THE runaway BRIDE (Part 25)

THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

25. Terlambat

.

.

Sulli memasuki kamarnya kemudian membanting pintu dan menguncinya. Dengan nafas terengah-engah di menyender di daun pintu jati.

Sebenarnya apa yang telah dilakukannya ? Lari dari pernikahannya sendiri ? Pernikahan yang notabene adalah pilihannya…impiannya…keinginan terbesarnya ?

“ Oh Tuhan… apa yang telah kulakukan ?”

Pertanyaan itu berdengung dan terngiang-ngiang di telinganya. Tetapi sekeras apapun dia berusaha menjawab, sekeras itu pula hatinya menolak untuk menjelaskan. Otaknya benar- benar kacau, dia tak bisa berpikir apa-apa lagi. Ketakutan demi ketakutannya selama beberapa hari seperti hantu yang melayang di sekelilingnya… menertawakannya…mengejeknya…

“ Oh Tuhan apa yang kulakukan ?”

Kembali pertanyaan itu bagai gaung menyakitkan di dalam kepalanya.

Bayangan Minho yang terkejut dan berlari… wajahnya yang terlihat memerah dan terpukul…

Sulli menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengusir bayangan yang menakutkan itu. Dia tak mau apapun terjadi pada Minho, tetapi dia tak mau mengorbankan seluruh hidupnya demi ego lelaki itu.

Nafas Sulli terhenti, ketika dia mendengar suara langkah-langkah di lorong, disusul ketukan halus di pintu. Badannya tersentak, tangannya memegang knob pintu erat-erat seolah takut seseorang akan membuka pintu dan menyemburkan kemarahan kepadanya.

Oh tentu saja… akan banyak orang yang memarahinya. Tindakannya yang ceroboh dan mempermalukan mereka semua. Dia sadar itu… tetapi apakah mereka mau memahami semua ketakutannya ?

Ketukan di pintu semakin keras dan tak sabaran.

“ Sulli… chagiya… Demi Tuhan, apa yang terjadi. Katakanlah kepadaku !!”

“ Minho… Minho menyusulku ! Dia ada di depan pintu kini… apa yang harus kulakukan ? Ya Tuhan… apa yang harus kukatakan ?? Tetapi aku tak perlu menjelaskan apapun kepada siapapun … Ini adalah pernikahanku… Pernikahan yang salah sejak awal !” pikirnya panik.

Sulli merapatkan badannya ke pintu, menahannya kuat-kuat. Dia sama sekali lupa kalau pintu telah dikuncinya.

“ Sulli… Sulli !!”

“ Pergilah !!” pekik Sulli dalam paniknya ,” Biarkan aku sendiri…!”

“ Chagiya… !!”

“ Demi Tuhan… biarkan aku sendiri !”

Terdengar langkah kaki yang menjauh.

Sulli menarik nafas, merasa tiba-tiba kekosongan kamar itu merangkulnya dan menariknya ke sisi gelap yang nyaman. Kenyamanan itu lenyap, kembali berganti ketakutan ketika dia mendengar suara-suara dari arah balkon. Dengan ngeri Sulli melihat pintu balkon yang terbuka. Setengah terbang dia memburu pintu kaca dan menutupnya… menguncinya… sementara matanya melihat tangan kokoh Choi Minho yang berpegangan pada pagar batu balkon.

“ Rupanya Minho benar-benar bertekad untuk mengetahui jawabannya… “

Dengan mata membelalak ngeri dengan bayangan lelaki itu akan terjatuh dari ketinggian, Sulli menempelkan pipinya di kaca. Entah lega…entah takut…entah marah… yang jelas badannya mengkerut ketika melihat lelaki itu melompat dan berjalan menuju pintu.

“ Sulli buka …!!”

Sulli menggelengkan kepalanya.

“ Buka kuncinya atau aku akan masuk dengan memecahkan kaca ini !!”

Minho berteriak mengancamnya. Belum pernah Sulli melihatnya sedemikian marah dan putus asa. Walaupun dia tahu Minho bukan orang yang pemarah, hati kecilnya yakin kalau ancaman itu bukan ancaman kosong belaka. Akhirnya dengan tangan gemetar dia membuka kunci, lalu badannya mundur beberapa langkah menjauh. Jantungnya berdegup kencang, badannya menggigil… belum pernah Sulli melihat wajah Minho demikian kaku dan matanya menggelap menakutkan.

