THE runaway BRIDE (Part 21)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

21. Will You Marry Me

.

.

Upacara peringatan kematian ayahnya Minho berjalan dengan khidmat. Prosesinya singkat. Ibunya Minho di akhir doanya, tiba-tiba berbalik dan menggamit sikut Sulli untuk di bawa ke depan foto yang tersenyum ke arahnya. Melihat fotonya Sulli bisa menebak percis dari siapa ketampanan tiga bersaudara itu diperoleh. Almarhum adalah sosok yang memancarkan keyakinan diri yang kuat, rambut memutih di pelipisnya menambah kharisma yang kuat. Garis-garis wajahnya yang kuat, sangat berlawanan dengan sorot matanya yang lembut. Dari fotonya Sulli bisa melihat kalau beliau merupakan sosok suami dan ayah yang mengagumkan… ini pun terlihat dari bagaimana keluarganya mencintainya, walaupun dia sudah tidak berada bersama mereka lagi.

“ Aku telah kehilangan suamiku bertahun-tahun, tetapi aku selalu merasa dia ada di sisiku. Bagiku mengenalkan kekasih-kekasih putraku kepadanya seperti kembali berbicara dengannya.” Bisik wanita itu lembut.

Sulli tercekat mendengarnya, merasa perlu menghentikan kesalalahpahaman itu. Sekilas matanya melihat ke arah Choi Minho, dan ada sorot mata memohon di wajahnya. Bibirnya yang baru saja terbuka untuk menjelaskan semuanya tiba-tiba menjadi kaku. Akal sehat dan hatinya saling tarik menarik, membuat dia tak bisa memutuskan apa-apa…. selain membiarkan semuanya terjadi.

“ Mungkin setelah semua selesai aku bisa menjelaskan keadaan sebenarnya kepada wanita malang  ini. Mungkin lusa aku bisa berpamitan pulang sambil mengatakan keadaan yang sebenarnya, bahwa aku bukan kekasih Minho dan tak akan ada penikahan di antara kami. Ya, sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini sebelum semua kebohongan ini membuatku gila. ”

.

Seperempat jam kemudian rencana untuk pulang ke Amerika itu lenyap. Suasana khidmat berubah menjadi kehebohan kecil ketika Im Yoona tiba-tiba memegangi perutnya. Wajahnya yang cantik terlihat berkerut dan pucat menahan sakit. Choi Siwon,  terlihat  mulai panik dan khawatir.  Minho yang  berdiri di sebelah Sulli dengan sigap menghampiri kakak iparnya, memapahnya dengan lembut sambil berbicara dengan nada penuh kasih. Sementara Jiho membawa Siwon mengikuti istrinya, Namjo ,yang bergerak lincah membuka kerumunan tamu yang mendadak ribut.

“ Apa yang terjadi ?”   Sulli melihat kepergian mereka.

“ Yoona sepertinya akan melahirkan. Kita harus menyusulnya ke rumah sakit setelah meminta maaf kepada tamu-tamu.” Kata ibunya Minho dengan mata berkaca-kaca, tentu saja karena cucu pertamanya kan lahir.

Siapa pun tak menyangka kalau proses kelahirannya adalah kelahiran yang sulit dan memakan waktu jauh lebih lama daripada seharusnya. Suara rintihan dan erangan Im Yoona dari dalam ruangan benar-benar membuat semua kerabatnya khawatir. Semua orang yang berkumpul di koridor sangat ketakutan. Menit ke menit  berjalan begitu lambat. Semalaman mondar-mandir di sepanjang lorong rumah sakit dengan dihantui keadaan akan semakin memburuk, telah membuat semua orang kelelahan dan putus asa.

Hingga waktu matahari terbit, belum ada perkembangan berarti.

Tiga jam kemudian Kim Namjo muncul dan menjelaskan bahwa operasi terpaksa harus dilakukan bila dalam  tempo sepuluh menit sang jabang bayi tak bisa keluar. Untuk sementara dokter dan perawat mencoba cara lain untuk membuat sang ibu bisa melahirkan secara normal. Choi Siwon sudah tak bisa diajak bicara apa-apa. Fisik dan jiwanya sudah terkuras habis.  Yang diingat Sulli bagaimana lelaki itu menarik diri dari yang lain dan berdiri di dekat pintu, tegang… wajahnya menggelap dan keras seperti patung. Di wajahnya tidak terbaca ekspresi apapun, hingga Sulli sempat bingung memikirkannya. Wajah yang tanpa perasaan.

