Hello, Stranger [2]

1

 

HELLO, STRANGER

Sulli, SHINee Minho, B2ST Junhyung & BESTie Haeryung

-2-

“Tolong… kembalikan ponselku!”

“Maaf sekali, Nona, tapi aku sedang dalam perjalanan menuju Busan dan kemungkinan aku akan menginap di sana selama tiga hari karena urusan pekerjaan. Maaf, tapi aku baru bisa mengembalikannya setelah aku pulang dari Busan.”

“Apa kamu bisa pulang lebih cepat? Aku sangat membutuhkannya.”

Minho juga merasakan kecewa yang sama sebagaimana dengan gadis itu. Ia merasa tak berdaya mendengar gadis itu menangis tersedu-sedu, namun ia benar-benar tidak punya kuasa atas kejadian ini.

“Sepertinya tidak bisa.”

Di sebrang sana Minho mendengar gadis itu menghela napasnya. Dan ia merasa bodoh karena telah terpesona, tapi harus diakui gadis itu memiliki suara yang khas dengan tutur kata ceplas-ceplos yang meski terdengar asal tapi menjadi nilai plus tersendiri untuknya.

Dan yang harus Minho akui selanjutnya adalah paras ayu gadis itu.

Rasa ingin tahu Minho sukses membujuknya mempereteli ponsel gadis itu hingga ke bagian paling kecil yang ada di sana. Ia mengecek playlist lagu gadis itu, membuka galeri fotonya dan tanpa sengaja membuka pesan singkat miliknya.

Lima menit berjelajah, ia sudah mengantongi beberapa macam informasi penting mengenai pemilik ponsel itu; siapa namanya, dimana ia bekerja, dimana rumahnya, dan nama teman-teman yang sering dihubunginya.

“Bagaimana kalau mengirimnya? Kamu bisa mengirimnya lewat pos atau dengan jasa pengiriman barang.”

“Aku sudah memikirkannya, dan menurutku akan sama saja—ponselmu akan sampai dalam dua atau tiga hari.”

Gadis disebrang sana mendesah panjang. Ia masih sesugukan dan beberapa kali terdengar menyeka hidungnya yang basah. “Tapi aku sangat membutuhkannya,”

“Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya, Nona. Setibanya aku di Seoul, kau adalah orang pertama yang akan kutemui. Aku janji akan segera mengembalikannya. “

Dan ia pun mengangkat dua sudut bibirnya.

“Oh ya, kau bisa memanggilku Minho.” tambahnya.

“Namaku Jinri.”

Meski sejujurnya Minho telah mengenal nama itu sebelumnya, tapi terdengar lebih menyenangkan saat ia mendengarnya langsung dari si pemilik. Nama yang cantik itu berubah jadi semakin cantik, persis seperti pemiliknya.

“Minho-ssi, ada yang ingin kutanyakan,” Jinri menekankan dengan serius tiap suku katanya. “Apa ada yang menelponku hari ini? Seorang pria, mungkin.”

Minho memiringkan kepala, berdeham sambil mencoba mengingat sesuatu. Memang ada beberapa orang yang dituduhnya gila dalam beberapa jam belakangan ini, dan seorang pria bersuara berat menjadi salah satunya.

Pria itu menelponnya satu jam setelah ia keluar dari restoran, ketika ia dan Ken sedang menyenandungkan sebuah lagu lama di perjalanan mereka menuju apotek sebelum akhirnya membelokan setir menuju Busan. Hanya sederet nomor tertera tanpa nama di layar ponselnya.

“Sayang, kamu dimana?” Tanya pemuda itu penuh perhatian.

“Maaf, sepertinya Anda salah sambung.” Minho berkata.

“Dengan siapa aku bicara?”

Minho mengernyitkan dahi. Pemuda di sebrang sana meninggikan suaranya dengan nada kasar yang ia tidak suka. “Aku pemilik ponsel ini.” Jawabnya.

“Kau pasti bercanda.” Pemuda itu terdengar meledek.

“Apa perkataanku belum jelas? Sepertinya Anda salah sambung.”

“Dimana Jinri? Berikan ponselmu padanya, aku ingin bicara dengannya!” Pinta pemuda itu dengan nada tinggi.

Pada saat itu Minho belum menyadari hal yang terjadi sebenarnya. Nama Jinri pun masih terdengar asing dan tidak merebut perhatiannya. Ia bahkan tidak mendengar nama itu jelas. Tapi ia jelas ingin menyingkirkan pemuda di sambungan telponnya ini, maka ia memberi jawaban untuk mengenyahkannya.

“Tapi dia tidak mau. Maaf, tolong jangan hubungi nomor ini lagi.”

Klik.

Dan ia menutup telponnya dengan senyum puas, diselingi suara tawa karena telah berhasil balik mengelabui seseorang yang dikiranya ingin membodohinya.

