THE runaway BRIDE (Part 24)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

24. Runaway

.

.

Malam itu juga, Sulli berusaha menelepon Minho tetapi cuaca sepertinya tidak mendukung. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis email, namun begitu membuka komputer dia tak tahu harus memulainya dari mana. Terlalu banyak yang ingin ditanyakannya dan terlalu banyak dari pertanyaan itu yang jawabannya ingin dia dengar langsung … karena suara Minho sedikit  banyak bisa menyiratkan kejujuran, kepercayaan, dan hatinya yang sebenarnya. Karena itu dia memutuskan untuk meneleponnya lagi nanti.

Di hari kedatangan orang tuanya ke Jeju, dia berangkat diantar Kim Namjoo dan suaminya. Tetapi tak ada satu pun kata-kata yang menyinggung kejadian antara Minho dan Yoona. Sulli hampir meledak dengan rasa penasaran yang berdenyut-denyut dalam kepalanya. Kemudian di saat dia mengantar orang tuanya ke hotel yang letaknya tidak begitu jauh dari gereja, diam-diam dia menyelinap dan menemui pemilik toko seperti yang diceritakan nyonya Kim.

“ Kudengar, keluarga Choi yang bungsu akan menikah dalam minggu ini. Apakah berita itu benar ?” Sulli bertanya ketika membayar sebuah majalah yang dia tak membutuhkannya sama sekali.

Seperti ikan yang dilempar umpan, pemilik toko yang masih terlihat cekatan di usianya yang tidak muda lagi itu langsung menjawab gembira seolah dia penduduk kota yang paling tahu tentang rencana pernikahan tersebut.

“ Benar. Itu adalah anak bungsu, Choi Minho.” Jawab pria itu terbata-bata ,” Pria beruntung…”

“Oh ya ?” Sulli pura-pura tertarik, berharap orang tersebut tidak mengenali mempelai wanitanya.

“ Berarti keluarga Choi menikahkan dua anak lelakinya di tahun yang sama . Kudengar beberapa bulan yang lalu anak tertua mereka menikah.”

“ Ya. Tetapi pernikahannya tidak semeriah yang nanti akan dilakukan di gereja itu. Kudengar  anak tertua itu tidak menyukai pesta besar, karenanya mereka menikah di gereja kecil di pinggir kota. “

“ Apakah menurutmu pernikahan kali ini akan semeriah pernikahan Choi Siwon ?”

“ Mungkin… aku tidak tahu pasti. Tetapi kalau kuingat pernikahan Choi Siwon merupakan pernikahan termegah tahun lalu. Daerah ini mendadak dikunjungi banyak tamu dari luar kota bahkan dari luar pulau. Undangannya mencapai ribuan dan pengantin wanitanya sangat cantik.”

“ Pernikahan yang tidak terlupakan, huh ?” Sulli membuka-buka halaman majalah, pura-pura membaca ,” Seorang mempelai yang ditinggalkan pengantin pria…. anda pasti ingat.”

Pemilik toko itu mengerutkan keningnya. Sejenak Sulli berharap dia akan menyangkal kata-katanya.

“ Anda  bukan penduduk sini, kan ? Tak seorang pun penduduk sini yang akan berani bermulut besar sepertimu. Keluarga Choi sangat disegani di kota ini, aib mereka adalah aib bagi kota ini… bagi gereja ini…” sergah pemilik toko  itu, air ludah muncrat dari bibirnya seperti menyemburnya kemarahan yang begitu kental di wajahnya.

Sulli menelan ludah, kaget… takut  identitasnya terbongkar… dan sakit.

“ Maaf, aku hanya mengulang gosip yang kudengar. Aku sebenarnya tidak begitu tertarik dengan hal ini… hanya saja….”

“ Ya… aku tahu kadang-kadang pencari berita berbuat banyak untuk mendapatkan berita yang lebih. Tetapi anda bertanya pada orang yang salah. Sekarang silakan ambil majalah anda dan ke luar dari tokoku !”