Justru Minho-lah yang paling menunjukkan perasaannya. Sejak Kim Namjo ke luar membawa kabar tentang kemungkinan terburuk, dia kelihatan hancur. Tangannya yang menggenggam jemari Sulli terasa dingin dan berkeringat. Matanya terlihat berkaca-kaca. Bahkan ketika seorang perawat masuk memanggil Siwon untuk memasuki ruangan, Dia sempat berdiri dan memandang dengan cemas. Sepertinya perlu perjuangan keras untuk menahan dirinya agar tidak berlari menggantikan posisi abangnya.

“ Semua akan baik-baik saja….” Nyonya Choi berkata, mengusap lembut bahu anaknya.

Satu jam kemudian Siwon keluar dengan wajah berkeringat, berkata bahwa Im Yoona telah melahirkan bayi perempuan yang cantik dan sehat… dan sudah terlepas dari bahaya. Semua yang ada berdesah dan saling berpelukan penuh kebahagiaan, tetapi Minho bereaksi dengan mengejutkan. Dia melompat sambil mengepalkan tinjunya ke udara. Belum sempat Sulli meredakan keterkejutannya atas reaksi impulsif tersebut, tiba-tiba dadanya terasa sesak karena Minho memeluknya erat-erat . Tangannya yang kokoh mengangkatnya ke udara, berputar sambil tertawa dengan wajah bersimbah air mata. Sulli memekik, tangannya berpegangan pada bahu lebar Minho… ikut tertawa dan menangis lega. Hati dan fikirannya bertanya-tanya, bagaimana mungkin dia menolak rasa cintanya yang begitu kuat pada lelaki lembut dan penuh cinta ini ? Bagaimana dia membohongi dirinya dan berpura-pura bahwa tidak ada cinta yang besar di antara dirinya dan Minho ?

Cinta.

Sepertinya itulah yang telah membawanya terbang membelah lautan , menyeberangi dua benua yang berjarak ribuan kilometer. Tindakan bodoh apalagi yang bisa dilakukan seorang wanita untuk mengikuti cinta yang menaklukan jiwanya ? Kekuatan apalagi yang bisa membuat seorang wanita mau  mengorbankan harga diri dan hidupnya ?

Sulli bisa mendengar dengan jelas bagaimana angin Jeju membisikkan perasaannya. Bahkan dia bisa melihat gambaran cinta yang demikian hebat di langit Jeju… Tempat yang tak pernah sekali pun mendatangi mimpinya di masa lalu. Tempat yang terletak di urutan paling akhir dari sekian tempat yang ingin dikunjunginya di dunia. Tempat yang dibencinya tanpa alasan… karena prinsip konyolnya yang membabi buta.

“ Minho dan keluarga ini telah menarikku seperti magnet.” Kata Sulli pada Kim Namjo, ketika dia berdiri dan memandangi bagaimana kembalinya Im Yoona dan bayinya disambut dengan hangat oleh keluarga besar Choi, pelayan-pelayan rumahnya, dan pekerja-pekerja di peternakan. Ada pesta kecil yang disiapkan  untuk menyambut anggota keluarga yang baru.

“Itu benar,” jawab Kim Namjo ,” Keluarga Choi seolah merengkuhmu sebagai bagian dari mereka sejak awal kau menginjakkan kakimu di tanah mereka. Percayalah, aku juga pernah merasakan persaan yang sama sepertimu.”

Kim Namjo mengucapkan kata-kata itu dengan tersenyum bahagia, jelas sekali dia menyukai dirinya seperti itu.

“ Mereka mengajariku banyak… bagaimana menerima dan memberi… bukan mengambil dan menyingkirkan. Aku sungguh beruntung bisa menemukan Jiho sebagai bagian dari keluarga ini. Lihatlah Jinri, Minho adalah si Bungsu yang selama ini paling banyak ditumpahi perhatian sehingga di terkesan begitu manja. Siwon menyayanginya bahkan memujanya, demikian pula suamiku. Walaupun dia tak sepandai Minho dalam mengekspresikan perasannya, dengan melihat sorot matanya saja aku bisa tahu bahwa dia mencintai Siwon dan Minho melebihi rasa cintanya pada diri sendiri.  Aku tahu  tak bisa memiliki cinta Jiho oppa untuk diriku sendiri, tetapi dengan merelakannya mencintai kedua adiknya, aku tidak kehilangan dia bahkan sebagai bonusnya aku mendapatkan cinta dua lelaki lain yang begitu gagah, mendapatkan adik yang perhatian seperti Yoona, dan seorang ibu mengagumkan. Dan mungkin, beberapa bulan mendatang…seorang bayi mungil yang kami harapkan kehadirannya.  Aku bersyukur bisa menjadi orang seberuntung ini…”

“Aku tidak mengira.. kau seorang yang sangat cerdas. Karirmu cemerlang dan kudengar kehidupanmu di luar sana lebih dari apa yang kau dapatkan di sini. Meninggalkan semua itu untuk hidup bersama Jiho oppa di tempat berbeda, tentunya itu menyulitkanmu pada awalnya ?”

