The Next Bloodline [Chapter 26]

mahogany4-2-copy

The Next Bloodline

Author : Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater : Maria2509

Original Version klik here!

Length : Sequel

Rate : PG-15

A/N : hai lovely readers, finally aku bisa update lagi.. dan maybe next chapternya bakal lama karena komputer dirumah rusak.. jadi editor pribadi aku a.k.a my sister ga bisa revisi chapter 27nya.. aku rasa di chapter ini uda jelas ya kenapa Muklan dendam bgt sama Zaruum 🙂 kemarin kayanya byk yg masih blm ngerti, semoga dichapter ini kalian ngerti ya 🙂 flashback ini tuh udah ratusan tahun yang lalu, jadi ruffo uda meninggal yah karena dia manusia. Ruffo dan Lina itu siapa? mereka itu ancestornya Sulli dan Dhara atau bisa dibilang nenek moyangnya Sulli dan Dhara. Happy Reading and have a nice Wednesday 🙂

.

.

.

.

Chapter 26: A hundred years ago

‘Kalau begitu aku sudah menemukan Master-ku. Pikir Muklan

Minho mengepalkan tangannya. Dia bisa mendengar pikiran Muklan saat ini. Naga hitam meraung. Seseorang menusuk punggungnya. Healer tadilah yang melakukannya. Naga itu terbang beberapa meter menuju Master-nya. Ruffo jatuh berlutut dan perisai itu menghilang.

“Kami akan kembali. The Core itu milikku.” Kata Penyihir itu.

Penyihir dan naga hitam itu terbang menjauh.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Ruffo

“Kau satu-satunya yang terluka disini.” Kata Muklan

“Aku baik-baik saja. Kau pasti ketakutan tadi.” Kata Ruffo tersenyum samar pada Muklan.

Muklan merasakan seperti ada sesuatu yang mencair dalam dirinya.

“Apa aku boleh ikut dengan kalian?” Tanya Muklan. “Apa aku boleh bergabung dengan kelompok kalian?”

“Kami baru saja menghadapi naga hitam dan penyihir gelap dan kau ingin bergabung dengan kami?” Tanya Ruffo. “Sewaktu aku melihatmu menarik panah dari sayapmu, aku seharusnya sudah tahu kalau kau wanita pemberani. Tapi untuk bergabung dengan kelompok kami jauh lebih berbahaya daripada sebuah panah. Ini seperti menghadapi seribu panah.”

“Tidak masalah. Seribu panahpun tidak masalah.” Muklan berdiri kemudian berlutut dihadapan Ruffo.

“Apa yang kau lakukan? Berdirilah.” Kata Ruffo

“Aku pelayan setiamu, Master. Aku akan setia selamanya padamu. Aku akan berada disismu dan selamanya melayanimu. Aku akan mendedikasikan seluruh hidupku padamu.” Kata Muklan

“Apa? Apa yang kau katakan?” Kata Ruffo

Muklan mengeluarkan sayapnya Dia berubah menjadi naga seutuhnya. Ruffo berdiri menarik Lina kebelakangnya. Yang lainnya juga bersikap sigap.

Muklan perlahan-lahan kembali ke wujud manusia. “Aku naga hitam. Kami dikutuk untuk menemukan Master kami. Aku sudah menemukannya hari ini. Aku akan melayanimu, Master Ruffo. Selamanya.” Kata Muklan.

“Dia makhluk kegelapan. Kita tidak bisa membiarkannya bergabung dengan kita.” Kata salah satu anggota kelompoknya.

“Musuh kita adalah naga hitam. Dia akan menjadi bantuan besar untuk kita, naga hitam sangat setia kepada tuannya. Kalau dia menjanjikan kesetiaannya kepada Ruffo, itu artinya dia berpihak pada Ruffo dan tidak akan mengkhianati kita.” kata anggota yang lainnya.

“Ruffo, kau harus mengambil keputusan.” Kata Healer

Muklan menahan napasnya.

“Dia ikut bersama kita.” Kata Ruffo

Muklan tersenyum gembira. Rasa bahagia mengalir dihatinya.

“Selamat datang dikelompok kami.” Lina memeluk Muklan

“Terima kasih.” Kata Muklan

Minho merasakan tanahnya kembali berputar. Semuanya menjadi gelap dan yang Minho tahu, mereka ada didalam hutan siang itu.

Kelompok Ruffo sedang melakukan perjalanan ketika naga hitam besar tiba-tiba muncul. Ruffo hendak melepaskan panah saat Muklan menghentikannya.

