THE runaway BRIDE (Part 5)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

5. Nasihat Seorang Sopir

” East 99th street .”

Sulli menyebutkan alamat apartemennya kepada sopir taksi. Apartemen yang dihuninya berdua dengan sahabatnya Krystal. Sejak memutuskan untuk bekerja di luar dan untuk menghindari suasana dalam keluarganya, ia menghuni apartemen cukup mewah dan berbagi dengan Krystal. Apartemen yang berkamar dua, dan terletak tidak begitu jauh dari tempat kerjanya.

” Ya, nona.” Kata sopir taksi itu, matanya sekilas melihat lewat spion.

Sulli menarik nafas panjang, memejamkan matanya dengan perasaan nyaris putus asa. Ia kembali merangkai semua kejadian malam ini, dimulai dari ketika ia menginjakkan kakinya di bandara sore tadi. Bagaimana dengan gembira ia mengikuti saran Krystal untuk menikmati sedikit kesenangan di sela-sela pekerjaannya. Bagaimana langkahnya membawanya pada ‘mahluk indah” di antara pelaku-pelaku bisnis yang membosankan. Seorang asing dengan penampilan yang luar biasa menarik. Choi Minho.

Sejak pertama kali matanya membentur sosok Choi Minho saat berbicara dengan bosnya, Sulli sudah merasakan sedikit tonjokkan yang menggetarkan di ulu hatinya. Saat pemuda itu berpaling dengan sorot mata yang berkilauan, Sulli sadar bahwa Choi Minho tidak hanya mempesona tetapi juga senyum dan sorot matanya mematikan. Dan tanpa bisa dihindarinya, ia ditarik seperti besi oleh magnet. Hampir 75 % waktunya di pesta dihabiskan dengan berbincang bersamanya, dan anehnya ia merasa nyaman berbicara dengannya.

Dengan caranya yang Sulli tak mengerti, seorang Choi Minho yang baru pertama kali dijumpainya, yang bahkan namanya dia tidak tahu, berhasil memancing keluar semua kegelisahan yang mengganjalnya selama di pesawat. Kegelisahan atas desakan ibunya untuk ikut acara keluarga “menyambut sang pangeran” dari negeri Korea, yang siap menyunting salah satu dari keempat putri ayahnya.

Sulli mengepalkan tangannya, marah dengan kenyataan bahwa sejak awal lelaki itu tahu bahwa dirinya secara tidak langsung telah menjadi topik pembicaraan di antara mereka. Tak ada pengakuan, tak ada sangkalan… yang ada pemuda itu memancing ke luar ide-ide paling gila dalam kepalanya. Dan dia berhasil melempar umpan kepadanya, umpan yang dilahapnya dengan gembira tanpa curiga. Umpan yang kemudian membuat dirinya percaya untuk menghidupkan permainan sandiwara mereka.

” Dia memanfaatkan ketidaktahuanku atas identitasnya untuk menciumku, dengan mengatas namakan sandiwara untuk mengacaukan rencana orang tuaku.” Sulli mengumpat dalam hatinya,” Bukan hanya itu, dia malah menarikku untuk terjebak dalam rencana konyol itu. Bukan mengacaukan malah menambah keyakinan eumma dan appa bahwa Choi Minho adalah “jodoh” yang dipilihkan Tuhan untukku.”

Sulli membuka matanya ketika taksi berhenti .

” Aku bersumpah bahwa ketololan itu tak akan pernah kuulangi lagi. Besok pulang kantor aku akan datang ke rumah orang tuaku untuk menjelaskan kesalahpahaman itu. Untuk membuka mata mereka bahwa pemuda korea yang mereka puja itu adalah lelaki bajingan yang memanfaatkanku untuk kesenangan pribadi.”

.

” Sudah sampai nona.”

” Ya.”

Sulli mengangsurkan uang kepada pengemudi taksi yang berwajah ramah tersebut. Kemudian ia turun dari taksi, gerakannya terhenti ketika sopir taksi itu berkata.

” Kau mau nasihat dari orang tua ini, nona ?”

” Huh ?” Sulli mengerutkan dahinya.

” Saya sudah mengenal banyak orang selama duduk di belakang kemudi ini. Lelaki yang anda tinggalkan di hotel itu memiliki hati yang lembut dan baik. Dia tipe lelaki yang akan melakukan segalanya demi istri dan anak-anaknya. Kalau memang masih ada cinta, sebaiknya tidak kau lepaskan dia.”