§

“Ya, ada seseorang yang menghubungimu, yang memanggilmu dengan sebutan sayang,”

Pundak Jinri langsung turun. Sekujur tubuhnya lemas. Ia akhirnya tahu alasan Junhyung tidak membalas pesan dan mengangkat telponnya.

“Apa dia pacarmu?”

“Iya,” Jinri menjawab. “Entah untuk berapa lama lagi.” Tambahnya lirih.

“Apa terjadi sesuatu?” Minho bertanya lagi.

“Bukan hanya sesuatu, tapi ini lebih besar dari itu! Pacarku marah besar. Dia tidak mau menjawab telponku dan tidak membalas pesanku.”

“Hm, itu…”

Pemuda ini bahkan memakinya dengan sebutan ‘perempuan gila’ saat ditelpon tadi, ia pasti melakukan hal sama pada Junhyung, begitu pikir Jinri. Ia tidak bisa bayangkan bagaimana reaksi Junhyung ketika ada seorang pria yang memakinya menggunakan ponsel milik kekasihnya sendiri. Ternyata masalah ini tidak sesederhana yang ia pikirkan.

“Minho-ssi, aku ada di depan kantor pacarku sekarang. Aku akan menghubungimu lagi setelah masalah ini selesai, oke? Selamat tinggal.” Jinri lantas mematikan sambungan telponnya.

Sekarang ia sudah tahu alasan dibalik kemarahan Junhyung, yang diperlukan saat ini hanya menemukan jalan keluarnya. Sementara kakinya terus melangkah menyusuri gedung pencakar langit di depannya, Jinri berharap bisa menemukan jalan yang tepat.

Sepuluh menit kemudian, Junhyung akhirnya mau menemuinya setelah ia mengirim pesan terakhirnya hari itu. Wajah Junhyung muram, tak seperti biasanya saat mereka bertemu berdua. Tidak ada senyum, juga kontak mata mesra.

“Kamu mau apa lagi?” Tanya Junhyung, kasar. “Sebaiknya kamu pulang karena tidak ada lagi yang harus kamu jelaskan.” Katanya pedas.

“Aku wajib menjelaskan sesuatu,” Jinri meraih lengan Junhyung lalu menggenggam tangannya erat. “Ini semua bukan seperti yang kamu bayangkan. Ponselku jatuh di restoran tadi siang dan ada orang yang memungutnya-”

“Sudah cukup!” Jinri tersentak saat Junghyung melepaskan tangannya dengan paksa. “Pria itu sudah menjelaskannya padaku. Semuanya tanpa terkecuali.”

“Apa?”

“Mulai sekarang jangan pernah muncul di hadapanku lagi, Choi Jinri.”

Jinri kaget. Kata-kata itu diucapkan begitu tegas oleh Junhyung sembari melihat tepat ke matanya. “Apa maksudmu?” Jinri menolak untuk mengerti.

“Kita putus. Aku tidak bisa meneruskan sebuah hubungan dengan orang yang selingkuh di belakangku.”

Air mata Jinri tidak terbendung. Ia tidak bisa menunggu lebih lama untuk membiarkan perasaannya tumpah ruah. Dalam sekejap Junhyung berubah dingin. Pria itu, yang selalu ada di sampingnya dan mengenalnya lebih baik dari dirinya sendiri, sekarang tak ubahnya orang asing.

“Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu? Mana mungkin aku selingkuh? Kamu mengenalku, kamu pasti tahu kalau cuma kamu yang aku cintai.” Jinri sangat terluka. Tuduhan Junhyung merupakan tamparan keras untuknya.

“Aku tidak bodoh, Jinri. Aku tahu apa yang aku dengar, mana yang masuk akal dan tidak. Sudahlah, aku tidak mau dengar apa-apa lagi. Ini sudah sore, sebaiknya kamu pulang sebelum terlambat.”

“Kamu bicara apa, sih?” Sahut Jinri. “Kamu harus dengarkan aku dulu, Junhyung. Ini semua salah paham, kamu tidak mengerti itu!” Ia jadi emosional.

Junhyung pun memanjangkan lengannya dan memegang kedua pundak Jinri. “Aku bilang hentikan!” Katanya, namun kali ini terdengar pelan dan tak berdaya.

Jinri sesugukan. Ia melakukan apa yang diperintahkan padanya. Sentuhan hangat Junghyung di pundaknya melukainya lebih dalam. Tidak lama, lalu Junhyung berbalik dan menjauh hingga tangan Jinri tidak bisa menggapainya lagi. Kemudian Junhyung pun menghilang dari penglihatannya.

Semuanya terjadi begitu cepat. Seperti mimpi. Ya, Jinri akan senang sekali kalau memang semua ini adalah mimpi.

Kriiing… kriiing…

“Jinri, bagaimana? Kamu sudah bertemu Junhyung? Apa katanya? Kamu dimana?” Youngji langsung menyerbu setelah Jinri mengangkat telponnya.

