THIRTEEN (13)

13

Judul : Thirteen (13)

Genre : Roman

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast : Lee Byung Hun, Lee Jung Ah

Do You Believe 13 is Unlucky Number ? 

  I do.

1. Lee Min Jung

Sulli menarik nafas dalam-dalam, berusaha mengendalikan hatinya yang kacau. Sangat mudah diasumsikan kalau saat ini Lee Byung Hun ada di rumahnya yang hangat dan nyaman, di pusat kota Seoul, tidak jauh dari kantor. Berkumpul dengan anak-anaknya yang manis-manis dan istrinya Lee Min Jung yang cantik  dan menawan di usianya yang matang. Tetapi tidak akan pernah, tak peduli apa yang telah Lee Byung Hun lakukan, tak peduli bagaimana dia memperlakukan pegawainya, tidak akan pernah Sulli akan membiarkan dirinya melibatkan diri sendiri kedalam sebuah affair dengan Lee Byung Hun hanya sebagai pembuktian bahwa dirinya bisa dicintai. Sulli menjanjikan ini pada dirinya sendiri berkali-kali selama dalam perjalanannya , di sebuah bis yang menuju ke Stasiun Seoul.

Sulli mengambil mobilnya dari tempat parkir dan melaju ke daerah pinggiran kota Seoul.  Sebelum mendapatkan pekerjaannya yang sekarang, tempat kediamannya di Seoul tak lebih dari sebuah apartemen sederhana di daerah padat yang terletak agak di pinggir Seoul. Sekarang sebuah apartemen yang modern dengan fasilitas di atas standar rata-rata telah disediakan perusahaan untuk staf karyawan yang berasal dari luar kota. Ini untuk efisiensi kerja karyawan di perusahaan. Hebatnya, apartemennya terletak hanya satu blok dari kantor.

Sulli memarkir mobilnya dan berjalan menuju blok kediaman para staf.

“ Selamat siang nona Sulli. Kembali di waktu yang tepat dengan  cara pandang yang baru, saya kira.”

“Benar sekali Min Li.” Sulli tersenyum kepada security ketika dia melangkah menuju kotak surat.

Cha Min Li mencondongkan tubuhnya di meja, dengan bertelekan siku,  menatapnya dengan penasaran. Dengan mata setajam serigala, dia mengamati Sulli sambil mempermainkan pinggiran topi yang baru saja dicopotnya.

“Apakah anda sudah mendengar gosip tentang Nona Krystal akhir-akhir ini ?” dia bertanya hati-hati.

“ Tidak, Min Li. Aku tak pernah mendengar tentang dia lagi.”

Sulli tetap berdiri memunggunginya, mempercepat pencarian surat-suratnya dalam tumpukkan surat yang ditujukan ke bagian pemasaran. Berharap lelaki di belakangnya tidak akan bertanya banyak tentang berita yang berkembang di perusahaan. Sulli tahu betul, para staf sering berbicara dengannya sebagai sumber berita dari gosip-gosip di seputar perusahaan. Dan sejak dulu Sulli tidak pernah tertarik dengan detail kehidupan pribadi rekan-rekannya di perusahaan.

“ Ah… ini dia !” Sulli mengangkat beberapa surat untuknya, menunjukkan pada Cha Min Li.

“Terlalu sedikit untuk kepergian dua minggu, Nona Sulli.”

“Cukup banyak untukku.” Sulli mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya ,” Ini, aku bawakan pesananmu.”

 “Jinjja ??” Cha Min Li terlihat senang ,” Biar aku buka kertas pembungkusnya !”

“Seharusnya kuberikan begitu aku datang dari Jepang, tetapi aku memiliki beberapa hal yang harus dikerjakan. Semoga kau suka. Aku sekarang harus beristirahat dulu, karena besok akan menjadi hari yang panjang untukku.”

“Tentu saja. Selamat beristirahat…”

Sulli tersenyum tipis melihat antusiasme security itu, ternyata sebuah hadiah kecil bisa mengalihkan perhatiannya dari gosip-gosip.

“ Dan terimakasih, nona Sulli !!”

Sulli mengangkat tangannya tanpa menoleh. Tanpa bicara lagi, Sulli berbalik dan menuju apartemennya yang terletak di lantai 13 gedung staf.

