THE runaway BRIDE (Part 7)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

7. Sahabat Istimewa

.

.

Hidangan yang datang berikutnya adalah beefsteak dengan taburan lada hitam yang menggiurkan. Ditata dengan menarik di atas plate dengan hiasan asparagus.

Choi Minho tertawa… ” Rupanya ini adalah steak daging sapi dengan bumbu lada hitam.”

“Apakah kau berharap jenis makanan lain ?”

” Tidak. Aku menaruh nasib lidahku pada instingku. Tetapi sepanjang yang kusantap… lidahku tidak kecewa dengan instingku. Apakah kau ?”

Sulli tidak menjawab, ia memusatkan perhatiannya pada makanan yang membuat perutnya melilit minta diisi.

“Merica yang tercium tajam di makanan ini membuat perutku keroncongan.” Kata Choi Minho sambil menuang anggur berkadar alcohol ringan untuk Sulli.

“Bagaimana dengan kakak-kakakmu ? Apakah mereka punya perasaan yang sama tentang ayah kalian…atau tentang hal-hal lainnya ?”

” Tidak’ jawab Sulli,” mereka memang berdebat juga dengan appa dan eomma, tetapi umumnya mereka bisa menerima masalah-,masalah dalam keluarga…tidak sepertiku. Aku selalu merasa gerah dengan masalah-masalah yang muncul dalam kaluargaku.”

“Kau merasa gerah karena keluargamu ?” Choi Minho alisnya berkerut.

” Umm.. sebagian ya. Itu karena harapan-harapan mereka. Kau ingat semalam ? Ketika mereka melihat kita datang berdua, mereka sama sekali tidak terkejut. Mereka cuma menganggap bahwa rencana mereka berhasil. Itulah mereka !!”

” Tetapi kau menghancurkan harapan mereka dengan berpacaran dengan Rodney ?”

” Ini bukan tentang Rod atau pria manapun. Ish…  mengapa kalian selalu menganggap begitu ?”

” Apa Jinri ?”

” Kalian selalu menyimpulkan hal yang sama… seperti jika aku tidak berhubungan dengan pria ini maka aku sedang berhubungan dengan pria itu.”

” Well… kurasa itu wajar. Usiamu sudah mencukupi untuk menjalin satu hubungan serius. Dan, hubungan percintaan adalah hal kodrati yang tak bisa dihindari manusia.”

Choi Minho mengacungkan garpunya dengan potongan stik di atasnya,

” Perlu kau ingat, pria dan wanita diciptakan untuk berpasangan. Karena dengan cara itulah manusia akan berkembang biak dan bertahan ada di bumi ini.”

” Tetapi apakah tidak ada hal lain di dunia ini selain bentuk hubungan seperti itu ? Seolah itu adalah hal melekat pada diri setiap orang… Well, apakah orang tidak bisa melihatku sebagai seorang manajer pemasaran sebuah hotel berbintang di kota New York ? Bisakah mereka… tidak berfikir bahwa aku adalah agen perkembangbiakan ras manusia ?”

Sulli meringis dengan istilah yang dipakainya.

” Apakah kau tidak bisa menjadi keduanya ?”

” Mwo ?”

” Menjadi manajer hotel merangkap agen perkembangbiakkan ras manusia….” Goda Minho sambil menyeringai.

” Tidak, terimakasih. Terutama kalau aku harus menikah dengan pria Korea.” Jawab Sulli tegas.

” Umm…begitu ya ?” jawab Minho sambil mengunyah steaknya dengan setengah merenung.

” Oh ayolah Minho, aku tak ingin membumihanguskan mimpi-mimpiku selama bertahun-tahun, dengan bersembunyi di dalam dekapan laki-laki Korea yang otoriter !”

” Tidak semua pria Korea otoriter.”

” Kalau begitu kau harus mengatakan hal itu pada kakak-kakakku atau gadis lainnya, bukan aku.” Sulli meletakkan garpunya dan mendorong piring yang sudah tandas isinya.

” Jadi… seandainya kali ini aku berlutut di hadapanmu dan mengatakan “jadilah kau milikku selamanya“… maka kau akan menolakku ?”