“ Sulli…!”

Minho menyerbu masuk, berdiri sejenak di ambang pintu sambil menatap wanita di depannya dengan tatapan dingin dan membunuh.

Sulli membelalak ngeri. Dia bisa melihat bagaimana mata yang menyambarkan api itu perlahan terpejam. Sulli tahu, Minho sedang berusaha mengendalikan emosinya karena secara berangsur wajahnya mengendur. Setelah sejenak yang menakutkan, lelaki itu membuka matanya yang kini berpendar lembut tetapi menyimpan luka . Kemudian dengan hati-hati dia mendekat.

“ Sulli, apa yang terjadi ?” tanyanya dengan suara lembut ,” Apakah kau gugup ? Kehilangan keberanianmu ?”

Sulli menelan ludah dengan susah payah

“ Tidak….” teriakannya ternyata terdengar hanya seperti bisikan ,

Sulli mendorong gumpalan menyesakkan di tenggorokannya. Dia yang telah memulai semua ini, maka dia yang harus bisa mengakhirinya. Selama ini toh dirinya telah ditempa dengan keberanian untuk melawan kenyataan, bukan ? Lalu apa salahnya dengan keputusannya ? Lagipula, ini semata-mata bukan salahnya sendiri !

“ Aku… tttelah kehilangan cintaku !” putusnya dengan mengerahkan seluruh keberaniannya.

“ Apa ?”

“ Aku selama ini salah… Aku selama ini telah dibuai mimpi yang terlalu manis…. Kupikir aku mengenalmu luar dan dalam, kupikir aku bisa mempercayakan diriku…hidupku… kepadamu. Ternyata aku salah !!”

“ Chagiya… apa maksudmu ?” bisik Minho dengan suara tertahan.

“ Aku tak pernah mengenalmu ! Aku tidak tahu siapa kau yang sebenarnya !! Bagaimana mungkin aku mencintai pria yang tidak kukenal ?” jerit Sulli putus asa, air mata mulai merebak di matanya.

“ Sulli-ah…”

“ Jinri !! Jangan panggil aku dengan nama itu lagi ! Sulli hanya membuatku terdengar begitu menggelikan dan bodoh ! Aku , Choi Jinri… dan aku tidak mengenalmu !”

Minho tertegun, matanya menyiratkan ketakutan yang demikian kuat.

“ Kita saling mengenal begitu dekat… apakah kau lupa ? Kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama, apakah kau juga lupa ?  Aku menerimamu…apakah kau Jinri atau Sulli…apa bedanya bagiku ? Karena aku begitu mencintaimu… Aku adalah pria yang mencintaimu…. “

“ Stop ! Berhentilah berbual dengan nama cinta… atau aku akan muak bila mendengarnya lagi ! Dimana cintamu ketika kau mengobral senyum dan kepolosanmu…sementara hatimu menertawaiku ?  Ataukah itu cinta bagimu … dengan tidak menggubris perasaan wanita … bisa kau injak dan kau tipu. Aku Jinri, tidak suka pria seperti itu seumur hidupku dan….”

“ Aku tidak mengerti apa yang kau katakan sedikitpun…” keluh Minho.

Sulli mengepalkan tangannya kuat-kuat ,” Aku sudah kau bohongi, Choi Minho ! Aku sebenarnya sudah mengetahui hubunganmu dengan Im Yoona !”

“ Tidak pernah ada apa-apa antara aku dan Yoona noona…”

“ Dulu ada. Kalian hampir menikah, bukan ? Tetapi kau meninggalkannya di depan altar dan kakakmu Siwon telah mengorbankan diri untuk menggantikan posisimu…” Sulli menghapus air mata di pipinya dengan kasar, menolak menunjukkan kelemahannya di depan lelaki itu.

Minho terkesiap, matanya membulat… sejenak seperti kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

“ Jadi…. kau setuju menikah denganku dengan tujuan itu ?” suaranya sedingin es ,” Kau melakukan itu untuk membalas dendam padaku…. untuk siapa Sulli ? Untuk seluruh wanita di muka bumi ini ?”

