THIRTEEN (13) – Part 3

13

Judul : Thirteen (13)

Genre : Roman

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast : Lee Byung Hun, Lee Jung Ah

Do You Believe 13 is Unlucky Number ? 

  I do.

3. Terjebak

.

.

 

Setelah pesta, keesokan harinya, Lee Byung Hun  menelepon apartemennya pagi-pagi sekali… jauh sebelum matahari terbit. Mungkin.  Entah  Sulli bisa melihat matahari terbit pagi itu atau tidak, karena yang dilihatnya adalah hujan salju yang  semakin mengingatkannya bahwa natal hanya tinggal menghitung hari… demikian juga  pekerjaannya di sana.

Seperempat jam dilalui Sulli dengan pikiran kosong… sementara telepon menempel di telinganya. Otaknya  mendadak bebal pagi itu, semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak dan selalu terbangun karena mimpi menakutkan. Tetapi  otak sebebal apapun pastinya bisa mengetahui kalau orang yang sedang bicara di telepon itu sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Setidaknya telinganya bisa menangkap banyak kata-kata kasar… banyak umpatan… banyak tuduhan… banyak  kritikan. Kepalanya kini benar-benar berdenyut, lalu dengan bingung dia menutup telepon.

“ Maaf, aku bukannya  tidak ingin bertingkah sopan… tetapi aku tak kuat mendengar itu lebih banyak lagi.” Kata Sulli pada telepon yang kemudian berdering… dan berdering kembali.

“ Oh ya Tuhan !!!” erang Sulli putus asa sambil memijat-mijat pelipisnya.

Dia tahu Lee Byung Hun tak akan berhenti sampai semua kekesalannya terlampiaskan. Dia sudah sering melihat hal itu dalam debat  para pimpinan. Dulu … pikiran polosnya memandang itu adalah salah satu sisi menonjol yang dikaguminya dari Lee Byung Hun. Berani, tak pernah kehilangan kata-kata untuk mempertahankan pendapatnya, gigih dalam menggapai tujuan dan tak pernah pandang bulu. Tetapi mengapa baru pagi ini dia melihatnya dari dimensi lain ? Mengapa selama ini dia tidak melihat bahwa itu adalah sebuah cerminan  sikap keras kepala ? Egois ? Dan sombong ??

“ Oh ayolah Sulli, jangan biarkan kepalamu yang sakit membuatmu menghakimi orang ! Lee Byung Hun tidak seburuk itu. Dia hanya perlu diyakinkan lebih banyak lagi bahwa kau benar-benar mau mengakhiri hubungan tanpa masa depan itu”

Image result for phone call off

Telepon kembali berdering … suaranya membuat telinga Sulli berdenging.  Tak sabar, akhirnya Sulli mencabut konektornya. Seketika apartemennya menjadi hening…

“ Setidaknya  hari ini aku tidak harus pergi ke kantor…”

Sulli kembali membaringkan tubuhnya, tetapi matanya tidak bisa kembali terpejam. Dia hanya melihat langit-langit kamarnya. Berharap kalau kehidupannya baru akan dimulainya hari itu dalam lembaran serba putih dan polos seperti langit-langit kamarnya. Berharap dia tidak punya masa lalu dan hanya perlu melangkah dari sekarang menuju masa depan.

“ Masa depan ? Masa depan yang mana ? Yang belum jelas itukah ? Masa depan yang justru harus  kulangkahi tanpa tahu kemana ? bagaimana ? Bahkan masa depan yang harus kutempuh berawal dari sebuah pelarian dari skandal dengan pria beristri ? Aaargh….!”

Sulli mengerang, kemudian bergulir ke samping. Dia tidak bisa berbaring dan memikirkan… hanya memikirkan dan menyesali tanpa berbuat apa-apa.

