The Next Bloodline [Chapter 25]

mahogany4-2-copy

The Next Bloodline

Author : Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater : Maria2509

Original Version klik here!

Length : Sequel

Rate : PG-15

A/N: Hai, lovely readers! After 1000 years, finally i can post chapter 25.. maaf ya, kerjaan lagi hectic2nya, bisa megang translate aja uda bersyukur bangett.. semoga FF ini masih ada yg baca.. yang masih ngikutin terima kasih banget! #hugkiss aku janji bakal selesaiin FF ini walaupun bakal lama bgt postnya, tp pasti ak post koq 🙂 di chapter ini akan ada flashback apa sih penyebab Muklan bls dendam, bener ga sih Minho itu adiknya Muklan? ada semua jawabannya disini.. Happy reading! Have a nice weekend! See ya!

.

.

.

.

Chapter 25: Traveling in Memories

The Circle mencari Sulli ke seluruh kota.

Sunny dan TOP mencari di pasar. Penglihatan TOP masih kabur, tapi dia memaksa untuk ikut mencari Sulli.

Luhan dan Chanyeol mencari ditaman.

Master Cha dan Kris mencari di pusat kota.

Sulli berlari secepat yang dia bisa, tapi langkahnya semakin melambat.

Dia mencapai air mancur. Dia duduk dibawah air mancur dan bersandar disana.

Dia tidak bisa berjalan lebih jauh lagi. Sulli memejamkan matanya, dia hanya perlu istirahat… sebentar saja..

.

.

.

.

Sulli terbangun ditempat yang asing. Dia terbaring ditempat tidur. Langit-langit kamarnya terbuat dari kayu. Jendelanya ditutupi oleh kain berwarna-warni. Dimana dia?

Sulli mencoba duduk. Dia melihat dadanya terbungkus. Oh tidak, Core!

Sulli merasakan core masih ada dalam dirinya. Untung saja, Sulli merasa tenang dalam dirinya.

Seseorang membuka pintu. Seorang pria asing masuk ke dalam kamar.

“Kau sudah sadar.” Kata orang itu.

“Siapa kau?” Tanya Sulli

“Hmm, aku seorang pedagang kaki lima. Aku menemukanmu hampir mati tadi malam.” Kata Penjual itu.

Sulli ingat kejadian tadi malam. Dia diserang.

“Ya, aku ingat sekarang.” Kata Sulli

“Dan siapa kau?” Tanya Penjual itu

“Aku… Sulli.” Kata Sulli

“Aku Kai.” kata Kai

“Ngomong-ngomong, aku menaruh beberapa tanaman herbal dilukamu supaya cepat sembuh. Aku harus pergi. Aku harus berjualan dipasar dan menghasilkan uang.” Kata Kai

“Ada makanan diatas meja kalau kau lapar. Lukamu cukup dalam, kau mungkin ingin beristirahat sekarang. Aku akan pulang malam jadi kau istirahat sesuka hatimu.” Kata Kai

“Kau pria yang baik.” Kata Sulli

“Tidak juga.” Kata Kai. “Apa kau pikir aku melakukan ini secara gratis. Dalam duniaku, tidak ada yang gratis.”

“Apa kau akan meminta bayaran karena sudah menyelamatkan nyawaku?” Tanya Sulli

“Tentu saja! Tapi aku belum memikirkan apa yang akan kuminta darimu.” Kata Kai

“Jadi tetap disini sampai aku tahu apa yang kumau. Aku rasa kau juga tidak bisa kemana-mana. Kau terlalu lemah untuk pergi kemanapun.” Kata Kai

“Dan oh, aku melihat ada batu didadamu.” Kata Kai

Sulli menarik selimut sampai sebatas dagu dengan sikap melindungi.

