THE runaway BRIDE (Part 17)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

17. Fake Act

.

.

Sebenarnya selera Sulli dalam memilih pakaian terhitung “sulit” terlalu banyak memilih dan menimbang hingga dia sering keluar masuk toko sebelum akhirnya menemukan apa yang diinginkannya. Kalau mengikuti istilah Krystal adalah “konservatif”, walaupun Sulli sendiri tidak mengerti apa yang dimaksudkan temannya itu. Baju-baju yang dibelinya selalu sesuai mode, tidak ketinggalan jaman. Hanya saja, dia cenderung memilih baju-baju yang simpel dengan tidak menyukai pernak-pernik yang terlalu banyak. Apakah itu termasuk konservatif ? Entahlah.

Tetapi kali ini Minho menginginkan dirinya berpakaian yang seksi.

Hampir seharian dia berkeliling di dekat hotel, memasuki toko demi toko untuk mewujudkan apa yang ada dalam bayangannya tetang definisi “seksi”. Dan setelah mencari… inilah dia !!

Apapun namanya, dia terpaksa menanggalkan seleranya ,pilihannya adalah sebuah gaun dengan garis leher   yang sangat rendah sehingga sekilas saja orang akan langsung tahu dengan tujuan apa baju itu diciptakan , bahannya halus dan melekat di tubuhnya dengan sempurna. Sebuah anting-anting perak dengan model menjuntai terlihat menggoda setiap dia menggerakkan kepalanya. Sepatu berwarna gold sengaja dipilihnya untuk memberi kesan “WAH”. Dan setelah semua dipadankan, maka dia bisa melihat hasilnya dari sosok seorang wanita yang kini balik menatapnya dari dalam cermin.

“ Omo ! Apakah ini tidak terlalu berani ? Mungkin bukan seperti ini yang diharapkan Minho…” Sulli menatap sosok wanita itu dengan tatapan ragu ,” Tetapi Alison… dia masih muda dan dariapa yang dipakainya tadi siang… mungkin malam ini dia akan mengenakan sesuatu yang lebih berani dari ini. Jadi…. masa bodoh !!”

Ketika mendengar ketukan halus di pintu, Sulli menarik nafas dalam-dalam. Menyiapkan diri untuk menghadapi reaksi Minho saat dia melihat penampilannya nanti. Tetapi dia tidak menyiapkan reaksinya sendiri atas penampilan Minho malam itu.

Minho malam itu mengenakan kemeja hitam dengan kancing atasnya yang dibiarkan terbuka, cukup untuk mengintip otot-otot di baliknya yang menggiurkan. Dipadankan dengan celana senada dan ikat pinggang kulit, yang membuatnya terlihat maskulin. Tidak sulit untuk membayangkan Minho sekarang dengan gambaran “demigod” yang pernah dimintanya tadi siang.

Sulli segera tersadar akan ketertegunannya, menyunggingkan sekilas senyum.

“ Apakah ini cukup seksi ?” Sulli berkata ringan sambil berputar

Minho tidak segera menjawab, kemudian menelan ludah .

“ Ya…. kupikir cukup.” Jawabnya .

Sulli sekarang lega, walaupun tidak terucapkan… dia bisa melihat sorot kekaguman dibalik sorot mata Minho saat memandanginya tadi. Cara matanya mengamatinya sangat sepadan dengan pengorbanan yang telah dilakukannya untuk mempersiapkan itu semua.

“ Kalau begitu, mari kita beraksi , Oh Demigod !!” katanya sambil menyelipkan tangannya ke lengan lelaki itu, berusaha mengabaikan denyar-denyar yang tiba-tiba mengaliri tubuhnya.

                              

Baju sulli dan Minho

.

Sambil bergandengan tangan mereka berjalan menuju restoran hotel yang teletak berdampingan dengan kolam renang. Keluarga Dexter telah menunggu di sebuah meja yang letaknya tidak begitu jauh dari kolam. Max Dexter langsung berdiri, kemudian memegangi lengan Sulli dan mengajaknya duduk di sampingnya. Sulli tersenyum tipis saat menyadari hal itu membuat Minho mau tak mau harus duduk di sebelah Alison, satu-satunya kursi yang tersisa.