“ Aku memahami maksudmu. Aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa kehidupan yang mudah lebih menjanjikan di tempatku dulu. Tetapi bila kau terjun sendiri dan mengalaminya, kau akan melihat bahwa semua itu tidak berarti. Pada akhirnya hanya cinta yang tersisa… cinta lah yang benar-benar diharapkan hatimu. Kau akan mengerti ketika kau telah menjadi bagian dari keluarga ini. ”

“ Itu benar…”

Minho berkata dari belakang Sulli. Pria itu meraih pinggangnya kemudian mencercahkan ciuman ringan di pelipis kanannya ,” Kami semua akan senang sekali bila kau menjadi bagian dari keluarga kami.”

Kim Namjo terkikik ketika melihat Sulli memelototi adik iparnya. Kemudian dia berbalik sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sulli., dan pergi menuju kerumunan orang yang sedang mengelilingi bayi mungil yang meringkuk dalam pelukan Choi Siwon.  Menarik nafas, Sulli merasakan kehangatan yang menyesakkan di dadanya saat melihat bagaimana lelaki tinggi gagah itu menatap kagum putri kemerahan dalam dekapannya. Wajahnya lembut… sangat berbeda sekali dengan wajahnya saat di rumah sakit. Sekali lagi, dia melihat bagaimana cinta telah melumpuhkan kegarangan seorang pria yang begitu tangguh. Dan tanpa daya, dia membayangkan akan seperti apa wajah Choi Minho bila menunggui istrinya melahirkan, atau saat memeluk anaknya sendiri…

“ Terimakasih ,Chagiya….” Minho memandangnya lekat-lekat.

Sulli menoleh ke arahnya, perutnya mencelos melihat sorot matanya. Senyumannya membentuk garis lengkung yang menawan, ingin rasanya Sulli mengangkat tangannya untuk menyentuh bibirnya… hanya untuk sekedar meyakinkan diri bahwa dirinya tidak bermimpi. Untuk  menghapus ketakutan yang menyerbunya begitu kesadaran akan bentuk perasaannya memukulnya dengan telak. Dia mencintai pria ini. Dan rasa cinta itu makin hari makin mengakar dalam hatinya, makin membuncah setiap dia melihat sisi berbeda Choi Minho. Karena dari sisi mana pun dia memandangnya, dia bisa menyukainya.

“ Terimakasih kau telah bersedia melibatkan dirimu dalam kehidupanku, Tanpa kehadiranmu, semuanya akan terasa berbeda.”

Sulli tidak menjawab, dadanya terlalu sesak oleh kebahagiaan. Tanpa disadarinya dia meremas jemari Minho dengan mata berkaca-kaca.

 “ Ada apa ?” tanya Minho seraya meraih tangan Sulli.

“ Tidak apa-apa. Ini semua sangat menyenangkan. Aku belum pernah melihat keluarga yang saling menyayangi  dan mendukung seperti keluargamu.”

“Kupikir kau tidak suka keluarga.” goda Minho ,” Terutama keluarga seperti ini. Berita buruknya, mereka juga menyayangimu. Sangat menyukaimu.”

“ Aku juga merasakan hal yang sama terhadap  mereka. Sayang memang, aku tidak memiliki…”

“ Kau sudah memiliki semuanya, Jinri. Pekerjaan yang kau impikan, yang kau peroleh dengan kerja kerasmu sendiri. Kau punya orang tua yang menyayangimu secara diam-diam… juga sahabat sebaik Rodney dan aku.”

“ Kau membuat semuanya terdengar mudah dan menyenangkan.”

“ Tentu saja. Hidup akan  mudah dan menyenangkan bila kau bisa melihatnya seperti itu. Hanya dibutuhkan sedikit cinta untuk itu…” Minho berkata dan  menepuk-nepuk dadanya sebagai penegasan.

