Thirteen (13) Part 10


13

Judul : Thirteen (13)

Genre : Roman

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast : Lee Byung Hun

Do You Believe 13

is Unlucky Number ?  

 I do.

10. Jati Diri

Mereka berkendaraan menuju pusat kota, meninggalkan keheningan universitas yang semakin lama semakin memudar dibalik tiupan angin bersalju. Berada berduaan di dalam mobil yang hangat menciptakan suasana yang membuat Sulli panas dingin. Dia sangat menyadari keberadaan pria tersebut di sampingnya, walaupun tanpa berkata-kata Sulli seperti mendengarnya tertawa… menertawakan ketololannya…kekalahannya. Bahkan udara di dalam mobil seperti menguarkan wangi parfum yang dipakainya, wangi yang familiar di hidungnya sejak kejadian malam nahas itu. Suasana itu dari menit ke menit membuatnya tertekan dan tegang. Sehingga ketika mereka memasuki tempat parkir sebuah hotel mewah dengan lampu-lampu yang semarak, Sulli rasanya ingin berteriak lega. Lega karena akhirnya bisa terbebas dari tekanan maskulinitas yang memancar dari auranya. Bahkan sejauh apapun dia telah  menarik tubuhnya agar menciptakan jarak yang tak terjangkau, pengaruh keberadaannya yang sangat kuat hampir membuatnya sulit bernafas.

Sulli melangkah ke luar dari mobil tanpa menunggu untuk dibukakan pintu. Dia bukan jenis wanita yang merasa perlu diperlakukan seperti itu, dan tak berharap orang akan memperlakukannya seperti itu. Karenanya ketika tiba-tiba merasakan lengan Choi Minho melingkari bahunya saat mereka berjalan menuju pintu hotel, dia tercekat . Berusaha dengan susah payah mengabaikan rasa hangat dari kedekatan mereka, yang mampu mengalihkan angin dingin yang menggigit dari tubuhnya.


mmm

Mereka melangkah memasuki ruangan luas dengan beberapa meja yang ditata apik. Lampu-lampu kristal bergelantungan di langit-langit, menyebarkan cahaya lembut ke seluruh ruangan. Sayup-sayup terdengar dentingan piano yang melantunkan musik lembut. Sulli mengedarkan pandangannya ke seputar ruangan yang tidak begitu penuh, sementara Choi Minho menanyakan meja yang telah dipesannya. Kemudian pria yang diajak bercakap-cakap itu mengantar mereka ke sebuah meja yang terletak tidak begitu jauh dari pintu masuk, tetapi terletak di pojok ruangan.

“Ijinkan saya menyimpan mantel anda, nyonya…?” pelayan itu berkata sopan.

Sulli hendak berkata untuk menjelaskan tetapi suaranya hilang begitu saja ketika dia merasakan desiran hangat dari jemari Choi Minho ketika menyentuh kulit tengkuknya, saat melepaskan mantel yang dikenakannya. Jantungnya  berdegup cepat. Tetapi dia tak melihat ada ketidakberesan di wajah Choi Minho ketika dia bergumam kepada pelayan untuk menyimpan mantelnya di sandaran kursi yang kosong. Sulli menghembuskan nafas, bingung dengan apa yang terjadi di dalam dirinya.

“Menu istimewa apa yang kalian punya malam ini ?” Choi Minho bertanya dengan percaya diri begitu dia duduk.

“Galbi  istimewa, Tuan Choi. Daging sapi muda,   fresh dari peternak lokal.”

“Lembut dan empuk tentunya ?”

“Benar.”

“Baiklah kami ambil itu.” Kata Choi Minho sambil tersenyum pada pelayan tersebut.

 “Dengan atau tanpa bumbu, Tuan Choi ?”

“Sulli…?”

Sulli terkejut, dengan wajah memerah dia menjawab gugup,”Saya.. eh.. ikut saja…”

“Baiklah, beri kami galbi yang berbumbu. Dan berikan anggur untuk saya, Sulli ?”

“Aku tidak minum anggur kurasa…” tolak Sulli ,”kopi saja…”

“Baiklah, anggur buat saya dan satu capucino untuknya…”

“Baik Tuan Choi, Nyonya Choi…” kata pelayan itu

Image result for sulli

.