“Apa kau ahli sihir?” Tanya Kai

“Umm, kenapa kau bisa berpikir seperti itu?” Tanya Sulli

“Ada beberapa ahli sihir yang suka mengoleksi batu. Mereka biasanya menyimpannya didalam peti. Tapi kau aneh. Kau menyimpannya didalam DADAMU!” Kata Kai

Sulli pura-pura tertawa. “Ah, hahahah! Ya, aku tidak memiliki peti untuk menyimpan batu itu dan aku tidak mengumpulkannya. Aku juga bukan ahli sihir, aku hanya dikutuk untuk memiliki batu ini.”

“Kasihan. Tadinya aku akan meminta imbalan sebagai balasan. Didunia ini, tidak ada yang gratis. Tapi kalau itu kutukan, aku tidak ingin berhubungan dengan kutukan manapun.” Kai mengambil keranjang besar dan pergi. “Sampai nanti.”

Diselamatkan oleh orang asing, walaupun pria itu masih meminta bayaran tetap saja membuat Sulli berpikir kalau masih ada orang-orang baik di Zaruum, sesuatu yang layak diselamatkan.

.

.

.

.

Muklan mencoba menahan emosinya. Sang Putri berhasil lolos lagi. Dia hanya seorang Peri lemah. Kenapa Adah sulit sekali mendapatkan core darinya?

“Kau seharusnya malu. Peri melawan Naga Hitam dan pada akhirnya Perilah yang berhasil lolos dua kali!” Kata Muklan

Mistress.” Adah berlutut. “Aku memang tidak berguna. Ini tidak akan terjadi lagi. Tolong beri aku kesempatan lagi.”

“Bahkan kau mendapatkan kegagalan itu dihadapan adikku.” Kata Muiklan

Adah berjalan berlutut menuju Minho. “Master Han, aku sudah melakukan yang terbaik jika saja The Circle tidak datang. Master Han, beri aku kesempatan lagi.” Kata Adah memohon.

“Aku melihatnya dari jauh. Dia sedikit lagi mendapatkan core. Beri dia kesempatan lagi.” Kata Minho

“Berdirilah. Tinggalkan kami.” Kata Muklan.

Adah berdiri dan keluar dari ruangan.

“Memalukan.” Kata Muklan

“Dia bukan keluarga kita, kenapa dia bisa bersamamu?” Tanya Minho

“Maksudmu bersama kita? Kau masih tidak mengingatnya?” Muklan berjalan menuju Minho dan memegang tangannya. “Kau adalah orang yang menyelamatkan Adah, Han. Ketika kita mencoba untuk melarikan diri, kau mendengar suara tangisan bayi. Walaupun aku sudah memaksamu untuk meninggalkannya karena klan kita sedang dimusnahkan, kau tetap kembali untuk menyelamatkan bayi itu.” Kata Muklan

“Aku tidak ingat.” Kata Minho

“Kita harus mengembalikan ingatanmu secepatnya, Han. Kau tidak ingat kenapa kita melakukan ini. Ikut aku. Aku akan mencoba dan menghilangkan apapun yang mereka lakukan pada ingatanmu.” Kata Muklan

.

.

.

.

Minho dan Muklan memasuki sebuah ruangan gelap dibawah tanah.

“Pastikan tidak ada yang mengganggu kami sampai selesai.” Kata Muklan

“Ya, Mistress.” Kata Adah

Muklan menutup pintu.

Muklan duduk dilantai didepan Minho.

“Duduklah, Han.” Kata Mukaln

Minho duduk.

“Kita mulai. Tutup matamu, Han dan tenangkan pikiranmu. Biarkan aku yang membantumu mengingat. Dalam proses ini, aku akan melihat kedalam pikiranmu menyingkirkan apapun yang menghalangi ingatanmu. Tapi dalam proses ini, kau mungkin juga bisa melihat potongan dari ingatanku. Tidak ada yang kusembunyikan darimu. Tapi fokuslah pada ingatanmu sendiri, Han. Saat kau tahu itu bukan bagian dari ingatanmu, keluar dari ingatan itu. Apa kau mengerti?” Tanya Muklan

“Ya.” Minho menutup matanya.

