THE runaway BRIDE (Part 22)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

22. Kejutan

.

.

Setelah pinangan yang begitu menghebohkan, waktu terasa berjalan begitu cepat bagi Sulli. Rencana kepergiannya ke Korea yang awalnya hanya tiga hari menjadi seminggu karena undangan untuk menghadiri peringatan kematian ayahnya Minho. Dan dari seminggu menjadi tertunda karena kelahiran bayi Yoona-Siwon.

Dan kini menginjak hari ke-15  , Sulli mendapat telepon dari Rodney yang memberinya ucapan selamat,  rupanya rencana pernikahan mereka sudah tersebar di NY. Sulli yakin itu pekerjaan ayah ibunya karena sepuluh menit setelah pinangannya diterima Sulli, Minho langsung mengabari keluarganya di NY. Sulli bisa membayangkan bagaimana reaksi orang tuanya saat mendengar berita mengejutkan itu. Menyebarkannya dengan segera pastilah ada dalam daftar urutan  pertama mereka.

Selain itu Rodney juga menginformasikan tentang tugas barunya untuk mempromosikan rencana pembukaan cabang hotel mereka di Seoul. Bukan di Jeju memang, tetapi itu adalah berkah. Semuanya terjadi begitu mulus, mudah, dan indah. Sulli akhirnya tahu apa makna ‘mudah dan menyenangkan’ seperti yang pernah diucapkan Minho.  Dia bahkan berpikir bahwa semua kemudahan yang didapatnya itu adalah hadiah pernikahan yang diterimanya di awal.

Ya… Pernikahan.

Hanya dibutuhkan seminggu bagi Minho dan keluarganya untuk mengikatnya dalam sebuah janji suci pernikahan.

Sulli berasa mimpi ketika Kim Namjo membawanya memasuki berbagai butik untuk mencari baju pengantin yang sesuai dengan angan-angannya. Dan dia masih belum percaya ketika dengan antusias Im Yoona  dan Choi Siwon menyusun semua detail pernikahan yang akan dilakukan di gereja terbesar di Jeju. Termasuk membooking hotel dan tiket pesawat untuk keluarganya. Sementara ibunya Minho dengan suka cita menyusun daftar tamu undangan, takut ada kenalan dan saudara yang terlewatkan.

Dan kebahagiaan itu benar-benar tak tertahankan ketika Choi Minho siag itu muncul di pintu kamarnya dengan senyuman nakal menggoda , ciri khasnya.

“ Selamat siang, calon isteriku…” dia melangkah masuk, mencium keningnya dengan hati-hati

“ Kau bicara apa, Minho !” Sulli tersenyum senang ,” Bagaimana peternakan ?”

“ Hmm.. apakah aku bau kotoran sapi sehingga kau berpikir aku baru saja pulang dari kandang ?” gumam Minho, kini hidungnya menghirup wangi lavender yang menguar dari rambut Sulli ,” Wangimu lembut seperti wangi musim semi…” Bibir Minho menggelitik puncak telinganya ,” Ah.. Sulli…. Sulli-ku yang manis….”

“ Minho !!” Sulli menggelinjang kegelian , kemudian mundur ,” Ingat, kita sudah sepakat tak akan mendekati bahaya sebelum waktunya.”

“ Oh ya, tentu saja…”  gumam Minho kecewa, tetapi dia kemudian melepaskannya dengan enggan ,” Tebaklah, mengapa aku datang ke sini padahal seharusnya aku sekarang ada di kandang?”

“ Aku tidak pandai main tebak-tebakan !” kata Sulli dengan tertawa.

Minho terlihat senang dengan jawaban itu, kemudian tangannya merogoh saku jaketnya. Satu tangannya yang lain meraih tangan Sulli dan membuka jemarinya.

“ Pejamkan matamu…”

Sulli menurut setengah bertanya-tanya. Menyerah pasrah ketika Minho menutup matanya dengan sebuah kain dan mengikatnya longgar.

“ Ini untuk membuatmu tidak mencuri-curi lihat. Kau percayalah padaku, aku memiliki kejutan untukmu.”

