LATE [Chapt 6]

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

 

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

Sulli terbangun dari tidurnya, kepalanya sungguh terasa berat dan pusing.

“ah” sulli terkejut mendapati tubuhnya sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, apakah taemin sudah melakukan sesuatu dengan tubuhnya?, itulah pikiran yang ada di benak sulli. tapi bukannya itu tidak jadi masalah karena disini taemin telah sah menjadi suaminya. Lagi-lagi sulli menghela nafasnya dengan berat. Dengan langkah lemah ia menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

“heh, apa yang kau lakukan eoh?” kyuhyun mendorong seenaknya pintu ruang kerja adiknya. Minho

“tentu saja menyesali perbuatannya” celetuk jonghyun yang masuk setelah kyuhyun.

“kalian begitu kompak untuk membullyku” ujar minho dengan wajah jengkelnya. Kakak dan sahabatnya selalu saja bisa menyudutkannya.

“taemin memang luar biasa, dalam sehari ia bisa menciptakan pesta yang begitu ,,, huaaah aku saja sangat iri pada sulli” kata jonghyun dengan wajah terkagum-kagum menatap langit ruang kantor minho

“hey, phabo kau iri pada sulli yang seorang yeoja.? Kau gila?” kyuhyun mendorong tubuh jonghyun membuatnya terdorong kesamping

“biasa saja hyung,,,” jonghyun mengusap-ngusap lengannya.

“kalian sama sekali tidak membantu” minho berdiri dan hendak berjalan keluar tapi kyuhyun menghentikannya.

“aku dengar taemin akan kembali kekorea, bisnisnya disini mengalami masalah yang cukup berat.”

“lalu?” kata minho, telinganya terasa panas kalai mendengar kata taemin.

“bisa saja ia membawa sulli bersamanya” kata jonghyun mengira-ngira jawaban yang pas untuk menyambung pertanyaan minho. kyuhyun mengangguk

“hyung, kalian tidak tau apa yang telah terjadi sebenarnya. Ini sulit. Terumata bagi sulli” tiba-tiba wajah  minho melunak saat membayangkan wajah sulli saat terakhir ia lihat di televise sedang mengikat janji suci bersama taemin.

“ceritakan pada kami, mungkin kami bisa membantu yaa walaupun sedikit” tawar kyuhyun, minho menatap hyung kandungnya itu mencari keseriusan disana, karena ia tau benar se ember apa mulut hyungnya itu.

 

“kemana tuan?” Tanya sulli, setelah ia selesai mandi, ia sama sekali tak menemukan taemin

“pagi-pagi sekali tuan sudah pergi nyonya” kata pelayan oh sambil membungkuk memberi hormat.

“benarkah?”

“ia nyonya”

“baiklah kau boleh pergi” perintah sulli, pelayan oh pun semakin membungkukan punggungnya dan berjalan mundur meningalkan sulli dengan wajah yang penuh tanda Tanya.

“biasanya ia akan mengabariku kalau ada kerjaan mendadak seperti ini, apa mungkin oppa masih marah denganku” sulli menggigit jari telunjuknya. Dengan ragu ia menuju telpon rumah mencoba menghubungi taemin. tapi sayang taemin tidak menjawab telponnya. Sulli sadar diri memang kesalahannya pada taemin begitu besar, ia bisa merasakan jikalau seandainya ia melihat orang yang ia sayangi tertangkap basah sedang bercinta dengan orang lain, apa lagi kalau orang itu sahabat dan orang kepercayaannya.

 

“MWOOOO” suara terkejut jonghyun memenuhi ruangan minho, membuat minho menutup telinganya. Sedangkan kyuhyun hanya mengangga dengan wajah cengonya. Ia sungguh terkejut mendengar pernyataan dari minho.

“aku dan sulli melakukan hal itu dan taemin melihatnya?” ulang jonghyun dengan mata yang semakin lama semakin membesar.

Minho mengangguk, jonghyun menutup wajahnya “ini gila” gumam jonghyun

“kau luar biasa minho” ujar kyuhyun, berbeda dengan jonghyun. Wajah kyuhyun malah berbinar-binar menatap minho, membuat minho semakin bingung.

“eh,, beras kencur basi. Adikmu itu telah melakukan hal gila dengan tunangan orang lain, kau malah bilang luar biasa” ujar jonghyun

“minho ya,,, kalian saling mencintai. Apa kau tak ingin mempertahankan sulli? aigooo dia adik ipar idamanku,,, kau tau sekali itu kan?”

“kau memang gila hyung,,,,, “ jonghyun tak habis pikiran dengan pemikiran kyuhyun.

“tapi ini mungkin sudah terlambat hyung, sulli sudah menikah dengan taemin dan,,,,,,sudahlah aku tak ingin membuat sulli semakin terluka. Kami juga melakukannya saat itu dalam keadaan hilang kesadaran, sulli dalam keadaan mabuk.” Jelas minho.

“dengar, mungkin saat itu sulli sedang mabuk. Tapi semabuknya orang mereka tidak akan melakukan hal yang tidak di terima hati dan pikirannya. Percayalah pada hyungmu yang tampan membabi buta ini minho.” kyuhyun memegang bahu minho menatapnya penuh percaya diri. Itu cukup membuat jonghyun mual dan serasa ingin muntah.

Minho memikirkan semua perkataan kyuhyun kepadanya tadi sore, setidaknya itu cukup masuk akal. “sulli bagaimana kabarmu disana?, kau tau kau begitu merindukanmu” minho tersenyum lirih penuh kepedihan.

“oppa~~~~” suara melengking dari seorang yeoja membuat mood minho semakin tidak baik.

“oppa~~~~~~~” kali ini suara itu terdengar lebih dekat dan HAP

Sebuah tangan memeluk minho dari belakang, reflek minho segera melepaskan tangan yeoja yang bernama naeun itu dan menatapnya sengit. “mwo?”

“mwo? Mwo wae mwo?”

“pulanglah, aku sedang tak ingin berdebat denganmu” minho mengibaskan tangannya mrngusit naeun.

“CIH,,, apa-apaan ini, oppa aku sudah cukup sabar dengan perlakukan kasarmu padaku, aku tak ingin ya mengadukan hal ini pada appa dan pada akhirnya appa menarik semua sahamnya dari perusahaanmu” kini naeun melipat tangannya ia berbicara dengan mimic yang cukup serius, minho berbalik menatapnya.

“aku pun sudah lelah dengan sandiwara ini son naeun. “ minho berjalan mendekat dengan wajah yang cukup seram menurut naeun, hingga ia reflek berjalan mundur. “katakan semua itu pada appamu, dan katakan juga aku membatalkan pertunangan kita” minho tersenyum evil dan berlalu meninggalkan naeun yang mengedipkan matanya berulang kali dengan wajah bodohnya.

“mwo,,? Dibatalkan ,,, pertunangan? Andwee,, andweee,,,oppa~~~” naeun mengejar minho yang masuk kerumah, ketika tepat di depan pintu minho cepat-cepat menutup pintu dengan kencang sehingga kening naeun menghantam pintu. “hikss,, appoooo,,, “

“oppa,,,” sulli melihat taemin masuk kedalam rumah, taemin terlihat berantakan. “kau darimana oppa,, ?”

Mendengar pertanyaan yang terlontar dari sulli, taemin membalas menatap sulli dengan ekspresi wajah datar. “ia, aku lelah, ingin mandi”

“apakah aku perlu menyiapkan air hangat untukmu” tawar sulli, ia ingin mencoba berlaku sepantasnya untuk menebus kesalahannya pada taemin waktu itu.

“tidak perlu, ada pelayan bukan. Kau istriku bukan pelayanku” celetuk taemin lalu pergi begitu saja membuat sulli terkejut mendapati perlakukan atau perkataan taemin yang agak kasar untuk pertama kalinya.

2  bulan lamanya telah berlalu, perlakuan taemin semakin lama semakin berubah. Sekarang ia lebih suka bekerja di luar negri meninggalkan sulli sendirian di rumah tanpa boleh melanjutkan karirnya sebagai model papan atas. Ia juga jarang tidur dirumah kalaupun tidur dirumah taemin lebih memilih untuk tidur di ruang kerjanya dibandingkan tidur satu ranjang dengan sulli. tentu saja sulli merasa sedih seperti tidak dianggap oleh taemin, dan rasa bersalahnya membuatnya tak berani bertanya kepada taemin, kenapa namja itu bersikap dingin padanya.

Sulli mengeratkan jaketnya, sekarang musim dingin dan entah kenapa kondisinya beberapa bulan terakhir ini cukup buruk, ia merasa tubuhnya sangat lemas dan nafsu makannya berkurang.

“nyonya makanan sudah tersedia dimeja” ujar pelayan Oh, sulli mengangguk tapi jujur ia kehilangan nafsu makannya juga.

Sulli menatap meja panjang dan luas yang terdampar beraneka ragam makanan yang lezat diatasnya.

“aku ingin makan es krim”gumam sulli yang terdengar sama di telinga pelayan oh.

“ya,, nyonya?” ulang pelayan oh. Sulli menatap pelayan oh dengan wajah mengiba seperti anak kecil. “aku ingin eskrim”

 

“pelayan OH aku ingin eskrim”

“maaf nyonya, nyonya lagi sakit, suhu tubuhnya sedang tidak normal kalau nyonya minum eskrim, nyonya akan semakin sakit dan tuan akan marah besar” jelas pelayan oh yang ke 10 kalinya. Sulli tak putus asa ia terus membuntuti pelayan oh, berharap pelayan oh mengabulkan permintaanya.

“issssh, baiklah” sulli memasang wajah cemberut. “aku mau kesalon” sulli hendak berbalik tapi pelayan oh menghalaunya. “dirumah ini fasilitas kecantikan untuk anda sudah sangat lengkap nyonya, jadi anda tidak perlu kesalon”

“aku ini bukan burung dalam sangkar emas.” Kini sulli berkata tegas dan cukup keras

“maaf nyonya”

“taemin pun tidak akan pernah akan bertanya aku pergi kemana bukan. Dia,,, dia tidak perduli padaku” akhirnya sulli benar-benar pergi keluar rumah dengan jaket baju seadanya padahal di luar sedang musim dingin.

“aigoo nyonya,,,, sangat keras kepala” pelayan oh buru-buru menuju telpon rumah

“yeoboseyo tuan, maafkan aku. Nyonya besar keluar rumah padahal ia sedang tidak enak badan” ternyata pelayan oh mengabari setiap apa saja yang di lakukan sulli kepada taemin, dan ternyata diam-diam taemin selalu memantau perkembangan sulli dirumah walaupun ia sangat jarang ada dirumah atau pun berperilaku acuh tak acuh pada sulli.

“biarlah, ia juga butuh udara segar”

“baiklah kalau begitu tuan”

“cukup perhatikan saja yang ia makan, penghangat ruangan juga, ia selalu lupa menghidupkan pemanas ruangan.” Ujar taemin penuh perhatian.

“baiklah tuan”

Taemin memutuskan sambungan telponnya, saat ini ia sedang berada di rusia untuk bisnisnya. Namja itu menarik nafasnya ia masih begitu mencintai sulli. tapi setiap mengingat apa yang telah sulli dan minho lakukan hati taemin kembali teriris dan tak sanggup merangkul sulli, yeoja yang teramat ia cintai itu.

“maaf sulli, sungguh aku ingin bersikap seperti dulu tapi entahlah,,,,,,, “ taemin mengusap wajah tampannya, ia pun bingung apa yang sebenarnya ia inginkan. Ia telah memiliki sulli tapi ia sama sekali tak sanggup menyetuhnya.

 

“aaahh,, itu toko eskrim” sulli meloncat gembira melihat toko eskrim tak jauh dari tempatnya berdiri dengan semangat ia berlari mendekat.

“bibi berikan aku 10 rasa eskrim yang berbeda, ne” mata sulli berbinar-binar menatap deretan eskrim yeng berjejer begitu indah dimatanya. Entah kenapa eskrim itu membangkitkan semangatnya.

“ne,,,, ini nona…” bibi itu memberikan apa yang sulli inginkan tapi saat sulli ingin membayar ia baru teringat kalau ia tidak membawa dompetnya.

“oh,, nooo” sulli tampak cemas, ia tak sanggup kehilangan eskrimnya.

“biar aku yang membayarnya, apakah uang ini cukup” tiba-tiba suara bass yang sangat familir terdengar di telinga sulli, membuat yeoja itu menoleh dan terkejut.

“ini sangat banyak tuan”

“ambil saja kembaliannya” ujar namja itu lagi sambil tersenyum kepada bibi penjual es krim. Mata sulli tak bisa lepas dari wajah namja disebelahnya.

“ini musim dingin, eskrim bukan menu yang baik” kali ini namja itu menoleh ke sulli.

“minho oppa”

 

TBC

LATE [chapt 5]

lateLate

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

“tidak ada yang perlu dimaafkan” sulli menghapus air matanya dengan kasar, ia mencoba tegar. “ini sudah keputusanmu minho oppa, keputusanmu meninggalkanku untuk dapat mempertahankan apa yang kau anggap lebih penting itu. Dan aku menghargai keputusanmu oppa” sulli dengan mata yang memerah dan mulut yang gemeteran menatap minho yang kini menunduk pasrah, ia tak mampu menatap kedalam mata sulli. “selamat ya” dengan tangan gemetaran sulli mengulurkan tangannya, minho menatap tangan kanan sulli kemudian menatap mata sulli, hatinya terenyuh melihat setetes air mata jatuh di sudut mata yeoja itu.

“sulli ah” kata minho lirih, ia benar-benar seperti laki-laki bajingan di hadapan wanita yang teramat ia cintai itu.

“hmmm,,, aku harus pergi. ada tempat yang harus aku kunjungi. Tidak apakan aku tinggal oppa” Sulli menarik kembali tangannya, ia mencoba tersenyum. Mencoba menetralisir ucapan minho yang menjadi racun dihatinya.

Minho hanya dapat menatap punggung sulli yang hilang dari balik pintu kamar yeoja itu, “maafkan aku sulli, seandainya semua dapat di putar ulang, aku tidak akan menerima tawaran naeun dan aku tidak akan menyia-nyiakan cinta kita. Apakah semuanya terlambat untuk memperbaiki semua ini” minho mengusap wajah tampannya sampai ketengkung kebelakang. Tak hanya tubuhnya merasa letih seketika tapi hatinya  pun meremuk saat berbicara seperti itu  kepada sulli, minho tau itu pasti sangat menyakitkan untuk sulli karena dari 3 tahun yang lalu semenjak minho tertangkap basah bersama dengan naeun, sulli benar-benar tidak ingin bertemu bahkan berbicara dengan minho. dan sekarang saat semuanya membaik minho harus memberitahukan kebenaran yang menyakitkan itu.

“yeoboseyo,,,” sulli keluar dari studio foto, ia baru selesai pemotretan setelah vakum beberapa hari. “ne oppa” sulli terus berjalan mencari lorong sepi agar suara taemin, orang yang menelponnya dapat terdengar.

“sedang apa chagi?” ujar taemin dari sebarang sana.

“eoh, aku baru selesai pemotretan oppa, hmm oppa kapan pulang?” Tanya sulli.

“kau merindukan oppa?”

“hmm,,”

“oppa akan menghubungimu setelah oppa sampai ne”

“hmm, arasho oppa” sulli berhenti di depan jendela ia mentap jalan raya dari sana.

“oh ya bagaimana minho, dia merasa nyaman dirumah?”

“eoh,, ya oppa”

“baguslah, oppa akan menghubunginya setelah menelponmu”

“hmmm”

“apakah semuanya baik-baik saja?”

“hmm, ya oppa”

Sulli dan taemin diam sesaat.

“kau sedang sakit?  kenapa nada suaramu sangat berbeda. Ada masalah?” tampak nada suara taemin berubah menjadi khawatir.

“aniya,, gwenchana oppa” sulli menggeleng pelan.

“baiklah. mungkin oppa menelponmu dalam keadaan yang kuang tepat”

“aniyo,,, oppa,, jinjjah gwenchana” sulli berkata dengan sungguh-sungguh.

“arasho, istirahatlah. Besok oppa akan menghubungimu lagi”

Sulli menghela nafas, ia merasa tidak enak pada taemin. Taemin namja yang baik dan sungguh perhatian seharusnya sulli harus menghargai semua itu dan bersungguh-sungguh mencintai taemin tanpa menyisahkan ruang hatinya untuk orang lain, apa lagi orang yang dengan sangaja mengores luka menganga di hatinya.

Telpon terputus, sulli membalik badan berjalan lesu menuju ruang istirahat.

“aku akan memberinya kejutan” taemin tersenyum sekaligus berbicara sambil menatap layar ponselnya.

Taklama datang sekretaris kepercayaannya.

“sajangnim, semua sudah beres. Kita bisa pulang kejepang 3 jam lagi” ujar sekretaris hwang. Taemin beralih menatapnya.

“kalau begitu kita masih punya waktu untuk mencari sesuatu untuk sulli bukan?”

“tentu saja sajangnim”

Taemin mengangguk sumringah, ia berjalan mendahului sekretarisnya.”baiklah, aku sungguh tak sabar bertemunya di rumah besok”

Minho menatap jam dinding, jam menunjukan pukul 23:00 KSL tetapi sulli belum pulang juga, ia terus menatap jam itu gelisah, karena baru 2 jam yang lalu ia menelpon manajer kim dan manajer sulli itu mengatakan kalau jadwal sulli hari ini tidak begitu padat jadi ia memberikan kebebasan pada sulli untuk pergi kemanja saja yang ia mau setelah menyelesaikan semua jadwalnya.

“kemana dia” minho mengusap-ngusap tangannya tak karuan. Minho berdiri dan berjalan mundar-mandir di ruang tamu yang tampak semegah istana itu.

Pintu terbuka, dengan spontan tubuh minho bergerak menatap kearah pintu.

“sulli-ya” minho menatap tak percaya keadaan sulli, berantakan dan kacau untuk kalangan selebritis papan atas. “apa yang terjadi” minho segera memapah sulli karena sedetik saja minho terlambat, bisa saja tubuh sulli terjatuh kelantai.”kau mabuk!!” tercium alkhohol yang begitu menyengat dari mulut sulli.

“apaaa,,, peeedduuuulllimu eoooh” tatapan sulli layu, ia berbicara tak karuan dan memukul minho dengan asal.

“ayo aku antar kekamar” minho berjalan sambil menahan bobot tubuh sulli.

“jangaaan seennntuuh akuuuu, booodooh” ricau sulli tak jelas, jangankan berjalan berbicara saja ia tak jelas. Tapi minho tak memperdulikannya dengan sabar ia terus memapah tubuh sulli menuju kamarnya tak jarang sulli dengan tubuhnya yang lemah dan tak berdaya akibat alcohol itu memberontak namun itu sama sekali tak berpengaruh pada minho.

minho membaringkan sulli di ranjangnya, sulli tampang benar-benar kelelahan. Matanya terpejam dengan mulut sedikit menganga namun sedikitpun kecantikannya tak hilang dari wajah polosnya. Mata bulat minho tanpa bosannya menatap pemandangan yang menurutnya sangat indah itu. “kau sungguh cantik”. Tanpa sadar sebutur air mata lolos dari matanya. “maaf telah membuatmu seperti ini” entah kenapa minho yakin sulli seperti ini karena ulahnya, ia tau sulli bukan tipe wanita akan mabuk-mabuk kalau tidak sedang menghadapi masalah yang sudah diluar batas kemampuannya. Sulli akan mabuk-mabukkan kalau is merasa stress, dan depresi.

“hiks,,,” minho terpaku ketika mendengar isakan tangis dari sulli. tangan kekar minho mulai membelai pipi halus sulli yang memerah. Aliran sungai kecil membasahi pipinya.  “hikss,,, hikss,,,” isakan itu berubah menjadi tangisan. Dan membuat minho ikut merasakan kepedihan hati sulli.  namja itu pun akhirnya kalah pada kekuatan hatinya ddan ikut mejatuhkan butrian air kejujuran yang mewakili hati kecilnya. Perlahan tapi pasti minho mendekatkan wajahnya pada sulli, perlahan tapi pasti wajah minho sudah tepat berada di atas wajah sulli jarak mereka hanya beberapa sentimeter. “maafkan aku” bisik minho. kelopak mata sulli kini terbuka perlahan mata mereka bertemu untuk beberapa saat sebelum sulli mengangkat kepalanya dan menempelkan bibir merahnya di bibir minho.

Sulli meresapi kehangatan dari bibir minho sama halnya dengan minho, ia memejamkan matanya. Tapi saat sulli memisahkan tautan dari mereka sekarang minho yang mendekati wajahnya dan melumat bibir sulli dengan lembut, namun itu tak berlangsung lama. Lumatan itu semakin lama-semakin tampak kasar dan bergairah. Minho menguasai ciuman panas mereka tapi seolah ingin mengimbangi minho, sulli mengantungkan tangannya di leher minho dan memberian remasan-remasan kecil pada rambut minho. dan secara tak langsung itu membuat minho semakin ingin memiliki sulli malam ini.

Ciuman panas mereka berlangsug 15 menit, mereka sama-sama memburu nafas mereka. Sekarang minho mulai beralih pada leher jenjang sulli dan menciuminya tak lupa meninggalkan jejak disana sehingga leher sulli yang putih ternodai dengan warna biru keungu-unguan.

“aaakkhh” desah sulli, ia mendongakkan kepalanya memberikan ruang minho agar terus mencumbunya. Sekarang mereka tidak memikirkan bagaimana dengan masalah percintaan mereka, sulli dan minho sedang dalam lingkaran dimana mereka sama-sama ingin memiliki satu sama lain.

Minho mengangkat kepalanya menghadap sulli, ia tersenyum sulli pun membalas senyum itu. “aku ingin memilikimu sulli” bisik minho. “nado oppa, aku juga ingin memilikimu oppa” ujar sulli sebelum akhirnya minho memeluk tubuh sulli dan sulli merintih kesakitan dibagian bawahnya karena benda keras memaksa masuk kedalam tubuhnya. Entah kapan minho mencari sela untuk membuat tubuh mereka tanpa busana sedikitpun, sulli hanya merasakan setiap sentuhan minho dan sulli pun tak berniat menyudahi sentuhan itu, karena jujur sulli sangat merindukan belaian minho dan menginginkan minho lebih. Dan pada akhirnya malam itu mereka sama-sama melepaskan semua rasa cinta dan rasa ingin memiliki mereka tanpa berpikir apa yang akan terjadi setelah mereka melakukan hal tersebut.

Sopir pribadi taemin memarkirkan mobil mewah itu tepat di depan rumah nan megah itu, taemin keluar dari sana dengan wajah dan senyum yang cerah.

“kenapa tidak mengabari dulu tuan akan sampai disini subuh-subuh begini” ujar pelahan OH

“aku ingin memberikan kejutan buat kalian terutama sulliku. Apakah dia masih tidur?” Tanya taemin.

“tentu tuan, nona sulli selalu bangun pukul 7 pagi dan ini baru jam 5 pagi tuan”

“hahahhaha, baiklah aku akan membangunkannya aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat wajah terkejutnya saat melihatku” kata taemin antusias dan berjalan menuju rumah megahnya. “oh ya kalian melayani tamuku dengan baik”. Taemin terus berjalan 2 orang pelayan membukakan pintu buat taemin.

“tentu tuan, sesuai keinginan anda” pelayan OH berjalan di samping namun sedikit dibelakang taemin.

“baiklah kalau begitu, kau boleh pergi” ujar taemin sambil mengangkat tangannya. sang pelayan pun menghentikan langkahnya dan menduduk hormat kearah taemin yang terus berjalan menuju kamar sulli yang terletak di lantai atas.

Ditangan kiri taemin terdapat bingkisan hadian yang sengaja taemin siapkan khusus buat pujaan hatinya itu,,

“sulli,, sulli ya,,,, “ panggil taemin sambil terus menaiki anak tangga.

“sulli ya,,,” taemin mendorong pintu bercat putih itu. “ssul,,,,” taemin seketika berhenti memanggil sulli, matanya terbelalak, tubuhnya kaku dan bingkisan yang ia bawa tadi terjatuh tak kala ia melihat pemandangan yang tak bisa ia terima dan ia percaya.

 

“sulli,, minho” kata taemin masih diam terpaku

Merasa dipanggil minho dan sulli mengeliat terbangun dan sama-sama membuka mata, mata mereka bertemu kembali. “hah,,” mereka sama-sama terkejut.

“apa yang kalian lakukan. CHOI SULLI,, CHOI MINHO?” suara taemin membesar membuat keduanya tersadar dan menatap taemin,

“oppa,,” sulli melebarkan matanya.” Huh” ia melihat kedalam selimut dan betapa shocknya ia sama sekali tidak mengenakan pakaian.

“memalukan. aku tunggu kalian di ruang kerjaku”

Taemin berbalik dan menutup pintu sulli dengan membantingnya. Tangan sulli yang memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya gemetaran. “sulli,,” minho mencengkram lembut tangan sulli, tapi sulli malah menepisnya.

“pergi,,, ini semua salahmu. Apa yang baru kita lakukan?. Ya tuhan kenapa aku begitu bodohnya” sulli begitu panic, ia tak ingin apa yang ia dan minho lakukan tadi malam hingga membua ia bangun tanpa sehelai benang pun dan tubuhnya merasakan sakit dimana-mana. Khususnya dibagian bawahnya.

Minho tak bisa berkata apa-apa lagi, ia minho secara sadar melakukannya tapi bagaimana dengan sulli ? yang ternyata tak sadar telah melakukan hubungan badan dengan minho, karena ia dibawah kendali minuman yang memabukan itu. Apakah sepenuhnya itu salahnya?. Tidak. ini salah mereka berdua yang sama-sama ingin saling memiliki hanya saja tadi malam tubuh sulli terlalu jujur untuk menginginkan minho lebih.

“apa yang aku lihat tadi apakah sepenuhnya nyata?” taemin menatap sulli dan minho secara bergantian.”apakah aku sedang dikhianati oleh kekasihku dan sahabatku?” taemin menatap tajam kearah minho.

“oppa,,,” sulli mengangkat wajahnya. “aku,, kami” sulli terbatah, ia bingung harus menjelaskan semuanya bagaimana dan dari mana.

“kalian berpura-pura tak perduli didepanku tapi di belakangku kalian melakukan hal-hal yang,,,,,,” taemin menghentikan ucapannya, ia merasa tak mampu melanjutkannya. “aku kecewa,,” taemin mengalihkan padangannya, sulli bergerak dan berpindah kesebelah taemin, memeluk taemin dari samping.

