THE RUNAWAY BRIDE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Supported Cast : Choi Siwon, Im Yoona,Kim Nam Jo,etc

Length : chaptered

Rate : DEWASA (18+)

♥♥

EPILOG

♥♥♥

.

 Pada ulang tahun pernikahan kedua mereka Sulli menghadiahi Minho dengan sebuah baju hangat yang dia rajut dengan tangannya sendiri. Dia telah belajar menyulam dari ibu mertuanya selama beberapa minggu. Alih malu-malu , dia menunggu reaksi suaminya atas hadiah tersebut. Ketika Minho hanya  menatap baju hangat  itu tanpa sedikitpun memperlihatkan perasaan suka atau tidak, akhirnya Sulli tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

“ Kupikir kau akan mengatakan kesanmu tentang baju hangat ini …? ” Dia mencoba memancing.
Ketika ia masih gagal mendapatkan respon dari suaminya , dia berkata agak kesal, ” Well, apakah kau menyukai ini ?” desaknya tak sabar.

Minho mengangkat kepalanya perlahan. Ada ekspresi bingung di matanya.

“ Ini hadiahku untukmu…. aku membuatnya sendiri. Selamat ulang tahun pernikahan, sayangku.”

” Oh… jadi itukah sebabnya kau menatapku seperti ini ?” Tanya suaminya takjub.

Sulli mengangguk.

“ Kau berada di sisiku saja … itu adalah kado yang sangat berharga darimu.” Minho menelan ludah, ” Yeobo, kau memberikan sentuhan  menakjubkan dalam hidupku . Aku akan menghargai ini dengan atau tanpa hadiah apa pun ”

Sulli tersipu  senang, ” Kupikir ini akan membantu meyakinkanmu bahwa aku sangat mencintaimu.”

“ Kau tahu, aku akan selalu mencintaimu.”

Minho meletakkan bayi yang berbalut handuk  di dalam pelukannya ke atas ranjang, kemudian  meraih bahu isterinya dan mencium dahinya dengan lembut.

“ Kurasa hadiahku akan tampak sangat memalukan dibanding apa yang kudapatkan ini . Tadinya aku akan membeli kalung yang membuatmu terpesona saat kita mengunjungi India tahun yang lalu. Tapi aku memikirkan sesuatu yang lain. Tapi tidak ada di sini.”

“Ini sangat misterius,” protes Sulli , mengawasi suaminya saat meraih  bayi laki-laki mereka dan memakaikan setelan baju kelinci biru  yang lucu dengan penutup kepala yang disekelilingnya dihiasi bulu-bulu halus dan lembut.

Sejak kelahiran bayi mereka, dalam sehari Minho selalu berusaha mengambil alih tugasnya untuk memakaikan baju pada anak mereka. Dan seperti biasa dia sepertinya sangat menikmati perannya tersebut.

“Maukah kau memberiku petunjuk?” bujuk Sulli.

Minho menggeleng dan memberi senyum yang benar-benar misterius sambil menyerahkan bayi ke pelukan isterinya. Bayi yang menatap Minho dengan mata yang sangat mirip dengan mata ayahnya. Bayi lelaki lucu itu adalah keajaiban dalam kehidupan mereka , bahkan setelah tiga bulan kelahirannya Sulli masih tercekat haru dengan hanya menatapnya. Dia tahu bahwa Minho juga benar-benar terpesona dengan kehadirannya, ia bertekad untuk menjadi  ayah yang merawatnya secara langsung dan telah mengurangi beban kerjanya sedikit demi sedikit sejak Yoogeun lahir, untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Kadang-kadang dia tidak bisa percaya betapa beruntungnya dia. Pernikahan mereka setahun lalu telah menjadi hari-hari paling bahagia dalam hidupnya.

   

“Kupikir appa-mu sangat berarti, kan Yoogeun-ah?” Ia berkata lembut kepada anak mereka yang tidur di jok belakang mobil saat Minho mengendarai mobil mereka, melaju melalui kota. Sebagai jawabannya Sulli mendengar  bayinya mendengkur lembut  .

Sekitar sepuluh menit kemudian,  mereka telah mencapai wilayah yang tidak begitu dikenalnya. Minho menghentikan  mobil di depan sebuah lahan dengan sebuah bangunan Hanok yang terlihat sudah tua.

“Baiklah, pakai ini .”

Sulli menatap helm keras berwarna kuning cerah yang diberikan suaminya. Dia melihat bingung pada suaminya yang tampan.

“Kau membelikan aku helm in untuk hadiah perkawinan kita ?”

“Pakai saja , Ssull …” katanya, sambil mengenakan helm lain seperti yang diberikan kepadanya, di atas rambutnya yang hitam mengkilap..

“Helm itu terlihat seksi padanya , sedang padaku ….” Sulli menatap helm itu dengan ngeri.

Keluhan Sulli berubah menjadi tawa renyah saat dia  keluar dari mobil dan melihat Minho berdiri di sana dengan Yoogeun dalam pelukannya. Bayi mereka mengenakan helm miniatur yang sama persis yang menutupi sebagian rambut ikalnya yang sehalus sutra.