Sulli menggertakkan giginya, berusaha mengusir kekecewaan yang menamparnya lebih keras dari usiran kasar lelaki itu. Dengan tangan tergetar dia menggulung majalahnya, mengangkat dagunya ,” Tidak masalah. Lagipula aku bukan tukang pencari berita.”

Kemudian dia berbalik, dengan langkah goyah dan rasa ketakutan dalam hatinya dia melangkah ke luar.

Tetapi ada satu hal pasti yang didapatnya dari peristiwa ini… yaitu bahwa Mrs. Kim tidak berbohong. Dia telah mengatakan hal yang sebenarnya tentang Minho dan Im Yoona. Masalahnya, mengapa Minho tak pernah menceritakan hal sepenting itu ? Bahkan mengapa setiap orang seolah menutupi hal itu darinya.

Adakah sesuatu yang salah ?

Kemudian  berbalik dan dengan kaki lemas serta pikiran kacau, dia berjalan menuju gereja.

                                          

Sesaat sebelum Minho kembali, serasa mengerikan bagi Sulli. Semua di sekelilingnya, yang pada awalnya terlihat ramah dan hangat, tiba-tiba berubah menjadi sinis dan kelabu. Senyuman Yoona yang biasanya terlihat menyenangkan, sekarang terkesan sinis. Tatapan orang-orang di sekelilingnya beraura mengasihani, mengejek, mencemooh. Bahkan ke mana pun matanya memandang, dia mencium persekongkolan yang kejam di balik keramahan memabukkan itu . Ada fakta yang disembunyikan darinya karena pada kenyataannya dia bukan siapa-siapa bagi mereka. Dan itu menyakitkan……..

Jika Sulli berharap kedatangan Minho akan memberikan kesempatan untuk bisa berbicara secara langsung, dia harus kecewa.

“ Chagiya, aku senang kau menjemputku.” Minho menciumnya begitu mereka duduk di kursi belakang mobil yang dikemudikan sopir keluarga dari bandara ,” Aku benar-benar merindukanmu.” Minho menggenggam tangannya dengan hangat, kemudian tersenyum puas ,” Aku senang semuanya telah selesai. Aku merasa begitu lelah menjalani semua ini… tetapi ini demi kebaikan kita, bukan ?”

Sulli yang kata-katanya sudah di ujung lidah, kembali menelan maksudnya.

“ Minho masih lelah. Aku tak bisa membebaninya dengan pertanyaanku… dengan keegoisanku. Minho terlihat agak kurus dan sepertinya kurang tidur…” pikir Sulli.

“ Bagaimana orang tuamu ? Apakah mereka tiba dengan selamat ? Apakah mereka menanyakan keberadaanku ?”

“ Yah… appa dan eomma sepertinya tidak henti-hentinya memuji calon menantunya.” Jawab Sulli jujur, karena memang sejak kedatangan mereka, dalam setiap kesempatan mereka selalu memuji-muji Minho yang berhasil mengubah puteri mereka yang keras kepala, “ Kakak-kakakku gembira bisa melihat tanah leluhur dan sangat menyukai peternakanmu.”

“ Aku tahu, mereka akan jatuh hati ketika melihat semua keindahan yang ditawarkan Jeju… seperti dirimu juga. Bukankah begitu ?”

Sulli tidak membantah karena memang dia mengakui kebenaran kata-katanya.

“ Banyak hal terjadi setelah kau pergi. Kupikir aku perlu waktu untuk berbicara berdua saja denganmu.”

“ Tentu chagiya, aku sangat ingin berduaan saja denganmu. Apalagi setelah berpisah beberapa hari ini. Tetapi tampaknya Siwon hyung akan membuatku sibuk sampai detik-detik terakhir. Setelah ini, banyak pekerjaan yang harus kulaporkan kepadanya.”

“ Kita bisa bicara saat kau istirahat.”