Sulli menatap ke dalam mata besar yang berpendar itu ,” Sedikit cinta tidak ada dalam persahabatan kita, Minho…”

“ Kau benar. Tidak ada sedikit cinta di antara kita… tetapi banyak cinta… dalam diriku terutama.  Aku telah membuang banyak waktu dengan berpura-pura tidak mencintaimu, berharap semuanya akan menghilang bila kudiamkan. Tetapi kupikir kau adalah wanita yang tidak mudah dibohongi… hampir tidak bisa. Kau tentu bisa melihat bagaimana aku begitu kesulitan menyembunyikannya darimu. Kau tentu menyadari kalau aku mencintaimu sejak lama…”

“ Minho… “

Sulli merasakan jantungnya berdegup, tidak menyangka akan menghadapi pengakuan cinta di tengah-tengah suasana yang ramai. Pengakuannya membuatnya melambung begitu tinggi, tetapi dia tak boleh terbang karena kakinya harus tetap berpijak pada kenyataan yang ada. Sekuat apapun dia menginginkan pria di sampingnya ini, satu fakta tak bisa menyingkir begitu saja. Fakta bahwa dia adalah sahabatnya Choi Minho… lelaki Korea… yang sepanjang umurnya dia sudah bersumpah untuk tak akan menyukainya.

“Kau tahu apa yang kuinginkan . Apakah kau juga menginginkan hal yang sama sepertiku ?”

Sulli tidak menjawab, matanya terpaku pada tirai bermotif bunga berwarna kuning cerah yang melambai-lambai di tiup angin. Dia memahami sekali arah pertanyaan Minho, karena di dalam dirinya juga bergema pertanyaan yang sama. Tetapi pertanyaan itu berputar tidak hanya di masa sekarang, namun jauh meluncur ke masa depannya… sejauh yang bisa dibayangkannya.

Tiba-tiba Sulli menyadari kalau ruangan yang tadi ramai itu tiba-tiba sunyi. Seraya memandang berkeliling… berfikir bahwa semua orang yang sedang menatapnya, seolah mereka juga telah mendengar percakapannya dengan Minho. Dan jantungnya seperti berhenti berdetak ketika menyadari Minho tidak lagi berdiri di sisinya, tetapi sudah berlutut di depannya dan berkata

“ Sulli, bersediakah kau menikah denganku ?”

Sulli adalah nama Korea yang dibencinya, tetapi ketika nama  itu diucapkan oleh Minho terdengarnya begitu pas dan merdu. Sulli mulutnya terbuka, tetapi tak tahu apa yang hendak diucapkannya. Tindakan Minho benar-benar tidak termaafkan.. tindakan yang membuat Sulli benar-benar tidak berdaya… meruntuhkan seluruh pertahanan dirinya yang masih tersisa.

“ Bangunlah, Minho !” katanya dengan panik begitu dia bisa mengatasi keterkejutannya .

“ Tidak, sampai kau berjanji untuk menikah denganku.”

“ Kalau begitu, kau akan berlutut di situ selamanya.”

“ Tidak masalah bagiku. Aku akan berlutut di sini selamanya.”

Sulli menunduk dengan wajah panas, matanya mamandang jauh ke kedalaman mata Minho yang membulat dan memohon. Tatapan yang tak tertolakkan.

“ Choi Sulli, maukah kau menikah denganku ?” katanya sekali lagi.

Tiba-tiba semua yang ada di ruangan itu bertepuk tangan dan bersorak sorai. Choi Minho bangkit berdiri  kemudian menciumnya dengan suka cita. Sulli terbelalak…

“ Sepertinya aku telah mengatakan “ya”. Walaupun aku sama sekali tidak bisa mengingat kalau aku sudah menjawab seperti itu. Tetapi siapa wanita yang sanggup menolak pinangan seorang pria yang diucapkan sambil berlutut di hadapan seluruh keluarganya, Benar,kan ?”

Sulli kebingungan dengan sambutan yang luar biasa. Ibunya Minho menghambur memeluknya dengan mata berkaca-kaca. Kemudian ucapan selamat datang bertubi-tubi dari Im Yoona, Kim Namjo, dan dua orang abangnya. Bahkan semua orang yang ada di sana menyalaminya dan ikut berbahagia atas kejutan itu.

=========TBC=========

.

.

Advertisements

75 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 21)

  1. Aaargh sweet bnget sich minho,, pengen deh jadi sullinya:-D smga aja kalian itu bnern sampe nikah
    Fighting eonni buat next chapternya yg panjang ya, hehe

  2. Uhhh yg ini pendek banget eon??? Tau tau tbc aja haha… huftttt akhirnya sulli mengakui dia jatuh cinta pd minho.ciyeeee minho gak nanggung2 langsung ngajak nikah..kkkkkkkkk 😁😁

  3. woooww, kejutan apa lg ini.
    minho meminang sulli dan sulli menerima pinangannya. waahhh minsul bakal nikah.
    moment yg ditunggu tunggu akhirnya datang jg, sulli mengakui perasaannya bahwa yg membawanya kekorea adl rasa cintanya ke minho dan skrng sulli tdk bisa mengelak lg.

