The Next Bloodline [Chapter 28]

mahogany4-2-copy

The Next Bloodline

Author : Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater : Maria2509

Original Version klik here!

Length : Sequel

Rate : PG-15

Chapter 28: The Circle Healer

Sunny membantu Sulli berubah menjadi gadis berambut merah lagi. Tapi saat Sulli berubah, luka didadanya terbuka lagi dan darah mulai mengalir dari lukanya.

Master Cha!” Sunny berteriak.

Sunny menaruh selimut di atas dada Sulli dan berlari keluar keluar kamar mencari Master Cha.

Master! Sulli kehilangan banyak darah!” Kata Sunny

“Apa dia masih sadar?” Tanya Master Cha

“Kesadarannya mulai menghilang.” Kata Sunny

“Cepat, tekan lukanya.Kris dan aku akan mencari penyembuh.” Kata Master Cha

Sunny berlari kembali ke kamar.

“Chanyeol, Luhan, tetap disini. Kita tidak tahu apakah naga hitam itu berhasil melacak Sulli karena dia baru kembali ke wujud manusianya.” Kata Master Cha

“Kami akan tetap disini untuk berjaga-jaga, Master.” Kata Chanyeol

Master Cha dan Kris dengan cepat berlari keluar penginapan.

.

.

.

.

Hari sudah semakin malam.Dan mereka belum berhasil menemukan penyembuh yang bersedia meninggalkan rumah mereka.

“Tolong kami, lukanya sangat parah dan kita harus menjahit lukanya.” Kata Kris

“Aku memiliki keluarga.Aku tidak bisa meninggalkan mereka disaat seperti ini.” Kata Pria itu.

Dia adalah penyembuh kelima yang menolak untuk membantu mereka karena memiliki keluarga untuk dilindungi pada malam hari.

“Apa ada penyembuh yang belum memiliki keluarga?” Tanya Kris frustrasi.

“Yah, penyembuh dikota ini sudah cukup tua. Jadi mereka biasanya sudah berkeluarga.” Kata pria itu.

“Tuan, kami mencarinya kemana-mana dan kalau kami bisa mengoperasinya sendiri, sudah kami lakukan sejak tadi. Gadis itu bisa mati malam ini kalau kita tidak berhasil menemukan penyembuh.” Kata Master Cha

“Hmm, kalau begitu kalian membutuhkan seorang penyembuh yang tidak memiliki keluarga. Maksudku yatim piatu. Kalian pergilah ke Selatan kota. Ada seorang penyembuh, yah bisa dibilang begitu, kami juga tidak begitu yakin dia seorang penyembuh atau bukan. Dia menggabungkan ilmu penyembuhan dan ilmu sihir dan ia meminta sejumlah uang yang cukup banyak ketika ia menggunakan kemampuannya.” Kata Pria itu

“Dimana kami bisa menemukannya?” Tanya Kris

Pria itu memberi petunjuk arah ke rumah penyembuh itu.

“Kelihatannya tidak asing.” Kata Kris

Master Cha juga berpikiran yang sama. “Bukankah ini rumah yang kita datangi tadi? Jadi penyembuh itu…”

“Kai.” Jawab Kris

.

.

.

.

Mereka mengetuk pintu dengan rasa tidak sabar. Tak lama kemudian Kai membuka pintunya.

“Kalian lagi?! Kenapa kalian bisa disini? Apa dia menghilang lagi? Kali ini, dengan segenap hati dan jiwa, aku katakan dia tidak di sini.” Kata Kai sedikit mengantuk

“Sulli ada dipenginapan.” Kata Master Cha. “Kami disini karena kami membutuhkan bantuanmu.”

“Bantuan?Lagi? Berapa kali aku harus membantu kelompok kalian? Apa kau tahu hari ini aku tidak mendapatkan uang? Plus, aku mengalami kerugian karena tentu saja aku harus membeli makanan.” Tanya Kai

“Kau tidak tahu kepada siapa kau sedang bicara. Tolong sopan sedikit.” Kata Kris

“Aku tidak peduli kalau kau Raja Zaruum sekalipun. Kalau kalian tidak bisa memberiku uang untuk membiayai hidupku, kalian sama saja dengan orang-orang diluar sana.” Kata Kai

“Luka Sulli terbuka lagi, darahnya tidak berhenti keluar.” Kata Master Cha

Wajah Kai mengeras.