Benar lantai 13.

Sungguh kebetulan sekali karena dia menempati lantai yang sesuai dengan tanggal lahirnya 13 Maret.

Dan entah mengapa, sepertinya angka yang identik dengan “kesialan” itu memang selalu menguntitnya sejak lahir. Mulai dari bayi, kanak-kanak, remaja, bahkan ketika dia sudah dewasa seperti sekarang. Jadi apabila ada orang bertanya “Apakah kau percaya angka 13 itu sial?” maka dengan pasti dia akan menjawab ,”Aku percaya.”

Setibanya di flat, dia mulai memeriksa surat-surat yang dibawanya tadi. Ternyata tidak ada surat-surat yang bersifat pribadi. Hanya surat pemberitahuan dari bank, jurnal ekonomi, undangan seminar dan simposium, promosi dari beberapa produk elektronik…. dan… surat dari …..?

Suli mengerutkan keningnya pada amplop putih panjang yang di atasnya hanya tertulis namanya saja… tanpa pengirim atau logo apapun. Perkiraan pertamanya adalah dari Lee Byung Hun yang tentunya sudah sampai lebih dulu dan memasukkan surat tersebut ke kotak surat pribadinya. Mungkin dia memang berniat melanjutkan affair mereka di Seoul, tentu saja secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui istrinya. Tetapi semakin diamati, Sulli semakin yakin kalau itu bukan tulisan tangan Lee Byung Hun yang dikenalnya. Penuh pertanyaan di benaknya, dia hati-hati menyobek pinggiran surat dan mengeluarkan secarik kertas dari dalamnya. Isinya cukup pendek dan to the point.

Dear Choi Sulli ,

Saya yakin bahwa kita harus mendiskusikan  sesuatu. Saya  tidak memiliki sedikitpun keraguan bahwa anda akan peduli  dengan masalah yang akan kita bicarakan.

Saya sebaiknya tidak menguraikan secara mendetail di sini, tetapi saya meminta anda untuk menelepon saya. Kita bisa mengatur waktu yang tepat untuk pertemuan kita.

Sulli membaca dan membaca lagi dengan sebuah perasaan sakit yang muncul sedikit demi sedikit, tetapi tidak bisa diabaikan. Sebuah perasaan pilu menerkamnya begitu menyadari maksud surat itu. Di sana ada tercantum nomor telepon yang minta dihubungi. Nomor telepon apartemen Lee Byung Hun yang sudah diingatnya di luar kepala.

“Ini sudah jelas bukan Lee Byung Hun, tetapi pasti istrinya. Siapa lagi ? Apakah gosip sudah beredar hanya beberapa jam setelah kedatangan kami ? Bukankah telah ada kesepakatan antara aku dan Byung Hun bahwa affair kami tak akan dibawa ke ranah perusahaan? Apakah Lee Byung Hun sudah berbicara dengan istrinya tentang hubungan kami selama di perjalanan?”

Sulli duduk di kursi terdekat, berusaha meredam detak jantung yang berdentam begitu keras memukuli tulang rusuknya.

“Apakah sebaiknya aku menelepon ? Ataukah aku harus bericara dengan Byung Hun dulu tentang masalah ini ? Tetapi bila begitu, artinya aku akan membawa hubungan kami ke lingkungan perusahaan. Dan sudah bisa dipastikan akan menyulut gosip panas yang baru, mengingat bagaimana temperamentalnya dia.”

Sekali lagi dipandangnya surat yang terbentang di hadapannya. Bayangan kemesraan keluarga Lee menari-nari di kepalanya. Tetapi mendiamkan masalah ini berlarut-larut hanya akan membuat hatinya tidak tenang, mau tidak mau ini harus dihadapi.

Resiko terlibat dengan pria beristri… kenapa dia tak pernah memikirkannya sebelum nya ? Apapun yang akan terjadi, dia harus siap melakukannya.

