Thirteen (13) Part 9

13

Judul : Thirteen (13)

Genre : Roman

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast : Lee Byung Hun, Lee Jung Ah

       Do You Believe 13 is Unlucky Number ?  

 I do.

9. Pertukaran yang Adil

“Kau harus menanyakannya pada Dokter Choi Minho, Sulli…” kata So Eun bersikeras, keesokan harinya, ”Tidak peduli apapun pendapat pribadiku tentangmu, Dokter Choi Minho adalah terapis yang bertanggung jawab atas Young Jin. Dan dalam hal ini, hanya dialah yang akan bisa memberikanmu izin.”

“Tapi So Eun, aku….” kata Sulli ragu.

“Tidak bisa ?” lanjut Soeun dengan senyuman penuh arti.

Sulli tertegun, bertanya-tanya apakah yang telah didengar So Eun tentang kunjungan dokter Choi Minho ke apartemennya malam itu. Dia benar-benar seperti menyimpan sesuatu yang membuat Sulli memerah.

“Tentu saja kau bisa, sayang. Dia adalah pria muda yang sangat baik dan dia mungkin akan sangat gembira mendengar niatmu.”

Bukan kata “baik” dan “sangat gembira” yang akan dipilih Sulli untuk menggambarkan dr. Choi Minho yang diketahuinya dan kemungkinan reaksinya bila mendengar permohonannya. Sulli terus berfikir selama langkah-langkahnya menuju kantornya. Yang terbayang di kepalanya hanyalah sikap angkuh , sombong, meremehkan dan sarkastis… mungkin itu kata-kata yang lebih tepat menggambarkan pria tersebut. Dan kata-kata “pria muda” melayang-layang di benaknya. Malam itu… dan dari beberapa pertemuan yang telah dilaluinya, dokter angkuh itu tidak bisa disebut muda.

Mungkin usianya sekitar 30-an, tergolong muda memang, tetapi dia adalah pria yang dalam novel-novel akan digambarkan sebagai pria dengan tampilan dingin, keras, tanpa rasa belas kasihan – yang dalam satu hal telah dibuktikan Sulli, yaitu ketika  dengan kasar dia telah mendesaknya ke punggung kursi malam itu – yang tentu saja telah membuahkan kesan tak tertolakkan dalam dirinya. Tekanan suaranya, mimik wajahnya, caranya menatap, caranya mengangkat alisnya yang tebal, cara bibirnya melengkung mencemooh…   secara personal telah mengejutkan Sulli dengan perasaan kerdil dan terintimidasi yang dimunculkannya. Sebagai perbandingan, Choi Minho adalah sosok yang menampilkan kematangan , yang membuat seorang pria seperti Lee Byung Hun yang notabene usianya jauh lebih tua, terlihat seperti anak ingusan.

“Seberapa banyak mata itu bisa melihat apa yang tersembunyi dalam diri seseorang dari apa yang mereka perlihatkan di permukaan ? Seberapa banyak tatapannya yang tajam bisa membaca pikiran orang lain ?” pikir Sulli, bergidik dengan ide-ide yang muncul kemudian.

Terngiang kembali kata-kata Joong So Eun dan raut wajahnya.

“Apakah So Eun mencium ada yang tak beres di antara kami ? Apakah dia bisa melihat bahwa nama Choi Minho selalu menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diriku ? Apakah dia berpikir aku dan Choi Minho…?”

“Istriku ini adalah tipikal wanita romantis, dan semakin menjadi dengan dua remaja  puteri di sisinya…”

Kalimat suami Joong So Eun malam itu membuatnya tersentak. Sulli mengernyit ,

” Mungkinkah wanita itu berfikir untuk menciptakan hal romantis di antara kami ? Itukah sebabnya dia berkeras agar aku menemui Choi Minho dan meminta izin padanya ? TIDAK !! Apa yang Soeun sarankan agar aku menemuinya  benar-benar keterlaluan ! Aku tak mungkin pergi menemuinya, apalagi meminta izinnya tentang Young Jin!”

“Selamat siang Dr. Choi… saya mencarimu dari tadi !!”

Sulli tersentak, melihat dengan bingung pada sosok ringkih yang berdiri tepat di pintu masuk kantornya.

“Profesor ?” tanyanya dengan rasa bersalah karena mencuri waktu untuk mengunjungi Joong So Eun.

