THE runaway BRIDE (Part 19)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

19. The Reason

.

.

Begitu menginjakkan kakinya di Jeju, perasaan asing memenuhi hati Sulli. Beberapa jam yang lalu Korea adalah nama terakhir yang ada dalam referensi tempat yang akan dikunjunginya. Namun pada kenyataannya sekarang kedua kakinya berada di atas tanah kelahiran orang tuanya, dia menghirup udara tanah leluhurnya, dan bernaung di bawah langit dari salah satu tempat yang telah membentuknya menjadi seorang Choi Jinri. Satu tempat yang disadari atau tidak telah memberikan banyak pengaruh, memberikan banyak pelajaran, memberikan keteladanan, yang sejak awal selalu ditentangnya. Yang kemudian menumbuhkan benih-benih kebencian dalam dirinya karena dari tanah inilah dia menghadapi masalah rasial sepanjang hidupnya.

Sulli menghela nafas dalam-dalam, merasa takjub dengan keadaan sekitarnya. Orang-orang berseliweran di sekitarnya …. orang baru yang berbeda dari NYC… bahasa mereka mengingatkannya akan apartemen plus restoran milik orang tuanya di Amerika…  Rasanya aneh… tetapi begitu akrab. Suli melihat duplikasi situasi yang serupa tetapi dalam bentuk yang lebih luas. Duplikasi yang membuatnya merasa “menyatu” dengan raut-raut wajah itu… dengan rambut-rambut hitam mereka, namun tidak dengan bahasa mereka. Untuk apakah dia sekarang berada di sana ? Di tempat yang dia pernah bersumpah untuk tidak akan pernah menginjakkan kakinya ?

Tiba-tiba Sulli merasakan cekalan hangat di tangannya. Seperti baru tersadar untuk apa sekarang dirinya ada di sana, Sulli menoleh dan seketika dadanya dipenuhi beribu pembenaran yang bermuara pada satu alasan…

Dia ada di sana karena Choi Minho membutuhkannya !

Ya, Minho membutuhkannya sekarang !!

Pria di sisinya itu sekarang tampak pucat dan tatapannya kosong. Dari raut wajahnya Sulli seolah bisa meraba ketegangan yang kuat, yang bercampur dengan ketakutan atau kecemasan. Entahlah !

Sulli meremas jemari Minho dengan lembut, seolah ingin memberikan sedikit semangat yang dia sendiri tak memilikinya. Minho menoleh, memandangnya dengan sorot mata terimakasih sambil balas meremasnya. Bibirnya yang pucat memaksakan diri untuk tersenyum. Dia terlihat rapuh dan putus asa. Keadaan itu menyentuh hati Sulli yang paling dalam.

Begitu mereka ke luar dari gerbang pemeriksaan, seorang wanita cantik dengan perut besar melambaikan tangan ke arah mereka sambil tersenyum . Bagai anak panah terlepas dari busurnya, Minho melesat berlari ke arahnya. Sulli tergugu saat melihat pria bertubuh tegap berotot, yang biasanya ceria itu kini terpuruk di bahu wanita itu dengan tubuh berguncang.

Minho menangis ?

Itu adalah kenyataan lain yang menyadarkan Sulli, betapa lembut hati pria yang ditemaninya selama berjam-jam dalam pesawat. Betapa dia tak bisa memahaminya… karena mungkin saja selama duduk di pesawat Minho membutuhkan air mata itu untuk mereduksi kecemasannya… dan selama itu dia hanya mengabaikannya karena tak mau mengganggunya ?

Saat langkah Sulli sudah mendekati mereka, dia mendengar wanita itu berbicara dengan nada lembut yang tentunya bisa meredakan kegelisahan Minho… walau Sulli tak mengerti apa maksudnya… karena wajah Minho terlihat lega dan cahaya kembali mengisi matanya.