Dengan tangan gemetar, Sulli segera meraih telepon dan memutar nomornya. Dia harus melakukannya sekarang sebelum dikalahkan oleh ketakutan, dikalahkan oleh rasa berdosa yang mendera. Tentu saja nasibnya akan tergantung dari siapa yang menerima telepon itu. Apakah Lee Byung Hun…. atau istrinya Lee Min Jung.

lee-min-jung-lee-byung-hunSuami istri Lee

Sulli telah menelepon dan mengundang  Lee Min Jung ke apartemennya dan wanita cantik itu baru saja tiba. Seperti kemunculannya di bandara beberapa jam yang lalu, kali ini pun dia tampil sama menariknya. Mengenakan gaun dari bahan melayang dengan jahitan khusus berwarna merah pucat, Lee Min Jung terlihat cantik dan berkelas.   Desiran gaunnya terdengar lembut saat dia memeluk Sulli dan mencium kedua pipinya dengan hangat. Wangi parfum mahal nan lembut menguar di sekelilingnya, membuat Sulli menahan nafas. Wangi itu terlalu familiar dengannya selama dua minggu ini… seperti wangi yang menguar dari baju-baju Lee Byung Hun.

Sulli merasa kikuk dengan penampilannya yang sangat biasa. Dia bukan hanya merasa kotor dan lusuh, bahkan baju yang dikenakannya sejak kedatangannya dari Jepang belum sempat diganti. Diam-diam Sulli berharap bisa berlari ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka… atau mengganti baju dengan sesuatu yang lebih bersih, karena dia tak memiliki minat untuk bersaing dengan wanita ini.

Lee Min Jung mengundang dirinya sendiri untuk duduk di sofa yang terletak tepat di sisi jendela apartemen yang mengarah ke lokasi perusahaan. Merasa bersyukur atas fasilitas perusahaan yang telah menyediakan apartemen dengan dua kamar dan perabotan yang lengkap. Tidak bisa dibayangkan kalau wanita seanggun dan secantik Lee Min Jung bertamu ke apartemen lamanya. Bahkan dia tak punya kursi yang layak untuk bajunya yang demikian halus.

“Karena aku baru saja tiba, mungkin aku tak bisa menawarkan sesuatu yang lebih baik. Tetapi aku memiliki anggur merah , jika anda…” Sulli berusaha memecahkan keheningan kaku di antara mereka, tipikal sapaan tuan rumah yang baik.

“ Oh ya, please..” jawab Min Jung ringan, menyandarkan tubuhnya di sofa yang nyaman.

Sementara Sulli mengisi 2 gelas dan menyerahkan satu ke arahnya, berusaha tersenyum dengan bibir yang diharapkannya tidak akan terlihat kaku dan tegang.

“ Mmm… nikmat !” Lee Min Jung mendesah penuh penghargaan, kemudian tersenyum. Tak terlihat sedikit pun ketegangan atau tanda-tanda kemarahan di wajahnya.

“ Duduklah, Choi Sulli…” Min Jung menyarankan, melihat bagaimana wanita muda di hadapannya terlihat gugup dan berdiri kaku ,”Tak perlu tegang. Sebenarnya kedatanganku ke mari bukan untuk menghakimi atau menghukummu, mungkin seperti itu yang ada dalam bayanganmu.”

Sulli duduk di sisi lain kursi, tak bisa mengendalikan otot-ototnya yang menjadi begitu kaku.

“ Aku hanya ingin mencari solusi dari satu situasi yang mungkin akan menguntungkan kita berdua. Kau tahu, tentu saja, apa yang kubicarakan di sini ?”

“ Aku… maksudku, situasinya…” Sulli merasa tenggorokannya tercekik oleh rasa tidak nyaman yang menderanya, rasa malu  dan rasa bersalah lebih tepatnya.

“ Itulah tepatnya…” wanita itu  menyatukan kedua telapak tangannya dengan nada puas ,” Aku datang untuk mendiskusikan kekacauan yang ada, semacam kegilaan atau yang lainnya , antara kau dan Byung Hun. “

Tidak ada tanda-tanda rasa malu, apalagi  kemarahan, pada suara renyah Lee Min Jung… terlalu santai.

“…Oh jangan heran! “dia tersenyum,” Ini bukan  pertama kalinya  aku telah berhadapan dengan salah satu bukti kecerobohan Byung Hun. Kenyataannya, kau mungkin telah berfikir bahwa ‘aku adalah yang pertrama’. Tentu saja selalu begitu… Oh, itu tidak apa-apa… tak perlu terlihat begitu malu.”