Dalam beberapa menit Sulli sudah bisa menilai bagaimana teman makan malam yang telah mengundangnya. Max adalah pria yang suka mendominasi pembicaraan. Sejak dia duduk di sana, pria itu bercerita tentang perjuangannya mendirikan sebuah restoran yang akhirnya berkembang menjadi usaha besar yang memiliki cabang di beberapa kota. Max orang yang mudah memuji tetapi sepertinya dia meminta balasan pujian yang lebih banyak dari yang sudah diucapkannya. Kemudian dia juga bercerita tentang Alison yang dia ambil dari bayi sehingga sudah diianggap anaknya sendiri. Alison akan mewarisi seluruh kekayaannya mengingat dia tidak memiliki anak dari perkawinannya. Dari caranya membicarakan Alison, Sulli bisa menebak kalau anak itu sangat dimanja.

Istri Max adalah wanita yang sibuk dengan dirinya sendiri. Hampir dalam setiap percakapan dia ingin dilibatkan. Dan hobinya adalah memotong pembicaraan orang dengan cara yang membuat orang di sekitarnya mau tak mau menoleh padanya. Mungkin karena kebiasaan itu, suaminya kerap menggertaknya tetapi hanya diabaikan saja oleh wanita itu.

Pada awalnya Sulli menyangka pakaian yang dikenakannya tidak seronok, sampai kemudian dia melihat bagaimana Alison berdandan. Baju yang dikenakannya bergaris leher amat rendah, hingga nyaris tak mungkin mengenakan bra. Kemudian potongannya sangat pendek, nyaris hanya menutupi tubuh bagian tengahnya saja. Namun demikian Sulli lega memperehaikan Minho mengambil jarak dan menghindari beradu pandang dengannya, meskipun usaha gadis itu nyaris membuat perjuangannya sia-sia. Perlahan Sulli meraih jemari Minho, dan meremasnya lembut. Apakah itu sebagai upaya untuk menunjukkan kepemilikan kepada Max dan keponakannya, ataukah sebagai upaya untuk menumbuhkan keyakinan diri bahwa Minho tak akan tertarik pada umpan yang dipasang gadis itu. Entahlah… karena Sulli sendiri tak sempat memikirkannya.

Minho menoleh ke arahnya, mengambil tangannya ke bibirnya dan memberikan sentuhan hangat di punggung tangannya. Ketika Sulli melirik ke arahnya, jantungnya berdebar tak beraturan saat melihat senyum penuh makna dan kilatan yang tak asing di matanya. Kilatan yang dilihatnya ketika mereka menghabiskan malam terakhir Minho di NYC.

“ Sebenarnya sudah berapa lama kalian saling mengenal ?” Helen, istri Max bertanya dengan mata sedikit menyipit.

“ Sejak bulan Januari…” jawab Minho, matanya tak beralih dari wajah Sulli yang bertahan untuk membalas tatapannya,” Kami bertemu dalam situasi yang sangat janggal…”

Sulli melihat kilasan jahil di mata Minho, dan tanpa sadar tersenyum karena megingat kembali masa-masa pertemuan awal mereka.

“ Sayang, mengapa kau tidak ceritakan saja kepada mereka bagaimana kita langsung mendiskusikan pernikahan pada sepuluh menit pertemuan kita ? Minho bertanya dengan sorot mata memuja. Kalau tidak ingat mereka sedang bersandiwara, Sulli pasti akan terbang dibuatnya.

“ Kurasa itu bukan cerita yang perlu didengar orang lain.” Sulli tersenyum simpul, berusaha mengimbangi permainan Minho.

‘ Apa ?? Kalian saling menyukai sampai separah itu ?” Alison berkata dengan nada mencela, membuat Sulli berfikir mungkin gadis itu bisa mencium sandiwara mereka.

“ Separah itu…. dan itu menimbulkan banyak masalah.” Jawab Sulli dengan suara serak, berusaha mengendalikan rasa gelinya. Terlebih-lebih ketika Minho menunduk. Tak berani memandangnya, tetapi hanya menataptangannya yang bermain-main di jemari Sulli.

“ Oke… oke…” potong Max, tidak senang mendengar percakapan yang keluar dari harapannya,” Ayo kita minum lagi.”

