THE runaway BRIDE (Part 9)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

9. Mimpi Atau Nyata

.

.

Sesungguhnya, ketika kemarin malam mereka berpisah setelah minum dan makan bersama, sulli setengah berharap kalau Choi Minho akan bersungguh-sungguh dengan janjinya. Tetapi ternyata dia melkaukannya. Tepat saat jam pulang kantornya, Choi Minho sudah duduk di kap mobil Sulli dengan dua buah tas belanjaan di tangannya. Menunggu dengan senyuman lebar yang sudah dihafal Sulli sebagai ciri khasnya yang menawan.
Layaknya seorang sahabat yang baik, ia langsung menyimpan tas belanjaannya di dapur’ seolah dia sudah mengenal setiap sudut dapur apartemennya dengan baik.

“ Lakukan apa saja yang kau inginkan sementara aku memasak. Aku berjanji tidak akan menimbulkan begitu banyak suara.” Katanya.

Beberapa menit kemudian, Minho membawakan secangkir kopi dan menyimpannya di meja. Melihat ke arah Sulli yang sedang memperhatikan layar komputernya. Tersenyum saat Sulli mengisyaratkan kata-kata “terimakasih” tanpa suara.

 

Setelah itu, ia kembali meninggalkan Sulli dengan pekerjaannya. Dan seperti janjinya gerak-gerik Minho nyaris tidak menimbulkan suara. Sulli sekali-sekali memalingkan wajahnya untuk memastikan bahwa pria itu ada di sana. Bila melihatnya, Minho akan tersenyum dan kembali menyuruhnya bekerja dengan nada memerintah yang tegas… yang mau tidak mau memuat Sulli tertawa.

Tepat pukul delapan, Choi Minho mendatangi Sulli dan meremas pundaknya dengan gerakan memijat yang lembut. Sulli mengerang kesenangan.

“ Makan malamnya sudah siap. Kukira kau harus menyimpan dulu pekerjaanmu sebelum semuanya menjadi dingin dan tidak enak.” Bisiknya.

Sulli bangkit dari duduknya.

“ Kupikir kau benar, karena perutku sekarang benar-benar keroncongan setelah mencium aroma masakanmu.”

.

.

Sulli terbelalak melihat hidangan lengkap yang tersaji di meja makannya.

“ Well, menakjubkan !” serunya ,” Apa yang kau masak ini ?”

Choi Minho duduk disebelah kanannya, tersenyum dengan bangga,

” Masakan Korea lengkap untuk makan malam.”

“Hmm…. Apa yang biasa kalian ucapkan ketika menghadapi makanan lezat ? Aku lupa… tetapi pernah mendengarnya.’

“ “Huh ?” Choi Minho meraih sumpitnya , “ Mungkin… mashita ?”

“ Yeah kau benar… Mashita !!” desah Sulli

Choi Minho tertawa, mengambil beberapa potong daging dan meletakkannya di piring Sulli.

“ Ini apa namanya ?”

“ Kimbmap daging sapi olahan yang sarat bumbu. “

“ Ya, aku tahu… eomma sering membuatnya kalau di rumah. Tetapi well, kau tahu aku jarang makan di rumah… umm sangat jarang.”

“ Cobalah. Aku membuatnya dengan sangat hati-hati supaya cita rasanya fresh dan nilai gizinya tidak rusak.”
Sulli memasukkan satu potong kecil daging dan mencicipinya ,

” Ini benar-benar enak, Minho ! Kapan-kapan kau harus mengajariku memasaknya. Rod pasti tidak keberatan kalau masakan ini dijadikan salah satu menu di restoran.”

Choi Minho menatap Sulli sejenak sebelum akhirnya berkata, “Sayang sekali aku tidak menjual resep rahasia keluargaku.”

“ Huh ? Bahkan untuk sahabatmu ?”

“ Bahkan untuk sahabatku…”

“ untuk dipraktekan di depan pacarnya.”tambah Minho dalam hati.

“ Ah sayang sekali… kalau ini apa ?”

“ Ah tidak Jinri… kau harus memakannya dengan nasi. Aku tadi mengunjungi ibumu untuk meminta sedikit beras…”

Sulli berhenti mengunyah dan menatap Choi Minho dengan curiga.

“ Jangan melihatku seperti dunia akan berakhir malam ini.” Choi Minho melap mulutnya,” Maafkan aku, tadi siang aku mengunjungi keluargamu untuk pamit dan menanyakan makanan kesukaanmu.”

“ Maksudmu… semua ini ?”