“Sudah berapa lama itu terjadi?” Tanya Kai

“Hampir satu jam. Kami sudah mencari penyembuh selama berjam-jam dan kami belum menemukan Penyembuh yang mau kami bawa ke penginapan.” Kata Master Cha

“Satu jam.Dia sudah kehilangan banyak darah sekarang.” Kata Kai

“Hmmm, Aku sudah memberikan daun Yujiru dicampur dengan bubuk akar ukli dan madu wendux pada luka-lukanya. Seharusnya luka itu sudah tertutup. Aku yakin luka itu tidak akan terbuka lagi sampai sembuh.”

“Apa dia melakukan aktivitas berat hari ini?” Tanya Kai. “Ah ya, dia terlalu banyak berjalan hari ini. Hmm…”

“Kami juga memberinya mantera hari ini.” Kata Master Cha

Kai terkejut. “Kenapa kau melakukan itu pada orang terluka parah?” Tanya Kai. “Kalian harus menunggu sampai lukanya sembuh, setidaknya sampai sebagian lukanya tertutup.”

“Sulli memiliki kasus khusus. Kalau kami tidak memberinya mantera, ada seseorang yang akan melakukan hal-hal buruk padanya.” kata Master Cha

“Dia dari keluarga kaya.” Kata Kris

“Oh, kalau dia dari keluarga kaya, aku bisa meminta 1 peti koin emas sebagai hadiah karena sudah menyelamatkannya.” Kata Kai

“Kami akan membayarmu mahal kalau kau ikut bersama kami sekarang.” Kata Kris

“Kau seharusnya mengatakan dari awal.” Kata Kai tersenyum

“Lebih baik kita pergi sekarang, semoga saja dia masih hidup saat kita sampai disana. Dan semoga saja kau bisa menutup lukanya. Atau, kau tidak akan mendapatkan apa-apa.” Kata Master Cha

“Ahh, jadi ada risikonya. Tidak ada bayaran tidak ada keuntungan. Baiklah aku setuju.” Kata Kai. “Aku ambil barang-barangku dulu.”

Kai memasuki rumahnya dan mengambil sebuah kotak. Dia melihat ada pesan didekat kotaknya.

“Apa ini?”

Kai membaca pesan itu.

Penyelamatku, Terima kasih karena sudah menolongku, merawat lukaku seperti seorang Penyembuh. Meninggalkan makanan untukku dan mengijinkanku beristirahat disini. Aku tahu kau bilang itu semua tidak gratis, tapi aku tahu kau tulus menolongku. Kau orang yang baik. Seseorang yang tidak tahan melihat orang lain terluka. Seseorang yang mengambil risiko untuk membawa pulang orang asing ke rumahnya. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu. Aku pulang bersama dengan teman-teman yang mengkhawatirkanku. Kalau kita pernah bertemu lagi dan kau membutuhkan bantuanku, aku pasti akan mengulurkan tanganku padamu. – Sulli.

.

.

.

.

Mereka tiba dipenginapan.

“Dia?! Kenapa Dia?!” Tanya Chanyeol

“Sepertinya dia seorang penyembuh.” Kata Master Cha

“Seorang penyembuh? Tukang tipu ini penyembuh?” Tanya Chanyeol

Ketika Kai masuk ke kamar, sudah ada 2 selimut penuh darah tergeletak dilantai. Ada 1 selimut lagi yang menempel didada Sulli.

Sunny dengan ragu-ragu bergeser kesamping. “Kenapa kau disini?”

“Aku seorang penyembuh.” Kata Kai

“Benarkah?” Tanya Sunny terkejut.

Kai melihat rambut dan kulit Sulli berubah.Pasti karena mantra itu.

“Dia membutuhkan darah secepatnya.” Kata Kai. “Aku akan menutup lukanya. Kemudian aku membutuhkan darah manusia. Darah yang cocok dengan darahnya.”

“Bagaimana kita tahu darah mana cocok dengannya?” Tanya Sunny

“Aku akan mengetahuinya.Ambil air.Aku harus membersihkan tanganku dulu.” Kata Kai

Sunny berlari keluar. “Kami membutuhkan air bersih!” Teriak Sunny

Mereka semua segera mencari air. Kai mulai mencampur obat yang kemarin dia berikan pada Sulli. Tapi kali ini, ia harus menjahit lukanya. Kelihatannya anggota kelompok yang lain pergi semua. Kai membersihkan alat-alat dan tangannya kemudian mulai menjahit lukanya. Lalu ia menaruh obat diatas luka Sulli.