Sulli terkejut dengan sebutan itu, ia segera membuka bibirnya untuk memberikan penjelasan. Tetapi pelayan itu berbalik cepat dan meninggalkan meja mereka. Kesal, Sulli melirik tajam pada Choi Minho yang kentara sekali sedang menahan rasa gelinya.“Kenapa anda tidak meralat apa yang dikatakannya ?”

“Apa yang harus kuralat ? Pesanan galbi atau minumannya ?”

“Sebutan Tuan dan Nyonya itu…! Anda membiarkannya seolah membenarkan anggapan mereka.. “

“Memang apa anggapan mereka ? Sebutan tuan dan nyonya memang layak untuk orang-orang seumuran kita. Namaku Choi Minho, mereka terbiasa memanggil pelanggan laki-laki dengan sebutan Tuan… jadi tn.Choi ! Namamu Choi Sulli, bukankah sewajarnya mereka memanggilmu Ny.Choi ?? Tolong tunjukkan padaku apa yang harus kuralat !!” jawabnya datar.

Dengan perasaan mendongkol, Sulli memutuskan untuk tidak memperpanjang persoalan. Dia melemparkan pandangannya ke arah panggung dimana seorang penyanyi sedang melantunkan lagu lama. Suaranya yang serak-serak basah menerobos keheningan  di dalam restoran. Penyanyi itu mengumandangkan sebait lirik yang menggoda, matanya terarah ke meja mereka. Sulli mulai merasakan sesuatu yang aneh, yang menghubungkan wanita di panggung itu dengan laki-laki yang duduk di hadapannya. Dilihatnya wanita itu mengangkat sebelah tangannya melambai dan tersenyum ke arah mereka. Memberanikan diri Sulli melirik ke arah Choi Minho dan melihat senyuman yang sama di sana…

“Tentunya dia sering datang ke tempat ini dan mengenal penyanyi wanita itu. Dari cara mereka saling  tersenyum, sepertinya mereka tidak asing satu sama lain…”

Seperti sadar sedang diperhatikan, Choi Minho mengalihkan pandangannya ke arah Sulli. Tetapi senyum lebar dan cerah itu langsung hapus dari wajahnya, begitu mata mereka bersitatap. Dalam sekejap dia kembali menunjukkan tampangnya yang dingin dan tatapannya yang menghunjam.

Mengapa dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku ?” batin Sulli

“Baiklah…” Minho melipat tangannya di dada, menarik tubuhnya bersender di kursi ,” Kau bisa menceritakan tentang dirimu kepadaku sekarang.”

Sulli menarik nafas, menahannya sebentar sebelum menghembuskan perlahan-lahan. Tampak sekali pria di hadapannya senang memperalatnya… dia tampak menikmati sekali menjadi orang yang bisa mengendalikan situasi, tetapi dengan cerdiknya membuat semua keputusan ada di pundak lawan bicaranya. Sulli menatapnya dengan sebal.

“Apakah ini termasuk salah satu syarat dari tawaran anda ?” tanya Sulli sinis.

“Tawaran apa ?” Sejenak Minho terlihat bingung

“Tawaranmu agar menyetujui usulanku untuk membantu Young Jin.”

“Bisa dikatakan begitu…” Choi Minho menggantungkan kata-katanya dalam keheningan panjang, matanya menatap mata Sulli lekat-lekat ,”Atau… itu bisa juga klarena aku hanya ingin mengetahui tentangmu lebih banyak.”

Sulli membeku dan peringatan-peringatan yang familiar berdering di kepalanya. Mungkin bodoh untuk tidak mencoba dan pura-pura tidak memahami kalimat yang bermakna ganda itu. Dirinya telah memikirkan Choi Minho dalam hari-hari sunyinya pasca kejadian malam nahas itu. Dirinya tak bisa mengabaikan efek pikiran-pikiran mengerikan yang menyertainya… membuatnya sering terbangun dari tidurnya. Kengerian yang sama itu   telah muncul sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut… bahkan telah muncul begitu dia mengalahkan ketakutan itu karena keras kepala atas keputusannya untuk membantu Young Jin, yaitu dengan menerima ajakan Choi Minho untuk keluar malam ini.