“Hentikan, Master. Dia bukan musuh kita. Dia ayahku.” Kata Muklan

Naga hitam itu berubah menjadi Aji.

“Ayah.” Kata Muklan

“Kita harus bicara.” Kata Aji

“Kami akan menunggumu di kota.” Kata Ruffo

“Baiklah.” Kata Muklan

Kelompok Ruffo pergi.

Aji menghampiri Muklan dan menamparnya dengan keras.

“Kau pergi tanpa pamit. Apa kau tahu apa yang kau lakukan pada ibumu?” Tanya Aji

“Aku… Ayah…” Muklan berlutut. “Ayah, aku tahu itu salah karena pergi begitu saja, tapi aku telah menemukan Master-ku dan aku tidak akan meninggalkannya. Aku akan tinggal bersamanya.”

Aji menarik Muklan berdiri. “Berapa kali harus aku beritahu padamu bahwa kita akan mencoba untuk hidup bebas? Itu sebabnya kita hidup menjauh dari masyarakat Zaruum, kan? Itu karena kita dikutuk. Itu karena sekali kita menginjak Zaruum, kita akan menemukan tuan kita. Aku sudah pernah bilang kau tidak boleh pergi ke daratan. Aku sudah mengatakannya padamu untuk menjauh dari makhluk apapun. Tapi kau tidak mendengarkannya.” Kata Aji

“Ayah, kau hanya takut aku akan menemukan Master jahat seperti yang lainnya. Kau takut kalau aku akan mati karena tuanku. Kau takut aku akan menjadi aib untuk bangsa kita. Aku tidak akan seperti itu. Master-ku… Master-ku orang yang baik, Ayah. Dia dikirim oleh Istana untuk menemukan garis keturunan berikutnya untuk memerintah Kerajaan, Ayah.” Kata Muklan. “Aku menolongnya untuk menemukan Raja berikutnya. Kau akan bangga padaku, Ayah.”

“Bukan itu yang aku takutkan. Aku takut pada akhirnya kau akan terluka. Para Master, mereka memperlakukan kita seperti senjata seperti alat. Kaum kita akan melakukan apapun untuk mereka. Mereka tidak menghargai kita seperti kita menghargai mereka. Pada akhirnya, rasa sakit yang disebabkan oleh keputusasaan yang membunuh kaum kita daripada kematian fisik. Rasa sakit karena tidak dihargailah yang aku takutkan.” Kata Aji

Master-ku juga temanku. Dia menghargaiku sama seperti dia menghargai teman-temannya dalam kelompoknya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Ayah.” Kata Muklan

“Ibumu dan adikmu selalu menanyakan keberadaanmu. Mereka ingin bertemu denganmu. Ibumu… dia sangat merindukanmu.” Kata Aji

Muklan melihat ke langit. “Aku akan bertanya pada Master-ku apa aku boleh pergi mengunjungi ibu dan Han, Ayah.” Kata Muklan

Kemudian Minho berpindah tempat lagi.

Kali ini, Muklan berada didalam istana. Dia bertepuk tangan dengan gembira sewaktu Ruffo dinobatkan sebagai Raja.

‘Jadi mereka berhasil menemukan garis keturunan berikutnya dan Ruffo menjadi Raja.’ Pikir Minho

Kemudian keadaan berubah lagi. Minho sekarang berdiri dibalkon. Ruffo dan Muklan berada didalam sebuah ruangan. Sepertinya mereka sedang berdebat.

Master, apa maksudmu?” tanya Muklan

Minho bisa melihat air mata membendung dimata Muklan.

“Aku harus menemukan Ratu secepatnya, Muklan dan aku rasa aku akan menikahi Lina.” Kata Ruffo

“Lina…” kata Muklan

“Dia Peri, kan? Seumur hidupnya, dia sudah menjaga core dalam tubuhnya. Dia sudah mengorbankan dirinya untuk melindungi Zaruum. Dia akan menjadi Ratu yang sempurna.” Kata Ruffo

“Tapi Master, kalau kau membutuhkan seorang Ratu, kalau kau hanya membutuhkan seseorang untuk berada disampingmu, bisakah kau memilihku?” Tanya Muklan

Ruffo terkejut.

“Muklan, apa kau tahu apa yang baru saja kau katakan?” Tanya Ruffo

“Apa aku tidak cukup baik untuk menjadi Ratu? Apa karena aku naga hitam? Dan Lina seorang peri?” Tanya Muklan dengan bercucuran air mata.

“Zaruum— apa kau bisa membayangkan reaksi Zaruum sewaktu mereka tahu Ratu mereka dari Klan Naga Hitam?” Kata Ruffo

“Zaruum harus didahulukan dan Zaruum membutuhkan seseorang yang berasal dari cahaya.”