“Youngji,”

Begitu menyesakkan sampai-sampai Jinri rasanya tidak bisa bernapas.

“Ada apa?” Youngji terdengar panik.

Jinri tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia tidak bisa mengeluarkan suara apapun kecuali ledakan isak tangis. Di bawah langit yang kini berubah jingga, bersama kata-kata yang masih menggema di telinga, ia hanya membiarkan air matanya jadi cara yang paling ampuh untuk menumpahkan apa yang tidak bisa diucapkan.

§

Sudah lebih dari sepekan sejak kepulangan Minho dari Busan. Ia menunggu dan terus menunggu gadis itu menelponnya lagi. Ia ingat kalau sebelumnya gadis itu bilang ia butuh ponselnya secepat mungkin tapi sampai hari ini, justu gadis itu yang menghilang entah kemana.

Minho bisa saja menghubungi gadis itu lebih dulu. Ia masih menyimpan nomor yang waktu itu digunakan untuk menelponnya tapi ia takut kalau pemilik aslinya yang mengangkat dan bukannya gadis itu.

“Yakin tidak mau menelponnya lebih dulu?” Ken datang membawa secangkir kopi untuk Minho.

Minho menggeleng. “Kalau dia memang membutuhkannya, dia akan menelpon.”

“Kalau dia tidak juga menelpon?”

“Hm, mungkin aku akan menjualnya. Sepertinya cukup untuk uang makan siangku beberapa bulan ke depan.” Minho bergurau.

Ken ikut tertawa. “Bagaimana dengan isinya? Apa akan dihapus juga?”

“Sudah pasti.” Jawab Minho.

“Tapi dia cantik. Siapa namanya? Jinri, kan? Namanya saja cantik, apalagi aslinya.” Minho lalu tersenyum mendengarnya. “Kalau dia tidak menelpon, berikan ponselnya padaku. Biar aku yang mengembalikan padanya, siapa tahu aku bisa mengajaknya kencan.” kali ini Ken yang bergurau.

Secara otomatis, Minho langsung memasukkan ponsel itu ke dalam kantung kemejanya. “Jangan banyak bermimpi, Ken!” Katanya.

Ken mengulas sebuah senyum curiga di wajahnya. “Jangan-jangan kau menyukainya ya?”

“Huh? Menyukai… siapa?”

“Pemilik ponsel itu. Choi Jinri. Kau menyukainya kan?” Ken bertanya.

“Tidak, aku tidak menyukainya. Bagaimana mungkin aku bisa menyukainya sementara kami belum pernah bertemu.”

“Tapi kau sudah pernah melihat fotonya. Tidak hanya sekali, aku tahu kau sering memandangi fotonya.” Ken semakin menyudutkannya.

Minho tidak bisa mengelak. Ia memang terlampau sering memandangi foto Jinri tanpa sengaja. Namun begitu, ia kenal betul dirinya sendiri. Tidak seperti dugaan Ken, ia tidak, atau setidaknya belum, menyimpan perasaan apapun terhadap nona cantik pemilik ponsel itu.

“Tapi bisa aku pastikan aku tidak menyukainya.” Minho menekankan.

Ken hanya manggut-manggut. Tidak apa kalau Minho menyukai gadis pemilik ponsel itu, toh Ken akan mendukungnya. Ia tidak ingin melihat Minho terus bersedih karena ditinggal menikah oleh kekasih yang sudah tiga tahun dipacarinya. Ia ingin Minho melangkah maju, meninggalkan cerita lama yang hanya bisa membuatnya sakit.

“Sampai kapan kau akan memikirkan Haeryung? Bukannya sekarang adalah waktu yang tepat untuk melupakannya?” Ken berubah serius.

“Hubungan kami terjalin tiga tahun lamanya, apa kau pikir aku akan melupakannya secepat itu? Baru beberapa bulan dia pergi, aku memang belum bisa sepenuhnya lepas tapi aku sudah mulai menata hatiku lagi. Kau tidak perlu khawatir.”

“Apa kau sudah dengar kalau pernikahannya bulan depan?”

“Kalau kau datang ke pesta pernikahannya, tolong sampaikan salamku padanya.”

Mendengar nama Haeryung tidak seperti merubah moodnya seketika jadi buruk, Minho hanya tidak ingin mendengarnya lagi. Ia takut kalau boleh jujur. Ia takut akan terus terikat pada gadis itu. Sudah lebih dari tiga bulan sejak Haeryung hilang dari peredaran namun aroma tubuhnya masih melekat di sekitar Minho.

Tepat saat itu, salah satu ponsel di kantung Minho berdering. Milik Jinri.

“Halo…”

“Minho-ssi, ini aku Jinri. Kau masih mengingatku kan? Aku pemilik ponsel yang kau pegang sekarang ini.”