“Oh… demi Tuhan !” Choi Minho berkata dengan tak sabar ,”Ada apa sih denganmu ? Aku hanya meminta sesuatu yang sederhana…. sesuatu tentang latar belakang kehidupanmu. Bukan kisah romantika dalam kehidupanmu !”

Sulli menelan ludah dengan terkejut.

“Sesuatu semacam ini… nama : Choi Minho, umur : 32 tahun, lahir :  Incheon, Ibu : peranakan Amerika-Korea, Ayah : Korea, minat : sepak bola, basket, renang, dan menonton film, profesiku : psikiater.”

“Dan single…” tambah Sulli dalam hatinya.

“Nah… mudah,kan ?” Minho mengakhiri perkataannya, memberikan contoh paling sederhana dari apa yang diinginkannya dari Sulli.

“Ajaibnya dia masih single…” renung Sulli, sangat sulit dimengerti kalau seseorang dengan penampilan dan kecerdasan yang dimilikinya dia masih sendiri,”Tentunya ada sesuatu yang ganjil dengannya. Atau… mungkinkah ada seseorang yang memang telah mengikat hidup padanya ? Pastinya ada seseorang di suatu tempat, seseorang yang memutuskan mau hidup bersamanya tanpa harus terikat dalam pernikahan. Aku bisa memahami itu, dengan gaya hidupnya yang bebas selama di luar negeri… dengan kebebasan yang kini merebak di sekitarku… Semua mungkin terjadi. Dari caranya memperlakukan wanita… aku bisa mengetahui dia cukup berpengalaman dengan banyak wanita…Mungkin.”

“Baik, aku sudah mencontohkan hal yang paling sederhana tentang diriku. Itu bisa menunjukkan  padamu apa yang harus kau lakukan sekarang, kan ?” Minho terdiam dan menunggu, matanya tak lepas dari Sulli yang mulai terlihat tak yakin.

“nama : Choi Sulli, umur : 27 tahun… “ bibir Sulli bergerak secara otomatis, tetapi dia tahu kalau dirinya tak akan pernah sanggup untuk melanjutkan kata-katanya sendiri.

“Choi Sulli, umur 27 tahun… “ pikirannya bergerak cepat , namun mulutnya bungkam..”… orang tua : bercerai dan telah menelantarkan anak … minat …. apa minatku? Aku hanyalah wanita yang berminat atas kehidupan seorang anak yang kurang beruntung, yang nasibnya kurang lebih sama denganku. Bodoh sekali aku, bagaimana aku bisa memiliki pikiran bahwa aku bisa membantu Young Jin ! Memangnya apa yang bisa kutawarkan pada anak malang itu ? Aku telah menjadi seorang anak yang gagal, aku telah menjalani masa remaja yang gagal, dan bahkan aku adalah wanita yang lari dari kenyataan karena menghadapi kegagalan. Aku terlahir di tanggal sial dan kesialan menguntitku kemana-mana. Apalagi yang bisa kutawarkan kepada anak itu ? Bahkan aku tak bisa menawarkan diriku sendiri untuknya…”

Sulli tiba-tiba bangkit dan meraih mantelnya, tanpa melihat kiri kanan lagi dia segera pergi dari ruangan temaram itu. Ia berlari, setengah terbang tanpa peduli apa yang ada di sekelilingnya… sampai kemudian berhenti terengah-engah dalam kungkungan udara dingin… setelah dia yakin sudah berada di tempat yang cukup jauh dari hotel. Sulli mematung dalam kegelapan, di bawah bayang-bayang pohon yang tidak bisa diterobos oleh cahaya lampu jalanan. Tubuhnya menggigil bukan karena udara dingin, ada sesuatu yang berputar-putar di dalam tubuhnya yang membuat pertahanan dirinya nyaris lumpuh. Dia kedinginan sampai ke tulang sumsum… lebih dingin dari badai bersalju yang pernah dirasakannya selama ini. Dengan lemah dia berusaha mengenakan kembali mantelnya, matanya mulai mengamati sekitar. Sulli tak tahu dimana dirinya sekarang berada, ia hanya tahu kalau sekarang sedang berdiri di salah satu sudut kota di Incheon… hanya itu yang diketahuinya.