” Maaf ?”

” Tadi aku mendengar percakapan kalian sepintas. Apapun itu, masalah yang membuat kalian bertengkar…. Bila masih bisa diperbaiki, perbaikilah. Setiap pasangan akan mengalami banyak konflik, tetapi akan banyak solusi sebelum menghentikan rencana pernikahan kalian. “

.

Sulli tersenyum, ia baru memahami siapa yang dibicarakan. Ia bisa mengerti ke arah mana pembicaraan itu menuju dan dari mana berasal.

” Anda salah paham, paman.” Katanya berusaha ramah,” tetapi terimakasih untuk sarannya.”

” Dengan senang hati, ini kulakukan karena kulihat kau seorang wanita yang baik. Dan pria itu sangat cocok untukmu. Lelaki itu terluka saat kau memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kalian.”

” Ohh….”

Sulli melangkah ke luar taksi, tak mau mendengar pendapat lelaki itu lebih lanjut. Ia menyadari, dirinya telah berbuat tolol kembali di ujung perjalanannya. Dia sadari telah melakukan kesalahan yang baru saja disesalinya, yaitu berbicara dengan orang asing.

” Yakinlah nak, begitu matahari terbit besok… kau akan segera menyadari bahwa kata-kataku benar.”

” Umm, yeah !”

” Good Luck , ma’am.”

Sulli mengangguk dan ngeloyor pergi, meninggalkan pembicaraan penuh kesia-siaan itu di belakang punggungnya. Tetapi selama perjalanannya menuju apartemennya yang terletak di lantai 9 , ia menjadi kepikiran dengan apa yang dibicarakan oleh sopir taksi tersebut. Dan saat dia sudah berdiri di depan pintu apartemen, pikiran itu masih mengganggunya. Pikiran itu baru terhenti ketika dia melihat Krystal telah bersiap-siap untuk tidur.

” Jadi bagaimana malammu,huh ?”

” Mengerikan !”

” Ugh ?? Aku melihatmu berbicara dengan si macho itu di pesta. Kemudian kalian meninggalkan pesta dan naik taksi bersama-sama . Ada berita bagus yang bisa kudengar, mungkin ?”

” Kurasa tidak ada.” jawab Sulli sambil berpura-pura menguap ,”Dari luar memang tampan dan menarik, tetapi kosong di dalam. Benar-benar membosankan.”

” Well, kurasa penampilan memang terkadang menyesatkan.” Gumam krystal, ” Oke, rasanya aku tak bisa mengobrol denganmu malam ini. Besok dengan pesawat pertama aku harus pergi ke Miami. “

” Waah… itu berita bagus, tampaknya.”

” Mungkin. Kupikir selama kantor membayar uang perjalananku ke mana pun… aku akan menikmatinya sambil bekerja.” Krystal mengedipkan sebelah matanya,” Jadi aku harus tidur cepat. good night ,Jinri.”

” Good night.”

Sulli mengunci apartemen kemudian masuk ke kamarnya.

Keesokan paginya Sulli menemukan pesan di meja kerjanya, untuk melapor kepada Jack Delaney. Dia berfikir kalau Jack sudah tak sabar mengetahui hasil kunjungannya ke Washington. Akhirnya dengan membawa berkas-berkas laporannya, Sulli menuju kantor bosnya.

” Pagi, Jack.”

” Ah Jinri ! Aku tak mengira kau akan datang pagi. Kupikir setelah perjalananmu dan pesta semalam kau akan datang sedikit siang.”

” Tidak. Aku menghargai waktu dengan baik, kau tahu itu.” Jawab Sulli ringan, ia melangkah dan meletakkan map di atas meja.

” Ini semua laporannya.” Sulli duduk setelah tangan bosnya mengisyaratkan untuk duduk di depannya.

” Aku percaya kau telah menyiapkannya dengan baik. Nanti aku akan lihat laporannya.” Jack memandangnya dengan sorot mata bersinar,” Aku punya tugas baru untukmu.”

Sulli menegakkan tubuhnya, dari caranya bosnya berbicara ia seperti menangkap bahwa tugas barunya itu adalah tantangan yang menyenangkan.

