia mulai melangkah lagi mendekatinya.

” Itu tidak mungkin…maksudku tidak mungkin ayahmu mencincangku kalau dia menginginkan aku untuk menikahimu. Mungkin yang benar adalah aku tidak akan diijinkan untuk meninggalkan tempat ini, sebelum dia menikahkan kita di gereja terdekat.”

Sulli ingin berteriak dan mencekik pria di hadapannya…atau paling tidak mencakar wajahnya, tetapi itu tak mungkin di lakukan sekarang…di saat keluarganya hampir tertidur karena kelelahan. Hanya secara tidak sadar ia mengangkat kedua tangannya dan di arahkan ke wajah Choi Minho.

” Baiklah…baiklah !”

Choi Minho buru-buru mengambil langkah mundur sampai belakang lututnya membentur kursi.

” Apapun yang ingin kau lakukan, jangan dilakukan. Seharusnya aku tadi tidak mencuri sebuah ciuman darimu. Dan aku sungguh-sungguh menyesalinya….. “

Ia menarik nafas lega ketika tangan Sulli kembali turun, setidaknya ia sudah berhasil menenangkannya.

” Tetapi aku sudah kau buat tak berdaya… aku terlena pada kecantikanmu…”

” Stop ! Aku peringatkan. Choi Minho, jangan pernah meremehkan kecerdasanku. Seharusnya kau malu dengan kelakuanmu yang tidak gentleman sama sekali !”

” Tetapi aku bukan seorang gentleman.” Kata Minho cepat,” Dan aku tidak pernah berpura-pura menjadi gentleman di hadapan siapapun.”

” Kau tadi mencuri sebuah ciuman dariku dengan segala tipu dayamu…”

“Kau benar. Begini saja… ” Minho melangkah maju, ” Bagaimana kalau aku mengembalikannya lagi kepadamu ?”

” Maju selangkah lagi, kau akan mati !!”

” Oh, ayolah Sulli…!”

” Jinri. Namaku Jinri !”

” Ciuman tadi bukan sepihak. Kau juga balas menciumku.”

” Bohong ! Tak akan ada apapun di dunia ini yang akan sanggup membujukku untuk mencium seorang pria !”

” Maukah kau membicarakan ini dengan menganggap keberadaanku ? Oh Hello… aku di sini…ada dan hidup, Jangan berani bilang kalau aku tidak tahu bagaimana dan kapan saat seorang wanita menciumku.”

“Kurasa kau berbicara berdasarkan pengalamanmu,kan ?”

Sulli mengepalkan tangannya, sorot matanya berapi-api.

” Pengalamanmu yang luas,huh ?”

“Choi Minho melangkah gugup, memutari kursi dan menggunakan Kursi menjadi penghalang antara tubuhnya dan Sulli.

” Err… biasa-biasa saja kurasa…”

” Hah !!”

” Cukup ! Cukup sudah Minho ! Kau tidak boleh menyerah dibawah intimidasi wanita gila ini ! Biasanya orang akan mengeluarkan taring di kandang sendiri !!”

” Boleh kutanya, apa maksudmu mengatakan “hah” dengan nada seperti itu ?” kini Minho balik menyerang.

Tampak sekali Sulli terperangah dengan keberaniannya yang tiba-tiba.

” Tidak apa-apa…”

Kini suaranya terdengar agak melemah dan goyah.

” Kau sendiri tidak mengerti maksud perkataanmu tadi,kan ?” Minho tersenyum mengejek,” Saat seorang wanita terdesak dan sadar kalau perkatannya hanya omong kosong, maka mereka pasti bilang “hah” !”

” Oh begitu ? Well, coba pikirkan. Semua orang melihat kita berciuman di luar tadi. Itu secara tidak langsung kita telah memproklamirkan hubungan yang tidak pernah ada itu ke depan publik. Jadi, mustahil bagiku untuk menjelaskan kepada mereka kalau hubungan kita tidak pernah ada. Bahkan kita hanya dua orang asing yang baru bertemu beberapa menit sebelumnya. Tidak mungkin bagiku untuk mengatakan kepada mereka bahwa aku tidak tahu siapa kamu…bahkan namamu saja aku tidak tahu ! Kalau kulakukan itu, berarti aku telah mencoreng aib di wajahku sendiri. Dan itu bukan hanya aku, tetapi juga orang tuaku, kakak-kakakku, paman dan bibiku, keponakanku….bahkan bukan mustahil akan merembet sampai ke nenek moyangku. Dan kujamin, berita tentang pertunjukkan itu akan menyebar dengan cepat di kompleks ini… seperti jilatan api yang dihembuskan di atas kayu-kayu yang baru disiram bensin.” Sulli menegakkan tubuhnya, ” Dan bukan tidak mungkin, berita ini akan menyebar sampai ke Jeju ,mengingat dunia di belahan lain bumi ini, pada masa sekarang bisa dijangkau dalam hitungan detik dari manapun. Itu yang kau sebut omong kosong ?”