“Aku ingin kau membantuku memberikan mantera pada lukanya.” Kata Kai

“Huh?” Tanya Sunny

“Mantra ini digunakan agar luka Sulli cepat sembuh.Mantra ini biasa digunakan untuk benda yang robek atau rusak. Aku ingin kau memberikan mantra pada luka Sulli. Tapi hati-hati, jangan berlebihan atau lukanya akan terbuka.” Kata Kai

“Wow, itu sulit untukku.” Kata Sunny

Sunny membacakan mantra sangat hati-hati agar mantra itu tidak terlalu kuat..

“Bagus sekali. Kerja bagus, gadis kecil.” Kata Kai

“Aku bukan gadis kecil.” Kata Sunny

Kai mengabaikan Sunny. Kemudian Kai membuat banyak obat campuran yang sama dan menuangkannya ke dalam botol.

“Dia harus mengoleskan obat ini setiap pagi dan malam sampai lukanya benar-benar sembuh.” Kata Kai

Kai mengambil jarum dan meminta anggota yang lainnya masuk ke kamar. “Aku akan memeriksa  darah yang cocok dengan darah Sulli.”

Sunny keluar dan meminta mereka untuk memeriksa golongan darah mereka. Kai mengambil botol cairan dan memasukkannya ke dalam pada sampel darah. Darah yang cocok dengan Sulli adalah Luhan. Kemudian Kai melanjutkan mengambil darah Luhan dan menusuk jarum ke kulit  tangan Sulli untuk mentransfer darah Luhan. Kai menggerakkan tangannya dan kawat yang Kai gunakan untuk mentransfer darah melayang di udara.

“Kau ahli sihir atau penyembuh?” tanya Sunny

“Aku bisa melakukan hal-hal seperti ini tetapi itu bukan mantra. Itu hanya kemampuan yang tidak bisa kujelaskan.” Kata Kai

Sulli membuka matanya.

“Kai, kau kesini lagi?” Kata Sulli. Sulli melihat dadanya.

“Kau… menjahit lukanya?” Tanya Sulli

“Ya, mereka mencariku. Mereka bilang lukamu terbuka lagi. Kalau kau ingin menggunakan mantra yang kuat, kau hanya boleh melakukannya saat lukamu sudah tertutup. Kau bisa mati saat melakukan itu apalagi kalau lukamu belum benar-benar tertutup.” Kata Kai

“Jadi aku benar.Kau memang penyembuh.” Kata Sulli

“Ya, benar sekali.” Kata Kai

Kai berdiri bersiap-siap untuk pergi.

“Kenapa kau berjualan untuk memenuhi kebutuhanmu? Kenapa kau tidak jadi penyembuh saja?” Tanya Sulli

“Sulit untukku. Aku tidak pernah mendapatkan pendidikan yang layak. Semua yang aku tahu, aku belajar dari ayahku saat ia masih hidup. Dia meninggal didalam penjara karena masyarakat menuduhnya membunuh beberapa pasiennya dengan menambahkan racun didalam obat mereka. Ayahku terlahir sebagai seorang penyembuh. Selama dia bisa melakukan sesuatu untuk menyembuhkan orang lain, ia tidak akan menyerah begitu saja.” Kata Kai

“Sejak kejadian itu, aku masih menyembuhkan orang-orang, tapi mereka harus membayar mahal jika mereka meminta bantuanku. Sebanyak apapun mereka membayarku, aku tidak akan pernah melupakan kejadian yang menimpa ayahku. Aku akan memeras uang mereka sampai habis.” Kata Kai

Kai merapihkan barang-barangnya.

“Istirahatlah.” Kata Kai.

“Terima kasih, Kai.” Kata Sulli.

Kai meninggalkan ruangan.

“Ini ketiga kalinya aku bertemu dengannya hari ini.” Kata Sulli

“Ya, aneh sekali memang, kita selalu berakhir dengan meminta bantuan Kai.” Kata Sunny

“Seperti ada yang menariknya kesini.” Kata Sulli

Sulli menutup matanya.

“Aku akan mencoba membuat ‘panggilan’” Kata Sulli

“Tidak, tidak boleh. Lukamu baru saja diobati.”Kata Sunny. “Lagipula… tidak ada penyembuh disini.”