” Setelah semalam kulihat kau dan Mr. Choi ngobrol dekat, aku tahu kau akan menyukai tugas barumu.”

” Benarkah ?”

Kewaspadaan Sulli langsung meningkat 900 kali lipat saat mendengar nama Choi Minho disebut-sebut.

” Aku ingin kau mendampinginya selama di New York. Sepertinya bahasa Inggris orang itu tidak sebagus yang kukira. Dia mengaku bahwa saat bercakap-cakap dengan orang, ia hanya bisa menangkap sebagian artinya. Ia takut salah memahami maksud perkataan orang kepadanya. Dan ia meminta seseorang yang bisa berbahasa Korea. Dan hanya kau dan Krystal yang menguasai benar-benar memiliki darah Korea di tubuh kalian, jadi kau kuminta untuk menjadi juru bahasanya. Nanti kau bisa mengawasi gerak-geriknya di New York , tampaknya dia supplier yang potensial. Aku ingin laporan lengkapnya nanti karena aku tahu kau lebih mengerti tentang apa yang harus diperhatikan dan didengar. Dia telah membuka dirinya untuk menjadi supplier utama di restoran baru kita. “

” Tapi Jack, aku sama sekali tidak mengerti bahasa Korea.” Sulli menggertakkan gigi, merasa tidak nyaman dengan istilah “darah Korea” yang selalu mendeskriminasikannya dari yang lain.

” Aku tahu kamu selama ini sudah menyembunyikan kemampuanmu yang lain. Lagipula bahasa Korea adalah bahasa ibu buatmu… kau jangan menyembunyikan fakta ini. Aku percaya padamu !”

Sulli mendengarkan dengan setengah tak percaya, tetapi tentu saja ia tak bisa membantah. Karena semalam ia tahu Krystal hari ini terbang ke Miami untuk 3-4 hari, berarti memang Jack memilihnya karena tak ada pilihan lain.

” Tampaknya tak ada pilihan lain, Jack.”

” Maafkan Jinri, aku harus memintamu kembali bertugas setelah Washington. Tetapi benar, memang tak ada pilihan lain. Tetapi sepanjang ini, semua berjalan mulus.”

” Mulus. Terutama untuk Choi Minho.”

Sulli bergumam dengan segala sumpah serapah di dalam hatinya untuk pria itu. Dan kemarahannya terdengar jelas dari ketukan pintu yang tak sabar di tempat pria tersebut menginap. Entah karena ketukannya yang demikian keras, entah karena pria itu membukanya dengan sangat perlahan, tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya.

                           

Sulli melongokkan kepalanya melalui pintu yang terbuka, dan mulutnya hampir berteriak kaget saat menemukan lelaki tersebut berdiri di balik pintu serta menatapnya dengan tatapan ketakutan. Kaget dan marah langsung membakarnya dari dalam, yang membuat Sulli  menyemburkan kalimat tidak menyenangkan.

” Maukah kau tidak berpura-pura tidak tahu ?”

” Well, senang bertemu denganmu…” Minho tersenyum lebar

” Kau benar-benar menyebalkan, Choi Minho ! Kau memanipulasi Jack dengan mengatakan bahasa Inggrismu buruk. Padahal aku tahu dengan baik kalau bahasa Inggrismu sudah sempurna.”

” Tidak sesempurna itu. Aku tak bisa berbahasa Inggris dengan baik.” Katanya dengan gaya jenaka.

Sulli menatap pria itu dengan muka datar, berusaha untuk tidak tersenyum. Tetapi itu sulit, ketika Choi Minho melemparkan sorot mata yang membuatnya menjadi mudah memaafkan segala kesalahannya semalam.

” Jinri, kuasai dirimu. Ingat sekarang kau sedang bekerja bukan sedang berdiri sebagai pribadi.”

Ia mengingatkan dirinya berkali-kali sebelum berkata dengan nada sopan.

” Aku ditugaskan untuk membantumu selama di New York.”

Rasanya ia ingin mencakar wajah tampan tak berdosa itu, ketika melihatnya bersikap seolah kaget.

“Apakah tidak sebaiknya kita bicarakan program kerja anda hari ini di Lobby ?” tanya Sulli cepat.

” Apakah kita tidak bisa membicarakannya di kamarku ?”