“jinjjah, maafkan aku oppa. Sungguh aku tak sadar saat itu aku tengah mabuk dan aku tidak tau telah melakukan apa” ujar sulli lirih, air matanya mengalir tapi taemin bersikap acuh. Sedangkan minho hanya menatap nanar pemandangan itu, padahal mereka baru saja melewatkan malam yang hanya ada mereka berdua.

“maafkan aku taemin, aku yang bersalah” minho menunduk, walau bagaimanapun ia yang melakukannya dengan sadar.

“aku tak ingin mendengar apa-apa dari mulutmu minho.” taemin menatap tajam kearah minho, memberikan tatapan membunuh padanya. “aku telah memutuskan untuk membatalkan kerja sama kita dan mulai besok. Kau bisa kembali kekorea. CK tidak,,,, jangan menunggu besok, tapi saat ini juga”

Taemin berdiri dan menarik tangan sulli sedikit kasar, membawa sulli keluar dari ruangan itu dan meninggalkan minho sendirian.

Minho merenungkan apa yang telah ia lakukan, jelas saja taemin sangat kecewa terhadapnya. Mereka bersahabat tapi minho malah tidur dengan kekasih taemin, calon istri yang begitu dicintai taemin. Minho tau dalam hal ini ia yang salah dan taemin tidak akan semudah itu memaafkannya.

Sulli terus saja menunduk, ini semua bukan salah minho. sulli dapat mengingat sedikit apa yang ia lakukan bersama minho dan entah kenapa dalam hati sulli yang terdalam, ia tidak menyesali hal itu.

“kau tau, kau telah melakukan hal yang menjijikan sulli” ucapan taemin membuat sulli tersadar dalam lamunannya.

“maafkan aku oppa,, aku benar-benar mabuk”

“apa yang membuatmu mabuk dan melakukan hal itu?”

“miane,,, jinjjah miane”

“aku tak butuh kata maaf sulli, kau tau aku begitu mencintaimu tapi kenapa kau tega melakukan hal itu dengan orang lain, dan kenapa harus minho?” taemin terus meninggikan suaranya, ia begitu teramat kecewa.

“miane,,,”

“ck,, baiklah” taemin berdiri . “kita akan menikah 3 hari lagi” setelah berbicara seperti itu, taemin dengan santainya berlalu meninggalkan sulli sendirian di kamar taemin. taemin tak ingin sulli meninggalkannya walaupun sulli benar-benar telah mengecewakan hatinya. Ia ingin terus bersama sulli dalam kondisi apapun walaupun ia harus menerima kenyataan buruk yang ia lihat tadi pagi.

“ 3 hari lagi?” sulli mengulangi kalimat taemin yang sudah hilang di balik pintu. Tatapannya kosong kedepan, apakah dia masih pantas buat taemin? dan apakah dia telah sanggup mengingat janji suci sehidup semati bersama taemin?.

Perhelatan akbar terdengar di luas di jepang, korea bahkan seluruh dunia. Choi sulli dan lee taemin akan mengakhiri masa lajang mereka. 2 insan yang sukses dan membuat siapa saja iri melihatnya akan menikah tepat pada hari ini. seluruh tamu terhormat dari berbagai seluruh dunia hadir di kediaman taemin, bukan para pengusaha sukses saja bahkan pangeran dari inggris pun turut hadir, selebritis-selebritis ternama di seluruh dunia turut meramaikan acara yang mengahabiskan biaya sekitar Rp. 33.000.000.000.000 itu.

Sulli  menggunakan gaun yang di desain dari seluruh perancang terkemuka di dunia, kemewahan berbalut berlian di setiap sudut ruangan tak mampu menggambarkan betapa mewahnya pernikahan itu. Mempelai wanita yang tampak begitu cantik dan glamor dan mempelai wanita yang tampak sederhana namun terlihat bak pangeran.

Namun di lain negera tampak minho dengan senyum pahit menatap kelayar TV nya, ya ia sedang menikmati acara termewah di seluruh dunia itu. Senyum nanar terus menghiasi wajahnya yang tampan. “selamat sulli,, taemin” bisiknya. Betapa ia menyesali menukarkan asset yang begitu berharga dalam hidupnya.

“menyebalkan,, besok pernikahan kita akan lebih mewah dari itu oppa” entah dari mana naeun datang langsung mematikan siaran TV itu, minho berbalik dan menatap naeun tajam.

“apa yang kau lakukan disini” Tanya minho dingin.

“kau lupa oppa, perusahaan ini juga milikku” kata naeun sambil melipat kedua tangannya didepan dada dan mendongakkan wajahnya pada minho.

“CK,,” minho tersenyum meremehkan dan menggeleng lalu tanpa bicara ia pergi meninggalkan naeun di ruang kerjanya.

“aiiissssh jinjjah” naeun menata pintu yang dibanting minho dengan sebal dan mengehentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang merajuk. “kenapa si, apa aku kalah cantik dari sulli,, “ protesnya.

Sulli tampak termenung didalam kamar pengantinnya, sudah berapa gelas ia meneguk minuman berakohol itu.

Taemin masuk kekamar setelah tamu mereka pulang, ia tampak kelelahan untuk hari. Berapa tangan yang harus ia jabat, berapa banyak ucapan selamat yang harus mereka balas dengan senyuman dan ungkapan terimakasih.

“apa yang kau lakukan ssul” Tanya taemin saat melihat sulli dengan mata yang mengantung-ngantuk duduk di atas ranjangnya.

“aniya,, oppaa~~~~”

Taemin mendekat dan menutup mulutnya saat bau keras alcohol tercium di indra penciumannya.

“disaat seperti ini kenapa kau mabuk, eoh” dengan sabar taemin membaringkan tubuh sulli menyelimutinya dengan selimut tebal sampai batas perut sulli.

“oppa,,, malam ini, malam pengantin kita bukan~~~~” ujar sulli, mataya tetap terpejam.

“ya” jawab taemin singkat.

“jadi apa yang kau tunggu~~~~~” ricau sulli semakin melantur, taemin menatap sulli tiba-tiba wajahnya berubah ganas saat mengingat bagaimana ia menangkap basah sulli dan minho yang sedang tidur bersama. Ia membuka seluruh baju sulli dan pakaiannya dengan cepat. Saat ia ingin memulai aksinya ia melihat air mata jatuh dari sudut mata sulli yang terpejam, seketika itu pula niatnya hilang. Ia terus saja menatap sulli hingga pada akhirnya taemin menghela nafas dan menutupi tubuh sulli dengan selimut dan ia sendiri lebih memilih untuk tidur di kamar lain.

“aku tidak tau apa yang aku lakukan ini sudah benar atau tidak, tapi aku tidak bisa tidur dengan yeoja yang sudah disentuh oleh sahabatku sendiri” ujar taemin sebelum ia menutup pintu kamarnya dan membiarkan sulli tertidur dikamarnya.

 

TBC,,

Oke ,, author merasa sedikit kecewa,,,

Yaaaa,, kenapa kalau FF nya mau di kasih NC dan di protect, readers baru semangat mau kasih komentar??

Berarti masih ada silent readers disini yang Cuma mau baca tapi sulit memberikan komentar, author nulis FF, satu partnya hampir 3000 kata tapi, readers yang ngk sampe koment segitu aja kok sulit bener ya,,

Bukan untuk FF author taE_Nda aja ya, tapi untuk FF lainnya juga.

OKE,,

Please, harga karya author dengan memberikan kritik dan saran readers, OKE

LATE [chpat 4]

lateLate

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

“aku ingin tidur” ujar sulli, ia membenarkan posisinya mencari posisi yang membuat tubuhnya nyaman dan bisa tertidur.

“ne, kalau sudah sampai aku akan membangunkanmu” kata manajernya yang terus fokus pada jalan yang tampang lenggang sekarang.

2 jam berlalu, sulli dan manajernya telah tiba di tempat dimana mereka akan bertemu dengan pihak SM untuk membicarakan kontrak kerja sama mereka. Dengan mata yang masih mengantuk sulli turun dari mobil dan berjalan di belakang manajer kim.

“terimakasih telah datang, mari direktur kami sudah menunggu kalian” ujar seorang yeoja yang tak henti-hentinya tersenyum dan diyakini ia adalah salah satu asisten direktur SM. Cantik dan sexy itulah yang tergambar dari wanita yang sedang berjalan mendahulu sulli dan manajer kim untuk menunjukan ruangan dimana direktur SM sudah menunggu mereka. Sulli mengamati pemandangan sekitar sungguh indah dan sejuk, udaranya masih segar dan alami. Asisten cantik itu mendorong sebuah pintu dengan model rumah adat china.

“silahkan” ujarnya lembut dan sopan. Manajer kim tersenyum terimakasih tapi berbeda dengan sulli, ia tampak tidak begitu tertarik dan lebih memilih masuk kedalam ruangan untuk melihat siapa yang telah menunggu nya.

“annyeonghaseyo, choi sulli-ssi” seorang laki-laki paruh baya dengan setelan jas yang rapi dan lengkap semakin mendukung penampilannya  yang tampak sangat berwibawa.

“annyeonghaseyo, direktur bangapseumnida” sulli membungkuk hormat, diruangan itu hanya ada direktur tidak ada yang lain.

“aku sangat senang bisa bertemu dengan anda sulli-ssi, aku tak menyangka kalau kau aslinya lebih cantik. Aigoooo” direktur berdecak kagum, mengamati sulli dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Sulli hanya tersenyum tipis menanggapinya. “terimakasih direktur atas pujiannya, anda begitu berlebihan” kata sulli. ia selalu menjaga ucapnnya dan bersikap bak bintang besar, elegan dan penuh wibawa.

“hahaha, silahkan duduk sulli-ssi.” Sulli menatap meja pendek dihadapannya yang sudah penuh dengan hidangan yang lezat, direstran yang sederhana seperti ini bagaimana ada hidangan yang semewah ini. sulli merasa ada yang aneh.”jangan hanya dilihati sulli-ssi, mari dicoba. Aku juga sudah membelikan anggur merah kesukaanmu”.

 

“tidak perlu repot-repot direktur, saya masih kenyang. Sebaiknya kita langsung saja membicarakan soal kontrak kita”

“jangan seperti itu sulli-ssi, bersantailah. Aku telah menyiapkan ini semua untuk bertemu dengan anda. Dan aku pikir anda bukanlah selebritis yang tidak menghargai pemberian dari fansmu kan” direktur berkata sambil tersenyum, ia telah duduk bersila didepan meja makan menunggu sulli untuk duduk di hadapannya.

“maaf, tapi saya benar-benar masih kenyang direktur”

“kalau begitu, segelas anggur saja untuk memulai perbincangan kita, silahkan” direktur tampak memaksa, dengan senyum yang dipaksakan sulli duduk di hadapnnya. Ia menatap sekeliling tapi ia tidak menemukan manajernya.

“tenanglah, akan lebih baik kalau kita berbicara hanya empat mata. Aku rasa manajermu akan mematuhi semua keputusanmu bukan” senyum dan ekspresi tenang dari direktur terus menghiasi wajahya walaupun seperti itu, sulli merasa tidak tenang. “silahkan,,,” direktur menuangkan segelas anggur ke gelas sulli sedangkan sulli tampak risau dan gelisah, ia terus mencoba tenang.

 

“aku senang dapat bekerja sama dengan model secantik dirimu sulli-ssi. Aku harap kita bisa saling menguntungkan”

Sulli mengeryitkan keningnya, entah kenapa sulli merasakan ada yang salah dalam ucapan terakhir itu

“kau bisa mengambil semua keuntungan dari penjualan album itu, dan aku,,,,,”

“nee,,,,”

“dan aku bisa mengambil keuntungan dari tubuhmu”

Dengan sekejap anggur dalam gelas yang dituangkan dengan direktur sudah membasahi wajah direktur yang tadi menatap sulli dengan ekspresi mesum.

“jaga ucapan anda direktur, aku rasa tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Permisi” sulli meraih tas dan hendak berdiri tapi direktur itu malah menahan sulli, tampaknya ia tak terima telah disiram oleh sulli. “kau tak bisa pergi sebelum menyetujinya”

 

“maaf, aku tidak tertarik dengan kontrak kerja sama anda” sulli menepis tangan direktur dan cepat-cepat berjalan kepintu keluar tapi sayangnya pintu itu terkunci, dengan wajah cemas dan panic sulli mengeser pintu itu. “siapa saja diluar, tolong bukakan pintu ini”

 

“percuma, disini hanya ada kau dan aku”

 

“anda gila, saya akan melaporkan ada  kepolisi dan karir mu akan hancur” sulli menatap sengit sang direktur yang menyeringai menatap sulli.

 

“semua bisa di beli dengan uang, termasuk keadilan dinegara ini” direktur dengan tampang nafsu menghampri sulli dan menarik tangan sulli paksa ke sebuah ruangan yang ada di dalam ruangan itu.

“lepas,,, tolong,,, tolong”

Sulli terus memberontak untuk melepaskan diri.

“brrruk” sulli menggunakan tas yang ia miliki untuk memukul kepala direktur dengan keras.

“aarrgh” direktur meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya, sulli mengambil kesempatan untuk itu dan melarikan diri.

“tolong,, tolong” ketakutan sulli semakin mencuap, matanya memerah, ia terus mengeser pintu itu. Tapi nihil pintu itu tak bergeser sedikit pun.

“habis kau,,,” wajah tenang direktur berubah menjadi liar, dengan emosi ia menghampiri sulli dan menamparnya dengan kuat sehingga sulli tersunggur dan tak sadarkan diri.

Minho berjalan tergesa-gesa ia tadi sempat kehilangan jejak mobil yang digunakan sulli dan manajernya. Minho menyembunyikan tubuhnya saat melihat seorang wanita tengah berdiri depan sebuah ruangan, ia tampak berjaga-jaga. “apa yang dilakukan wanita itu dan kenapa aku bersembunyi?” minho bertanya sendiri pada dirinya, rumah makan dengan model klasik ini tampak sangat sepi, kemana semua orang? Pikir minho. tiba-tiba matanya beralih pada sebuah sepatu yang tergeletak begitu saja di sebuah ruangan dengan hati-hati minho membuka pintu klasik itu dan menemukan manajer kim tengah tak sadarkan diri disana. Minho membulatkan matanya kalau manajer kim sendirian disini, bagaimana dengan sulli dengan cepat minho berlari mencari sulli, ia berlari menuju tempat yang ia yakini sulli ada disana.

 

“maaf, ruangan ini digunakan” halau yeoja sexy asisten direktur.

“pergilah aku tak ingin menyakitimu” kata minho.

“tidak bisa” yeoja itu melentangkan tangannya, minho memutarkan bola matanya ia tak ingin menghabiskan waktu untuk berdebat dengan yeoja ini padahal mingo yakin kalau sulli ada didalam sana.

“maaf” dengan sekali pukulan dileher yeoja itu, yeoja itu langsung tergeletak taksadarkan diri minho tak ingin membuang waktu ia langsung menendang dan seketika pintu klasik itu roboh. Kosong diruangan itu tidak ada siapa-siapa

“hahahah” terdengar tawa dari sebuah ruangan, dengan wajah cemas dan takut minho segera berlari dan BRUUUKK, minho menendang pintu itu hingga roboh untuk yang kedua kali.

“siapa kau” direktur tampakk sudah tak menunggunakan pakaian atasnya, minho beralih pada sulli yang masih menggunakan pakaian lengkap tapi lebab di bagian pipi mulusnya.

“jangan sentuh yeoja itu, bedebah” minho mengatupkan rahangnya, mengepalkan tinjunya

“BUKKK, BUUUK” minho menghantamkan tinjunya ke pipi direktur itu, direktur tak memberi perlawann ia tersunggur dan memegangi sudut pipinya yang berdarah.

 

“kau akan menyesal, kau tidak tau siapa aku” ujar direktur itu.

“siapapun kau, aku tidak akan membiarkan siapa saja menyentuh apa lagi menyakiti sulli” minho bergerak maju, sang direktur bergerak menudur dengan terseot-seot. “mati kau” mata minho memerah menahan semua emosi dikepalan tinjunya. “BUUKK.. BUKK” minho meninju pipi, rahang direktur tanpa ampun.

“aaakhh” minho menghentikan tinjunya saat menyadari sulli terbangun dengan rintihan pelan.

“sulli-ya” minho menghempas tubuh direktur menatapnya tajam sebelum ia berlari keranjang dimana sulli berbaring.

“bagaimana keadaanmu, mana yang sakit? apa yang sudah ia lakukan padamu eoh?” ujar minho tanpa henti, namja itu begitu cemas. Ia mengecek tubuh sulli dari ujung kaki sampai ujung rambut semuanya baik-baik saja, kecuali bagian pipi kanan sulli yang lebam.

“hiksss” sulli menggeleng ketakutan dan meringkung di pelukan minho.

“jebal, bawa aku keluar” minho menganggu dan mengelus rambut sulli yang hitam sebahu.

“kita pergi sekarang” minho mengangkat tubuh sulli ada bridal style, tatapan membunuhnya ia lembarkan pada direktur yang sudah terkulai lemah dilantai. “aku tidak takut dengan siapapun aku akan berhadapan. Kalau kau masih berniat untuk menyetuhnya. Aku tidak akan segan memotong kepalamu dan mengantungnya di gedung SM. Camkan itu berengsek” kata-kata minho tercuah begitu saja sebelum ia semakin mengeratkan pelukannya pada sulli dan membawa sulli keluar dari ruangan itu.

“aaarrh,, minho-shi,, minho shi” sang manjer yang sadar berjalan tergopoh-gopoh menghampiri minho.

“apa yang terjadi, sulli-ssi?” ia menatap cemas artisnya.

“lain kali kalian tidak boleh hanya pergi berdua, dan jangan lagi kau meninggalkan sulli dengan kliennya” kata minho tegas, ia menatap marah sang manajer yang telah lalai menjaga keselamatan artisnya.

“maafkan aku, saat itu”

“sudahlah, pulanglah laporkan semua ini pada pihak yang berwajib aku akan membawa sulli pulang duluan, ia butuh ketenangan dan istirahat”.

Manajer kim mengangguk paham, walaupun kepalanya masih sakit akibat obat tidur yang diberikan oleh asisten sexy itu. Ya asisten sexy itu telah disiapakan untuk mengajak manajer kim makan bersama di ruangan lain oleh sebab itu direktur bisa dengan leluasa berbicara dengan sulli. karena tergoda dengan kecantikan asisten itu dengan mudahnya manajer kim terpengaruh dan menerima tawaran itu, alhasil sulli ditinggal berdua saja dengan direktur SM yang berniat pada sulli.

Minho membaringkan sulli di ranjangnya, tubuh sulli tampak lemah, yeoja itu ternyata masih shock atas apa yang terjadi dengan dirinya.

“kau sudah aman, tenanglah”

Sulli mengangguk lemas, minho hendak beranjak pergi tapi tangannya ditahan oleh sulli, minho reflex menatapnya. “neeee,,,”

“jangan sampai taemin oppa mengetahui semua ini, dia akan sangat marah dan bisa melakukan hal buruk pada SM entertaminet”

Minho menghela nafasnya pelan, ternyata ia mengkhawatirkan taemin.

“SM akan berhadapan denganku” minho hendak pergi lagi tapi tangan sulli malah mencengkramnya lebih kuat.”nee?” minho sudah siap kalau sulli akan menyebut nama calon suaminya itu lagi.

“gomawo,, gomawo sudah perduli denganku” ujar sulli lembut dengan mata sayunya.

“arasho, itu sudah kewajibanku. Bukankah taemin sudah menitipkanmu padaku dan aku juga sudah berjanji akan menjagamu” seperti ada hempasan yang kuat pada tangan sulli yang masih menggenggam tangan minho, hingga dengan lemah tangan sulli terlepas. Ia tersenyum simpul, minho benar. Ia hanya menjalankan amanah dari taemin. “kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi aku akan pergi, sebentar lagi para pelayan akan datang dan mengobati lukamu”

Sulli mengangguk, minho akhirnya pergi meninggalkan sulli. “bodoh” sulli tersenyum lirih, dia sudah terlalu percaya diri untuk memberikan kesimpulan minho masih mencintainya.

“bagaimana?” Tanya minho pada manajer kim yang baru pulang.

“maaf minho, kita tidak punya bukti yang kuat untuk menuntuk direktur itu”

Minho menghela nafas, ia tau SM entertainment punya kekuasaan yang besar dan dapat mengatur semua ini dengan rapi hingga orang tidak akan percaya. “kalau kita masih bersikeras melawan dan menuntut SM, bisa saja SM memutar balikkan fakta dan membuat semua ini salah sulli-ssi” semua itu benar, minho memegangi kepalanya yang pusing, kata-kata yang tak jujur dalam hatinya yang ia ucapkan pada sulli barusan masih saja menyesakan dihati dan pikirannya. Dan sekarang otaknya harus bekerja keras untuk berpikir bagamana caranya agar direktur itu bisa menebus kesalahannya.

“baiklah, untuk kali ini kita lepaskan saja. Tapi ingat sulli tidak boleh menandatangani kontrak apapun dengan label SM itu. Mengerti!!” setidaknya minho sudah puas membuat muka direktur mesum itu bonyok.

“aku mengerti minho shi, by the way sepertinya anda sangat menjaga dan mengenal sulli-ssi apakah kalian berteman akrab. Maaf aku bertanya seperti itu”. Tanya manajer kim yang melihat minho sangat khawatir dan menjaga sulli.”dan maaf anda tau dari mana keberadaan kami saat itu?”

Pertanyaan itu mampu membuat choi minho kelabakan dan menelan ludahnya.

“apakah itu penting, sulli-ssi adalah calon istri dari sahabatku. sepertinya tidak ada yang mesti aku jawab” minho tiba-tiba berwajah dingin dan pergi meningglkan manajer kim dengan berjuta pertanyaan.”tugasmu adalah menjaga dan mengatur jadwal sulli. aku harap kau tidak merangkap jabatanmu sebagai wartawan” ujar minho sebelum ia benar-benar meninggalkan manajer kim di ruang tamu.

Keadaan sulli sudah mulai membaik dan beberapa hari juga sulli  tidak muncul dilayar TV, ia vakum untuk menghilangkan lebam dipipinya, ia tak ingin mendengar spekulasi yang aneh-aneh soal dirinya nanti.

“bagaimana dengan keadaanmu?” minho masuk dengan membawakan obat dan air putih buat sulli.

“gomawo, sudah semakin membaik” sulli yang tadinya sedang menatap pemandangan dari jendela berpindah ke sofa kamarnya menunggu minho yang sedang meletakkan obat dan air putih di meja kecil sebelah ranjangnya.

“baguslah, besok taemin akan pulang” ujar minho yang sudah duduk di sebelah sulli, ya beberapa hari ini pula hubungan minho dan sulli mulai membaik, tidak ada kata-kata dingin dari bibir manis sulli dan sikap dingin dari minho. mereka tampak akrab sekarang dan,,, dekat.

Sulli mengangguk wajahnya tertunduk, entah apa yang sulli rasakan. Tapi hatinya menolak kenyataan kalau mungkin saja besok minho akan menjaga jarak darinya. Ya karena status sulli sebagai calon istri taemin, sahabat karib minho.

“aku ingin mengatakan sesuatu,,,,,” ujar minho agak ragu.

“apa itu?”

“ini soal hubunganku dengan naeun”

Sulli merebas dress selututnya. “ya,,,”

“apa yang kau lihat dulu, benar adanya dan aku menjalin hubungan dengannya sampai sekarng”

Bagai petir disiang hari, mata sulli mulai memanas. Ia mengalihkan pandangannya tak ingin menatap minho, entah kenapa rasa sakit itu muncul lagi, ya rasa sakit 3 tahun yang lalu yang masih tergores jelas di hati sulli.

“maafkan aku,,, kau tau dulu hidupku seperti apa dan kesuksesanku, itulah yang aku punya dan aku jaga sulli. naeun punya segalanya yang akan menopang kesuksesanku sampai sekarang. Jadi,,,,”

“jadi kau menukar cintamu itu demi kesuksesanmu?” air mata sulli dengan lancangnya menetes begitu saja, ia menatap minho dengan tajam menuntut jawaban yang pasti walaupun sulli sudah tau jawaban minho adalah iya.

“maafkan aku,,”

 

TBC

Ahayde,,, gimana? Gaje kah? Typo kah?

Oke ,, part selanjutnya akan ada NC dan akan di PROTECT. Kalau readers mau PW nya  klik DISINI.

Oke

Komentanya jangan lupa ya

 

LATE [chapt 3]

love note

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

Sulli memutar-mutar i-phonenya dengan bosan, matanya menatap lurus kedepan ia sungguh terlihat sangat suntuk.

“chagiya,,,” panggil seseorang dari belakang, mengetahui suara siapa itu sulli lantas segera berdiri dan menoleh kebelakang.

“oppa, kenapa lama,,,,  jadwal penerbanganku satu jam lagi. Sebenarnya kau niat tidak si mengantarku” rengek sulli, ia sudah menunggu taemin 1 jam di teras rumahnya, taemin berjanji akan mengantar sulli kebandara.

“miane,, sepertinya oppa tidak bisa mengantarmu”

“MWO?” bagaiman bisa padahal ia sudah menunggu namja itu 1 jam.

“tapi tenang, akan ada yang menemanimu” ucap taemin santai seperti tak bersalah.

Sulli mengeryitkan keningnya, taklama minho turun dari dalam mobil taemin.

“oppa sudah menelpon manajemen dari perusahaan oppa di jepang, mereka ingin bertemu dengan minho secepatnya jadi minho akan berangkat kejepang bersamamu. Bukannya kau senang ada yang menemani pulang chagi?”. Demi apapun sulli ingin meminta malaikat mau menarik nyawanya saat ini.

“tapi oppa,,,,, “

“kenapa kau suka tapi tapi si,, sudahlah. Selesai urusan disini oppa akan pulang ke jepang.”

Sulli mendesah ia memalingkan wajahnya kesal dengan taemin, kenapa ia menyuruh minho satu pesawat dan satu rumah dengan mereka.

“sudahlah, jangan seperti itu. Minho kau tidak keberatankan menjaga my princess selama aku disini.”

Minho menatap sulli yang sedang memalingkan wajahnya.”tentu, aku akan menjaga calon istrimu taemin ah” kata minho, tubuh sulli membeku mendengar perkataan minho yang tak sedikitpun terlewatkan ditelinganya.