“Bukannya ada?” Tanya Sulli

“Huh? Tunggu dulu, maksudmu… dia?!” Sunny terkejut. Sunny merasakan ada rasa panas yang biasa dirasakannya kemudian cahaya biru muncul dari tandanya. Sunny segera berlari keluar. Anggota yang lain diluar kamar juga sama, tanda mereka mengeluarkan cahaya biru. Tidak jauh dari mereka, Kai yang sedang berdiri memegang kantong koin. Kemudian ia jatuh berlutut. Dia terlihat kesakitan. Dia memegang tengkuknya. Dan cahaya biru menembus tangan yang sedang menutupi tengkuknya.

“Mungkinkah…” mata Kris melebar.

“Sepertinya begitu.” Kata Master Cha

“Jangan bilang kalau dia bagian dari kita.” Kata Chanyeol

Kai menoleh ke belakang dan melihat cahaya biru terpancar dari anggota The Circle.

Kai segera berdiri bersiap untuk melarikan diri tepat saat dinding air muncul dihadapannya. Kemudian dinding air itu juga muncul dikanan dan kirinya dan juga dibagian belakangnya. Kai terperangkap.

“Kerja bagus, Luhan.” Kata Master Cha

“Apa yang kalian inginkan? Biarkan aku keluar!” Teriak Kai

“Jangan berteriak. Kau bisa membangunkan semua orang.” Kata Chanyeol

“Aku memang menginginkan mereka bangun dan menyelamatkanku dari kelompok ini. Apa yang kalian inginkan dariku? Kenapa kalian mengurungku di… di… penjara air ini!” Kata Kai

“Karena kelihatannya kau ingin melarikan diri. Kau tidak bisa pergi begitu saja setelah melihat rahasia kami, kan? Apa kau tidak ada sedikit rasa penasaran kenapa kita memiliki tanda yang sama?” Tanya Master Cha

“Tidak, aku tidak ingin mengetahui apapun. Aku pergi.” Kata Kai

“Apa kau tidak pernah bertanya-tanya untuk apa kau memilki tanda itu?” Tanya Master Cha

“Aku tidak tertarik.” Kata Kai

“Tanda ini untuk melindungi Zaruum.” Kata Master Cha

Kai tidak bisa mengatakan apapun.

“Ya, tanda ini bukanlah sebuah kutukan. Tanda itu ada bukan karena sihir. Tanda itu sudah ditentukan jauh sebelum kau lahir.Bahkan sebelum orang tuamu lahir.” Kata Master Cha

“Tanda ini lebih besar dari yang kau pikirkan, Nak. Arti tanda itu lebih besar dari kita, tanda ini untuk Zaruum. Kau tidak bisa lari saat Kerajaanmu membutuhkanmu. Karena itu terjadi ratusan tahun yang lalu, bahkan tidak ada pilihan kapan kau akan dilahirkan. Kau memang terlahir untuk Zarum, Nak.” Kata Master Cha

Kai menarik napas.

“Turunkan jeruji air ini.” Kata Kai. “Kalian mendapatkan perhatianku.”

.

.

.

.

Minho merasakan leher seperti terbakar. Minho sudah terbiasa dengan rasa sakitnya dan mulai tidak mempedulikan rasa sakitnya tapi Muklan tidak boleh melihat tanda ini.

Minho pergi kekamarnya. Kenapa Sulli membuat ‘panggilan’ lagi? Apa dia dalam bahaya lagi? Minho mengepalkan tangannya. Apa yang terjadi saat ini? Minho keluar melalui jendela. Dia melebarkan sayapnya dan siap terbang ketika suara Adah menghentikannya.

Master, kumohon jangan pergi.” Kata Adah

Adah bisa melihat cahaya biru memancar dari leher Minho. “Aku mohon, Master jangan pergi. Aku tahu kemana kau akan pergi. Aku tahu kau akan pergi ke tempat tinggal mereka. Tapi Master, kalau kau pergi kesana hanya untuk memeriksa keadaan mereka dan tidak menyerang mereka, itu berarti mereka masih sangat penting untukmu.”

Minho mengabaikan Adah dan terbang. Adah juga mengeluarkan sayapnya dan mengikuti Minho, terus memanggilnya.