Muklan menutup matanya juga. Tubuhnya bersinar merah. Kemudian ada cahaya terpancar dari dahinya yang mengarah lurus pada kening Minho. Ada garis merah diantara Minho dan Muklan.

“Han, bersiaplah.” Kata Muklan

.

.

.

.

Minho membuka matanya. Dia berada dipegunungan. Hari yang cerah.

Minho melihat seorang gadis berlari.

Muklan?

“Cepat Muklan!”

Panggil seorang wanita dari bagian tertinggi dari gunung.

“Ibumu sudah melahirkan dan perayaan sudah dimulai!” Kata gadis lainnya

Muklan berlari dengan cepat. Untuk naga hitam, dia termasuk yang cukup cepat. Dia mencapai puncak gunung dengan cepat.

Muklan dan gadis lainnya mengembangkan sayapnya dan terbang.

Minho mengikuti mereka.

Apa itu sebuah pulau mengambang seperti pulau naga putih?

Mereka terbang sampai langit yang terlihat gelap kemudian kumpulan awan berwarna hitam muncul. Dua gadis itu masuk kedalam awan. Minho masih mengikuti mereka.

Dalam awan ada sebuah kerajaan kecil. Kerajaan Naga Hitam.

Dua gadis tadi masuk kedalam sebuah istana kecil.

“Cepatlah!” Kata gadis yang satunya

“Aku sudah berlari!” Kata Muklan

Mereka membuka pintu dan masuk.

“Ibu!”

Ruangan penuh dengan orang-orang.

“Biarkan putri Aji lewat.” Kata seorang Pria Tua.

Muklan mencapai orangtuanya.

“Ibu! Ayah! Aku ingin melihat adik laki-lakiku… atau dia perempuan?” Tanya Muklan

“Dia laki-laki. Mendekatlah, Muklan.” Kata Ibunya.

Muklan menghampiri dan berdiri disamping ibunya. Seorang bayi laki-laki tidur disamping ibunya. Sayap kecil hitam dibelakangnya.

Muklan memegang tangan bayi itu.

“Siapa namanya?” Tanya Muklan

“Han. Namanya Han.” Kata Ayahnya.

“Han. Nama yang bagus.” Kata Muklan

“Dia akan menjadi pemimpin yang baik untuk klan ini.” Kata salah seorang penatua. “Sama seperti kau, Aji.”

Aji tertawa. “Ya, tentu saja. Dia akan tumbuh menjadi seorang pemimpin besar klan kita.”

“Kau sudah melakukan yang terbaik, Adah.” Kata Aji pada istrinya.

Adah. Nama ibu mereka adalah Adah. Namanya sama dengan pelayan Muklan.

Kemudian semuanya berubah gelap. Minho tidak bisa melihat apapun.

Minho merasa tanahnya berputar kemudian perlahan-lahan ia melihat dirinya berada dilapangan. Ada banyak orang disana. Seorang anak kecil berada ditengah-tengah semua orang.

“Ayah, hentikan mereka. Mereka tidak bisa memperlakukan Han seperti ini!” Kata Muklan

“Bersabarlah, Muklan. Ada alasan mengapa hal ini harus dilakukan.” Kata Aji

“Ibu, minta mereka untuk berhenti.” Kata Muklan

“Han tadi malam dia melepaskan bola api.” Kata Adah

“Itu bagus, kan? Memangnya kenapa kalau anak seumurnya mendapatkan kemampuannya lebih cepat. Bagaimana jika dia belajar mengendalikan api lebih awal dari orang lain? Itu bakat. Kita seharusnya senang.” Kata Muklan

“Dia melepaskan… api berwarna biru.” Kata Adah

Muklan berhenti bicara dan hanya duduk.

“Api…biru?” Muklan tidak bisa mempercayainya.

Kedua pria tua meniupkan api merah kearah anak kecil itu.

Adah berdiri tapi Aji menahannya.