“ Jangan menimpakan kesalahan kepadaku !” geram Sulli marah ,” Aku sudah berusaha mati-matian untuk mengatakannya kepadamu… sebelum kita menikah… Tetapi kau semakin jauh… kau semakin tidak peduli padaku… kau kehilangan waktumu Minho…seperti juga aku !”

“ Aku mengaku salah…aku telah meminta maaf. Itu semua bukan karena keinginanku. Semuanya karena waktuku tidak banyak… semua urusan itu…tamu-tamu itu… aku tidak bisa…”

“ Makanya… aku juga tidak bisa melalui semua ini sendirian !” potong Sulli ,” Tetapi sadarkah kau ? Jika saja kau menceritakan semuanya ini sejak lama…”

“ Kapan persisnya ?” Minho tersenyum sinis ,” Pada saat pertemuan pertama kita dimana kau beranggapan semua lelaki Korea itu menyebalkan ? Atau pada saat kau berkata ingin menggantung Jiho hyung karena telah menyia-nyiakan Nam Joo ? Atau pada saat kita nyaris bercinta dan telepon sialan itu menghentikannya ? Itu waktu yang tepat menurutmu… itukah ?”

“ Bukan inti masalah kapan ini seharusnya diceritakan. Kau telah merahasiakan sebuah fakta besar yang diketahui semua orang !” kata Sulli tajam ,” Atau kau menikmati sekali bagaimana orang-orang di sekitarku memandangku dengan tatapan kasihan…mengolok-olok kebodohanku…mencemoohkan calon pengantin yang dengan bahasa mereka bisa saja mencibirku ? Dan kau berharap aku tak pernah tahu karena aku tidak memahami bahasamu dengan baik ? Atau berharap kalaupun tahu, aku akan terlalu terlambat untuk mundur… Apakah begitu ? Begitukah laki-laki Jeju mempertahankan kehormatannya ?”

“ Maukah kau berhenti berkata seperti itu ?” geram Minho ,” Dengar Sulli, aku tidak melihat apa pentingnya semua ini untuk diceritakan karena kupikir cinta di antara kita begitu kuat untuk mempedulikan hal-hal sepele seperti itu. Lagi pula itu hanya masa lalu… “

“ Itu hanya berselang setahun dari sekarang…”

“ Tetap saja itu telah berlalu… dan aku ingin melanjutkan hidup. Apakah itu salah ?”

Sulli menarik nafas, menekan keinginan untuk menyerang pria itu dengan pukulan dan cakaran yang akan menyadarkan dirinya bahwa dia bukanlah wanita lemah seperti yang disangkanya.

“Im Yoona dan aku tidak memiliki kecocokan… “

“ Kau pernah mencintainya… jika tidak, tak mungkin kalian memutuskan untuk menikah.”

Minho memejamkan matanya dengan tangan terkepal. Mendadak dia ingin melempar semua barang-barang yang ada di dalam ruangan… menghancurkan rasa frustasi yang kini menggerogoti otaknya.

“ Tadinya kukira aku mencintainya…” Minho akhirnya berhasil mengeluarkan suara yang tenang, “ Ternyata aku keliru… kupikir kekeliruan adalah salah satu sisi lemah manusia.”

“ Dan kau memutuskan untuk meninggalkannya di depan altar untuk ditertawai dan dikasihani. Itukah sikap kelaki-lakian yang kau banggakan, Minho ?” ejek Sulli.

“ Aku dan Im Yoona tahu, pernikahan kami akan jadi kekeliruan terbesar. Kami tidak pernah saling mencintai !”

“ Oh ya ? Apa kau yakin tidak menyesali tindakanmu setelah itu ? Tetapi kau tak bisa lagi mendapatkannya karena abangmu telah menjadi penghalang  bagi kalian ?”

“ Demi Tuhan Sulli, apa sih yang merasukimu ? “

“Bukankah tidak menutup kemungkinan bahwa kau masih mencintainya, Minho ? Syukurlah, Dia mengatakan segalanya kepadaku.”

“ Apa ?” Minho menatapnya tak percaya ,” Dia siapa ? Siapa yang telah mengungkap kebohongan besar itu kepadamu ?”

“Untunglah bagiku dia menceritakan semuanya sebelum pernikahan ini terjadi. Nyonya Kim….”