“Sekarang aku harus pergi setidaknya mencari informasi tentang apa yang bisa kulakukan di masa datang… “

Image result for Sulli run in a hurryImage result for Lee Byung Hun'

Tercabik  antara kekhawatiran tentang masa depannya yang tidak jelas dan konfrontasinya  terhadap Lee Byung Hun, yang diyakininya akan mendekati dan mendesaknya setiap saat bila ada kesempatan… Sulli memutuskan untuk menjauhkan dirinya dari beberapa kegiatan perusahaan yang bersifat kolektif. Selain itu dia benar-benar tak bisa berkonsentrasi dengan tugasnya di waktu-waktu  terakhirnya di perusahaan… di pekerjaannya yang sekarang. Semakin hari suasana dirasanya semakin menekan dan tekanan itu selalu  menghantuinya …mendekatinya… mengejarnya, bahkan mencuri ketenangannya di malam hari. Lee Byung Hun seperti bayangan yang tak terlihat tetapi terasa berada di belakangnya, mengincarnya, dan siap memangsanya.

Seperti pagi ini, Sulli  tergesa-gesa menuju persimpangan jalan  menuju kantor pemasaran dimana kantor atasan langsungnya berada. Dengan langkah yang bisa disebut tidak berirama…tidak beraturan… seperti kehidupannya yang  semakin hari semakin sulit untuk berkompromi dengan keadaan yang menekannya, Sulli menggenggam erat surat di tangannya. Berusaha menasihati diri sendiri bahwa keputusan itu adalah yang terbaik untuk ketenangan hidupnya. Atasannya memanggil mungkin berkaitan dengan surat pengunduran dirinya… pasti karena itu.  Butuh waktu dan kehati-hatian agar dia bisa menyelinap ke luar dari ruangan sempit tempat kerjanya, tanpa menarik perhatian. Sepuluh menit dia menunggu sebelum rekan-rekannya yang lain meninggalkan ruangan untuk makan siang mereka.

Bebelok ke arah lorong yang menghubungkan dua bangunan, Sulli mempercepat langkahnya. Wajahnya tertunduk, menghindari berbagi sapa dengan beberapa orang yang sedang dalam perjalanan menuju kafetaria. Jantungnya berdentam keras, bulu kuduknya merinding ketika dia mendengar langkah kaki lain yang datang mengikutinya. Tergesa.

Lee Byung Hun !

Sulli bahkan bisa yakin kalau itu adalah dia, sebelum sebuah tangan kuat menangkap pergelangannya dan memaksanya berputar untuk menemukan sepasang mata yang menyala seperti bara memerah di  wajahnya yang pasi.  Dia mengembangkan lembaran jurnal terbaru … sepertinya fotokopian… yang dikeluarkan perusahaan yang biasanya dibagikan ke beberapa divisi yang ada setiap akhir tahun. Jurnal yang berisi tentang kemajuan dan prestasi yang diraih setiap divisi.

“Apa artinya ini ?” dia menunjuk  sebaris kata yang jelas mencantumkan namanya dan  rencana penggantian posisinya di divisi pemasaran, karena pengunduran dirinya.

Sulli menarik nafas, mengusir rasa  ngeri dan marah yang muncul bersamaan di kepalanya.  Ternyata rencananya untuk pergi diam-diam gagal. Dia lupa, perusahaan selalu mencantumkan beberapa perubahan di lembar akhir jurnal sebagai catatan rencana ke depan.  Lee Byung Hun pasti akan menerima salinan jurnal , termasuk rencana keputusan pengunduran dirinya itu karena dia salah satu bagian dari pimpinan di divisi pemasaran… tempat dirinya bertugas.

Sulli menelan ludah, melawan dorongan naluriahnya untuk melarikan diri dari hadapannya, dari sumber kekacauan itu dan menghindari kemarahannya

“Itu artinya aku telah memutuskan untuk meninggalkan NST.” Jawabnya dengan suara bergetar.

“Seperti kau selalu menghindari untuk berduaan denganku dalam beberapa minggu ini. Ini tidak lucu !  Aku baru sadar bahwa aku telah gagal menjadi pria yang sesuai dengan standar seleramu yang tinggi !” Lee Byung Hun mendengus, mengejek ,” Tetapi sebagai satu pemegang kebijakan di divisi pemasaran seharusnya , kupikir ,aku layak untuk mengetahui masalah ini langsung darimu… bukan dari catatan yang diberikan oleh orang lain. Itu penghinaan, Sulli !”