“ Tentu sayang, jika aku bisa melepaskan kewajibanku untuk menjamu tamu dan kerabat yang pastinya sudah berdatangan. Aku … kita harus menemui mereka untuk menunjukkan rasa terimakasih dan rasa hormat kita kepada mereka. Percayalah, semua ini untuk tujuan baik…untuk pernikahan kita.”

“ Sayang, please…” Sulli memohon ,” Yang akan kubicarakan ini penting…”

Sebagai jawabannya, Minho memeluk Sulli. Menatapnya dengan mata berbinar bahagia kemudian menciumnya dengan mantap ,” Inilah yang ingin kulakukan sejak tadi. Inilah yang penting…” Minho memainkan jemari Sulli ,” Rasa cinta di antara kita lah yang penting.”

Sulli tertegun menyadari luapan rasa cinta dalam dadanya untuk pria yang kini dengan lembut mempermainkan sulur-sulur rambutnya yang keluar dari ikatannya. Minho benar-benar menunjukkan sikapnya yang mengandung daya pesona yang luar biasa. Seolah tersihir, semua yang ada di pikirannya perlahan-lahan memudar… sepertinya, hanya dengan memandanginya saja… mendengar suaranya saja… Sulli bisa mempercayainya seratus persen, dan menganggap semua hujatan itu bohong belaka.

Seperti yang dikatakan Minho, waktu untuk berduaan saja benar-benar menjadi barang langka… bahkan mungkin tidak ada. Minho selalu bekerja pagi, berangkat dengan abangnya ke peternakan. Mereka pulang setelah matahari tenggelam. Kemudian Minho akan menghabiskan waktu setelah makan malam keluarga dengan berkumpul bersama kerabatnya atau bersama orang tua dan saudara-saudara Sulli. Sementara dirinya sendiri hampir tidak pernah lepas dari kerumunan kaum wanita dari keluarga Minho. Sulli entah bagaimana merasa, semakin mendekati hari pernikahan dirinya semakin jauh dari Minho. Dan batinnya berperang melihat kebahagiaan orang tuanya saat diterima di lingkungan keluarga Choi.

Terkadang dari kejauhan Sulli memandangi calon suaminya sambil merenung, mencoba menemukan sosok pria yang sanggup berbuat kejam dengan menelantarkan seorang wanita di depan altar, tetapi tetap membawanya ke ranjang walaupun dia sudah menjadi istri abangnya sendiri. Tetapi dia tak pernah bisa melihatnya di sosok manusia setengah dewa itu. Yang dilihatnya hanyalah pesona Minho yang nyaris mengerikan… terutama bila diingatnya lelaki itu telah mempergunakan pesonanya sebagai senjata untuk menaklukan hati semua orang. Dan pemandangan kedekatan Yoona dengan Minho, yang terpampang di hadapannya benar-benar membuat gelombang keraguan itu semakin kuat. Bila benar itu terjadi dan Minho mengakuinya, sepertinya dirinya tak akan sanggup sedetik pun untuk berdiri di depan altar bersamanya. Tidak akan !

Tak ada seorang pun yang tahu, setiap  malam sebelum tidur dan ketika bangun dari tidur, Sulli berkali-kali mempertimbangkan untuk membatalkan pernikahannya itu.

Satu harapan Sulli untuk bisa berbicara dengan Minho adalah sehari menjelang hari pernikahannya karena hari itu Minho sudah menghentikan semua aktivitasnya yang berkaitan dengan pekerjaan.

Senja itu, setelah minum teh bersama dengan kerabat lainnya, Sulli mengejar Minho saat melihatnya berjalan menuju halaman.

“ Minho ! Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu !!” kata Sulli berusaha mengejarnya.

Minho menghentikan langkahnya dan menoleh, kemudian tersenyum ,” Sulli-ku…”

Sulli masuk ke dalam pelukannya, membiarkan sejenak rasa hangat melingkupi tubuhnya.