 Image result for Choi Sulli and snow

Sulli kembali berjalan terseok-seok di jalanan yang tidak begitu ramai. Jalan yang lurus dan panjang membentang di tengah hembusan angin dingin yang menggigit . Debu salju dengan cepat menghapus jejak sepatu yang ditinggalkannya di sepanjang trotoar. Sulli melangkah lurus tanpa sedikit pun terpikirkan olehnya untuk bertanya  di mana dan akan ke mana dirinya. Bangunan hotel itu semakin tertinggal jauh di belakangnya, sekali-sekali mengabur karena tersamarkan taburan salju terbawa angin yang bertiup semakin kencang.

Sulli tahu, dia memiliki kaki yang masih kuat untuk melangkah. Itu bisa dirasakannya dari bunyi sepatunya yang menyentuh salju tipis di sepanjang jalan yang diinjaknya. Namun wajahnya membeku dan benar-benar mati rasa…  seperti juga tangannya yang mencengkram bagian leher mantelnya supaya lebih rapat. Mantel yang sama sekali tak bisa melindungi rambut dan kepalanya yang terbuka. Dengan temperatur di bawah 0 derajat celcius dan angin yang bertiup kencang, sebetulnya kulitnya yang terbuka bisa membeku dalam hitungan menit. Tetapi itu tak menghentikan langkahnya menuju jalanan yang agak ramai,   dia yakin di suatu tempat di tengah keramaian akan ditemui taksi yang bisa membawanya kembali ke apartemennya.

Sulli berhenti di ujung trotoar, setelah melihat kiri kanan dia memutuskan untuk menyebrang. Tiba-tiba suara ban mendecit panjang mengejutkannya, disusul dengan  berhentinya   mobil biru yang ramping memblokir  jalannya. Sulli tanpa sadar menjerit, dan tercekat ketika pintu mobil itu terbuka di depannya.

.Image result for Blue car in the snowy night

“Masuk !”

Kehangatan yang datang dari dalam mobil sangat berlawanan dengan ekspresi suara dan wajah Choi Minho.

“Cepat masuklah !” Choi Minho mengulangi perintahnya ketika Sulli masih bergeming di tempatnya berdiri.

Sulli badannya terhuyung ketika sebuah tangan mencengkram pergelangannya dan menariknya ke mobil. Beberapa orang yang kebetulan sedang berjalan, berhenti dan melihat ke arahnya. Seakan disadarkan akan keadaan yang mulai memancing perhatian orang lain, Sulli akhirnya masuk dan duduk di kursi penumpang.

“Kuharap kau bisa lebih memiliki akal sehat saat berhadapan dengan anak-anak dari pada saat kau harus berhadapan dengan diri sendiri !”

Wajah Choi Minho hanya beberapa inci dari wajahnya yang pucat ketika dia berteriak sambil mencondongkan tubuhnya sewaktu menutup pintu penumpang, melintasi setengah tubuh Sulli.

“Dasar idiot !” gerutu Minho dengan kemarahan yang tak disembunyikannya sama sekali.

Sulli mengepalkan tangannya, penghangat dalam mobil secara perlahan-lahan mengaburkan kekakuan di otot-otot tubuhnya… tetapi sesuatu di dalam dirinya tetap mati rasa. Dengan linglung dia menatap jalanan  di depannya, sementara telinganya mendengar beberapa umpatan yang lain… kemarahan lain yang membuat hatinya semakin hampa.