” Tepat.” Jawab Sulli mantap.

” Hanya karena aku pria korea ?”

” sepertinya begitu.”

” Itu tidak adil…. Tak seorang pun menginginkan dirinya terlahir berdarah Korea atau Amerika.”

” Memang tidak… dan aku tidak memberikan pilihan buat mereka. Aku yang memilih untuk diriku sendiri.” Kata Sulli cepat, “dan….” Sulli mengangkat tangannya untuk menahan Choi Minho memotong kalimatnya.

” Dan… kalau kau masih bertekad melakukan itu, maka kuanggap kau adalah laki-laki paling tolol se dunia. Kau tak mungkin menginginkanku setelah tahu segala sesuatu tentang diriku, sikap dan cara pandangku !!”

” Well, itu benar sekali. Terimakasih telah mengingatkanku untuk hal itu Jinri.”

Sulli tersenyum menyambut senyuman kecil yang dilemparkan Choi Minho sekilas padanya.

” Andai kau tahu… betapa menyenangkannya berbicara denganmu, Choi Minho .”

” Huh ?”

” Aku bisa mengungkapkan apa yang kupikirkan dengan bebas dan aku tahu kau tak kan berteriak marah atau memekik karena ide-ideku.”

” Well… itulah gunanya teman.”

Sulli meletakkan gelas anggurnya perlahan. Matanya kini bertubrukan dengan mata Choi Minho yang melihatnya dengan sorot mata tajam. Diam-diam ia bergidik menyadarinya.

” Kau butuh seorang teman yang bisa mengerti, Jinri.”

” Mungkin. Tetapi wanita dan pria tak akan pernah bisa berteman.” Putus Sulli.

” Itu bukan idemu,tentu ! Siapa yang mengatakannya ? ayahmu ?”

” Sebenarnya ayah dan ibuku yang mengatakannya. Eomma selalu mengatakan pria selalu punya motif kalau mendekati wanita… dan motifnya selalu tertuju pada hal yang sama. Dan menurut appa… wanita tidak bisa dijadikan teman karena mereka mahluk yang paling tidak tahu apapun selain urusan dapur dan anak.”

Minho tersenyum ,” Sepertinya kau beniat untuk mengubah anggapan mereka… atau setidaknya kau ingin membuktikan kalau perkataan mereka salah, bukan ?”

Sulli mengangkat bahunya tanpa rasa tertarik.

” Well, wanita dan pria bisa berteman karena mereka bisa saling mengisi dan memandang satu masalah dari dua sisi yang berbeda. Mereka bisa saling melengkapi kekurangannya.”

” Aku juga beranggapan begitu…”

” Kalau begitu, mengapa kita tidak buktikan hal itu kepada mereka ?” saran Minho cepat.

” Menurutmu ?”

” Kita tidak perlu menghancuran harapan mereka… orang tuamu. Mereka menginginkan kita bersama… maka kita bisa bersama tetapi dalam jalinan pertemanan. Bukan pernikahan…”

Chopi Minho mengulurkan tangannya ke arah Sulli ,” Teman ?” bisiknya

Sulli tersenyum melihat kilat nakal di matanya, dengan yakin ia menyambut uluran tangan Choi Minho ” Teman…” jawabnya

Dari sudut matanya, Choi Minho melihat beberapa pengunjung restoran melihat ke arah mereka dengan senyuman pengertian. Sulli mengedarkan pandangannya tanpa melepaskan pegangannya. Dan ia segera menyadari keadaan di sekitarnya.

” Kau tahu apa yang orang-orang itu pikirkan ?” bisiknya sambil mencondongkan sedikit tubuhnya.

” Mereka berpikir kita adalah pasangan yang sedang dimabuk cinta. Apalagi alasan seorang pria menggenggam tangan wanita dengan tersenyum dan saling berpandangan ?”

Sulli sejenak merenung, tetapi ia memutuskan untuk tidak terlalu memusingkannya.

” Seandainya kita menceritakan keadaan yang sebenarnya, mereka pasti tak akan percaya.”