Sulli mengabaikan ajakan pria itu, berharap sandiwaranya bisa meyakinkan Alison yang tubuhnya mulai menempel pada Minho. Sorot mata penuh ancamannya, hanya ditanggapi gadis remaja itu dengan tatapan menantang.

“Minho sudah bercerita tentang maksud perjalanannya ini…”

“ Aku berani bertaruh dia tidak menceritakannya secara detail kepadamu.Ya, kan ?” Alison terkikik seraya menggelayut manja pada bahu Minho.

Minho terlihat mulai tidak nyaman, itu memicu kemarahan dalam diri Sulli. Tiba-tiba saja dia berpikir bahwa dirinya memang benar-benar tidak menyukai gadis belia itu, terlebih karena gadis itu tidak peka dengan isyarat dan kalimat-kalimat halus yang disindirkannya.

“ Umm… kurasa aku tidak tertarik mendengar seluruh kisahnya. Minho lebih tahu mana yang lebih suka kudengar darinya… ya kan, sayang ?”

“ Tentu… tentu saja.” Jawab Minho sambil mencari cara untuk melepaskan diridari gadis itu.

“ Jadi kurasa dia memang tidak menceritakannya secara detail kepadamu…”

“ Al, kau mengulang kata-katamu !” istri Max mencibir.

“ Demi Tuhan Aunty, Siapa yang peduli dengan pengulangan kalimat ? Ini hanya untuk mengingatkan wanita itu bahwa Minho menyembunyikan sesuatu darinya…”

“ Tetapi kita yang mendengar menjadi bosan sayang…” Helen mengingatkan keponakannya dengan nada tajm.

“ Kami tidak pertnah merasa bosan. Ya kan, sayang ?”

Alison memalingkan kepalanya pada Minho, kemudian jemarinya yang dicat merah menyala bergerak menyusuri bisep Minho. Dan seperti sengaja, kemudian merambat ke dada Minho, bergerak ke bagian tubuhnya yang terbuka.

Sulli menggertakkan giginya.

“ Ini sudah keterlaluan ! Gadis bebal ini perlu diberikan peringatan yang tajam supaya otaknya bisa bekerja dengan baik !”

Tanpa menghilangkan senyuman dari wajahnya, Sulli mencondongkan tubuhnya ke arah Alison dan berkata tenang tetapi menusuk ,” Kalau kau tidak menyingkirkan tanganmu dari pacarku, aku akan membuatmu berenang dengan bajumu itu!”

Alison terperangah, mungkin karena terkejut melihat keberanian Sulli di depan semuanya. Minho juga terkesima, tak mengiraSulli memiliki bakat yang begitu bagus dalam akting sehingga dia terlihat begitu nyata… dan telah membuat dadanya terasa sesak karena dipenuhi kebanggaan..

“ Uncle Max !!” Tiba-tiba Alison menjerit, membuat beberapa kepala yang ada di sekitar meja mereka menoleh.

Max Dexter berdiri, nyaris kalap kareaa marah.

“ Ada apa dengan kalian ? Kalian ini benar-benar menghinaku ! Aku tidak terima ini !! Dan KAU !!” tangannya menuding Minho ,” Sebaiknya bertindak cerdik sekarang juga !”

Minho menegakkan tubuhnya, matanya yang menyipit memancarkan kemarahan khas-nya, walau begitu nada bicaranya tetap tenang dan datar.

“ Sebenarnya apa maksud anda dengan bertindak cerdiok, Max ?”

Tangan Max kini menunjuk Sulli yang dengan keras kepala mengangkat dagunya .

“Dia baru saja menghina keponakanku !”

“ Max, sebenarnya bukan menghina…” Helen yang terlihat paling santai berbicara dengan tak acuh ,” Jinri hanya bilang pada Al untuk menjauhi pacarnya,atau dia akan melemparkannya ke kolam. Itu bukan penghinaan sayang…itu hanya ancaman…”

“ Memangnya itu penting ?” Max mendelik pada isterinya.

“Yah… penting juga… kalau kau…”

“ Sialan kau Helen ! Ini bukan saatnya mengkritik ucapan seseorang. Tidak bisakah kau sedikit menempatkan dirimu di belakang Al ?”