Sulli sadar sekali dia telah menghilangkan kesempatan satu-satunya untuk bisa membantu Young Jin. Dia telah menerbangkannya jauh-jauh ! Karena perilaku kekanak-kanakkannya, Choi Minho tak akan mungkin memberikan ijin untuk membantu Young Jin. Pria itu tak akan mempercayainya untuk melibatkan diri secara emosi dengan pasiennya, karena dia sudah memperlihatkan prilaku yang tak bertanggung jawab atas sesuatu yang sepele. Lalu apa bedanya dirinya dengan ibunya ? Ya, Sulli merasa sekarang dirinya sudah menjadi replika ibunya yang  tak pernah bisa memikul beban tanggung jawab sekecil apapun. Mungkin perbedaannya ibunya adalah wanita cantik yang memiliki keberuntungan dan mendapatkan banyak cinta. Bahkan sekarang… di suatu tempat yang Sulli tidak tahu, ibunya sedang berbahagia dengan suami barunya yang jauh lebih muda.

Perjalanan mereka menuju kantor merangkap apartemen Sulli berlangsung tanpa ada percakapan apapun. Bukan karena rasa dingin yang membuat bibir Sulli tak berkata sepatah pun, tetapi lebih karena ketakutannya akan reaksi Choi Minho bila dia salah berucap. Bagaimanapun, pria yang kini sedang memusatkan perhatiannya ke jalanan itu terlihat begitu marah dan siap meledak sewaktu-waktu.

Tanpa memperhatikan hembusan angin bersalju, Choi Minho ke luar dari mobilnya kemudian melangkah berputar untuk membukakan pintu penumpang, saat mereka tiba di tujuan. Berdiri tegak kaku di samping pintu yang terbuka, dengan muka sulit dibaca dia menunggu Sulli ke luar dari mobilnya.

“Aku akan memberitahumu soal keputusanku tentang Young Jin hari Selasa nanti.” Minho  berkata  dingin.

Jarak mereka begitu dekat, bahkan Sulli bisa merasakan hembusan udara hangat menerpa wajahnya ketika pria itu berkata. Tetapi entah mengapa dia merasa jarak di antara keduanya begitu jauh dan tak terukur. Bahkan ketika mata mereka bersirobok, pria itu terlihat tanpa emosi. Dengan wajah bagai topeng membanting pintu keras-keras… berbalik kemudian duduk kembali belakang kemudi  .

”selamat malam Dokter Choi Sulli !”

Alis Sulli berkerut, air mata perlahan-lahan memenuhi relung matanya kemudian bergulir satu per satu saat tatapannya tertancap pada mobil biru yang melaju meninggalkannya. Ketika mobil itu benar-benar menghilang dari pandangannya karena tertelan kegelapan malam , Sulli benar-benar merasa sangat sedih dan menderita.

Tetapi mengasihani diri sendiri tak akan menghasilkan apa-apa.

Tanpa harus menunggu hari Selasa, Sulli tahu jawaban apa yang akan didapatkannya nanti. Dan pada akhirnya dia memang harus kalah karena kepengecutan, karena ketakutan menerima tanggung jawab yang diletakkan di pundaknya… tanggung jawab kecil, yaitu mengungkap jati dirinya di depan dr.Choi Minho.

Tetapi bagaimana mungkin dia sanggup melakukan itu??

Jati dirinya adalah miliknya sendiri.  Cukup dirinya yang tahu.

Kesialan sudah cukup membuntutinya, dan bila ada orang lain yang tahu… dia tak kan sanggup menahan tuduhan  bahwa dirinya memang sumber kesialan, yang bisa menyebabkan orang di sekitarnya tertimpa kesialan. Setelah menghabiskan bertahun-tahun untuk meyakinkan diri bahwa seorang Choi Sulli sama normalnya dengan yang lain, dia tak mau itu akan kandas hanya karena  permintaan konyol laki-laki yang sama sekali tak dikenalinya.

==  TBC  ==

Hai chingu, mulai tahun depan kayaknya aku mau melanjutkan cerita ini di watty saja

karena blog ini bukan punyaku, nggak enak rasanya kalau aku sendiri yg menggunakannya.

mohon maaf, bila telah mengecewakan kalian.

Setelah aku bebenah blog-ku yang selama ini diprotek, mungkin nanti aku akan buka buat yang tidak punya aplikasi wattpad.

TERIMAKASIH UNTUK SEMUA KEBERSAMAAN KITA SELAMA INI.