“ Saran ayah dan ibumu. Kata mereka kau membutuhkan makanan korea untuk staminamu menghadapi ujianmu. Kata mereka, sewaktu remaja, hidangan ini adalah makanan pavoritmu, dan kadang ayahmu sendiri yang memasakkannya untukmu.”

“ Ya, benar…” desah Sulli, merasakan desakan kerinduan pada masa lalunya yang sudah lama dilepasnya,” Dulu appa sering membuatkan Kimbmap, dan mengatakan “ untuk princess Sulli-ku tersayang.” Appa memang bisa bersikap penuh cinta… ahhh… aku nyaris melupakannya.” Kenangnya dengan senyum dan mata berkaca-kaca.

“ Kuharap kau bisa melihat wajahnya siang tadi…. Saat dia menunjukkan bagaimana cara memasaknya kepadaku….sesuai kesukaanmu. Sulli suka yang tanpa lemak… irisannya harus mengikuti serat daging dan dimasak dengan api kecil….”

“ Tetapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Sejak…..” Sulli tertegun, tersentak dengan pikirannya sendiri.

“ Mungkin memang sudah bertahun-tahun lalu… tetapi ayahmu masih mengingat setiap detil yang disukai prinses Sulli tersayang-nya.” Kata Minho lembut,” Sekarang kembalilah ke komputermu. Hidangan berikutnya akan memakan waktu agak lama, kalau aku bisa memasaknya sesuai dengan petunjuk ibumu.”

Sulli terkejut mendengarnya, ia membuka mulutnya hendak berkomentar… tetapi kata-kata itu tak bisa muncul di kepalanya. Ia terlalu tercengang dengan kenyataan yang diucapkan Choi Minho secara tidak langsung. Kenyataan bahwa Choi Minho telah merangsek masuk ke dalam keluarganya, merebut hati ayah dan ibunya. Dan ia kini yakin seratus persen bahwa keinginan ayah ibunya untuk menjadikan dia sebagai menantu akan semakin besar. Tidak mudah orang memasuki lingkup keluarganya dengan aman dan untuk itu ia hanya membutuhkan waktu sehari… karena pasti Vic eonni, atau Amber akan menelepon dan bercerita kepadanya.

“ Jangan berfikir terlalu banyak, Jinri. Kita sedang berjuang untuk membuktikan sesuatu kepada mereka, bukan ? Sekarang pergilah bekerja, aku akan datang dengan hidangan berikutnya nanti.”

Setelah berkata begitu, Minho kembali menghilang di dapur apartemennya.

“ Yang benar saja, Minho menemui eomma dan appa hanya untuk menyiapkan makan malam ini ? Sebenarnya apa yang direncanakan pria ini ? Apa yang dia bicarakan dengan mereka di belakangku ?”

Sulli berusaha untuk tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk Ia bertekad, kalaupun ada sesuatu di belakang ini semua, setelah melalui ujian dia akan memberskan dan ,meuluruskan segalanya.

Dengan pemikiran itu, ia kembali pada pekerjaannya yang tertunda. Ia tak tahu berapa lama waktu yang berlalu, ketika tiba-tiba Choi Minho muncul di sisinya.

“ Bagaimana ? Kau sudah menyelesaikannya ?”

“ Sedikit lagi.” Sulli menengadahkan wajahnya dan tersenyum

“ Hmmm… aku mencium sesuatu yang lezat…” erang Sulli.

Choi Minho tidak menjawab. Melepaskan celemeknya ,” Yang sangat pas untuk penyemangat. Mari kau lihat apa yang kubuatkan untukmu.”

“ Untukku ?” goda Sulli

“ Jangan mengolok-olokku, Jinri-ah !”

Sulli tertawa pelan, kemudian berjalan menuju meja makan dan menjerit tertahan.

“ Pie apel ?”

“ Benar, dengan tepian yang renyah tetapi masih lembut di dalamnya. Apelnya masih menyisakan aroma dan rasa yang asli. Resep ibumu…”

“ Tidak mungkin !!” kata Sulli, ia tahu ibunya paling tidak bisa masak pie apel.

“ Serius Jinri, ini resep dari ibumu…”

“Eomma selalu gagal kalau membuat pie apel.”

“ Kurasa itu adalah beberapa tahun lalu, saat kau masih tinggal disana. Ibumu mungkin banyak belajar dari kesalahan karena ….”

“ Oh oke ! Kau ingin mengingatkanku bahwa selama aku tidak bersama mereka aku telah kehilangan banyak moment . Begitukah ?” Tanya Sulli curiga.