Sulli mengikuti dan patuh ketika Minho membimbingnya menyusuri rumah peternakan yang tiba-tiba terasa begitu luas. Kemudian Dia juga menurut ketika Minho mendudukannya ke dalam mobil.

“ Kau akan membawaku kemana, Minho ?”

“ Tidak ada pertanyaan. Kita akan berkendara  selama setengah jam. Aturan mainnya kau tidak boleh bertanya apa-apa… dengarkan saja apa yang bisa kau dengar.”

Itu final dan tak terbantahkan. Walaupun Sulli berusaha membujuk Minho untuk menjelaskan tujuan mereka, lelaki itu tidak menyerah. Sampai akhirnya Sulli memilih diam dan mendengarkan.

Sulli hampir tertidur ketika mobil berhenti. Ada suara gemercik air dan pekikan suara burung.

“ Kita sudah sampai.”

Minho melepaskan ikatan kain yang menutup matanya. Sejenak Sulli mengucek matanya, berkedip… berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya yang tiba-tiba mengepung.

“ Laut ?!!” Seru Sulli gembira, matanya menatap birunya air yang beriak-riak  di bawah papan kayu yang dipijaknya.

“ Pelabuhan…” jawab Minho ,”… dan ini!”

Tiba-tiba dia merasakan benda logam dikepalkan Minho padanya. Sulli perlahan-lahan membuka kepalannya. Sebuah kunci keperakan.

“ Apa ini ?”

“ Hadiah perkawinan untuk kita… dari eomma.” Minho matanya bersinar, menunggu reaksinya.

“ Kunci….?”

“ Eomma telah membelikan sebuah rumah mungil untuk kita, dekat dengan pelabuhan sehingga kau akan puas memandangi laut dari jendelanya. Tetapi sebenarnya untuk kepraktisan saja, mengingat kau sewaktu-waktu harus pergi ke Seoul untuk pekerjaanmu. Dan rumah itu tidak begitu jauh dari kantor pusat, sehingga Siwon hyung bisa lebih memusatkan perhatiannya di peternakan… sekalian menghabiskan waktunya dengan putri kecilnya.”

Sulli tak bisa berkata-kata, kebahagiaan dan rasa haru membuatnya bisu. Dia berpikir kebaikan apa yang telah dilakukannya sehingga Tuhan begitu baik kepadanya.

“ Kita akan melihat rumah itu sekarang, tetapi kau jangan kecewa karena rumahnya masih kosong. Hanya ada beberapa perabotan sederhana yang benar-benar urgent.”

Minho kemudian memutar mobilnya meninggalkan pelabuhan. Tidak sampai lima belas menit, mobil memasuki sebidang tanah yang di sepanjang jalannya ditumbuhi pohon sakura yang berjejer rapi. Kemudian mobil berhenti di depan sebuah rumah berdinding batu alam, terlihat kokoh. Sebuah pintu masuk yang bentuknya melengkung terlihat berkilat di puncak tangga. Bunga-bunga liar berwarna kuning dan pink merambat di sepanjang dinding.

“ Bagaimana ?” tanya Minho yang berdiri  selangkah di belakang Sulli.

“ Ini indah sekali Minho… seperti rumah batu dalam buku-buku dongeng !”

Mereka memasuki rumah yang memang masih kosong. Dindingnya berwarna baige dengan sulur-sulur bercat teracota. Ada sebuah tungku perapian yang sepertinya sudah lama tidak dipakai.

“ Tungku itu hanya hiasan, tetapi kalau kau suka bisa difungsikan kembali. Tentu saja kita hanya memakai bara untuk pengganti apinya. Itu bisa menghangatkan rumah di musim dingin.” Kata Minho ketika menyadari Sulli terpesona dengan tungku itu.

Rumah itu benar-benar mungil buat Minho yang terbiasa tinggal di peternakan, tetapi cukup besar buat mereka berdua.  Terdiri dari dua kamar tidur dengan jendela besar yang menghadap ke laut.

“ Kita akan membeli perabotannya setelah pindah ke rumah ini. Apakah kau suka ?”

“ Hmmmm….”

“ Hmh ?”