Suaranya yang semakin keras memancing perhatian beberapa karyawan yang kebetulan melintasi jalan tersebut. Beberapa dari mereka berhenti dan memandang penuh rasa ingin tahu. Jika hal ini nantinya akan menimbulkan gosip tak sedap, kemudian sampai di telinga security yang suka bergunjing itu, Sulli bisa memastikan dalam hitungan menit situasi ini akan segera menyebar ke seluruh perusahaan.

“ Pak Lee, tolonglah…” Sulli memohon dengan  suara pelan  ,” Kita tidak bisa berbicara di sini. Terlalu banyak orang…”

“Benar….” Dia menarik tangan Sulli ke salah satu sudut dibalik bayangan gedung, cukup tersembunyi dibandingkan tempat mereka berdiri tadi ,” …apakah ini lebih baik ?”

Sulli menelan ludah,  tidak menjawab.

“Aku menuntut sebuah penjelasan !” geramnya

“Pak Lee !” Sulli mulai putus asa ,”Aku sangat berterimakasih  atas bantuanmu selama ini… sejak aku mulai bekerja di sini dan selama aku bertugas dalam divisimu. Aku sangat menghargainya. Namun dengan semua kejadian di Jepang, aku berfikir  tidak akan mungkin ada hal lain yang lebih di antara kita …selain hubungan kerja. Tolong percayalah padaku. Aku tak ingin menyakiti hati siapapun di sini.”

“Mempercayaimu… hah !” Dia memaki dengan kasar ,”Aku bisa mempercayaimu saat kau mengatakan bahwa alasanmu menghindariku adalah kesibukan pekerjaan yang kita punya setelah peluncuran produk. Lalu kau menulis padaku dan memintaku percaya bahwa karena keinginan hatimu yang terdalam kau memutuskan untuk berhenti mencintaiku , untuk keutuhan keluargaku Kau yakin aku akan percaya pada semua omong kosongmu itu ? Aku sudah mengawasimu sejak surat itu tiba di mejaku. Kejadian  saat pesta dan kabar yang kuterima hari ini, membuat aku tersadar dan semua itu terlihat sebagai sebuah motif terselubung di otakmu yang pintar.” Lee Byung Hun melangkah mendekat, wajahnya hanya berjarak beberapa inci darinya, “Ada apa sebenarnya ? Atau bisakah aku tanyakan ada “siapa” dibalik ini semua ? Apakah ini karena pria yang kau tarik ke luar dari pesta koktail malam itu ? Kau tidak kembali malam itu, aku memperhatikan. Apa yang telah kau lakukan,  pulang dan mempersiapkan dirimu untuk menyambutnya… ketika laki-laki itu punya kesempatan meninggalkan pesta ? Apakah dia benar-benar  hebat di tempat tidur, huh ?”

Nada suaranya meninggi beberapa nada,   kental dengan kemarahan dan makian kasar. Tiba-tiba  tangannya bergerak ke pipinya … mendorongnya perlahan sehingga kemudian Sulli merasakan punggungnya membentur tembok… tekanan jemarinya semakin kuat sehingga dia merasa sulit untuk bernafas.

“Apakah aku kau anggap terlalu tua untuk bisa melakukan yang lebih hebat dari apa yang dia lakukan padamu malam itu ? Aku sudah katakan berkali-kali… aku hanya perlu kau beri kesempatan !!”

“Tuan Lee ?” Sulli memalingkan wajahnya ketika laki-laki penuh wibawa dan selalu santun di kantor itu berusaha untuk menciumnya.

“Kau… wanita jalang !” Lee byung Hun menggertak dengan gigi merapat… di depan hidungnya, jemarinya mencengkram pipi dan dagu Sulli dengan kuat memaksanya untuk diam tak bergerak.

Beberapa detik berlalu, keduanya berdiri terpaku pada posisi masing-masing.

Kemarahan primitif seorang pria yang kecewa dan marah terlihat jelas di wajah Lee Byung Hun yang tegang dan kaku. Sulli terbelalak, ngeri… dia belum pernah melihat atasannya dalam keadaan seperti itu. Namun dengan sangat mengejutkan, tiba-tiba wajahnya yang keras dan keji itu bersalin rupa menjadi wajah seorang bocah laki-laki tak berdosa yang sering dilihatnya selama perjalanan mereka ke Jepang… Dan wajah itu kini terlihat penuh dengan rasa penyesalan.