“Ini sudah seharusnya dilakukan, Adah.” Kata Aji

“Mereka menyakiti putraku!” Kata Adah

“Tetaplah…” Aji memalingkan wajahnya. “Tetaplah disini.”

Tiba-tiba anak laki-laki itu melepaskan gelombang api biru besar yang membuat dua pria tua tadi terlempar beberapa meter.

“Han!” Teriak Adah.

Han kecil menangis.

“I–Ibu…” kata Han

“Sudah cukup. Kalian sudah mendapatkan buktinya.” Adah pergi untuk menjemput putranya.

“Kau sudah melihatnya. Jadi itu sudah cukup.” Kata Adah

Adah pergi bersama putranya.

“Ayah, apa arti dari semua ini?” Tanya Muklan

“Api biru lebih kuat dari api merah. Kau sudah melihat apa yang adikmu lakukan. Apa yang dilakukannya diluar dari yang kita tahu dan kita tandingi. Ini pertama kalinya kita melihat api biru dikendalikan oleh salah satu dari kita.” Kata Aji

“Meskipun itu ada dilegenda kita. Tentang ahli sihir yang memberika kutukan pada jenis kita.” Kata seorang Penatua

“Dia mengutuk kita untuk terikat pada seorang master dan sejak saat itu, kita bukan naga bebas lagi. Tapi ada yang mengatakan kalau ahli sihir juga memberikan kutukan kedua saat para ahli sihir memenangkan perang melawan penyihir.” Kata Elder

“Apa kutukan keduanya?” Tanya Muklan

“Tidak ada yang tahu apa isi kutukan yang sebenarnya. Tapi dari nenek moyang kita yang terdahulu mengatakan akan ada naga yang dapat mengendalikan api biru.” Kata Penatua itu

“Kutukan itu membawa kehancuran atau kebaikan untuk kita?” Tanya Penatua yang lainnya.

“Tidak ada yang tahu, tapi satu hal yang aku dengar bahwa pada saat ahli sihir itu hampir mati ditangan para penyihir, nenek moyang kita menghalangi serangannya untuk menyelamatkan teman lamanya. nenek moyang kita meninggal saat menyelamatkan ahli sihir itu meskipun ia mencintai penyihir itu.” Kata Penatua itu.

“Karena itulah, ahli sihir itu memiliki belas kasihan pada leluhur kita. Tapi dia tidak bisa menarik kembali kutukan pertamanya lagi.” Kata Penatua itu. “Jadi, dia menciptakan kutukan kedua. Sayangnya, ini hanya kabar angin saja, belum ada buktinya. Aku beranggapan penatua sebelum kami itu hanya ingin memberikan harapan pada kaum kita, maka dari itu mereka menciptakan cerita tentang kutukan kedua.”

“Adanya kutukan kedua atau tidak. Putraku akan membawa kebaikan atau keburukan, Kita akan melatihnya. Kita akan mengajarkan padanya semua yang harus diketahuinya. Kita akan merawatnya sehingga ia akan tumbuh menjadi pemimpin rakyat kita.” Kata Aji.

Semua orang mengangguk menyetujuinya.

Muklan mendesah lega. Han aman untuk saat ini.

Minho mengikuti Adah pergi.

“Ibu, kenapa mereka menyerangku?” Tanya Han

“Mereka hanya menguji kemampuanmu, Han. Tapi mereka meminta izin ayahmu terlebih dahulu. Kau tidak boleh menyerang orang lain sembarangan lagi. Mengerti?” Kata Adah

“Mengerti, Bu.” Kata Han

Minho merasa tanah berubah lagi kemudian dia melihat Muklan terbang diudara. Dia terlihat bahagia.

Tiba-tiba Muklan terjatuh tak terkendali. Minho terbang tapi saat ia hampir menyentuh Muklan, ada sengatan listrik yang menghentikannya.

Ah, ya, ini masa lalu. Ini hanya sebuah kenangan. Dia hanya bisa menonton.

Muklan terjatuh ke tanah.