Sulli berdiri mematung… kira-kira dua langkah dari tempat mereka berpelukan. Dia merasa terabaikan di tengah situasi itu. Matanya mengamati wanita itu… terlihat menarik walau dengan perut membesar. Usianya mungkin tidak jauh dari Minho, berambut panjang dan lurus. Wajahnya yang memerah memiliki kulit yang licin, dan matanya memancarkan kasih sayang yang begitu besar. Apakah dia kakak iparnya ? Seingat Sulli , Minho pernah bercerita bahwa dia tidak punya saudara perempuan tetapi punya dua abang yang sudah menikah. Dan bila membandingkan wanita di hadapannya dengan foto-foto yang pernah dikirimkan Minho ke emailnya, Sulli menyimpulkan bahwa dia adalah isteri Siwon… Im Yoona.

Seolah sadar sedang dipandangi, wanita itu menoleh dan  menatap Sulli dengan bertanya-tanya.

Minho berbalik dan meraih tangan Sulli ,” Ibuku dalam kondisi membaik. Dia telah lepas dari masa krisis dan sekarang sedang menunggu kita. Ia tak sabar ingin bertemu denganmu.”

“ Oh… jadi itu alasannya mengapa Minho terlihat lebih tenang. Rupanya wanita ini telah menjelaskan kondisi ibunya tadi.”

“ Jinri, ini adalah Im Yoona yang menikah dengan abangku Siwon. Dia adalah yang pernah berbicara denganmu di telepon.” Minho menoleh ke arah Yoona dan berbicara dengan bahasa Korea ,” Dan ini adalah Choi Jinri, putri bungsu Paman Seung Won …  kakeknya adalah sahabat kakek  dan sudah menetap lama di New York. Dia ikut denganku karena…. karena…”

Minho seperti kebingungan dalam menemukan kata-kata yang tepat.

“ Aku mengerti !” putus Yoona cepat, tak sampai hati melihat kebingungan adik iparnya.

Sulli menatap mereka dengan pandangan bingung, karena tidak mengerti apa yang mereka katakan. Dia hanya melihat Minho terlihat kikuk dan kebingungan, yang dengan bijaksana dihentikan oleh wanita itu.

“ Selamat datang, Jinri. Kami semua sangat senang dengan kedatanganmu. Minho telah banyak bercerita tentangmu.”

Walaupun dengan kalimat terpatah-patah dan cara pengucapan yang terdengar lucu, Yoona berkata dengan bahasa Inggris yang bisa dipahami oleh Sulli. Dan diam-diam Sulli merasa bersyukur tentang hal ini, serta bertekad akan berusaha mempelajari bahasa Korea secepatnya.

“ Minho juga banyak bercerita tentang anda.” Kata Sulli dengan sopan.

Walaupun dalam hatinya dia ingin mengetahui apa saja yang telah diceritakan Minho tentangnya, saat itu bukanlah waktu yang tepat. Dia bisa menundanya nanti setelah semua berlalu.

Sambil berjalan menuju tempat parkir, Yoona membimbing tangan Sulli dengan hangat. Sementara Minho tersenyum melihat keakraban yang langsung diperlihatkan keduanya.

“ Eomma tiba-tiba jatuh pingsan. Detak jantungnya sangat lemah. Dan karena mengingat umurnya yang sudah lanjut, mereka sangat khawatir dan memutuskan untuk meneleponku supaya pulang. Untunglah dokter telah berhasil mengatasi masa-masa kritisnya. Dia sangat bersemangat ketika Yoona noona memberitahu bahwa kau akan datang bersamaku.” Minho menjelaskan obrolannya dengan Im Yoona, kepada Sulli.

Yoona tersenyum ke arah Sulli sambil mengangguk seolah membenarkan ucapan Minho.. Sedangkan sulli tersenyum samar, kemudian membiarkan Minho dan kakak iparnya mengobrol sementara dia tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“ Jadi inilah yang bernama Yoona, wanita bersuara indah yang bisa mengalihkan perhatian Minho dalam hitungan detik. Wanita yang disapa Minho dengan kata-kata yang begitu hangat. “ Sulli mulai gelisah ,” Hubungan mereka pasti nya sangat istimewa karena aku bisa merasakan pancaran kasih sayang yang begitu kental di antara keduanya.”