“ Aku hanya membantumu memahami persoalannya…”

Max kembali melihat ke arah Minho ,” Dia menghina… mengancam keponakanku. Sekarang apa yang akan kau lakukan ?”

Minho bangkit dari duduknya, ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Max Dexter mundur selangkah. Kharisma Minho memancar dari bahasa tubuhnya, yang membuat Sulli terpesona.

“ Aku… akan menikahinya !” jawab Minho dingin ,” Itu yang akan kulakukan !”

“ Kalau begitu lupakan saja tentang kontrak kerja antara kita. Lupakan Restoran Max’D akan menerima pasokan daging sioalanmu itu !!”

Senyum perlahan-lahan terukir di wajah Minho… dingin dan mengancam.

“ Mr Dexter…. persetan dengan orderanmu !!”

Max mendengus, mengumpulkan barang-barangnya yang terserak dimeja kemudian memasukkan dengan sembarang ke dalam saku jasnya. Sekali sentak dia menraik tangan Alison dan menariknya untuk meninggalkan meja . Terlihat memaksakan sikap berwibawanya … mungkin dengan harga diri yang masih tersisa. Helen yang mendesah, berjalan mengikutionya setelah melemparkan senyum minta maaf pada Sulli dan Minho. Dan ketika dia telah berjalan sesjejer dengan suaminya, tiba-tiba Max berbalik

“ Kau bodoh Choi Minho !! Kau telah kehilangan menjadi pewaris dari usahaku yang bernilai ratusan juta dollar!!” kemudian dia melufdah dan meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.

Ketika mereka tinggal berdua, Minho menatap Sulli dengan sorot mata waspada.

“ Kau luar biasa !!” Sulli akhirnya memecah kebisuan di antara mereka ,” Sadarkah kau ? Baru saja kau melamarku dengan nilai ratusan juta dollar…”

“ Jinriii….”

“ Tidak apa-apa… aku tahu itu tadi tidak sungguh-sungguh. Tetapi tetap saja, kau adalah pria pertama yang melamarku dengan nilai sedemikian tinggi…”

Yeah… kau tahu itu tidak sungguh-sungguh…” jawab Minho lembut,” Bagaimana pun aku belum siap mati karena bubuk sianida dalam makananku…” katanya menggoda .

Sulli tertawa renyah ,” Aku juga belum mau melihatmu mati. Hanya saja… aku masih menganggapmu luar biasa.”

“ Yeah… luar biasa…” Minho mendesah ,”Sekaligus pengecut !!”

“ Oh, kau sama sekali tidak terlihat seperti pegecut.”

“ Bersembunyi di belakang wanita yang mempertahankannya seperti seorang pacar yang mempertahankan cintanya ? No way !! Itu bukan caraku !!” Minho mengerang ,” Kau lah yang hebat, Jinri !”

“ Yeah… kita memang hebat !” Sulli tertawa, menertawakan kebodohannya sendiri karena tadi dia benar-benar terbawa perasaan.

“ Yahh… dan aku berharap itu benar…” gumam Minho.

Sulli menghentikan tawanya ,” Apa ? Aku tidak mendengarmu…”

“ Tidak apa-apa.” Jawab Minho cepat ,” Oh… auyolah kita berdansa untuk melupakan ini semua !” ajaknya.

Grup band memainkan musik yang hangat. Beberapa pasangan terlihat berputar-putar di dekat kolam. Minho memegang tangan Sulli dan membimbingnya ke tempat dansa, kemudian memeluknya dengan lembut.

Satu lagu berakhir, kemudian berganti dengan lagu yang berirama tenang. Minho menggembungkan pipinya, kemudian menghemuskan nafas panjang.

“ Oh ya ampun…. ini malam yang benar-benar luar biasa !”

“ Bagaimana kau akan menjelaskan kepada kakakmu kalau kau kehilangan order yang berharga jutaan dollar ?”

“ Aku tidak ingin membahas itu. Abangku akan mengerti. Aku ingin mengabaikan gaunmu. Kau tahu, gaun itu sedang memberikan masalah padaku sekarang.”

“ Aku tahu…” jawab Sulli, mengikuti tatapan Minho yang mengarah pada belahan dadanya ,” Kau dan amtamu sangat tidak sopan, Choi Minho. Dan menurutklu sebaiknya kau segera menghentikan itu !”