  4. waaaw.. so sweet luar biasa..
    akhirnya.. ini yang paling ditunggu.. Sulli menerima Minho dan melupakan keegoisannya tentang janji konyol itu.. o em ji..
    Minho.. kau begitu manis saat melamar Sulli.. haha..

    Luar biasa eonn.. seperti biasanya ffmu memang selalu luar biasa.. makasih lho ya eonn.. terbang lho nih hati pas Minho akhirnya ngelamar Sulli.. :v

    lanjutkan eonn :-d (y)

  5. waaaahhhh akhirnya …
    sulli luluh jjg kan sm minho hihihhi
    tp kpan sulli bilang iya ??
    apa sulli ga mengucap melainkan menganggukan kepala pertanda “iya”
    wahhh wahhhh ….
    lanjut eoni ^^//

  6. omona…..yoona sudah melahirkan? anaknya cewek lagi, itu bayi pasti lucu,imut dan cantik seperti yoona. tapi melihat keadaan yoona yg susah saat mau melahirkan membuatku takut. takut jika terjadi sesuatu dengan yoona dan bayinya. minho begitu sayang sama yoona, terlihat jelas rasa takut dan khawatir dari wajahnya saat namjoo noona memberitahu kondisi yoona. tapi syukurlah…..semua kesulitan itu bisa teratasi.
    omona…..omona….omona……!!!!!! apakah yg ku lihat dan kudengar itu nyata bukan sekedar ilusi atau halusinasi belaka? sungguh aku tak menyangka minho benar² melamar sulli didepan semua keluarganya. moment yg langka dan indah seperti itu tidak pantas untuk dilewatkan. semua orang yg berada disana melihat Dan menjadi saksi atas cinta mereka. saksi hidup akan ketulusan dan kesungguhan minho melamar sulli. Ya Allah…..aku terhura saat mengetahui sulli menerima cinta dan lamaran minho didepan keluarga minho. ini adalah kebahagiaan yg tiada duanya.
    selamat untuk yoona dan siwon atas kelahiran anak pertama kalian. dan selamat juga untuk minsul yg saat ini sudah merubah status hubungan kalian dari sahabat menjadi calon suami-istri. selamat buat semuanya…..!!!!! selamat berbahagia dan bersenang-senang 🙂

  7. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  8. aduh minho sekali nembak langsung ngajak nikah hingga buat sulli bilang yes tanpa sadar, sweat banget

  9. Yeaayy. . . . . .
    Sulli menerima lamaran minho.
    Moga d chap selanjutnya mereka tengah merencanakan pernikahan mereka atau mungkin mereka akan menikah secepatnya. , ,
    q berharap mereka cepat menikah.
    Selamat ya minsul.

  10. hmm… minho ngelamar sulli nya sweet banget.. tapi silli kayanya blm bilang ya, ngangguk dgn kepalanya gitu.. wah d tunggu wedding partynya…
    ceritanya semakin seru

  11. Cepat yahh bacanya 😀 :* hahahaa sebenarnyaa sy sdh baca ff ini dari part 17-23, berhubung sy lupa email ku, so baca dulu lalu bsk lanjut koment.Hihi ninggalin jejak gituuu 😀 komentnya mulai dari part 19 krn part 1-18 sdh ninggalin jejak sejak bebrapa buln lalu. Jd skrng ninggalin jejak dari part 19-End 😀
    #BacktoFF
    hmmm kenapa yahh, pikiran sy klw anak itu anak Minho,,#Andwae..!!! 😮 sebab knp minho yg was-was teruss.. Aiisstt mollla2
    so sweet,, MinSul Nikah2 :*

  12. Cepat yahh bacanya 😀 :* hahahaa sebenarnyaa sy sdh baca semalam ff ini dari part 17-23, berhubung sy lupa email ku, so baca dulu lalu bsk lanjut koment.Hihi ninggalin jejak gituuu 😀 komentnya mulai dari part 19 krn part 1-18 sdh ninggalin jejak sejak bebrapa buln lalu. Jd skrng ninggalin jejak dari part 19-End 😀
    #BacktoFF
    hmmm kenapa yahh, pikiran sy klw anak itu anak Minho,,#Andwae..!!! 😮 sebab knp minho yg was-was teruss.. Aiisstt mollla2
    so sweet,, MinSul Nikah2 :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s