Sulli merasa tidak enak hati saat menyadari ada sedikit kecemburuan di hatinya pada wanita itu.

Tiga puluh menit kemudian mereka sudah berada di rumah sakit dan bergegas ke kamar VIP, dimana ibunya Minho dirawat. Persis di depan pintu kamar, Sulli melihat seorang pria yang lebih tinggi dan lebih berotot dari Minho sedang menatap ke dalam ruangan , dengan tangan terkait dalam sakunya. Dari foto-foto yang diberikan, Sulli bisa memastikan bahwa dia adalah  Choi Siwon , kakaknya Minho yang terkenal itu. Kakak beradik itu sama-sama tampan, tetapi memancarkan kesan yang berlawanan. Choi Siwon terlihat menunjukkan perhatian, kewibawaan, dan dominasi yang kuat. Garis wajahnya yang keras melembut ketika dia tersenyum saat melihat Minho. Pria itu berjalan menghampiri diknya, memeluknya hangat.

“ Eomma baru saja terbangun, dan keadaannya baik-baik saja.” Katanya kepada Minho ,”  Kalimat pertama yang diucapkannya adalah menanyakan apakah kau sudah datang atau belum.”

Minho tersenyum senang, tangannya kemudian membuka pintu lebar-lebar untuk memberikan kesempatan kepada sulli agar bisa melihat ke dalam. Seorang wanita yang mungil, dengan rambut memutih terbaring di atas ranjang. Penuh harap, dia menoleh ke arah pintu. Minho segera menghampirinya kemudian memeluknya, sehingga wanita mungil itu hampir hilang dari pandangan sulli. Sekilas tadi Sulli masih sempat melihat bagaimana wajah pucat itu terlihat berseri karena bahagia melihat kedatangan puteranya, sebelum pintu tertutup.

Sulli berdiri kebingungan. Kembali merasa diabaikan dan ditinggalkan.

Choi Siwon memeluk Im Yoona, mengayun tubuh wanita itu dalam dekapannya dengan lembut, seperti juga kalimat-kalimat yang dibisikkannya. Bagi Sulli itu seperti pelukan yang sarat dengan kasih sayang dan kekhawatiran… pelukan yang sangat mesra. Setelah melepaskan pelukan mereka, pria itu menatap Sulli.

“ Ini Jinri, oppa, dia tidak bisa berbahasa Korea.” Yoona memperkenalkan mereka.

“ Hai, saya Choi Jinri.   Nice to meet you.”  kata Sulli sambil mengulurkan tangannya

Nice to meet you, too…” Pria itu tersenyum,  “ Aku Choi Siwon, abangnya Minho . Kami semua sudah menunggu-nunggu untuk bertemu denganmu, Jinri. Sudah waktunya Minho membawamu ke mari setelah apa yang dia ceritakan kepada kami.”

Seperti juga Minho, abangnya ini bisa berbahasa Inggris dengan baik. Bahkan dengan nada yang lebih halus. Sulli menanggapi perkataannya dengan tersenyum, tidak tahu harus merespon seperti apa karena kata-katanya sarat dengan maksud tersembunyi. Untung baginya karena perhatian siwon teralihkan kepada dua orang yang sedang berjalan ke arah mereka. Dan Sulli mengenali mereka sebagai Kang Jiho dan isterinya Kim Namjo… sang pengantin !!

Si pengantin pria… kakak tirinya Minho… kulitnya lebih coklat karena sering kena paparan matahari, rambutnya tebal agak bergelombang, garis-garis wajahnya menunjukkan kekerasan dan keangkuhan yang justru membuatnya terlihat menarik . Sementara wanita yang berjalan di sisinya terlihat mungil tetapi memancarkan energi yang kuat. Wajah, mata dan senyumnya menunjukkan kebahagiaan yang tak berusaha disembunyikannya.