“gomawo minho ya, baiklah kalau begitu,, kajja,, nanti kalian bisa ketinggalan pesawat” taemin meraih koper sulli menuju bagasi mobilnya setelah itu ia menarik tangan sulli dan mendorong tubuh sulli masuk kedalam mobil

“jaga dia, aku akan segera pulang” kata taemin pada minho sebelum minho masuk kedalam mobil dan duduk disebelah sulli.

Akhirnya mobil BMW putih taemin membawa sulli dan minho menuju bandara dan terbang menuju jepang. selama perjalanan sedikit pun tak ada percakapan yang terlontar dari mulut keduanya.

Beberapa jam telah di tempuh untuk menuju kansai international airport, jepang.

kansai international airport

Saat itu hari telah malam. Keindahan airport tampak jelas dari atas udara.

Setelah turun dari pesawat sulli dengan serius berdiri disamping mobil mewah miliknya yang akan membawa mereka kekediaman taemin. Ia membenarkan kaca mata hitamnya yang menutup kedua mata indahnya, shal betal menutupi setengah wajahnya, rambut sebahunya terkuncir keatas sungguh penyamaran yang sempurna, ia tak ingin orang tau bahwa seorang choi sulli model dan artis papan atas sedang berada disana bersama namja lain.

“ini demi hubunganku dan taemin oppa, aku tak ingin ada paparazzi yang menangkap kebersamaan kita disini. Dan menyebar gossip yang tidak benar” kata sulli ketus lalu masuk kedalam mobilnya setelah seluruh barangnya masuk kedalam bagasi dan sopir membukakan pintu untuknya.

“aku tau,,,,” ujar minho lalu masuk juga kedalam mobil.

1 jam lamanya mereka menuju kediaman rumah lee taemin dan lagi-lagi mereka kembali bungkam.rumah taemin

 

Mobil terparkir di depan pintu rumah megah itu, sopir membukakan pintu mobil untuk sulli dan minho. dengan cepat sulli turun dan masuk kerumah, seluruh pelayan berdiri berjejer menyambut kedatangan mereka. “ada apa ini?” kata sulli melihat hal yang terlalu berlebihan ini, biasanya kalau dia dan taemin kembali dari luar negri tidak sampai seperti ini, ini sangat berlebihan.

“maaf nona, tuan taemin menelpon kalau ada tamu kehormatan akan datang jadi kami menyiapkan ini semua atas permintaan tuan” ujar ketua pelayan.

“ini sungguh berlebihan” sulli membuka kacamatanya dan menoleh kebelakang. “ sambutlah dia, antar kekamarnya”

“nona tidak ingin makan dahulu?” tawar pelayan OH, ketua pelayan.

“tidak, layani saja tamu tuan dengan baik, aku ingin tidur” ujar sulli lalu pergi menuju kamarnya dilantai atas.

Semua pelayan menunduk hormat kembali saat minho masuk kedalam rumah.

“mari tuan silahkan kemeja makan” tawar pelayan OH

“tidak perlu, aku hanya ingin istirahat” mata minho terus menatap kepergian sulli, membuat mata pelayan OH mengikuti kemana mata minho bergerak. Merasa di perhatikan minho bergerak salah tingkah.”tunjukan dimana kamarku”

“ baiklah mari saya tunjukan kamar tidur tuan” taemin memang memerintahkan seluruh pelayannya untuk melayani minho dengan baik.

“Ini kamar tuan minho, desainnya sudah diubah dengan kepribadian tuan choi minho, ini semua keinginan tuan lee”

Kamar tidur modern 7

 

Alik menin

Minho mengangguk pelan, taemin rupanya telah menyiapakan semuanya untuk dirinya, sungguh sahabat yang sangat baik bukan?.

“hmm, sebentar” ujar taemin saat pelayah OH ingin berbalik meninggalkannya.

“apakah sulli dan taemin sudah menikah, kenapa mereka tinggal bersama?” pertanyaan itu terlontar saja dari mulut taemin.

“tidak tuan, tuan lee sangat mencintai nona sulli, ia ingin nona sulli selalu dalam pengawasannya”

Minho mengangguk ia pun sebagai namja mengerti bagaimana kalau seorang pria telah bersungguh-sungguh mencintai seorang wanita, tentu pria itu ingin selalu didekat wanita itu bersamanya dan selalu menjaganya. Itu juga yang sekarang dilakukan taemin.

“pergilah dan pertanyaan itu cukup kau saja yang tau” kata minho.

“saya mengerti tuan, kalau ada yang tuan butuhkan. Tuan cukup menekan tombol disana” pelayan OH menunjuk tombol berwarna putih yang menempel di dinding sebelah ranjang tidur minho. “semua pelayan disini berasal dari korea selatan, jadi saya berharap anda akan selalu merasa nyaman disini. Permisi” pelayan OH menunduk hormat, berjalan mundur hingga samapi di luar pintu dan menutupnya dengan perlahan.

“taemin memiliki segalanya, CK. Sulli pantas mendapatkannya” minho tersenyum miris membayangkan wajah sulli yang sedang tersenyum pada taemin, bukan padanya lagi.

 

Dikamar sulli

j

sulli berdiri di depan cermin, ia masih menggunakan baju handuk, rambutnya masih terlilit handuk berwarna ungu senanda dengan warna yang mendominasi kamarnya.

“apakah aku harus berbicara dengan taemin oppa agar minho tinggal ditempat lain?” tanyanya dengan pantulan bayangannya sendiri. “tapi tidak mungkin, pasti taemin oppa akan marah dan menjitakku lagi. Ya kan ?”,ia mempoutkan bibirnya.

Drrrrt drrrrt drrrrt

Ponselnya berbunyi, sulli meraih dan mengangkatnya setelah tau siapa yang menelponnya.

“taemin oppa,, yeoboseyo”

“aku dengar dari pelayan kau tidak ingin makan malam ya”

Mengapa dia bisa tau, kenapa mulut pelayan semuanya pada rempong. Apakah dia akan mati kalau tidak makan?.

“jangan salahkan mereka, oppa yang menanyakannya langsung, pergilah makan temani minho makan. Kalian berteman bukan? Kenapa acuh tak acuh begitu? Apakah ada yang salah dengan kalian berdua?”. Serocos taemin.

“oppa, di korea jam berapa si. Pergilah istirahat”

Tututttt tutttt

Panggilan terputus, sulli yang memutuskannya. “aku lebih memilih mati dari pada harus makan satu meja dengannya” protes sulli sambil menatap kesal ponselnya. “menyebalkan”.

Naeun berdiri di depan pintu rumah kediaman minho dan keluarganya sedari tadi ia menekan bel rumah minho tapi satupun tak ada yang membukakan pintu untuknya padahal kyuhyun dan para pelayan rumah minho sudah mengetahui kalau naeun dengan kesal telah berdiri di depan pintu.

“tuan, apakah kita tidak sebaiknya membukakan pintu?” ujar salah satu pelayan.

“sudah biarkan saja ia berdiri disana sampai petir menyambarnya, tapi kurasa petir pun akan 10000 x berpikir untuk menyambar tubuh kurus yeoja itu”

Seluruh pelayan yang ada disana menutup mulut mereka menahan tawa atas kekonyolan tuan muda mereka itu. “kalian lihati saja ya dari sini, jangan ada yang membukan wanita itu pintu. Ara?” kata kyuhyun

Seluruh pelayan mengangguk dan kembali merapat melihat dari layar monitor yang terpasang untuk mengamati setiap tamu yang datang.

“siapa suruh kau mengangguk adikku, dasar.” Kyuhyun terseyum evil sambi mengeluarkan posnelnya untuk menghubungi minho.

“tut,,,,tut,,,,tut,,,,,”

Panggilan masuk tapi minho tak kunjung mengangkatnya

“yeoboseyo,,,” akhirnya dijawab dengan minho juga, kyuhyun tersenyum girang

“aaaah,,, minho ya bagaimana kabarmu?’

“hyung aku baik-baik saja, ada apa hyung”

“sebaiknya kau non aktifkan ponselmu dan suruh karyawanmu untuk tidak memberitahukan keberadaanmu sekarang, yeoja itu sekarang sedang mencarimu”

“Ck, biarkan saja hyung,,,, ia juga tidak akan tau aku tinggal dimana disini.”

“kau yakin,,,?”

“aku yakin,,,”

“baiklah kalau kau yakin, oh ya kalau ada yeoja jepang yang cantik, aku harap kau tidak melupakan hyungmu yang tampan ini ahahahah”. Kyuhyun tertawa membuka mulutnya lebar-lebar .

“aku tau, hyung aku ada urusan nanti aku akan menghubungimu lagi”

“baiklah, selamat bersenang-senang adikku”

Kyuhyun memutuskan sambungan telponnya dan si jepang sana minho hanya menggeleng-geleng tak mengerti menanggapi tingkah hyungnya yang seperti itu.

“nona sulli, hari ini anda pemotretan jam 10, ada jumpa pers jam 1, makan bersama dengan desainer ternama di paris jam 2, dan kita harus menandatangi kontrak dengan SM entertainment untuk syuting MV mereka. Mereka ingin bertemu desa XXXX kebetulan mereka ada disana hari ini”

Minho menatap manajer sulli yang sedang sibuk membacakan jadwakl kegiatan yang harus sulli laksanakan hari ini, sedangkan sulli dengan santainya melahap sarapan paginya, ia seperti tidak tertarik dengan jadwal-jadwal yang akan membuatnya kelelahan nanti. “ XXXX, bukannya itu cukup jauh dari sini?” sulli mulai menanggapi

“benar, sekitar 2 jam dari pusat kota”

“hmmm, baiklah” sulli membersihkan mulutnya dengan tissue dan bangkit menatap minho yang sedari tadi memperhatikannya.

“kau disini bukan bertugas memperhatikanku makan minho-sshi. Kau tamu kehormatan disini” kata sulli lalu meraih tas kecilnya dan berlalu diikuit manajer kim dari belakang.

“maaf tuan, nona sulli sebenarnya tidak sekasar itu” ketua pelayan yang merasa akhir-akhir ini sulli dalam kondisi yang badmood meminta maaf pada minho.

Minho hanya tersenyum kecil menanggapinya

“mari tuan hidangan sudah disiapkan, setelah itu anda akan diantar keperusahaan untuk menemui pihak investor “

“baiklah..bukan masalah. “ jawab minho santai lalu duduk di meja makan tepat dimana sulli duduk sebelumnya. “kursi ini lebih nyaman” gumamnya.

“sayang sangat bangga karena seorang choi sulli sudah bersedia menggunakan pakaian yang telah kami desain”

“anda terlalu berlebih, saya pun sangat merasa bangga telah dapat mencoba memakai hasil desain anda Mr, sungguh karya anda sungguh luar biasa”

Sang desainder dan sulli pun mengakhir makan siang mereka dengan saling memuji dan berjabata tangan.

“baiklah, mrs. Sulli saya permisi dulu, lain kali saya akan kembali kesini dan bertemu dengan anda. Sekali lagi terimakasih atas kerja samanya.”

“saya pasti akan menunggu”

Sulli tersenyum hingga peracang ternama itu pergi . “ah,, aku ingin tidur, aku lelah” keluh sulli. ia menopang kepalanya dengan tangan dan hampir memejamkan matanya.

“ahh, kita masih ada jadwal sulli-shi, pihak SM sedang menunggu kita”

Manajer kim mengingatkan. ingin sekali rasanya sulli memplaster mulut manajer itu agar tidak mengatakan jadwal-jadwal yang membuat tubuhnya remuk, tapi bagaimana lagi ini adalah pekerjaannya tuntutan profesinya,, sulli harus professional bukan?. Dengan wajah lelah sulli mengangkat kepalanya.

“baiklah kita pergi sekarang”

—-

Minho tengah berdiri disebuah toko buku tua, ia tertarik untuk memasukinya. Setelah bertemu dengn para investor untuk bekerja sama, minho memutuskan berjalan-jalan dan menemukan took buku itu.

“itu,, sulli kan,,,, ia itu sulli” beberapa orang berteriak riang membuat minho menoleh kesumber suara dan menatap subjek yang menjadi pusat perhatian. “sulli” gumamnya. Ia mencoba tak ambil pusing tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu. “SM entertainment?” tiba-tiba Sesuatu timbul dalam pikiran minho.

“kau memutuskan kontrak kerjasamamu dengan SM kenapa?”

 

“aku hampir dilecehkan oppa, aku tak ingin menjual tubuhku hanya untuk menanda tangani kontrak dengan mereka, aku tak mau”

Minho teringat percakapannya dengan adik sepupunya yang juga merupakan seorang model beberapa bulan yang lalu.

“jam berapa sekarang?, jam 4 “ minho mengingat-ngingat lagi setelah makan siang jam 2 dengan desainer terkenal dari paris, sulli akan bertemu dengan pihak SM disebuah desa yang akan memakan waktu 2 jam, mungkin minho terlalu berpikiran negatif,,, tapi tidak ada yang tau bukan apa yang akan terjadi saat penandatangan kontrak, sulli mungkin bisa saja menolak tapi dia hanya pergi dengan manajernya. Minho tak ingin terjadi sesuatu yang akan membuatnya menyesal untuk kedua kalinnya.

“mana kunci mobil”

Pinta minho pada karyawan yang ditugaskan untuk menemani minho berkeliling.

“mau kemana sajangnim?” tanyanya

“cukup berikan kunci mobilnya, aku ingin pergi sebentar” dengan wajah bingung akhirnya sang karyawan memberikan kunci mobilnya dan minho segera bergegas menyusul mobil van sulli. ia hanya ingin berjaga-jaga saja.

TBC

 

LATE [chap 2]

love note

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun |Son Naeun | Cho Kyuhnyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

“oppa,,,, tunggu” sulli meraih tangan taemin setelah taemin mengantarnya pulang.

“neee” taemin berbalik, menatap kekasihnya dengan senyum yang penuh pesona. “kau masih merindukanku” godanya sambil mengedipkan mata. Sulli menggeleng membuat taemin merubah ekspresinya menjadi bingung. “jadi apa chagi?”

“oppa,,,, kau serius”

“aku serius padamu….”

“bukan itu oppa~~~”

“jadi apa?”

“soal minho, choi minho” ujar sulli membuat taemin mendekat dan menjitak kepala sulli pelan.

Pletak,,,

“panggil dia oppa, dia lebih tua darimu 3 tahun chagi. Kalian juga berteman bukan? Hormati dia,,,,”

“tapi dia,,,”

“panggil dia OPPA,,,, hargai dia sebagai sahabat oppa”

“arasho,,,” sulli memanyunkan bibirnya, ia tidak bisa membantah perkataan taemin kalau taemin sudah mengeluarkan wajah seriusnya.

“minho sahabat dan rekan bisnis oppa, oppa ingin dia tinggal bersama kita sudah lama oppa tidak berbagi cerita padanya”

“hah?” sulli mengangkat kepalanya, cerita? Berbagi cerita ? bagaimana kalau minho mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih dan sempat bertunangan?. “oppa,,,,”

“oppa tidak ingin mendengar penolakan untuk yang satu ini,, ,,” potong taemin membuat sulli kembali membisu.

“masuklah kedalam hari sudah lama, bukannya besok pagi-pagi kau harus ada di tempat mempelai wanita?, jangan terlambat. Kita bertemu di gereja OK! mungkin oppa akan sedikit terlambat”

“ne oppa,, arasho,,,”

“selamat malam” taemin tersenyum dan mengacak rambut hitam sulli setelah itu berlalu dengan cepat.

“hmmm, hati-hati oppa” sulli pun melambaikan tangannya saat dari jendela mobil, taemin melambaikan tangannya. setelah mobil taemin menghilang dari pandagangannya ia lesu menjatuhkan tangannya kesisi tubuhnya, “bagaimana ini, kenapa jadi seperti ini? Aaaaarrrgghh” sulli menghentak-hentak kakinya kesal bercampur geram dan gelisah.

“jadi bagimana,,,,?” luna dengan mata membulat penasaran menatap lekat wajah minho yang tampak shock.

“bagaimana apanya?” Tanya minho agak risih menerima tatapan itu.

“sulli dan taemin sshi?, dia pacar baru sulli kan ?” sekarang jonghyun ikut ambil andil

“ia,,, “ jawab minho singkat.

“jadi,,,?”

“jadi apa si,, sudahlah kepalaku mau pecah. Aku pulang luna ya, jonghyun hyung” dengan kacau dan wajah berantakan minho berdiri dan meraih kunci mobil dengan emosi.

“kenapa marah?” ujar luna bingung menatap punggung minho yang barlalu.

“dia cemburu” lugas jonghyun dengan santai sambil merangkul pundak luna.

“jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh” luna menepis tangan jonghyun dan menatapnya tajam.

“mwo?, aku tidak melakukan hal aneh” protes jonghyun dengan tatapan yang tidak kalah sengit.

“CK, kita sudah berpcaran 5 tahun, aku sudah tau watak  mesummu itu oppa,, sudahlah pulanglah aku lelah besok kita akan sangat sibuk bukan?, aku tak ingin terlambat di hari special kita,,, “ ujar luna sambil menarik-narik tangan jonghyun agar berdiri dan segera pulang.

“aissssh jinjja yeoja ini, bagaimana bisa kau mengusir calon suamimu ini” kelus jonghyun

“sudah- sudah pulanglah, hati-hati di jalan oppa,,, muach,,” sekali kecupan luna mencium pipi jonghyun, setelah itu ia berlari masuk kedalam kamar.

“CK ,, dasar yeoja malu-malu kucing dia” jonghyun menggeleng lalu bergegas pergi.

—-

“aku datang bersama yeojachinguku”

 

“nanti juga kau akan bertemu dengannya, hati-hati ya,,, aku tak ingin kau mencintai yeojaku, hahaha”

 

“aku sudah 2 tahun berpacaranya dengannya, dia sudah 3 tahun menetap di jepang. Aku begitu mencintainya”

 

Perkataan taemin tentang yeojanya terus mengiang di telinga minho. “jadi sulli adalah yang di maksud taemin?”. Minho mengepalkan tangannya, apakah dia cemburu?

“tinggallah bersama kami dijepang, aku ingin sahabatku lebih mengakrabkan diri dengan calon istriku”

 

Dan ucapan yang terakhir itu telak membuat minho menginjak rem secara mendadak sehingga mobilnya berhenti mendadak di tengah jalan, untuk jalan raya sudah sepi sehingga tida menimbulkn protes dari pengendara yang mungkin saja hampir menabrak mobil mahal minho.

“shiittt” minho meninju setir mobilnya dengan kasar.

Penyesalan selalu datang belakangan, itu yang ia rasa saat ini. menyesali kepergian sulli dan yang lebih menyakitkan ialah kenapa sulli harus bertemu dengan taemin, sahabat karib minho. bahkan mereka sudah berpacaran.

Drrrrt,, drrrrrtttt,,
Minho menatap ponselnya, nama naeun tertera jelas di ponselnya dengan emosi yang meluap-luap minho meraih poselnya, memcopot batreinya dan membuangnya keluar jendela.

“CK,, “ dengan senyum miris minho kembali menancapkan gas mobilnya meninggalkan ponsel yang berserakan di aspal jalan.

“igomwoya,,,,” naeun terus mengulangi panggilannya yang ditujukan buat minho, tapi ponsel minho tidak bisa dihubungi. “kemana minho oppa, kemana namja itu,, aisssh jinjjah” rengek naeun sebal. Lalu ia mencoba menelpon seseorang.

“yeoboseyo, kyuhyun oppa,,, apakah minho oppa ada dirumah?”. Minhyuk adalah kakak kandung minho.

“dia bukan anak kecil naeun, yang setiap saat harus oppa perhatikan” terdengar dari nada suaranya kyuhyun seperti tidak senang naeun menelponnya.

“ponselnya tidak aktiv oppa”

“kalau begitu kau telpon saja densus 88, dan tim SARS. Bye” dengan ketus kyuhyun memutuskan panggilannya.

“igemwoyaaaaaaa” naeun mempoutkan bibirnya sambil menatap masam ponselnya.

“iiiiiiiihhh” dengan alay dia membanting ponselnya keatas ranjang.

“aigooo, neomu keyopta” sulli menatap takjub luna yang sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan baju pengantinnya.

“bagaimana, aku cantik?” ujar luna dengan bangga.

“hmm, jonghyun oppa tidak salah memilih sahabatku yang paling cantik ini untuk jadi istrinya” dengan gemas sulli memeluk tubuh kecil luna yang munggil dari belakang.

“hey,, hati-hati,,, bajunya nanti kusut” luna bergerak gusar takut gaunnya rusak akibat dekapan sulli. sulli melepaskan dan menggeleng melihat sikap berlebihan luna, “dasar ,, CK. Baiklah kalo begitu aku akan melihat situas diluar,, “ ujar sulli, tapi luna tak mengubrisnya, ia terlalu sibuk menepuk-nepuk gaunnya dan memperhatikan gaunnya. Ia ingin terlihat perfect untuk acara yang paling bersejerah ini.

“ck, dasar…” keluh sulli lalu detik kemudian ia tersenyum merasakan apa yang luna rasakan, ia tau luna ingin terlihat cantik di depan mempelai laki-lakinya. Pasti sulli juga akan bertindak seperti itu kan nanti saat menikah dengan,,,,,,, dengan siapa?. Kenapa di dalam benak sulli ia cukup ragu untuk menyebut nama taemin, namja yang sekrang berstatus namjachingunya.

Minho berdiri di samping jonghyun, ia menatap jonghyu yang gugup.

“kau kenapa hyung?” tanyanya dengan polos.

“Ck, nanti juga kau akan merasakannya”

“merasakan apa?” minho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, jonghyun menatapanya kesal. Kenapa minho jadi selemot ini.

“kenapa kau jadi lemot seperti ini, astaga. Ya dalam posisiku saat ini. sekarang aku hidup bukan untuk diriku sendiri tapi juga untuk luna, kau mengerti tidak?, CK,, bukannya soal seperti ini kau selalu ahli dan terdepan di bandingkan aku?” oceh jonghyun panjang lebar.

“Ck, saat ini aku tak ingin beradu argument dulu denganmu hyung. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu melihat-lihat aku tak ingin diacara pernikahanmu ini ada teroris yang menyelipkan boom.” Ucap minho sambil berlalu

“aigoooo,,,, do’amu itu jelek sekali” protes jonghyun yang tak didengarkan minho

Saat ia melewati sebuah ruangan, minho terkejut melihat pintu terbuka dan tampaklah sulli keluar dari sana dengan menggunakan gaun berwarna pink selutut tanpa dengan dengan hiasan bunga melingkari kepalanya.

Tapi sepertinya sulli tak menyadari kebaradaan minho yang saat ini sedang terpaku karena terpesona melihat kecantikan yang sulli miliki bahkan dengan tampilan sesederhana seperti ini, sulli tampak bak bidadari.

“bagaimana semuanya sudah beres, bukanya sudah kau tata dengan rapi? Dan apakah ada masalah. Kalau ada apa-apa katakana padaku ya” tutur sulli lembut pada beberapa pelayan yang mengatur interior gereja tersebut.

Tanpa sadar minho tersenyum, bagaimana bisa ada wanita seindah sulli.

“kalau bagian sana bagaimana?” sulli menujuk arah belakang minho, membuat minho dengan cepat memutar tubuhnya, tak ingin di lihat sulli. tapi percuma sulli mengetahui itu minho, dari postur tubuhnya saja sulli sudah dapat mengenal kalau itu minho. setelah mengarahkan semuanya sulli dengan cepat bergegas pergi sehingga saat minho membalik, sulli sudah tidak ada disana.

“mana minho oppa?” Tanya naeun ketus pada jonghyun, jonghyun menatap naeun dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia sama sekali tidak ada indahnya. Pikir jonghyun.

“aku tidak mengundangmu diacaraku, pergilah” kata jonghyun, membuat mata naeun yang tadinya sibuk mencari keberadaan minho didalam gereja menjadi teralih pada jonghyun.

“apa?” segak jonghyun, membuat  nyali naeun sedikit menciut.

“aku hanya mencari pacarku, mana dia?”

“siapa pacarmu”

“minho, choi minho,,,” dengan lantangnya naeun menyebut nama minho, membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya, termasuk namja yang berjalan tak jauh dari mereka. Taemin.

“kau yeojachingu minho?” Tanya taemin, naeun menoleh dan mengangguk

“ah, perkenalkan aku lee taemin” taemin menjulurkan tangannya, naeun menjabat tangan taemin cukup lama dan tersenyum genit kearah taemin, membuat jonghyun merasa jijik dan ingin muntah, karena tak tahan jonghyun pun meninggalkan mereka. “Mungkin dia ada didalam. Ayo…. Aku juga mencari yeojachinguku” taemin melepaskan tangannya lalu dengan ramah mengajak naeun untuk masuk.

“baiklah” dengan gayanya yang genit dan malu-malu kucing naeun berjalan di depan taemin sesekali ia menoleh dan tersenyum genit pada taemin, membuat taemin tersenyum canggung dan tak nyaman. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, yeoja itu pacarnya minho, sahabatnya.

“taemin oppa,,” taemin menoleh dan mendapati sulli tengah berdiri tak jauh darinya.

“sulli ya”

Mendengar nama sulli, naeun menoleh dan menatap tak suka kearahnya. Mata sulli dan naeun tak sengaja bertemu.

“chagiya, kau melihat minho?. yeojachingunya mencarinya dari tadi” kata taemin yang tidak tau apa-apa. Sulli mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya menatap naeun.

“chagiya,, gwenchana?” ujar taemin yang menyadari perubahan pada mimic wajah sulli.

“naeun apa yang kau lakukan disini” entah dari mana minho datang, ia menghampiri naeun dan menatap tak enak kearah sulli.”ayo perg”. Minho menarik kasar tangan naeun membuat melepaskan tatapan sinisnya pada sulli.

“ada apa ini?, kau mengenalnya ssul?”

“tentu,,,,,  dia pacar minho oppa bukan?” ujar sulli mencoba lebih tenang. “kajja oppa,,, kita harus mengambil posisi duduk yang paling pas bukan untuk melihat luna dan jonghyun oppa” sulli menarik lengan taemin, taemin tersenyum tak ingin terlalu memikirkan hal yang ia pikir sedikit ganjil itu.

“kajja”

“apa yang kau lakukan disini?”minho menarik kasar tangan naeun dan menghempaskanya saat mereka telah berada di tempat yang sepi, hanya ada mereka berdua.

“apa?, apa salah aku mencarimu oppa,, tadi malam kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif an kenapa kau tidak memberitahuku kalau sulli ada disini, apa kau menemuinya tadi malam”

“CK, memangnya siapa dirimu yang mengaturku?, apapun yang aku lakukan bukanlah urusanmu”

“kau milikku oppa,,,,” naeun meraih jas hitam minho. mencengkramnya kuat-kuat.