“… atau aku akan memiontamu melanggar semua janji pertemanan di anatara kita…” pikir Suli.

Minho menggeram ,” Bagaimana mungkin aku bisa berhenti ?” tanyanya putus asa,” Aku sedang berusaha !!” erangnya.

Sulli berpikir keras, karena secara tidak labngsung percakapan mereka mulai memberikan pengaruh pada tubuhnya ,” Umm… mungkin kau bisa lebih merapat dan memelukku, dengan begitu matamu tidak akan melihat sampai sejauh itu…”

Minho mengeratkan pelukannya ,” Seperti ini ?”

“ Ini lebih baik…” jawab Sulli tak yakin.

Setelah itu keduanya terdiam, berusaha meluruskan jlanm pikirannya masing-masing. Suara musik yang melankolis dan tenang memang cocok untuk dansa dengan posisi merapat, tetapi itu mengancam kedamaian dal;am diri mereka berdua.

“ Seharusnya aku tidak melakukan ini…” pikir Sulli gelisah ,” Mungkin sebaiknya aku meminta berhenti berdansa secepatnya.”

Alih-alih meminta berhenti, Sulli malah memejamkan matanya. Ia senang merasakan tubuh Minho lebih daripada yang seharusnya dirasakan oleh seorang sahabat. Sementara bibir Minho sangat dekat dengan bibirnya, memenuhi dirinya dengan kerinduan yang mnenyesakkan. Sulli otaknya berputar, mencoba mencari cara untuk mengalihkan perhatiannya.

“ Berapa lama lagi kau tinggal di sini ?” gumamnya.

“ Aku punya sisa lima hari lagi sebelum pergi ke negara bagian lainnya. Kau ?”

“ Aku mengambil cuti… dua hari.”

“.. berarti tinggal dua hari aku bisa bersamanya. Setelahitu hari-hariku akan kembali hampa… mungkin sampai sisa hidupku.”

“ Aku tidak akan kembali ke New York dalam kunjunganku kali ini. Aku akan langsung pulang…” desah Minho ,”… tetapi kau bisa datang untuk mengunjungiku di Jeju. Kapan pun.”

“ Kau tahu persis, aku tidak akan melakukannya.” Sulli menarik diri, tetapi gerakannya tertahan oleh pelukan Minho ,” Minho, sebaiknya kita berhenti. Apa yang akan dipikirkan orang bila melihat kita seperti ini…”

“ Mereka akan mengira kita saling jatuh cinta.”

Sulli mengangkat kepalanya, berusaha memandang Minho, tercekat ketika menyadari kalau gerakannya itu hanya membuat posisi mereka semakin dekat. Bibir Minho menyapu bibirnya dengan ringan terkesan main-main atau coba-coba.

Sulli berusaha berbicara untuk mengingatkan, tetapi bibir Minho membungkamnya. Dia menyadari dirinya telah lama mendambakan sentuhan seperti ini. Mungkin ketika di dalam taksi pada saat hari pertama pertemuan mereka. Kemudian rasa mendamba itu semakin kuat karena ciuman-ciuman curi-curi yang dilakukan Minho padanya. Dan sekarang, ketika semua kerinduannya terlampiaskan… sensasinya begitu mendesak sehingga membuatnya sejenak terpana. Membuatnya tenggelam dalam keinginan untuk menikmatinya lebih lama.

Akhirnya Sulli menyadari kalau musik telah berhenti. Malu-malu, dia melihat ke sekelilingnya dan menyadari Cuma mereka berdua yang masih berdiri di lantai dansa. Orang-orang sedang memperhatikan mereka sambil tersenyum. Dia merasa wajahnya tiba-tiba menjadi hangat.

“ Musiknya telah berhenti…” katanya gugup.

“ Ya… dan kita kembali memberikan pertunjukkan kepada mereka. Ayo kita pergi dari sini…”

Minho meraih tangan Sulli, kemudian bergegas meninggalkan tempat itu. Dalam perjalanan beberapa orang menyapa dan menyalami mereka. Benar kata Minho, mereka mengira keduanya adalah pasangan yang sedang berbulan madu di negara mereka.