Perkenalan di antara mereka terjadi dengan cepat. Kim Namjo adalah wanita yang ceria dan komunikatif, sangat berlawanan dengan suaminya yang cenderung pendiam. Walaupun tidak banyak berkata-kata, mata pria itu menunjukkan keingintahuan yang kuat. Seolah kehadiran Sulli di sana memiliki makna yang lebih dalam baginya.

“ Terimakasih, Jinri…” Kim Namjo berbisik di telinganya ,” Kau sudah menempuh jarak begitu jauh untuk menemani Minho. Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan. Kedatanganmu akan memberikan pengaruh yang sangat baik buat eomma.”

“ Pengaruh baik ?” Sulli tergagap.

“ Oh sayang… kami semua sangat paham. Memang ini mungkin  terlalu terburu-buru untuk mengumumkan kebenaran hubungan kalian . Tetapi pada dasarnya kami semua gembira karena akhirnya Minho berhasil menemukanmu… bahkan membawamu ke mari. Aku bahkan sudah menunggu-nunggu peristiwa seperti ini sejak dia pulang dari Amerika pada kunjungan pertamanya dulu. Dia tak henti-hentinya mengeluh karena kau tidak berminat untuk menikah dengannya.”

“ Dia….?” Sulli tercengang.

“ Yang dia bicarakan cuma kau, dan bagaimana kau langsung menolaknya begitu kalian bertemu. Waktu dia bercerita itu, aku berpikir kau benar-benar wanita yang pintar… karena well…  Minho terlalu terbiasa dikejar-kejar. Jadi menurutku ada baiknya kalau dia diyakinkan dulu tentang dirimu. Dan semakin ke sini aku semakin yakin bahwa kau adalah orangnya !”

“ Tetapi… aku tidak mengerti… Maksudku kau tidak paham situasinya.” Kata Sulli cepat ,” Aku tidak pernah berniat untuk menjebak Minho dengan menolak perjodohan itu. Hanya saja.. situasinya sulit. Dan… dan aku di sini sekarang… hanya untuk… untuk….”

Suara Sulli melemah ketika dia dihantam sebuah kesadaran yang memalukan.

“ Memangnya untuk apa aku ada di sini ? Apakah semua wanita rela menempuh jarak beribu kilometer, melintasi benua demi seorang pria… kecuali pria itu lebih penting dari apapun di muka bumi ini. Dan bukankah selama dalam perjalanan ke mari aku sudah mempertimbangkan apa pengaruh yang bisa timbul dalam keluarga Minho dengan kemunculanku di Korea . Memangnya orang-orang akan percaya begitu saja kalau aku mengatakan kepada mereka bahwa kami hanya bersahabat ?”

 “ Ibuku ingin bertemu denganmu…” Siwon menyentuh tangan Sulli.

Sulli tersentak, seperti ditarik kembali ke bumi. Bingung…. menatap Kim Namjo dan Im Yoona yang tersenyum ke arahnya. Tiba-tiba saja dia merasa bersalah karena telah membuat semua orang berfikir ke arah yang sama… arah yang seharusnya dihindarinya sejak awal.

Siwon membimbingnya ke dalam kamar. Seorang wanita yang setengah duduk di ranjang, dengan bersender pada setumpuk bantal, melihat ke arahnya.  Bibirnya yang pucat tersenyum… matanya juga tersenyum… sambil mengulurkan tangan ke arahnya.

“ Jinri anakku….” katanya lembut.

Begitu tangan mereka bersentuhan, dan jemarinya ada dalam genggaman hangat wanita itu… tiba-tiba saja Sulli paham bahwa dia telah diharapkan menjadi bagian keluarga tersebut. Jantungnya berdetak semakin kencang, ketika menyadari semua orang telah ikut masuk… dan kini sedang memandang ke arahnya.

“ Nyonya Choi…” kata Sulli dengan nada tak yakin, tetapi secara naluriah dia membalas senyumnya.