Satu sudut bibir Minho terangkat. Sudah lama ia menantikan suara itu menggema lagi. “Iya, aku ingat.” Katanya.

“Kapan kita bisa bertemu? Aku ingin mengambil ponselku segera.”

Sudut lain bibir Minho akhirnya terangkat. Ia tersenyum, lebar sekali. “Bagaimana kalau hari ini? Aku pulang kerja jam empat sore.”

“Jangan hari ini! Hari ini pacarku ulang tahun, aku harus datang atau dia akan tambah marah padaku.” Lalu terdengar suara tawa yang menggemaskan dari ujung sana.

“Oh ya, maaf aku menanyakan ini tapi bagaimana dengan pacarmu? Mengenai hal waktu itu, apa dia marah besar padamu? Apa aku menyebabkan suatu masalah besar untuk kalian?” Minho berhati-hati.

Jinri menciptakan ruang untuk menghela napas sebelum akhirnya menceritakan apa yang terjadi waktu itu, “Tentu saja dia marah. Aku datang menemuinya dan dia berpikir yang tidak-tidak tentang kau dan aku. Tapi dia mencintaiku, jadi dia percaya padaku dan mengerti keadaanku. Seperti itu.”

“Baguslah kalau begitu.”

“Bagaimana kalau besok saja bertemunya? Akan kuberitahu tempatnya nanti. Minho-ssi, sampai jumpa.” Jinri mengakhiri pembicaraan mereka.

“Yang tadi itu Jinri?” Ken tiba-tiba menyambar.

Minho mengangguk. “Besok aku akan mengembalikan ponselnya.”

“Aku boleh ikut? Tentu saja boleh, ya kan?” Ken mengerling.

“Tidak bisa. Kau hanya akan membuatku malu, Ken.” Minho menepuk pundak sahabatnya itu.

“Aish. Tapi Minho… Apa kau sadar tadi kalau kau tersenyum selebar ini saat bicara dengannya tadi?”

Minho mengerutkan dahi melihat Ken menarik dua ujung bibirnya selebar-lebarnya dari telinga ke telinga. Ia diam, tidak berkomentar. Ken memang senang sekali bergurau, tapi entah mengapa ia terus memikirkan kata-katanya.

§

Ulang tahun Junhyung jatuh tepat pada hari itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jinri menyiapkan kue ulang tahun dan kado untuknya. Dan hari itu ia menyiapkan sebuah kejutan manis. Ia masuk ke dalam apartemen Junhyung diam-diam. Kebetulan pemuda itu belum pulang selepas bekerja. Untuk memberi efek kejutan yang diinginkan, Jinri mematikan semua lampu dan duduk di atas ranjang bertemankan cahaya lilin.

Dalam gelap ia memikirkan Junhyung. Hanya ada Junhyung dalam kepalanya sejak pemuda itu mengakhiri hubungan mereka sepekan lalu. Berbagai cara telah Jinri lakukan untuk bisa membuka lagi pintu menuju hati pemuda itu, dimana telah ia tutup semua akses untuk Jinri mencapainya.

Tidak sekali pikiran untuk berhenti terlintas dalam benaknya. Tapi ia mencintai Junhyung begitu dalam. Karena itu tidak akan pernah ada kata menyerah baginya. Lalu di sini ia berada, menunggu Junhyung untuk kembali padanya.

Tak lama, ada suara pintu terbuka.

Seberkas cahaya masuk bersama Junhyung. Dengan hati-hati, Jinri bangkit dan berjalan pelan menuju ruang tamu untuk menemui idaman hatinya.

“Sekarang saat yang tepat untuk menunjukkan hadiahku untukmu, Sayang.”

Langkah Jinri terhenti. Terdengar suara wanita yang menemani langkah kaki Junhyung.

“Oh ya? Mana hadiahku?”

Detak jantung Jinri semakin cepat. Napasnya tertahan di tenggorokan. Bukan ini skenario yang ia bayangkan akan terjadi.

“Kamu akan terkejut, Sayang.” Kemudian Junhyung dan gadis tidak dikenal itu tertawa terbahak-bahak.

Ketika Jinri sudah tidak tahan lagi, ia melangkah pelan seraya meraba dinding agar bisa menyalakan lampu. Ia ingin melihat semua dengan mata kepalanya sendiri, tidak peduli dengan luka yang akan timbul setelahnya.

Segalanya terasa menyakitkan, mulai dari saat ia mendengar ada gadis lain yang memanggil Junhyung dengan sebutan sayang sampai akhirnya ia tahu dan melihat bahwa Junhyung bermain api dengan seorang perempuan yang tidak lain adalah Hara.

“Jinri?” Junhyung terkejut. “Sedang apa kamu di sini?”