“Oh Sulli.. manisku….” dia berkata dengan  manis dan lembut, bertolak belakang dengan kata-katanya tadi ,” Maafkan aku…” Suaranya serak, benar-benar menjanjikan penyesalan yang tulus. Jemarinya yang beberapa detik lalu seperti menusuk kulitnya kini bergerak mengusap tulang pipi Sulli dengan lembut, sebelah tangannya yang lain menariknya ke dalam pelukan. Mendekapnya dengan kencang ,” Maafkan aku, sayang. Ini hanya… ini karena aku begitu menginginkanmu…”

Lee Byung Hun membenamkan  wajahnya di rambut Sulli ,” Aku tak tahan memikirkan bahwa aku akan kehilanganmu ! Aku begitu memujamu… mencintaimu.” Kemudian dia mengangkat wajahnya, matanya mencari mata Sulli ,” Tetapi kau sekarang akan tinggal, bukan ?  Kau akan tinggal karena kau tahu betapa aku sangat membutuhkanmu di sini ?”

Matanya   memohon  dan dalam sekejap rasa suka yang pernah dimiliki Sulli untuknya selama ini lenyap begitu saja … berganti dengan rasa kasihan. Kasihan pada dirinya sendiri, pada Lee Min Jung, dan diatas semuanya, pada pria di hadapannya   yang terlihat terluka dan menatap penuh ketakutan padanya.

“ Pak Lee…” Sulli mendesah, bingung harus berkata apa.

“ Byung Hun…. bahkan ketika di Jepang kau memanggilku seperti itu.”

“Tolong jangan berkata apapun lagi.” Sulli berkata lembut ,”…sebab tak ada kata-katamu yang akan bisa merubah  keputusanku. Ketika surat persetujuan dari perusahaan tiba di mejaku, aku harus benar-benar pergi dari sini. Aku tidak mau jadi bahan pergunjingan…”

Suasana hatinya berubah lagi dengan cepat…  dan  semakin menakutkan Sulli.

“ Oke !!” Dia berkata geram, setengah berteriak ,”  Pergi !  Pergi saja ! Itu memang paling cocok dengan dirimu… selalu melarikan diri ! Keraguan dan gunjingan orang-orang … kau pernah menyebutnya  bahwa satu hal umum yang dilakukan wanita untuk menghindari itu adalah dengan cara melarikan diri. Tetapi bagiku itu hanya membuktikan satu hal. Kau seorang pecundang, Choi Sulli.” Dia kembali mendengus padanya ,” Oh aku tahu, otakmu sesungguhnya cukup cerdas…. tetapi sebagai seorang manusia yang seharusnya mampu meraih kesempatan yang disediakan hidup, memperjuangkan dan mendapatkannya… kau telah gagal, dan akan tetap menjadi seorang pecundang !”

Dengan sentakan keras dia mendorongnya sehingga Sulli meringis saat punggungnya membentur tembok cukup keras. Lee Byung  Hun meludah dan berbalik.  Kemudian berjalan dengan langkah berdentam penuh kemarahan menjauhi Sulli…  meninggalkannya terkaget-kaget di sana.

“ Sialan Kau !!  Kau adalah orang yang gagal, Sulli… Itulah dirimu dan kau akan terus seperti itu selamanya, di mana pun kau berada!” teriaknya sebelum menghilang di belokan.

Seperti setengah bermimpi, kata-kata itu berputar-putar dalam benak Sulli. Dengan  kasar  merangsek ke dalam dirinya, siap untuk menghancurkan kepingan harga diri yang tersisa… Sulli hampir… atau mungkin memang sudah percaya bahwa dirinya memang manusia yang gagal.

Dia memang telah gagal  merebut cinta kasih orang tuanya untuk tetap tinggal, gagal mempertahankan kakeknya untuk tetap hidup, satu-satunya kerabat yang dimilikinya. Gagal mendapatkan mimpinya walaupun hanya sebuah mimpi sederhana … dan kini gagal dalam pekerjaan… dalam kisah percintaan. Apakah memang kegagalan melekat  dalam hidupnya ? Menjadi bagian tak terpisahkan dari nama keluarganya ?  Apakah ini karena dia dilahirkan di tanggal sial… tanggal 13, sehingga dia harus melalui semua kepahitan ini tanpa berhak untuk mengeluh ?