Choi Minho keluar dari persembunyiannya, berdiri tegak di sisi kursi dengan sikap yang lebih percaya diri.

” Tambahan lagi, ibuku ingin sekali menceritakan ini kepada bibiku, yang lalu akan menyebar cerita tersebut ke seluruh pelosok negeri dimana kerabat kami tinggal. Apakah kau tidak meyadari bahwa mereka sekarang mengharapkan aku menikah denganmu ?”

” Tidak masalah. Aku bisa membereskannya.”

” Bagaimana caranya ?”

” Aku bersumpah tak akan pernah melamar. Ini janjiku, jadi kau cukup aman. Supaya lebih yakin lagi, aku akan berbicara dengan orang tuamu dan memberitahu mereka bahwa aku tidak begitu menyukaimu.”

” Setelah apa yang mereka lihat di luar tadi ?”

” Aku akan memberi tahu mereka kalau ciumanmu…. payah. Eitt !! Jangan lempar itu !!!!”

Choi Minho berkelit , tepat di saat sebuah sendok melayang mengincar dadanya. Sendok itu melewati badannya dan membentur dinding lemari kayu dengan suara yang cukup keras.

” Keluar !” usir Sulli dengan menahan suaranya.

” Apa tidak sebaiknya kalau kita mengatur kencan berikutnya ? Orang tuamu pasti betharap….”

” KELUAR !”

Minho melangkah sampai ke dekat pintu masuk.

” Apakah kau akan menginap di sini ?”

” Tidak. Terutama setelah apa yang terjadi….Eh, kenapa kau bertanya ?”

” Kalau begitu, apakah tidak sebaiknya kalau kita pergi dari sini sama-sama ?”

Sulli benar-benar hampir habis kesabarannya.

” Tuan Choi Minho yang terhormat, jika anda menyimak perkataanku baik-baik, anda pasti tahu bahwa aku lebih senang jika tidak tinggal di bumi yang sama denganmu. Apalagi jika harus bersama-sama dalam satu taksi !!”

” Well, aku tahu. Aku tidak bodoh.” Jawab Minho ketus,” Aku juga tidak begitu suka padamu, tetapi kita telah memulai semuanya ini berarti kita harus sama-sama mengorbankan keegoisan masing-masing.”

” Apa maksudmu ?”

” Katakan padaku, siapakah yang akan tahu apakah kita pergi dari sini bersama-sama atau tidak ?”

” Siapa saja yang masih terjaga dan mengintip dari balik tirai mereka….”

Kebenaran yang mengerikan menghantam kesadaran Sulli bagaikan pukulan bandul pada lonceng gereja yang sangat besar.

” Artinya penghuni kompleks di lingkungan ini akan melihatnya…” erang Sulli

“Tepat. Dan aku yakin, saat ini mereka akan memilih untuk menunggu dengan sabar agar bisa melihat kita ke luar daripada tidur di balik selimutnya.”

“Aku akan menelepon taksi, kalau begitu…” desahnya.

Memang itu keputusan yang harus diambilnya saat ini, kalau ingin melindungi keluarganya. Ya, setidaknya butuh waktu beberapa hari ke depan untuk menyusun strategi baru agar dirinya bisa keluar dari permasalahan tersebut tanpa meninggalkan kecurigaan atau perbincangan yang memerahkan telinga.

Begitu Sulli meletakkan teleponnya, Choi Minho sudah berdiri di belakangnya dengan mantel yang tadi di gantung. Dan dengan kepasrahan yang menyakitkan, Sulli menerima bantuannya untuk mengenakan mantelnya. Sepertinya Choi Minho sudah terlihat dapat mengendalikan keadaan dengan cepat, padahal Sulli merasa dunianya akan rubuh pada saat itu juga.

Untunglah, tidak berapa lama taksi yang dipesan datang. Dengan kesopanan yang penuh tata krama, Choi Minho membimbingnya menuruni tangga batu yang licin karena embun. Sulli membiarkan Minho melingkarkan tangan di bahunya dan membawanya ke taksi, membukakan pintu untuknya, sebelum dia sendiri memutar dan naik dari pintu yang lain. Ia menyadari sekali kalau di balik tirai-tirai di apartemen yang lampunya masih menyala itu, ada mata- mata yang mengintai….memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu.