” Benar. Mereka tidak mengerti bahwa kita baru saja menemukan bentuk hubungan terpenting kedua antar pria dan wanita.”

” Hubungan terpenting ke dua ?”

” Menurutku, suatu hari nanti aku akan jatuh cinta pada seseorang untuk selama-lamanya. Dan kau akan bertemu seorang pria yang tak bisa kau tolak dalam sepuluh menit pertama. ” Minho meremas jemari tangan Sulli seakan memberikan penegasan,” Dan mereka akan jauh lebih berarti bagi diri kita, jauh lebih berarti daripada kita terhadap satu sama lainnya.” Minho menatap wajah cantik di hadapannya.

” Hubungan kita dengan mereka adalah hubungan terpenting pertama…percintaan. Dan hubungan kita adalah hubungan terpenting kedua… persahabatan.”

” Umm… well, kurasa begitu..” sahut Sulli setengah tak yakin.

” Tetapi sebelum hubungan terpenting pertama hadir, maka persahabatan lebih diutamakan.”

Sulli baru memahami sepenuhnya arah pembicaraan Choi Minho.

” Tetapi tunggu… kau mengatakan ” jatuh cinta selama-lamanya” . Memangnya seperti apakah biasanya kau kalau jatuh cinta ?”

Choi Minho melepaskan tangannya ‘” Oh, ayolah… kau pasti tahu,kan ?” mukanya memerah.

” Benarkah ?” Sulli tertawa pelan,” Sayangnya aku tidak tahu…” godanya

Choi Minho tidak menjawab, tetapi meraih gelas anggurnya dan meminumnya.

” Ayolah, katakan pada sahabatmu ini. Kau bukan type orang yang setia, bukan ? Kau memiliki banyak kekasih bukan ? Don yuan ? Cassanova ?”

” Mereka menciptakan istilah-istilah itu khusus untuk laki-laki yang menjalani misi hidup untuk menemukan cinta sejatinya. Itu tidak adil…” desis Minho.

Sulli tak bisa menahan geli, ia terkikik di mejanya. Senang melihat tingkah Choi Minho yang terlihat serba salah.

” Hmm sepertinya aku harus menambahkan catatan khusus untuk pria Korea… bahwa gaya hidup berganti-ganti pasangan adalah missi menemukan cinta sejati ?”

” Aigoo, itu tidak buat satu ras tertentu kurasa…tetapi bersifat universal.”

” Universal ? Kukira, bukan gayamu disamaratakan dengan kebanyakan orang-orang di sekitarmu. Kau terbiasa diperlakukan istimewa kulihat..”

” Dan kau sangat cerdas bisa melihat jati diriku begitu cepat. “

Seorang pramusaji kembali datang dan mengangkat bekas piring-piring mereka dan menggantikannya dengan makanan berikutnya.

” ngomong-ngomong, kenapa kau semalam terlihat agak gelisah sewaktu ayahku bertanya tentang saudara-sauadaramu ? Sebenarnya, kau punya satu saudara atau dua sih ?”

” Aku punya satu abang kandung dan satu abang tiri.’

” Maksudmu, salah satu orang tuamu sudah pernah menikah pada saat mereka memutuskan untuk bersatu ?”

” Err…tidak juga.” jawab Choi Minho, matanya terlihat gelisah, ” Well, aku tahu tak bisa berbohong padamu. Walau kutahu kau memiliki pandangan buruk tentang hubungan lain dalam pernikahan… tetapi memang itulah ayahku. Dia menjalin hubungan dengan wanita ketiga yang bernama Kang Eun In. Dan salah satu abangku adalah anak dari wanita itu.”

“Ayahmu berhubungan dengan wanita lain sewaktu dia menikahi ibumu ?”

” Nae.”

” Oh…. Apakah ibumu tahu ?”

” Eomma selalu tahu. Dia berjanji pada appa untuk mengurus keluarga keduanya bila dia meninggal…”

” Keluarga kedua ??” Sulli terbelalak ngeri,” Oh Tuhanku !!”

” Oh, ayolah…keadaan tidak semenakutkan itu, Jinri-ah.”