“saham di perusahaanku memang setengahnya milikmu, tapi perlu kau ingat!!! seluruh hatiku tidak akan sedikitpun kau milikki” ujar minho dengan nada tegas dan penuh penekanan disetiap katanya. Dengan kasar minho menepis tangan naeun dan pergi meninggalkan naeun dengan mata yang berkaca-kaca.

“CK, kau milikkmu minho oppa” naeun menatap punggung minho dengan tajam, senyum yang lebih mirip seringai mengiasi wajahnya. “kau milikku”

TBC

 

Sok kometarnya, kalau ngk kasih komentar ngk papa,,, tapi updatenya tahun depan yak

Late [chap 1]

love note

LATE

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

 

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

“chagiya,,,  beritahu oppa kalau sudah ada di korea ne”

“ne, oppa”

Tut,,,

Panggil terputus, sulli menetap ponselnya sebentar lalu kembali meletakkanya di meja kecil samping tempat tindurnya, dengan lesu ia menggeser tubuhnya untuk berbaring memandang langit kamarnya.

“besok aku akan kembali kekorea,,,,hmmm” sulli menghela nafasnya berat, kemudian membalik tubuhnya kekiri menatap jendela kamarnya. “bagaiamana kalau aku bertemu dia lagi” ucapnya pelan.

Ia berbalik kesebelah kanan lagi, menatap lampu tidurnya. “apakah aku bisa?”. Matanya beralih pada ponselnya, wajah kekasihnya lee taemin terbesit di pikirannya. Namja yang telah menjadi kekasihnya selama 2 tahun ini, tepatnya selama ia bertempat tinggal di japang, Negara dimana ia berada saat ini.

“ku harap semua akan tetap sama”

Wajah seseorang terbayang kembali di benaknya. Wajah yang menganggunya setiap malam lebih tepatnya wajah namja yang selalu mengisi hatiya walaupun sudah 3 tahun pula mereka berpisah dan tak saling memberi kabar. Choi minho, mantan kekasihnya. Walaupun ia sudah bersama lee taemin, tidak munafik sulli masih mencintai namja bermarga choi itu. Sebenarnya alasan utama sulli pergi kejepang ya karena namja itu. Dan ia harus pulang kekorea besok pagi karena sahabat karibnya luna akan melangsungkan pernikahannya dengan kim jonghyun, sahabat karib minho. itu yang semakin memberatkan sulli untuk pulang besok. Minho pasti akan ada disana bukan?.

“huffft” sulli kembali mendengus, sampai ia tertindur dalam kegelisahannya menunggu besok.

—-

Rasa sesak semakin menyelimuti hati sulli, saat kakinya menampakkan kembali ketanah kelahirannya.

“chagiya”

Rambut hitam sebahunya terkibas kesamping saat suara familiar terdengar jelas di telinganya, senyum terukir di bibir tebalnya saat melihat namja yang sangat tampan sedang melambai-lambai kearahnya.

”taemin oppa” ujarnya pelan tak menhilangkan senyum termanisnya.

“aigoooo, kenapa tidak mengabari oppa eoh kalau sudah sampai?” taemin menghampiri dengan setengah berlari dan mengacak rambut sulli dengan sayangnya.

“aku pikir oppa sibuk, jadi tak perlu lah lagian aku pulang ke kampung halamanku sendiri jadi tak mungkin aku tersesat disani”

“CK, sombongnya”

Sulli hanya tersenyum melihat kekasihnya berdecak sebal karenanya.

“kau memang keras kepala,,,” ujar taemin, kemudian meraih koper sulli dan mengenggam tangannya. “kajja”

Sulli mengangguk mereka pun berjalan beriringan membuat semua mata melihat kearah mereka dengan tatapan iri. Iri dengan apa yang mereka miliki. Choi sullli, model dan artis terkenal papan atas yang memiliki segalaya tubuh yang tinggi langsung, kulit yang seputih susu, wajah yang begitu cantik bak malaikat, polularitas dan sangat terkenal di jepang. Lee taemin namja asal korea selatan yang merantau ke jepang dan menjadi pengusaha industry otomotif di jepang yang memiliki kekayaan berlimpah diusia mudanya.

——-

“oppa, bagaimana pekerjaanmu disini”

Sulli membuka percakapan saat di mobil. “baik, 1 minggu lagi oppa akan kembali kejepang. Bagaimana denganmu apakah kau mau pulang bersama dengan oppa?” mata taemin sekilas melirik ke sulli, ia tak ingin kehilang focus dalam menyetir.

“mungkin aku hanya 3 hari disini oppa”

“cepat sekali apa kau tidak rindu?”

Sulli menoleh. “rindu?” sulli mengulangi kalimatnya.

“rindu dengan keluargamu, teman-temanmu” taemin melengkapinya.

“tentu” jawab sulli pelan lalu berpaling menatap keluar jendel mobil taemin. “ tapi akan lebih terasa berat kalau aku dalam satu kota yang sama dengannya” lanjut sulli dalam hati, ia terus menatap pepohonan yang melepas daun-daun keringnya. bisa dipastikan seluruh pohon diseoul sedang menggugurkan daunnya saat ini. Seoul yang biasanya bersih sekarang hampir di seluruh jalan di tutupi daun kering berwarna kuning. “musim gugur” sulli tersenyum pahit . Taemin tak menyadari perubahan sulli, karena ia terlalu sibuk menyetir. Kota seoul sangat padat siang itu.

Taemin mengantarkan sulli kerumahnya, tentu cukup shock bagi keluarga sulli saat bertemu taemin, karena selama ini setelah sulli memutuskan pertunangannya dengan minho tanpa sebab yang jelas, sulli sama sekali tak memberi tau kalau ia telah memiliki namja lain di luar sana, setelah dari rumah sulli, sulli dan taemin beralih kerumah luna. Membuat luna terkejut setengah mati saat melihat tiba-tiba sahabat karibnya datang

“SULLII,,,,” luna berhambur kepelukan sulli, mereka tertawa bahagia

“Aigooooo, aku sangat bahagia kau bisa datang kemari,, “ luna melepaskan pelukannnya dan menatap taemin yang sedang berdiri di samping sulli.

“nugu” dengan sikutnya luna menyenggol sulli,

“eoh perkenalkan ini,, lee taemin. Namjachingku” ujar sulli sedikit ragu

“hah?, neo namjachingu?” luna seoalah tak percaya, membuat taemin memperhatika dirinya, apakah ia kurang tampan hingga luna ekspresi luna seperti itu.

“ne,,,,” sulli tersenyum dan memeluk lengan taemin, membuat taemin tersadar dan tersenyum canggung kearah luna.

“lee taemin imnida, bangapseumnida”

“taemin oppa tinggal di busan eonni, Cuma ia menetap di jepang karena tuntutan pekerjaannya”

Luna menganggung, tapi dalam hatinya luna sempat berpikir. ‘apakah benar sulli benar-benar sudah melupakan minho?, dan namja ini yang sudah membantu sulli melupakan minho?’

“eeeh,, masuklah,,, malam ini anak-anak akan berkumpul disini” luna memberi ruang untuk taemin dan sulli tapi saat mendengar kata anak-anak yang di yakinin sulli adalah teman-teman luna dan jonghyun. Sulli menghentikan langkahnya membuat taemin menatapnya bingung.

“chagiya gwenchana?”

“eohhh,, gwenchana oppa,,” sulli menggeleng dan kembali menatap luna yang sedang menatapnya, ia tau saat ini luna pasti sudah membaca pikirannya.

“apa yang kau lakukan disini” jonghyun datang dari belakang dan mengejutkan minho yang sedang asik melamun.

“kau mengejutkanku hyung”

“Ck, tapi ekspresi datarmu itu tidak memperlihatkan kalau kau sedang terkejut”

“Ck,,,”

“hahaha” jonghyun tertawa dan duduk di samping minho. “kenapa? apa yang membuatmu melamun seperti orang bego,, eoh ?”

Minho memutar bola matanya kesal dan memilih diam. “CK, choi sulli, siapa lagi yang bisa membuat seorang choi minho galau seperti ini selain choi sulli” tebak jonghyun yang kadar kebenarannya 100 %.

“hmmmm” minho menghela nafas menandakan hyungnya itu selalu tau tentang suasana hatinya dan yang ada di pikirannya. “luna sudah mengirim undangan kami 3 hari yang lalu, kau yakin apakah dia akan datang minho ya?”

“entahlah hyung, aku rasa tidak. dia terlalu membenciku”

“itu kau tau,,,,”

“ck” minho berdelik kesal kembali di buat jonghyun, bukannya berusaha membaikkan suasana hatinya tapi malah membuatnya semakin tak karuan.

“sulli begitu mencintaimu, tapi kesalahan terbesarmu ialah menyia-nyiakan dia demi wanita murahan seperti naeun. Wanita itu membuatku jijik apa yang kau suka darinya? Seujung kuku saja dia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan sulli, dasar phabo” dengan seenak hatinya jonghyun menoyor kepala minho kemudian berdiri.

“jangan menyesal kalau sekarang kau benar-benar kehilangannya dan oh ya pergilah kerumah luna duluan, aku dan yang lain akan menyusulmu”

“kau selalu bertingkah seenakmu hyung, aisssh jinjjah” keluh minho tapi jonghyun bertindak acuh dan hanya melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkan minho dengan penyesalan yang terlalu mendalam.

Percakapanpun dimulai antara sulli dan luna, taemin yang sama sekali tak mengerti percakapan yeoja hanya diam. sesekali ia menatap sulli dan luna secara bergantian. Ingin masuk kedalam percakapan menyenangkan antara kedua sahabat yang sudah bertahun-tahun tak bertemu itu. Tapi itu bukan bakatnya.

“kau harus melihat foto-foto pra weddingku sulli ah” ajak luna antusias.

“ayo tunjukan padaku” jawab sulli tak kalah girang, mereka seperti anak kecil yang akan pergi bertamasya, membuat taemin tersenyum gemas menatapnya.

“kajja” luna menarik sulli masuk kedalam kamar, sangking senangnya mereka melupakan taemin di ruang tamu.

“dasar yeoja” protes taemin, ia merenggangkan pundaknya dan mencoba bersandar hingga langkah kaki membuatnya menoleh.

“taemin,,,,”

“minho,,,”

—-

“bagaimana?” luna tersenyum lebar dan bangga setelah menunjukan foto-foto pra weddingnya pada sulli.

“aku sungguh iri, kau sangat cantik disana luna ya”

“mwoyaeee?, jadi sebenarnya aku tidak cantik eoh?” luna mengangkat dagunya dan mencibur kearah sulli,,

“aniyaaaa, neomu kyeopta luna yaaaaa, kau harus merekomendasikan photografer itu untukku juga nanti,, ahahaha, ara?”

“arachi,,, ahahaha”

“aigooo,, aku melupakan taemin oppa” sulli baru teringat dengan taemin. saat hendak keluar dari kamar luna,, tangan luna menarik tangan sulli hingga ia terhempas ke ranjang

“waeee?, kita melupakan taemin oppa sendirian di ruang tamu”

“apakah kau sudah melupakan minho oppa?” mata luna berubah tajam menatap mata sulli membuat sulli bergidik ngeri.

“luna, kami sudah mengakhiri hubungan kmi  3 tahun yang lalu, jadi kami bebas untuk menjalin hubungan dengan siapa saja kan,,?”

“tapi …..”

“jebal,, jangan diungkit kisah itu lagi luna,,, “ sulli menepis tangan luna ia tidak mau masa kelamnya dengan minho kembali terucap. Masa kelam dimana dengan jelas ia melihat minho bercumbu dengan yeoja lain di depan matanya. Itu yang membuat sulli benar-benar kecewa pada minho dan memutuskan untuk pergi selamanya dari hidup minho. “bagiku minho masa laluku”

Sulli berlari keluar tapi langkah cepatnya terhenti saat melihat taemin bercanda gurau dengan seorang yang benar-benar tak ia ingin temui.

“sulli ya,,,,, “ taemin menangkap keberadaan sulli, ia berdiri dan menghampiri yeojanya. Menarik sulli agar lebih dekat berdiri di depan minho jarak mereka hanya 1 meter, itu cukup membuat minho dapat menatap lekat-lekat bola mata indah sulli dan cukup membuat jantungnya berdetak tak normal

“ini minho, yeojachingku yang tadi aku ceritakan padamu,, choi sulli” taemin tersenyum menatap yeojanya, sedangkan sulli hanya berdiri kaku yang hampir roboh karena sekarang lututnya sudah melemas.

Minho dan sulli sama-sama terdiam tanpa kata. Taemin mengenal minho?. taemin kekasih sulli?

“chagiya perkenalkan dia choi minho, sahabat oppa di busan saat sekolah dulu sudah 8 tahun kami tak bertemu,,,” taemin saling memperkenalkan sulli dan minho, ia tidak tau kalau keduanya sudah saling mengenal bahkan dulu hubungan mereka lebih dari sekedar teman.

“ada apa dengan kalian,,,,?, apa ada yang salah disini?” ujar taemin saat mencium bau keganjilan diantara sahabat lamanya dan kekasihnya.

“hah,, tidak,, tidak,,,” sulli menyela duluan.

“tidak apanya,, kami sudah saling mengenal taemin sshi” timbal luna dari belakang, sulli segera menoleh dan menggelengkan kepalanya, berharap luna tidak melanjutkan ucapannya.

“benarkah,, waah tidak disangka. ini lebih bagus, kau bisa mengakrabkan diri dengan minho kalau begitu karena tadi oppa dan minho membicarakan kerja sama dikedua perusahaan kami”

“maksud oppa?”

“minho akan tinggal di jepang bersama kita, selama kontrak kerja sama kami”

TBC

 

The Best For You

THE BEST FOR YOUk

 
Author : taE_Nda
 
Main cast :
Choi minh | Choi Sulli |   Lee Teamin
Jung Soo Jung a.k.a Krystal
Other cast : member SHINee dan member F(x)
 
 Length : twoshoot
 
Genre: friendship, romance, sad, comedy(?)

Author. POV

Gedung SM

 

dengan semangatnya seorang yeoja berlari tanpa menghiraukan beberapa staff yang melihatnya sambil menggeleng tak percaya melihat gadis seimut, secantik sulli berlari seperti mengejar copet.

 

“aigooo,, aku terlambat” gumamnya sambil melirik jam tangan berwarna putih seputih kulitnya.

 

Ya, choijinri yang akrab di panggil sulli itu sudah terlambat untuk pergi latihan,

 

tiba-tiba langkah seribunya terhenti mana kala sulli menabrak seseorang yang tengah berada di depannya.

 

 

“ah, “ sulli terjatuh. pantatnya dengan keras menghantam lantai keramik gedung SM yang mengkilap.

 

“miane,,, mianee” sambil meringis menahan sakit dan meraba-raba bagian belakangnya, sulli berdiri dan menunduk berulang kali pada orang yang tak sengaja ia tabrak.

 

“ohhh, ne kwencana sulli ah ?”

 

Sulli segera mengangkat kepalanya saat mendengar plus mengenal suara itu.

 

“omo,, taemin oppa” ujarnya kaget dengan mata yang terbuka lebar. “aah, jinjjah,, jeongmal miane,,, miane” ulang sulli semakin tekun membungkukkan kepalanya hingga rambut hitam panjangnya ikut kelabakan mengimbangan tubuh sulli yang bergerak cepat.

 

“ne, lain .kali hati – hati ya sulli  dan gomawo atas hari kemarin , ,” tangan taemin terjulur mengacak – ngacak rambut sulii.

 

 

Wajah sulli seketika merona menahan malu, ia tak dapat menatap mata taemin yang terus menatapnya sambil tersenyum, dan pada akhirnya ia pun lupa kalau ounnideulnya sedang menunggunya untuk latihan, hingga suara ponselnnya berbunyi, “aaaah,,, eomma” sulli mengutuk dirinya sendiri, pasti vic akan marah padanya. Ia menatap taemin sebentar lalu tersenyum memohon untuk mengangkat panggilan dari sang leader. Sulli memutar tubunya membelakangi taemin dan,

 

“yoebose. . . . . ..” kata sulli hati-hati.

 

“YAAAAAAAAK, SULLI YAAAA, NEO EODIYAAA EOH? , KAU TAK LIHAT SEKARANG JAM BERAPA HAH? , PALLIWAA,, aisssh jinjjah ??” teriak vic dari sebrang sana, membuat sulli menjauhkan ponsel itu dari telinganya dan menutup matanya. Suara vic bisa membuat telinganya tuli.

 

 

“ne ne ne miane eonni,” sulli langsung mematikan ponselnya. Membalikkan tubuhnya kembali menghadap taemin “ oppa, aku pergi dulu ya, annyeong” sulli membungkuk, melambaikan tangan dan melanjutkan meraton kesiangannya.

 

 

Taemin hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku sulli, yang sebegitu polosnya, sambil melambaikan tangannya, “oh sulli, keadaan panik saja kau masih secantik itu,” ujar taemin dalam hati kecilnya. Tanpa sengaja mata taemin menangkap ada sepasang cincin yang ada di dekat ia berdiri, “oooh, ige mwoya? Mungkin ini milk sulli yang terjatuh tadi, ,aku simpan saja dulu, nanti aku kembalikan” niat taemin, sambil membungkuk meraih cincin yang terlihat couple itu ia memutar-mutar benda kecil itu lalu matanya kembali mencari sosok sulli yang ternyata sudah benar-benar hilang. Tak lama dari belakang datang seseorang yang mengejutkan taemin. Choi minho.

 

“ yaaaa, taemin ah apa yang sedang kau lihat ??”

 

“aaah, hyung, kau mengagetkan aku saja,,,,” taemin langsung menyimpan cincin couple itu disaku celananya tanpa sepengetahuan minho.

 

“ apa yang kau lakukan disini ?” tanya minho dengan gaya coolnya, menyelipkan kedua tangannya di saku celana jeans nya.

 

“heheh, mian hyung, ayooo kita kemobil” taemin mengaruk-garuk tengkuknya tak enak hati, sulli membuatnya lupa akan segalanya, terlebih lagi senyumnya yang bisa membuat taemin membeku berjam-jam hanya untuk melihat ia tersenyum. Taemin akan tertunduk malu saat mengingat dan membayangkan senyum sulli. seperti sekarang ini.

 

“yaaaak,, phabo, kenapa tersenyum seperti itu”

 

“eoh?, aniya,, hahahha,, kajja hyung” taemin mendahului minho tak ingin terlihat idiot di depan minho karena tersenyum tanpa alasan,

 

“dasar,,, “ minho menggelengkan kepalanya lalu berjalan kearah taemin pergi dan members shinee menunggunya.

 

Sulli POV

 

Saat aku sampai di ruang latihan khusus f(x) ternyata vic eonni  sudah menyambutku di depan pintu. aku sungguh terkejut, mungkin ini kali pertamanya aku terlambat. Ini semua dikarnakan  seseorang. Ya seseorang yang mengalihkan duniaku.

 

“ eonni,,, jeongmal miane” aku menampilkan wajah bersalah dan penyesalanku pada vic eonni, hey,, aku benar-benar merasa bersalah.

 

“ iya,,, iya ,, lain kali jangan terlambat ya,,,, kita harus sering latihan, kau tau kan? kita harus menyiapkan come back kita, untuk single album electrik shock? “ vic eonni menghampiriku dan menepuk-nepuk pundakku. Aku mengangguk mengerti.

 

“miane eonni”

 

Vic eonni kembali mengangguk sambi melepaskan rangkulannya. “oke,, untuk kali ini eonni maafkan, tapi tidak untuk yang kedua kalianya,, arasho choi jinri?” vic eonni membalik menatapku tajam, aku hanya cengengesan dan menghampirnya “ara,, eomma,, chu~~~” dengan cepat aku mencium pipi kanannya dan berlari menghampiri members fx yang lainnya.

Taemin POV

 

Hari ini begitu melelahkan untuk kami. Sesampainya di drom SHINee aku langsung masuk kekamarku. aku sekamar dengan minho hyung dan key hyung, sedangkan jonghyun hyung sekamar dengan onew hyung,  leader SHINee yang sangat ngefans sama ayam, kalian tahu benar bukan? Jinki hyung sangat maniak terhadap ayam. Oke, aku rasa jinki hyung punya kenangan indah bersama ayam hingga tak bisa melupakan ayak dan begitu mencintainya. Ahahaha #lupakan.

 

“hoooaaam” aku melihat minho hyung yang baru masuk kekamar sambil merentangkan tangannya, sepertinya ia ingin segera tidur.

 

“hyung…”

 

“Hmm, wae ?” ujarnya sambil membaringkan tubuhnya keranjang.

 

“hyung, kau pernah jatuh cinta kan ? “ tanyaku dengan wajah penasaran

 

“sama siapa ?perempuan ?”  jawabnya asal, sekarang kegiatannya membongkar ransel hitamnya.

 

“ya, sama perempuan la hyung, masa suka sama laki – laki, hyung ini bagaimana”

 

“hahhaha, ne ne, hmmm” minho hyung terlihat memikirkan sesuatu . “emangnya kenapa?, sudah ada yang kau sukai taemin ?”

 

“ne, hyung….ada” bayangan sulli menghiasi otakku, sulli benar-benar membuatku gila,

 

“mwooo ? nugu ? “ minho hyung mengalihkan perhatiannyaku

 

“ ada lah, hyung mau tau saja, hahah yang pasti dia sangat cantik, imut, baik hati pula. dia seperti bidadari yang turunnya ngak tau kapan hyung”

 

“yaaa. Taemin ah kau mau main – main denganku ha??” minho hyung mendekat dan mengapit kepalaku dengan ketiaknya.

 

“ yaaaaaah, hyung sudah berapa generasi kau tidak mandi , ,hhahh”

 

“aisssshhh, jinjjah kau masih mau meledekku hah,,,,,” minho hyung semakin mengeratkan kepitannya

 

“ hyung , ,ampun hyung ahahahaha”

 

Seketika, akupun melupakan pertanyaan yang aku tanyakan pada minho hyung karena asik bercanda

 

 

Drom F(X)

 

Sore harinya members f(x) baru pulang dari latihan mereka

 

“yaa, sulli, kenapa tadi kau bisa terlambat ??” Tanya krystal yang baru memasuki ruang tengah drom f(x) dan menemukan sulli sedang senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya.

 

“ ohh, tadi malam aku terlambat tidur soojung ah, gara – gara,,,,,” perkataan sulli terhenti tak kala ponsel yang ia genggam berbunyi nyaring. “taemin oppa?” sulli terlonjak kaget bercampur bahagia, itu terlihat jelas dari ekspresi wahjahnya, seketika itu juga ia bangkit dari duduknya berlari kekamarnya.

 

“Taemin ?????” ucap soojung, luna dan amber bersamaan. Mereka saling berpandangan satu sama lain dan mengangkat bahu serentak.

 

“ya ampun kalian tidak tau?,” ujar vic yang sedang sibuk dengan celemeknya, ia akan bersiap untuk memasak.makan malam mereka.

 

 

“tau apa eonni?” luna pun ikut membantu membawa bahan belanjaan kedapur.

 

 

“sulli dan taemin kemarin itu berkencan hingga larut”

 

“oooooh” amber dan soojung mengangguk mengerti, termasuk luna yang mendengar perkataan vic dari dapur.

 

“mungkinkah sulli dan taemin oppa sudah berpacaran?” soojung membuka kembali percakapan.

 

“entahlah, tapi aku rasa minho lebih pas untuk sulli” ember mengetuk-ngetuk dagunya sambil berpikir, matanya menerawang jauh hingga ia tak tau kalau soojung sedang menatapnya tak suka langsung mengambil gelas menuangkan air hingga penuh dan meneguknya dengan kasar.

 

“tapi harus di ingetin juga, jangan gara – gara cinta, tiap malam dia begadang dan paginya akan selalu terlambat, dan soojung ah ?” vic menatap soojung.

 

 

soojung yang sedang meneguk air itu langsung tersedak, karena panggilan vic.

 

 

“uhuk…uhuk,,, mwooo, eonni, ?” sambil memukul-mukul dadanya pelan

 

“kau ingat kan dia itu, kan kalian satu kamar kan, ? dan juga ingat semuanya jangan bergadang terlalu malam, jaga kesehatan kalian, Ara ?” ujar vic terakhir kali, lalu bergegas kedapur untuk memasak.

 

 

Krytal, luna, amber, Serentak mengatakan “ neeeee, eoniiiiiiii “

 

Vic hanya tertaewa kecil, meliha para dongsengdeulnya itu

 

 

Kamar sulli dan krystal

Author POV

“yeoboseo, oppa, waeyo ?” sulli mengunci pintu kamarnya dan berjalan menjauh dari pintu kamar.

 

 

“sulli ah, kau sedang apa?sudah makan ? pasti hari ini sungguh lelah ya ?”

 

“hehhe, oppa, kau seperti menanyai anak mu saja??? Ne ne, hari ini sangat melelahkan,aku baru sampai drom oppa, ?? kenapa memangnya ?” sulli memainkan ujung bajunya, seperti anak kecil yang malu-malu ketika ditanya oleh orang tuanya.

 

 

“oh, nanti malam, kalau kau tidak ada acara, atau lelahmu sudah hilang, oppa bisa bertamu ke drom kalian ?”

 

 

“ah, ani, ,ani, nanti malam tidak ada acara oppa bisa kesini kok,,, hehehe, sekarang saja, lelah ku, sudah hilang, gara-gara oppa menelponku, upsss” tangan sulli langsung menutup mulutnya sendiri, ia selalu lepas kendali kalau sedang berhadapan dengan taemin, sunbaenimnya.

 

“jeongmal? Hahahaha,,baguslah kalau begitu, oppa kan menelponmu kalau kau sedang kelelahan ya….”

 

 

“heheh,,,,” sulli hanya tertawa, kenapa ia terlihat begitu agresif.

 

“hehe, sulli? Kau merasa ssesuatu yang aneh ?” petanyaan taemin membuat sulli menghentikan tawanya dan kembali focus pada percakapan.

 

 

“ Apa oppa? Hmmm sepertinya tidak ada” sulli menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

 

“aaah, andwe, andew, kalau begitu sampai berjumpa nanti malam ya Sulli ah” tiba-tiba taemin terdengar canggung.

 

 

“ne oppa,anyoeng…”

 

Telpon segera ditutup, suli langsung melompat-lompat tak karuan, ia pun bergegas menuju kamar mandi tak sabar menunggu malam tiba.