Di depan pintu kamar Sulli, mereka berhenti.

“ Sulli…”

“ Jangan !” Sulli memohon ,” Sekarang, pergilah tidur . Kau akan membutuhkan istirahat untuk pekerjaanmu besok.” Sambungnya dengan nada kering.

Sulli berbalik, kemudian membuka pintu kamarnya dan bergerak masuk hingga satu kakinya berada di dalam dan satunya lagi masih di luar pintu.

“ Well… selamat tidur…” kata Minho, suaranya nyaris tidak terdengar. Nada kekecewaan terdengar kental sekali.

Sulli menghentikan langkahnya dan terdiam mematung cukup lama. Kepalanya tertunduk, memandangi tangan Choi Minho yang masih di dalam genggamanannya. Dia mundur sambil memegangi tangan pria itu, seolah membujuknya untuk mengikuti langkahnya. Minho maju selangkah… berhenti ragu-ragu…. matanya yang menggelap mengamati wajah Sulli, sehingga wanita itu menariknya masuk dan menutup pintu.

“Sulli…” panggil Minho kembali.

Bahkan Sulli tidak berusaha menyuruh pria itu untuk tidak memanggilnya dengan sebutan itu. Pada saat itu, rasanya wajar saja dia memanggilnya “Sulli”, dia hanya bisa merasakan bagaimana darah panas berdenyut dalam dirinya. Segenap inderanya menjadi sangat sensitif pada setiap gerakan dan suara yang ada di sekitarnya.

Mereka berdiri di tengah-tengah kamar yang remang-remang, hanya mengandalkan pencahayaan yang masuk melalui tirai jendela yang terbuka sedikit. Mereka saling menatap dalam diam… saling mendengarkan desah lembut nafas masing-masing. Kemudian Minho melangkah mendekat, tetapi tak berani menyentuh Sulli… mempelajari segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Mempertanyakan maksud wanita itu , wanita yang telah merebut hatinya pada saat pertemuan pertama mereka. Menunggu apa yang akan dikatakan wanita itu, dengan jantung berdebar dan sedikit berharap…

=========TBC==========

HAPPY SULLI DAY !!

FIX… Untuk Chapter depan (khusus) hanya yang nyimpan komentar di chapter ini yang akan dikasih password… maaf ya….

karena the next 18 + warning !!  🙂

Advertisements

171 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 17)

  1. Kenapa Sulli masih sok jual mahal gitu ? Padahal jelas jelas dia udh amat sangat tertarik sm Minho.. well Tapi asikk juga ya kayak nya jd Sulli yg pura pura pacaran dn ceritanya “jadi pacar galak” hahahaha
    Uhhh bakal jd ff yg ditunggu dn favorit
    Semangat kakak n makasih untuk postnya

  2. ciieehhh.. maennya sandiwaran gtu..
    coba beneran aja dah… cucokk dah kalo beneran…
    babysull mah gtu jual mahal. ahhaha… gliran ada yg nempel2 ky prangko.. dh kaya kekaran jenggt haha
    oppa so sweet dah gk peduli sma kontrk yg pntg mah bby sull

  3. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Euww Dina the best!! Ah minsul akan memiliki moment terbaikkah(?) Can’t wait Dina!!!

  4. Akting yang bagus minsul
    Kalian benar benar menghayati peran kalian dengan baik sampek Smpek nggak nyadar klw apa yg kalian lakukan akan saling menumbuhkan rasa rasa cinta #Uhuk jgn main gelap gelap an bahaya nanti klw ada setan yang lewat
    Semakin seru cerita mereka
    Belum ada yg jujur sama perasaan satu sama lain nih jadi nggak sabar deh
    Love you minsul and minsullians
    Happy jinri day (telat) Wish all the best buat minsul yah

  5. Woah.. Woah.. Sulli kok tumben gk marah di panggil ‘sulli’ sm minho, trus sulli kok gk mau lepas tangan minho !?

  6. Daebak un. Commentar lngsung membludak hahahaha lbuat ngelike kok gk kluar sih un ? Suka bnget chapter ini please un jngan 18+ dong yg 17+ juga mau baca nie kepo.. Hahaha dtunngu passwordnya

  7. maaf eonni bru bsa koment..hehee😊😊
    wahh gak nyangka sulli eonni bsa brani kyak gtu…😊😊
    lgi pula mna than klau lihat orang yg kita syang digituin sma cwek kyak allison 😫
    brharap stelahh ni hubungan mreka mulai Ada kjelasan nichh..
    dan brharap mreka bsa ngungkapin prsaan mreka masing2…
    jd pnsaran klnjutannya..
    fighting..!!