“ Tidak…. itu bukan untukku. Terlalu dingin… Kau harus memanggilku “eomma”. Dan aku ingin mengucapkan terimakasih karena kau bersedia datang ke mari hanya karena mencemaskan kesehatanku. Minho sudah menceritakan semuanya kepadaku. Kau benar-benar gadis cantik yang berhati luar biasa. Ibumu benar-benar beruntung memiliki putri sepertimu…” wanita itu terengah-engah.

“ Eomma, sudah cukup  eomma. Kau tidak boleh terlalu cape.” Minho yang duduk di tepi ranjang mengingatkan, kemudian menjelaskan maksud ucapan ibunya kepada Sulli.

“ Ya, Minho benar. Kita akan memiliki banyak waktu untuk bercakap-cakap nanti.  Sekarang Jinri harus beristirahat… bagaimana pun dia telah menempuh perjalanan yang sangat panjang.” Kata Siwon dengan nada tegas.

“ Tentu saja… maafkan sayang….” kata Nyonya Choi dalam bahasa Inggris yang kaku.

“ Tidak apa-apa…sungguh . Aku senang keadaan anda membaik…”

“ Bawalah dia pulang, Yoona.” Katanya sambil mengalihkan tatapannya kepada Yoona.

“ Ya, eomma.”

“ Dan….” wanita itu meremas jemari Sulli ,” Berjanjilah padaku, kau akan menunggu kepulanganku di rumah kami…”

Sulli tercekat… berusaha mengucapkan sesuatu tetapi tak tahu apa yang harus diucapkannya. Dia seolah telah terseret arus maha dahsyat yang datang begitu tiba-tiba… kemudian melemparkannya dalam situasi yang tak tertolakkan. Situasi yang mau tidak mau harus dihadapinya dan diterimanya tanpa bisa berkata tidak.

Peternakan Keluarga Choi

Sulli mendesah, tak berusaha menyembunyikan kekagumannya. Begitu sepatunya menyentuh rerumputan yang terhampar luas di depan sebuah rumah batu yang tampak kokoh, dia menghirup udara di sekelilingnya dengan sukacita. Wangi khas rumput dan tanah yang basah memenuhi dadanya, wangi yang tak pernah ditemuinya di New York.

“ Ini rumah keluarga kami. Pedesaan sekali tentunya bila kau bandingkan dengan New York.” Yoona yang berdiri di belakangnya memperkenalkan ,” Tempat ini adalah rumah eomma. Bila kau berpaling ke sebelah kanan, setelah berbelok di pagar pembatas itu… kau akan menjumpai rumah kami. Dan apabila kau berjalan lurus terus ke sebelah kiri, maka kau akan memasuki tanah peternakan keluarga Choi, dimana daging-daging terbaik negeri ini diproduksi.”

Yoona membimbing Sulli untuk memasuki bagian rumah yang didominasi dengan perabotan yang memberikan kesan hangat. Foto-foto dipajang di beberapa sudut rumah, semakin menegaskan kedekatan dalam keluarga tersebut. Ada sebuah kursi sofa tua dari kayu yang mengkilat, di sekelilingnya bertumpuk bantal-bantal besar yang diletakkan di atas permadani berwarna terakota. Sekilas Sulli membayangkan wanita tua yang mungil duduk di sana, sedangkan ketiga puteranya yang tampan duduk di atas bantal-bantal tersebut… mengelilinginya… tersenyum kepadanya, tertawa bersamanya… Dan seolah  Sulli bisa melihat Choi Minho duduk di bantal yang paling dekat dengan ibunya, membaringkan kepalanya di atas pangkuannya.

Sulli menarik nafas, merasa heran atas imajinasinya yang luar biasa itu. Dan hebatnya itu terasa seperti nyata. Tetapi mungkin itulah yang ada di benaknya ketika melihat kemesraan mereka di rumah sakit tadi.

“ Ini indah sekali !!”