“Dan Lina calon yang sempurna karena dia seorang Peri, makhluk dari cahaya.” Muklan merasakan sakit sekaligus kepahitan dalam dadanya.

“Kalau kau bukan Raja, apa kau tetap menikahi Lina?” Tanya Muklan

“Zaruum segalanya untukku. Kalau pada akhirnya aku harus kembali menjadi Ksatria, aku akan tetap menikah dengan seorang makhluk dari cahaya. Itulah satu-satunya cara yang aku tahu agar bisa mendapatkan kepercayan dari Raja yang memerintah.” Kata Ruffo

“Untuk Zaruum?” Muklan menutup matanya.

“Kalau aku sudah menikah, kau masih tetap pelayan setiaku, kan? Aku tidak memintamu pergi. Kita tetap berteman baik.” Kata Ruffo

Bagaimanapun juga berteman saja tidak cukup, Muklan menginginkan lebih dari berteman.

“Aku tidak ingin hanya menjadi temanmu. Aku ingin menjadi wanita yang selalu ada disampingmu. Aku ingin menjadi orang yang paling dekat denganmu. Siapapun yang dekat denganmu kalau itu bukan aku, aku tidak akan membiarkan orang lain mengisi tempat itu.” Kata Muklan

“Jangan membuat semuanya menjadi rumit untukku, Muklan.” Kata Ruffo. “Lina, dia… dia wanita yang spesial untukku. Dia berhasil mendapatkan hatiku yang orang lain tidak bisa dapatkan. Dia wanita yang tepat untukku.” Kata Ruffo

“Jadi, aku bukan wanita yang tepat dimatamu?” kata Muklan

“Ayahku benar. Ayahku memang benar.” Muklan melangkah kearah balkon.

“Aku jatuh cinta padamu, Master. Kesetiaanku, hidupku, hatiku, semua milikmu. Setiap detak jantung terkutuk ini untukmu tapi sudah rusak sekarang.” kata Muklan

Muklan melebarkan sayapnya.

“Muklan, itulah yang aku rasakan pada Lina. Hatiku berdetak untuknya.” Kata Ruffo

Muklan menutup matanya saat ia melompat dari balkon dan terbang.

Kemudian keadaannya berubah lagi. Muklan sampai dikerajaan Naga Hitam. Dia terbang menuju bagian belakang istana dan bersembunyi disana, menangis.

“Muklan?” Tanya seorang pria yang merupakan Naga Hitam juga.”

“Iro, Iro.” Muklan berlari menuju Iro dan memeluknya. “Dia memilih peri itu. Dia lebih memilih wanita itu daripada aku.”

“Dia? Maksudmu tuanmu?” Tanya Iro

“Ya, ya, Iro. Pria yang sudah kudedikasikan hidupku padanya. Dia akan menikah dengan seorang Peri. Dia mengatakan kalau dia tidak bisa menikahiku. Dia mengatakan dia tidak bisa menikahi makhluk dari kegelapan demi Zaruum.”

Wajah Iro tampak marah, sangat marah sampai pembuluh darah ditangannya mulai terlihat.

“Aku sudah bilang padamu untuk meninggalkannya, kan? Bahkan ayahmu sudah memperingatkanmu tentang hal ini.” Kata Iro

“Aku tahu, aku tahu. Ayah benar. Dia benar selama ini tapi aku tidak bisa meninggalkannya. Hatiku masih berdetak untuknya sampai sekarang. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpanya.” Kata Muklan

“Kembalilah pada kami, Muklan. Tinggalkan manusia itu. Tinggallah bersama kami, tinggal bersama kami lagi. Kalau kau tinggal disini, kau tidak akan pernah merasa ditolak. Kau akan dicintai. Kau bisa tinggal bersama kami. Kau bisa tinggal bersamaku.” Kata Iro

Muklan menarik diri dari Iro.

“Apa maksudmu?” Tanya Muklan

“Aku sudah lama memperhatikanmu, Muklan. Mataku hanya melihatmu. Aku berharap, tidak berharap banyak kau akan melihatku juga tapi kau terlalu sibuk dengan Master-mu.” Kata Iro. “Kalau dia menyakitimu, aku bisa menolongmu. Aku akan menyembuhkan sakitmu.”

Minho merasakan tanahnya kembali berubah. Kali ini, Adah memeluk Muklan.