“ Hmm.. kurasa  bukan suka…. Rumah ini yah…. Aku sangat menyukainya !”

“ Oh syukurlah…” Minho mendesah lega, menarik Sulli ke dalam pelukannya ,” Aku tidak bisa menjanjikan banyak hal, tetapi aku akan mencoba melakukan apa pun yang terbaik untukmu. Kau harus ingat, janji seorang pria Jeju itu harga mati.”

Kata-kata Minho mengingatkan Sulli pada sumpahnya untuk tidak akan menikahi pria korea, yang tentu saja ditentang oleh ayah dan ibunya. Sulli membayangkan reaksi saudara-saudara dan orang tuanya ketika mereka membicarakan pernikahannya ini.

“ Kenapa senyum-senyum,chagiya…?”

Sulli kembali mendengar Minho mengucapkan kata-kata itu, tetapi sekarang dia sudah memahami makna kata-kata tersebut. Dia juga sudah belajar banyak tentang bahasa Korea. Yoona dan Namjo dengan senang hati mengajarkan kata-kata yang umum digunakan.

“ Ibuku. Apa yang akan dikatakannya bila dia melihat kita sekarang. Keputusanku sangat bertentangan  dengan apa yang kuucapkan di masa lalu. Dia pasti berpikir bahwa baru kali ini aku bertindak dengan pikiran waras.”

“ Dan itu membuatmu tersenyum-senyum ? Kau tidak marah ?”

“ Ya benar… ini sungguh ironi .”

“ Pernikahan kita bukan ironi, sayang…”

“ Bukan pernikahan kita maksudku… kehidupan yang pernah kurencanakan dan kenyataan yang ada. Ironis… tetapi menghasilkan sesuatu yang indahnya tak tertahankan.”

“ Kau bahagia Sulli ?”

“Apakah itu masih perlu kujawab ?” Sulli menatap wajah Minho, menyusuri setiap garis wajahnya dengan seksama… tangannya yang pucat terulur mengikuti garis wajah pria di depannya dengan rasa haru ,” Ya, Minho…selama kau berada di sisiku, aku yakin akan bahagia. “

“ Begitu juga aku, chagiya.” Minho menangkup jemari Sulli, kemudian membawanya ke bibirnya. Perlahan matanya terpejam ,” Ini bagiku seperti keajaiban. Aku rasanya akan mati berlutut bila waktu itu kau menolak lamaranku. Aku benar-benar bodoh, bukan ?”

“ Ya, kau sangat bodoh Choi Minho…” jawab Sulli penuh rasa sayang ,” Kau adalah laki-laki pertama yang melamarku dengan penuh tekad. Kau bodoh sekali… seharusnya kau berpaling dan mencari wanita lain saat lamaran pertamamu kutolak. Kau memiliki kapasitas untuk dicintai seratus wanita, tetapi kau…”

“ Aku tak memerlukan seratus wanita dalam hidupku. Lagipula dari seluruh wanita yang pernah kukenal, hanya kau yang mau membunuhku …”

Sulli tertawa renyah mengingat kembali masa-masa itu ,” Dan kau membodohiku dengan segala kepolosanmu…”

“ Tidak… aku berusaha membodohi diriku sendiri. Aku pura-pura tidak mengerti dengan penolakanmu untuk menikah dengan laki-laki Korea, dan meyakinkan diri bahwa kau dan prinsipmu akan berubah setelah aku menciummu…”

Wajah Sulli langsung berubah merah saat diingatkan pada ciuman pertama merek,” Dan…?”

“ Aku salah, tetapi egoku tak mau mengalah. Aku menyukai wanita yang memiliki prinsip dalam hidupnya. Dan kau wanita yang berani mempertahankan prinsipmu…”

“ Walaupun kemudian prinsip itu terkalahkan ??”

“ Aku semakin memujamu setelah itu. Kau tidak kalah…prinsipmu tidak kalah, tetapi kau punya akal yang sehat dan kebesaran hati untuk merubah prinsipmu setelah kau mengetahui kebenarannya. Itu menandakan kau cukup matang untuk bisa menyesuaikan diri dengan kenyataan yang kau pahami benar. Dan….” Minho menautkan jari-jari mereka

“ Dan…?”