“Data terakhir ER202, apakah kau menyimpannya atau sudah menginputnya ke komputer ? Aku sudah mencari, tetapi datanya tidak muncul.”

“ER202 ? Maafkan, tetapi anda belum memberiku data yang terbaru selain yang anda minta untuk mengopinya. Data-data tersebut sudah kusimpan di kantor anda dalam satu kotak. Aku sudah memberi catatan khusus kepada sekretaris anda.”

Ingatan Sulli melayang pada hari dia menemukan sosok Young Jin yang menempel ke tembok dimana taburan salju mengepungnya. Kemudian ingatannya berpindah pada malam nahas yang membuatnya semakin membenci sosok Choi Minho.

“Apakah sekertarisku tidak memberitahumu tentang ER202 ? Apakah aku lupa ??” Profesor Kim terlihat linglung dan putus asa.

“Begini saja, aku akan menanyakannya ke sekertaris anda. Nanti aku akan menghubungi anda dalam… 15 menit ?” tanya Sulli sambil melihat jam yang melingkari tangannya.

“Baik. Lima belas menit…” lelaki itu mengangguk setuju ,” Err… aku akan berada di kantorku  sampai makan siang.”

Sulli memandang kepergian Profesor Kim, menarik nafas, bertanya-tanya dalam hati apakah manusia segenius  profesor Kim bisa mengingat kapan tepatnya jam makan siang. Tersenyum sendiri, dia melangkah ke dalam ruangannya.

Related image

Melewatkan jam makan siang. Itu adalah pilihan yang dilakukan Sulli karena dia terpaksa harus mengobrak-abrik ruangan sekretaris Park, untuk menemukan berkas yang dicari profesor Kim. Dan dalam 20 menit berkas itu ditemukan terselip di antara tumpukkan map. Ketika dia diminta mengantarkannya oleh nyonya Park ke ruangan profesor Kim, tak terbayang sama sekali di benaknya kalau dia akan tertahan di sana selama hampir tiga jam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan profesor Kim tentang banyak hal yang bahkan tidak ada sangkut paut dengan pekerjaannya. Sebetulnya Sulli bisa menghindari semua itu, tetapi demi kesopanan dia memilih tinggal dan menjawab seperlunya. Beberapa kali Profesor Kim mengeluh kalau dia sedang bosan dan perlu bertukar pikiran dengan seseorang, walaupun kemudian dia hanya berbicara tanpa arah… dan sekali lagi, sesuai dengan yang diperkirakan Sulli… pria genius itu telah melupakan waktu makan siang mereka sama sekali.

Mendekati waktu break untuk minum teh, Sulli meninggalkan ruangan Profesor Kim dengan kepala berdenyut dan perut keroncongan. Dia ingat, hanya memakan sepotong biskuit dan teh tadi pagi. Setelah mengunci ruangannya, dia memutuskan untuk minum kopi dan kudapan yang bisa mengganjal perutnya sampai waktu makan malam. Tetapi dia harus kecewa ketika kantin yang dekat dengan kantornya sudah penuh.

“Semua kursi terisi penuh, Han Eun ?” tegur  Sulli pada pelayan yang dikenalnya.

“Benar Dr.Choi. Hari ini  banyak karyawan dari kampus minum di sini. Aku tidak melihatmu saat makan siang tadi.”

“Ya, ada pekerjaan yang harus kubereskan dengan Profesor Kim.  Tadinya aku berpikir untuk memesan kopi dan makanan berat di sini. Tapi….”

“Pergilah ke keopijeom, Dr.Choi…” pelayan itu menyarankan ,” Kudengar hari ini mereka mengadakan acara untuk anak-anak asrama. Itulah sebabnya sebagian karyawan berkumpul di sini. Kau tahu, mereka tak tahan dengan kekacauan yang dibuat anak-anak.”

“Oh… terimakasih .”

Sulli meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju sebuah bangunan kecil di tepi danau yang biasanya dipakai untuk makan siang oleh karyawan di universitas. Dia jarang ke tempat itu karena rasa malas untuk berinteraksi dengan banyak orang. Tetapi karena acara anak-anak seperti yang disebutkan Han Eun tadi, mereka sekarang berkumpul di kafe langganannya.