” Sebuah penutupan pertunjukkan yang manis. Kami telah datang bersama-sama dengan mempertontonkan ciuman panas. Kemudian pergi bersama-sama layaknya dua pasangan pengantin baru yang saling menyayangi.” Ejek Sulli pada dirinya sendiri.

Begitu lampu belakang taksi lenyap di sebuah tikungan tajam, nyonya Hejin menurunkan tirai jendela kamarnya sambil menarik nafas haru namun lega.

” Yeobo, kau lihat bagaimana tadi caranya Mr. Choi membimbingnya ?”

Choi Seung Woon yang berdiri di belakangnya mengangkat sebelah alisnya, seolah mencari sesuatu yang kurang dari kepuasan isterinya.

” Tetapi aku tadi mendengar suara benda, seperti yang dilempar ?”

” Ah… itu bukan apa-apa.” Bantah isterinya dengan ceria , ” Seperti yang terjadi pada pasangan lainnya…. Hanya pertengkaran kecil. Dan aku yakin itu sudah terselesaikan. Lihat saja cara anak muda itu merangkul Sulli-ku !!”

Sementara di dalam taksi, di bagian kursi belakang, Choi Minho berusaha menentramkan Sulli dengan menggunakan suara dalam dan tenang.

” Bagaimana kalau kita berhenti di suatu tempat untuk sekedar minum bersama… duduk sambil membicarakan ini dengan lebih tenang?”

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.” Sahut Sulli ketus,” Aku akan menurunkanmu di hotel dan secepatnya pulang ke apartemenku.”

” Begitu ya…” jawab Minho muram,” Kau rupanya sedang berusaha menunjukkan sikap dingin padaku.”

” Kau cukup beruntung karena aku tidak mencekik atau meninju tulang rahangmu !”

Seharusnya Sulli bisa menduga bagaimana reaksi Choi Minho, tetapi ternyata ia tak membayangkan reaksinya akan sekonyol itu. Choi Minho mengangsurkan dagunya sambil menunjuknya, seolah mengatakan “silakan tinju kalau kau mau.”

” Oh, hentikan tingkah konyol itu !” keluh Sulli, berusaha menahan senyumnya.

Pria ini memang sulit ditebak, dan jahil sekaligus tidak bisa diabaikan.

” Tidak, lakukan saja ! Tinju saja aku kalau itu bisa membuat perasaanmu lebih baik.”

Sulli menghilangkan usahanya untuk menahan senyumnya lebih lanjut. Dengan kesal bercampur geli, ia mengepalkan tinjunya dan meninju dagunya dengan sangat perlahan.

Satu lagi kesalahannya malam ini.

Choi Minho menangkap tangannya kemudian membawa ke bibirnya, menciumnya dengan sentuhan ringan. Tindakan sekilas ini membuat Sulli terperangah. Satu sentuhan yang membangkitkan segenap panca inderanya, mengembalikan ingatannya pada ciuman pria itu, yang dilakukan dengan lihai dan mantap. Semuanya terlintas di benaknya dengan jellas, sehingga walaupun bibir pria itu cuma menyentuh punggung tangannya, tetapi Sulli merasakan seolah ciuman itu menyentuh bibirnya.

Sekarang Sulli harus memberitahu Choi Minho dengan sikap tenang dan terkendali bahwa semua itu harus dihentikan secepatnya. Tetapi Sulli tidak merasakan dirinya saat itu tenang dan terkendali. Ia justru merasa seolah gelombang hangat dan liar sedang menyelimuti tubuhnya, dan seluruh ujung syarafnya bergelenyar .

Di saat Sulli mulai merasa panic dengan reaksi tubuhnya sendiri, Choi Minho tiba-tiba melepaskan tangannya. Sekilas ada kegelisahan dan keterkejutan di matanya yang besar. Dan dengan lepasnya pegangan itu, Sulli seolah merasakan kehilangan di sudut hatinya. Entah kehilangan akan apa, yang jelas itu sudah cukup memberikan peringatan tajam buat seluruh dirinya.

Suasana di belakang taksi mendadak terasa menyengat. Untunglah hotel tempat Choi Minho menginap sudah ada di depan mata. Sulli menarik nafas, berusaha menenangkan diri sekaligus lega karena akan segera terlepas dari suasana yang membuatnya merasa tidak yakin itu.

” Itu hotelmu.” Kata Sulli lega

” Dan … kau tak perlu mengkhawatirkan orang tuaku. Aku akan menelepon mereka besok dan akan menceritakan hal yang sebenarnya dan mungkin akan kujelaskan bahwa aku dan dirimu tak akan bisa berpacaran di masa yang akan datang.”