“Oh, dia terlihat begitu manis !” serunya.

Minho memperlihatkan ekspresi terluka, ” Dan aku ? Apakah aku tidak terlihat manis? ”

“Kau tidak mungkin terlihat manis.” Sulli menjawab geli, “ Kau cantik !” godanya

“ Laki-laki tidak cantik. Itu membuatku benar-benar terluka.”

“ Kau cantik dengan caramu sendiri. Manis tetapi jantan.”

Dia memberi senyum seksinya yang jahat dan liar , yang tidak pernah gagal untuk membuat jantung Sulli berdebar lebih cepat . Minho berdiri menyisi untuk membiarkan Sulli melewatinya,

“Hati-hati, jalannya tidak rata .”

Setelah mereka berjalan memasuki sebuah  bangunan yang tampak seperti sebuah hanok yang sudah terlihat tua bagi Sulli . Di sana ada orang-orang dengan helm seperti mereka dan sedang melakukan perbaikan terhadap bangunan tersebut di sana sini.

“Kau membelikan aku sebuah hanok tua ?”

” Tidak persis. Di sana … ” katanya, menyentakkan kepalanya ke arah kantor  yang telah menjadi pusat kegiatan perbaikan, yang bertempat di tengah-tengah lapangan berlumpur.

Sulli masih tidak mengerti mengapa semua itu ada di sana sampai kemudian Minho membuka gulungan kertas yang memperlihatkan rencana arsitek di atas meja.

“Awal pembangunannya tertunda oleh beberapa masalah perencanaan tetapi mereka mengatakan ini akan selesai pada akhir musim panas.”

Sulli duduk di meja dan mengamati gambar di depannya secara rinci.

“Aku telah berkonsultasi dengan orang-orang dari pemerintahan dan juga pemilik hotel ,” Minho berkata sambil menatap wajahnya, ” Dan mereka menyarankan penginapan bergaya hanok akan menarik lebih banyak turis untuk berkunjung.”

“Ya Tuhan, Minho kau  merenovasi sebuah hanok tua untuk menjadi penginapan !” Dia tersentak, tidak cukup percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Yah, tidak persis. Aku berpikir kita akan meninggalkan bangunan asli hanok sebagai tempat   untuk ruang pertemuan atau untuk keperluan yang lainnya . Karena itu kita akan meruntuhkan sebagian dindingnya untuk memberikan ruangan yang cukup luas… ”

“Kau pasti telah lama merencanakan semua ini  .” tuding Sulli.

“Beberapa waktu.” Dia mengakui santai.

“Dan itu memerlukan biaya yang tidak kecil .” Sulli menambahkan cemas, “ Apakah ini rencana keluarga besarmu ?”

“Ini mungkin luput dari pengamatanmu , tapi aku punya cukup uang untuk melakukannya.” Minho menatapnya tajam ,” Yeobo, Seoul memang tidak sejauh New York dari sini, tetapi aku tidak tahan melihatmu harus bekerja di sana dan melalui perjalanan yang melelahkan. Aku ingin kau mengalihkan karirmu dan mengelola penginapan sederhana kita di sebuah pulau terindah  di Korea.“

“Meski begitu …” Sulli merasa air mata mulai memenuhi relung matanya saat dia mendorong mundur kursinya  . Dia menyadari  air mata mulai membasahi wajahnya dan Minho menarik napas.

“Kau melakukan ini untukku ?”

“Aku akan melakukan apa pun untukmu  .” Minho berkata, “Aku hanya berpikir kau mungkin akan menyukai ini … tapi ini malah membuatmu  menangis. Seharusnya aku membeli kalung itu. Well, sebenarnya … ” Minho mengalihkan gendongan bayi ke pinggulnya  , merogoh saku celana dengan tangannya yang bebas ,” aku tetap membawa ini bagaimana pun…. ”

Dia mengulurkan kotak beludru merah bertuliskan nama Sulli di atasnya.
Tangan Sulli gemetar  ketika  mengambilnya dari Minho dan  mengeluarkan sebuah kalung berlian indah dari dalamnya. Dia meraba perhiasan yang menyilaukan itu, “Sungguh cantik.”

“Tidak sayang …” Minho mengoreksi tegas, ” Kau-lah yang cantik dan Kau telah  membuatku menjadi  pria paling bahagia  ketika bersedia menikah denganku. Ketika Yoogeun lahir aku merasa seolah-olah semua bagian serpihan-serpihan  hidupku terkumpul di tempat yang tepat … dan sesuai dengan impianku.”

“Itu persis sama seperti yang kurasakan juga !”

Sulli berkata dengan takjub  saat ia meletakkan kepalanya ke dada suaminya  yang bidang. Dia memejamkan mata dan menghirup aroma yang begitu akrab tapi memabukkan … selalu memabukkan … aroma suaminya.

“Apakah kau akan membawaku berkeliling tempat ini  ?” Dia bertanya sesaat setelah menegakkan tubuh.