Hara juga tak kalah kaget melihat kehadiran Jinri di sana. Ia menyingkir dari rengkuhan Junhyung lalu membuang muka. Jinri pun tidak menyediakan waktu lama untuk menatap matanya.

“Lupakan saja! Anggap saja aku tidak pernah datang ke sini. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku ada di sini. Aku pasti sudah gila.” Jinri menyibak rambutnya ke bekalang.

“Tunggu, dengarkan aku dulu,”

Namun, Jinri tidak punya waktu. Ia meletakkan kuenya di atas meja, menyambar tasnya dan segera beranjak pergi.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan.” Jinri berkata kemudian berlalu di depan mata Junhyung.

“Jinri, tunggu! Aku harus menjelaskannya.”

Jinri menghempaskan tangan Junhyung yang mencegahnya pergi lebih jauh. Ia membanting pintu apartemen Junhyung dan berlari kecil.

Namun Junhyung tidak kenal menyerah. Ia mengejar Jinri dan menahannya pergi. Setidaknya sampai ia bisa bicara dengan Jinri sebentar saja.

“Sudah kubilang dengarkan aku dulu!” Seru Junghyung yang memegang erat pundak Jinri.

“Aku tidak mau!” Tapi Jinri menghempaskannya kuat-kuat. “Kita sudah putus, kamu lupa? Aku tidak mau mendengar apa-apa. Aku datang hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun sebagai teman. Itu saja.” Jinri berkaca-kaca.

“Kamu tidak pandai berbohong,”

“Ya, dan kamu terlalu pandai.”

“Baiklah, aku tidak akan mengelak lagi. Aku memang sudah lama melakukan ini tanpa sepengatahuanmu. Aku ingin kita putus supaya aku tidak perlu menyakitimu lagi. Tapi sekarang kamu tahu semuanya. Aku tahu aku salah, aku minta-”

“Berhenti di situ! Simpan kata-kata itu untukmu sendiri dan biarkan saja aku membencimu. Kata maafmu itu hanya akan membuatku semakin menyedihkan.”

Meski sebetulnya sekarang pun ia sudah nampak sangat menyedihkan.

“Dan seperti yang sebelumnya kamu bilang padaku, mulai sekarang jangan pernah muncul di hadapanku lagi, Yong Junhyung.”

Kemudian Jinri membawa kakinya pergi. Meninggalkan Junhyung dengan rasa bersalahnya.

Ia menyusuri jalan selangkah demi selangkah. Memperhatikan orang yang berlalu-lalang di kiri dan kanannya. Jinri enggan menangis, entah karena sakitnya terlalu dalam sampai akhirnya ia mati rasa atau karena memang sudah tidak tersisa apa-apa lagi untuk Junhyung.

Apa yang baru saja terjadi? Jinri tidak mengerti. Tapi saat ia berusaha menyingkirkan semuanya, perihnya baru terasa.

Air mata itu akhirnya menetes juga. Satu demi satu membanjiri pipinya. Ia marah, sedih, merasa dikhianati tapi tidak heran juga karena sadar akan banyaknya kekurangan dalam hubungan mereka. Semua yang selama ini ia banggakan hancur seketika. Pengharapannya juga. Sekarang Jinri merasa bodoh. Entah yang mana yang lebih melukainya.

Drdt.. Drdt…

Ponsel Youngji berkedip beberapa kali. Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang Jinri kenal.

Dari Junhyung.

Terjadi sesuatu yang besar. Youngji, bisakah kau temui Jinri sekarang juga? Aku sangat mengkhawatirkannya, begitu tulisnya.

Jinri menghela napas panjang. Seakan tak cukup melukainya begitu dalam, Junhyung kini menorehkan luka baru. Namun, perhatian yang ditujukan untuknya tak lantas membuat Jinri melemah dan melupakan perbuatan jahat pemuda itu.

§

Minho gelisah. Ia hanya mondar-mandir di depan pintu rumahnya sambil sesekali melirik bagian lain rumahnya dan memastikan kalau semuanya tertata rapi tanpa cacat. Satu jam lalu, gadis itu menelpon dan berkata akan mengunjungi rumahnya untuk mengambil ponsel miliknya saat itu juga. Dan sejak detik itu, Minho memasang telinganya untuk terus berjaga menunggu ketukan di pintunya.

“Kenapa harus hari ini? Ini kan sudah malam, bagaimana kalau dia tersesat?” Minho bicara sendiri.

Menit-menit berlalu dengan tanda tanya, ia menunggu dan terus menunggu. Hingga akhirnya terdengar suara ketukan di pintu rumahnya.

Minho membuka pintu lalu menyapa gadis itu dengan senyumnya yang paling tampan, “Selamat malam, Jinri-ssi.”

Namun sayangnya, gadis itu tidak membalas senyumnya. “Apa boleh aku minta ponselku sekarang juga?” Katanya tanpa basa-basi.