“ Aku semakin yakin kau juga cukup mencintaiku sehingga kau mau meninggalkan prinsipmu… apakah tebakanku salah ?”

“ Apakah kau pikir aku akan menikahimu tanpa cinta ?”

“ Tidak.”

“ Tidak ?”

“ Tidak.”

Sulli tersenyum, kemudian menghadiahkan ciuman ringan di pipi kanan Minho ,” Tebakanmu tepat kalau begitu…”

“ Pernikahan kita tinggal menghitung hari. Aku dengar semua telah disiapkan dengan matang.”

“ Benar sekali, keluargamu menyiapkan pernikahan yang luar biasa. Beberapa kerabat yang dari luar pulau sudah mulai berdatangan dan memenuhi hotel. Yoona eonni tadi mengatakan akan ada jamuan makan malam nanti. Selain untuk menyambut kerabat jauh juga untuk memperkenalkanku kepada mereka.”

“ Mungkin karena aku anak Eomma yang terkecil, jadi semua kerabat diundang… tetapi chagiya, aku tidak bisa menemanimu untuk makan malam. Sore ini aku akan terbang ke Jepang selama tiga hari. Ini pekerjaanku yang terakhir sebelum aku mengambil cuti untuk kita berdua.”

“ Tapi Minho… haruskah ?”

Minho tersenyum ,” Hanya tiga hari. Aku berjanji sebelum hari pernikahan kita, aku sudah pulang dengan selamat dan utuh untuk menjadi pengantinmu yang paling tampan .”

Sulli tertawa, sorot matanya memancarkan kekhawatiran.

“ Ini harus kulakukan, chagiya… Bila tidak,  Siwon hyung akan mengganggu hari cutiku dengan ini dan itu…”

“ Baiklah… aku mengerti. Tetapi aku tak tahu apakah bisa menghadapi serbuan pertanyaan saudara-saudaramu…”

“ Akan ada Yoona noona dan Namjo noona… mereka tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian. Lagipula dalam dua hari keluargamu dari New York akan segera datang… kau akan disibukkan oleh banyak hal sehingga akan melupakan calon pengantinmu ini…” kata Minho pura-pura merajuk.

“ Tidak mungkin aku melupakanmu Minho…”

“…karena selama berminggu-minggu aku telah mencobanya… tidak pernah berhasil dengan baik.”

“ Demikian juga aku… aku akan selalu merindukanmu.”

Minho merengkuh tubuh Sulli ke dalam pelukannya, mencoba menyerap segala kehangatan dan kelembutan yang dijanjikannya. Segala yang dibutuhkannya dari seorang wanita dalam hidupnya.

Sulli memandang gaun pengantin yang menakjubkan itu dengan mata berkaca-kaca. Gaunnya sederhana sesungguhnya, berwarna Putih mutiara dengan renda halus buatan tangan di sepanjang garis lehernya. Kerudungnya berwarna putih sepanjang 2 meter dengan tiara berbentuk mahkota bunga yang melingkar dengan cantik di puncak kepalanya.

“ Ini cantik sekali, eonni…” desahnya sambil menggenggam tangan Kim Nam Joo.

“ Ya. Dan Minho akan terpesona melihatmu bila mengenakan gaun ini.” Jawab Namjoo ringan, kemudian dia menumpukkan kotak-kotak beludu hitam di atas ranjang ,” Dan ini harus kau kenakan bersama gaun pengantinmu. Ini adalah tradisi keluarga Choi, pengantin anak bungsu harus mengenakannya.” Namjoo membuka kotak-kotak tersebut, yang di dalamnya tersimpan perhiasan yang berkilauan di bawah cahaya lampu.

Dada Sulli terasa sesak melihat perhiasan-perhiasan keluarga tersebut, yang pastinya akan membuat mata ayah dan ibunya membelalak kagum dan gembira. Bersamaan dengan itu ada kesadaran dalam dirinya bahwa dengan mengenakan perhiasan tersebut, dia harus bersedia masuk dan menjadi bagian keluarga Choi Minho. Bukan sebagai wanita bebas dan mandiri lagi, tetapi akan menjadi bagian dari sebuah keluarga yang cukup punya pengaruh di Jeju.