Choi Minho melihat kilatan kemarahan di mata Sulli, yang membuat wajah wanita di hadapannya bersinar dan berapi-api. Tampak hidup dan penuh perlawanan. Jujur, dia menikmatinya.

“Maksudmu… ibumu mau melakukan hal itu ? Memelihara mereka di saat ayahmu meninggal ?”

Sulli menarik nafas dan berkata tak percaya,” Kau tidak berbohong kan, dengan mengatakan ibumu benar-benar berteman dengan wanita itu setelah ayahmu meninggal ?”

” Dia tidak perlu melakukannya, karena Bibi Eun In meninggal bersamaan dengan ayahku.”

” Bibi Eun In ??” Sulli meringis, membayangkan hubungan rumit dalam keluarga Choi Minho.

” Eomma menyuruh kami memanggilnya begitu. Dan eomma benar-benar membawa Ji Hoo hyung untuk tinggal bersama kami. Dan membesarkannya seperti pada anak kandungnya sendiri.

Sulli menatap Choi Minho dalam-dalam

“Ibumu pasti seorang dewi yang bijaksana…” desisnya.

” Benar…” Minho terlihat bangga dengan ibunya.

” Tetapi nasibnya sungguh malang…”

:” Ibuku bukan wanita malang !” potong Minho cepat,” Dia adalah wanita yang tegar dan keras. Bahkan memerintah kami anak-anaknya dengan tangan besi.”

” Ya… itu hanya kamuflase. Aku yakin hatinya pasti hancur.”

” Kurasa tidak. Dia dan ayahku selalu memiliki hubungan yang baik dan manis.

“Maksudmu ibumu bersedia menerima apapun yang dilakukan ayahmu kepadanya karena dia tidak diberikan pilihan ? Dan ia tak melakukan apapun selain menerima keadaan ? Well, kau tahu sendiri bagaimana pendapatku mengenai hal itu.”

” Ibuku menggunakan nalarnya dalam hal ini, kurasa. Tetapi aku melihat tidak ada yang salah dalam keluarga kami. Aku, abangku Siwon hyung berhubungan baik sebagaimana kami punya hubungan baik juga dengan Ji Hoo hyung.”

” Lalu kenapa kau tidak menjelaskan semuanya kepada appa semalam ?”

” Aku tidak perlu menjelaskan sesuatu yang tidak ditanyakan. Kami orang Jeju sangat menjunjung tinggi harga diri di manapun kami berada. Tidak ada guna menjatuhkan diri sendiri dalam pandangan orang yang belum kukenal dengan baik. Maaf, tetapi aku memang baru dua kali bertemu ayahmu dan belum mengenalnya dengan baik, maksudku.”

” Mmm…jadi kau punya rasa malu dan kehati-hatian juga, Choi Minho.” Pikir Sulli diam-diam.

” Kau benar-benar bangga dengan tanah leluhurmu.”

” Aku orang Korea.” Jawab Minho cepat,” Begitu juga kau…”

” Tidak akan….”

” Menyangkallah sampai lelah, kemanapun kau berlari kau tidak akan bisa lolos darinya. Kau hidup dengan darah Korea yang mengalir di tubuhmu.”

” Kau… benar-benar!! Apakah kau mau saus tomat ini kusemprotkan ke bajumu, Choi Minho ?” Tanya Sulli geram.

” Tidak terimakasih.” Kata Minho , nyengir.

” Well, sekarang ceritakan mengenai abangmu.”

” Yang mana ?”

“Abang tirimu. Apakah dia benar-benar telah menjadi anggota keluargamu ?”

” Bisa saja kalau dia mau. Sayangnya dia menolak kami. Dia tidak mau menjadi bagian keluarga Choi, dan lebih suka menyandang nama ibunya Kang.”

“Mengapa ?’