  8. Alison bner2 ganjen bngt sm s ming -_-
    ssul abis d Lamar dg hrga yg tggi(?) ,, tapiiiii ya gitu, boongan,, 😥

    minho ga blik lg k NYC ggra kntrak nya batal eonn?? haa,, ga ktmu lg dnk mrka.. 😦

  9. eon daebakkk..
    q ketinggalan jauh ini ceritanya…
    dan aku langsung baca part ini..sedikit bingung soalnya gak baca dari awal”..
    .emm keren eon,q selalu suka sama bahasa eonni,sederhana tapi memikat ..
    pokoknya daebaklah…
    .
    .

  10. Huahahhahh… aduhhh bakalannn lebih intim nihh…cieee minsulll aigooo.. ingettt blm.nikah juga.. tp kalo dah cnta gpp sih…wkwkwkw… next.. loh loh kok di kasih password un.. aku udh mau 20 thn loh.. boleh baca dung

  11. minsul bener² mempesona dan acting mereka sungguh luar biasa. peran yg mereka lakukan sangat memukau. kagum deh sama minsul. tapi melihat kemesraan minsul, alison kagak juga nyerah menggoda minho. itu anak kagak tahu diri banget. kagak salah kan kalau sulli mengancam alison supaya menjauh dari minho? yg jadi pacarnya kan sulli bukan alison. tapi kenapa mr. max begitu marah saat mendengar perkataan sulli? mr. max bener² aneh deh. keputusan yg baik kalau minho kagak kerja sama dengan mr. max
    pertengkar minsul dengan keluarga mr. max sudah menyita banyak perhatian orang lain. begitu juga dengan kegiatan minsul yg berciuman di tengah² area dansa. hahahahha mereka itu bener² so sweet.
    eh…..eh… kenapa sulli ngajak minho ke kamarnya? hayoo mau ngapain tuh?
    maaf telat comment

  12. Uwwaa gw deg-degan…
    Ahh sumpah itu gadis yg ngombalin minho pengen gw tabok kepala.y..
    Aisshh knp Sulli kagak lempar dia k kolam renang…
    Hihihi next moment MinSul

  13. Waaaaaaaaaaaaaa 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
    Gak bisa berhenti senyum,
    Ming ama ssull, waduhhhhh
    Udh lah, lakukan sajaaa…
    Iykwim😝
    Maksudnya pacaran…..

  14. Wah.. sulli eonni daebak bisa mnyingkirkan Al.. good job sull eonni.. ff ini smakin bagus sja.. pergulatan antara keegoisan. Harga diri dan keinginan untk sling memiliki.. membwa para rider untk masuk kedlam cerita.. daebak dina eonni

  15. Daebak.!!
    Minho sama sulli romantis banget. Apalagi pas mereka berdua dansa dan berciuman. Author udah bikin reader terbawa suasana saat membacanya.
    Sukses ya buat authornya.

  16. Sumpaah eonni saya ngakak pas sulli mengancam Al!
    Lucu sekali kalo liat ekspresi Al dan pak tua Max itu! Dan betul kata istrinya
    Harusnya ia dengarkan istrinya
    Dan max harusnya mengerti kalo minho dan sulli sudah mau menikah
    Eeh dasar pak tua hahahahah
    Anyeong Eonni Dina! Saya boleh minta Password nya gak? Idline saya : Asriadilla24
    Pin bbm saya 59DB4779
    Atau WA kah eonni? Saya jarang buka email soalnya
    Mianhe😢😂
    Saya bisa menghubungi eonni dimana?

  17. Nah kan nah kan,. Kalian itu memanh udah tertarik satu sama lain, bukan sbg sahabat tp sbg pria dan wanita,. Yuhuuu akhirnya stelah berchapt2 d permainkan hatiku, wkwkwk
    Bagus bgt sumpah eon,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s