“ Apa yang kau pikirkan, sayang ?” tanya Namjoo melihat keraguan di wajah Sulli.

“ Aku tidak tahu… apakah aku akan bisa menjadi bagian keluarga ini, menjadi kebanggaan mereka…seperti yang telah kalian lakukan.”

“ Selama kau menjadi dirimu sendiri dalam mencintai Minho, kau akan menjadi kebanggaan suamimu… dan itu tidak perlu kau cemaskan. Kau hanya tinggal menjalaninya saja, sayang…. Oh Sulli, aku tahu kau takut… karena kami juga pernah mengalaminya… Percayalah, itu semua akan berlalu begitu kalian mengucapkan janji pernikahan.”

“ Ya, Namjoo eonni benar. Sekarang mari kita temui tamu-tamu. Mereka ingin berjumpa dan berkenalan dengan calon mempelai wanita.” Yoona memeluk pundak Sulli dengan hangat.

“ Nah sekarang angkat dagu dan tegakkan tubuhmu. Tunjukkan kau adalah mempelai wanita yang bahagia…” goda Namjoo.

“ Aku tidak bisa berbicara dengan bahasa Korea dengan baik. “

“ Itulah sebabnya Minho menginginkan kami berada di dekatmu. Lagi pula, ada beberapa keluarga Minho yang bisa berbahasa Inggris dengan baik… jadi jangan  cemas !”

Acara perjamuan yang sederhana itu ternyata melibatkan tamu yang jumlahnya puluhan. Sulli benar-benar terkejut ketika muncul di tempat perjamuan dan mendapati puluhan pasang mata melihat ke arahnya. Omong kosong kalau dia tidak gugup. Namun karena Yoona dan Namjoo selalu berada di sisinya, dia perlahan-lahan bisa melebur dalam keramah tamahan yang berlangsung.

“ Aku sudah mendengar pengantinnya cantik. Dan aku memang tak pernah meragukan selera Minho. Dia selalu bisa memilih yang terbaik untuk dirinya sendiri… dan memberikan sisanya pada orang lain.” Celetuk seorang wanita yang duduk  tidak jauh dari Sulli.

Sulli tertawa, walau bingung dengan reaksi Namjoo yang terlihat marah. Yoona juga wajahnya memerah, mungkin marah. Sementara orang tua Minho menimpali kalimat wanita itu dengan gurauan lain, sehingga setiap orang yang ada sepertinya mengabaikan ucapan wanita tadi. Tetapi rasa penasaran yang besar mengendap dalam diri Sulli. Rasa penasaran itu baru terjawab ketika dia berdiri di dekat tangga bersama Namjoo.

“ Dia Kim Tan Hyo, janda dari sahabat ibunya Minho. Kau tak usah memperhatikan apa yang dikatakannya, karena semua orang di sini tahu kalau dia adalah orang yang paling suka diperhatikan.” Bisik Namjoo.

“ Pantas saja tadi orang-orang tak begitu antusias dengan apa yang dikatakannya tentang Minho.”

“ Betul, tak ada orang yang bisa lolos dar kritikannya. Keluarga Choi terlalu baik untuk tetap mengundangnya di acara sebesar ini. “ Namjoo berkata sinis ,” Tetapi dia memang ahli untuk menempel di pohon yang diingininya seperti benalu.”

Sulli tersenyu,” Kau tidak perlu khawatir, eonni. Di setiap keluarga sellau ada orang yang seperti itu. Aku juga punya seorang saiudara jauh yang seperti itu.”

Tiba-tiba Sulli ingat akan Choi Zea yang pada saat pertama bertemu Minho sudah terang-terangan ingin menempel dan memanfaatkannya. Kini ada kekhawatiran muncul tetantang apa yang akan dilakukannya bila nanti dia sudah menjadi isteri Minho.

“ Kau khawatir akan apa lagi, sayang ?”