” Hanya dia yang tahu alasannya. Dia tinggal di pedesaan agak jauh ke pegunungan, tempatnya lahir. Dia membenci uang , bahkan menolak waris yang sudah menjadi haknya. Belakangan ia jatuh cinta pada seorang wanita menarik berasal dari Samsoeng, Nam Jo noona. Hubungannya berjalan mulus, dan kami menunggunya memberitahu kami tentang kelanjutan hubungan mereka. Tetapi menjelang titik serius, diketahui kalau wanita itu kaya. Dan Ji Hoo hyung mengusir Nam Jo noona, setelah itu hubungan mereka berakhir begitu saja.”

” Mengusirnya ? Dia melakukan itu terhadap wanita yang dicintainya ? Lantas wanita itu pergi ?”

” Tidak.”

” Tidak ?? Setelah apa yang dilakukannya ??”

” Well… sebenarnya Nam Jo noona adalah seorang dokter jadi dia membeli rumah tua dan dibangunnya menjadi klinik. Tempatnya hanya beberapa meter dari rumah Ji Hoo hyung. Abangku benar-benar berang, tetapi tak bisa mengusirnya dari tanah miliknya sendiri. Wanita itu tidak menerima begitu saja perlakuan abangku. Ia ingin menentukan posisinya sendiri… sama sepertimu.”

“Itu bagus. Aku suka dengan sosok Nam Jo itu .”

” Aku yakin kau akan lebih menyukainya bila bertemu dengannya. Dan Nam Jo Noona yakin dia akan menang melawan abangku. Sosoknya mungil dan lembut, selintas terlihat rapuh dan mudah tumbang. Padahal dia memiliki keberanian dan kekuatan yang lebih besar dibanding orang lain yang kukenal.”

” Bagaimana abangmu dan dia bertemu ? Apakah wanita itu yang datang ke tempatmu ataukah abangmu yang menghampirinya ?”

” Nam Jo noona datang ke Jeju dengan Yoona noona.”

Sulli memicingkan matanya, sepertinya ia mendengar nada ragu-ragu dalam suaranya. Sepertrinya Choi Minho masih menyimpan rasa malu yang menyangkut hal ini.

” Im Yoona adalah wanita yang menikah dengan abangmu Siwon, bukan ?”

“Benar.” Sahut Minho dengan gelisah.

Sebelum Sulli melemparkan pertanyaan lainnya, Choi Minho menunjuk tiga masakan yang baru datang dan dicicipinya.

” Masakan ini enak semua. Tetapi aku yakin dengan produk yang kami tawarkan rasanya akan lebih mengagumkan. Kukira restoran ini bisa dijadikan langganan yang potensial untuk produk keluarga kami. Makanan di sini enak-enak.”

Sulli menggelengkan kepalanya, etah mengapa ia merasa bahwa Choi Minho sengaja membelokkan percakapan mereka pada masalah makanan. Sepertinya dia kurang suka mengungkap tentang kehidupan perkawinan kakaknya itu. Ada apakah ?

Tetapi sekali lagi, keterampilan Choi Minho membawa percakapan ke focus yang disukainya benar-benar mengagumkan. Tanpa merasa dipaksa, akhirnya Sulli tergiring pada topic masakan dan makanan yang kemudian menjadi topic utama dalam percakapan mereka selanjutnya. Diam-diam hati Sulli mengakui bahwa Choi Minho memang banyak ide dan mampu mengungkapkan ide itu menjadi struktur rencana kerja yang akurat. Benar-benar calon pengusaha yang hebat.

” Semalam kulihat paman Choi zaa   mengajakmu bicara, dan kulihat kau berhasil dipaksanya untuk mendengarkan semua omongannya. Aku tak tahu masalah apa…” Sulli menghela nafas,” Tetapi kusarankan jangan mendengar apa yang tak ingin kau dengar.”

” Dia bertanya tentang alasan perusahaan kami tidak menerima pasokan ternak dari mereka. Aku sudah menelepon Siwon hyung tentang itu. Ternyata hasil ternak mereka dibawah standar perusahaan kami. Siwon hyung sudah memberikan penjelasan tentang kualitas ternak yang diharapkan. Mereka diberi kesempatan untuk meningkatkan mutu ternaknya, supaya kami bisa mengambilnya. Tetapi daripada memperbaiki hasil ternaknya, mereka malah menuding perusahaan kami memonopoli pasar.”