Related imageImage result for group of children korea

Sulli menghabiskan secangkir kopi hangat dan dua kerat sandwich di tengah keramaian anak-anak. Dari tempatnya duduk dia memperhatikan sekitar 15 anak yang terbagi dalam dua kelompok kecil. Anak-anak yang lebih kecil berlarian di sepanjang koridor, berseliweran melewati mejanya. Mereka gembira berada di ruangan terbuka, sibuk bermain dengan kelompoknya tanpa memperhatikan terpaan udara dingin yang berhembus dari arah danau. Hampir semua anak tampaknya senang. Ya hampir, kecuali Young Jin tentu saja. Walaupun ke setiap sudut ruangan matanya mencari, Sulli tidak bisa menemukan sosoknya.

“Young Jin sekarang pasti berada di suatu tempat, asyik dengan dunianya sendiri. Dunia yang tak bisa dibaurkan dengan sekitarnya…” pikir Sulli sedih ,” Belum tentu semua orang yang  sekarang peduli padanya bisa memahami dunianya… perasaannya… Dan akan sampai kapan itu berlangsung ?”

Sulli menarik nafas panjang untuk mengusir rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi dadanya. Bayangan mata biru kosong dan wajah yang menampilkan bekas luka itu kembali mengacaukan hatinya.

“Bagaimana mungkin aku tidak peduli dan membiarkannya dalam penderitaan ? Dia membutuhkan seseorang yang bisa memahaminya… dia membutuhkan bantuanku…”

Sulli tahu, menemui dan berbicara dengan dr. Choi Minho adalah jawaban yang tepat. Young Jin sangat membutuhkan bantuannya. Dia patut mencobanya, tak peduli nanti pria yang bertanggung jawab atas Young Jin itu akan menolak, atau malah mencelanya. Bersentuhan dengan dunia Young Jin seakan memelintir perutnya hingga sakit, dan untuk menghilangkan rasa sakit itu dia harus melangkah mengambil resiko. Dirinya sudah melewati banyak penghinaan dan penolakan, tak ada salahnya jika menghadapi satu penolakan lagi… tetapi Young Jin, anak malang itu pasti kebingungan dengan semua ketidakadilan yang terjadi pada dirinya. Dan dia sudah menutup dunianya dari sentuhan dunia luar…

“Oh Tuhan… aku   tak bisa membiarkan itu terjadi ! Dengan menyelamatkan satu anak dari kehidupan suramnya di masa datang, aku tahu itu tidak akan menyebabkan banyak perubahan pada dunia… tetapi setidaknya aku bisa membuat diriku berguna bagi orang lain… bagi orang yang mungkin saja akan kehilangan kehidupannya…”

Batin Sulli masih berperang saat dia mengambil  mantelnya dan berjalan meninggalkan bangunan kecil itu menuju bangunan tempat kerjanya. Suara tawa dan jeritan masih terdengar di belakangnya. Lapisan salju yang diinjaknya menyisakan gumpalan-gumpalan menyerupai serbuk gula pasir di dekitar sepatunya, terasa dingin . Sementara matahari yang cerah bersinar di langit yang tanpa awan, sangat berlawanan dengan tiupan angin  dingin menggigit dari  arah danau.

Sulli keluar dari bayang lorong dua bangunan, matanya langsung terpaku pada sebuah mobil biru metalik yang terparkir di sisi mobil putihnya yang mungil dan terlihat tua. Itu adalah mobil dokter Choi Minho. Sekarang adalah hari Kamis, salah satu hari dimana biasanya pria itu menghabiskan waktunya di seputar Asrama dan Lembaga Penelitian. Bila dirinya tak menemui laki-laki itu hari ini, berarti dia tidak akan bisa menemuinya lagi sampai hari Selasa minggu depannya. Dari jadwal yang diberikan Joong So Eun kepadanya, hari Jumat sampai Senin adalah jadwal pekerjaannya di belahan lain kota Incheon, yang dia sendiri tidak tahu di mana. Berarti empat hari…

“Ya, empat hari akan dilalui Young Jin dalam dunia kesendiriannya …”

Sulli membayangkan dirinya bertahun-tahun ke belakang, saat setiap malam dan tidurnya dipenuhi kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan. Jangankan satu malam, satu jam saja rasanya sangat sulit untuk bisa bernafas lega…tanpa mimpi dan kesedihan. Setiap detik yang dilewatkannya dengan mengutuki diri sendiri karena semua orang telah memilih pergi meninggalkannya.