Ayahnya pernah berteriak pada ibunya bahwa dirinya adalah anak sial. Ibunya sering berkata pada teman-temannya bahwa kelahirannya hanya membawa kesialan dalam hidupnya. Dan kini seorang pria telah menyebutnya sial karena menolak menjadi kekasih gelapnya.

“Apakah diriku memang seperti itu ?”

Sulli memejamkan matanya dengan putus asa, mencoba mengusir air mata yang mulai berkumpul di sekitar matanya yang menghangat.

“ Apapun diriku,  semua harus diselesaikan dengan cepat. Sebelum berita menyebar dan tedengar oleh isterinya…”

Dengan pikiran yang masih kacau, Sulli berusaha mengabaikan rasa sakit di dadanya dan kembali membuka mata. Siap untuk melanjutkan rencananya semua, menjauh dari kehidupan pria beristri yang kalap dan terobsesi.

                                                                                                                                                                                  Image result for Sulli run in a hurryImage result for a hand open the door office

Terlepas dari satu fakta bahwa dia dan Lee Byung Hun telah bicara berdua, di satu pojok yang terletak di bagian belakang salah satu gedung yang ditinggalkan penghuninya, yang mungkin sekarang sedang berkumpul di kafetaria untuk makan siang….  Pembicaraan yang berakhir dengan makian dan  sumpah serapah…. Sulli tertegun dengan fakta lain yang kini ada di hadapannya….

Matanya terbeliak kaget, terpukul oleh kesadaran tak terhindarkan.

Sepasang mata menatapnya curiga…  penuh dengan pertanyaan tak terucapkan, tetapi begitu jelas  terdengar di benaknya… Dia berdiri di sana… keluar dari pintu gedung di mana percakapan penuh  api itu sempat berlangsung.

Pria itu berdiri di sana… menatap…  hanya menatap… tetapi rasanya seperti mencehcarnya dengan  puluhan pertanyaan. Sangat jelas,  ada sesuatu yang  sekarang melintas di benaknya… dan apa pun itu, pastinya sangat berhubungan dengan dirinya. Berhubungan dengan pembicaraannya bersama Lee Byung In.

Kesialan apa lagi ini ? Lalu apa kini ? Mengapa di antara begitu banyak pria dan karyawan di NST dirinya harus bertemu dengannya ? Oh… bukan bertemu, tetapi kepergok habis bertengkar hebat dengan seorang pria beristri  yang secara tidak langsung adalah  atasannya juga !

“ Ya Tuhan, apakah dia mendengar kata-kata kasar yang dilemparkan Pak Lee ?” fikir Sulli panik,” Oh, bagus Sulli … kau benar-benar terjebak dalam situasi yang bisa mengacaukan seluruh hidupmu. Sekarang bisa dipastikan kau akan melenggang dari perusahaan ini tanpa harga diri dan rekomendasi !!’

.

.

.

===========T B C===========

Hai chingu, maaf untuk update yang lambat… ini karena banyak hal yang menghambat. 🙂

Eonni harap ini tidak mengurangi minat kalian untuk tetap membacanya, juga tidak membuat kalian malas untuk memberikan kritik/komentar. Agak sedih juga sih melihat ketertarikan terhadap Min-Sul semakin merosot. Tetapi yang membuatku semakin bimbang untuk terus menulis… dari 100 lebih view yang membaca ff ini hanya sedikit yang menulis komentar. Aku jadi berfikir apakah FF minsul sudah tidak menarik lagi ?

Apakah perlu untuk melanjutkan semuanya ??

Give me a hint !!

Advertisements

39 thoughts on “THIRTEEN (13) – Part 3

  1. Lagi asik bca eh malah udah selesai…siapa yg lihat kjadian itu ya?? Apakah minho oppa? Jadi makin penasaran.. lanjut eonni.. aku akan ttp suka ff minsul apalgi karya eonni.. keep writing ya.. fighting

  2. siapa llki yg dngr prckpan antra sulli dgn llki tua tue .. minho ka .?? panasaran …huhuhu ..
    bgi ku ff minsul nya menarik dan aku tetap akn suka dan sokong minsul ff smpai2 bila2 .. (^-^) lanjutan kan nya ….
    fighting!! ..