Minho mengernyitkan dahi. Ia menatap wajah gadis itu cukup lama. Parasnya secantik apa yang selama ini dilihatnya pada layar ponsel, tapi tak ada senyum manis atau kerlingan mata yang sama. Gadis itu terlihat lemah dan tak berdaya.

“Maaf, Jinri-ssi, tapi apa kau baru saja menangis?”

TBC…

Advertisements

50 thoughts on “Hello, Stranger [2]

  1. Suka bgt sama cast nya ..ceritanya juga seru..penasaran lanjutanya..semoga ga lama ngepost nya hehe..good job author

  2. omo.. Minho suka tuh sama Sulli..
    Ahh Sulli, mungkin berat melepas Junhyung begitu saja.. tapi ternyata dia yang menghianatimu sejak lama.. untuk apa masih dipertahankan dan dicintai??

    Bersiaplah bebi, sebentar lagi Minho akan masuk ke kehidupanmu.. menggantikan posisi junghyung dihatimu..

    next eonn nexttt.. ini kereeeennn bangeuttt.. :v
    semangaseeeuuu untuk part berikutnya 🙂

  3. Ish dasar cowok blgnya jinri yg selingkuh eh ternyata selama ini dia yg selingkuh dgn tmanya jg lg nyebelin putusin aja ngk usah dimaafin bkin sakit hati jinri aj

  4. Akhirnya putus juga, kan bisa sama minho akhirnya, Cie bang ming udah suka sms sulli duluan nih padahal cuma liat foto nya aja loh
    Keren eon, lanjut lagi yah ???
    Fighting … Love you love love

  5. Hmmmm…sepertinya tanpa sadar minho oppa jatuh cinta pada sulli eonni, buktinya tanpa minho oppa sadari dia tersenyum setiap kali menjawab telpon dari sulli eonni… Dan syukurlah sulli eonni juga sudah putus… Di tunggu kelanjutannya….Fightinggggggg!!

  6. Duh minong suka ya ama babysull padahal kan blum ketemu juga hehe
    Ih junhyung jahat njirr di kira emang sifatnya yg over ama babysull eh ternyata dia cuma nyari kesalahan babysull aja biar bisa putus hadeuh -_-

  7. kyaa minho oppa naksirr tuh sm sulli eoni..prhtian lagi.. 😉😉😉
    aduhh junghyun trnya slingkuh sm temen. ny sulli (hara)..?? ahh parahh..
    hmm lanjut ya eonni..
    Fightingg!!

  8. ya ampun hatiku hancuurrr… eh hara itu atasannya sulli itu kan?
    awalnya aku rada sebel sama minho karna ia kyak modusin gitu pas gak bisa ngembaliin hp. tp kalo ceritanya kyk gni siii…. minhoooo….. bantu sulli,hibur sulli, jaga sulliii. oke
    fighting eon.

  9. waaaa baru mampir kesini,, ada ff baru XD
    menarik,, stranger, ahh no comment
    thanks yg udh update ff nya minsul lg
    fighting

  10. munafik banget bilang aja mau mutusin jinri soalnya udah punya yg baru ngesilin.
    Tertarik ya ming sama yg punya ponsel itu, deketin aja udah gak ada yg punya kok wkwkwk XD

  11. sedih sekali,kasian sulli,dia ternyata di hianati,junhyung jahat bgt,tpi senwng juga akhir.a minsul ketemu,tpi klo hp itu sudah di kembalikan,akankah ada alasan lagi utk minsul bisa bertmu?? atau mungkin akan terjadi sesuatu yg membuat mreka terikat?? ahh gg sabar sma lanjutan.a..jan lama2 ya authornim

  12. Waah trnyata Hara itu seorang penghianat pantesan aja judes bnget sma sulli klo di tmpat kerja trnyata dia selingkuh sma junhyung.. bgtu kjamnya kau junhyung pda sulli ku.. next update eonni jngan lma2 ya..hehe 😀

  13. ternyata junghyun sudah lama selingkuh dari sulli.ternyata dia cuma mau mempermainkan perasaan sulli.dan kayaknya minho udah tertarik deh sma sull..tunggu aja tuh minho ngejar sull.next part.