Seorang manusia perlahan berjalan tempat dimana Muklan terjatuh.

Siapa manusia ini?

Pria ini memegang busur ditangannya dan ada beberapa anak panah dipunggungnya. Dan Muklan terkena salah satu anak panahnya.

Minho merasakan amarahnya mulai naik..

“Nona, aku minta maaf. Aku pikir kau elang wanita.” kata manusia itu.

Muklan perlahan membuka matanya. Dia menyentuh bagian yang terluka dan menarik panah itu..

Perlahan sayapnya menghilang.

“Siapa kau? Apa yang kau lakukan digunung ini? Manusia dilarang masuk ke wilayah ini?” Kata Muklan

“Kami sedang berpetualang.” Kata manusia itu.

“Berpertualang?” Tanya Muklan

“Ya, kami adalah sekelompok petualang.” Kata manusia itu. “Aku Ruffo.”

“Ruffo.” ulang Muklan

“Ya. Dan kau?” Tanya Ruffo

“Muklan.” Kata Muklan

“Ohh, nama yang unik. Jadi apa aku benar, Muklan. Aku berpikir kau elang.” Kata Ruffo

“Aku elang…” Muklan berbohong untuk melindungi identitasnya. “Perubah wujud.” Kata Muklan

“Oh! Itu sebabnya aku salah mengira!” Kata Ruffo. “Aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku akan membawamu pada healer.”

“Tidak perlu. Kami tidak… maksudku… biasanya aku tidak pergi ke healer.” Kata Muklan.

Muklan membuka pakaiannya membuat pria memalingkan wajahnya..

“Kau lihat,kan, lukaku sudah sembuh.” Kata Muklan

“Umm, baiklah.” manusia itu berjalan beberapa langkah.

“Umm, tetap saja. Kami memiliki healer dalam kelompok kami.” Kata manusia itu. “Aku memaksa.”

Muklan dibawa oleh manusia itu menemui kelompoknya. Mereka terdiri dari 5 orang. Ada seorang wanita yang kelihatannya manusia juga. Dan 4 orang pria termasuk manusia yang tidak sengaja memanah Muklan.

Salah satu pria melihat luka Muklan dan menaruh beberapa tanaman herbal pada lukanya.

“Obat itu akan membuatmu cepat sembuh.” Kata orang itu

Tiba-tiba angin bertiup dari segala arah. Naga hitam besar muncul. Di atasnya, ada seorang penyihir hitam berdiri.

“Dia menemukan kita.” Kata healer.

“Siapa dia?” Tanya Muklan. Dan mengapa naga hitam?

“Dia penyihir gelap. Wanita itu mencoba menghentikan misi kami.” Kata Ruffo

Penyihir wanita dan naga hitam menyerang. Salah satu pria berubah menjadi serigala putih. Yang lainnya berubah menjadi Pegasus.

“Cepat! Lina, bawa Muklan, pergi bersembunyi dibalik pohon itu!” Teriak Ruffo

Lina berlari menuju Muklan. “Cepat! Kita bersembunyi!”

Lina menarik Muklan kebelakang pohon.

“Kau… kau tidak bertarung?” Tanya Muklan

“Aku ingin sekali, biasanya aku selalu mendatangkan masalah dan membuat orang lain terluka karena menyelamatkanku.” Kata Lina

Naga itu berhasil mengalahkan para pria dan menumbangkan pohon tempat Lina dan Muklan bersembunyi.

Naga hitam berhenti. Dia berbicara dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh Muklan.

“Apa yang sedang kau lakukan bersama mereka? Kau bukan bagian dari mereka. Pergi dari sini.” Kata naga hitam

Muklan menggeleng.

“Aku tidak ingin menyerang kaumku sendiri. Aku hanya melayani tuanku. Dan tuanku ingin memiliki wanita itu. Pergi dari sini.” Kata naga hitam.