TETAPLAH DENGAN SEMANGAT MINSUL WALAUPUN ITU HANYA TINGGAL SECUIL DI HATIMU

SARANGHAE….  DAREN JANGSUHAE  URIN

ANNYEONG DDO MANAYO  ^_^

Advertisements

28 thoughts on “Thirteen (13) Part 10

  1. first aku mau nyinggung soal wp dan watty…kenapa eonni, kan kasian kalau wp gak ada yang update…gpp kali eonn, kan eonni termasuk authoryang udah dikenalin sama admin… jadi gak usah pindah, boleh sih update di watty, tapi jangan ninggalin wp dong eonni. 😰😨😱😢

    second…. tadinya aku udah ngantuk tapi waktu liat beranda eonni udah update jadi bangun lagi… terus crita pertamanya kayak mau dinner gitu kan aku jadi seneng,,, tapi sediih krna gak jadi Sulli kabur 😴😯😀😢

    kasian ya hidupnya sebatang kara…. semogadi next part bisa liat (baca maksudnya) minsul tertawa…biar gak tegang terus…sekalian ajak si young ^^ biar lebih ramai 😔😍😘

    nexxt eonni 😄
    berharap eonni gk pindah dan gk ninggalin wp.. tapi kalau itu udah keputusan eonni…. bisa apakah saya? 😊😉

    eonni fighting

  2. Yeay eon din update ..
    Aku slalu dukung apa pun keputusan eon din , maw d wattpad atau wp eon din sndrii aku setuju ..
    Aku kira dinnernya bakal jd awal mrk bisa berdamai yaah malah gontok2an lg , yg satu masih belum percaya diri bwt cerita ttg dirinya yg satu kagak sabaran bgt –”
    Sama cewek lembut dikit ngomongnya bisa kali bang , ksian si eneng ..
    Keep fighting eon din 💪

  3. Ya ampun…kasihan bgt sih babysull..minho oppa kenapa sikapnya masih dingin bgt sih..???awas lu suatu saat pasti km nyesel bgt udah kaya gitu sama uri babysull..
    Akhirnya dipost juga ini eonq udah nunggu”..😄
    Diwatty malah lebih gampang eon..ditunggu kelanjutannya eon..q masih tetep berharap MINSUL NYATa…😊😊

  4. Knp gak enak eonn,yg punya blog kan gak ngomong apa apa,mungkin malahan dia senang eon slalu post ffminsull,apa karna udah gak ada lagi yg bikin ffminsul ya eon,jadi eon sdkit kecewa gitu,mungkin yg laen udah pada nikah dan punya anak jadinya sibuk & gak punya waktu buat bikin ff,atau udh ada yg me**ng**l…..”sedih hiks”
    cari lah opini yg menyemangati hati eon lg,,,
    kasian readers nya nanti pada bingung…
    Tp smua kputusan ada di eonn dah,,,fighting eon…
    Emmm segitu bencinya sulli dngan angka 13,ayo dong sull coba mulai ubah pola fikir sprti itu,sapa tau lelaki itu yg akan memberimu bahagia ;& mengubah angka sial itu jadi angka beruntung mu,bukan kah ming oppa slalu mmbawa keajaiban???? huaaaa….!sini oppa buat keajaiban juga buat hidup ku hihihi:D?,padahal aku yakin minho sudah tertarik sama sulli,tuh buktinya udh ngajak dinner….jadi ingat FF FEAR ya eon,hehe…
    Next part…aku harap masih disini…minsul jjang…

  5. yahh ko jdi berantakan sih di kira dinner nya bkln jdi trus hubungan minsul bsa jd lbh baik.
    sulli nya terlalu sensitif jdi mikirnya tntng masa lalu mulu..
    trus minho msh ttp aja jutek ga bsa apa sifatnya sdkt aj baik.
    ahhh…. oeni plng bsa buat pnsran
    d tunggu klnjtnnya oeni

  6. Ahh sedih kenapa ming dingin gitu ke sulli dan kenapa ming ngajakain sull dinner murni pekerjaan apa ada maksud lain hmm gapercaya kalo karena pekerjaan terserah eon sih kalo mau lanjut diwatty atau di blog yang penting ttp cinta minsul tetep berkarya ya eon semangat😍