“Kalau kau mencintainya, anakku, kau akan membiarkan dia bahagia. Hati tidak bisa dipaksakan.” Kata Adah. “Dia jatuh cinta pada peri itu. Berikanlah hatimu waktu untuk menerima semuanya.”

Kemudian dia merasakan langit bergerak sangat cepat, Minho sudah berpindah pada memori yang lain.

Muklan terbang ke istana Zaruum. Dia melihat mereka dari jendela. Didalam kamar itu ada Lina yang baru saja melahirkan. Ruffo datang dengan menggendong anaknya yang pertama.

Jadi, ini sudah beberapa tahun kemudian? Selama bertahun-tahun, Muklan bersedih di Kerajaan Naga Hitam?

Ruffo melihat Muklan dari jendela.

“Muklan?” Tanya Ruffo. “Muklan, masuklah! Sudah lama kita tidak bertemu!”

Muklan ragu-ragu untuk masuk. Ruffo memeluk Muklan.

“Sudah 3 tahun, kemana saja kau selama ini?” Kata Ruffo

“Aku dirumah.” kata Muklan

“Kau bahkan tidak memberiku kabar selama ini.” Kata Ruffo

“Kami sangat mengkhawatirkanmu. Ruffo benar-benar khawatir. Dia hampir menunda pernikahan kami. Dia mengatakan pernikahan tidak akan dilaksanakan kalau kau tidak ada untuk merayakannya bersama kami.” Kata Lina

“Kau sahabatku.” kata Ruffo

“Ya, um, aku kesini untuk melihat keadaan kalian.” Kata Muklan.

“Kami baik-baik saja.” Kata Ruffo.

Kemudian semuanya terlihat kabur.

Muklan sedang berjalan lorong ketika mendengar Ruffo dan Lina berbicara.

“Aku harus kembali ke Desa Peri secepatnya, Yang Mulia.” Kata Lina

“Kau tidak boleh meninggalkan istana. Istana ini tempat dimana aku bisa melindungimu. Anak-anak kita membutuhkanmu.” Kata Ruffo

“Yang Mulia, aku satu-satunya peri yang memiliki pengetahuan tentang perkebunan di desa Peri. Pengetahuan itu hanya bisa disampaikan olehku. Mereka membutuhkanku. Para peri mulai kelaparan. Aku harus menolong mereka.” Kata Lina

“Berapa lama kau akan pergi? Seminggu? 1 bulan?” Tanya Ruffo

“Setidaknya 1 tahun atau mungkin lebih.” Kata Lina

Muklan merasa hatiny berdetak kencang.

“Bagaimana aku bisa membiarkanmu pergi selama itu?” Tanya Ruffo. kemudian semuanya terlihat kabur lagi.

“Seperti itukah wanita yang kau pilih? Dia bisa tahan jauh darimu. Dia mengutamakan hal lain daripada dirimu. Aku tidak akan pernah melakukan itu padamu.” Kata Muklan

“Aku mencintainya dan dia mencintai kaumnya.” Kata Ruffo. “Berhenti berkhayal dan berharap padaku, Muklan. Dia wanita yang aku cintai.” Kata Ruffo. “Apapun yang terjadi.”

Muklan terbang kembali ke tanah Naga Hitam.

“Iro! Iro!” Muklan menangis sambil mencari Iro.

“Muklan! Apa yang terjadi?” Iro menghampiri Muklan

Muklan memeluk Iro. “Dia– dia benar-benar keterlaluan! Wanita itu tidak pantas untuknya. Wanita itu tidak mencintainya seperti Ruffo mencintainya, seperti aku mencintainya. Wanita itu rela meninggalkannya. Peri itu melepaskan pria yang selama ini aku cintai.”

Iro meremas bahu Muklan. “Aku tidak akan pernah memaafkan mereka. Karena sudah melakukan hal ini padamu.”

“Ini semua kesalahan Peri itu. Dia memiliki semua yang aku inginkan tapi dia tetap memilih untuk meninggalkannya. Aku tidak akan pernah memaafkannya.” Kata Muklan

Minho merasakan tanahnya bergetar dan tiba-tiba ia mendengar seseorang berteriak.

“Aji! Bangun! Aji!”

Aji terbangun disamping istrinya.

“Iro bersama dengan pasukan naga kita meninggalkan desa.” Kata Penatua itu.

“Mereka pergi kemana?”  Tanya Aji

“Aku dengar mereka pergi ke Negeri Peri.” Kata Penatua itu.

“Negeri Peri? Ada apa memangnya?” Tanya Adah

“Dimana Muklan?” Tanya Aji. “Apa dia bersama mereka?”

“Tidak, dia menghilang.” Kata Penatua itu.