Naga hitam meniupkan api. Muklan menutup matanya. Tapi api tidak mengenai mereka. Ketika Muklan membuka matanya, Ruffo berdiri dihadapannya dan Lina. Dia menghalangi api seakan ada perisai yang melindungi mereka bertiga.

Jantung Muklan mulai berdetak cepat, pikirannya tertutup oleh suara hatinya sendiri. Ruffo menatap kearahnya. Seolah-olah dia menatap lurus kedua matanya.. Muklan merasa seperti seluruh nadinya perlahan-lahan berhenti bekerja dalam tubuhnya.

“Apa ini… apa rasanya seperti ini…” tanya Muklan dalam bahasa naga.

Naga berhenti meniup api.

“Kalau kau merasa seperti kau ikut dengannya dan tidak bisa mundur lagi, kalau kau bersedia untuk meninggalkan semua yang ada dibelakangmu hanya untuk bersamanya, maka itu benar.” Kata Naga Hitam

‘Kalau begitu aku sudah menemukan Master-ku. Pikir Muklan

.

.

.

.

TBC

Advertisements

40 thoughts on “The Next Bloodline [Chapter 25]

  1. yaampun min aku nungguin banget ff ini lanjut akhirnya setelah sekian lama lanjut juga
    jadi si muklan sebenernya punya master terus masternya sekarang kemana bukannya dia harusnya ngekor masternya kemana mana. kok minong dukung mau bunuh ssul si jahat banget gak mau lindungin ssul lagi apa
    makasih ya author update annnya

  2. Akhirnya ff ni muncul juga …
    Dah dari kemaren2 nungguin ff ni …
    Cerita petualanggn x tu looh yg bikin gc bosen ama ceritaaa x .. 🙂

    Next yoo :p

  3. Aq nungguin ni ff n selalu tanya d angel…Hahahah akhirnya terbit juga nih ff… Kok aq rasa minho bukan han ya?? emng minho punya api biru ya? aq lupa ma crita sebelumnya….Hihihi…TTp semngat ya maria… Semoga dpt nulis translitnya scptnya…

  4. Alhamdulillah ternyata masih berlanjut, aku takutnya ff ini berhenti di tengah jalan.
    Ok gakpapa lah meskipun partnya pendek, yang penting masih berlanjut.
    Segera lanjut ya eon, semoga part yang selanjutnya lebih panjang, hehe.

  5. Lupa2 ingat nih sm yg kmrn2…heehe
    Tapi pas bca ssul yg dtolong tadi, yaah sdkiit trlintas waktu dia dserang adah dn trluka..
    Kai ??? Apakh dia adalh anggota trkhr yg dicari2 ?? *siapatauyah ??
    Karakter kai msih blum muncul dsni, apakah dia namja yg baik at bgaimna ??
    Mna anggota2 yg lain msih mncari kbrdaanny ssul juga… 😦
    Dan,,, oh yaa.. minho msih brda di kdiamnny muklan
    Muklan sngt brusha skali untk mngmbalikan ingtanny minho :-\
    Lalu bgaimna dgn minho ? Apakh dia akn mngikuti jejak dr muklan untk mlnjutkan bls dndam ?
    Bgaimna dgn ssul ???

    Lanjuttt…part selnjutnya
    Kirain ini gk dipost di blog,,, heee
    Tetap semngaaattt ^_^

  6. Eonni maria kok lama ngilang nya , aku nunggu” ff ini loo .
    Sampe lupa sama part sebelumnya .
    Qrain mau engga d terusin gt .
    Itu masternya muklan yg naga hitam yg lg nyerang ruffo ya ?