“ Sayang, aku perlu berbicara sesuatu yang urgent…” desah Sulli lega, menyadari akhirnya waktu yang diinginkannya datang ,” Aku begitu sulit mencuri waktumu akhir-akhir ini.”

“ Maafkan aku chagiya, aku tidak berdaya melawan serbuan mereka.” Minho tiba-tiba dihujam rasa bersalah, apalagi melihat wajah wanita yang dicintainya terlihat resah ,” Ada apa, sayang ?  Aku tidak bermaksud mengabaikanmu. Kau tahu, aku sangat mencintaimu dan aku tak mungkin mengabaikan orang-orang yang kucintai.”

“ Aku ingin bicara tentang kita, tetapi jangan di sini. Bawalah aku ke tempat yang sekiranya tak akan diganggu orang…”

“ Kamar tidurku ?” Minho menjawab sambil menggerakkan alisnya, menggoda. Mata dan bibirnya tersenyum nakal.

“ Minho, ini serius…” jawab Sulli tegas.

“ Aku mengerti. Kita bicara di taman saja…”

Ketika mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan menuju taman yang letaknya di sebelah kiri bangunan utama, tiba-tiba seseorang memanggil nama Minho. Keduanya serempak menoleh ke sumber suara.

“ Minho ayolah ikut, teman-temanmu sudah menunggu di  rumahku. Ini adalah malam terakhir masa bujanganmu, kau perlu merayakannya…”

“ Tapi hyung… Sulli ingin bicara denganku…” jawab Minho ragu.

Sulli menjadi waspada ketika mendengar Siwon tertawa, hal yang sangat jarang dilakukannya.

“ Kalian akan punya  seluruh waktu untuk bicara berdua. Lagi pula, tidak boleh calon mempelai berduaan sebelum mengucap sumpah.” Siwon berdiri, menunggu.

“ Sulli ??” Minho menatap mata Sulli yang terlihat memohon, tetapi dia tak sanggup menolak ajakan kakaknya.

“ Oh ayolah ! Kita hanya minum-minum saja nanti kau bisa bicara dengannya. Kau tak mungkin mengecewakan Jiho hyung yang telah mengatur pesta ini untukmu , kan ?”

“Jiho hyung ?” Minho terkejut… ragu-ragu menatap Sulli

“ Sayang, kumohon…..” Sulli mengerahkan segenap harapannya untuk membuat Minho tinggal, tetapi Siwon turut campur

“Kau jangan khawatir Sulli, Aku tak akan membuat Minho-mu mabuk berat. Aku yang akan membawanya kembali dengan selamat. Lagi pula besok adalah hari pernikahannya…”

Sulli tak bisa berkata apa-apa, jiwanya terasa kosong saat melihat Minho ditarik abangnya menuju halaman depan bangunan.

Sulli merasa bahunya diguncang dengan keras. Perlahan dia membuka matanya dan melihat wajah ibunya yang menyeringai di depannya. Kemudian telinganya mendengar suara-suara ribut di sekitarnya. Perlahan kepalanya menengok, dilihatnya beberapa wanita berseliweran di kamarnya. Tiba-tiba dia teringat bahwa hari itu adalah pernikahannya. Semalaman dia tidak bisa tidur. Berbaring sambil nyalang menatap langit-langit, memikirkan dengan sedih bagaimana masa depannya akan hancur dalam hitungan jam. Ia terduduk di ranjangnya.

“ Minho ! Mana Minho ? Aku harus berbicara dengannya !!” serunya panik pada ibunya.

Semua wanita yag ada di kamar itu menghentikan aktivitasnya, mereka serempak menatap Sulli dengan ngeri.

“ Sulli !! Kau bicara apa sih ? Ini hari pernikahanmu ! Mempelai wanita tidak boleh bertemu dengan mempelai lelaki, itu bisa sial !!”

“ Eomma, itu hanya omong kosong saja ! Ini sangat penting, aku harus bicara dengan Minho!”