Wajah Choi Minho terlihat memancarkan charisma yang kuat ,” Sebetulnya kalau mereka mau berusaha sedikit keras, tak ada alasan ternak yang dihasilkan berkualitas rendah. Di Negara kami, Kepulauan Jeju adalah daerah yang subur dan hampir memiliki suhu hangat sepanjang tahun. Tak akan kekurangan pangan untuk mengembangkan ternak-trernak nomor satu. Hanya perlu sedikit ketelatenan dan … tentu saja sedikit tenaga untuk mendapatkan hasil terbaik.”

Saat menceritakan tentang negaranya, terlihat sekali perubahan dalam nada suara dan mimik wajahnya. Lebih terpancar kedalaman rasa yang menggetarkan. Sulli bisa menyimpulkan dalam sekali lihat, bahwa Choi Minho sangat mencintai Negara kelahirannya. Sulli terpesona menikmati apa yang dilihatnya. Sampai kemudian Choi Minho tersadar akan kalimatnya yang berapi-api, menarik nafas panjang dan tersenyum.

Lelaki yang mencintai Negara dan tanah leluhurnya. Negara yang paling dihindarinya… ironis sekali bukan ?

” Maaf jika aku terlalu bersemangat. Keluarga kami hidup dan mencari nafkah di Jeju… karena itu kami harus tahu kondisi yang ada di sekitar kami, potensi-potensi yang bisa digali untuk mengembangkan usaha kami.” Kata Minho dengan malu-malu.

Sulli tersenyum, ” Kau terlihat manis sekali, Choi Minho. Dan kulihat kau tidak sekedar tahu.”

” Well, tanah itu adalah bagian dari diriku dan aku bagian darinya. Aku tidak bisa mencegahnya. Aku sering bepergian jauh dan akan selalu kembali pulang…. Selalu akan seperti itu. Itu menjadi bagian dari seorang penduduk Jeju. Kau bisa pergi jauh kemanapun… tetapi tak akan pernah lepas dari pesonanya.”

Sulli tersenyum penuh kepuasan.

” Menolak pria ini sejak awal adalah keputusanku yang paling tepat. Choi Minho adalah tipikal pria yang akan memperoleh cinta dengan mudah. Daya tariknya, wajahnya, kepribadiannya, kemurahan hatinya…. Semuanya itu tercipta dalam dirinya untuk dicintai. Dan seorang wanita harus mempunyai senjata dan kekuatan lebih untuk menolak seluruh pesonanya yang membius. Untunglah, sejak awal aku memiliki alasan kuat untuk berdiri di luar jangkauan pesona itu.” Batin Sulli.

” Ngomong-ngomong, berapa lama kau akan tinggal di New York ?”

” Mungkin 2-3 hari lagi, sampai aku bisa memenuhi permintaan pasar di sini dan penyewaan gudang yang lebih memadai. Setelah dari sini aku mungkin akan ke Boston, Chicago, Detroit… mugkin sejauh ini hanya empat tempat tersebut yang ada dalam kunjunganku kali ini. Dan Siwon hyung mengharapkan laporan yang lengkap untuk setiap tempat yang kudatangi. Bila dari kunjunganku sekarang berhasil, bisa dipastikan aku akan diizinkan untuk berkunjung lagi ke mari.”

” Kedengarannya abangmu itu seperti majikan yang bertangan besi.” Komentar Sulli.

” Dia hanya berbuat semampunya. Sejak ayah kami meninggal, Siwon hyung telah menjadi kepala keluarga buat kami. Dan aku telah berusaha berbuat benar dan bersikap tegas supaya bisa lolos dari cengkraman kekuasaannya. Wel, kau tahu…. Begitu aku pulang ke hotel dan sampai di kamarku, aku harus melaporkan segalanya dengan lengkap… sampai ke detailnya.”

” Kedengarannya sangat melelahkan.” Sulli mengernyitkan hidungnya.