“ Aku tidak tahu kalau ibumu dulu tidak bisa membuat kue ini. Mungkin melalui aku dia mau pamer kepadamu bahwa dia sekarang telah bisa membuat pie apel.”

“ Tunggu…. Apakah berarti mereka tahu kau akan memasak di apartemenku malam ini ?”

“ Apakah itu salah ?”

“ Choi Minho, kau menyembunyikan sesuatu dariku !”

“ Tidak ada. Dengar… sekarang duduklah dan nikmati dulu. Kita …maksudku, aku akan bicarakan apa yang terjadi tadi siang di rumamu ketika aku berkunjung ke sana.”

Sulli didudukkan di kursi, kemudian dengan cekatan Minho membawakan sepotong pie ke piringnya

“Apakah kau suka memakannya dengan dicelupkan ke dalam krim ?”

Sulli kembali menatapnya curiga,” Apakah eomma juga menceritakan kebiasaanku itu ?”

“ Well, sepertinya ibumu ingin memperlihatkan siapa dirimu kepadaku…. Umm semacam…”

“ Promosi ?”

“ Aku tidak mengatakan begitu.” Minho duduk di salah satu kursi, mengangsurkan krim kental dalam wadah kecil ke hadapannya,” Well, aku suka mencelupkan kue ke dalam krim, kalau itu yang ingin kau ketahui mengapa aku bertanya tentang krim tadi.”

Sulli mengambil potongan pie dan memakannya ,” Seperti yang kau katakan, renyah dan tidak terlalu manis. “

“ Syukurlah kalau kau suka.”

“ Sekarang katakan.”

“Apa ?”

“ Eomma dan appa .”

“ Oh….” Minho melipat tangannya di atas meja dan menegakkan tubuhnya,” Sewaktu tadi aku datang dan menemui ayahmu, beliau menyuruhku untuk menemui ibumu di lantai atas. Ayahmu menyuruhku meminta saran kepada ibumu untuk menghadapimu, sebelum akhirnya beliau ikut bergabung bersama kami. Sepertinya ibumu, sebelumnya, telah bercerita kepada ayahmu bahwa kau sengaja membuatku cemburu dengan berkencan dengan Rodney, karenanya ayahmu beranggapan bahwa aku sedang berusaha keras memenangkan perhatianmu lagi. Ayahmu sebenarnya menyarankan agar aku tidak melakukannya…. Menarik perhatianmu kembali… karena menurutnya ini akan membuat seorang wanita memeiliki ide keliru tentang siapa yang berkuasa.”

“ Emm…”

“ Kau tahu, saat dia bicara begitu ibumu menyuruhnya untuk berhenti berbicara omong kosong.”

“ Apa ? Eomma berkata begitu kepada Appa ? Aku tidak percaya !!”

Sulli mencondongkan tubuhnya, seolah ingin mencari tahu apakah Minho serius dengan kata-katanya.

“ Situasi orang tua terkadang berbeda jika mereka tidak berada dekat anak-anaknya. Jinri, semua sikap ayahmu yang terlihat sok berkuasa itu mungkin untuk kebaikanmu sendiri. Mungkin untuk membebaskanmu dari kebingungan-kebingungan. Saat berada di dapur, ayahmu menjadi penuh perhatian setiap kali bicara pada ibumu. Dia juga dengan patuh menuruti permintaan ibumu untuk membawa barang ini atau itu dari lemari, setiap dia menyuruhnya.”

Sulli tersenyum, merasa ingin percaya pada perkataan pria di hadapannya. Tetapi ia melihat percuma memperdebatkan hal yang tidak penting itu. Mereka kemudian menghabiskan pie apel itu dengan berdiam diri dan berfikir dalam dirinya masing-masing.

“ Aku yang akan mencuci piring…”

“ Jangan…” cegah Minho,”Kita sudah sepakat bahwa itu adalah tugasku.”

“ Tetapi aku tak bisa membiarkanmu melakukannya, apalagi setelah semua kerja kerasmu memasak hidangan lezat tadi. Cobalah pikirkan, apakah kau tidak takut kehilangan imej macho-mu ?”

“ Aku tidak pernah memiliki imej seperti itu.” Minho menjawab dengan muram,” Aku tidak berfikir kalau masak dan mencuci piring itu bisa berakibat seburuk itu pada seorang pria.”

“ Oh ya ampuun Minho…maafkan .”

“ Yaah… aku selama ini hanya menuruti apa yang diperintahkan eomma kepadaku. “ Mino lakukan ini atau Mino lakukan itu.”