“ Sulli, cepatlah mandi… itu bisa kita bicarakan sesudahnya, ya !” Kim Namjo memberi isyarat pada ibunya Sulli.

“ Dia benar, kau mandi saja dulu.”

Setengah jam kemudian Sulli sudah mengenakan gaun pengantinnya , setengah dibujuk.

“ Eonni, aku ingin bicara dengan Minho ! Ini benar-benar penting !!” jeritnya putus asa.

“ Kalau begitu, katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan. Nanti aku akan menyampaikannya pada Minho.”

“ Tidak !!” bentak Sulli ,” Oh Tuhan, kalian tidak mengerti. Aku hanya bisa mengatakan ini kepadanya…”

Tiba-tiba terdengar ketukan halus di pintu. Sulli menegakkan tubuhnya, mengabaikan gerutuan tukang rias yang sedang membubuhkan pemerah pipi.

“ Dia pasti Minho, kan ??!” katanya penuh harap.

Ibunya Sulli yang membukakan pintu.

“ Apakah kalian sudah siap ? Kita  ditunggu di gereja dalam lima belas menit.” Ayahnya Sulli mengintip dan mengerutkan alis menyadari ketegangan di dalam kamar ,” Ada apa ?”

“ Sulli ingin ketemu Minho.”

“ Astaga ! Kau tak boleh melakukan itu !”

“ Appa, aku harus !!”

“ Omong kosong !!” Laki-laki tinggi besar itu berdiri di pintu, hampir menutupinya ,” Selama ini aku sudah bersabar kepadamu Sulli ! Ini tak bisa kubiarkan. Ini hari pernikahanmu dan kau jangan bersikap seperti seorang wanita manja yang merengek-rengek !!”

“ Yeobo, mungkin kita kali ini harus mnendengarnya….”

“ Tidak ! Kau tak bisa lemah dengan kemajaannya.” Jawab lelaki itu tegas, kemudian dengan suara lebih lembut dia menatap istrinya ,” Percayalah anae, aku tahu apa yang terbaik untuknya …”

Sulli merasakan kemarahan menyergapnya dengan kejam. Hatinya meluap-luap melihat bagaimana ayahnya dengan pongah berdiri di pintu, memnunjukkan kekuasaan yang tidak terbantahkan. Menunjukkan bahwa dia selalu yang paling tahu apa yang terbaik buat siapa. Dia yang selalu benar.

Sulli mengepalkan tangannya, berpaling ke arah pintu balkon yang terbuka. Jantungnya mencelos saat melihat iringan mobil berjalan rapi meninggalkan  rumah. Itu adalah mobil pengiring pengantin pria. Sulli tahu, percuma dia bersikeras karena pastilah Minho ada di salah satu mobil itu menuju gereja. Beberapa kerabatnya berdiri menunggu dengan gelisah. Kekacauan meremas hatinya sampai kering.

Akankah kau tega mengecewakan semua orang, Sulli ? Akankah kau tega mempermalukan dua keluarga besar ? Apakah kau tak punya penghargaan sama sekali untuk orang-orang yang telah mengatur semuanya ? Yang telah datang menghadiri hari pernikahannmu ? Akankah…?”

“ Sulli, tenanglah… ini biasa terjadi pada calon mempelai. Rasa takut, gugup, dan cemas…. Seperti yang pernah kubilang… lalui dan nikmati. Semua yang kau pikirkan akan hilang begitu kau melihat Minho  bersumpah di altar…”

Suara Kim Namjoo seperti guyuran air dingin yang menghentak kesadarannya. Namun itu tidak cukup dan tak  bisa menghilangkan kekacauan dalam dirinya. Dengan sedikit harapan bahwa perasaannya akan semakin membaik di saat mengucap sumpah, Sulli akhirnya menarik nafas panjang dan mengangguk.

 

Menara gereja menjulang tinggi dengan dilatar belakangi suara debur ombak di kejauhan. Sulli menengadah, menancapkan pandangannya pada puncak tangga.