“ Nyonya Kim ? Omona !!” Minho mengusap rambutnya dengan tidak sabar, wajahnya terlihat tegang ,” Jadi ternyata dia membalasku dengan ini semua. Sadarkah kau… dia adalah satu-satunya orang yang sekarang sedang menertawai kita dengan kebohongannya…”

“ Oh… jadi menurutmu nyonya Kim berbohong ? Apakah dia juga berbohong tentang tindakanmu meninggalkan Im Yooona di depan altar ?”

“ Dia… dia tidak bohong tentang itu. Tetapi… Oke Sulli, aku tahu ini salah. Aku minta maaf padamu karena tidak menceritakan semuanya dengan benar sejak awal…”

“ Sudah terlambat. Kau lah yang mendorongku untuk melakukan semua ini. Kau merahasiakannya dariku tanpa mempertimbangkan orang lain yang akan mengatakannya kepadaku. Dengan menyembunyikan fakta ini,  sebenarnya apa sih yang kau pikirkan ?” kata Sulli dingin.

“ Aku hanya memikirkan dirimu.” Sahut Minho keras dan putus asa , matanya menyala ,” Hanya dirimu…kepentinganmu ! Itu yang membuat semua di luar dirimu tersingkirkan dari pikiranku. Aku hanya berpikir itu hanya masa lalu yang tak meninggalkan jejak apapun dalam hubungan kita…” Minho menegakkan tubuhnya, menarik nafas perlahan ,”… Aku mencintaimu, dan kukira kau mencintaiku juga… sehingga rasa cinta itu akan mengalahkan segalanya.”

Sulli berbalik, menyembunyikan fakta bahwa kata-kata Minho sanggup mengguncang keyakinan dirinya. Bukan karena kata-katanya… tetapi bagaimana suaranya saat mengatakannya membuat seluruh dalam dirinya bergetar. Minho terlihat rapuh, sendirian dan kebingungan… menyisakan rasa sakit yang begitu dalam di hatinya. Dengan sekuat tenaga dia menahan tangisnya yang kembali akan meledak.

Minho menghampirinya, merengkuh tubuhnya dari belakang. Nafasnya terasa hangat di tengkuknya, membuatnya nyaris terpecah belah… nyaris kembali dan kalah.

“ TETAPI AKU TAK BOLEH KALAH !!” jerit Sulli dalam hati.

“ Dengarlah chagiya, aku memang bersalah… dan tak seharusnya kita saling berteriak seperti ini. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini. Kau adalah tujuan akhir hidupku. Sekarang belum terlambat. Kita bisa kembali ke gereja dan menikah….”

“ Tidak !!” Sulli memberontak, melepaskan diri dari pelukannya ,” Tidak sadarkah kau bahwa segalanya telah berakhir di anatara kita ? Aku tak akan punya kesanggupan untuk mengulang semua tragedi ini dari awal ! Sekarang kau berkata kau mencintaiku… untuk berapa lama ? Sebelum ini kau telah meninggalkan seorang wanita karena cintamu yang berubah. Bisa saja kau melakukan hal sama padaku, bukan ? Kau meninggalkanku karena perasaanmu tentangku berubah…  Dan itu tak akan mudah kau lakukan bila kita sudah menikah !” Sulli menatap Minho dengan tajam ,” Ah… tidak bagimu tentunya ! Kau bisa saja melakukan apapun bahkan setelah kau menikah, bukan ?”

Wajah Minho memucat seketika, seperti terkena tamparan yang amat keras. Kemudian wajahnya berubah menjadi kelam dan tak tersentuh, seolah dia berada jauh dari jangkauan siapapun.

“ Hati-hati kalau bicara, Sulli…” desisnya.

“ Apakah kau mengancamku ? Haruskah aku takut kepadamu ?”