‘Apakah Young Jin akan kubiarkan menderita selama 4 hari ini ? Dapatkah aku melalui perasaan bersalahku karena telah mengabaikannya… padahal aku tahu dia membutuhkanku ? Apakah aku bisa membenarkan keegoisan seperti ini… hanya karena aku membenci Choi Minho, aku membuat anak itu  …”

Pemikiran itu telah membuatnya ketakutan, seperti juga  ketakutan yang dirasakan beberapa malam sebelumnya, saat dia berbaring sendirian di kamarnya… dalam kesendiriannya di bangunan berlantai dua dengan barisan kamar-kamar kosong yang mencekam. Memikirkan Young Jin tak bisa membuatnya tidak memikirkan Choi Minho.

“Apa yang kulakukan sebenarnya ? Membayangkan kekejaman dan kekasarannya di kursi sofa itu, yang berkali-kali kucoba untuk memahami alasannya. Tetapi Tuhan… aku  tak bisa memaafkan itu, aku tak bisa menemukan alasan mengapa dia melakukannya ! Dan aku lebih-lebih tak bisa memaafkan diriku sendiri karena bereaksi begitu memalukan terhadapnya!!”

Sulli menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran-pikiran itu dari benaknya. Tetapi usaha itu gagal. Alisnya melengkung meninggalkan garis mendalam di keningnya. Sulli tak mengetahui apa yang membuat seseorang yang baru dikenalnya memiliki penilaian yang demikian buruk tentang dirinya. Dia nyaris tak mengenali pria itu, tetapi sepertinya pria itu mengetahuinya demikian banyak… sehingga   merasa berhak dan pantas memperlakukan dirinya seperti itu. Bagi Choi Minho sudah jelas, dirinya itu bodoh, rendah, egois, dan terobsesi untuk mencapai sesuatu yang dangkal. Apakah itu ? Dia sendiri tak mengetahuinya. Sulli tidak akan pernah bisa melupakan ekspresi angkuh dan sombong di wajahnya, ketika dia mendesaknya ke sudut kursi sofa itu dan menghukumnya dengan gerakan bibir serta jemarinya yang kasar. Bagi Choi Minho dirinya bukanlah wanita yang patut dihargai, diinginkan. Dirinya tidak  dinilai selayaknya manusia.

Mengapa ? Entah…

Tetapi bukankah Lee Byung Hun juga pernah memperlakukannya seperti itu ? Bila diberikan lagi sedikit waktu… mungkin akan bertindak lebih parah dari apa yang dilakukan Choi Minho ?

Mengapa ?

Apa kesalahan dalam penampilannya yang mendorong semua orang sepertinya berhak menilainya rendah ? Apakah ini karena dia dilahirkan di angka sial ? Lalu apa yang bisa dilakukannya untuk menghapus kesialan itu ? Dia tak mungkin memutar balik waktu.. untuk kembali ke perut ibunya..  meralat tanggal  lahirnya, meralat jenis kelaminnya, meralat penampilannya…

TIDAK !! Dirinya sekarang bukanlah anak kecil yang bisa berandai-andai karena dia tahu pasti itu semua tidak mungkin. Choi Sulli sekarang sudah dewasa… bisa menerima kesakitan apapun yang diberikan hidup, dan tak akan tunduk serta menyerah !

“Tetapi Young Jin….. Oh Tuhan !!”

Sulli menutup mulutnya, menepis bayangan mengerikan tentang anak kecil bermata biru dengan pipi cekung dan segurat bekas luka di pipinya. Dia mempercepat langkahnya, melintasi jalanan dari semen yang masih basah.

Related image

“Masuk !”

Sulli terperanjat menyadari dirinya sekarang berdiri di hadapan pintu tertutup, di sayap lain bangunan Lembaga Penlitian. Ditatapnya papan nama yang tergantung di pintu dengan mata membulat. Ternyata pikirannya yang kalut telah membawa langkah kakinya ke tempat yang secara naluriah paling ingin dihindarinya sampai kapan pun. Ruangan dr. Choi Minho .

“Masuklah !”

Suara cukup keras mengulang perintah sama, yang entah bagaimana telah mengirim sinyal ke otaknya untuk menggerakkan tangan dan kakinya. Memutar pegangan pintu dan melangkah ke dalam. Tetapi begitu berada di dalam, kesadarannya seolah-olah terbuka lebar, sehingga dia siap untuk berbalik dan berlari dari sana. Sayangnya badannya tiba-tiba membeku dan tak bisa bergerak, otaknya seolah kehilangan kemampuan untuk memerintahkan tubuhnya sendiri. Seolah-olah fisik dan psikisnya lumpuh. Yang bisa dilakukannya hanya terpaku di tempatnya, menatap dengan  penuh kecemasan.