“ Aku harus menapaki tangga-tangga itu menuju masa depanku. Di dalam ada Minho yang akan mengucapkan sumpahnya untuk mendampingiku dalam suka dan duka, sesisa umurnya… tetapi sanggupkah aku ? Sanggupkah aku dengan menatap kenyataan… menyadari sekali bahwa sumpah itu bisa saja hanya legalitas yang ingin ditunjukkan pada dunia bahwa Choi Minho bersih… memiliki istri… padahal pada kenyataannya dia menikmati petualangannya dengan istri abangnya sendiri .”

Sulli tersentak ketika ayahnya menyentuh pundaknya, mengulurkan tangannya pada Sulli ,”   Sekarang giliran kita supaya tamu  tidak lama menunggu di gereja. Ayoplah nak, Appa bangga kepadamu !”

Sulli menyelipkan jemarinya di lengan ayahnya dan mulai menaiki tangga. Kemudian mereka menyusuri lorong gereja menuju pintu masuk yang terbuka. Dan dengan perasaan melayang-layang resah kini dia berdiri di tengah pintu gerbang yang tingginya hampir menyentuh langit-langit. Musik lembut piano mulai terdengar nyaring. Semua kepala dari tamu-tamu yang duduk di bangku berpaling ke arahnya. Sulli menelan dengan susah payah.

Minho ada di ujung karpet merah yang dibentang di antara dua barisan bangku para tamu. Memandangnya dengan senyum bangga, seperti juga matanya yang memancarkan sorot penghargaan yang tinggi. Bagaimana bisa dia meragukan Choi Minho bila dia menatapnya seperti itu ? Dia terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam yang membentuk badannya dengan sempurna. Minho telah memenuhi janjinya untuk menjadi mempelai pria tertampan di mata Sulli. Tiba-tiba saja semua yang ada di sana seperti kabur, yang ada di matanya hanya Minho.

“………begitu kalian mengucapkan sumpah… semuanya akan baik-baik saja…”

“ Ini akan baik-baik saja…”

Sulli menguatkan diri begitu menyadari cinta di mata pria itu tertuju padanya.

Kemudian dia merasakan tepukan halus jemari ayahnya di punggung tangannya.

Sulli melangkah memasuki ruangan. Suara denting piano terasa semakin keras dan memukuli gendang telinganya, menarik-narik hatinya.

Sulli tiba-tiba dilanda sensasi aneh, dia merasa altar itu bergerak menjauh darinya. Kemudian dia melihat sosok mempelai wanita lain berdiri di sana. Im Yoona, mengenakan gaun pengantin yang mewah dengan kerudung berhiaskan mutiara. Dia terlihat cantik… melangkah mengikuti denting piano… sepertinya… Berjalan menuju altar untuk menikah dengan pria yang sama.  Pengantin yang pernah ditinggalkan oleh pria yang sama….

Pandangan mata Sulli benar-benar kabur.  Sulli mendengar gumaman dari kiri kanannya.

Dirinya merasa suara-suara itu menjauh, kemudian tawa Nyonya Kim berdering di kepalanya. Selintas dia seperti melihat Minho menyeringai lebar… menertawakan kebodohannya ?  Apakah bukan bodoh namanya bila dia mengikat sumpah dengan pria yang bisa berbuat begitu keji dan kejam kepada seorang wanita ? Walaupun dia sangat tampan dan membangkitkan hasrat hatinya ?

Sulli melangkah sekuat tenaga.

Jatuh cinta pada Choi Minho adalah satu kesalahan. Datang ke Korea bersamanya adalah kesalahan yang lain. Menerima lamarannya tanpa berpikir dua kali juga kesalahan fatal. Apakah kini dia akan kembali melakukan kesalahan dengan resiko menghancurkan seluruh hidupnya di masa depan ? Pernikahan adalah hal sakral baginya, dilakukan sekali seumur hidup adalah prinsipnya. Akankah dia menikah dengan lelaki yang tidak dipercayainya ?