Bulu kuduk Sulli langsung berdiri mendengarnya, teringat kembali apa yang dikatakan Krystal tentang lelaki tersebut semalam.

” Seharusnya kau juga melihat kilat di matanya yang tajam. Memandangnya sekilas saja, kau langsung tahu kalau dia ingin mengajakmu bercinta…”

Sulli bergidik dan berusaha mengusir pikiran anehnya jauh-jauh.

” Kurasa Lobby adalah tempat yang baik, karena anda bisa sarapan sebelum memulai pekerjaan anda hari ini.”

” Kurasa hotel sebesar ini akan memberi layanan kamar untuk sarapan. Tetapi lobby kedengarannya cukup menarik kalau anda yang menemani saya, Miss. Sulli.”

” Maaf, Jinri. Namaku Choi Jinri.” Jawab Sulli sebal.

” Ah… rupanya saya memang harus lebih mengingat itu. Karena saya pikir nama Sulli lebih cocok untuk gadis secantik anda. Saya bisa mencium wangi anda dari jarak satu meter. Saya yakin anda menggunakan parfum….”

” Saya akan menunggu anda di lobby.”

Sulli memutuskan untuk menghentikan segala rayuan yang sepertinya sudah melatih lidah pria itu selama bertahun-tahun. Satu lagi yang ditemukannya, lelaki ini menyadari ketampanannya dan menggunakan pesonanya untuk mempengaruhi orang. Selain itu ia juga punya keterampilan merayu yang sangat terlatih. Itu fakta berbahaya yang bisa dia ceritakan kepada ibunya nanti.

Sepuluh menit kemudian, mereka telah duduk berhadapan di meja bundar. Sulli menikmati secangkir kopi panas sementara Choi Minho menyantap sarapannya dengan lambat…. well, amat lambat kalau menurut Sulli. Tetapi keprofesionalannya mencegah lidahnya untuk memberikan kritikan. Sebagai gantinya ia menyindir halus

” Tampaknya anda begitu menikmati sarapan anda, Mr. Choi ?”

” Aku termasuk orang yang dilahirkan untuk menikmati kehidupan dengan baik. Sarapan adalah makanan pertama yang diterima lidah begitu kita bangun, dan lidah itu adalah alat pengecap yang paling sempurna. Mungkin kau tidak tahu, enzim-enzim dalam air liur akan bekerja sempurna bila kita menikmati makanan yang kita kunyah dengan hati.”

Sulli terperangah mendengar jawabannya , apalagi Choi Minho mengatakannya dengan begitu tenang dan menyenangkan seolah sarapan itu adalah makanan ternikmat yang baru pertama kali dilahapnya seumur hidup. Tetapi caranya memandang makan pagi itu membuat Sulli berfikir tentang kebenarannya. Nyaris berlawanan sekali dengan gaya hidupnya selama ini. Seringnya ia melahap sarapannya berupa setangkup sandwich di dalam mobil saat menyetir ke kantor. Atau bila sedang malas, ia menaburkan oatmeal ke dalam semangkuk susu murni dan melahapnya sambil melihat berita pagi.

” Shhtt… tapi itu terlalu teoritis.”

Choi Minho berbisik dengan badan mencondong ke depan seolah tak mau perkataannya didengar orang lain.

” Alasan sebenarnya terlalu egois…. Aku tidak ingin mengecewakan lidahku disaat dia bekerja keras untukku. Dan aku tidak mau gigiku dipaksa bergerak cepat. Harmoni lidah dan gigi akan membuatmu menghargai rasa makanan yang sebenarnya.”

Sulli terbengong, mulutnya setengah menganga mendengar perkataan pria itu.

” Umm, maaf… aku baru pertama kali bertemu orang yang memandang sarapan dari harmonisasi gigi dan lidah.” Jawab Sulli dengan tak percaya.

” Oh, kau menyangsikannya ?” ada nada tersinggung dalam suaranya, ” Kau harus mencobanya. Ini !”

Choi Minho menusuk potongan makanan di piringnya dengan garpu, kemudian mengacungkan ke arah mulut Sulli.

” Cobalah kau melakukannya seperti aku melakukannya.”

Sulli kini benar-benar tercengang, tak dapat menebak dengan pasti apakah pria di hadapannya ini benar-benatr polos atau hanya ingin menggodanya. Tetapi kelakuannya sudah meninggalkan senyuman lebar di bibirnya.