“ Seluruh kerabatku dari New York… mereka pasti senang berjumpa dengan keluarga ini. Terutama Choi Zea…” Sulli hidungnya mengernyit.

“ Tampaknya kau tidak menyukai dia, huh ?”

“ Aku sangat tidak menyukainya. Di pertemuan pertamanya dengan Minho dia sudah terlihat sekali ingin memanfaatkan Minho untuk mendapat kemudahan bagi keluarganya di sini … aku takut dia akan menjadi-jadi begitu tahu kami akan menikah.”

“ Oh ya ? Memangnya ada apa dengan keluarganya dengan keluarga Choi di sini ?”

“ Dia memaksa Minho untuk mau menerima hasil ternak keluarganya di Jeju. Tetapi waktu itu Minho mengatakan bahwa mutu ternaknya tidak sesuai dengan standar ternak yang dibutuhkan perusahaannya.”

“ Oh… kalau begitu, kau tak usah takut. Serahkan saja pada Minho untuk membereskannya..” saran Yoona yang  bergabung sambil menggendomng puteri kecilnya.

“ Tidak perlu. Aku juga mampu menyingkirkannya bila dia berani lagi memaksa Minho melakukannya.”

“ Tidak mengejutkan kalau Minho memilihmu. “ Yoona tersenyum lebar ,” Aku hanya bermaksud mengatakan bahwa Minho itu akan menjadi sangat tegas bila diperlukan, Dia punya kekuatan di balik wajah polos dan sikap kekanakannya…”

“ Demikian juga aku !” jawab Sulli tegas dan berapi-api.

Yoona dan Namjoo saling berpandangan penuh arti, kemudian tersenyum.

“ Eh.. apakah kalian tidak percaya, eonni ?”

“ Tidak kami percaya.kok !”

“ Apanya yang kalian percayai ?” tiba-tiba Siwon muncul di anatar mereka, dengan wajah penuh kebanggaan dia menyentuh puteri mungilnya

“ Ah oppa… ini hanya perbincangan perempuan…” kata Yoona.

“ Ini sudah malam, yeobo. Sepertinya dia perlu tidur…”

Yoona tertawa ,” Aku tahu… baiklah, aku akan pamit pada eomma dulu.”

“ Aku juga perlu tidur, besok aku harus ke Seoul untuk menemui beberapa klien.” Kata Sulli,  mencoba membuat Yoona tidak merasa bersalah karena harus meninggalkannya.

“ Baguslah !” sambut Nam Joo ,” Aku  harus pulang, kecuali kalau Jiho oppa mau menginap di sini.”

Sulli sedang berjalan menuju kamarnya ketika mendengar seseorang memanggilnya dari balkon. Dia menoleh , dan melihat wanita yang jadi bahan perbincangan mereka sedang melambai ke arahnya. Entah kenapa, tiba-tiba firasatnya berkata lain. Tetapi demi kesopanan, akhirnya dia melangkah menghampirinya. Berharap tidak akan menemukan hal aneh… bahkan berharap bahwa wanita itu tidak bisa berbahasa Inggris.

“ Selamat malam. Anda tidak bergabung dengan tamu lain di ruangan bawah ?”

“ Oh tidak, aku selalu menyukai pemandangan dari balkon ini setiap datang kemari. Bagaimana perasaanmu di Jeju ? Kudengar ini adalah kunjungan pertamamu ke Korea.”

Satu harapan Sulli bahwa wanita itu tak bisa berbahasa Inggris musnah, karena ternyata wanita itu bisa berbahasa Inggris dengan baik.

“ Saya terkejut anda bisa berbahasa Inggris dengan lancar nyonya…” Sulli berusaha mengingat namanya, tetapi gagal.

“ Kim Tan Hyo.  Kebetulan, aku pernah tinggal cukup lama di Singapur. Suamiku seorang peniaga hebat sebelum jatuh sakit dan meninggal.”

“ Aku ikut menyesal…”

“ Itu sudah lama sekali, tak ada yang perlu disesalkan. Bagaimana menurutmu Jeju ?”

“ Seperti yang dikatakan kedua orang tuaku. Jeju sangat indah dan meyenangkan.”