 

 

Drom SHINee

Author POV

 

sangking asyikya taemin menelpon sulii, ia pun tak menyadari kalau minho sedang memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka, entah kenapa minho begitu malas mendengarkan kalau taemin sedang berbicara dengan sulli.  karena minho pun menyimpan hati pada member F(x) satu itu,tapi minho tidak menyadarinya, karena selama ini minho hanya menganggap sulli itu dongseng yang ia sayangi.

 

ketika taemin menyelesaikan percakapan via telepon dengan sulli, minho langsung bertanya dengan taemin :

”yah, nanti malam kau mau ke drom F(x) ?”tatapan minho langsung berubah sinis

 

“ne, hyung,,, waeyo??? Hyung mau ikut ??” Tanya taemin yang tak tau suasana hati minho yang sedang cemburu.

 

“tentu saja, kita pergi bersama ya??? Jangan pergi tanpa aku, ara ? “. Minho langsung keluar kamar dan membanting pintu cukup keras.

 

 

“yaaaaaah, hyung kenapa kau membanting pintu ??”

 

 

taemin sama sekali tidak menyadari bahwa hyungnya yang satu itu merasa sangat sangat cemburu terhadapnya.

 

 

Minho POV

Menyebalkan, kenapa ia begitu senang menelpon sulli.Tak puas apa ia melihat sulliku saat latihan bersama , ,aisssss, jinjjah,

“minho kau mau keluar, kalau kau mau keluar aku titip ayam goreng ya, untuk makan malam nanti “ ujar onew sambil mengorek-ngorek(?) kantong celananya, mencari uang recehan biar pas uangnya, dan sisanya tidak diambil #dasar pelit.

 

 

“hyung, nanti akan aku belikan tapi, bagaimana kalau kita makan di drom f(x) saja ya “ aku alibi. “bagaiamana?” lanjutku

 

“tapi itu uangnya tidak cukup kalau mau beli sebanyak itu ?”.onew hyung memasang muka memelasnya, berharap kalau aku yang akan membelikan ayam-ayam itu. Itu semua sudah terbaca.

 

 

“tenang hyung,aku sudah tau apa yang ada dipikiranmu itu hyung!,pakai uangku saja“. demi sulli apapun akan aku lakukan,asalakan aku bisa bertemu dengannya, yaaaaah, semangat 1945 choi minho. tanpa sadar aku mengepalkan tanganku keudara .

 

“Yaaaaaah, tiang listrik kau sedang apa hah???!!!! Ketiak mu bisulan ???” ujar onew hyung sekenanya membuat aku menurunkan tanganku dan tersenyum gaje.

 

 

“ hehhe, mian hyung, terlalu bersemangat”

 

“kenapa, gara-gara nanti mau bertemu dengan krystal ?” aku menatap ke sumber suara, ternyata si pendek jjong. Ia berbicara padaku, tapi matanya masih dihadapkan ke siaran televisi yang sedang membahas gosip-gosip aktris-aktris papan atas,papan tengah, bahkan papan bawah kali ajakan namanya muncul haha, jonghyun narsis.

 

 

Aku memutar kedua bola mataku malas, apalagi kalau sudah menyangkut krystal. sikap baikku itu hanya karena dia sahabat baiknya sulli, sulli bahagia kalau krystal juga bahagia, jadi akupun memberikan perhatian kepada krystal, tapi hanya sebatas oppa dengan doengsengnya, aku sama sekali tidak mencintainya. seperti yang ada di gosip-gosip itu, di insert investigasi, di KISS, di cek dan ricek, maupun di internet.

 

“aku pergi” kataku tak ingin menanggapi celotehan jonghyun hyung.

 

 

Dorm F(x)

Author POV

Jam 7 malam, suara bel berbunyi, sulli yang menuggu dari tadi segera membuka pintu,

“ Oppa, kau sudah datang” ujar sulli girang sambil menunjukkan senyum termanis yang ia miliki, tapi suara yang menyambutnya bukan lah pria yang ia tunggu itu, tapi ia juga sangat mengenal siapa laki-laki itu.

 

 

“ annyoeng sulli ah,!!!!” sapa minho.

 

“ah, minho oppa, aku sangat senang kau datang kesini, tapi mana taemin oppa,???” sulli celingak- selinguk melihat sekitarnya, mencari sesosok yang telah membuat janji bersamanya tadi sore.

 

 

“sulli, bisakah jangan menyebut nama orang lain ketika kau ada didekat ku” tatapan yang datar itu membuat sulli terkejut, minho tak pernah terlihat seperti itu. kenapa oppa nya berbicara seperti itu?, tak lama terdengar suara taemin yang memecahkan keheningan, sulli pun tak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh minho tadi

 

“annyoeng sulli??”

 

“eh, annyong oppa,,, wah onew oppa, jonghyun oppa, key oppa, juga ada??” sulli tampak terkejut melihat taemin tak datang sendiri.

 

 

“ tentu, ini usul minho , karena ia tidak sabaran ingin bertemu krystal makanya kami juga disuruh ikut kemari untuk datang, oh ya oppa membawakan ayam goreng ni untuk makan bersama”. dengan bangganya ia mengangkat satu kantong plastic berisikan ayak goreng kesukaannya.

 

 

“ benarkah itu oppa,?” sulli tersenyum jahil pada minho, karena pernyataan onew tadi.

 

Yang ditanya malah tersenyum sekedarnya, tentu saja ia datang untuk bertemu sulli, kalau dia berkata jujur nanti suasana bisa-bisa berubah menjadi seram(?), dan juga pada saat itu minho melihat krystal yang tersipu malu dibelakang sulli karena sudah mendengar alasan onew tadi, minho tau bahwa krystal menyukainya, minho tidak mau membuat sakit hati akibat kenyataan yang sebenarnya kalau ia sama sekali tidak menyimpan perasaan spesial terhadap adik kandung jessica snsa itu. kalau ia terang-terangan menolak krystal, otomatis sulli akan membencinya, itu hal yang sebenarnya yang ditakuti minho. hanya sulli bukan yang lain. namun minho terlalu sulit untuk mengerti soal perasaannya pada sulli.

 

 

akhirnya makan malampun disiapkan, ketika makan malam berlangsung

“ sulli ah? Oppa mau menunjukan sesuatu padamu ?” sulli langsung menatap taemin dengan wajah polosnya, begitu pun dengan minho, ia segera menatap taemin dengan tajam. Mengamati gerak-gerik taemin yang sedang mencari sesuatu di saku celananya.

 

 

“ apa itu oppa?”

 

Mata minho seketika ingin keluar, ketika taemin mengeluarkan sepasang cincin, minho sangat-sangat terkejut .  “ ia mau menembak sulli, atau mau melamarnya malam ini “ batin minho. Matanya tak terlepas dari sulli dan taemin., begitu pula dengan para member lain mereka sontak terkejut meliha cincin couple yang dikeluarkan taemin itu.

 

“hah, bagus sekali “ sulli sempat terpukau tapi. “ Ooh chamkaman ,oppa itu bukannya cincin milikku ? “ sulli baru menyadari bahwa cincin itu sangat mirip dengan cincin couple pemberian ibunya. Minho bisa bernafas cukup lega sekarang setidaknya taemin tidak melamar sulli saat ini.

 

“ne, sulli, aku menemukannya tadi pagi, setelah kita bertabrakan, aku ingin memanggilmu, tapi kau sudah berlari, jadi aku berniat mengembalikkannya sekarang” taemin memberikan cincin itu pada sulli.

 

 

“ahh, gomawo oppa, untung saja kau yang menemukannya, kalau sampai hilang bisa gawat” sulli menerima cincin itu dan menggengamnya erat.

 

Taemin terdiam, ia begitu penasaran dengan cincin couple itu, ia ingin menanyakan nya, tapi ia tak berani menayakan, dan ternyata minho pun penasaran, apakah itu cincin untuk pacar sulli. Dan tiba-tiba keluarlah suara yang bisa menjawab pertanyaan mereka berdua.

 

“yaaaah, sulli cincin untuk siapa itu??” taemin dan minho tanpa sadar mengangguk saat amber mewakili pertanyaan mereka. Krystal menyadari ada gerakan minho yang selalu berbeda saat bersama sulli.

 

 

“ ah, ini cincin yang diberikan eomma ku unni, ini cincin diberikan kepadaku, atas tanda sekarang aku sudah diperbolehkan pacaran, jadi nanti ketika aku sudah punya pacar, cincin yang ini “. sulli menunjukan cincin yang agak berukuran besar. “ akan aku berikan kepada namja chinguku unni”.

 

 

Mereka serentak mengatakan “ oooooo”

 

“termyata dongseng kita sudah boleh pacaran ya ???!!! hahahha” celetuk luna, yang membuat ia mendapatkan tatapan masam dari sulli.

 

 

“yaaah, sulli semoga kau cepat menemukan pemilik cincin itu ya, hahha”

 

“yaaah, taemin kenapa mukamu yang jadi memerah???” perkataan key membuat semua mata tertuju pada taemin, taemin pun jadi salah tingkah di buatnya.

 

 

Sulli pun yang melihat itu tak kalah merah karena malu,namun tiba-tiba sulli berdiri dan memeluk minho, oppa yang ia sayangi, sulli benar-benar menganggap minho sebagai kakak kandungnya, dan krystal yang melihat itu memang sedikit aneh, tapi tak terbesit dipikiran krystal bahwa minho atau sulli bisa saja saling menyukai, begitu pula dengan taemi yang sudah mengetahui hubungan sulli dan minho yang sangat dekat itu,sama seperti dengan hubungannya dengan heechul,

 

 

“ oppa, aku benar sudah boleh pacaran kan ??? “minho pernah melarang keras agar sulli tidak berpacaran dulu, saat itu sulli sangat polos, dia tak mau sulli tersakiti atau ,,,,,,karena tidak ada yang pantas menjadi pacar sulli selain minho?.

 

 

“kalau, ommamu sudah menyetujui? oppa juga akan mendukungnya sulli”. minho merangkul sulli d dalam pelukkannya, seakan-akan sulli memeluknya karena sulli memilih minho sebagai kekasinya.

 

 

Pelukan mereka terlepas karena telpon minho berbunyi, dan ternyata dari manajer SHINee, minho sempat mengutuk manajer hyung mereka, karena telah membuat moment indahnya dan sulli hilang.

 

“ne, hyung,” jawab minho malas.

 

“mwooooo,?” mata minho semakin membesar, sulli yang sedang duduk berdekatan dengan minho semakin lekat memandang wajah tampan minho.

 

 

“Ne ne, ,pasti hyung,” minho menatap sulli, mata mereka bertemu

 

“ ne, nanti aku bicarakan padanya”

 

“,ne hyung nanti jam 9 aku akan menjemput sulli langsung, gomawo hyung, annyoeng”

 

Telepon pun terputus, ternyata manajer SHINee dan manajer F(X) sudah membuat jadwal untuk minho dan sulli menjadi bintang video klip super junior yang berjudul marry you, (emang lagunya udah lama, tapi tak apela , , ,anggap aja album terbaru SUJU).  seketika itu juga drom F(X) menjadi heboh karena minho dan sulli dapat proyek baru, tapi entah mengapa soojung malah merasa tidak adil dan cemburu. Konsep itu tentang pernikahan bukan?, sama halnya dengan taemin, ia merasakan kalau dialah yang harus menjadi bintang MV itu bersama sulli, bukan minho. tapi bagi taemin yang penting sulli bahagia, itupun akan membuat taemin bahagia jadi dia akan berbesar hati dan melapangkan dadanya untuk keberhasilan sulli.

 

Keesokkan harinya,  pagi itu minho menjemput sulli, dan lansung menju tempat lokasi syuting.

Hari itu juga syooting dimulai, semua berjalan dengan lancar, tapi ada adegan yang membuat minho jadi salah tingkah, dan sangat gugup, sampai beberapa kali adegan itu diulang. adegan itu ialah ketika minho harus mencium lemut sulli di atas altar karena mereka telah menikah. Sulli menggunakan pakaian pengantian yang, sangat-sangat cantik dan minho pun memakai jas hitam dan celana dasar hitam serta dasi kupu-kupu. tampilan mereka memang seperti orang yang sedang melangsungkan pernikahan, oleh karena itu, setiap ingin mendekatkan bibirnya pada bibir sulli wajahnya selalu merah dan tersenyum malu yang tak bisa ia sembunyikan.

 

“yaaaah, oppa bisa kan kau tahan senyum nakal mu itu,,,  aku sudah malu oppa mereka juga dari tadi menertawai kita” ujar sulli sambil mendunduk karena wajahnya sedang memerah malu.

 

“miane sulli ah, baik lah , sekali lagi ya, oppa akan menciummu, tapi oppa mohon kau pejamkan ya matamu!!!” pinta minho.

 

 

Sulli mengangguk, menandakan ia setuju, minho pun memberikan aba-aba agar adegannya bisa di ulang lagi, setelah itu akhirnya sulli pun memejamkan mata nya, minho meatap sulli seketika itupun juga minho mendekatkan bibirnya dan memejamkan matanya. akhirnya minho mencium bibir suli dengan sangat hati-hati dan lembut. Dan dalam hati mereka masing-masing ada gejola yang begitu besar saat bibir mereka saling bersentuhan. Kenyaman, kehangatan, dan entahlah hanya mereka berdua yang merasakannya.

 

 

Setelah syooting video klip selesai merekapun kembali ke drom masing-masing, tapi selama diperjalanan baik minho dan sulli tidak saling berbicara, entah kenapa mereka saling membuang wajah, minho pun masih salah tingkah.  wajahnya memerah pada saat ia mau membuka pembicaraan, sulli pun begitu.entah mengapa ciuman minho itu masih terasa di bibirnya, jadi dia tak mampu menahan malu ketika mau memulai pembicaraan. Sebenarnya mereka tidak tau kalau ada adegan ciuman nantinya, menolakpun tidak bisa karna ini sudah skrip yang di setujui oleh masing-masing manajer mereka.

 

Drom F(x)

Author POV

Karna sudah larut malam para member sudah tidur, tapi tak berlaku untuk krystal. Ia dengan setia menunggu teman sekamarnya itu, dan ketika sulli masuk kamarnya, sulli pun terkejut karena krystal masih berdiri di depan jendala

“yaaaa, soojung ah, kenapa kau berdiri di situ, aku pikir kau hantu” kaget sulli.

 

“ heheh, sulli ya bagaimana tadi, berjalan dengan lancar?” soojung berjalan mendekat dan duduk di ranjang milik sulli.

 

“ya, begitulah tapi aku dan minho oppa,,,,,,”

 

 

“hmmmm?” sulli mengantungkan kalimatnya saat melihat soojung. “wae?” soojung semakin penasaran

 

 

Keesokan harinya :

SHINee dan F(x) ada pemotretan bersama

SHINee dan F(x), Mereka saling menyapa, tapi krystal sangat lemas, mungkin gara-gara efek cerita sulli tadi malam

“krys?? Kwencana ???kau terlihat pucat” luna memapah soojung.

 

“ne, unni nega kwencana,,,” ia tersenyum, senyum yang dipaksakan.

 

 

“unni, kau bersiap-sipa la dulu,,aku yang akan mengurus krystal ,bagaimana kalau kau istirahat dulu ya,,, kau terlihat sangat pucat!!!” sulli menundukan kepalanya agar wajahnya dapat terlihat oleh krystal yang mendunduk.

 

 

“baiklah,,,, kalau kau sakit kau berobat saja dulu, tak apa pemotretanmu ditunda, nanti unni yang akan mengurusnya, ara??” ujar luna perhatian sekaligus khawatir dengan keadaan krystal.

 

 

“araso, unni gomawo….. “ luna mengangguk dan bergegas menyiapkan diri. “ ani, sulli ya aku cuma butuh istirahat saja sebentar”  sulli membantu soojung menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ada diruang make-up.

 

 

“ah, miane yooo soojung ah”  sulli merasa bersalah, ia merasa penyebab soojung down adalah karena dirinya.

 

 

Sulli memahami, mungkin ia terlalu polosnya menceritakan yang akan membuat krystal untuk susah tidur

 

“ weee, kau tidak bersalah sulli ah, aku memang sedang tidak enak badan saja dari kemarin,,,” ia melepas pelukan sulli, memberikan aba-aba kalu dia memang tidak apa-apa.

 

 

Tak lama kemudian terdengar minho yang memanggil nama sulli

 

“sulli ah, waeyo??kau kenapa menagis?” minho mendekatkan dirinya pada sulli saat melihat mata sulli yang berkaca-kaca.

 

“aniya  oppa, oppa krystal sakit!! Aku cemas, oppa bisa mengantarkan dia berobat nanti, aku takut dia kenapa-kenapa” ujar sulli.

 

Bahkan yang sangat terlihat pucat pasih itu krystal, tapi minho selalu saja memperhatikan sulli terlebih dahulu, sepertinya penderitaan yang sangat berat itu ketika melihat air mata sulli keluar, memang mereka sangat dekat sebagai kakak adik, tapi itu perhatian bukan sekedar kakak adik, tapi lebih terlihat seorang namja yang mengkhawatirkan yoeja chingunya. Krystal melihat itu dari mata seorang choi minho.

 

“waeyo krystal ?? kwencana??” baru lah mendekati krystal.

 

“ne, minho oppa, kwencana “. Ia tersenyum juga karena setidaknya minho sedang memegang tangannya.

 

“ sulli, bersiaplah, oppa sudah siap, biar oppa yang menjaga krystal, kau jangan khawatir lagi ya? “ minho mengelus rambut wanita yang sangat dia sayangi itu, minho tak mau sulli menagis itu yang ada dipikirannya.

 

 

“ne, soojung ah aku pergi dulu ya, oppa jaga krystal untuk aku ya,,” kalau ada masalah memang minho oppa lah yang selalu ada untuk ku) gomawo oppa……….sulli membatin.

 

“ne, sulli,,, palli kau akan ditunggu”. minho tersenyum,ketika sulli tersenyum, ia merasa lega kalau sulli tersenyum.

 

 

Akhirnya sulli pergi, tinggallah minho dan krystal

 

“minho oppa, kau sangat menyayangi sulli ?? “ ujar krystal sambil menatap wajah minho yang masih datar.

 

 

“oh, tentu saja diakan dongsengku, sama sepertimu” minho membelai rambut krystal, sebenarnya hal itu dilakukan agar perasaan cinta minho yang berlebih pada sulli tak terlihat.

 

Dan krystal hanya terlihat tersenyum bahagia akbiat pengakuan minho tadi. Ia berusaha menepis semua prasangka kalau memang minho menyukai sulli, soojung benar-benar menepis semua itu.

 

 

Diruang make up :

Sulli mengedarkan pandangannya keseliling, untuk mencari seseorang, pastinya taemin. tapi ia sama sekali tidak tak terlihat, lalu dia bertanya pada salah satu staff untuk menanyai keberadaa taemin, staff mengetahui bahwa taemin tadi sedang berada diruang pemotretan,,, setelah ia selesai make up sulli langsung ketempat pemotretan. tak disangka taemin sedang asik bercanda dengan suzy yang tidak tau kenapa bisa berada disana. Sulli menggepalkan tangannya saat melihat taemin merangkul suzy, dan yang membuat badan sulli lumpuh ketika taemin memegang pipi suzy seolah-olah mau mencium suzy, sulli memejamkan matanya, ia tak sanggup melihat taemin melakukan hal itu. Sudah cukup lama sulli melihat itu dari kejauhan tapi meraka sama sekali tidak mengetahui keberadaan sulli, hingga apa akhirnya terdengar suara minho.

 

“sulli ya, kenapa kau berdiam diri” minho menyadari apa yang sedang sulli lihat hingga ia terpaku seperti itu. “kwencana sulli ya?”

 

“ hmm,” sulli menoleh kearah minho. “ ne oppa, oppa bagaimana keadaan krystal ?” sulli mencoba mengalihkan pembicaraan, ia berlari kecil menghampiri minho.

 

 

“dia baik-baik saja, tadi oppa sudah mengantarnya agar bisa beristirahat di rumah sakit” minho menyentuh kedua pipi sulli tersenyum lembut kepada yeoja yang teramat ia cintai itu. “kajja, kita mulai unni mu sudah menunggu kita”. Sulli hanya menurutinya saja, ketika berpapasan taemin, sulli sama sekali tidak menatap taemin, itu membuat taemin merasa aneh.

 

—-

 

 

” sulli, kenapa kau diam dari awal hingga akhir sesi pemotretan ,kau sama sekali tak berbicara kepada ku, melihat ku saja kau tak mau” taemin memandangi sulli dari kejauhan. Selesai pemotretan akhirnya shine dan fx memutuskan untuk melihat keadaan krystal.

 

Sepanjang perjalanan antara members SHINee dan f(x) saling bercanda tapi tak halnya dengan taemin dan sulli, sulli terlihat murung, tak sedikitpun ia tersenyum, terkecuali kalau unnideul meledeknya, sulli hayan tertawa sebentar dan setelah itu terdiam kembali seribu bahasa, minho yang memperhatikan sulli dari tadi, merasa ada yang tidak beres dengan perempuan yang sangat di sayanginya itu.

 

Ketika sampai si rumah sakit :

“chagi, kau sudah baikan, wajahmu sudah mulai berseri sekarang ??” vic yang masuk pertama kali kedalam ruang rawat soojung.

 

“ ne, unni, kwencana, gomawo sudah datang ya, ounnideul, oppadeul?” soojung membenarkan posisi duduknya, menatap para oppadeul shine dan fx yang baru masuk.

 

 

“ yaaa, pabo lain kali jangan begadang lagi, ara??”

 

“ara hhehhe,soojung tertawa geli melihat sulli yang begitu mencemaskannya, lalu pandangannya teralih pada sosok namja kurus yang berdiri agak jauh dari rombongan.” taemin oppa kenapa kau diam saja di sana?” ia lansung melirik sulli, mencoba meminta jawaban dari sulli.

 

 

“kenapa kau melirik ku, kau bertanya kepada dia, ya kau lihat dia jangan lihat aku!!!” ujar sulli ketus.

 

“ kau kenapa, kalian ada masalah?”

 

 

“yaah, taemin kau lagi ada masalah dengan yoeja chingumu itu” onew menarik lengan taemin agar mendekat pada sulli” melihat itu emosi sulli tersulit.

 

“yaaaaaaaah, oppa, aku bukan yoeja chingu dia” tanpa baibu sulli langsung berjalan menuju pintu keluar, Taemin sangat terkejut melihat tindakan sulli, apa yang ia lakukan hingga sulli begitu tampak terlihat marah pada dirinya. dia pun hanya terdiam, berbeda dengan minho yang langsung mengejar sulli. Terlihat krystal hanya menghela napas melihat perhatian minho ke sulli lagi.

 

Taemin baru tersadar, ketika tangan key menjitak kepalanya dan menanyakan apa yang terjadi pada sulli, karena yang dijitak hanya menggeleng, satu jitakan lagi datang dari Victoria.

 

“ yaaaa, paboya, ayo kejar dongseng kmi itu, apa yang kau lakukan padanya? aku tak tau, tapi yang aku mau tau, kau segera berbaikan dengan sulli ah “ vic mendorong tubuh taemin. Dengan sedikit ragu Taeminpun berjalan  mengejar minho dan sull.

 

Taemin tampak kehilangan jejak minho dan sulli, akhirnya ia bertanya kepada suster penjaga yang ada di dekat situ, dan ternyata minho dan suli mengarah ke lantai atas, tepatnya kebalkon rumah sakit.

 

 

Dibalkon :

Sulli menagis begitu keras, tapi untungnya tidak ada yang mendengarnya seketika itu pun juga minho langsung memeluk sulli, didalam pelukan minho, sulli merasa lebih nyaman tak ada yang bisa menenangkan sulli kecuali minho. saat tangisan sulli mulai mereda baru lah minho mulai menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya.

 

“Jinri ya, wae?” minho tak melepaskan pelukannya, ia terus mendekap sulli sambil membelai lembut rambut panjang yeoja itu.

 

“oppa, aku juga ingin dicintai” isakkan tangisnya sedikit reda, tapi air matanya masih mengalir deras.” Aku ingin mencintai dan dicintai oppa, apakah aku tidak pantas untuk mendapatkan itu?”

 

“kau orang yang sangat baik, semua orang mencintaimu jinri ya”

 

 

“tidak semua oppa,,,”

 

Minho mengerutkan dahinya.

 

“taemin oppa,,,, aku,,, aku mencintainya oppa”

 

 

Seketika itu minho terdiam, tubuhnya kaku mendengar pernyataan cinta sulli pada taemin, minho kalut dengan pikirannya tapi sullli malah melanjutkan ucapannya yang semakin membuat hati minho teriris.

 

“oppa, aku melihat dia berpelukan dengan suzy, dan mencium suzy di depanku oppa, hiks , hiks” sulli menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Sedari tadi aku membendung air mata ku, tapi sekarang aku tak bisa oppa, miane hiks hiks”.

 

 

tangisan sulli bertambah kencang, membuat hati minho sakit, ia boleh mencintai siapa saja, tapi dia tidak mau kalau sulli menangis begini apa lagi gara-gara cinta.

 

minho benar-benar sangat marah, tiba –tiba terdengar suara orang yang dia tau telah membuat wanita yang di cintainya ini menangis tersedu sedu di hadapannya.

 

 

“ sulli ah,,, tidak seperti yang kau lihat , sebenarnya aku,,,,,,” setengah dari percakapan minho dan sulli ternyata didengar oleh taemin, taemin berusaha ingin menjelaskan tapi minho sudah berdiri dan menggangkat kera baju taemin, hingga membuat taemin terkejut.

 

“BERANINYA KAU,,,,” tangan minho sudah mengepal ingin sekali meninju wajah tampan taemin.

 

“oppa,, jeballl,, jangan seperti ini”

gerakannya terhenti tak kala tangisandan jeritan sulli semakin keras, “minho oppa,, andwee” suara sulli melemah. Ia pingsan.

 

 

Sulli POV

Aku dimana,??? Oppa??, aku melihat minho tertidur di sampingku.aku mencoba untuk duduk, aku bisa melihat taemin oppa juga sedang tertidur di sofa. Karena gerakan ku, akhirnya minho oppa terbangun, ia langsung memelukku, sepertinya dia sangat mencemaskan aku dan tak mau kehilanganku. Hmmm ntahlah perasaan apa ini, kenapa setiap dipelukkan minho oppa, aku selalu merasa nyaman dan damai, adakah perasaan lain selain perasaan oppa dan doengseng?,,, ani,,, ani,,,. Aku mencoba membuang prasangka-prasangka itu, tidak boleh. Krystal menyukai minho oppa dan minho oppa sepertinya juga seperti itu.