” Selama kau menikmatinya, semua akan menjadi menyenangkan.” Minho berkomentar ringan,” Lagi pula aku sangat menikmati perjalanan hari ini. Mengelilingi New York dengan seorang sahabat yang istimewa.”

Saat acara makan berakhir, Choi Minho meminta izin untuk bertemu dengan kokinya. Perbincangan yang panjang dan alot terjadi, sampai kemudian berkembang ke perbincangan bisnis. Sementara Sulli terus menerus mencatat hingga kepalanya terasa pusing dan tangannya kaku.

” Abangmu Siwon, seharusnya bangga kepadamu.”

Suli berkata lembut sewaktu mereka berdiri di trotoar menunggu taksi yang dipanggil untuk menjemput Choi Minho.

” Sekarang … apakah kau masih ingin mencicipi kehidupan malam New York ?”

Choi Minho menatap Sulli lekat-lekat ,” Emmm… sepertinya ini tawaran yang menyenangkan. Tetapi…. Pukul berapakah sekarang ? Pukul sepuluh ? Mungkin di Jeju sekarang sudah dini hari. Siwon hyung akan mengamuk kalau tahu aku masih berkeluyuran di luar tanpa melaporkan apa-apa.”

Taksi yang mereka tunggu berhenti kurang lebih tiga langkah dari tempat mereka berdiri. Minho mencondongkan tubuhnya kemudian memberikan ciuman sekilas di pipi Sulli, menatap langsung mata wanita itu

” Aku tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan rasa terimakasihku kepadamu. Tak akan ada yang bisa mengggambarkan rasa terimakasihku…well, hari ini aku telah banyak merepotkanmu. Karena bantuanmu… aku bisa mendapatkan kesuksesan dalam perjalananku kali ini. Umm… mungkin besok aku tidak akan merepotkanmu lagi. Tetapi besok kita bisa minum bersama sebelum aku pergi. Bisakah ?”

” Kedengarannya menyenangkan.”

” Baiklah aku pergi dulu. Aku pasti akan meneleponmu. Bye…”

Choi Minho masuk ke dalam taksi, menurunkan kaca jendelanya dan tersenyum pada Sulli.

” See you !” kata Sulli sambil melambaikan tangannya.

========TBC=========

Maaf , karena gangguan pada jaringan internet di tempatku fanfic ini baru bisa dilanjutkan. Trims untuk semua atensinya, untuk komentar, untuk pesan pribadi lewat FB dan email. Love you ALL !!

GOMAWO

  untuk 61 readers yang sudah mau menyempatkan diri berkomentar , juga  untuk Blog Like-nya  :


 Cristian Mihai, christin51194 , Wendy On The Road,irmaariani , minjichokyuyoung's , 
denis143244 , fekimbumblog, ernaniipark , mijhu91, chuesztwatyedisneytisa, ulfahalimatus
,acilChoi,Noviaanggraeni,Azkya, cantikakairina ,patiah,avasterlingauthor, cicinurrahmawati ,
ndysyalsa , 
Advertisements

64 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 7)

  1. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  2. Percakapan yg menarik (y) 😀
    hihihi mungkin alasan Minho tdk menceritakn soal Yoona,mungkin sj ia malu klw yoona itu smpat pacaran sma dia,tp akhirnya yoona nikah sama kakaknya( Siwon).Ok next part 8

  3. Yuhuuu Ming udah mulai berhasil membuat Ssul kagum padanya. Awal yg baik sebagai sahabat istimewa hehehe dasar Ming modus

  4. Dag dig dug hatiku~~ XD
    Minho tempatnya pesona.. .gg XD
    Keep writing thoorr.. author juga membuatku terpesona aww.. XD
    Love it!! ❤

  5. Pembicaraan mereka udah mulai santai
    Udah mulai friendly tinggal minhonitu yakinin sulli kalo jeju yg dia kenal gak kaya dia fikirkan. Jeju udah berubah. Dan mereka berdua harus mengubah pola pikir org korea yg ada di amerika. Selama tujuan mereka itu mereka bareng kayanya bakal ada benih cinta eak!!
    Minho harus berjuang yakinin sulli dan buat sulli jatuh cinta ming!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s