” Tidak terimakasih. Bagiku sarapan adalah sarapan. Anda tidak bisa mengajakku bersekongkol untuk menyetujui gagasan itu.”

Choi Minho mengangkat alis tebalnya, kemudian tersenyum penuh arti.

” Persekongkolan ? Menarik sekali… ” katanya kemudian kembali menikmati makanannya .

Setelah piringnya bersih, ia mendorongnya dengan enggan.

” Saya sudah selesai.” Kata Minho singkat.

” Anda ingin kopi ?”

” Kopi ? Tidak, itu akan menghancurkan perjuangan saya mengunyah sarapan dengan menikmatinya. Setelah makan, saya lebih memilih air mineral untuk minum. Itu akan mempertahankan rasa makanan beberapa detik lebih lama.”

” Oh….”

” Miss Jinri, berbicara tentang persekongkolan…. Bagaimana kalau acara hari ini… kau mengajak aku berkeliling kota ?”

” Mr. Choi, saya sibuk  .”

” Oh…oke !” jawab Minho dengan nada pasrah yang tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

” Anda tahu saya di sini sedang bekerja, bukan ?” kata Sulli dengan rasa bersalah.

” Well, tak ada salahnya mencoba.” Katanya kemudian ia mengeluarkan kertas dari balik jasnya.

” Ini adalah daftar tempat-tempat yang harus kukunjungi di New York, Cuma beberapa hotel dan restoran.”

Sulli menerima kertas tersebut dan membuka lipatannya, membaca beberapa nama hotel dan restoran lengkap dengan nama pemilik dan alamatnya.

” Yang sebenarnya, saya adalah orang asing di kota sebesar New York ini . Bisa saja saya meminta sopir taksi untuk membantu saya menemukan semua alamat ini. Tetapi berbicara dengan seseorang yang memahami bisnis seperti ini akan lebih menguntungkan buatku.” Suaranya terdengar formil.

” Tetapi kulihat tak ada satupun restoran Korea di daftar ini.”

” Benar. Perusahaan kami sedang mengembangkan kerja sama pemasokan daging langsung ke konsumen dengan jaminan produk berkualitas terbaik. Menu daging ala Korea mungkin akan dimasukkan dalam perbincangan. Bagaimanapun aku ingin mereka mengenal menu khas kita yang cukup dikenal.”

” Maaf, seharusnya saya tidak bertanya.”

” Tidak mengapa, karena sekarang kau partnerku maka kau harus tahu apa yang akan dan sedang kulakukan.”

” Choi Minho….”

” Minho saja. Kau harus memanggilku seperti itu karena aku lebih senang mendengarnya seperti itu. Tetapi aku bersungguh-sungguh dengan kalimatku tadi. Dan kurasa sudah waktunya kita berangkat.”

” Baiklah.” Sulli berdiri ,” Kita akan memulainya dari mana ?”

” Dari yang terdekat . Kau ada saran ?”

” Sebaiknya kita bergerak ke arah selatan dahulu, karena sekarang jam sibuk. Aku khawatir kita tidak bisa mengefisiensikan waktu kalau harus bergerak ke arah lain.”

” Terserah tuan puteri…” jawab Minho dengan gaya jenaka.

Tanpa berkata-kata lagi keduanya berjalan meninggalkan lobby hotel dan mobil Sulli lah yang dipakai untuk berkeliling.

========TBC========

.

Fix 50 komentar, eonni akan berusaha posting part barunya.

Sekali lagi mohon diingat, ini bacaan rate dewasa jadi bila ada isinya yang mengandung unsur kekerasan atau yang lainnya harap disikapi dengan baik. Juga setting peristiwa harap dijadikan bahan pemikiran sehingga yang membaca bisa memilah mana yang sesuai dengan adat di sini dan yang tidak

Terimakasih untuk semua atensinya 🙂

  untuk 51 readers yang sudah setia menyempatkan diri berkomentar , juga  untuk Blog Like-nya  :

 Cristian Mihai, christin51194 , Wendy On The Road,irmaariani , minjichokyuyoung's ,
 denis143244 , fekimbumblog, ernaniipark , mijhu91, chuesztwatyedisneytisa,
ulfahalimatus,acilChoi,Noviaanggraeni,Azkya, cantikakairina ,patiah,avasterlingauthor, 
cicinurrahmawati 

Advertisements

96 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 5)

  1. nasihat seorang sopir itu ada benarnya juga. kata²nya bijak banget. setuju sama pendapat tuh orang.
    oh sulli keberuntungan tidak berpihak lagi padamu. harapanmu untuk tidak bertemu minho musnah sudah. hahahaha :v jadi seneng deh bisa lihat minsul bareng lagi. biarpun si sulli bete dan jengkel dipertemukan lagi dengan minho tapi aku seneng bisa lihat mereka bersama walaupun itu dalam urusan kerja. next eon!
    keep writing and fighting!