 

“kwencana?” ujar minho oppa setelah melepas pelukannya.

 

 

“ne,oppa,,,, oppa kenapa aku ada di rumah sakit ini?” tanyaku.

 

 

“kau pingsan sulii ah, jeongmal miane,,,” wajah minho oppa begitu dekat dengan wajahku, sunggu ia sangat tampan.

 

“ah, aku baru ingat oppa,,, kenapa dia ada di sini juga?” aku menunjuk taemin oppa

 

“oppa sudah menyuruhnya untuk pulang tapi ia tak mau pulang juga”. Minho oppa mengalihkan pandangannya pada taemin.

 

 

“oppa,,,,,”

 

“neee,,,” minho oppa kembali menatapku sambil tersenyum lembut, matanya sungguh tedu menatapku.

 

“ aku mohon kalian tidak boleh bertengkar apa lagi sampai saling memukul” aku meraih tangan minho oppa dan mengenggamnya.

 

“tapi dia sudah benar-benar membuat mu menangis sulli ah,!!! “

 

 

“kwencana oppa, itu hak taemin oppa, lagian dia belum menjadi pacarku bukan?, jadi aku tak berhak melarangnya “ aku mencoba tegar dan menerima keadaan.

 

Minho oppa mengangguk lalu ponselnya berbunyi ia segera memeriksa ponselnyanya. “vic noona” ujarnya, aku mengangguk, ia segera mengangkatnya “ ne noona, sulli sudah sadar,,,,, ne aku akan bantu sulli beres2, “ setelah itu ia pun memutuskan sambugan telpnnya. “ vic noona bilang kalau, kau sudah boleh pulang”

 

“ne oppa”

 

 

Author POV

Rupanya percakapan keduanya membuat taemin terbangun dan segera menghampiri sulli.
“hyung, aku mohon izinkan aku menjelaskan semuanya pada sulli, ini salah paham hyung,,,,,”

 

Baru minho ingin menjawab, tapi sulli sudah mendahuluinya “oppa, aku baik-baik saja ,, oppa tidak perlu menjelaskannya, apapun yang oppa lakukan itu ‘…… itu bukan urusanku “ sulli memberi jeda pada ucapan terakhirnya, ia mencengkram kuat seprei rumah sakit menahan rasa sesak pada hatinya. Minho menyadari itu ia mengalihkan pandangannya pada taemin lalu menarik paksa taemin untuk keluar, minho tak ingin sulli kembali menangis di hadapan taemin.

 

Minho. POV

Aku menarik cepat tangan taemin keluar dari kamar rawat sulli, aku tau sulli akan segera menagis dan aku juga tau kalau sulli tak ingin air matanya jatuh dihadapan taemin lagi, aku menariknya cukup keras, sampai di luar kamar tempat sulli beristirahat

 

“kenapa kau setega itu pada sulli, kau tau kalau dia menyukaimu! Tapi kau telah membuat dia terluka “

 

Untungnya di koridor itu sepi

 

“ aku juga mencintainya,,, aku tak mungkin menyakiti dia hyung”

 

 

“ kau tau taemin, kenapa aku sangat menjaga perasaan sulli. aku tak mau dia menangis ataupun terluka? Kau tau kenapa lee taemin?” minho mengeraskan rahanyanya.

 

 

“aku tau hyung , kau telah menggapnya sebagai adik mu,kau pasti sangat kecewa karena aku menyakiti adik mu, tapi benar hyung,,, aku tak ada niat untuk mempermainkan perasaannya”

 

“ani,,, sekarang bukan itu alasannya taemin”

Percakapan terus memanas, taemin merasakan sesuatu yang akan membuatnya lebih terkejut dari ini.

 

 

“mwo , ,mwo,,,,?? Borago hyung ? hyung ?”

 

Minho menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapnnya

 

“ya taemin, aku choi minho mencintai choi sulli ,,,,,, menyayangi choi sulli, bukan sebagai adik tapi sebagai yoeja”  ucap minho tegas tanpa ragu. Membuat taemin mengercapkan matanya dengan mulut sedikit menganga,, ia tak menyangka kalau mereka  mencintai yeoja yang sama.

 

 

 

—-

 

 

Karena penasaran percakapan apa yang sedang minho dan taemin bahas akhirnya sulli mencoba bangkit dan  berjalan mendekati pintu, sulli menempelkan telinganya pada daun pintu dan..

 

“hah” sulli melebarkan matanya saat telinganya dengan jelas mendengar pengakuan minho secara tidak langsung itu, ia benar – benar tak tau bahwa oppa yang dia sayangi itu, menyukai dirinya,,, dan terlintas dipikirannya bagaimana nasib sahabatnya itu kalau tau, dirinya sendiri yang di sukai namja yang menjadi idaman sahabatnya itu, sulli kau tak boleh menyakiti krystal, dia sangat mencintai minho oppa, itu yang terbesit di pikiran sulli.

 

Tetapi pengakuan dari minho itu juga ternyata telah didengar krystal, krystal yang satu rumah sakit dengan sulli, ingin mengunjungi sahabat terdekatnya itu, tetapi sampai ditengah jalan, krystal mendengarkan perdebatan minho dan taemin, dan betapa shocknya setelah ia dengar sebuah kalimat, yang bisa dibilang pengakuan bahwa choi minho mencintai choi sulli sebagai yoeja, bukan sebagai adik. Tubuh krystal bergetar hebat menerima kenyataan pahit itu, dengan air mata yang bercucuran krystal berbalik berlari dari tempat kejadian perkara(?). ia mengurungkan niatnya untuk melihat sulli.

 

Dikamar rawat krystal

Author POV

Kristal hanya bisa terdiam di ranjangnya, tak lama luna masuk kekamar, ia melihat ekspresi wajah krystal yang bisa di bilang seram (?)

“ waeyo soojung ah?” Tanya luna.

 

“ah, kwencana unni, oh ya unni kapan kita bisa pulang ?”soojung mencoba tersenyum. Walau itu palsu hatinya begitu sakit saat ini, orang yang begitu ia cintai malah mencintai sahabatnya sendiri. Kenapa harus sulli? kenapa ?

 

“sekarang juga bisa, wae,,, kau merindukan drom kita? hehhe atau merindukan minho oppa?”.Ledekan luna hanya membuat krystal semakin hancur

 

“hari ini krystal dan sulli bisa pulang kok, tadi unni sudah memberi tau minho agar membantu sulli bersiap – siap!!! Palli,,,, siapkan barang – barang mu” ujar vic yang menyambung percakapan.

 

“ooohh, neee, oh ya sulli siapa yang membantunya berkemas ?”. padahal krystal sudah mengetahui bahwa pasti minho yang akan selalu ada untuk sulli.

 

“kau tak mendengarnya, minho ada disana” ujar luna mengulang informasi yang ia denganr dari vic. Tentu saja soojung tak mendengar pikirannya ada pada sulli dan minho.

 

“di sana tak terlalu banyak barang, lagian ada minho dan taemin di sana, huh aku tak tau kenapa sulli bisa pingsan tadi malam itu, aku benar-benar kaget,,,” ujar vic sambil meringkasi barang2 soojung.

 

 

Amber tiba-tiba masuk, membuat perhatian beralih padanya.“ ia, apa lagi waktu itu, minho menggendongnya dengan airmata yang mengalir deras, wah wah kalau orang yang melihatnya pasti berpikiran, sulli mendapat kecelakaan yang serius dan minho sebagai suaminya sangat cemas dengan keadaan istrinya itu dan , ,”perkataan amber terpotong tak kala luna dan victoria memelototi amber, dan amber baru sadar akibat perkataannya tersebut krystal sudah terdiam seperti patung.

 

‘oppa, benarkan kau sangat mencintainya?, kenapa kau memberikan aku harapan-harapan palsu? Atau gara-gara kau hanya ingin bertemu dengan sulli, makanya kau mau dan dengan semangatnya datang ke dorm kami, berarti semangat kau datang itu dan senyuman itu bukan untuk aku,,, tapi untuk sulli? Berarti sudah lama kau menyimpan hati dengan sulli,,,,? Ohh oppa,,, nappouno joengmal nappouno’ soojung membantin dalam diamnya, membuat luna dan vic memandangnya iba.

 

“soo jung ah, waeee,? jangan dipikirkan perkataan amber itu ya!! “vic memeluk tubuh krystal yang mematung dengan tatapan kosong. “kau tau minho itu menyanyangi sulli sebagai……”

 

 

“sebagai yoeja yang ia cintai unni, tak apa-apa ounni” ucapan vic terpotong, tatapan kosong krystal tadi sekarang mengarah kepada wajah vic yang sudah melepaskan pelukannya, tentunya dengan senyuman yang ia paksakan. “ aku sudah mendengarnya langsung dari mulut minho oppa unni”.

 

 

“kau bertanya langsung pada minho ah, jung?”

 

“ani, hanya saja minho oppa tadi sedang berdebat dengan taemin oppa, lalu minho oppa mengatakan hal tersebut” air mata soojung mulai mengalir lagi membasahi muka pucatnya.

 

 

“what??? Jadi ia mengatakan hal tersebut didepan taemin ?? he is very very crazy “ amber menggeleng tak percaya.

 

Luna menghampiri krystal “ apakah sulli tau,tentang kenyataan itu, soojung ah?”

 

“aku tidak tau eonni, sepertinya tidak. karna mereka membicarakan hal tersebut di luar unni”.

 

“baiklah, unni akan melihat keadaan sulli, apakah dia sudah siap”vic segera bergegas ke kamar perawatan sulli, ia ingin melihat suasana disana. Apa lagi setelah mendengar penjelasan dari krystal.

 

 

 

Ternyata ketika sampai di kamar sulli,vic malah mendengar pertengkaran sulli dengan minho,tapi tak terdengar suara taemin

 

“oppa, oppa, katakan itu sebuah bualan agar taemin tidak mengganguku lagi , , ya kan oppa??” mata sulli berkaca-kaca.

 

“sulli ah, miane aku mencintaimu “ minho tampak kebingungan ia ingin mengampiri sulli, tapi sulli malah mendorong minho sekuatnya hingga tubuh minho terdorong sedikit kebelakang.

 

“ ani oppa, stop, , , ,oppa sadar apa yang oppa ucapkan itu” air matanya sudah mulai menetes tanpa ia sadari. “oppa tau, soojung ah sangat mencintai oppa, apa yang akan terjadi kalau dia tau , ,, ani , ,ani dia tidak boleh tau,,,” sulli menggelengkan kepalanya.

 

“miane sulli ah, tapi krystal harus tau perasaan aku, kalu aku hanya berdiam, aku malah akan semakin menyakitinya ,,,, pasti dia akan selalu berpikir kalau aku menyukainya” minho benar-benar ingin memeluk sulli saat itu.

 

 

“andwe,,, oppa,, andweee”

 

 

 

Karena sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi didalam akhirnya vic memutuskan untuk masuk kedalam. dia tau sulli dalam keadaan yang sulit, apa lagi kalau dia tau kalau ternyata soojung sudah mengetahuinya/

 

“ minho, aku mohon tinggalkan sulli dulu “ vic meraih lengan minho, menariknya menjauh dari sulli

 

“ani, noona. Aku tak bisa meninggalkan sulli dalam keadaan seperti ini,,,,”

 

“tak apa, biar aku yang menenangkan sulli,,, pergilah” vic melihat sulli dalam keadaan yang cukup kacau.” aku tau minho ah, posisimu dan sulli seperti apa, pulang lah dulu, jeballl “ vic memohon untuk sekarang ketenanganlah yang di perlukan sulli.

 

“ne, noona baiklah” minho menatap sulli tapi sulli mengalihkan pandanganya. “ sulli, oppa pulang dulu ya,,,,”

 

Minho berharap sulli membalas ucapannya itu tapi tak kunjung jua, sulli masih saja menagis di atas kasurnya, akhirnya minho keluar dari kamar, ketiak melihat minho keluar, sulli langsung berdiri dan berlari untuk memeluk unninya,. Vic mengelus rambut sulli agar dongsengnya itu sedikit lebih tenang ,setelah itu baru ia menanyakan dari awal apa yang sebenarnya terjadi pada dia, taemin dan minho, akhirnya sulli menceritakan dari awal permasalahannya dengan taemin dan kenapa dia bisa pingsan malam itu.

 

 

1 minggu sudah berlalu semenjak kejadian di rumah sakit itu, vic menyuruh krystal berpura-pura tidak mendengar pernyataan cinta minho pada sulli secara tidak lansung itu, begitu pula luna, amber  tidak boleh mengungkit-ngungkit masalah itu lagi.  walaupun berat bagi krystal tapi, dia selalu tegar dia juga mendengar dari vic unni bahwa sulli merasa sangat bersalah terhadap dirinya,itupun bukan kesalahan sulli karena sulli lah yang selama ini di cintai minho, namja yang sangat ia sukai itu .taemin dan minho juga untuk beberapa waktu tidak di izinkan oleh vic menemui sulli, tentu itu membuat taemin dan minho sangat sedih dan terus-terusan khawatir tentang keadaan sulli. di dorm SHINee pun minho dan taemin sangat jarang bicara antara satu sama lainnya.

 

Jonghyun, key, onew, sudah diberi tahukan permasalah yang sedang terjadi antara taemin, sulli, dam minho. vic pun melarang mereka untuk mengungkit lagi tentang masalah itu. Yang paling menderita tentunya taemin karena kesalah pahammannya antara dia dan sulli masih menggantung.

 

Suatu ketika, SM ingin mengadakan konser SMTOWN di  jepang, jadi semua artis SM pun datang termasuk SHINee dah f(x) setelah rapat tentang jadwal, rasanya sangat bahagia untuk taemin dan minho bisa melihat sulli, melihat sulli dalam keadaan baik-baik saja itu sudah cukup bagi mereka, walaupun tidak bisa bicara dengan sulli.  ketika rapat selesai maka para group di perbolehkan untuk pulang kemasing-masing drom.

 

Pada saat group f(x) mau pulang, ternyata minho datang dan ingin bertemu dengan seseorang (ayo di tebak siapa yang mau ditemui oleh minho?

 

“annyoeng,,,vic noona, luna, amber,soojung ah dan  , , ,sulli “minho menatap lirih kearah sulli, ia ingin sekali bisa berbicara seakran dulu dengan sulli, bahkan ingin lebih, seperti memeluknya. Tapi nama yang di sebut terakhir itu, sama sekali tidak menyahut, melihat kesosok namja itu saja tidak, cukup lama minho menatapnya, sudah cukup lama dia tidak melihat dari dekat yoeja cantik itu.Tanpa di sadari, krystal menatap sulli dan minho bergantian, entah mengapa krystal merasa sulli memang sudah merindukan oppanya ini, karena dulu mereka tertawa bersama, berpelukan, bercanda gurau, tapi akibat rasa tidak enak sulli setelah mengetahui minho oppa nya yang mencintai dia sebagai yoeja , sulli pun sangat menjaga jarak. tentu itu semua demi krystal, sulli tak ingin sahabat baiknya itu tidak sakit hati

 

“oppa, , ,??? Waeyo? “. Soojung berpura-pura tidak terjadi apa-apa. “ oppa kemana saja kenapa tidak pernah bermain ke dorm kami, ya kan sulli?” ia menyenggol lengan sulli, membuat sulli tersentak dan tersenyum canggung.

 

“ah, ne”

 

“oppa mau menemuiku?”soojung mencoba tersenyum sebisa mungkin, padahal pada saat itu senyumnya sangat sulit untuk dikeluarkan, seperti mengangkat 100 ton beban yang ada di bibirnya (alay).

 

“ ia, soojung ah aku mau menemuimu, ,apa kita bisa bicara berdua saja ?”

 

“ ani , ,ani  ,untuk apa oppa berbicara dengan soojung?” sulli memegangi lengan krsytal.

 

‘kenapa ia mau berbicra kepadaku, apakah dia akan mengatakan kalau dia sangat mencintai sulli?,bisa kah aku mendengarnya lagi?’ soojung membatin.

 

“wae, sulli ya? biarkan saja mereka bicara, lagian mobil kita belum datang” vic melepaskan tangan sulli yang memegang erat tangan krystal, tapi krystal dari tadi diam saja, seperti shock karena minho mau berbicara berdua saja dengannya.

 

 

Akhirnya minho dan krystal lenyap dari pandagan mereka, tak tau apa yang di bicarakan mereka, sulli hanya bisa diam karna takut minho akan mengatakan hal yang membuat temannya sakit hati.  sulli mempunyai inisiatif untuk mencari krystal, dengan alasan mobil jemputan mereka akan segera datang, tapi niat sulli dihalangi dengan vic

 

 

“ ani , ,biarkan mereka bicara sulli, unni yang salah”.

 

“apa maksud mu unni?” sulli menatap bingung kearah vic.

 

“ Krystal sudah mengetahui kalau minho mencintai mu Ssul”

 

“MWOOO??? unni kau yang menceritakannya kepada soojung?. “mata nya sudah merah tak tahan ingin mengeluarkan air matanya, ia benar-benar tak enak hati pada soojung.

 

“ani . .ani . krystal mengetahuinya sendiri , dia mendengarkan minho dan taemin bertengkar di depan kamarmu saat itu

 

Sulli menutup mulutnya, ia tak bisa membayangkan betapa sakitnya hati soojung saat itu, jadi selama ini soojung selalu berpura-pura tidak sakit hati….” jadi soojung menahan sakit hatinya kalau ia melihatku,,,benar unni?”

 

“aniya,. krystal tidak pernah sakit hati, Maupun membenci mu chagi “. Luna mencoba menenangkan .

 

“hiks  .aku ini memang teman yang tidak berguna unn!” vic lansung memelukya, takut sulli semakin mempersalahkan dirinya sendiri.

 

“ tenang la sulli, kita tunggu saja minho, aku yakin minho sudah mempersiapkan kata-kata untuk menjelaskan kepada soojung”.

 

Tak lama kemudian krystal dan minho keluar dari lift, mata soojung terlihat sembab tapi senyum itu, seperti senyum kelegaan, perlahan soojung mendekat dan akhirnya memeluk sulli.

 

“yaaaaah, paboya, kenapa kau menangis,hah? Seharusnya aku yang menagis” ucapan soojung perlahan berubah menjadi isakan, ya soojung kembali menangis didalam pelukan sulli.

 

“ miane , ,miane, , soojung ah, aku tidak bermaksud menghiyanatimu , ,aku , ,”

 

“ aku tau, kau tak mau menyakitikukan ? aku juga tidak mau membebanimu oleh perasaan aku, makanya aku tidak memberitahumu, tentang beban di hati aku ni,,, ara?” soojung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata sulli

 

“aku tak pantas menjadi sahabatmu, seharusnya kau mendapatkan cintamu itu”

 

“ mana mungkin aku memaksa orang yang begitu mencintaimu, untuk biasa mencintaiku , ,aku taudari awal kalau minho oppa sangat mencintaimu, tapi aku saja yang tak mau menerima kenyataan itu, dan selalu berpikir kalau minho oppa melakukan itu karena kau adiknya” soojung menarik tangan sulli agar bisa menyentuh tangan minho, sulli sangat terkejut, apa yang dikatakan minho, kenapa soojung jadi seperti ini. Minho menggenggam tangan sulli dengan sangat erat, rasanya ia tidak ingin melepaskannya lagi, senyum dari bibir minho pun terlihat jelas. Mata teduh itu membuat sulli kembali terhipnotis, ia pun menatap namja yang sangat tampan itu tanpa sadar bibir sulli tersenyum ada rasa syukur yang teramat sangat saat ini. memang ia sangat merindukan minho, apa lagi sudah lama ia tidak berlaku manja pada namja itu,

 

“ingin sekali rasanya memeluk mu oppa” ucap sulli dalam hati, tapi tak di pungkiri masih ada taemin di hatinya.tapi kemana dia,,, ? seketika bayangan taemin muncul dan membuat senyum sulli memudar, minho pun mengetahui dengan jelas apa yang dirasakan dengan sulli. dengan hati-hati minho membisikan sesuatu

 

“masih adakah taemin di hatimu itu?”

 

TBC

 

note : ini FF udah kadarluasa kali ya,, wkwkw, cuma author revisi aja kata-katanya, ini FF gaje pertama author lho readers, wkwkwk, tulisan pertama author a.ka karya pertama author sebelum menjajal jadi author yang masih gaje ini, hahaha

 

gimana? apakah masih membingungkan bahasanya dari yang pertama?

ditunggu komentarnya, next part adalah part end nya,,,

di protect atau ngk tergantung tuhan, author dan membersdeul ahahahaha

 

pai pai

I Love You Good Bye [One Shoot]

10304442_1401137090169584_8251355278801840829_nWriting original by L.S | Cast: choi minho , choi sulli

Genre: sad, angst, tragedy | Length: oneshoot |

Rate: nc-17

Theme song : Sorrow (슬픔) – missing you ost

.
.
.

Storynotebok
==========

‘Apa arti kebahagiaan bagimu?’

‘Bahagia adalah ketika aku dapat melihatmu  tersenyum…’

‘melihatku tersenyum?’

‘ne, karena itulah jangan pernah bersedih dan tetaplah tersenyum apapun yang terjadi…’

————

“sulli…… sulli…..kau dapat mendengarku? Sulli……….!” minho menatap wanita didepannya dalam.

Wanita yang tampak berbaring dengan darah yang mengalir dari setiap luka tubuhnya yang menganga.

“sulli……..”

“anda harus menunggu diluar tuan……” cegah seorang  suster pada ren yang akan masuk kedalam ruang pemeriksaan.

“tapi…….”

“kami mohon tetaplah diluar, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya…….” ucap suster itu lagi. sebelum akhirnya menutup pintu ruang pemeriksaan.meninggalkan minho diluar ruangan.

“AAARGH !!!” minho menghantamkan tinjunya pada dinding rumah sakit. Membiarkan darah merahnya mengalir karena luka hantaman itu.

“ini salahku !” upatnya pada dirinya sendiri. Merendahkan tubuhnya. Menyalahkan dirinya sendiri.

Jika saja minho tak mengikuti kemauan sulli untuk pergi berjalan-jalan dan tetap dirumah.

mungkin semua akan baik-baik saja. sulli tak mungkin terluka seperti ini.

‘MINHO OPPA , AWAS !!!’

Minho memejamkan kedua matanya teringat kejadian beberapa waktu lalu saat sulli mendorongnya menjauh.

Salahnya dia yang membuat wanitanya seperti ini.

demi menyelamatkanya, sulli rela menggantikan posisinya dan tertabrak mobil itu.

Jika sampai terjadi sesuatu padanya aku tak akan memaafkan diriku sendiri…Batinnya.

Masih meringkuk ditempatnya. Meneteskan butiran beningnya yang sedari tadi menggenang dipelupuk matanya.

‘ aku mencintaimu….apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku oppa ‘

‘ ne, aku berjanji tak akan pernah meninggalkanmu ‘

Setelah cukup lama menunggu, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

“bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja?” tanya minhocepat. ingin segera mengetahui keadaan sulli.

“……” dokter itu diam. menghela nafasnya sejenak. serasa berat mengatakan keadaan sulli padanya.

.
.
.

” sulli mengalami cedera kepala berat…..”

“…..m-mwo?”

“ada benturan yang sangat keras pada kepalanya, yang membuatnya tak bisa sadarkan diri untuk beberapa waktu…”

.
.
.

Minho meremas gagang pintu dihadapannya.

Membuka pintu didepannya lembut. masuk secara perlahan.

melihat Sulli terbujur kaku diatas ranjang, dengan kedua matanya yang tertutup.

Dia koma untuk jangka waktu yang tidak diketahui, Bukankah itu artinya sama dengan mati?

“sulli………” panggil minho lirih. Menarik mundur kursi di dekat ranjang Sulli. Duduk di sana dan meraih tangan pucat sulli.

“sulli…..kau bisa mendengarku?” tanya minho sama lirihnya.

Menatap ujung rambut sampai ujung kaki wanitanya sedih.  Sedih karena ini baru pertama kalinya ia melihat sulli begini.

Air matanya lagi-lagi mengalir.Jika biasanya sulli akan tersenyum saat melihatnya datang kini dia hanya diam. tak ada senyuman bahkan panggilan

‘oppa . . ‘

yang akan terlontar dari bibirnya pun kini tak terdengar.

Dia tak suka melihat sulli seperti ini, jika dia boleh memilih lebih baik dia saja yang menggantikan sulli ditempat ini.

menerima rasa sakit atau apapun itu asalkan tak melihat sulli seperti ini.tidak,seharusnya memang begitu .

jika tadi sulli tak mendorongnya mungkin dia yang akan terbaring diranjang ini. jika tadi sulli tak menyelamatkannya mungkin sekarang sulli yang akan menangisinya sama seperti dirinya menangisi sulli.

tapi bukankah itu lebih baik…

“miane……..” lirih minho. masih mengeluarkan air matanya.mencium punggung tangan sulli lembut.

meletakkan telapak tangan sulli dipipi kanannya. Berharap sulli terbangun untuknya. Untuk cintanya.

.
.
.

“sulli maukah kau menikah denganku?”

“mwo?”

“kita sudah 3 tahun menjadi kekasih dan aku ingin menjadikanmu istriku….”

“k-kau…… sungguh ingin menikah denganku?”

“ne…….., choi sulli maukah kau menjadi istriku? menjadi ibu dari anak-anakku ? ”

“ oppa ??? ……ne.. ne aku mau”

.
.
.

============

Minho P.O.V.

Aku memejamkan mataku. merekatkan kedua telapak tanganku. berdoa didepan altar.

Didalam gereja yang tak begitu jauh dari rumah sakit. Memohon pengampunan atas kejadian yang menimpa sulli dihadapan tuhan.

Aku mohon, hanya sekali aku mohon kembalikan semuanya seperti semula….

biarkan sulli hidup bahagia dan………………….

sebagai gantinya aku yang akan menanggung semuanya…..

Butiran beningku lagi-lagi mengalir. Jatuh dan membasahi pipiku satu persatu.

Berharap tuhan mau mendengar doaku, berharap tuhan mengabulkan doaku…

Aku hanya butuh satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya…kesempatan untuk dapat melihatnya tersenyum kembali….

ingin melihatnya bergerak dan tak hanya berbaring diranjangnya…..

aku mohon…..

Lagi-lagi air mataku menitik bersamaan dengan bunyi lonceng gereja mulai berdentang.

Membahana, memenuhi seluruh  isi gereja.Disaat itu pula udara mulai berubah dingin. Udara yang seakan berputar diatas kepalaku.