Min Jung meneguk kembali minumannya, tampaknya tidak begitu menikmati apa yang diminumnya. Matanya  tetap mengawasi Sulli dari atas gelasnya.

“Aku tahu sudah menjadi rahasia umum di sekitar sini bagaimana situasi antara aku dan Byung Hun. Sepertinya aku memetik pelajaran berharga dari apa yang kualami di masa lalu dengannya. Lee Byung Hun masih terikat pernikahan saat dia bertemu denganku, sampai akhirnya dia melepaskan semuanya dan kami menikah. Dan setelahnya ada banyak wanita tentu saja … Hanya kali ini kupikir dia… mungkin lebih serius. Sebagai permulaannya, dia tidak bercerita kepadaku bahwa kau pergi menyertainya ke Osaka untuk promosi produk baru….”

Sulli benar-benar bersyukur atas indra keenamnya yang membuatnya mengambil jarak yang cukup jauh dengan Lee Byung Hun ketika keluar dari pesawat, pagi tadi. Tetapi kemudian dia melihat ekspresi Lee Min Jung dan ketenangannya berubah menjadi ketidaknyamanan yang nyata. Mungkin saja wanita di hadapannya telah melihatnya, pastinya seperti itu, darimana lagi dia mendapatkan ide kalau dirinya pergi dengan suaminya kalau memang Lee Byung Hun tidak bercerita. Mungkin wanita yang terlihat cerdas ini bisa menarik benang merah dari keberadaannya di bandara dan kepergian suaminya ke luar negeri. Dalam pesawat sama, waktu yang sama, apa yang bisa disimpulkan seorang wanita kan ?

“…. dan juga, sekarang ini dia telah mencapai usia krisis dimana dia membutuhkan seseorang untuk pembuktian diri… krisis paro baya…” Lee Min Jung suaranya semakin melemah, hanya matanya yang terlihat waspada karena kekhawatiran akan sesuatu yang akan terlepas dari kehidupannya.

“Aku menyesal…” Sulli benar-benar measa bersalah.

“ Jangan menyesalinya !” Lee Min Jung menghentikannya ,” Aku tak ingin tahu apa yang telah terjadi dan aku tidak datang ke sini untuk mendapatkan permintaan maafmu. Aku datang  untuk meluruskan segala sesuatunya. Aku tidak akan berpura-pura bahwa rasa cinta yang kami bagi satu sama lain,  Lee Byung Hun dan aku, telah mencapai titik jenuh yang mungkin tidak bisa mempertahankan keutuhan pernikahan kami.” Dia berbicara terang-terangan,” Telah terlalu banyak kekecewaan, penghianatan tetapi yang kami lakukan adalah… menerima, sebuah pemahaman…. lebih banyak dari yang mungkin Byung Hun sadari. Aku tidak berpura-pura untuk menyukai situasi itu, tetapi Aku semakin bisa menerima bahwa ada kalanya sebuah hubungan gelap diperlukan Lee Byung Hun seperti dia membutuhkan udara untuk bernafas, hanya untuk membuktikan bahwa dirinya adalah lelaki yang menarik. Umumnya itu berhenti pada satu titik. Tetapi kali ini aku berfikir bahwa Byung Hun serius. Dan aku tidak berniat membiarkan anak-anakku tumbuh dalam latar belakang perkawinan yang rusak.”

Lee Min Jung telah melepaskan ketenangan dan rasa percaya diri yang begitu melekat sebelumnya, melupakan posisi tubuhnya yang santai dan sekarang menjadi tegak kaku, seolah memberikan peringatan bahwa dia siap berjuang untuk apa yang sangat dia sayangi dan miliki.

Sekonyong-konyong rasa hormat menyelubungi perasaan Sulli. Dia pernah berjumpa dengan Lee Min Jung sebelumnya, tetapi terbatas pada masalah-masalah pekerjaan di perusahaan, dan dia selalu berfikir bahwa Lee Min Jung sering berbuat tanpa pikir dan pongah. Dan sekarang dia bisa melihatnya sebagai  wanita yang benar-benar manusia, yang juga memiliki ketakutan dan cinta untuk keluarga.