“ Ya. Itulah alasan mengapa aku kembali lagi ke pulau ini. “ wanita itu menegakkan tubuhnya kemudian menatap Sulli lekat-lekat ,” Kau hendak pergi tidur ?”

“ Sebetulnya begitu karena besok aku harus ke Seoul. Ada beberapa klien yang harus kutemui.”

“ Kau masih bekerja walaupun hendak menikah dalam beberapa hari ?”

“ Hanya pekerjaan ringan… lagi pula Minho sudah tahu,kok. “

“ Kudengar dia ke Jepang, ya ?”

“ Benar, harus menyelesaikan beberapa order sebelum kami cuti.” Jawab Sulli enggan.

“ Seharusnya dia tidak pergi kemana pun menjelang pernikahannya. Apalagi harus menyebrangi lautan.” Wanita itu menarik nafas panjang, kemudian menghembusakannya dengan dramatis ,” Tetapi siapa yang bisa menebak Minho. Bahkan saat dia meninggalkan pengantin wanita di depan altar, tanpa seorang pun bisa mencegahnya. Dia memang laki-laki manja !!”

Sulli tertegun… terkejut tepatnya, dia tidak mempercayai apa yang didengarnya.

“ Maaf ??” Sulli menatap wanita itu ,” Saya tidak memahami maksud anda…”

“ Oh ayolah sayang…. aku yakin dia sudah menceritakannya kepadamu …bahwa dia sebelum ini sudah pernah hendak menikahi seseorang, tetapi meninggalkannya begitu saja di depan altar…”

==========TBC==========

Daaannnn…. ada masalah baru ??

Memang cinta MinSul selalu menghadapi masalah ya !!

Bagaimana tindakan Sulli dengan cerita mengejutkan itu … tunggu next chapternya.

Aku juga mau komentar kaliaaan… yeayy !! 😀

Advertisements

69 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 22)

  1. Semangat buat eon.. Maaf cma bsa komen kek gni, sbnernya dr awal blum baca sih eh tp bru part 1 yg dbaca.. 😀 Pngen ksi smangat ajj buat eon dan makasih udah post ff yg maincastnya minsul 😀

  2. Eonni aku baru sempet baca. Aigoo… itu nenek lampir ngapain hasut sulli?? Aishhh gawat.minho sulli harus nikah ih… haduh susahnya cinta mereka selalu terhalangi terus. Sulli harus percaya minho huhuhu

  3. Mian baru comment eonni 😥
    Kshn sulli…gara” gosip itu jd bimbang
    huh minho nya sibuk lg,semoga mereka cpt nikah
    semoga sulli ga termakan gosip nenek lampir itu

  4. Masalh baru muncul..memang kisah cinta minsul kali ini smpai mbuat para pmbaca gigit jari..trutama aku.. hehhe tpi kisah cinta yg hebat tdk bisa lahir dri ketiadaan maslah..keep fighting eonni dina

  5. Yesss, tebakan ku benar, mereka akan segera menikah. Semoga pernikahan mereka berjalan lancar ya aamiiiinn.
    Tapi q masih agak khawatir nih, dengan kedatangan ny. Kim Tan Hyo, sebenarnya apa maunya kim tan hyo, apa maksudnya dia mengatakan kalau minho pernah meninggalkan calon istri d altar dalam acra pernikahannya?
    Apa benar ini semua nya?
    Kalau benar kenapa minho melakukannya?
    Lalu apakah sulli percaya itu.
    Haduuhh. Semoga semua itu salah. Dan pernikahan mereka tetap berjalan dgn lancar ya.
    Hwaiting minsul.

  6. wah… menjelang hari penting malah sibuk pekerjaan,kasihan pasangan pengantin ini…
    sulli harus percaya pd minho, jgn kehasut ajumma itu…
    minsul fighting….

  7. Sudahh muncul masalah, fix wanita itu benar2 penggosip besar -_- tp Sulli lebih baik tahu dari awal daripda belakangan sebelum penyesalan datang. Hahahaaa tp kenapaaaa jg haruss sekarng???? Ok next part…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s