  3. ommoo…. siapa ya “Dia” ituhh….. ? Mngkinkah minhoo….. Wooooaaaaaa…… jd makin penasarannn bingitsss nih eonnie. Jangan lame-lame y eonn…. ngarep banget unk next episode.

  4. heyy eonnn. walaupun pembaca minsul berkurang. aku, akuu akan selalu ada dibarisan paling depan buat bacaa ff eon^^ bagiku, ff minsul selalu menarik. aku tidak peduli knyataannya kayak apa. selagi aku bsa berharap aku akn berharap ^^

    dan.buat ff eon. kerennnnnnnnnn. tapi mommt minsulnya blum ada yak eon? ndk apaa. sabr aja lah dluu yaa. biasanya yg d belakang2 ni mncul mingnya bkalan manis nih ceritanyaa. kkk~bapak tua itu ngapa lagi? bosen hdup om? sianida mrah nih om

  5. mksa bnget si om2 itu ke sullinya… 😠 kyak org gngguan jwa aja…
    ksian sulli, dpet kslitan trus… dia itu minho ya… jngn smpai mnho slah sngka y… d tnggu lnjutannya.. fighting… 💪

  6. Iiihhh… jdi ksel sndri bcanya itu om2 mksa bngt sulli sihh..kesannya sulli ky yng ga pnys harga diri
    omooo.. sypa orang yng ngdngr perckpn sulli sm som2 yahh
    apkahh mng oppa ???

  7. View bnyak tapi yg tinggalkan jejak sedikiitt
    Hhmmm… Itu namany siders eonni,,,
    Yang kurang pemahaman… mereka mengerti namun tak paham maksud dari sang narator/penulis,,,
    Mereka kekurangan sumber energi eonni,,, vitasun or vitaminsul…hee
    Semoga mereka dbrikan scercah cahaya untuk bs mrenungi diri biar tdk jd siders,,, aamiin 🙂

    Dan lagiii…
    Ssul selalu mengalami problema kehidupan,,,
    Complicated…
    Apa iyya setiap masalah demi masalah yg hadir selalu kau kaitkan dgn angka kelahiranmu, ssul ???
    Apakah harus seperti itu ???
    Oh ayolaahh sulli…
    Itu adalah sebagian dr bumbu2 khdupan yg prlu kau lewati, hadapi dn jalani..
    Asal kau lebih kuat dn tegar sajaaa,,,
    Memang..keinginanmu utk lepas dr genggaman si nampyeon tak semudah ataupun semulus yg kau rncanakan
    Aplgi si nampyeon yg gila itu sangat2 brusaha utk MEMILIKIMU,,,
    Dia akn melakukan segala cara… pastinyaa
    Sebelum mndapatkan apa yg diingnkan, rasany ini nampyeon tak mau brhenti deh.. #dasarnampyeongilaa
    Tapi, tak mngurangi sdkitpun kputusanmu utk bnar2 mnghilang darinya sulli
    Jangan goyah,,, tetaplah pada apa yg sudah mnjadi tekadmu
    Jangan trpngaruh dgn rayuan manis nan penuh “bisa” dr nampyeon gila itu
    Oke ssul ???
    Dan ooo oo… siapa yg mncuri pasang prhatian dr balik sana ???
    Mnyksikan prtngkaran hebat pnuh dramatis sntara ssul dn nampyeon ???
    Apakah seseorg itu yg dkenal ssul ??
    Mungkinkah namja yg mmbntunya d pesta ??
    Namja yg secra singkat hadir dn prgi mninggalkanny bgtu sajaa ???
    Apalagiini ??
    Namja yg misterius ??
    Selalu hdir d saat ssul bnar2 trjebak dgn brbagai problema..
    Apa yg akn trjdi antara ssul dgn namja itu ?
    Bgaimna klnjutan surat pngunduran drinya ??
    Diterima atau …..