“Kupikir…,” Lee Min Jung berkata,” …Akan lebih baik buat kita semua apabila kau mencari pekerjaan lain di luar sana, yang jauh dari tempat ini.”

“ Aku sudah punya.”  Kata Sulli berbohong, untuk menutupi kekalahan yang benar-benar memposisikan dirinya pada suatu situasi tanpa pilihan. Tetapi dia benar-benar berterimakasih telah diberi insting yang kuat jauh sebelum ini. Sebenarnya dia telah mengajukan surat pengunduran diri akhir musim ini. Semua dilakukannya bukan tanpa alasan. Walaupun waktu itu tidak senyata hari ini, nalurinya sudah merasakan kejanggalan atas perlakuan Le Byung Hun di tempat kerjanya. Memang bukan sesuatu yang nyata waktu itu, tetapi Lee Byung Hun tidak hanya sekali… bahkan terlalu sering… melingkarkan tangan di bahunya, memeluknya… dengan cara yang  membuat hati kecilnya waspada. Perlakuan Byung Hun bukan karena dia tertarik dengan hasil pekerjaannya selama ini, tetapi lebih ke ketertarikan pribadi… yang ternyata adalah kenyataan dan terbukti setelah mereka melewati hampir 2 minggu bersama-sama di Osaka. Dua minggu yang kemudian menyisakan hari-hari yang membuat hubungan mereka menjadi kabur batas-batasnya.

“Aku akan meninggalkan Seoul untuk liburan Natal dan setelah itu tak akan pernah kembali ke pekerjaan ini. Aku ingin mengejar ssuatu yang lebih berarti daripada hanya sebagai asisten pemasaran. Aku memiliki kemampuan dari sekedar asisten  untuk bisa meraih karir yang lebih di perusahaan yang lain.”

“ Tetapi kudengar, kau mengerjakan bagianmu dengan sangat baik. Walaupun kulihat gelar akademismu berseberangan dengan pekerjaanmu kini… kupikir tidak semua wanita bisa melampaui gigi taring sang boss.”

“ Aku telah mendapatkan pekerjaan di bidang lain.” Jawab Sulli singkat, berharap keberuntungan akan mengikutinya dengan pekerjaan yang belum jelas di mana. Yang penting sekarang dia harus secepatnya menghilang dari kehidupan Lee Byung Hun, agar tidak mengakibatkan kerusakan permanen pada kehidupan perkawinannya. Ya, dia takan pernah menjadi manusia seperti itu.

TIDAK AKAN !!

.

.

.

===== T B C =====

Maaf semua bila eonni hanya bisa menampilkan cerita-cerita yang singkat.

Berharap ke depannya bisa lebih … tetapi

semoga ini bisa mengobati rasa kangen kalian pada Min-Sul Romantic Stories 🙂

ANNYEONG… 😀

Put your comment on… to make this blog back alive !!

 

 

Advertisements

41 thoughts on “THIRTEEN (13)

  1. aduhh sull, jngann trlibat sma pria bersuami deh. apalagi yg sudah berumur. ingat sul, ingat. karma pasti berlaku! ini lagi, si bapak2, ingat umur om. msak udah tua gtu msh mau.memperbanyak istri sihh? gk ksihan apa sama aanakk? minho mana minhi eon? kenapa belum muncul laki aku itu?

    buat eon dina, semngatt yaaa^^ jngan pernah menyrah buat crta minsul. aku akan selalu mendukung.
    minsul jjang~

  2. aduhh sull, jngann trlibat sma pria bersuami deh. apalagi yg sudah berumur. ingat sul, ingat. karma pasti berlaku! ini lagi, si bapak2, ingat umur om. msak udah tua gtu msh mau.memperbanyak istri sihh? gk ksihan apa sama aanakk? minho mana minhi eon? kenapa belum muncul laki aku itu?

    buat eon dina, semngatt yaaa^^ jngan pernah menyrah buat crta minsul. aku akan selalu mendukung.
    minsul jjang~
    ♡✩★