Sulli menatap ke luar jendela. Ternyata bangunan itu terletak   salah satu sisinya menghadap  ke laut, yang terbentang di batas pandangnya.

“ Aku tak percaya bisa melihat laut dari sini.”

“ Benar. Tempat ini terletak di dataran yang tinggi sehingga kita bisa mencuri pemandangan laut dari sini.”

“ Apakah laut dekat dari peternakan ?”

“ Tidak terlalu dekat… tetapi kau bisa mendengar debur ombaknya di malam hari… walaupun tidak begitu jelas.”

Yoona membawanya ke sebuah kamar yang sudah dirapikan, seolah memang sudah disiapkan untuk menyambutnya.

“ Di sinilah kamarmu selama berada di pulau ini. “

Sulli terlihat ragu-ragu… kebingungan mungkin tepatnya, karena dia harus menyerap terlalu banyak dalam waktu yang demiukian singkat.

“ Masuk saja dan lihatlah pemandangan di sini.”

Kim Nam Joo yang berjalan di belakang mereka, menerobos masuk kemudian membuka jendela kayu tinggi. Sulli menahan nafas begitu melihat pemandangan yang terhampar di depan matanya. Jendela itu menghadap sebuah taman yang berbatasan dengan padang rumput, yang kemudian berakhir di perbukitan yang puncaknya tertutup kabut.

“ Indah sekali….” bisik Sulli takjub

” Sepanjang hidupku, aku begitu sering mendengar orang tuaku…  mereka semua mengelu-ngelukan tanah ini… tetapi aku tak pernah mengira kalau pemandangannya akan seindah ini…”

Sulli merasakan dadanya hangat…. dipenuhi kerinduan akan ayah dan ibunya, ingin meneriakkan kepada mereka bahwa dirinya selama ini telah menyepelekan tanah leluhurnya.

“ Bagaimana ? Apakah kau suka ??”

Sayup-sayup suara Yoona menyadarkannya dari lamunannya.

“ Kamar ini… Ya Tuhan… kamar ini begitu besar dan punya pemandangan yang indah !! Bagaimana mungkin  aku tak  menyukainya ?”

“ Ya, memang indah bukan ?” Yoona menimpali, “ Di sinilah aku dan Namjo eonni menginap…saat kami pertama kali mengunjungi negeri ini untuk …” suara Yoona terhenti seolah ia menyesal telah mengucapkannya.

Sulli menoleh dan tersenyum, merasa tersentuh melihat wajah wanita di hadapannya yang memerah.

“ Mengunjungi negeri ini untuk menikah ?” tebaknya cepat ,” Apakah siwon oppa menjemputmu di bandara, kemudian membawamu berkendara dengan melewati pemandangan yang indah tadi ? Ahh… aku bisa membayangkan betapa manisnya kalian pada waktu itu!!”

Nam Joo dan Yoona saling melempar pandang penuh makna . Entah berpura-pura atau entah berusaha mengabaikan pertanyaan Sulli,  keduanya mulai mencari kesibukan dengan menjelaskan beberapa fungsi alat yang ada di ruangan tersebut. Dan untuk sejenak Sulli seolah merasakan kecanggungan yang terkuak di antara mereka. Ada apakah ?

“ Sebenarnya Jinri, waktu itu Siwon tengah sibuk. Dia mengirim seseorang untuk menjemputku…”

“ Oh tentu saja, aku lupa kalau kalian akan menikah. Tentunya Siwon oppa sibuk mempersiapkan segalanya…  !” Sulli tertawa.

“ Bagaimana kalau kau beristirahat dulu ? Aku akan menyuruh orang untuk membawa minuman dan camilan ke mari, dan kau bisa menikmatinya sambil beristirahat.  Minho akan pulang agak malam karena aku yakin eomma tak akan membiarkannya pergi. Tetapi kita akan makan malam bersama.”

Yoona mencium pipi Sulli sekilas, kemudian pergi setelah menutup pintu.