” Terus bagaimana dengan pernikahan kita ?” Tanya Minho dengan nada terluka.

Sulli terperangah, berusaha menyangkal nada terluka dalam suaranya,” Pernikahan ? Kita tahu itu tidak akan pernah ada. Aku akan menjelaskan pada mereka bahwa kita telah bicara dan memutuskan bahwa kita tidak akan pernah menikah.”

” Setelah mereka melihat apa yang kita lakukan ?”

” Well, aku akan katakan bahwa kita terlalu terbawa perasaan. Tetapi setelah kita bicara, kita menyadari kekeliruan itu. “

Dalm kegelapan taksi, Sulli melihat gigi Choi Minho berkilau. Dia tersenyum.

“Kekeliruan ? Tentang apa ?”

” Tentang… err.. tentang terbawa perasaan.”

” Aku tidak keberatan diriku terbawa olehmu. Looks, kita bisa mencoba untuk….”

” Tolong hentikan itu, Choi Minho!” Sulli mengangkat kedua tangannya,” Gaya rayuanmu yang sok polos itu mungkin bisa meluluhkan hati ibuku…. Tetapi itu hanya membuatku merasa sebal.”

” Kurasa memang begitu…” ujar Minho sedih.

Taksi yang mereka tumpangi berhenti.

” Selamat malam tuan Choi. Senang bertemu dengan anda dan saya harap anda akan sukses dalam menjalani hari-hari anda di Amerika.”

” Oh tidak, sejujurnya kau berharap bisa merebusku hidup-hidup.”

” Mungkin anda benar. Saya baru saja mengucapkannya dengan cara yang lebih sopan.”

” Kalau begitu terimakasih, Miss.Jinri, untuk makan malam dan waktu yang menyenangkan ini. Kuharap suatu hari nanti kita akan bertemu lagi.”

Sulli melemparkan senyum mematikan ,

” Tidak, seandainya aku bisa mencegahnya. Selamat malam dan semoga tidur dengan nyenyak.”

Choi Minho memberikan gerakan menghormat dengan jari telunjuk menyentuh alisnya, kemudian berjalan ke luar dari taksi. Tanpa menoleh ia berjalan memasuki pintu hotel.

” Yupp ! Berakhir sudah !” desah Sulli dalam hatinya.

Entah bagaimana ia merasa bahwa dirinya akan berusaha untuk tidak bertemu dengan pria itu lagi. Tidak akan pernah.

Sulli menyebutkan alamat apartemennya kepada sopir taksi. Dalam sekejap taksi melesat meninggalkan hotel.

” Selamat tinggal Choi Minho. Selamat tinggal mimpi buruk !!”

========TBC=========

Eonni senang karena bantuan teman-teman blog ini bisa mudah dicari di mesin google 🙂

Dan… WOW !! Komentar kalian seru-seru  😀

Terimakasih sekali…dua kali…tiga kali… berkali-kali lah !!

Juga untuk yang nge-blog like , BOW 90•

 minjichokyuyoung’s , denis143244 , fekimbumblog, ernaniipark , mijhu91, chuesztwatyedisneytisa, ulfahalimatus, acilChoi, Noviaanggraeni, patiah, Azkya, cantikakairina , patiah, avasterlingauthor

Terimakasih untuk atensi dan kepedulian teman-teman.

ANNYEONG

Advertisements

83 thoughts on “THE runaway BRIDE (part 4)

  1. oh aku baru baca.. hihi lupa di chap sebelumnya mau komen ..kenapa si ahjussi itu dimasukkin?? tapi deksripsinya bikin ngakak… kkk oke . untuk chap ini. eonni sukses bikin aku senyum2 sendiri liat pertengkaran konyol sulli minho xD hihi kayaknya minho takut banget dengan si sulli ..hahha ayolah sulli minho itu sebenarny sama2 tertarik.. tapi ya… aku tunggu mereka bakal akrab dan ngakuin itu xD hhh pasti mereka gak akan bisa lepas dari rencana pernikahan itu.aku yakin. 🙂 eonni .lanjut ya ^^ semangat ^^

  2. Yakin klw minho mimpi buruk ??? ,nanti bisa-bisa jdi mimpi yg paling indah loh, kena karma nanti baru tau rasa yah
    Hihihi….. lucu deh mereka berdua
    Biasa nya ama orang yg nggak kita suka Pasti bkl ketemu lagi loh, hati-hati yah neng