  3. Mau sedikit mau panjang yang penting ini ff engga bikin penasaran eon,,
    aku gak bisa komen banyak hehehe, lagi lembur dgn segudang kertas dirumah:D
    yang jelas sulli mengambil langkah yang tepat dan bener buat ninggalin si tua bangka yang mana reputasinya sebagai playboy picisan itu. dan aku seneng bgt ternyata istrinya itu engga marah apalagi ngejambak rambut sulli, #abaikan, cerita bgtu cuma ada disinetron indonesia haha
    oke eon segitu aja komennya, engga bisa komen banyak
    semangat minsullians.. happy saturday night eonni:D
    fighting^^

  4. Wow walaupun watak minho belum muncul tapi nampak gayanya cerita ni jadi smakin hangat… Fighting for next part author… 💐💐

  5. bagusss.. aku suka keputusan Sulli untuk meninggalkan si ahjussi itu. memang sejak awal seharusnya hubungan itu tak pernah ada. sama seperti peluang pekerjaannya, Sulli masih berpeluang mendapat pria yang sepadan dengannya. bukan malah si ahjussi tua dan beristri itu. Toh Minho kan masih ganteung…haha.. aku tau keputusan sulli meninggalkan ahjussi itu akan berdampak di masa depan, tapi jika sulli diam saja, maka masa depannya yang akan terancam..
    okee aku juga penasaran benang merah apa yang akan menghubungkan Sulli dan Minho nantinya?? hehe..
    gak apa2 eonn, sedikit juga alhamdulillah:) yang penting eonni kembali:* semangaaatseeeuuu:*

  6. eonni Minho blm Mmuncul pdhal aku menntikan merka berdua barengan kayak dulu
    tapi ttp menarik eonn.. bikin penasaran
    besok gimana cara Sulli sama minho ketemu waaah gak sabar niiiiih
    baca kelanjutannya
    Fighting eonni utk buat FFnya
    Dina eonni jjang 🙂

  7. Awalnya sih masih bingung sama ceritanya tapi sekarang udah kebanyang gambarangnya dan kayanya dichapter selanjutnya minong bakal muncul nih*pendapat gua doang sih tapi ya berharap lah biar cepet minsul momentnya. Ayo eonni semangat buat ngelanjutin ff ini penasaran sama cerita selanjutnya nih

  8. Annyeong eonni…. naneun yeogisseo 😀

    Gomawo ne udh update part 1 nya,,, :-*
    Tepat banget momentnya eon… sukkkaa
    Malam yg sakral dgn story yg main castny brsejarah… hahahhaa #lebuuuyyy 😛
    Okeee…next commnt

    Hhmmm,,, intuisi… insting prempuan or wanita memang luarrr binnnasaahhh
    Dgn hny mmprhatikan gesture, gerak gerik, sikap (satu mksd yaaa..) sudah tau apa yg trsembuny (?)
    Benar2 hebbaattt,,, sungguh hebaattt
    Bhkn seorg choi sulli pun tak bs mnymbunyikn dgn baik “affair” yg telah dy lakukan… dgn seorg nampyeon tntunya,,, ckcckk
    Bgtulah… seorg istri yg trllu sering mnerima dn mmahami sikap buruk suaminya, itu tak akan bs brtahan lamaaa
    Pasti akan ada usaha “mempertahankan”
    Dan sulli… benarkah dy serius dgn tulus mnerima kputusan itu ???
    Tidak ada keterpaksaan khaaannn ???
    Jika dy bnar2 sadar selama ini bhwa hubny dgn sang nampyeon salah, itu adalah pkulan berat… beban hidup ssul
    So,,, mntapkanlah hatimu yaaa
    Menjauhlah dr khdupan “keluarga”
    Di sana… yaaa,,, di suatu tmpat yg akn kau tuju… se2org telah mnunggu
    Percayalah dgn “lucky” bukan “unlucky”
    Itu adalah bagian dr proses yg prlu kau lalui… fightiiiing ssuuul 😉

    Hah hahaaa… mianhae eonni
    Ninggalin jejak yg hhhmmm agk aneh yaaa,,,
    Ini yg melintas di imajinasi
    Saeng tnggu update part slnjutnyaa eonni…
    Semangaattt teruuuussss semangaattt
    Luph u eonni
    Minsuljjang ♥ ^▽^ ♥

  9. Ahhhh..eonni tumben selali pendek ffnya..bahkan babysull belum ketemu minho oppa dipart pertama ini.hihihi..
    Q menunggu moment minsul eonni..ditunggu ne…saranghae..😊😊💕💕💕