“Kita harus menghentikan mereka, Aji. Mereka membawa pasukan Naga Hitam ke Negeri Peri sudah akan mengancam mereka. Ini akan membawa konflik diantara klan.” Kata Adah

“Mereka sudah sampai dimana?” Tanya Aji

“Mereka sebentar lagi sampai di Negeri Peri.” Kata Penatua itu.

“Aku pergi.” Kata Aji.

Adah mencari Muklan kemana-mana dan menemukan Muklan tertidur diatap istana.

“Bangun, Sayang. Kau harus bangun sekarang.” Kata Adah

“Ibu.” Kata Muklan

“Iro membawa batalion ke Negeri Peri.” Kata Adah

“Iro. Tidak, tidak.” kata Muklan bingung. “Kemarin aku sangat sakit hati karena apa yang aku lihat dan aku menceritakan semuanya pada Iro.”

“Dia sudah lama jatuh cinta padamu, sayang. Membiarkannya tahu tentang sakit hatimu pada Ratu Peri itu bisa memancingnya.” Kata Adah. “Kita dalam masalah sekarang. Kejadian ini dapat menyebabkan perang yang tidak diinginkan. Ayahmu sudah menyusul mereka.”

“Tidak. Ayah. Aku akan mengejar mereka.” Kata Muklan

“Tidak. Tetap disini. Kau tidak boleh terlihat disana. Kau akan membuat keadaan semakin buruk, kami membutuhkan bantuanmu untuk berbicara dengan Raja Zaruum agar membantu kami menghentikan perang.” Kata Adah.

Beberapa saat kemudian ada seekor naga terluka mendarat di kerajaan Naga Hitam.

“Ayah!”

Muklan berlari menuju ayahnya yang terluka.

“Ayah.”

“Iro… dan kelompoknya membunuh seluruh penduduk Peri. Aku sudah mencoba untuk menghentikan mereka tapi mereka sangat kuat.” Kata Aji

“Tidak.” Adah menatap Aji ngeri. “Mereka… membunuh seluruh penduduk Peri?” Tanya Adah

“Aku mencoba untuk menyelamatkan beberapa orang. Aku harap mereka berhasil tapi kelompok itu memastikan tidak ada satu orangpun yang selamat.” Kata Aji

Muklan merasa lututnya melemas saat ia jatuh terduduk.

“Sepertinya waktunya sudah tiba. Kali ini, kita tidak bisa lari dari apa yang sudah ditakdirkan. Semua kerja keras kita untuk hidup damai, untuk mengubah cara pandang dunia pada naga hitam, semuanya sudah hilang.” Kata Aji bersamaan dengan air matanya turun dari kedua matanya.

Adah memeluk suaminya.

Muklan berdiri.

“Kau mau pergi kemana, Muklan!” Teriak Aji

Tapi Muklan sudah terbang jauh dan tidak mendengarnya.

Muklan memasuki istana Raja Ruffo. Dia melihat Ruffo dikamarnya memeluk Lina, seluruh tubuhnya penuh dengan darah. Dia sudah meninggal.

Lina.

Ruffo melihat Muklan dan menariknya.

“Ini ulahmu, kan? Ini salahmu. Apa kau meminta kaummu untuk melakukan hal ini? Hanya karena aku tidak bisa mencintaimu? Kau mengatakan hal itu 5 tahun yang lalu. Kau mengatakan kalau kau tidak dapat memilikiku, maka orang lainpun tidak akan bisa. Kau sangat marah pada Lina karena dia ingin kembali ke negeri peri. Naga Hitam memusnahkan kaum Peri, kau dalang dibalik semua ini.” Kata Ruffo. Suaranya bergetar penuh kemarahan. Kebencian dan kemarahan terpancar jelas dimatanya dan Muklan merasa takut untuk pertama kalinya sampai air matanya mengalir.

“Bukan aku. Aku tidak ada disana, Ruffo. Aku mengakui kalau aku membenci Lina karena keputusan yang dibuatnya tapi aku tidak pernah menginginkannya mati. Aku tidak ingin klan Peri musnah.” Kata Muklan

“Aku seharusnya mendengarkan mereka. Mereka benar. Sejak aku bertemu denganmu, aku membelamu dihadapan semua orang. Mereka terus memintaku untuk menyingkirkanmu karena kau ancaman untuk kami, karena kau makhluk kegelapan. Tapi aku tidak mendengarkannya karena aku mempercayaimu dan dimana kepercayaan yang kuberikan padamu…” Ruffo menatap jasad istrinya yang sudah tidak bernyawa.