Menerbangkan rambut hitam pendekku lembut. Hawa dingin yang kini berangsur menghangat.

Bersamaan dengan munculnya cahaya putih yang berlahan mendekat dan sedetik kemudian semuanya berubah gelap.

Sangat gelap hingga memaksaku untuk membuka mataku. Mendapati aku sedang terbaring diatas ranjangku. berada dalam kamarku.

Apa yang terjadi?

Aku Menatap sekeliling kamarku yang sepi. Tak mengerti kenapa aku bisa ada dikamarku .

Bukankah tadi aku ada di gereja?

Aku terdiam. Mengingat-ingat hal terakhir yang tadi kulakukan.

Sulli……

dimana dia?

Aku mendudukkan tubuhku yang tadi terbaring diranjang. Bangkit dan keluar dari dalam kamarku. berjalan cepat kelantai pertama rumahku.

Berencana kembali kerumah sakit tempat dimana sulli berada.Namun belum sempat kulakukan itu, seuntai suara mengagetkanku.

“ minho ? kau baru bangun?”

aku menolehkan kepalaku. menatap oma yang sedang duduk diruang tamu bersama dengan…..

sulli?

Aku melebarkan mataku. Menatap lekat sosok wanita berambut kecoklatan yang sedang duduk disofa tenang.

hampir tak percaya jika dia adalah sulli.

Sulli yang tampak menatapku dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

Sulli……

benarkah itu dia?

Tapi….

tapi bukankah dia….

“apa yang kau lakukan disana minho ? kemarilah kau harus membantu sulli memilih cincin yang tepat untuk pertunangan kalian….” ucap oma padaku.

Apakah aku bermimpi?

Kenapa aku merasa kembali kehari dimana aku dan sulli akan bertunangan..

“kenapa kau masih disana? kemarilah oppa ?….” sulli melambaikan tangannya menyuruhku mendekatinya.

Masih menunjukkan senyumnya padaku.

Apakah tuhan mengabulkan doaku?

Tapi apakah ini mungkin?

Aku mengepalkan tanganku. melangkahkan kakiku ragu kearah sulli. ragu karena aku takut jika ini hanyalah mimpi dan pada akhirnya aku akan terbangun dengan rasa sakit yang sangat karena mengharapkannya disisiku.

“lihat, bukankah ini sangat cantik…..” katanya. Menunjukkan majalah katalog padaku setelah aku memutuskan duduk disampingnya.

“…..be-benarkah ini kau?” tanyaku. Menatap wajahnya yang terlihat serius dengan katalog ditangannya.Wajah seriusnya kini berubah datar.

Bahkan kini kedua mata hitamnya terarah padaku.

“ wae gurre . Oppa ?” tanyanya tak mengerti. Bingung dengan pertanyaanku.

Ini memang dia, tapi bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya dia berada dirumah sakit dalam keadaan koma?

“kau aneh ….” katanya. Kembali sibuk dengan katalog miliknya.

Apakah tuhan yang telah memberikan kesempatan kedua untukku…

kesempatan kedua untuk melihatnya tersenyum?.

.
.
.
.
.

Kutatap koran ditanganku yang menunjukkan tanggal 25 juli 2013. 2 hari lagi hari pertunangan kami.

yang artinya 5 hari setelahnya kejadian itu akan terulang kembali.

Apa yang harus kulakukan? Aku tak ingin kembali kehari itu dan melihat sulli terluka..Aku memejamkan mataku. Membuat bayangan  tentang sulli kembali mengambang dipikiranku. Bayangan di saat sulli tertabrak mobil itu.

bayangan disaat sulli yang mengeluarkan banyak darah karena kejadian itu.

bayangan disaat dokter memfonis sulli tak akan sadarkan diri untuk waktu yang cukup lama.

Tidak, aku tak ingin melihatnya terluka lagi. cukup sekali dan aku tak mau itu terulang kembali….

“oppa . lihat ada bintang jatuh…..” sulli menunjuk cahaya yang terjatuh dari langit saat kami berdua sedang berada ditaman belakang rumah .

Sulli merekatkan kedua tangannya dan Memejamkan matanya. Seperti berdoa atau mungkin dia sedang meminta permohonan dari cahaya jatuh itu.

Aku menarik sudut bibirku.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku. Membuatnya membuka kembali matanya lalu menatapku.

“yaa, apakah kau tak pernah dengar jika bintang jatuh dapat mengabulkan permintaanmu?”

Lihat, bukankah dia sangat kekanakan? Bintang jatuh mana mungkin dapat mengabulkan permintaan..

“apa yang kau minta pada bintang jatuh itu?” tanyaku dan aku menebak dia pasti akan menjawab ‘kebahagiaan’.

Kau tau? aku merasa telah melakukan semua hal ini sebelumnya. Duduk ditaman seperti ini, menatap langit dengan ribuan bintang diatasnya.

“kebahagiaan…..”Bingo, tebakkanku tak meleset..

“kebahagiaan?” tanyaku berpura-pura tak tau apa yang akan dia jawab selanjutnya.

“ne, aku berdoa agar kita berdua dapat hidup bahagia selamanya….” jawabnya. Tersenyum diakhir kalimatnya.

‘Apa arti kebahagiaan bagimu?’Jika seharusnya aku akan mengatakan itu.
kini aku memilih terdiam. Lebih memilih menatap wajah sulli yang sedang menikmati kerlipan bintang dilangit.

Jika bintang itu dapat mengabulkan doaku,aku berharap dapat melihatmu tersenyum lagi setelah hari itu berlalu….

.
.
.

Hari pertunangan.

“pasangan pria silahkan menyematkan cincin dijari pasangan wanitanya….”Aku mengambil cincin didalam kotak berwarna merah didepanku.

Meraih tangan sulli dan memasukan cincin itu kejari manis sulli.

Dapat kulihat senyumnya merekah melihatku memasukan cincin pertunangan kami kedalam jari manisnya karena dengan begini kami telah mempunyai ikatan.

Hal yang telah kami dambakan setelah 3 tahun kami menjalin kasih.

“aku mencintaimu…..” ucapnya tanpa mengeluarkan suaranya. Lagi-lagi tersenyum sembari menatapku lembut.

Setelah kejadian itu terulang kembali apakah aku masih dapat melihatnya seperti ini?Aku terdiam.

Merasa sedih bahkan dihari yang seharusnya menjadi sumber bahagiaku.

.
.
.

“apakah terjadi sesuatu dikantor?” tanya sulli. mendekatiku yang sedang memandang langit malam dibalkon rumah. Berdiri disisiku. Menatapku.

“ani……..”jawabku datar.

“aku tak tau apakah ini hanya perasaanku atau apa tapi yang jelas akhir-akhir ini kau sedikit berbeda…” ucapnya. masih menatapku.

“kau jadi sedikit pendiam oppa . padahal biasanya kau banyak bicara…” lanjutnya.

Yang membuatku menundukkan kepalaku.

“tak terjadi apapun percayalah…..” kataku tak ingin sulli bertanya lebih jauh.

memilih meninggalkannya tanpa berkata sepatah katapun lagi. Jika dulu aku akan tetap disana sambil memeluknya kini lagi-lagi aku merubah masa lalu itu dan pergi.

Miane…..

.
.
.

4 hari lagi. aku memandang nanar kalender ditanganku.

Rasa takut ini lagi-lagi menghampiriku. Rasa bersalah juga rasa takut kehilangan seakan bercampur menjadi satu.

Aku tak ingin kehilangannya, tak ingin melihatnya terbaring diranjangnya tanpa dapat lagi berbicara padaku…

“….apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku oppa”Aku membanting kalender ditanganku.

Berjalan keluar dari ruanganku. Berencana menemui sulli.

ingin memberitahunya tentang kecelakaan yang akan menimpanya.

Tapi apakah aku dapat merubah takdirnya? Aku memacu mobilku cepat.
mengambil ponsel disaku jasku.

“sulli kau dimana? Aku ingin bicara…..”

“baiklah tunggu aku disana, aku akan kesana sekarang…..” kata terakhirku.

Melajukan mobilku lebih cepat menuju vila tempat sulli berada.

“oppa ……”

kutatap sosok sulli yang melambaikan tangannya padaku sesampainya aku divila.

“ada apa?” tanyanya setelah aku masuk kedalam vila. Duduk berdua dibelakang vila.

Aku diam.

entahlah, tiba-tiba saja lidahku terasa kelu untuk menjelaskan tentang kecelakaan itu padanya.

“..kenapa kau diam saja? bukankah kau bilang ingin mengatakan sesuatu padaku?”

Ada apa sebenarnya denganku?

Kenapa aku sama sekali tak bisa mengatakannya…

“oppa , katakan sesuatu…ada apa?” ulangnya.

Merasa penasaran.

Apakah ini artinya aku tak boleh memberitahunya?

Apakah ini artinya aku tak bisa mengubah takdirnya?

“yaa, wae gurre? kau membuatku penasaran…” rengeknya.

“…..aniyo, aku….aku hanya merindukanmu”

“cinca? Aigoo, kau jauh-jauh kesini hanya ingin mengatakan hal itu?” sulli mengerutkan dahinya.

Menatapku dalam sebelum akhirnya tertawa.

“kau ingin mengerjaiku ya?” tanyanya disela tawanya.

Yang kujawab dengan senyum hambarku.

“aku juga merindukanmu………” ucapnya. membelai pipiku lembut.memberikan senyum terindahnya padaku.

“sebelum kesini aku membeli cake keju, kajja kita mencobanya bersama. Kau juga suka keju kan?” sulli menarik tanganku. menyuruhku ikut dengannya kedalam vila.

“kau duduk disini ne? Aku akan menyiapkan cakenya untukmu….” sulli melepaskan tangannya dari tanganku. Meninggalkanku untuk mengambil cake dilemari pendingin.

Apakah aku tak bisa menyelamatkannya dari kecelakaan itu? tapi kenapa?

Bukankah tuhan memberi kesempatan ini agar aku dapat memberitahunya?

Aku tertunduk. Memikirkan kejadian itu lagi diotakku.

“sulli….” panggilku yang membuat kedua matanya terarah padaku.

“ne?”

“apa yang akan kau lakukan jika……..jika tuhan tiba-tiba memisahkan kita?” tanyaku.

“apa maksudmu?” tanya sulli datar. mendekatiku dengan dua piring cake keju ditangannya.

meletakkan sepiring didepanku dan sepiring lagi dimeja depannya.

“apakah kau akan marah jika suatu hari  tuhan akan memisahkan kita?” ulangku.

Berharap mendapatkan jawaban darinya.

“kenapa tiba-tiba oppa tanyakan hal itu?” tanyanya berbalik. Duduk dikursi dekatku.

“aku hanya ingin tau….”

“………..entahlah, mungkin aku akan mati” jawabnya setelah beberapa detik lalu terdiam.

“mwo?….. Mati?” aku mengerutkan dahiku. Tak menyangka jika sulli akan mengatakan hal itu.

“aku bercanda….” ucapnya. tersenyum disaat aku begitu serius. memotong cake didepannya dengan garpu ditangannya tanpa merasa bersalah karena telah mengatakan ‘akan mati’.

“aku serius sulli….”

“aku juga serius tak ingin menjawab pertanyaanmu…” katanya enteng. Kembali memasukan cake keju kedalam mulutnya.

“baiklah lupakan….” kataku mengambil garpu didepanku. Mulai memakan cake yang tadi sulli berikan padaku.

“………………..tuhan tak akan memisahkan kita, kau harus percaya itu….” katanya tiba-tiba. Membuatku menghentikan kegiatanku memakan cake.

“jika memang tuhan  akan memisahkan kita nanti, aku hanya berharap mautlah yang akan melakukan itu…karena jujur aku tak bisa oppa . jika harus melihatmu bersama wanita lain” sulli meletakkan garpu ditangannya. Mengarahkan kedua mata hitamnya kepadaku.

“aku tau ini sangat egois, tapi aku benar-benar tak ingin kehilanganmu….” lanjutnya.  Yang jujur pernyataan itu menggores hatiku.

Rasanya seperti tercabik mendengarnya mengatakan hal itu.Rasa cintanya yang telah membuatnya berani mengorbankan dirinya demi aku…

Aku bangkit. berdiri disisinya. Merengkuh tubuhnya. memeluknya erat.

“aku mencintaimu….apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku oppa ” lirihnya. Membalas pelukanku.

“ne……..aku berjanji”

Berjanji untuk tak akan pernah membuatmu terluka lagi…Tak akan pernah…

.
.

Kutatap wajah putih sulli lekat. menjelajahi setiap lekuk wajahnya dengan ujung jari-jariku.

menciumi  dahi,pipi, bibir dan setiap inci wajahnya lembut.

Menyatukan hati kami didalam kamar ini ditempat kami dapat mencurahkan rasa cinta kami yang begitu besar.

Menyatukan tubuh kami yang kini mulai menempel satu sama lain.

“aku mencintaimu……” bisik sulli ditelingaku.

Mendorongku dan Duduk dipangkuanku .

membuka kancing kemejaku satu persatu. Mengelus dada bidangku dengan tangan lembutnya. Mendekatkan bibirnya pada bibirku.

“aku juga mencintaimu…..” lirihku membalas ucapannya sebelum akhirnya menyambut bibir sulli.

merungguh tubuh sulli semakin dekat .

.
[ typo NC skip ^^ . . . ]
.

Aku menyingkir dari atas tubuh Sulli dan memeluknya.  Sulli tersenyum dan membalas pelukanku. Aku mengecup kening Sulli, dan menghapus peluhnya.

Menyelimuti tubuh polos kami dengan selimut Sebelum akhirnya memejamkan mata kami..

* Keesokkan hari

“kau sudah bangun oppa ?” tanya sulli. memandangku yang baru saja keluar dari dalam kamar tempat kami semalam memadu kasih.

“ne….” aku tersenyum. memeluk tubuhnya dari belakang yang hanya terbungkus kemeja putih yang kebesaran ditubunya.

“kau mau coklat hangat?” tanyanya. Memiringkan kepalanya. Menatapku yang berada dibelakangnya.

“buatkan satu untukku” jawabku. Melepas pelukanku dari tubuhnya. berjalan keluar vila. Duduk dikursi panjang  yang ada disana. menikmati hamparan pohon hijau dengan gunung yang menjulang tinggi dibelakangnya.

“ini……” sulli meletakkan 2 cangkir coklat hangat dimeja depanku.

Duduk disampingku. Menyandarkan kepalanya dibahuku. Menikmati dinginnya pagi ini sembari memandang hamparan pohon hijau didepan kami.

“semalam aku bermimpi aneh oppa…..” ucapnya tiba-tiba yang membuatku mengarahkan pandanganku pada sulli. mendengarkan dengan seksama perkataan yang akan sulli ceritakan padaku.

“aku memimpikan seseorang dengan jubah hitamnya menjemputku….dia bilang waktuku didunia ini telah habis”

Deg !

Aku melebarkan mataku. terkejut mendengar perkataan  yang terlontar dari mulutnya.

“dia menarikku, tak mengizinkanku untuk tinggal meski aku memohon padanya….” lanjutnya. Mengangkat kepalanya dari bahuku. menatapku.

Apakah seseorang berjubah hitam yang ia mimpikan adalah malaikat pencabut nyawanya?

Malaikat pencabut nyawa yang akan memisahkan kami setelah kejadian itu?

“aku takut, aku takut jika dia benar-benar akan membawaku pergi seperti dalam mimpiku…aku takut………..jika suatu hari aku akan meninggalkanmu…” kali ini suaranya memelan. Yang membuatku kembali teringat kejadian itu.

“aku tak mau meninggalkanmu…aku  belum siap meninggalkan dunia ini”

“jangan katakan apapun lagi tak akan terjadi sesuatu denganmu, percayalah”

aku menggerakkan tanganku. membelai kepalanya lembut. Merengkuh tubuhnya. memeluk tubuhnya. berharap waktu berhenti berputar dan membiarkan aku hidup abadi bersama sulli..

Tuhan, aku mohon lindungi sulli…..

aku mohon jangan sampai terjadi sesuatu padanya….

Aku mengeratkan kedua tanganku yang menyatu. Berdoa dihadapan tuhan. Meminta perlindungan darinya, berharap setelah hari itu tiba aku tak melihatnya berada diranjangnya  tanpa bisa berbuat apapun.

“nak……” panggilan lembut terdengar ditelingaku. Memaksaku untuk menghentikan doaku. Menatap seorang pastur yang duduk disampingku. Pastur tua yang tak kukenal.

“kau tak akan bisa merubah takdir itu, tuhan memberikan kesempatan kedua untukmu bukan untuk merubah takdirnya tapi memilih takdir kalian….” ucapnya yang jujur tak bisa kupahami.

Memilih takdir kalian?Aku mengerutkan dahiku. tertunduk. Mencoba mencari arti dibalik ucapan pastur itu. namun gagal.

“apa maksud……..” aku mengangkat wajahku. membelalakkan mataku mendapati pastur yang tadi berada disisiku telah menghilang.

Dimana pastur itu?Aku bangkit memandang sekelilingku. Tak menemukan pastur itu dimanapun. Aku hanya menundukkan kepalaku beberapa menit tapi kenapa pastur itu cepat sekali menghilang.Apakah dia malaikat yang tuhan kirimkan padaku?

Aku mengepalkan tangannku. Memilih mendudukan tubuhku kembali.kau tak akan bisa merubah takdir itu, tuhan memberikan kesempatan kedua untukmu bukan untuk merubah takdirnya tapi memilih takdir kalian..

Sebenarnya apa maksud dari perkataan itu? takdir kami?

Aku berfikir keras. Namun tak juga bisa menemukannya jawabannya.. tuhan memberikan kesempatan kedua untukmu bukan untuk merubah takdirnya tapi memilih takdir kalian….

“ada yang ingin kukatakan padamu….” aku menatap sulli lekat.

“ada apa? apakah kau akan mengatakan ‘ aku merindukanmu’ lagi?” guraunya. Menatapku sembari tersenyum.

“Besok maukah kau berjanji padaku untuk tetap dirumah? Dan tak pergi kemanapun?”

“wae? kenapa aku tak boleh pergi?” tanyanya tak mengerti.

“ada sesuatu yang akan terjadi, sesuatu yang tak akan bisa kuceritakan padamu….”

“tak akan bisa? Apa maksudmu?” tanya sulli semakin tak mengerti.

“aku mohon ini demi kebaikan kita….demi kebaikanmu” jawabku berharap sulli mau mendengarkan aku.

“……”

“berjanjilah padaku….” mohonku lagi. kali ini memegang kedua tangannya erat. Berharap aku dapat membuatnya menghindari takdir itu dengan melarangnya pergi.

“……..ne, aku berjanji oppa ”.

.
.
.
.

*hari itu

Kuhentikan laju mobilku begitu sampai ditempat kejadian itu terjadi. Taman tepi jalan yang  seharusnya kami datangi hari ini.

Apakah meskipun aku menyuruh sulli tak datang kemari, kecelakaan itu masih tetap terjadi?Batinku.

Keluar dari dalam mobilku. menyeberangi jalan untuk sampai ketaman itu. duduk dibangku panjang tempat kami dulu duduk sebelum kejadian itu.

Memandangi lalu lalang kendaraan bermotor didepanku.

“aku  mempunyai sesuatu yang ingin kuberikan padamu….”

“sesuatu?”

“jamkkanman, aku akan mengambilnya dulu dimobil…”

“MINHO OPPA . AWAAS !!”

Aku memejamkan mataku. mengingat kejadian itu kembali.

Tidak ! aku telah menyuruhnya untuk tak datang kemari, kejadian itu tak mungkin terjadi..

Batinku. Menepis semua ingatan itu.Bangkit dan berjalan menyeberangi jalan untuk  kembali kedalam mobilku. berencana menemui sulli.

Namun belum sempat aku melakukan itu sebuah mobil tiba-tiba menghantam tubuhku.

Membuatku terpental cukup jauh dari tempatku berada tadi.

Terbaring dijalanan beraspal tanpa sedikitpun bisa menggerakkan tubuhku.

“aaa……rghh…..” rintihku yang membuat darah segar keluar dari dalam mulutku.

Aku sekarat.

Pandanganku bahkan kini mulai mengabur, bersamaan dengan pasokan oksigen diparu-paruku yang terasa menipis.

Tubuhku sedikit demi sedikit mulai  terasa membeku. Dan  samar-samar aku dapat mendengar bunyi lonceng gereja menggema.

Memenuhi otakku.  dan setelah itu semua menjadi gelap.aku tak bisa mengingat apapun lagi.

Aku mohon, hanya sekali aku mohon kembalikan semuanya seperti semula….

biarkan sulli hidup bahagia dan………………….sebagai gantinya aku yang akan menanggung semuanya…….

=========

Storynotebok
Author P.O.V.

“oppa ? ! . Minho oppa ?…..kau dapat mendengarku? Oppa ……….!” sulli menatap namja didepannya dalam.

namja yang tampak berbaring dengan darah yang mengalir dari setiap luka tubuhnya yang menganga.

“minho oppa ……”

“anda harus menunggu diluar nona …….” cegah seorang  suster padasulli  yang akan masuk kedalam ruang pemeriksaan.

“tapi…….”

“kami mohon tetaplah diluar, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya…….”ucap suster itu lagi.

sebelum akhirnya menutup pintu ruang pemeriksaan.meninggalkan sulli diluar ruangan.

“AAARGH !!!” teriak sulli sekeras-kerasnya. mengalirkan air matanya deras .

Meringkukkan tubuhnya dengan punggung yang menyandar pada dinding.

Menangis terisak keras . Atas kejadian yang telah menimpa kekasihnya ……

The end…….

 

Gone [One Shoot]

goneWriting original : L.S ( storynotebok )| Cast: Choi minho , Choi sulli

Other cash : Lee taemin

Genre: sad, drama |

Length: oneshoot |

Rate: PG+15

Themes Song : Plein Soleil / Inevitability ( Various Artists OST beyond the could )

Storynotebok

=======================

Adilkah jika aku dilahirikan seperti ini? Lemah tak berdaya, rapuh serapuh kayu lapuk yang dimakan usia .

Adilkah jika aku hidup dan kemudian mati tanpa melakukan hal yang kumau terlebih dahulu? Hanya dapat menatap yeoja normal lain yang dengan bangganya berlarian kesana kemari tanpa takut kesadaran mereka menurun dan mati Menyedihkan.

terkadang aku mengutuki diriku yang tak dapat melakukan lebih karena penyakit ini, membusuk dirumah ini seorang diri Aku menyerah…..

Bahkan sekuat apapun aku bertahan semua tak berguna. Aku akan tetap diposisiku, Menunggu kematian datang dan membawaku pergi…..

.
.

“ ini saatnya kau minum obat……” seorang namja bertubuh tegap datang. membawakan senampan obat beserta air mineral ditangannya. Mendekatiku yang terbaring dengan masker oksigen dihidung juga mulutku.

“a-apakah oppa datang? aku ingin…….bertemu oppa……” kataku tersenggal. Menyingkirkan masker oksigen dimulut juga hidungku.

Menatap namja bernama minho itu. menatap minho yang kini memegang tangan kiriku yang membiru karena selang infus yang beberapa kali ditancapkan.

“………………………………..taemin sedang sibuk, kali ini bagaimana jika aku  yang menemanimu…” jawab minho . Duduk disisi ranjangku menatapku dengan ekspresi datarnya.

Ekspresi datar yang selalu ditunjukkannya padaku. Tak ada senyuman bahkan jika dia marah sekalipun dia tak pernah menunjukkannya didepanku.

Aku mengangguk lemah. sedikit membangkitkan tubuhku agar menyandar pada kepala ranjang. Menerima obat yang minho berikan. Meminumnya dengan segelas air mineral kedalam mulutku.

“aku akan mengambilkan selimut hangat lagi untukmu…tubuhmu sangat dingin” ucapnya. menyentuh pipiku dengan punggung tangannya. Memeriksa keadaankku. membuatku sekali lagi aku mengangguk. Menyetujui perkataannya.

“aku segera  kembali…..” minho memegang tanganku sekilas. membangkitkan tubuhnya. berjalan keluar kamar ini.

menutup kembali pintu kamarku yang tadi sempat terbuka. Mendengar derap langkah minho yang berlahan semakin jauh.

Kuletakkan masker oksigen diatas meja. Menyembunyikan kedua tanganku dibalik selimut, entah mengapa rasanya udara dikamar ini berubah sangat dingin sekarang.

memejamkan mataku beberapa saat sebelum akhirnya membuka kembali mataku merasakan sesuatu didalam kamar ini. aku merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku dan itu membuatku tak nyaman.

Mengarahkan pandanganku kesekeliling kamarku. Mencari sosok tersebut. Namun berkali-kali mataku berkeliling tak ada siapapun kecuali aku. hanya terlihat tirai yang berterbangan tertiup angin  musim dingin satu-satunya jendela dikamar ini…

Sepertinya minho lupa menutup jendelanya…Batinku.

Menggerakkan tubuh lemahku kesisi kanan ranjang bermaksud menutup jendela itu. namun baru saja kucoba untuk membangkitkan tubuhku, kakiku terasa mati rasa dan memaksaku kembali terduduk.

menggerakkan tanganku Meremas kulit kakiku kuat. Memukul-mukul kedua kakiku dengan kedua tanganku frustasi.

ini memang bukan pertama kalinya kakiku mati rasa, ini sudah puluhan kali namun tetap saja aku akan marah ketika hal ini terjadi.

Jujur aku merasa tak berguna. Apa yang ingin kulakukan selalu tak berhasil dan itu membuatku seperti orang bodoh.

“jangan paksakan dirimu….. “ sebuah suara mengagetkanku. Suara seorang namja yang sangat kukenal yang kini berjalan menghampiriku.

“oppa………” panggilku. Sedikit terkejut melihat namja itu ada disini. namja yang telah 2 bulan ini menjadi tunanganku. , lee taemin , ya dia tunanganku.

seseorang yang mau menerima semua kekuranganku. Bahkan dia tak peduli meski aku memiliki penyakit mematikan sekalipun.

“ada apa?kenapa kau memaksakan dirimu seperti tadi?” tanyanya. Merendahkan tubuhnya tepat didepanku. menatapku dengan ekspresi khawatirnya. “aku hanya ingin menutup jendela itu…aku hampir membeku karena minho lupa menutupnya” kataku.

Menunjuk jendela terbuka yang berada 10 langkah dariku. taemin menolehkan kepalanya. Menatap jendela itu beberapa saat sebelum akhirnya membangkitkan tubuhnya. menutup jendela terbuka itu.