  2. Next uniieee… ahhh ming polos apa pura2 polos sihhh..ah dasar.. mkin seru nih.. wah kr2 ad kjdian ap nih ps minsul jd partner brengn??? Ahhhh nexxxxtttt !!!! 🙂

  3. Minho pintet banget ya buat sulli tetep ada dideket dia. Lama kelamaan juga suka tuh si sull. Wkwkw udah jgn munafik dan jgn dtutupin kalo emang suka toh da ri awal juga udah ada rasa suka kan sma ming 😁

  4. Nohhh sul sopir taksi aje tau minho tu cowo yg kaya gimana. Sayang anak istri katanya juga udah deh gak diragukab lagi, knape si sebel bener ama cowo korea? Dr pada ama cowo amrik tapi kagak dapet restu? Mending ame yg udeh jelas jelas depan mata toh si kodok wkwk 😂😂
    Ih itu Mr jack bisa aje nyatuin mreka, asli lah modus beuud blom fasih bhasa inggris emng dasar kodok modus 😂
    Jangan ketus terus ya baby ssul, biasain buat jadi pendamping minhoppa selama di NY hahay

  5. hhahaha bener tuh kata pak sopir..janganlah kau begitu . kkk pak sopir aja tau. ayolah,sulli.minho yg terbaik~ hahhaha si kodok modus banget supaya bisa lebih deket dengan sulli..masa pebisnis gak bisa bahasa inggris hahaha ayo.minho tunjukkan pesonamu ! hhahaha xD

  6. Ahhhh sulli dgr nsht dr supir taxi itu…..mkn dia benr….bahwa seorg lelaki itu akn melakukn apaun u istri n ank a serta baik n lembt…..mau d cr kmana laki” sepert itu…..

  7. yaa choi sulli kau dengarlah apa kata ahjussi tuh ..
    minho pria tampan yang baik hati <3<3
    semangat kerja kalian :*
    minho tetap dengan kharismanya yang menawan setiap wanita pasti luluh hehehe
    choi sulli bersiaplah karena kau akan luluh oleh kharisma seorang choi minho HAHAHA
    hehehehe
    next eon

  8. Siminho makin banyak aksinya buat bikin sulli tetep disampingnyaa keren onnie ketagihan bacanyaa kayak kopi hehehe lanjut read yaa onnie

  9. aish…filosofi sarapan…bermula dari harmonisasi lidah dan gigi..eunnie ada ad saja..tapi memang benar sih,terkadang kita belum bisa menghargai makanan yg kita makan…ntar dah ku coba makan ala choi minho…sambil merem melek,makannya diresapi betul..hohoho

  10. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  11. Holla, saeng balik lagi eonDin…
    Setelah sekian lama vakum, saeng hampir lupa nama d blog x_x xD
    Anw, si Ming usil banget. Ssul sampe gereget gitu kayak pengen bikin ming jadi daging cincanh xD

  12. Ckckckck…
    Sulli Sulli… Atau lebih tepatnya jinri?😏
    Kapan kau akan mengubah sikap mu kpd minho…
    Kasiannn dia….

  13. Minsul semakin dekat..
    Ga sabar buat baca adegan adegan romantisnya XD
    Authornya keren banget menceritakan sama mendeskripsikannya.. sampe makna makna kiasan sama tata bahasanya juga keren.. daebak thor..^^

  14. Makin seru aja ceritanya nih, minsul udah mulai deket walaupun karna pekerjaan. Awal yg baik, semoga part selanjutnya mereka makin deket

  15. Gak mau komen apa apa eon ._.
    Mereka terlalu jodoh disini wkwkwk
    Baru pisah si minho minta sulli balek lagi dengan berbagai cara wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s