“Ya, apa yang kau inginkan ?”

Choi Minho yang sedang menulis di mejanya menghentikan pekerjaannya dan mendongak… menatapnya dengan sikap acuh tak acuh, seolah-olah mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Sulli hampir merasa yakin kalau siapapun tak akan  mungkin bisa melupakan peristiwa malam itu di apartemennya, tetapi tampaknya Choi Minho jelas-jelas telah melupakannya.

Sulli menjilat bibirnya yang dirasanya tiba-tiba kering ,”Bisakah saya mengganggu anda sebentar ?”

“Oke. Duduklah bila kamu suka.” Jawabnya ,”Tetapi aku harus menyelesaikan ini dulu.”

Choi Minho melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat terhenti, menuliskan kembali beberapa catatannya. Sementara Sulli duduk dengan mata yang terpaku pada kepalanya yang menunduk, mencoba untuk tidak mengingat kembali bagaimana tekstur rambutnya saat terbelit fdalam jemarinya… atau bagaimana warnanya yang hitam legam begitu kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.

“Baiklah…!”

  Image result for Choi Minho smirk Image result for choi SUlli

Ketika dia mengangkat kepala, dia memergokinya tengah menatap setengah melamun. Matanya sedikit menyipit, Sulli merasa darah di tubuhnya serta merta bergerak naik ke kepalanya dan membuat wajahnya panas. Tentu saja dia tak akan mengetahui apa yang dipikirkannya, bukan ? Apabila dia bisa menebaknya, satu hal yang harus dilakukannya untuk menutupi semua itu adalah dengan menunjukkan sikap sopan dan formal sebisanya, kalau memungkinkan harus tampak senatural mungkin.

“Apa yang kau inginkan ?” Minho bertanya, melirik sekilas ke jam tangannya.

Tampak sekali dia terlihat kurang tertarik dengan kedatangannya, tetapi justru sikapnya yang seperti itu telah membuat kepercayaan diri Sulli sedikit meningkat.

“Saya datang menemuimu untuk membicarakan masalah Choi Young Jin…”

“Ya. Joong So Eun telah mengatakan bahwa kau mungkin datang kesini untuk Young Jin.”

Choi Minho berhenti, memberikan waktu kepada Sulli untuk melanjutkan kata-katanya, tak membantunya sama sekali. Sulli bergerak di kursinya, tak tahu apa yang harus dikatakannya.

“Apa  yang bisa kutawarkan padanya agar dia memberiku izin dan kepercayaan untuk membantu Young Jin? Mungkin sebaiknya aku mengatakan kepedulianku tentang Young Jin. Dia bisa saja merendahkanku, menganggapku tidak layak sebagai manusia … tetapi sedikitnya aku tahu apa yang akan kulakukan karena aku punya latar pendidikan yang sejalan dengannya.”

“Kupikir… Young Jin mungkin memerlukan suatu tindakan yang bisa meningkatkan kepercayaan dirinya…harga dirinya…” kata Sulli kaku.

Alis tebalnya  terangkat, kemudian sudut bibirnya mulai membentuk senyum… senyuman mencela, “Jika maksudmu dia memerlukan perlakuan yang menujukkan bahwa dia layak untuk dicintai, maka kupikir kamu benar.”

“Jadi ?”     Sulli menatap dengan penuh harap, tetapi Choi Minho tidak melanjutkan kalimatnya lebih jauh , ”Bisakah saya… membantunya ?” Sulli berkata hati-hati, suaranya memecah keheningan yang membuatnya merasa tercekik.

“Jika Young Jin bisa belajar untuk percaya pada… seseorang yang layak…. tentu saja ! Itu semua bisa membuat perbedaan di dunianya. Tetapi untuk menerimanya dibutuhkan seratus persen komitmen secara emosional. Terus terang, aku tidak yakin akan hal itu jika kau sendiri tidak yakin pada dirimu sendiri.”

 Image result for choi SUlli

Kata-katanya memukul telak Sulli, membuat Sulli mengangkat dagunya dan matanya memancarkan kemarahan. Tatapannya beradu dengan dua mata Minho yang balik menatapnya dengan skeptis.