“Pasukanku sudah menemukan keberadaan klan Naga Hitam. Aku memerintahkan mereka untuk membunuh seluruh kaummu. Aku mengatakan pada mereka untuk tidak membiarkan satupun yang hidup. Aku akan menghancurkanmu. Aku akan menghancurkan semuanya. Bahkan orang-orang yang tidak tinggal dirumahmu, aku akan memburu mereka semua. Tidak ada yang boleh masuk dalam perangkap Naga Hitam lagi.” Kata Ruffo

Tidak! Muklan memandang keluar. Ayahnya, Ibunya, dan Han. Mereka semua ada disana! Dia harus membantu mereka melarikan diri.

“Tolong hentikan mereka, Master. Tolong hentikan mereka. Orang-orang yang menyerang peri hanya sebagian dari kami. Yang lainnya hidup dalam damai.” kata Muklan

“Para peri juga hidup dalam kedamaian. Mereka tak bersalah tapi mereka semua tewas. Keadilan akan ditegakkan.” Kata Ruffo

Muklan menggelengkan kepalanya dan terbang.

Api dimana-mana. Muklan menemukan ibunya bersama Han.

“Bawa Han bersamamu. Pergilah, pergi dari sini, tetaplah hidup” Kata Adah

“Tapi ibu,  kau tidak ikut bersama kami?” Tanya Muklan

“Ayahmu terluka tapi dia memilih untuk berperang, untuk melindungi rakyat kita. Aku akan berada disampingnya sebagai istrinya. Kau harus pergi dari sini, bawa Han bersamamu. Han sangat spesial. Dia harapan untuk klan kita.” Kata Adah

“Pergi, sekarang!” Kata Adah

Muklan merasa air matanya jatuh saat ibunya memeluknya erat.

“Kalau memang ini hari terakhir kita bersama, ingatlah bahwa hari ini terjadi pasti ada alasannya.” Adah melepaskan pelukannya. “Kalian harus saling menjaga.”

Muklan menarik Han bersamanya dan mereka terbang. Muklan menoleh kebelakang dan melihat Adah sedang menuju ayahnya. Anak panah berdatangan dari segala arah menuju ayah dan ibunya.

“Ayah! Ibu!” Muklan melihatnya saat Ayahnya terkena panah itu. Dia juga melihatnya saat ibunya terjatuh ke tanah.

“Tidak!!!” Muklan menutup mata Han tapi Han masih bisa melihatnya. Muklan melihat Iro perlahan terjatuh, beberapa teman masa kecilnya tewas.

Han mulai menangis.

“Jangan menangis, Han. Aku mohon, Han. Kita harus pergi dari sini, kiita harus tetap hidup.” Kata Muklan saat ia mencoba untuk mengendalikan air matanya sendiri.

Mereka sudah terbang selama berjam-jam saat Han melepaskan diri dari Muklan kemudian turun ke tanah mereka.

“Ada apa, Han! Kembali kesini.” Teriak Muklan

Han pergi ke reruntuhan dan melihat seorang bayi dalam pelukan ibunya yang sudah mati.

“Noona, bayi itu masih hidup.” Kata Han

“Kau bisa mendengarnya? Dari atas sana?” Tanya Muklan. “Aku bahkan tidak mendengar tangisannya.”

“Aku mendengar detak jantungnya.” Kata Han

“Detak jantung? Dari jarak sejauh itu?” Tanya Muklan

Muklan menggendong bayi itu. “Ayo pergi.”

Mereka terbang lagi.

“Dia ikut bersama kita, kan, Noona? Dia sudah tidak punya keluarga lagi.” Kata Han

“Ya.” Kata Muklan

“Kita akan memanggilnya Adah.” Kata Han

Muklan menatap adiknya. “Sehingga kita selalu mengingat ibu.” Kata Han.

Muklan mengangguk. Rasa marah, pahit, dan benci mengalir menjadi satu dalam dirinya. Ayahnya selalu berharap bahwa naga hitam dapat hidup damai. Dia selalu ingin membersihkan nama Klan Naga Hitam. Ayahnya tidak salah dan dia tidak pantas menerima kematian seperti ini.

Semuanya berawal ketika ia bertemu Ruffo, Master-nya. Ruffo jatuh cinta peri itu. Dia memilih Peri itu demi Zaruum.

Zaruum mengambil kesempatannya untuk bersama Master-nya. Peri itu mengambil semua yang diinginkannya.

Dan bagian yang paling sulit adalah kematian orang-orang yang dicintainya, teman-temannya, Ibu dan Ayahnya disebabkan oleh perintah dari pria yang sudah ia berikan hidupnya.