“ Bukan. Kau seharusnya takut pada dirimu sendiri. Kau mengatakan sesuatu yang bisa membuatku berpikir ulang untuk mengembalikan hubungan kita…”

“ Tak ada hubungan yang akan kembali seperti angan-anganmu. Aku hampir melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku. Pernikahan ini adalah kesalahan…”

“ Sshh… tolong jangan katakan kalimat kutukan seperti itu, Sulli…”

“ Sudah kubilang namaku Choi Jinri ! Kalau kau memang mencintaiku, kau akan lebih memandangku jauh lebih berarti daripada sahabat tolol yang kau rayu untuk mau terbang ke Jeju dan menelan bulat-bulat semua prinsipku.  Lalu kau memojokkanku dengan melamarku di hadapan semua orang… kau sengaja melakukannya agar aku tak punya pilihan. Kau sengaja melakukannya karena kau menginginkanku !” tuduh Sulli kejam.

“ Aku memang menginginkanmu !!” sentak Minho ,” Apakah itu salah ? Aku bersedia melakukan apapun agar aku bisa menikah denganmu. Kenapa kau mengatakan itu seolah aku telah melakukan perbuatan kriminal yang tidak termaafkan ?”

“ Aku tak peduli anggapanmu lagi tentangku. Aku toh tidak berminat untuk mengenalmu lebih jauh. Terlalu banyak perbedaan antara kita. Terlalu banyak pertanyaan yang tak terjawab. Kau bilang nyonya Kim membalas dendam… yang aku tidak tahu karena apa dia berbuat begitu. Tetapi…” Sulli mengangkat kedua tangannya untuk mencegah Minho memotong kalimatnya ,” Tetapi kau mengakui kebenaran ceritanya. Kau seharusnya berpikir aku pun punya otak dalam kepalaku untuk menarik kesimpulan dari apa yang kulihat. Aku pun bisa untuk tidak percaya kalau apa yang dikatakannya tidak seperti apa yang kulihat antara dirimu dan Im Yoona.”

“ Apa yang kau lihat ?” desak Minho curiga.

“ Hubungan kalian sangat dekat. Awalnya kupikir itu karena manisnya hubungan kakak ipar dan adik saja…”

“ Memang itulah hubungan kami ! Tunggu, apa maksud ucapanmu ? Apakah kau pikir aku dan Yoona noona… ?”

“ Apa yang bisa kau jelaskan tentang satu malam yang kalian habiskan bersama di Busan, padahal kau tahu dia adalah istri abangmu sendiri…!”

“ Apa ini …?”Minho tersentak

“ Hari di saat kau disuruh abangmu ke Busan,  kau menelepon kakak iparmu malam itu juga. Kemudian dia pergi menemanimu di Busan. Dan dia  pulang keesokan harinya. Wanita dewasa yang waras akan bisa menarik kesimpulan yang menarik dari itu semua…..”

Keheningan panjang yang mencekam.

Sulli menelan ludahnya berkali-kali. Matanya melihat perubahan yang begitu nyata pada sosok pria di hadapannya. Choi Minho bahunya terkulai, wajahnya langsung murung dan menutup. Dari apa yang dilihatnya, Sulli sangat sadar kalau dia telah melakukan kesalahan yang mengerikan…sangat mengerikan. Minho terlihat menarik diri terlalu jauh darinya… sepertinya dia merasakan bentangan jarak yang demikian jauh… sehingga tanpa sadar dia pun seperti kehilangan sesuatu dalam dirinya. Apakah itu ? Dia tak pernah tahu…

“ Kini aku mengerti, mengapa kau lari dari altar. Aku tidak akan bertanya lagi karena kau telah memiliki penilaian seperti itu tentangku…”

“ Aku telah berusaha untuk berbicara denganmu untuk menjernihkan semua ini…” bela Sulli.

“ Apa yang perlu dibicarakan lagi ? Aku mengenalmu Sulli. Kau tak akan mungkin mau berbicara dengan lelaki yang kau pikir telah tidur dengan istri abangnya sendiri. Kau pasti memandangku jijik selama itu… tak ada yang bisa dibahas lagi, bukan ?”

“ Memang tidak ada…” kata Sulli menggertakkan rahangnya menahan rasa pilu di dadanya.

Minho berdiri dengan tangan terkulai di sisi tubuhnya, matanya menatap Sulli dengan tatapan kosong.