“Anda tidak berhak untuk berkata seperti itu tentang saya !”

“Sebaliknya…” Minho berkata datar ,”Young Jin adalah pasienku dan aku memiliki hak sepenuhnya kalau ini menyangkut tentang dia. Membantu seorang anak yang mengalami pukulan mental yang berat, yang telah merusaknya secara psikis bukanlah pekerjaan yang mudah. Ini membutuhkan keseriusan yang menetap. Kau tidak bisa melempar handuk begitu saja setelah memakainya dan tidak menerima kalau itu menjadi basah dan kotor. Kau tidak bisa merasa sakit hati atau terancam dengan beberapa cara yang mungkin dipilihnya untuk memperlakukanmu. Dengan melihat bagaimana kehidupan telah memberikan pelajaran kepada Young Jin muda, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Dia mungkin bisa memikirkan ide yang tak bisa kau bayangkan, hanya untuk mengujimu, untuk membuktikan apakah kau benar-benar peduli padanya atau tidak.”

Maksud yang tersirat di dalam kalimatnya, yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya, membuat Sulli merasa muak.

“Setelah sepuluh tahun belajar di bidang psikologi, saya pikir… saya cukup sadar tentang liku-liku prilaku manusia, sama seperti anda Dokter Choi   !”

“Minho !” katanya ringan ,”Dan sejauh mempelajari tentang perilaku manusia, yang kau perhatikan… Kau telah menjatuhkan pilihan di bidang itu, kau bahkan telah memilih bekerja untuk penelitian ini. Mengapa kau dan apa yang telah kau lakukan dalam pilihan-pilihan hidupmu,  itu urusanmu…” matanya kembali menyipit dan memancarkan kilat kemarahan, yang Sulli yakin di balik kata-katanya dia menyimpan maksud lain,” Tetapi…. dengan memilih terlibat dengan Young Jin, yang kau bisa kau tawarkan bukan hanya sekedar latihan-latihan selama perkuliahan atau teori-teori tentang prilaku manusia. Kau bisa meninggalkan itu semua di belakangmu. Di sini yang dibutuhkan bukan figur ahli psikolog atau apapun… hanya emosi… benar-benar keterlibatan emosi… Young Jin dan kau termasuk di dalamnya. Apakah kau yakin ingin terlibat secara mendalam seperti itu ?”

“Tentu saja !” Sulli mengingat kembali semua penderitaan mendalamnya, kebingungannya , yang telah membawanya ke titik ini,” Jika saya tidak pernah memikirkannya sejauh itu, saya tidak mungkin ada di ruangan anda sekarang ini.”

“Baiklah kalau begitu, aku menyetujuinya !”

Choi Minho mengubah serangan kata-katanya dengan keputusan yang membuat   Sulli terkesiap.

“Sebagai langkah awal  untuk menunjukkan keseriusanmu dalam ‘keterlibatran pribadi’, kuundang kau untuk minum-minum bersamaku.”

Choi Minho sudah berdiri dari duduknya ketika Sulli masih tergugu dan kaget karena perubahan sikapnya yang begitu cepat.

“Itu sangat tidak adil !” protes Sulli, mengangkat wajah dan melihatnya masih dalam posisi duduk,”Dan anda tahu bahwa itu benar !”

Related imageImage result for Choi Minho shrug

“Mungkin memang begitu …” Minho menjawab sambil mengangkat bahu,” Tetapi itu tidak lebih adil daripada beberapa trik yang mungkin Young Jin lakukan untuk meyakinkannya apakah kau benar-benar peduli atau… Begini, anggap saja ini caraku untuk mengetahui apakah kau benar-benar serius dengan maksudmu ?” Minho membalikkan mangset lengannya dan kembali melihat jam tangannya ,” Sekarang, apakah kau mau atau tidak ?”

Sulli menarik nafas, menatap dengan curiga. Dia sudah terlanjur melangkah, dan tidak mungkin untuk kembali. Apalagi kelihatannya hal itu bukan untuk ditawar-tawar lagi.

“Apakah  untuk mendapatkan ijinmu untuk membantu Young Jin tergantung dari hal ini ?”

“Kau bisa menyebutnya begitu kalau itu membuatmu merasa nyaman.” Katanya dengan tersenyum.