“Ini bukan akhir dari semuanya, Han. Aku tidak akan membiarkan semua ini  berakhir seperti ini.” kata Muklan

Minho merasa semuanya menggelap. Saat ia membuka matanya, dia kembali didalam sebuah ruangan bersama Muklan.

“Apa kau sudah melihat memorimu atau kau melihat memoriku?” Tanya Muklan bersamaan dengan air mata jatuh dari kedua matanya.

“Kita akan membalas kematian orangtua kita.” Kata Muklan. “Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menghentikan kita.”

.

.

.

.

TBC

Advertisements

19 thoughts on “The Next Bloodline [Chapter 26]

  1. Ini semua bisa tjd sebenernya kan gr” muklan sendiri .
    Dia yg selalu crita ttg sakit hatinya , iro yg mencintai muklan drdlu .
    Sebenernya bisa aja kejadian itu gag tjd asal muklan gag selalu crita k iro .
    Iro jg ngapain sih sampe nyerang negara peri ?
    Coba kalo d negara peri itu besanannya sama negara api , hahahaha .
    Yah namanya jg cinta , apapun jg bakal dibelain .

  2. yeaaay…. akhirnya cerita ini masih di lanjutkan,Gomawo Authornim… ^_^

    semua berawal dari muklan, hanya karena cinta nya tak terbalas

  3. Ok gak papa, meakipun updatenya lama aku masih setia menunggu haha.

    Jadi ini memori muklan bukan minho, kenapa minho tidak melanjutkan memorinya. Ah mungkin dia terlalu penasaran dengan dendam muklan.

    Emang benar, semua berawal dari muklan dia yang membenci tapi dia tidak mempunyai niat jahat. Iro yang terlalu membesar-besarkan masalah.
    Tapi ruffo sebenarnya gak bisa ambil keputusan seperti itu naga hitam juga kaum zaruum kan, hanya saja mereka menghindar. Ruffo pun mengambil keputusan yang salah.
    Setelah itu niat jahat yang tidak pernah difikirkan muklan akhirnya muncul.
    Lalu gimana sama memori minho, gimana asal mula minho berada dizaruum?

    Eon meskipun updatenya lama yang penting jangan lupa sama ff ini. Tetep update apapun yang terjadi

  4. part ini sungguh menegangkan, rasa dendam muklan kpd zaruum di awali dg sumpah setia muklan kpd rufo dan seiring berjalannya waktu muklan jatuh cinta kpd rufo tp pilihan rufo jatuh pd lina dr klan peri. sampai di suatu hari muklan cerita kpd iro bahwa dirinya sakit hati kpd klan peri, dan iro langsung menyerang klan peri dan membunuh semuanya termasuk lina, dan krn rufo ga terima jd lah peperangan yg menewaskan klan naga hitam.

    dr awal permasalahan ini berawal dr sebuah cinta yg bertepuk sebelah tangan. muklan cinta sama rufo tp rufo lebih memilih lina, dan muklan cerita kebenciannya kpd lina yg jelas” dr klan peri kpd iro yg sejak dulu sudah menaruh hati kpd muklan.
    sebenarnya disini muklan ga boleh benci dong sama zaruum, krn dr awal yg memulai peperangan adl klan naga hitam menyerang klan peri, kalau aja naga hitam ga bertindak gegabah maka zaruum g ga akan menyerang klan naga hitam.

    walau updatenya lama tp tetep aku tunggu kog eon, tp jangan lama” banget kaya kemaren” sampe hampir 4 bulan ga update.

  5. muklan sendiri yg menyebabkan kehancuran klan peri dan naga hitam, hanya gara-gara cintanya bertepuk sebelah tangan. Semoga minho tau yg sebenarnya dan kembali ke the circle untuk melanjutkan misi mereka