  7. Akhirnya update juga walaupun pendek kkkkk eh eh ada tokoh baru? Kai si healer ya? Hmmmm…kayaknya han itu bener2 minho.bner2 penasaran dgn masa l hmmm masa lalu mereka hmmmm

  8. Makasihh eonni, akhirnya aku bisa ngelanjutin baca lagi setelah lamanya menunggu. Aku sampe setiap minggu nge cek web ini buat liat lanjutan ff ini loh..
    Di part ini ada KAI!!! Woooww. Kai jadi pedagang kaki lima?? Sepertinya dia terlalu hot untuk jadi pedagang kaki lima😁😂
    Aku suka banget ff ini 😙. Eonni terus lanjut yaaa….. SEMANGAT!!!!!!!!😄

  9. finally… di post jg ff ini.
    ampe lupa gimana critanya dan harus buka part sebelumnya.
    dan sebelumnya terimakasih sama autor yg udah nyempetin waktu buat post ff ini di tengah” kesibukan autor dan maaf waktu itu aku pernah tanya kelanjutan ff ini lewat inbox di fb autor, aku tau itu pasti bikin beban fikiran buat autor tp aku terlalu penasaran dg kelanjutan ff ini, dan bagaimana kelanjutannya entar, aku pikir ff ini akan berhenti di tengah jalan dan ga dilanjutin lg, kan sayang bgt ngegantung ceritanya.
    oke… pembukaannya cukup sekian.

    untung sulli selamat dan diselamatkan oleh kai pula , apa jangan” kai itu the circle selanjutnya dan yg terakhir yg sekarang lg di cari oleh sulli dkk, krn kata master cha the circle yg dicari saat ini adl seorang healer.
    tp knp sulli tdk merasakannya kalau kai anggota the circle selanjutnya, apa gara” keadaan sulli yg lg lemah jd the core tdk bisa memberi signal ke sulli.
    eehhh, kalau sulli di rumah kai bgmn the circle dan master cha nemuin sulli yaa??

    aaaiiisss usaha muklan ga nyerah” jg yaa, jd minho itu dr kecil udah punya keistimewaan krn punya kutukan dia punya kekuataan api biru.
    dan penasaran sama kelanjutan cerita muklan dg manusia yg baru di temuinya. apa itu awal mula muklan benci bgt sama the circle dan zaruum.

    autor cepet update part selanjutnya yaa!!! jebaallll !!

    • panjang banget komennyaaa 🙂
      ga ganggu sm skali koq klo kamu krm message lwt FB, justru aku seneng tyata masi ada yg nungguin FF ini..
      ditunggu aja ya kelanjutannya 🙂
      makasih komentarnya 🙂

  10. akhirnya sulli bisa selamat dari serangan adah. ada minho yg menyelamatkan sulli. dan sekarang sulli menghilang entah dimana? the circle mencari sulli tapi belum bisa menemukannya. untung saja ada kai yg melihat dan menyelamatkan sulli. setidaknya untuk saat ini luka di dada sulli sudah diobati dan semua itu berkat kai. terima kasih kai kausudah menyelamatkan sulli. walau pada awalnya niat kai menyelamatkan sulli itu untuk mendapatkan imbalan, tapi setelah mengetahui bahwa sulli mendapat kutukan kai kagak jadi minta imbalan. hahahaha :v kasihan amat sih kai. sulli dan the circle datang ke kota itu untuk mencari anggota terkahir kan? kira² siapa ya yg akan menjadi anggota the cirlce selanjutny? apakah kai? lalu jika anggota terakhir sudah ditemukan bagaimana dengan minho? kenapa sih…minho kagak balik dengan anggota the circle aja ? ngapain harus ikut muklan?
    siapa sih yg didjadikan masternya si muklan? jadi penasaran.
    next eon

  11. Ya ampunnn,, udah lupa sama cerita sebelum nya hehe…
    Tapi makasih udah mau lanjutin ya …
    Aku juga kek nya telat baca deh..
    Jadi itu cerita masa lalu nya naga hitam ya…
    Hmmm sull apa bisa keluar dari sana…

  12. masa lalu yang rumit..banyak sekali karakter yang bermunculan.ku jadi penasaran dengan siapa sebenarnya minho yg memiliki api biru dan juga tentang kutukan kedua..apakah kutukan itu nyata atau tidak..hmm semoga terjawab di next chapter..
    gomawo buat autr nya…yang semangat ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s