  7. Awalnya seneng akhirnya mereka bisa makan malam berdua, apalagi minho sempat becanda gitu tentang panggilan si pelayan kepada mereka mr. n mrs. Choi 😄 tapi sulli kok malah kabur sih, ad apa dengan sulli? Knapa sulli selalu tertutup sama minho 😯. Mdah2an sulli sadar kalo bakal butuh kehadiran minho di sisinya.
    O iyya chingu..jangan ninggalin wp yach please, soalnya aku gak punya wattpad 😔

  8. Sulli mash trauma dengan masalalu nya,, emm butuh wkt emg, tp semoga setelah dia mendapat ijin dari minho utk mengurus young jin,,perlahan2 trauma nya bisa hilang & jd lebih terbuka tentang diri nya 😂 ini tentang pertarungan dengan diri sendiri😂😆👍👍dilanjjut eon💪

  9. Kirain dinner yang bisa menimbulkan sedikit canda tawa… Yah sulli malah kabur..

    Dan kirain disaat sulli kabur, minho bakalan meminta maaf atau gimana.. Yah minho malah marah marah..

    Fighting eon

  10. Gw termasuk salah satu yg ga punya aplikasi wattpad tp slalu penasaran dgn ending fanfic nya minsul,,, slalu kabar kabari update terbaru nya ya dina, gomawo, nado saranghae 😍

  11. Eonni jangan pindah dong kalo menurut saya eonni tuh bikin blog ini jadi hidup walaupun ga kaya dulu lagi dan saya yakin yang punya blog ini ga akan marah kok*kayaknya* dan sampai kapan pun saya ga akan pernah bosen sama semua cerita minsul dan makasih juga buat eonni karna udah mau buatin cerita2 tentang minsul walaupun dikehidulan nyata mungkin momen minsul jarang kita liat atau mungkin udah…. ya gitulah.. semangat ya eonn buat lanjutin ffnya dan bikin karya2 baru kedepannya

  12. bru d ajak dinner .. dan bebincng serba sedkit ttg khdupan .. tpi sulli malahh kabur dan mmbuatt minho mra .. emm .. pnsaran ya sma minho .. ada ka dia akn izin kn sulli untuk merwat young jin ..

    ttp smgat ya post ttg minsull ..biar apa pn yg jdi minsull d dunia nyata .. sy ttp suka sma minsulnya .. huhuhuhu ..
    klau d wattpad jgk x pa2 krna sya ada wattpad jgk .. hehehehe … tpi yang pnting sy dpt mmbca ff ini .. tpi klau d pinda ke wattpad blog yg ini akn sunyi sepi la ..
    fighting !!!

  13. kyaaaa…… seru. disini sulli blm berani mngungkapkan perasaanny yg sesungguhny. dia masih merasa bhwa hidupny adalah beban bagi org2 dskitarny.
    knp gantii eonn, d blog ini eonnie kn lbh sdh dkenall..
    dtunggu next ny eonn.

  14. ksian bnget sulli…. trus minho kok nggk sbaran mnghdapi sullinya.. 😢😢
    d tnggu lnjutannya eonni… mau d wp tau d blog pkoknya d dkung yg trbaik aja deh eonni… smngat.. 💪

  15. Kukira sulli akan Mengungkapkan tentang dirinya.. Ternyata dia belum berani terbuka… Next eonni makin seru dan di buat penasaran… Semangat ya…

  16. Loh knp pindah update eon? Aku bahkan gatau watty itu apa -_-
    Untuk disini aku mau comment, salut sama author termasuk eon yg bisa buat ff banyak
    Pastinya utk buat ff ini harus imajinasinya jalan, menarik kah, pembaca akan sukakah & itu tercapai semua dgn eon buat 🙂
    Keep hwaiting eon!

  17. Aku kira dinnernya akan berjalan lancar dan romantis. Kasihan sulliku, masalalunya bikin sedih.😥 Minho marah-marah lagi 😥😥. Itu cewek siapa Eonni ? Bikin penasaran apa hubungannya sama Minho 😐. Lanjut Eonni. Aku tunggu di Wattpad yaaa Eonni. 😍😍😘😘

  18. Menunggu keputusan Minho oppa. Hemmm kasian si Sulli, dg kejadian yg dilakukan apa ada harapan bisa merawat young jin.
    Next eonni😊
    Dan jgn pindah dong eonni. Q tak punya watty.