    Apapun yg trjadi, yang sudah brlngsung harus dteruskan eonni…
    Sampai “끝 (keut), ending”
    Saeng mngharapkan ssuatu yg spesial dr ff ini eonni..
    Ini ff comebckny eonni dr hiatus yg lama,,
    Saeng tdk mau hny krena sider yg kurang pemahaman itu,,, smuany trhenti..
    Eonni adalah sumber energi yg selalu mmbgi khangatan utk saeng dn para readers yang lain
    Tetap semangat eonnikuh..
    Maafkan jika kata2ny saengi ada yg tak brkenan,,,
    ALWAY LOVE MINSUL AND SUPPORT EONNI MATAHARIKU…
    EONNIDAEBAK
    MINSULJJANG♥♥♥

  8. Wow.. ternyata benar kan? Bukan hal mudah untuk Sulli melepaskan diri dari si pak tua, sekalinya mau coba melepaskan diri malah begitu.. menurutku si pak tua sudah keterlaluan ya.. sekasar itu hanya karena keegoisannya dan tidak memikirkan perasaan Sulli yang dihantui rasa bersalah. Dan lagi, apa pria misterius yang nongol di akhir itu nguping ya? Disini terlalu banyak pertanyaan, tentang Minho yang di part lalu juga belum terjawab…sekarang nongol lagi yang entah itu siapa..haha
    Mianhae eonn, aku terlambat baca. Aku rindu minsul momentnya eonn, kapan ada moment romantis minsul..hehe.. banyakin minsul momentnya ya eonn..
    Menurutku sih masih banyak eonn minsul shipper yang ada.. hanya saja mungkin mereka punya banyak kesibukan lain makanya jarang nongol. Kalo masalah silent readers yahh mau digimanainpun susah mengatasinya.. hehe.. please jangan berhenti bikin ff minsul ya eonn, makin banyakin ff minsul pasti kan banyak yang baca dan suka lagi sama minsul..hehe.. #maafin komentarku aneh

  9. Mending di jauhin aja tuh om2 beristri bkin hidup sulli susah aj ntar. Mana tu om arrogant egois dan kasar pla ama sulli. Ud bner keputusan sulli berhenti dan menjauh dr lee byung hyun tu. Dan menjalin kehidupan bru, minho oppa bkn sih yg liatin sulli. Ud slit bgt hdupnya sulli dr dia kcil.

  10. Eonni jangan berhenti untuk menulis cerita minsul please saya sangat menyukai cerita minsul jadi saya sangat berharap eonni akan selalu menulis cerita minsul hwaiting eonni

  11. Mungkin karena masih di awal2 jd belum banyak yg minat krena msih blm mngerti alur nya,msh banyak rahasia heheh tp menurutku bagus.. Update lagi yaaa

  12. belum ada moment mnsul? (sedih)waaaaah
    apa jadinya ya? di part selnjutnya….
    kasian ya sulli… ditinggal ortunya, diejek pula 😦 sekarang atasannya waaahbener2 hidup yg menyedihkan

    sabar ya eonni ^^ kalau minho ada pasti semua akan berlalu

    dina eonni lanjut

  13. Wah siapa yang dengerin pertengakaran Sulli sama Lee Byung Hun? Jgn2 Minhi… Kira2 apa pendapat Minho ttg Sulli? Jgn sampe salah paham deh… Lanjut din

  14. Minhokah yang ngedengerin pertengkaran antara byung hun dan sulli. Tapi byung hun juga egois, masak sullinya yg di salahin gak ngaca apa dia udah punya istri dan anak tapi masih ngedeketin sulli😒😒.
    Keep writing kak masih banyak dari kita yg nungguin karya2nya kakak. Jangan patah semnagat💪💪💪😉😉😉

  15. Eonni, saranku sebaiknya ff ini dikasih keterangan part kayak di ff FIRE, supaya lebih mudah cari lanjutannya dan nggak bingung.. thanks eon, fighting terus lanjutin ff’nya..

  16. Ih sumpah bacanya geli banget sama om om yg sangat terobsesi sama sulli. Siapa kiranya yg mencuri perdebatan antara lee byung hyun dan sulli? Minho kah? Momen minsul pls hehe jgn berhenti menulis cerita minsul kak. Cerita mereka selalu menarik krn cuma di ff kita bisa bermimpi minsul nyata.