“ Apakah kau menyukainya ?”

“ Mengapa tidak ? Aku akan dengan senang hati meninggalkan karirku untuk bersamamu dan Yoogeun. Kau telah melakukan segalanya untukku, jadi aku juga akan melakukan apapun untukmu . Sebuah pernikahan bukan hanya penyatuan dua tubuh dan hati, tetapi juga masa depan, mimpi, dan harapan. Kita bisa membangunnya dengan saling  percaya, saling memberi dan menerima. Itu yang telah kau ajarkan padaku sepanjang aku mengenalmu, Minho. Pelajaran yang tidak akan bisa kudapatkan dari semua pendidikan yang kudapatkan selama ini. Pelajaran yang memberikan pengalaman bahwa aku harus bisa menghadapi ketakutanku daripada melarikan diri dan menolaknya.  Bahwa aku harus mencari sendiri kebenaran dari informasi yang kuterima, bahwa aku harus membunuh prinsipku yang salah dan membangun  sebuah prinsip baru yang lebih realistis . Kau tahu, sebelum aku bertemu denganmu aku telah pesimis dengan hidupku sendiri… tetapi kau merubah semuanya dengan sempurna.  ”

“ Yeobo …”

“ Ayolah… antar aku berkeliling di dalam mimpimu.”

” Lain waktu. Saat ini aku merasakan dorongan yang begitu mendesak untuk melihatmu mengenakan ini. ”

” Aku harus membeli baju  yang pantas agar cocok dikenakan dengan kalung ini.”

“Aku tahu hal yang sempurna untuk ini.”

” Baju merah marun itu ?” Tebak Sulli, ” Baju yang kupakai ketika kita …. ”

Dia berhenti saat Minho menggeleng.

” Bukan baju itu …. tanpa busana .”

Tatapan memabukkannya meluncur turun ke tubuhnya yang ramping sebelum kembali ke wajahnya.

“Aku ingin melihat kalung ini menyentuh langsung kulit halusmu … tidak ada yang lain yang lebih pantas dari itu .”

Sensasi erotis mengiris tubuh Sulli , “Maksudmu kau ingin melihatku …?” Dia menarik napas dalam-dalam, ” Kupikir kita harus segera pulang, Minho.”

” Kau membaca pikiranku dengan sempurna, yeobo.”

” Itu sebabnya aku merona. Kau adalah pria yang sangat nakal . ”

“Kau-lah yang menginspirasiku untuk menjadi pria dengan kenakalan tertinggi .” Dia mengakui.

Sulli tersenyum gerah. Tujuan untuk mencapai “kenakalan tertinggi” itu  terdengar seperti sesuatu yang realistis baginya   … tujuannya untuk terus menginspirasi suaminya yang luar biasa selama sisa hidup mereka bersama-sama.

Di Jeju …. Tempat paling indah di Korea. Yang dia tidak pernah membayangkannya sebagai tempat untuk menghabiskan masa depannya bersama keluarga kecilnya.

.

.

 BYE  ……..  SARANGHAE…..  !!!

 Image result for Minho Sulli wave Image result for Minho Sulli wave

A Farewell ….

Chingu,

Dengan FF ini aku mohon maaf bila selama ini membuat kalian kecewa, kesal, sedih, atau marah.

Terimakasih untuk semua atensi, dukungan, dan waktu kalian dalam menemaniku menjelajahi imajinasiku.

Untuk beberapa waktu ke depan, aku akan beristirahat dulu untuk pemulihan diri … tetapi aku gak khawatir karena author-author yang lain sudah hadir dengan ff minsul yang baru.

Aku mohon doa dari kalian semua untuk bisa sembuh dan kembali bersama lagi.

Aku akan sangat merindukan kalian semua.

I Love You All

 

 

Advertisements

62 thoughts on “

  1. Epilog yg sempurna 🙂
    Keluarga kecil minsul yg bahagia selamanya
    Buat eonni Dina, semoga lekas sembuh
    Ditunggu ff minsul selanjutnya dgn ide cerita yg baru
    Fightinggg !!

  2. Baru smpet komen.. semalem ngantuk berat hahaha…
    Kyaaaaa Dinaaaa mereka sosweetttttt… ih lucu bgt siiii minho diakhir2 ini, mereka berdua malah hahaha. Duh keluaga kecil bahagia. Senangnya minho mmbangun penginapan utk sullinyaa.
    Buat Dinaa semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.. amin

  3. Tau tau sudah punya anak 😍😍 happy ending cerita cinta yang sangat rumit dan membutuhkan banyak pejuangan untuk menebusnya, mempercayakan hati masing masing, merobohkan ego masing masing. Fighting untuk ff selanjutnya author ^^

  4. ayolah eonni .. aku tertinggal jauh .. dari sini … butuh kerja keras dan konsentrasi tinggi untuk membaca semua ff nya …. ceritanya bagus … aku harap semakin menarik saat aku baca kelanjutannya .. semoga moment manis mereka selalu tetap begitu 😍😘 gommawo eonni ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s