Master, apa kau pikir aku percaya begitu saja saat kau mengatakan kalau aku diserang The Circle pada malam aku hampir mendapatkan The Core dari Tuan Putri?” Tanya Adah. “Aku tahu mereka tidak ada disana. Aku tahu hanya ada satu orang yang bisa menyerangku tapi aku mencoba untuk melawan pemikiran itu karena aku menolak untuk mempercayainya bahwa kau akan mengkhianati kami.”

Minho terus saja terbang tanpa mempedulikan Adah.

Master! kau menyelamatkan hidupku ketika aku masih bayi yang tak berdaya. Kalau bukan karena kau, aku akan mati bersama dengan masyarakat naga hitam lainnya.” Kata Adah. “Aku tidak ingin menimbulkan keretakan antara kau dan Mistress Muklan, Master. Aku mohon kembalilah bersamaku.”

Minho berhenti terbang. Cahaya biru dilehernya perlahan memudar.

“Apa kau tahu siapa yang memberimu nama?” Tanya Minho

Adah menggeleng.

“Akulah yang memberimu nama.” Kata Minho. “Adah adalah nama ibu kami.”

“Suatu kehormatan untukku, Master.” Kata Adah

Minho menoleh kebelakang menatap rumah Muklan.Rumah itu terlihat gelap, suram dan aura kegelapan berada tepat diatasnya.

“Aku sangat merindukannya…” kata Minho

“Ibumu?” Tanya Adah

Minho menatap langit.

“Aku merindukan semua hal yang membuat jantungku berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Aku rindu…” Minho berhenti bicara.

“Kembalilah, Adah. Aku tidak akan pergi.” Kata Minho

Dengan ragu-ragu, Adah mengangguk lalu pergi.

.

.

.

.

Kai mengetukkan kakinya. Jika dia bergabung dengan The Circle of Diamond, dia harus berhenti berjualan dan dia akan menjadi seorang Penyembuh seutuhnya. Dan itu membuatnya takut.

“Dan Sulli… adalah Putri Raja?” Kai menggelengkan kepalanya. Wanita yang diselamatkan olehnya semalam adalah Putri Kerajaan Zaruum.

“Aku hanya perlu bergabung dengan kelompok ini selama perjalanan saja, kan?” Tanya Kai

“Ya.” Kata Kris

Jika The Circle berhasil, mereka akan menjadi pahlawan. Dia juga bisa menjual apa saja dan orang-orang pasti akan membelinya. Tapi yang terpenting saat dia bergabung dengan The Circle adalah saat dia berhasil menjadi Penyembuh, dia bisa membuktikan pada orang-orang itu tentang ayahnya.

“Aku ingin berbicara dengan Sulli.” Kata Kai

.

.

.

.

Sulli bersyukur saat melakukan ‘panggilan’ tadi tidak membuat lukanya terbuka lagi. Meskipun darahnya keluar sedikit tapi lukanya tetap tertutup.

“Aku tidak tahu kalau kau Putri Raja. Kalau aku tahu, aku akan memberikanmu makanan yang mewah kemarin.” Kata Kai

Sulli tertawa. “Tidak perlu. Makanan itu juga enak.”

“Mereka memberitahu apa yang The Circle lakukan. Mereka memberitahuku semuanya. Sejak aku dilahirkan, aku berpikir kalau aku akan mengikuti jejak ayahku. Ketika dia meninggal, aku merasa seperti kehilangan tempatku bergantung.” Kata Kai. “Tapi kelihatannya, sejak aku dilahirkan, aku memang terlahir untuk tidak mengikuti jejak ayahku, tapi untuk melengkapi The Circle dan mencari keturunan berikutnya.” Kata Kai.

Sulli tersenyum.

“Menyenangkan sekali bukan saat kau menemukan tujuan hidupmu?” Kata Sulli

Kai memandang keluar jendela.

“Kau sudah menemukanku sekarang, apa kita sudah siap untuk memanggil keturunan berikutnya?” Tanya Kai

Sulli juga menatap keluar jendela dari tempat tidur. Dia bisa melihat bintang-bintang bertaburan dilangit.

“Belum.” kata Sulli. “Kita harus menemukan 1 anggota yang sedang melarikan diri.” Kata Sulli. “Kita harus membawanya kembali.”

Sulli ingat terakhir kali ia bertemu Minho. Pada malam Adah menyerangnya, Minho menyelamatkannya tapi bukan karena dia ingin, bukan karena ia mengkhawatirkannya, bukan karena dia tidak ingin Sulli terluka tapi ia menyelamatkannya karena dia adik Putri Dhara.