  19. Kenapa sulli kabur? Semoga minho menyetujui maksud sulli. Olis eon buat satu momen bahagia dan menyenangkan ttg minsul jng tegang trus kasian sulli.. Btw siapa cwe yg di resto uhhh

  20. Kasian Sulli yang belum bisa menghapus bayangan kelam ttg masa lalunya…semoga minho bisa melihat ketulusan hati sulli untuk membantu Young Jin…penasaran sama cewek itu?

  21. sulli eon bner2 blum bisa ngebuka tntang dirinya sendiri k orang lain.. tpi knapa minho oppa sikapnya kyak gitu??…

    eonni aku komennya pndek ini, abis tdi udah komen tpi ngak nongol d kolom kmentar.. btw eon ttap smangat nglanjutin ff nya 😉

  22. ya ampun kasian ssulnya tapi bikin kaget juga dia tiba tiba begitu harusnya minong lebih ngerti dikit dong
    kalo bisa di terusin di sini ya thor soalnya gapunya wattpad

  23. Alhamdulillah bisa baca dua chap , suka sama cara buat ff eon dehh, ada gambarnya jadisukak pengen bener bener ketemu bang ming dan ssul n, dan ditambah alurnya yang bikin ada motivasinya bagi aku wkwjwk 😂hahahha bercanda eon, mbajj ssul masih tetep tertutup yajj sama orang belum berani terbuka atau dia mikir mikir dulu kan kadang orang yang mendengarkan cerita itu kadang gak bikin solusinya cuma may tau cerita aja wkwk ehh curhta 😭😂ahhh maaf yakk eon kalo komennya aneh, anggap aja salah ketij ehh bener deng berhubung keyboard nya menyebalkan jadi aneh keep strong. And fighting 😄😘😳😁😂👏💪

  24. apa iniii ???? bukan ini yang diharapkan dari sebuah kesempatan… aniya,,, anieyooo
    bukan ini yang menjadi akhir dari harapan seorang choi sulli…bukaaannn
    untuk bisa melepas diri dari sebuah kepahitan memang membutuhkan “perosesseu” apalgi berkaitan dengan sebuah kenangan yang teramat menyakitkan, disetiap keadaan atau kejadian apapun yang membuat pikiran masa lalu terlintas begitu sja…
    bahkan untuk hal yang mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang sangat sepele,,, yaa sangat sederhana namun begitu merumitkan buat sulli..sangaatt rumih dan complicated
    entah apa yang mungkin terlintas dibenak dan pikiran seorang choi minho dengan tindakan impulsif ssul,,,
    itu tindakan untuk melindungi diri atau hanya ingin menghindar dan tidak ingin kompromi dengan diri ????
    bukankah maksudnya choi minho adalah untuk mengenal ssok ssul yang ingin membantu young jin secara “keterlibatan diri” ???
    ingin mengenalnya lebih dekat dan lebih mengetahui siapa sebenarnya seorang choi sulli, apakh itu terlalu memberatkan dirimu ssul ???
    musnah…pupus…menyerah…jika itu yang selalu kau dengungkan dihati dan pikiranmu, menghubungkan semuanya dengan sebuah kesialan yang amat keramat bagimu…
    apapun yang ingin kau capai dan harapkan…tidak akan ada yang bisa berjalan dengan baik
    semoga ada sedikit pemahaman dan pengertian dari choi minho terkait keputusannya,,,
    ingatlah ssul…kenali dirimu sendiri baru kau bisa lebih mengenal dan mengetahui yang ada disekitarmu
    once again…don’t be hopeless,,, tetap berharap dan mencoba untuk sedikit berubah dalam hal positif tentunya

    hhmmm…mianhaeyo eonni,, saeng tak punya watty..eotteokkaji ??? eottkhae eonni ??
    maunya update tentang minsul teruuussss, cause ……
    #minsuljjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s