  14. Untungnya sulli pts dngan junghyun yg slama ini sdah brselingkuh dngn shabatnya sndiri. Spertinya minho udh jtuh cnta sama baby ssul dan smoga sulli jga akn mlupakan junghyun dan mncintai minho oppa

  15. Dari awal kalau emang junhyung tulus, dia akan dengerin penjelasan jinri. Eh dia malah langsung putusin jinri. Lalu saat dia berbuat kesalahan yang sudah tidak perlu dijelaskan lagi dia masih ingin didengarkan, seakan-akan kesalahan yang terjadi bisa diperbaiki.
    Lanjut eon

  16. Daebak!! Ternyata minta putus karna punya yg baru. Wah sulli harusnya tampar si cowok yg munafik itu. Ishhh kasian.dia pasti patah hati banget tuh.haha si minho blum ngaku kalo udah terpesona dgn sulli haha ayo.kalian yg sama2 dikhianati pacaran aja gih haha

  17. Ccciiee minhooo… masih menapik jg kalo drinya trtarik sm ssul,,,
    Awalny dari suara… beranjak ke “explorer” hpny ssul hngga tau sdkit info ttg sulli,,,
    Appaan tuh namanya ?? Hnya rasa penasaran doang.. hhmmm tak yakiin deh,,, pasti lebiiih
    Hayoolaah… mengaku saja minho.ssi XD
    Omo,,, ssul…apakah drimu salah ???
    Trlalu mencintai seorg namja yg tak layak untukmu ? Secara mendalam…
    Oke,,, junhyung…dia hnya salah paham mnuduh ssul selingkuh tanpa bukti yg kongkrit,,, hnya mndengar suara namja dr ponselny ssul dn mngmbil ksimpulan sndiri
    Smntara drinya ? Apa yg sudah dia lakukan dgn yeoja lain dblkngny ssul ??
    Dan lbih parahny lagi…ini namja mengakui dn brmksd untk tdk mnyakiti ssul lebih jauh,,,
    Ku rasa kputusn yg tepat untuk sulli brpisah dgn namja aneh sprti dia dn mndpatkan sosok lain yg lbih baik dan pantas buat ssul,,, apakah itu minho ?? #mungkiiin…heee
    Ccciiee…minho,, gk tau mau ngapain ktemuan sm ssul..hahaa
    Hhmm,,, mungkinkah ini ksempatan buat minho untk mndkati ssul ??
    Tapi sprtiny sulli mmbutuhkn sdkit waktu untk bs kmbali mmbuka pintu hatiny buat namja lain…
    Dan smoga ssul tdk trus mnutup hatinya yaa, karena sudah trsakiti… #yaah,,trauma gitu mksdny

    Yuu…minsul sudh ktemu niih
    Bgaimna tnggapan mreka brdua dgn prtmuan prtama ???
    Adakah “sesuatu” yg trjadi ??
    Smoga…segera ada momen minsul ^_^
    Lanjuut chingu,,, next part yaa
    Always fightiiing 😉

  18. Brengsek banger si jonghyun itu selingkuh dibelakang sulli,tp seneng juga ,artinya minsul bakal nyatu lg nih ,lanjut.

  19. Udah sulli lupakan cowok brengsek itu yg telah mengkhianati dan melukai hatimu sulli masih ada cowok yg masih menarik perhatianmu yaitu minho kyknya minho mulai suka sama sulli smoga minsul bisa jadian. Lanjut critanya semakin menarik

  20. Syukurlah sulli udah putus sma tuch cowok,kyaknya minho bakalan jadi pengobat skit hati sulli nich (cie..cie..),penasaran banget sm kisah minsul slanjutnya..ditunggu nextpartnya Cingu..FIGHTING..

  21. wahhh, minho ga bisa ngelak nih klo dia emang udah jatuh cinta sama sulli walau mereka blom pernah ketemu. terbukti dg tingkah konyol minho saat tau sulli mau datang mengambil ponselnya.

    tingkah bejat junhyung akhirnya terbongkar sudah, disini yg jahat junhyung dg berselingkuh dg teman kerja sulli dan junhyung malah mencari alasan biar bisa putus sama sulli tp dg alibi yg salah itu sulli, picik bgt tuh orang.

    dan akhirnya minsul ketemu, bagaimana reaksi minho liat wajah kusut sulli, yg baru saja tersakiti ???

  22. yaa ampun ternyata pcr sulli sndiri xg menghianati sulli..pdhl sulli sdh serius dn bnr2 mnta maaf,trnyata itu semua akl2″x z buat ptus sm sulli…sabarrr ya sulli msh ad minho kho..

  23. Sakit… Sakit bangeeettt… 😭😭 dikhianati, pdhl jinri uda sabar bgt sm sikap nya junhyung, trus klo junhyung uda nyelingkuhi jinri ngapain jg tetep posesif gitu, jahat bgt… Hara jg nyebelin bgt mereka 😭😭😭
    Hiks 😖😖 lanjut Thor.. 😞😞