  3. Yakin klw minho mimpi buruk ??? ,nanti bisa-bisa jdi mimpi yg paling indah loh, kena karma nanti baru tau rasa yah
    Hihihi….. lucu deh mereka berdua
    Biasa nya ama orang yg nggak kita suka Pasti bkl ketemu lagi loh, hati-hati yah neng 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

  4. Kyaaaaaa ^^ sulli eon sereeeeeeem bangeeeeeet😱😱😱😱😱😱
    Jangan kejam gitu ah sama Minho oppaaaa
    Saya yg ngebayangin nya aja mual” eon kekekek~

  5. udah? abis itu mreka gak ketemu lagi? tapi sull eon kan udah mulai2 suka sm minooong.. uwaaaaah… kpan mreka nikaah?
    #kebelet nikah (?)
    eh? hehehe

  6. pertempuran yg seru!!!! ngakak lihat tingkah minsul yg lagi bertengkar. gaya sulli yg ganas dan sadis bikin minho mengekeret alias takut. hahahahah :v sungguh drama yg bagus minsul. kalian benar² pandai mengambil peran masing². daebak….!!!! sepertinya ada getaran aneh merambat di hati sulli saat choi minho mencium tangannya (sulli). mungkinkah butir² cinta mulai bertebaran dihati sulli? semoga saja iya! next eon!

  7. Duh baby ssul calm down please, jangan ganas ganas gitu ah serem haha. Jangan terlalu benci sama cowo nanti kalo udh cinta mati brabe urusannye wkwk. Tapi emng dasar ye minhoppa lagi kondisi sulli meledak ledak pun masih bisa curi ksempatan buat godain sulli 😄 apalagi pas cium tangannya sulli, deuh jujur aja deh sul demen kan lu tapi gengsi ngakuinnye? Muehehe 😂😂 gasabar pen cepet ke cerita mreka berdua saling jatuh cinta hahay
    Anyway mian eon baru smpet baca dan komen huhu u.u

  8. Tenang aja Ming, pasti kamu bklan ketemu lagi ama Ssul kok.
    Aduh, gimana cara Ssul menjelaskan semu ke orgtuanya. Pasti bakalan susah. Eh iya itu ada si Choi zaa minta ditabok kayaknya -_-

  9. didalam taksi langsung terdengar lagu radja,
    “jangan benci bilang cinta, jangan marah bilang sayang, jangan kau dustai hati bila engkau memang suka”
    hahahahahaa
    minsul :*
    lanjut Eon .. ^^//

  10. Wookkeeeeeeeee disini Jinri sumpah deeeeh kejam bgt 😀 kata2nya sadis, pake sianida segala hehehe,
    Minho juga pinter bgt ngerayu, mengolah kata2, memperdaya kkkk, Sulli aja terperdaya oleh kisseunya minho… sama di taksi tadii wuuuiiih bener2 deeeh

    KKKK 😀 🙂 😉

    Halooo Dina eonni lama gak jumpa lama juga aku gak koment udah HP rusak, disana gak ada jaringan , pulang malem mulu… habis itu belajar jadi belum smpet baca FF sekarang mumpung aku libur 1 minggu sekarang aku mau koment deeeh eonni … kalau aku bisa 1 per 1 ya aku koment satu-satu deeeh tapi kalau gak bisa aku dua-dua ya eonn 😀

    JOSSSS BGT

  11. Sulli kayaknya nonton berita diindonesia juga nih hehehe pake kata sianida wahh boleh jugaa ni gombalannya minho bisa lah bikin meleleh hehe semangat onnie lanjut read ya

  12. Klw Minho sdh janji tdk akn ngelamar,berarti Sulli dong yg akn lamar Minho 😀 ckckkckckc
    ini tdk akn berakhir,malah ini awal dari Kisah cinta MinSul.
    Next part 5

  13. Beneran ini mimpi buruk mu sull???
    Bisa2 nanti jadi mimpi terindah lohhh😄
    Lagipula, benci itu beda tipis sama cinta😂😂😂

  14. Thor boleh minta ijin ngerukiyah sulli nggak? XD waduh tambah lama tambah garang hahaha. keep writing thor.. MANGAATT!!

  15. Aduuuhh sullii, . .
    Kenapa kamu benci banget sih sama minho.
    Awar lho nanti lama lama jadi suka. Penasaran nih gimana jdinya klu mereka pacran.?
    Wkwkwk.

  16. Saya ngakak eon :v
    Gak kebayang muka sulli yg polos kaya gitu balal ngecincang atau ngebunuh ngerebus minho hidup hidup >„<
    Minho pun lucu pasti bakal lucu serius kalo dia ketakutann karna ancaman sulli hahahaha
    Ini kece eon ngakak serius
    Menghibur bangettt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s