= To Be Continue =

 

 

 

Advertisements

28 thoughts on “Thirteen (13) Part 9

  1. Akhirnya sulli memberanikan diri untuk menemui minho..mudah2an mereka bisa bekerjasama dengan baik untuk membantu young jin pulih..apalagi sebagai syarat untuk kerjasama,,mereka harus minum bersama 😄apa yang bakal terjadi yach di acara minum2 nanti 😁jadi penasaran. Ditunggu nextpartnya chingu Fighting.

  2. wajah minho cocok banget jadi laki laki angkuh tapi tetap keren, berharapnya part kedepannya banyak moment minsul dan biar saja minho menilai sulli dari segi negativ tapi pda akhir nya dia sendiri yg jatu hati sma sulli

  3. Akhirnya sulli beranj menemui minho oppa demi yongjin…uhhh…dasar minho oppa bilang aja mau ngajakin kencan…kkkkk…dasar..sekalian tuh minta maaf sama babaysull…😄
    Aku harap minsul bisa secepatnya bersatu eon…q harap ada moment minsul di next partnya..😄😄
    Ditunggu ya eonni…fighting..😊😊

  4. yahhh
    oeni akhirnya d post juga.
    si ming udah part 9 tpi sikap ny msh jutek jg am sulli.
    kpn mereka jatuh cintanya thor, bikin greget aja.
    tpi …. tpi ming ngjkin sulli minum ap ming pnya mksud tertentu yah..
    mudah2 d part selanjutnya terjadi hal2 yng d inginkn
    eehh 😆😆😆😆
    d tnggu part slnjtny thor

  5. Ah lagi seru serunya malah tbc yah eonii😣 minho ngajakin sulli minum aww jangan jangan ming mau menggoda sulli ya hehe dan mereka gak canggung ya minho jaimnya luar biasa kyknya mereka bakal terlibat cinlok ni eon hehehe moment minsulnya banyak in ya eon di tunggu kelanjutannya jangan lama lama ya semangat dina eonni😍😍

  6. ya allah. jantungku degdegan bacanyaa. ihh nii si minggh belo, kok sewot gtu jwabannya.sh? kan ssul eon niatnuaa baikk. btw, 2 jempol deh buat keberanian ssul eon buat hdpin ming oppa mengingat ming oppa.pernh meninggalkan kesan.bruk untk.ssul.eon. dann, mereka mau mnum2 bersama? woww! apakah ada maksud terselubung dari ajakan ming oppa? wkwkwk. mari kita tunggu saja. semangat eonn dinaaa. mins jjang!

  7. Ngajak minum minum?yg benar sj pantas sulli sdikit bimbang kjadian malam it msi blum bs iya lupakan…lagi seru”nya baca tbc…
    Next part…m0ment minsull ny nnti dibanyakin ya eonn
    minsull jjang…

  8. Finally update juga eon din fyuh ..
    Baaaah ini mah modus namanya , nnt abis minum d cipok lg abis tu d tinggal lg –”
    Kurang2in itu juteknya abang ..
    Update soon eon din , fighting 💞

  9. akhir nya sulli pkir msak2 dan menemui minho .. wlau pn hrus bnyak bedebat nya .. last2 minho stuju juga .. cma tue brsyrt .. ya x tau la part kedpn mcm mna .. yg pnting tnggu moment minsul nya .. hehhehe ..

  10. Akhirnya Sulli mau menemui Dr Choi Minho untuk membicarakan soal young jin. setelah perdebatan panjang akhirnya permintaan Sulli disetujui juga sama Minho, diajak minum-minum pula sama Minho (pasti ada maksud tertentu ngajakin minum segala, bilang aja ngajakin kencan hahah👅👅💕). Tapi Eonni dimanakah Choi Young Jin ? (Masih misterius 😂😂) dan akhirnya momen minsulnya ada juga 😍😍, lanjut Eonni 😘😘😘 momen minsulnya yaaaaaa 💞💞😘.

  11. Ihh sioppa sikapnya susah ditebak. Sulli diperlakukan kyk gtu trus ntar dikasih harapan kayak yg pkinplan sioppa nih. Sulli diphp in aja ama sioppa. Tp dibalik sikapnya tu dia cma ingin sulli kluar dri masa lalunya aku pikir sih. Dr pada nebak2 sakit kepala ditgg aj eon din ceritanya

  12. masih penasaran sama apa yang dipikirin minong tentang ssul kok jadi berubah ubah gitu sikapnya, abus ini pasti makin banyak kan minsul momentnya
    ceritanya makin seru, lanjut thor semangatt!!!