Sulli berjalan menuju jendela yang terbuka lebar. Berdiri di sana seolah dirinya berada dalam setiap kalimat yang selalu digembar-gemborkan ayahnya bila sedang bercakap-cakap dengan seseorang tentang tanah leluhurnya. Menghirup udara dan mendengar desir angin yang berhembus di sana, seolah dia mendengar setiap lagu nina bobok yang secara samar-samar sering disenandungkan ibunya seaktu dia masih kecil.

“ Ya Tuhan… sedang apakah aku di sini ? Di tanah leluhur ayah ibuku ? Apakah dibutuhkan seribu alasan yang membuatku berada di sini ??”

Pertanyaan-pertanyaan itu berkelebat di batinnya…. menuntut untuk dijawab… Jawaban yang bisa dijadikannya sebagai alasan yang bisa membenarkan semua tindakan impulsifnya…kepada orang tuanya… kepada Rod, atasannya…. jika nanti dia mengabari mereka.

 <= TBC =>

WOW !!

Benar-benar kejutan yang menyenangkan karena di tengah-tengah kegalauan akibat postingan IG Sulli, pembaca fanfic Min-Sul ini tetap ada dan berani menampakkan diri  🙂

Semoga ini pertanda kalau Min-Sul ini memang punya fans setia yang tidak labil… aamiin.

Terimakasih untuk semua readers, saeng, eonni, chingu… maaf sepertinya aku “maksa” minta komentar di part sebelumnya bukan apa-apa tetapi karena memang bagian itu agak berat  😀

Tapi hasilnya benar-benar luar biasa… aku jdi punya kenalan orang Malaysia 🙂  Halooo…

Pokoknya terimakasih buat Like dan komentarnya !!!!!

FIGHTING Minsullians !

 

Advertisements

73 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 19)

  1. waaah daebak pemandangannya indah bgt ❤ ❤
    kapan ya bisa kesana ?? hahahaha #abaikan
    aku masih penasaran cerita antara yoona, minho dan siwon.
    apa minho sebelumnya punya hubungan sm yoona sebelum akhirnya yoona milih siwon ??
    lanjut eon …
    tetap setia menanti ff mu 😀

  2. Uhuk sulli baelum sadar ya alesan apa dia sampe ikut minho ke kampung halamannya padahal dia benci sekali ama tanah leluhur keluarganya tapi sulli serah ada di tempat yg seharusnya dia ga kunjungin tapi demi minho loh hehe
    Babysull blum menyadari perasaan nya 😳

  3. Walaupun sedih banget sama sulli yg sekarang.. Tapi kalau soal ff mah gua tetep baca soalnya ceritanya keren gak enak kalau gantung.

  4. daebakk. cerita nya seru abisss.
    menampilkan pemandangan pulau jeju yng indah, dtambah konflik yg mulai muncul mengenai hubungan sulli dan minho…
    dtunggu next part nya..fighting

  5. sulli eonni akhirnya tiba di Jeju dan sepertinya keluarga minho oppa berpikir bahwa sulli eonni dan minho oppa berpacaran.
    semoga saja setelah tiba di Jeju semua pikiran sulli eonni ttg Jeju akan berubah.

    next chap eonni. fighting

  6. aku udah ketinggalan banyakkkkk hahahaha sebelumnya thx untuk pw part 18 nya eonnnn 😊 dannnnn disisittttt akhitnya mereka tiba di kowreyahhhh. aduhhhh keren ya penggambarn jeju nya 💓💓💓 jadi pgn ksana dehhhhhh. syukaaa sama moment min dan keluarganya. ahhhhh ya berhubung aku yoona siwon shiper,aku jadi kepo eon dengan kisah awal percintaan mereka kkkkk’) dan seperti biasaaaaaaa diksi ff mu selalu kerwen eonnnnnn membuatku terkagum kagum,feelllll nya dapettttt bangetttttt. ohya mian ya kalo aku baca fanfic minsul tuh suka males2an gitu trgantung mood dan kestanilan berita eonn hehehehe. tetep semangatttttttt 😙