Kai melihat mata Sulli mulai berkaca-kaca.

“Orang itu… siapa dia?” Tanya Kai

“Seorang teman. Salah satu anggota The Circle. Kita harus meyakinkan dia agar dia kembali pada kita.” Kata Sulli

“Bagaimana caranya?” Tanya Kai

“Setelah aku pulih, aku sudah memiliki rencana. Tolong bantu aku agar aku bisa sembuh secepatnya.” Kata Sulli

.

.

.

.

“Aku tidak setuju Sulli. Tidak akan ada yang menyetujui rencanamu. Tidak ada.” Kata Sunny

Sudah dua minggu sejak Kai bergabung dengan The Circle. Dan Kai memfokuskan diri agar Sulli bisa sembuh dengan cepat.

“Tapi Sunny, hanya itu rencana terbaik untuk mengetahui persembunyian Naga Hitam. Hanya dengan cara itu kita bisa mengetahui keberadaan Minho.” Kata Sulli

“Dengan membiarkanmu berada dalam bahaya? Setiap kali kau bertemu dengan naga hitam, kau selalu mendapatkan luka serius. Terakhir kali kau bertemu dengan Naga Hitam, kau hampir mati. Apa kau sudah gila?!” kata Sunny marah.

“Aku harus bicara pada Minho. Aku harus meyakinkan dia agar kembali pada kita. Atau kita tidak akan menemukan keturunan Zaruum berikutnya” Kata Sulli

“Tapi bukan seperti itu caranya, Sulli. Kau tidak boleh sendirian.” Kata Sunny

“Mereka menginginkanku. Jika aku muncul, mereka akan menangkapku dan aku bisa bertemu Minho. Aku bisa mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengannya.” Kata Sulli

“Terakhir kali aku melihatnya, dia terlihat tidak tertarik untuk mendengarkan kita.” Kata Sunny

“Kita tidak bisa berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa” Kata Sulli

.

.

.

.

TBC

Advertisements

15 thoughts on “The Next Bloodline [Chapter 28]

  1. Haaa makin seruu, meskipun updatenya agak lama aku selalu nunggu ff ini.

    Eon segera update lagi yaa, makin greget sama minho dan sulli nih. Fighting eonn

  2. Ketemu satu lagi anggota bru kai sang penyembuh, ti sayang aja minho oppa lum balik juga masih tinggal bersama muklan. Minho oppa sih sepertinya ud rindu akan sulli tpi dianya ngk sadar aja klu sebenarnya ud suka ama sulli. smoga usaha sulli meyakinkan minho berhasil.

  3. Yeeaayy… update,,, yuhuuu

    Tuuhh kaan benaarr ???
    Kai adakah seirang healer dn bagian anggita the circle slnjutnya, dan yg trkhir malah… hee
    Pncarian mreka tdk sia2,,, sukses
    Dan tntu saja pngorbanan sang putri jg mmbuahkan hasil yang fantastis
    Tapi… knpa satu org yg dmksud sulli bgtu sulit untuk bs brsama anggota the circle yg lainnya ???
    Tidakkah dia mrindukan kbesamaan yg sudh mreka lalui ???
    Apakah karena dia bagian dr naga hitam ???
    Aku tau… dia masih mnyimpan knangan saat mreka brsama dn aku tau dia sangat2 mrindukan seseorang,,, sulli
    Yaa… dia pasti mrindukan khdiran dn kbrdaan sulli disisinya
    Smoga minho segera sdar btpa dia sangat2 dbtuhkan oleh anggota the circle,,
    Apa yg akn drcnakan sulli ???
    Bgaimna cara sulli utk myakinkan minho ???
    Apakah smuany akn brhasil ??
    Semoga… good luck the circle of diamond
    Tnggal sdkit lagi,,,

    Next part chingu…
    Makin ke sini, seruuu
    Fightiiing ^_^

  4. ya ampyuuuuun..akhirnya…di update juga the next bloodline nya…rasanya bahagia,bercampur haru hehehe…jangan lama-lama donk author..ber-bener baper neh antara minho dan sulli..belum lagi rencana sulli untuk membawa minho kembali..rasa-rasanya part 28 brasa kurang puanjang..wkwkwk..semangat ya update nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s