  6. Jdi kronologisny sprti itu,,,
    Apakh muklan brsalah ?? Sprtiny msih blum bs mngtakan kalo dia brsalah, karena dia hnya brcrta pada seseorg yg dia anggap shbat di klanny, iro ttg apa yg dia rsakan pd master.nya ruffo
    Dan memang dulu muklan prnah mngtakan hal2 buruk karena cintany brtepuk sebelah tangan,,,
    Tapi di sini yg mnghncurkan kaum peri kan iro, bukan muklan… yaah krena rsa cemburu dn sakit hati iro yg tdk tega mlihat muklan yg sedih krena ditolak ruffo
    Sprti pepatah, satu makan nangka semua kena getah *benar gk ni pepatah ???
    Mskipun bukan muklan yg melakukan tapi krena yg mnyerang klan naga hitam, pastinya muklan disalahkan…
    Akibat itu semua, perang terjadi dan dampaknya…
    Kluarga muklan hancur, tinggal drinya dn adik trcinta…
    Dan itu mnimbulkan sakit hati yg mndalam dn rasa bnci pada zarrum,,,
    Minho sudah tau memori kelam dr muklan,,,
    Apa tanggapan minho slnjutnya ???
    Apakah dia akn ikut mmblaskan dendam muklan atau malah sbaliknya ???
    Betewe…di sni anggota the circle sm ssul gk ada yaa,,,
    Mereka kmna ? Apakah kbar mreka baik2 saja ? Bagaimna dgn sulli ??
    Untuk next chaptr… sabar menunggu kyknya,,, hee
    Kalo bs…disegerakan yaaah
    Fightiiiing,, selalu…

  7. Yah akhirnya terungkap kisah kenapa klan naga hitam membenci klan peri dan smua yg dikerajaan, kasihan banget minho dan sulli hanya kesalahan terdahulu mengakibatkan seperti sekarang ngk damai saling bunuh membunuh karena pembalasan dendam masa lalu.

  8. Akhrnya di post jga..hn ayna dah lma nunggu nih eoni.,,segtukah..muklan membenci peri..kta ayahnya kan mreka hrus hdup damai tpi pa?dia mlh mau bls dendam..,lanjt ya eoni..fighting,,!!

  9. Akhrnya di post jga..hn ayna dah lma nunggu nih eoni.,,segtukah..muklan membenci peri..kta ayahnya kan mreka hrus hdup damai tpi pa?dia mlh mau bls dendam..,lanjt ya eoni..fighting,,!!!!

  10. Ah kisah yg menyedihkan… cinta itu buta.gini nih kehidupan damai hancur berantakan. Hhh bisa dimengerti muklan benci zarrum.bdw. minho bisa di istana gimana cerita ny ya?kayaknya raja itu benci kaum naga.tinggal nunggu keputusan minho.penasaran. deh dia bakal balas dendam atau apa…oke.ditunggu.jan ga n lama2 ya

  11. jd itu maslh”x muklan benci bgt sm peri…tp kn itu krn muklan sndri xg salah..andaikn dia g’ crta mslh”x dgn iro psti mrka baik2 sja…

  12. Yg memicu perang kan si muklan sendiri,, dari klan nya sendiri lalu raja zarumm marah karna sang ratu meninggal..
    Yahhh dibutakan kebencian jadi gitu..
    Semoga aja ga ada lagi perang dehh,,,

  13. sekarang aku pahan dan mengerti kenapa muklan begitu ngotot ingin mengambil the core dari tubuh sulli. karena balas dendam yg begitu besar itu membuat dirinya lupa diri. semua kejadian dimasa lalu itu tidak pantas untuk di balas dendamkan. semua kejadian itu murni karena kesalah pahaman. kesalah pahaman yg berujung tragis dan membuat seseorang begitu benci dan ingin membalas dendam. muklan…..muklan….kau yg memulai semua kekacuan itu kenapa kau ingin membalas dendam atas kejadian di masa lalu? tak bisakah kau membuka matamu lebar². dulu iro yg membunuh kaum peri. kaum yg tak tahu permasalahan di antara kalian harus mati terbunuh termasuk sang ratu yg berasal dari klan peri juga harus terbunuh sia². dan tak sepatutnya kau membalas dendam akan perbuatan raja yg memerintahkan pengawalnya untuk membunuh semua klan naga hitam. sang raja hanya menegakkan keadilan. keadilan yg berujung kemarahan dan kebencian. sungguh ironi sekali….!!!
    sekarang minho udah tahu semuanya….lalu tindakan apa yg akan diambil oleh minho? apakah dia akan tetap bersama muklan untuk membalaskan dendam klan naga hitam atau pergi ninggalin muklan dan bergabung lagi bersama the circle untuk menemukan garis keturunan berikutnya? pilihan yg sulit bagi minho. dan aku harap minho mengambil keputusan yg tepat. jangan salah pilih ya minho….!!!!
    next eonn…!!!! keep writing!!!!!

  14. owalah semuanya gara-gara muklan sendiri..udah tau ruffo ga cinta lha kok malah memaksakan cinta..iro pun begitu,hmm cinta…derita akan selalu ada..semoga minho bisa berpikir dengan bijak,bahwa kesalahan mutlak bukanlah pada kerajaan zaruum,tapi karena ulah kakaknya itu.
    next chap ya author..big hug mmmuach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s