  7. Akhirnya aku baca juga. Hihi eonni.aku muncul!! Hehe jeju memang indah banget.ssul sampe tersepona (?) Haha ciyeeeee. .yg terjebak di korea n keluarga minho ayolah. Akuin aj a minho itu bagian terpentingmu uhhhhhh… oh ya kirain sulli bisa bahasa korea ternyata s a king benciny dia gak mau belajar ya? Aku baru tau kkkk 😁😁

  8. baru turun dari pesawat sulli udah merasa takjub dengan tanah kelahiran minho. syukurlah….akhirnya sulli bisa datang dan menginjakkan kaki di korea dengan penuh ketakjuban. ini pertama kali sulli datang dan kedatangannya ke korea sangat di nanti² oleh keluarga Choi.
    bagaimana sulli? apakah kau yakin tidak ingin tinggal di jeju? melihat pemandangan yg begitu indah dan asri membuat sulli kagum. semoga saja….semoga saja sulli mau merubah pemikiran tentang orang korea dan meninggalkan prinsipnya yg tidak ingin menikah dengan lelaki korea.

    keluarga minho begitu senang melihat kehadiran sulli, apalagi eomma minho. begitu banyak harapan yg terpancar diwajahnya saat melihat sulli. cepat sembuh ya eomma….dan cepet pulang dari rumah sakit biar bisa kumpul bareng dengan anak²,menantu,dan calon menantu. hehehehe :-D. jadi ngebayangin mereka semua kumpul, saling ngobrol,bergurau,.dan bercanda ria. Ya Allah…. sungguh nikmat yg indah jika bisa melihat mereka berkumpul bersama dan sudah menjadi keluarga yg utuh. pasti seru bin asik….!!!!

  9. Akhirnya sulli bs ke korea juga.. cieeeee… bakalan nikah bener nih kalo ssull udh mau ke korea.. omg aku blm bc part 18 unnie… blm di kirim passwordnya..jd aku lngsung bc nih aj deh

  10. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  11. Slah stu alasan tk terbantahkan bahwa sulli eonni memang mencintai minong oppa.. dia smpai rela menemani minho yg dalam keadaan panik.. syukut juga keluarga minong oppa menerima sulli dgn bahagia

  12. Kepoo nih, sebenarnya apa yg d sembunyikan yoona dan kim nam joo?
    Kenapa mereka agak kebingungan begitu?
    Tpi seneng deh, akhirnya sulli ke korea juga.

  13. Hoalah saya ngerti skrng
    Sulli gak bisa bahasa korea
    Kirain walau di newyork orangtuanya tetep mgajarin bahasa korea sama dia
    Dan baru inget sulli slama ini kan tinggal gak sama ortunya wkwk
    Wiih butuh privat korea nih dia
    Nah kan? Baru aja dateng udah jatuh cinta sama korea
    Makanya ssul ngapain benci korea wkwkwk
    Semoga betah disana yeeee biar bisa sama minho terus wkwk

  14. Annyeonghaseoyo eonni :*
    Asmi is back 😀 #tidakkenal ;(
    😀 😀 heheheheeee akhir2 ini sy lagi rindu dgn moment2 MinSul, rindu2 dengan hal2 yg berkaitan dgn MinSul, rindu MinSullian, rindu para readers2 disini yg kasihh komenan yg begitu menarik buat ku. Yahhh walaupun sekarang harapan kita bahwa MinSul bisa bersama, tp itu hnya di dunia FF sj, hanya dunia para penggemar MinSul ;( tp walau jalur kuning belum melengkung bisa sj MinSul bersama,iya kan???? 😀 semoga Ya Allah #Aamiiin
    #kembaliKeFF 😀
    sudahlahh Sulli, hilngkan semua pikiran mu hal2 aneh tentang Jeju. Lihatlah keluarga Minho menerima mu dgn baik 🙂
    ok Next part

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s