Sulli langkahnya terhenti, membuat ayahnya berpaling ke arahnya.

“ Tidak….” desisnya dengan suara goyah.

“ Sulli ?”

“ Maafkan appa, aku tidak bisa. TIDAK BISA !!” jeritnya

Mendadak dia melepaskan tangan ayahnya dan berbalik. Suara piano terhenti.

“ SULLI !!”

Suara Minho terdengar menggema di saat dia melangkah menuju gerbang kembali. Sulli menoleh, sekilas matanya melihat Minho yang sedang berlari ke arahnya. Rasa ketakutan tiba-tiba mencengkramnya. Takut Minho akan menjangkaunya… menariknya… menyeretnya ke depan altar. Dengan kekuatan yang entah datang dari mana Sulli melesat berlari ke luar, mengangkat gaunnya tinggi-tinggi dan melepaskan sepatunya. Lalu dia sudah ada di luar , berlari ke arah mobil yang diparkir paling depan.

“ Jalan, Pak !” katanya dengan suara tercekik.

Sopir yang sedang duduk itu menoleh dan menatapnya keheranan.

“ Demi Tuhan… jalan cepat !!” teriaknya.

Sopir itu terlonjak kaget, dengan panik menyalakan mesin. Dan dalam sekejap mereka melesat meninggalkan halaman gereja. Dari kaca spion Sulli bisa melihat Choi Minho berlari dan berdiri di puncak tangga memanggil-manggil namanya.

“ SULLI ! SULLIII…!!”

“ Tidak…. maafkan aku… tetapi aku tidak bisa….”

======TBC======

Sulli telah lari dari pernikahannya sendiri, meninggalkan calon suaminya di depan altar.

Dia adalah pengantin wanita yang kabur itu !!

♥ ♥

Bagaimana menurut kalian ?? Apakah FF ini bisa kuhentikan sampai di sini ?

Hopeless melihat minsulshiper yang tersisa semakin sedikit … 😦

Serasa sia-sia membangun kepercayaan bersama-sama….

Terimakasih buat mereka yang masih memiliki mimpi sepertiku … hanya TUHAN yang tahu apa yang akan terjadi di depan… kita hanya punya sedikit harapan tanpa punya hak untuk menuntut .

Teimakasih untuk atensinya…

ANNYEONG 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

62 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 24)

  1. Ya ampun Sulli kabur… mungkin dia masih takut kalau Minho itu gak setia apa kalau perkataan nyonya kim itu bener
    kasian Minho wuuuuuuaaaah gimana ini
    orang tuanya SUlli juga pasti malu, keluarganya Minho kecewa juga sedih

    waaah bener2 deh tuh nyonya Kim mulutnya besar banget, gak suka sama keluarganya Minho hah?! dasar deh nyebelin bgt

    Aku masih jadi Minsul shiper kok eonni, juga masih suka SHINee sama f(x)
    aku gak bakal benci mereka 😀 aku masih suka mereka 🙂 ❤

  2. Huaaa..😢😢😢 knapa sulli eonni harus kabur dri altar??? Padahal sdikit lagi mreka bisa hidup bahagia brsma…

    Eonni.. ku mohon tetaplah menulis ff ini.. ayo sma2 sling mnguatkan mimpi tntang minsul..

  3. hikss knp sulli kabur dari pernikahan itu, pdhal minho udah stay dan siap. apa dia kurang yakin dan butuh penjelasan dari minho..
    sulli terlalu paranoid deh, kasihan minho teriak2 gitu…
    minho jg terlalu sibuk sama kegitan nya, pdhal sulli gi butuh bnget ngomong ama dia…
    next part…
    juseyo..

  4. Uwwwaaa Sullii 😮 kau mengacaukan segalanyaaa.. Kau mempermalukan keluarga besar Minho dan keluarga mu.. Airrrggghh rasanya sy yg streesss bukan minho.. Apa yg kann terjdi?? Ok next part… Penasarn tingkat tinggii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s