  17. Jangan putus asa gtu dong eonni, semangat nulis ffnya.. kita disni nungguin trus karya.karya eonni
    Apalagi ffnya bkin penasaran certanya.. lanjut ya eonni. Fighting and keep strong

  18. Ya ampuun ngeri banget si byung hun. Kasar bgt sama cwek jauh lbh muda. Nyebelib bgt ai bkin sulli semakin tertekan. Hiks..
    Itu minho yg liat sulli? Apa dia denger semuanya? Atau baru datang? 0.0
    Dinaaaa semangat nulis yaa.. emang sih semakin kesini smakin ssikit. Tapi masih banyak jga kok dari kita yg msh tertasik dengan minsull
    Semangattttt!!!!!

  19. Melarikan diri dari masalah yg seperti itu adalah yg tepat jadi tidak apa apa sulli. Cari lah kebahagiaan yg lain selain mencintai pak tua itu

  20. Wkwkw udah nyampe part 3 yahh cepet hihihi ohh iya aku di lart 3 cuma baca sedikit² soalnya harus sistem ngebut jadi dehh selewat dulu, dan aku mau nanya eonni sebenarnya ini teh genre nya roman doang atau ada horor nya yakk, soalnya posternya ada kaya horor gitu wkwk, apa perasaan doang ahh ini efek garagara selewat kali yakk, maaf komen gaje fighting and always be support 😄😀😘😅💪👏👍

  21. udah tua gatal udah pnya istri sikapnya kasar, msih ajj gangguin sulli.. Tuh om2 ngak ada brhentinya ganggu ktenangan sulli.. Tpi kpan ini minho nongol?? Smangat trus buat eon..

  22. Estogeh itu aki2 hobinya ngerecokin sulli mulu , uda tua ngomongnya kasar begitu -_-
    Yg liat itu pst babang minho deh , beeeh recok dah nii salah paham pstnya –”
    Eon din trus lanjut yaa , aku bakal baca kok .. Keep fighting eonni 🙆

  23. Byung hun om” yg ndak tau diri .
    Udah punya istri cantik , punya anak kembar kok ya masih deketin sulli .
    Pake maki” segala lagi .
    Dasar pak tua .
    Ah itu sosok yg menatap sulli apa lelaki yg kmrn d pesta koktail ?
    Maraton nih bacanya biar ndak ketinggalan .

  24. Wohoo apakah memang selalu seperti itu, seorang bawahan tidak bisa berbuat banyak untuk menolak. Jika dia menolak maka karirnya akan hancur saat itu juga.
    Apakah kehidupan perkantoran seburuk itu?

    Jengkel lihat sulli di perlakukan seakan akan dia boneka yang karus mematuhi semua kemauan lee byung hun.

    Dan eonni, kami masih suka ff minsul. Teruslah menulis untuk minsul, mereka masih tetap jadi yang terbaik. Meski bukan untuk saat ini..

    Semangat eon

  25. pria tua menyebalkan … uuuhhh eonni aku sampai ikut kesel sama si ajushi itu …apa2an dia…. bersyukurlah kalo sulli harus keluar dari sana .. itu yang terbaik 😔

  26. Aduh Sull eon, gak banget dengan pria seperti Lee Byung Hun itu
    Pria seperti itu gak baik untuk menjalin hubungan, bakal sengsara (kayak pengalaman aja)
    Eon itu gak sial kok, gak selama nya angka 13 menunjukkan kesialan. Mungkin emang belum jalannya, akan ada rencana indah untuk eon nanti kok eaaaak

  27. Dasar ajhussi tua,kata2nya sangat kasar.tak usahlah memojokkan sulli.siapa lagi pria misterius itu?apa dia mendengar pembicaraan sulli.fighting eon.

  28. Sungguh tdk tau diri itu om om..bukannya udh punya istri malah mau cari pacar lg..haduhhh..sudah pasti sulit klw mau mengundurkan diri klw masih ada itu om om omnya..
    Bukan kesialan diangka 13.itu cma kebetulan aja sulli.jgn dipikirin.nasib baik akan kmu dapatkan sebentar lg.tenag aja..
    Aku suka kok ff nya..terusin eonni..semangatttttt.

  29. Semakin menarik ceritanya.. Pada mula nya saya tak faham tapi Sekarang saya makin faham.. Terus kan aja ff ni.. Masih ada Yang baca.. Fighting!!! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s