  10. Cerita kali ini bakalan banyak konfliknya secara sulli punya affair ama suami org. Wuah bakalan susah ntar sullinnya nih. Lama bgt eon din ngk bkin cerita minsul kangen bgt semangat eonni

  11. siiplah eonni… d tnggu crta yg lbih pnjangnya ya… 😊😊
    d sni minhony blum mncul jga y.. pnsaran sma t4 bruny sulli nanti..
    cpat update eonni.. fighting…😃

  12. Sulli tau ini salah makanya berhenti sebelum trlanjur terjebak. Good job sull, semoga liburan bisa ketemu minho dan memulai sesuatu yang baru dan memandang tidak selamanya hidupmu itu sebuah kesialan. Thankyou un Dina untuk updatenya. Sampe dikirim ke PC linknya. Selalu sayang dan fans un pokoknya. Good luck un untuk chapter selanjutnya 😘😚😗😙

  13. Good job Sulli… Jgn pernah menjadi org ketiga di dlm pernikahan org.. Lanjut din.. Lagi asyik baca eh udah tbc aja…. 🙂

  14. Annyeong eonnni ..apa kabar ? wahhhh sebelumnya makasih yahhh eon 😊 hoh aku liat posternya kok kaya ada genre horor nya ? Bener gaj sihh atau salah ohh mungkin efek nonton film TTB😂tapi iya ahhh bener gak salah tapi genre nya disini roman doang wahhh jangan ² banyak adegan romantis wkwkw ..ohh iya ini teh prolog nya doang kan yakk apa gak? Kalo prolognya wahhh daebak prolog nya aja udah banyak apalagi chap selanjutnya hihihi 😅belum bisa komen apa apa dulu soalnya belum banyak konflik jadi gk tau mau ngomong apa 😁maaf momen gaje yang di otak ini doang wkwk . fighting and alwasy be support 😊😁🙈💪👀👏

  15. Haihaiiij eonni maaff ketinggalan baca, tapii gpp kan asal ningghalin jejak, huaaa tapi gakk enak ini dari kapan ngepostnya mahhh tapi baru baca maaf yakk eonn, sekarang lagi susah buat cari waktu buat ke blog jadi baru sekarang lagi usah ketinggalan banyak mungkin yakk, haaa aku gak bisa komen banyak disini cuma pengen Kasih semangat, ohh iya aku seneng banget pas tau other cast nya yang aku sukain semua huaaa gak sabar buat baca chap lanjutnya, fighting and always be support ,maaf komen gaje diotak itu doanv wkwk 😄😀😘😍💪👏👍

  16. sulli jngan trgoda ya ama om2 deh.. Ntu jga om2 gtal bnget, udah pnya istri msih ajj ngerayu sulli.. Heheh smangat trus buat eon..

  17. Smoga aja pernikahan pasangan Lee aman sehat sentosa dan gada perceraian , byr sulli gak d kejer2 sama itu bapak2 ..
    Aaaaaa abang minho manaaaaaaa ?

  18. Oh jadi si byung hun udah sering terlibat scandal sama bawahannya ?
    Min jung jg pasti selalu datengin itu para wanita” yg terlibat scandal ya .
    Sebenernya kalo ada d posisinya min jung jg sakit hati loh dia .

  19. aiggo .. kenapa sulli harus terkena masalah seperti ini ? dan pria tua itu sungguh menyebalkan , tidak tau malu..

    minho?? dimaana dia

    next chapter aku penasaran hahhahahaha

  20. Aduh Sull eon, ntah ngapain harus sama pria beristri?
    Pria seperti itu gak baik untuk didekati apalagi jika punya hubungan
    Emang lebih baik ikuti kata Minjung, biar terhindar dari masalah deh

  21. Wah keputusan yang baik.seharusnya sulli tidak berhubungan dengan lelaki yang sudah beristri.minho kapan munculnya sih?sorry eon baru koment.semangat eon.

  22. Jgn mau sama om om sulli.
    Sepertinya akan banyak konflik nihh.tpi penasaran sma minjung yg tetap tenang walaupun tau suaminya sering selingkuh.
    Hehehe..maaf eonni aku baru komen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s