  13. Haha sekarang baby sull udah mulai deket sama minong dan sekarang tinggal menunggu moment-moment minsul yang bakalan dibuat sama author deh semangat eonni buat nulis ceritanya semoga lancar

  14. Ciye mau minum apa sih minho mencurigakan. Uhhh akhirnya minho menyetujui keinginan sulli. Apa ya yang mau dilakuin minho selanjutnya? Sulli trtekan banget kayaknya deket minho wkwkwk
    Thankyou un Din yang selalu notice aku 😘😚

  15. ada kemajuan.sulli sudah beranienghadapi minho walaupun disini minhonya tetep dingin cenderung kasar,pdahal org lain menilainya pemuda yg baik,tpi klo sama sulli,kta2 nya nusuk..

  16. Eiyyyyy apa maksudnya minho ngajak sulli minum? Yg sebelumnya kan minho seperti merendahkan sulli? Apa ini salah satu trik aja buat mancing sulli? Atau bagaimana?
    Semoga niat baik sulli demi youngjin bisa tersampaikan ke minho dengan baik tanpa ada kesa buruk ttg sulli.

  17. Saluut sama sulli berani menghadap minho… buat young jin horeeeeee
    kolot juga ya minho. gak bisa apa dia bersikap lebih ramah -.-

    yang sabar aja Sulli… dia milikmu (young jin ) hehe

  18. Apasih maksud dari sikap minho, kalau memang minho ingin membantu sulli untuk lepas dari ketakutan masa lalunya itu mungkin bisa saja terjadi. Tapi sejauh ini saya belum yakin sama sikap minho , dengan cara apa dia memperbaiki sulli..

    Eh cie kalau minho gak ada maksud yang lain, ini bisa jadi modus ngajak minum minum weleh weleh…

    Cuss chap 10

  19. Hai haiii eonn maaf yakk baru masuk lagi je blog berhubung lagi ngurusin sekolah yang belum kelar jadi agak susah buat masuk ke blog ditambah jaringannnya begitu haahh bikin bosen, dan alhamdulillah bisa sempet masuk ke blog, dan oh iyaj eon kalo misalkan di chap sebelum nya belum ada komen itu tanda nya aku belum baca ff itu bukan aku gaj mau komen yakk eon karna aku juga ini binggung aku udah baca sampai chap berapa garagara kelamaan baca hadu harapa dimaklumi yajj eon wkwjw ,wahhh salut sama ssul berani ngadepin ming yang sifat nya menyebalkan itu wkwj so eun wkwk , jeep strong and always be support 😄😘😳😀😁😂😭👏💪

  20. sebelumnya…daku minta maaf yaa eonni,, karena yaaah.. maklumlahlah udah mau karatan saking lamanya dipost ini ff tapi saeng baru meningglkan jejak, hahaa
    jeongmal mianhaeyo ne eonnikuuh :-*

    okray..langsung ke komentar yaa……
    hhmmm,, jadi ini mau dibawa kemana sebenarnya ???
    yang satu mau membantu dan yang satunya malah membuat bingung dengan perubahan sikap yang secara tiba-tiba alias tak bisa ditebak,,,
    kasihan lhoooo si ssul sudah perang bathiniah mau berniat dengan tulus untuk “keterlibatan pribadinya”
    eeeh,,, malah si dokter acuh nan misterius itu malah memperlihatkan sikap dan kata-kata yang seperti sastra,,, tersirat…tersembunyi ribuuuaaann maksud dari setiap ucapannya kalau berhadapan dengan ssul
    aneehhh…benar-benar aneh memang, apa yang sebenarnya ada dipikiran dokter misterius itu ???
    apakah dia sedang mencoba untuk membantu ssul keluar dari persembunyiannya selama ini???
    apakah dia sedang merencanakan strategi khusus buat ssul dengan rencana “keterlibatan pribadiny” itu ???
    huh…choi minho,,, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan ???
    buat ssul…apapun yang terjadi, teruskan niat tulusmu itu
    jangan biarkan apapun rintangan dan hambatan menghalanginya termasuk si dokter misterius,,hee
    dan mungkin..perantara young jin bisa membuat sesuatu perubahan yang besar dalam hidupmu
    go go go ssul..
    #minsuljjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s