  24. huuuuuaaaaaaa……jadi selama ini sulli dikhianati oleh junhyung? kenapa junhyung tega melakukan itu? oh sulli….kau pasti merasakan kekacauan yg begitu besar. orang yg sangat kau cintai ternyata bermain api dibelakangmu. sungguh laki² tak tahu diri. dia begitu mudahnya membodohi sulli. bener² tak tahu diuntung deh tuh orang. kagak usah ditangisi sulli…laki² seperti dia tak pantas kau tangisi. sangat sayang sekali jika air matamu harus jatuh karena laki² seperti dia. syukurlah…..sulli udah bener² putus dari junhyung. dengan begitu peluang minho untuk mendekati sulli lebih besar. hehehehehe. aku yakin minho begitu terpesona saat melihat foto² sulli. sudah terlihat jelas dari raut wajahnya saat mengangkat telpon dari sulli. sebuah senyuman terukir indah menghiasi wajahnya saat mendengar suara sulli. sungguh² membahagiakan. lihatlah minho….dia begitu takut jika rumahnya terlihat jelek dimata sulli. dia bener² gelisah saat mendengar bahwa sulli akan mengambil hpnya malam itu juga. huhahahahahahah sepertinya minho sudah jatuh dalam pesona sulli nih.
    makin seru nih ff. next!!!!

  25. Ga bisa komen apa2 karna udah kebawa sama jalan ceritanya dan cuma bisa komen “next secepat yang anda bisa chingu”

  26. iyesss…. stlh putus sm junhyung, tibalh oppa minho yg jd pnolongny sulli. trz sulli bisa d obatin deh ama oppa minhoo.

  27. Junhyung tega banget sama sulli..

    Sulli dan minho sama sama patah hati nih..
    Mungkin ga ya.. mereka nantinya bakalan jatub cinta?
    Tapi, kaya’nya minho udah mulai suka deh sama sulli
    Ditunggu lanjutannya

  28. berarti junhyung cuma cari alasan aja buat putus,tega amat dia selingkuhin jinri..jinri harus nunjukin bahwa dia tuh kuat. keep writing thor..ff nya keren bgtt dn jln cerita ny bagus bingitt

  29. Ah aku ngebayangi jinri nangis lagi si situ trus peluk minho hahaha~~~
    *kejauhan mikirnya*

    Di tunggu update-an selanjutnya~~

  30. Wihh baru dua ep aja udh bikin penasaran bakalan seru nih kayaknya..
    Apa si Junhyung menyesal ? Atau hanya pura pura aja ? Masa abis pustus langsung ada cewe baru, set dh cepet amat dpt cewe nyaa

  31. ishhh nyebelin banget junhyung ini
    ternyata dia sendiri yang selingkuh
    udah gitu ternyata dia selingkuh sama hara lagi
    pantes aja hara kayak ga suka banget sama sulli
    hmmm dah ma minho aja ssul 😀
    minho diem diem tertarik udahan kan yaa sama sulli ^^

  32. pantesan aja hara bikin suli sibuk muluk, ternyata ada udang dibalik bakwan …
    jahat bgt sih …
    minho sdh terpanah hanya lihat photonya apakabar lihat aslinya suli ?? >,<
    cerita minho & sulli jg hampir sama …
    Next eoni ^^//

  33. Kenapa ya kebanyakan jenis pacar yang posesifnya berlebihan malah ujung2nya jadi pihak yang justru menyelingkuhi?
    Tsk tsk~
    Bagus deh, Jinri putus sama pacarnya yang kayak gitu…
    Semoga Jinri & Minho bisa saling mengobati luka hati ya… 😆😆😆
    Good job, Authornim! 😄😄😄

  34. yaampun nyesek banget pasti sulli bgt pas ngeliat Junhyung dan hara berduaan, tapi lebih nyesek lagi dengan kata kata Junhyung ke sulli. sulli sabar ya, mudah mudahanminho bisa buat sulli tertawa lagi. lanjut ya thor, seru sekali 😀

  35. Dasar emang tu cowo kampret, udah marah-marahin jinri tanpa mau dnger penjelasan dulu gimana, maen putusin gitu aja taunya emang dianya sndiri yg lakuin tuduhan busuknya ke jinri kan pea -_-
    Udahlah jinri laki kek bgitu ma mending di hempas aja ke segitiga bermuda biar gak balik balik lagi 😂 dan cobalah sesuatu yg baru bersama orang asing yg menyimpan ponselmu hahaha
    Bisa bisanya minhoppa demen ama jinri sebelum jumpa dan tau rupa aslinya cemana aishhh emang kalo cinta udh datang menghampiri apapun bisa terjadi 😂😂😍

  36. tuh kan junhyunh tuh orgnya ga banget..suka marah2 ga jelas,curigaan.. ternyata dia duluan jg yg berkhianat
    kasian bgt baby ssul…
    wajar aja kalo masih kalut n sedih bgt..tenang baby ssul sebentar lagi minho akan masuk ke dalam hari2mu
    berjuanglah minho..taklukkan hati sang pujaan hati 😉

  37. Kasian uri sullii 😦
    Jahat bet si hara sama juhyung
    Jadi pnasaran sama cerita selanjutnya nih minho kayanya emng udg jatuh cinta saat pandangan pertama ya wkwkwkwk
    Liat foto sulli aja dh buat dia senyum lebar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s