“ Ibumu membuatmu seperti itu ?”

“ Seperti apa ?”

“ Kau selalu menuruti semua perintah ibumu ?”

“ Selalu….” Desah Choi Minho dengan wajah polos tanpa dosa.

Sulli menatapnya tak percaya, tak bisa membayangkan pria berbadan tinggi dan tegap ini akan mengikuti semua perintah ibunya tanpa membantah.

“ Tahu tidak, aku takut pada eomma. Dan sekarang Siwon hyung memberiku kakak ipar perempuan. Aku selalu menuruti perintahnya juga. Kalau nanti Ji Hoo hyung dengan Nam Jo noona, aku tidak tahu lagi siapa yang harus kuturuti perintahnya…” desah Minho putus asa.

Sulli tertawa, merasakan dadanya dipenuhi kebahagiaan yang sangat ringan. Ia menyukai pembawaan Choi Minho yang terlihat manis.

“ Huh ? Kenapa tertawa seperti itu ? Tidak baik lho kalau menertawakanku !”

“ Aku tak tahan lagi. Kau terlihat sangat manis dan menggemaskan…”

Tanpa berfikir dua kali, Sulli memeluk tubuh Minho untuk memberikan pelukan persahabatan.

Minho membalas pelukannya dengan spontan. Keduanya berdiri dengan posisi saling berpelukan, menepuk-nepuk punggung sambil berayun. Perasaan hangat dan tenteram melingkupi hati keduanya.

Dan tiba-tiba buat Sulli hidup seperti sesuatu yang tidak harus ditentang dan ditakuti lagi. Entah kenapa Sulli merasa apapun yang akan terjadi di depannya, akan baik-baik saja, karena ia kini punya seorang sahabat yang akan mempedulikan dan mengurusnya.

Rasa hangat dan tentram yang semakin menyusupi dadanya, membuat keletihan akibat beban kerja dan masalah yang seminggu terakhir membebaninya, perlahan-lahan membuat tubuhnya lemas dan lelah.

“ Jinri-ah…. Jinri….”

Sulli membuka matanya,” Apa ?”

“ Kau tertidur sambil berdiri….”

“ Aniya…” katanya bingung sambil menggeleng,” Mungkin…. Benarkah ?”

Choi Mino tersenyum memamerkan giginya yang putih.

“Sepertinya aku sudah kehilangan daya tarikku. Biasanya wanita tidak tertidur dalam pelukanku.”

“ Maaf. Pelukanmu… well, aku merasa hangat dan tentram dalam pelukanmu.. jadi mungkin aku mengantuk … sedikit…”

“ Oh stop ! Jangan semakin menghina perasaanku yang terluka.” Mohon Minho.

“ Baiklah… sebaiknya aku melanjutkan pekerjaanku.” Kata Sulli.

Sulli inginnya begitu, seharusnya dia bergerak menjauh. Tetapi ia tak kuasa melakukannya. Tubuhnya seperti diperangkap sesuatu yang tak terlihat, dan ia tak bisa melepaskan diri darinya. Diam-diam dalam dirinya ada keengganan melepaskan rasa nyaman yang dirasakannya saat itu.

Tiba-tiba Minho bergerak, menjauhkan tubuh Sulli darinya. Menatapnya lekat-lekat.

“ Dengar, aku tidak mau menjadi sahabat yang harus bertanggung jawab pada kegagalanmu dalam ujianmu nanti. Jadi sekarang kuperintahkan kau untuk kembali ke komputermu ! Ini perintah seorang lelaki, kau harus patuh pada perintahku !! Jadi lakukan…sekarang !!”

Minho memasang wajah galak, yang membuat Sulli tak dapat menahan tawanya lagi. Ia terpingkal-pingkal, sementara Choi Minho Cuma menyeringai saja melihatnya.

“Ugh !! Sepertinya aku tidak mengatakan perintahku dengan baik,ya ?”

“ Kau kurang berlatih…” kata Sulli di tengah tawanya.

“ Well, sekarang pergilah bekerja kembali. Aku serius, Jinri-ah.”

“ Arasseo !! Arasseo !!” jawab Sulli cepat.

“ Baiklah, aku akan membuatkan kopi untukmu.”

Sulli kembali berkutat dengan computer dan buku-buku. Dia tersenyum ketika Minho datang membawa secangkir kopi yang masih mengepul. Setelah itu ia kembali asyik dengan pekerjaannya. Ketika mengangkat wajahnya kembali, ia sedang melihat Choi Minho sedang mencuci kuali bekas memasak.