“ Kau tak pernah mengerti seberapa dalam perasaanku kepadamu. Itu terjadi sejak pertemuan pertama kita, walaupun kutahu kau tak pernah menginginkanku. Aku bersahabat denganmu hanyalah upayaku untuk tetapi bersamamu, aku menyembunyikan fakta bahwa aku begitu tergila- gila kepadamu. Kau memenuhi seluruh relung yang ada dalam hati dan pikiranku. Aku begitu cemburu pada Rodney… aku nyaris gila karena harus meninggalkan New York dan berpisah darimu. Rasanya dalam tiap doaku aku memohon agar selalu di dekatmu, agar kau jauh dari pria mana pun di muka bumi ini… karena kau milikku. Ya, kau hanya milikku ! Aku seorang laki-laki Jeju yang keras kepala, tetapi itulah diriku. Aku minta maaf untuk itu… jika aku berpikir kau adalah milikku, maka satu fakta yang tidak kau tahu… di saat yang sama aku mendedikasikan seluruh hidupku untukmu karena aku juga adalah milikmu… aku akan menjadi pria yang bisa melakukan apapun untukmu, dan bisa kau perlakukan sesukamu bila dengan itu aku bisa menempati seluruh hatimu.”

Sulli menatap Minho tak berdaya… tak percaya.

Lelaki itu mengucapkan segalanya dengan getir, dengan nada yang tak pernah Sulli dengar sebelumnya. Begitu dalam… begitu jauh…

“ Aku mencintaimu lebih dari cintaku pada siapa pun…bahkan pada diriku sendiri. Aku pernah berpikir untuk memelihara perasaanku itu.. di masa lalu atau masa depan. Tetapi semua jelas telah terlambat untuk dikatakan…. Aku sekarangf hanya berpikir, alangkah baiknya bila kita tak pernah bertemu …”

Suara bantingan pintu mobil mengejutkan keduanya. Kemudian  kegaduhan mulai mendominasi. Tiba-tiba gedoran yang amat keras mengguncang pintu kamar

“ Sulli… ! Buka Pintu !!”

=========== T B C ==========

Bila di dunia ini ada saja satu lelaki seperti Minho di dalam karakter ini…. aku ingin memilikinya buat diri sendiri…xixixi  ^_^

Bagaimana pendapat kalian ??

Terimakasih buat minsullians….. maaf kalau aku sempat melontarkan note yang membuat kalian sedih.

APAKAH KALIAN BERPIKIR AKU AKAN TEGA MELAKUKAN ITU PADA MINSUL ??

KEEP calm… and FIGHTING !!

 

Advertisements

65 thoughts on “THE runaway BRIDE (Part 25)

  1. aku gak tau apa yg di rasain sulli. tapi yg ku tau minho lelaki yg baik
    Sulli cuma perlu berperang melawan dirinya sendiri bahwa minho itu mencintainya begitu juga sebaliknya

  2. Ff ini mensyaratkan emosi yg kuat diantara sulli dan minhho oppa.. ttapi menurutku disetiap prcakapan.y begitu panjang.. jika d lihat dlam khidupan nyata agak sulit ssorg brrcakap dlam tempo yg lama sperti itu.. bukan hendk mnggurui.. sy hanya ingin fd ini smakin baik kdepan.y… gomawo.. sranghae eonni dina

  3. wah, pertengkaran hebat antara sulli dan minho bener2 buat tegang, rasanya kayak lihat film baca ni ff. rasa curiga sulli yg berlebihan d tambh minho yg kurang terbuka tentang masa lalunya membuat hubungan ini putus, sulli jg sepertinya keras kepala dan minho yg sudah pasrah, sulit utk kembali k altar…
    aku harap minsul kembali lagi seiring berjlannya waktu…
    keep writing ya…

  4. Huwaaaa aku sampe nangis baca iniiii. Hiksss disni aq kasian sama minho. Apa sulli juga seperti itu??? Ah tp aq jga penasaran sama masalalu minho. Apa benar dia pernah meninggalkan mempelai wanita yg disebut2 yoona itu di altar??? Hiks abis ini feelingku gak enak jangan2 nntinya minho menarik diri sendiri. Sulli gantian yg nyesel??

  5. Sisakan aku jg pria seperi karakter Minho Ya Allah…!!!
    Rasanya sedih, sangan sedihh… Sulli paboyaa,, Bakaaa… Aissshh kenpa jg lakukan hal yg salahh eonni.. Jeball perbaiki semua ini, jngn buat semua orng menyalahkan mu.., Minhoo sabar abang ku…!!!! ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s