Sulli menguap dan berdiri meluruskan punggungnya yang terasa kaku. Ia meregangkan tubuhnya, menatap sofa dan sejenak mempertimbangkan untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Kemudian dengan rasa kenyang dan lelah, ia membaringkan tubuhnya di sofa, berniat untuk memejamkan matanya sebentar sambil menunggu sahabatnya mencuci peralatan.

Entah berapa lama dirinya tertidur, yang jelas ketika kembali terjaga Sulli mendapati semua lampu sudah dimatikan kecuali lampu meja kecil. Kemudian dia tersentak ketikamenyadari pintu depan terbuka.

“ Halo…”

Krystal masuk dengan balutan gaun yang seksi berwarna hitam.

“ Melihatmu tadi, kupikir kau kau sudah tertidur berjam-jam yang lalu. Kau sangat plas.”

“ Kenapa ? Memangnya sekarang pukul berapa ?” Sulli melirik jam meja ,” Pukul dua dini hari ?”

“ Ya sayang . Sebaiknya kau pindah ke kamarmu Jinri.”

“ Choi Minho sudah pergi…” batin Sulli, kakinya melangkah ke dapur, “ Dan seperti janjinya, dia tak meninggalkan sedikitpun jejak bahwa beberapa jam lalu dia pernah ada di sini.”

Sulli menatap meja dapur yang sudah mengkilap. Cangkir dan piring terletak pada tempatnya. Panci dan kuali yang tadi dipakai sudah tampak berkilauan. Satu-satunya hal yang menandakan Choi Minho pernah ada di sana, mungkin hanya sebuah pesan yang disimpan di atas laptopnya.

“ Kau sedang tibur nyenyak seperti bayi, jadi aku tidak ingin membangunkanmu. Selamat beristirahat….. tidurlah yang nyenyak.”

Sulli tersenyum menyadari perhatian sahabatnya yang demikian besar padanya. Senyumnya makin melebar saat dia teringat kembali saat-saat manis yang tadi dilewatinya. Tetapi senyumannya tiba-tiba pudar saat sebuah pikiran lain melintas cepat di benaknya. Dan ketika ia melangkah memasuki kamarnya, benaknya masih bertanya-tanya

“Benarkah saat tertidur tadi Choi Minho mencium bibirku sekilas ? Ataukah itu Cuma khayalanku… Cuma mimpi yang terasa nyata ?”

========TBC=========

Maaf , karena gangguan pada jaringan internet di tempatku fanfic ini baru bisa dilanjutkan. Trims untuk semua atensinya, untuk komentar, untuk pesan pribadi lewat FB dan email. Love you ALL !!

Selanjutnya aku tunggu sampai 50 komentar untuk melanjutkannya. Semoga bisa 😀

GOMAWO

  untuk  readers yang sudah mau menyempatkan diri berkomentar , juga  untuk Blog Like-nya  :


 Cristian Mihai, christin51194 , Wendy On The Road,irmaariani , minjichokyuyoung's , 
denis143244 , fekimbumblog, ernaniipark , mijhu91, chuesztwatyedisneytisa, ulfahalimatus
,acilChoi,Noviaanggraeni,Azkya, cantikakairina ,patiah,avasterlingauthor, cicinurrahmawati ,
ndysyalsa , 
Advertisements

63 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 9)

  1. Sedihh bangett liatnyaa kayak mimpi emang ikuty nangis onnie beneran apa gak ituu dicium onnie haduhh bahayaa hehehe lanjut onnie semangat

  2. aisshh apaan ini??ap minho jg berpikiran ini hnya sbtas persahabatan sj?? Arrhhgg tdk ad kah yg lbh?? Semoga yg dpikirkan sulli itu adlh nyata bhwa minho menciumnya sbgai wanita bukan shbt.Ok,Part 10

  3. Keknya abis ini gue bakal kena diabetes deh gara2 baca chapter ini XD sesuai yg di idam idamkan.. romantisnya minho ga ketulungan XD love you thor!!

  4. Perlakuan minho dan sulli terlalu manisss
    Aah iri bangeet
    Punya sahabat ganteng dan manisss
    Pengen juga😂😂😂😂
    Huaaaah sumpah bikin iri😂😂😂😂

  5. Duh sweet bgt sih minho, mau masakin buat sulli mau nurunin egonya sbg lelaki, d dunia ini masih ada g yg kayak gtu, sisain satu please… 😭😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s