“sebaiknya kau berbaring….wajahmu terlihat sangat pucat” ucap taemin mendekatiku kembali. Merapatkan tubuhnya padaku. Memelukku dengan tubuh hangatnya.

“gwencana? Kenapa tubuhmu sedingin ini?” tanyanya. Membelai rambut panjangku lembut.

“…gwencana………” jawabku. Membalas pelukannya. Menyandarkan pipi kiriku diperut datarnya.

“miane karena beberapa hari ini tak sempat menemuimu, ada beberapa yang harus kulakukan….maukah kau memaafkan aku?” taemin melepas pelukannya. Merendahkan tubuhnya kembali. menempelkan telapak tangannya dipipi kananku.

Aku tersenyum. meraih tangan taemin Menggenggamnya erat.

”gwencana, aku dapat mengerti kesibukanmu……asalkan oppa masih mengingatku itu sangat cukup”

“bagaimana jika lusa aku mengajakmu berjalan-jalan? Ada restoran yang sudah lama ingin kukunjungi bersamamu…..”

“jinjjahyo ? Kau benar-benar ingin mengajakku pergi?” Dia mengangguk.

”lusa aku akan menjemputmu, aku berjanji kita akan bersenang-senang bersama…..” katanya sembari menyunggingkan senyumnya.

“aku datang membawakan selimut….” Kutolehkan kepalaku. Menatap minho yang telah berada didalam kamar ini dengan tumpukkan selimut ditangannya.

 “minho-ya…..” panggilku.

” hyung kau disini?” tanya taemin Membangkitkan tubuhnya.

“keadaan sulli sedang tidak sehat . sebaiknya kau menemuinya lain waktu….” Aku mengerutkan keningku.

“minho apa yang kau katakan? Oppa baru saja datang, kenapa kau mengusirnya seperti itu…..”

“dokter bilang kau sedang tidak sehat, karena itulah dia menyuruhmu beristirahat total untuk beberapa hari ini”

“tapi aku baru saja bertemu oppa setelah beberapa hari tak bertemu….” protesku.

“sulli . Minho benar……kondisimu sedang tidak baik. Jika aku tetap berada disini aku hanya akan memperburuk keadaanmu”

“tapi aku masih ingin bersamamu….” kugenggam tangan taemin kuat. Tak ingin dia pergi.

“lusa aku akan memenuhi janjiku untuk mengajakmu ke restoran seperti perkataanku tadi….karena itulah sekarang dan besok kau harus beristirahat dengan baik”

“oppa….”

“aku berjanji……” taemin menunjukkan jari kelingkingnya. Mencoba meyakinkan aku.

Kuhela nafasku dalam. Melepas tangan taemin berlahan. membiarkan dia pergi meski didalam hatiku terasa berat.

Taemin membungkukkan tubuhnya. mengecup sekilas keningku sebelum akhirnya berjalan pergi.

meninggalkan kamar ini. meninggalkan aku…

“aku akan membantumu…..” minho berjalan kedepanku. Mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya. Membantuku kembali berbaring. Menutupi tubuhku dengan selimut yang tadi dibawanya ditambah coat hangat yang kini telah melingkar ditubuhku.

 “dia akan mengajakmu pergi?” pertanyaan minho barusan membuyarkan lamunanku. Memaksaku mengarahkan kedua mataku padanya yang terlihat sedang membetulkan selimutku.

“kau mendengarnya?” tanyaku berbalik. minho menghentikan pekerjaannya menatapku

“…..kau masih percaya padanya?”

“……….apa maksudmu?”

“kau  lupa? ini sudah kesekian kalinya dia mengatakan akan mengajakmu pergi. tapi pada akhirnya bukankah dia selalu mengingkarinya? Mengatakan hal tak masuk akal sebagai alasannya….”

“…………tapi dia sudah berjanji..”

“sebelumnya dia juga berjanji  padamu….” katanya. yang kali ini membuatku terdiam.

Minho benar ini bukan pertama atau kedua kalinya taemin berjanji akan mengajakku pergi.

ini sudah ke 5 kalinya dan pada akhirnya taemin selalu membatalkan janjinya begitu saja dengan alasan tak masuk akal yang entah mengapa selalu membuatku percaya.

“apakah kau tetap mempercayainya?” ulangnya.

“…….kali ini oppa tak akan membohongiku lagi” kataku tanpa ragu.
Minho diam. membuang pandangannya dariku.

lebih memilih menundukkan kepalanya dalam. Menghela nafasnya kemudian membangkitkan tubuhnya. Berjalan menjauhiku. Keluar dari dalam kamar ini tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.

Aku mengerutkan keningku. Tak mengerti kenapa minho bersikap seperti itu. dia memang selalu terlihat aneh, namun keanehan itu semakin menjadi begitu dia melihat taemin.

Ekspresi tak sukanya selalu dapat kubaca saat taemin berada disisiku dan aku tak tau kenapa. Apa minho membenci taemin ? Tapi kenapa?

apakah taeminberbuat kesalahan padanya? entahlah, sampai detik ini pun aku tak pernah dapat mengerti apa yang ada dipikirannya. .

======

Author P.O.V..

“tunggu……..” minho meraih tangan taemin yang hendak menuruni anak tangga untuk turun.

Menatap taemin yang kini berbalik kearahnya berganti menatap minho.

“wae?” tanya taemin datar.

“aku ingin kau hentikan semua ini…….” jawab minho .

Menatap tajam taemin.

“berhenti mendekati sulli maksudmu?”  tanya taeminn berbalik.

”………wae? apakah sekarang kau kasihan padanya? atau mungkin sekarang kau mencintainya?” Tersenyum sinis pada minho sembari melepaskan tangan hyungnya dari lengan kirinya.

“……………”

“sejak awal bukankah kita telah sepakat? Rencana ini bahkan datang darimu……”

“….kau harus menjauhinya, pergi kemanapun asalkan tak berada disisinya…lupakan apa yang pernah kukatakan tentang sulli padamu dan jangan pernah datang kembali”

“melupakan kau bilang? Apakah kau gila? Aku telah menunggu saat-saat itu datang dan kau bilang untuk melupakannya?”

“kau dapat cari yeoja lain….aku akan mencarikan pengganti sulli untukmu”

“hey ada apa denganmu? Kenapa kau berubah seperti ini? kau yang telah memasukkan aku dalam rencanamu bukan? dan setelah semua berjalan sesuai rencana kau ingin mengacaukannya?”

“a-aku mohon jauhi sulli……kali ini aku mohoh dengarkan aku taemin”

“aku tak bisa….aku akan akan tetap  melakukan rencana itu meskipun tanpa bantuanmu sekalipun……” taemin berbalik. Menuruni tangga meningggalkan minho yang tak bergerak ditempatnya. .

==========

Sulli P.O.V..

kududukan tubuhku. Menyandarkan punggungku pada bagian kepala ranjang. Menatap kamar besarku yang kini terlihat gelap.

Bunyi jam antik appa berdentang keras dan aku tau waktu telah menunjukkan tengah malam namun entah mengapa mataku enggan untuk kupejamkan.

aku lelah. Atau lebih tepatnya aku bosan karena setiap harinya hanya berada diatas ranjang tanpa melakukan apapun. Aku butuh penyegaran, mungkin berjalan-jalan keluar akan membuatku lebiih baik…

Aku menghela nafasku panjang. Mencabut selang infus ditanganku. Menyingkirkan selimut yang  menutupi tubuhku. Menggeser tubuhku kesisi ranjang.

“aku mohon….bantulah aku….” lirihku. Meremas kaki kananku. Berlahan membangkitkan tubuhku dan kali ini tak terjadi apapun. Kakiku terasa kuat dan itu artinya kakiku kembali normal.

memutuskan melangkahkan kakiku keluar kamar berlahan. melewati tangga juga lorong untuk sampai kepintu utama. Meraba udara mencoba menggapai sesuatu ditengah kegelapan.

Mengarahkan pandanganku keluar jendela besar dilorong penghubung pintu utama. Mendapati minho yang sedang berdiri ditaman itu sembari menatap bulan dilangit.

Minho? Apa yang dia lakukan disana? .batinku.

terus mengamati keluar jendela. Menatap minho yang kini memejamkan matanya.

Menatap cahaya bulan yang entah mengapa terlihat memancar padanya. Ku gerakan kembali kakiku. Berjalan kearah pintu utama untuk menghampiri minho yang berada ditaman depan rumah .

“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku setelah berada 5 langkah darinya.

minho membuka matanya. Menolehkan wajahnya padaku. Menatapku yang juga menatapnya.

“seharusnya aku yang berrtanya apa yang kau lakukan disini?”

“aku bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya?”

“kembalilah kekamarmu, udara malam tak baik untuk kesehatanmu….” katanya datar. Memundurkan tubuhnya duduk disatu-satunya kursi panjang ditaman ini.

“kau tak berhak mengaturku…..” protesku. Membuat minho diam .

“apakah kau ingat pertemuan pertama kita?”

“entahlah……”

“kau melupakannya? Aish, padahal aku begitu mengingatnya….” aku  mengerucutkakan bibirku.

“aku tak dapat mengingat apapun tentang masa laluku bukan karena aku ingin melupakannya…..hanya saja semakin aku mengingatnya semua yang kuketahui berlahan mengabur dan hilang” katanya datar.

“b-benarkah?” kataku berpura-pura. Menatap dalam minho yang kini tertunduk.

masa lalunya memang sangat menyakitkan mungkin karena itulah dia tak dapat mengingat apapun. Bahkan mungkin dia tak mengingat kecelakaan 15 tahun lalu yang berhasil merengut 2 orang yang dikasihaninya. Aku memang tak tau kejadian yang sebenarnya.

Appa hanya mengatakan kedua orang tuanya terbunuh dalam kecelakaan dan sejak itulah minho tinggal dirumah ini denganku.

“bagaimana jika aku yang menceritakannya padamu?”

“aku tak ingin mendengarnya….”

“w-wae?”

“aku yakin kau hanya ingin menceritakan kejelekanku dimasa lalu…”

“aish mana mungkin aku menceritakan kejelekanmu? Bagaimana jika Cerita tentang kau yang sangat suka menolongku…aku rasa itu bukan hal memalukan”

“aku menolongmu?” tanyanya yang kujawab dengan anggukan kepalaku.

“ne…..saat itu dengan beraninya kau mendorong anak-anak nakal yang memiliki tubuh besar untuk menolongku”

“………….benarkah aku melakukan itu?”

“yaak apa kau kira aku berbohong?” kataku kembali mengerucutkan bibirku.

”jujur………saat itu aku sangat menyukaimu…..aneh tapi itu yang kurasakan, saat itu aku bahkan mengikuti kemanapun kau pergi”

Perasaan suka yang sampai detik ini masih kurasakan padamu, perasaan suka yang tak dapat hilang meskipun taemin telah menjadi pendampingku…

“kau bodoh….” Aku melebarkan mataku. begitu terkejut mendengar minho mengataiku bodoh.

“m-mwo?” mengerutkan keningku menatapnya tajam.

“apakah kau tipe yeoja yang mudah jatuh cinta? Aish, bukankah aku hanya menolongmu sekali tapi kenapa kau begitu mudah menyukaiku?”

“i-itu karena…….”

“jangan membohongiku….aku tau kau hanya melebih-lebihkan agar aku merasa senang” minho menatapku sekilas.

Membangkitkan tubuhnya berjalan dua langkah dari tempatnya tadi duduk. Berdiri memunggungiku.

Apakah itu artinya dia tak pernah sekalipun menyukaiku? Tak pernah menyukai aku yang memiliki penyakit ini? Aku menundukkan kepalaku. Mengepalkan tanganku erat.

Menghela nafasku sebelum akhirnya membangkitkan tubuhku. berjalan menjajari minho yang berada dua langkah dariku.

“……kau benar, aku memang berbohong mengatakan menyukaimu……aku hanya ingin melihat ekspresimu, karena aku benci melihat wajah datar yang selalu kau tunjukkan padaku” kataku dengan suara sedikit meninggi.

Membalikkan tubuhku dan berlalu meninggalkannya.

Bodoh….. .

================

Author P.O.V..

Storynotebok

Sulli mendudukkan pantatnya disebuah kursi didekat jendela kamarnya.

Mengambil papan juga cat lukis yang tergeletak diatas meja. Mengeluarkan isi cat berwarna merah diatas papan lukisnya. Menempelkan sebuah kuas diatas cat lukisnya yang kemudian ia ulaskan keatas kanvas tepat didepannya.

“bukankah kau ada janji dengan taeminn?” minho masuk kedalam kamar sulli.

membawa nampan berisi beberapa butir obat juga air mineral.

“………” sulli tak menjawab. Lebih memilih melanjutkan melukisnya.

“taemin tak datang? lagi?” tanya minho Menatap sulli yang berada 10 langkah darinya.

” bisa kah kau diam . Dan tak mencampuri urusanku dengan adik palsumu ? ? ” ucap sulli yang membuat mata minho terbuka lebar.

Dia tak mengerti kenapa sulli dapat tahu tentang taemin yang memang sebenarnya berpura-pura menjadi adik minho yang sebenarnya telah meninggal , bukan terpisah dan di adopsi keluarga lain seperti yang minho dan orang tuanya ceritakan pada keluarga sulli  .

“apa kau kaget? Aku tau semuanya oppa ? …..aku tau tentang rencanamu yang akan membunuhku dan menguasai semua hartaku”

sulli membangkitkan tubuhnya. menghampiri minho yang tak bergerak dari tempatnya.

“kenapa kau lakukan ini? apa salahku? kenapa hanya gara-gara harta kau ingin membunuhku? Kenapa kau tega merencanakan semua ini?!” isak sulli.

memukul-mukul dada bidan minho yang mematung.

Memalingkan wajahnya. melebarkan matanya sekali lagi begitu menyadari sosok taemin yang berdiri sembari menodongkan pistol beberapa langkah dibelakang sulli.

“kau dengar? Aku akan tetap  melakukan rencana itu meskipun tanpa bantuanmu sekalipun……” taemin menyeringai.

Mengarahkan pistol ditangannya pada sulli. menekan pelatuk pistolnya hingga terdengar suara letusan yang sangat keras.

“ANDWAEEE !!!!!!!!!!!!!”  teriak minho. Membangunkan tubuhnya dari tidur nyenyaknya.

Mengatur nafasnya, menatap sekelilingnya liar menyadari jika dia baru saja bermimpi buruk.

Minho memegangi dahinya dengan telapak tangannya. Menyibakkan helaian rambut basah karena keringat dari wajahnya.

mencoba mengingat mimpi buruk yang tadi dialaminya.

‘kenapa kau lakukan ini? apakah hanya gara-gara harta kau ingin membunuhku? Kenapa kau tega merencanakan semua ini?!’

Minho meremas rambutnya. Menyibakkan selimutnya kemudian turun dari ranjangnya. Berjalan keluar kamarnya, menuju kamar sulli.

“untukmu…….” minho menghentikan laju kakinya. Menatap keluar jendela, melihat taemin yang memberikan sebuket bunga pada sulli.

“gumawo oppa……”

“bagaimana keadaanmu hari ini?”

“jauh lebih baik….”

“kalau begitu besok aku akan datang untuk mengajak pergi…..”

“kau harus menepati janjimu oppa…..”

“tentu saja, bukankah aku sudah berjanji?”

Minho memundurkan tubuhnya. menempelkan punggungnya pada dinding dibelakangnya. Merendahkan tubuhnya. duduk dilantai tempatnya berada sekarang. pikirannya melayang, seperti mesin waktu yang mengingatkannya tentang semua kebodohan yang ia lakukan.

jujur minho tak pernah sekalipun melupakan masa lalunya. Dia berbohong pada sulli agar kebencian didalam dirinya tak kembali meluap dan menyakiti sulli.

kebencian yang teramat hingga membuatnya merencanakan rencana gila yang juga melibatkan taemin didalamnya.

Ini memang bukan salah sulli, hanya saja sulli lahir dari orang yang telah membunuh kedua orang tuanya. Kenyataan pahit yang pada awalnya tak diketahui olehnya dan terungkap begitu dengan tak sengaja ia mendengar pembicaraan ayah sulli yang telah mengadopsinya.

Sejak saat itu kebenciaannya memuncak, merencanakan semua kejahatan yang ingin ia berikan pada keluarga sulli.

membunuh semua keluarga sulli dan menguasai hartanya.  Merencanakan kecelakaan yang pada akhirnya merengut ayah dan ibu sulli.

saat itu rasa dendamnya dapat teredam, namun tidak dengan taemin yang bersi keras untuk mendapatkan semua harta sulli.

.
.
.

“besok saat matahari tenggelam aku akan mengakhirinya…..”  minho membuyarkan lamunannya. Mengarahkan kedua bola matanya pada taemin  yang juga menatapnya.

“aku akan membawa sulli ketebing didekat laut dan menjatuhkan dia disana….” lanjut taemin .

Mengarahkan pandangannya keluar jendela menatap awan putih dilangit yang cerah.

Minho membangkitkan tubuhnya. mendekati taemin. mencengkeram kerah kemeja yang taemin gunakan kuat.

” Aku tak akan pernah membiarkan kau melakukan itu ! ! “ucap minho Memberikan penekanan disetiap kalimatnya.

” aku yakin kedua orang tuamu akan merasa sedih melihatmu seperti ini…..aku yakin mereka kecewa karena melihatmu tak bisa membalaskan dendam mereka”

“apakah tak cukup dengan membunuh kedua orang tuanya? sulli tak bersalah…..dia bahkan tak tau apapun tentang kejadian itu”

“tapi dia tetap anak kedua orang itu, darah mereka mengalir didalam tubuhnya….mereka yang membuat kedua orang tuamu tergeletak selamanya didalam tanah. seharusnya kau pikirkan dendam mereka bukan sebaliknya memikirkan anak pembunuh itu” minho diam.

melepaskan cengkeramannya pada taemin . merendahkan tubuhnya. mendudukan pantatnya didinginnya lantai. Menatap nanar lantai itu.

“jika kau mencintai kedua orang tuamu biarkan aku membunuhnya….jika kau menyayangi kedua orang tua mu , aku ingin kau tutup mulutmu dan berpura-puralah tak mengetahui apapun seperti apa yang kau ucap kan padaku ” ucap taemin datar.

Merapikan kemejanya kemudian berjalan pergi. Membiarkan minho yang terlihat tertekan.

Minho bahkan mengalirkan setetes air matanya. Dia benar-benar dilema.

Disatu sisi minho ingin melindungi sulli namun disisi lain dia juga ingin taemin membunuh sulli untuk membalas dendam kedua orang tuanya. .

.
.
.

“saatnya kau minum obatmu…..” minho meletakkan nampan yang  dibawanya diatas meja.

Menatap sulli yang sedang melukis sesuatu diatas kanvasnya.

“…………………aku akan meminumnya nanti….” jawab sulli tanpa sedikitpun menatap minho.

Lebih memilih melanjutkan kegiatan melukisnya.

“kau bisa lanjutkan lukisanmu nanti….dokter bilang kau tak boleh terlambat meminum obatmu”

“……..”

“kau dengar? Kau bisa lanjutkan acara melukismu setelah meminum obatmu….” ulang minho.

Mencoba mengingatkan sulli yang hari ini terlihat aneh.

“tapi waktuku tak banyak……aku harus menyelesaikannya sekarang juga” minho mengerutkan keningnya. Menghela nafasnya dalam.

”sore nanti aku akan datang kemakam orang tuaku, aku akan kembali besok….” Sulli menghentikan gerakan tangannya saat minho herbicara .

terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menurunkan tangannya untuk meletakkan kuas lukisnya.

Mengepalkan tangannya begitu getaran terlihat jelas di tangannya.

“aku sudah katakan kepada pelayan kim untuk mengurus obatmu….karena  itu kau tak perlu cemas”lanjut minho . Menatap sulli yang belum juga memandang kearahya.

“aku akan berkemas  sekarang…..jangan lupa minum obatmu” minho membalikkan tubuhnya. bermaksud kembali kekamarnya.

“………..b-bisakah kau temani aku?” minho menolehkan wajahnya begitu sulli bertanya padanya.

membalikkan tubuhnya kembali menatap sulli yang kini bangkit dari duduknya.

“aku ingin berjalan-jalan didekat danau, maukah kau menemaniku?” ulang sulli. .

.
.
.

“cuaca hari ini sangat bagus” sulli menengadahkan kepalanya. Menatap awan putih diatasnya senang. Menatap pantulan cahaya yang berkilau begitu menyentuh air danau yang tenang.

Melangkahkan kakinya. Melewati ribuan dedaunan kering untuk mencapai tepi danau. Melemparkan beberapa kerikil yang sempat dipungutnya kedalam danau.

”sudah sangat lama aku tak datang kemari….tempat ini sudah sangat berubah” katanya setelah melemparkan semua batu krikil ditangannya sembari mengamati sekelilingnya.

“itu karena tak ada lagi orang yang ingin datang kemari hingga tempat ini tak terurus dengan baik….”

“padahal tempat ini satu-satunya tempat kenanganku dengan appa dan oma….” sulli tersenyum getir.

Mengambil setangkai bunga mawar kering disisi kanannya yang kemudian ia lemparkan jauh ketengah danau. Membalikkan tubuhnya duduk dikursi panjang dipesisir danau.

“kau tau? appa pernah mengatakan jika suatu hari seseorang berbuat kesalahan kepadamu kau harus berlapang dada untuk memaafkannya…begitupun sebaliknya jika kau mempunya kesalahaan, jangan segan untuk meminta maaf” minho memandang kearah sulli. mendengarkan dengan seksama kata demi yang terlontar dari bibir sulli.

“karena jika itu tak kau lakukan akan timbul dendam yang akan membuat seseorang terluka…” minho melebarkan matanya.

“entah apa yang telah orang tua dan aku lakukan aku ingin kau memaafkan kami…..karena……kelak jika kau melakukan kesalahan besar sekalipun aku akan tetap memaafkanmu….” sulli menolehkan wajahnya kearah minho .

”kau mau kan memaafkan kami?” sulli mengangkat tangannya. menunggu jabatan minho yang tak bergerak dari tempatnya.

Minho hanya menatap nanar uluran tangan sulli tanpa menggerakkan sedikitpun tubuhnya.

“ah . Baik lah a-aku yakin kau akan memaafkan kami…………………..  baiklah sebaiknya kau pergi, matahari hampir tenggelam , aku tak ingin membuatmu terlambat” sulli menurunkan kembali tangannya. lagi-lagi tersenyum getir.

“……………………………………..aku akan mengantarmu pulang”

“pelayan kim akan datang kemari 10 menit lagi, kau tak perlu mencemaskan aku…..pergilah” sulli tersenyum.

mengibaskan tangannya agar minho segera pergi.

Minho diam sesaat . Tapi tak lama dia terlihat bergerak .

“kalau begitu aku akan pergi setelah pelayan kim datang….”

“yaak, jika kau menungguiku aku yakin kau akan terlambat datang keperayaan orang tuamu….gwencana, kau boleh pergi…” minho menghela nafasnya dalam.

Menundukkan kepalanya beberapa saat sebelum akhirnya dia membalikkan tubuhnya .

” tunggu . . . ” ucap sulli lagi tiba-tiba membuat minho tak jadi melangkahkan kakinya untuk  berjalan meninggalkan sulli.

” wae mmmph . . . ” tanya minho membalik badan kembali . tapi matanya terlihat melebar karena dengan tiba-tiba sulli mendekatinya dan mencium bibir minho sesaat .

Ciuman itu singkat . Karena setelah berhasil menyentuhkan bibirnya dengan bibir minho . Sulli langsung menyingkir dan membalikkan badannya memunggungi minho .

” ……… “

” g – gu – gumawo . Selama ini kau mau berada di sisiku untuk menemaniku . . Oppa ….. ” ucap sulli gagu tanpa sedikitpun mengerakkan badannya untuk sekedar melihat minho .

Minho lagi-lagi hanya dapat terdiam .

” pergi lah . Jangan mengkhawatirkan ku ….. ” lanjut sulli . Dan hal itu langsung di turuti minho .

Melangkahkan kakinya pergi .Meninggalkan sulli yang kini mulai mengeluarkan tetes demi tetes air matanya . Terisak begitu tak lagi mendengar suara langkah minho dan bersamaan dengan itu sinar matahari pun perlahan berubah menjadi kelabu.

===========

 Minho .P.O.V..

‘appa pernah mengatakan jika suatu hari seseorang berbuat kesalahan kepadamu kau harus berlapang dada untuk memaafkannya…begitupun sebaliknya jika kau mempunya kesalahaan, jangan segan untuk meminta maaf’ .

‘karena jika itu tak kau lakukan akan timbul dendam yang akan membuat seseorang terluka…’ ku teguk segelas soju ditanganku.

Menyandarkan punggungku pada dinding makam abeoji letih. Mengingat perkataan sulli yang entah mengapa terus berputar diotakku.

Jujur rasanya hatiku tak tenang. Rasanya hatiku memberontak dan berteriak mengatakan sulli tak bersalah, dia tak sepantasnya mati karena kesalahan yang tak pernah dilakukannya.

Namun aku juga tak dapat melakukan sesuatu untuk menghentikan taemin yang begitu bernafsu membunuh sulli untuk membantuku .

Masih ada sedikit kebencian yang memaksaku berdiam diri, bersikap acuh meskipun aku tau itu salah.

Meski aku tau dia yeoja berharga yang seharusnya kulindungi. Kutuangkan lagi soju kedalam gelas kecil ditanganku.

Meneguknya lagi hingga tak tersisa.

‘entah apa yang telah orang tua dan aku lakukan aku ingin kau memaafkan kami…..karena……kelak jika kau melakukan sesuatu kesalahan besar sekalipun aku akan tetap memaafkanmu….’

Wajah itu. aku sangat ingat ekspresi sedih yang sulli tunjukkan ketika mengatakan hal itu.

Aku tak mengerti kenapa tiba-tiba sulli meminta maaf padaku.

sulli tak pernah berbuat sesuatu yang membuatku marah tapi kenapa dia mengatakan maaf. dia bahkan menyertakan kedua orang tuanya didalam kata-katanya.

aku menengadahkan kepalaku. Menatap sunrise yang berwarna kekuningan. Mengingat mimpi yang malam kemarin kuimpikan.

‘Aku tau semuanya oppa…..aku tau tentang rencanamu yang akan membunuhku dan menguasai semua hartaku’

Mungkinkah sulli….. kulebarkan kedua bola mataku selebar-lebarnya. Membenarkan posisi dudukku.

‘besok saat matahari tenggelam aku akan mengakhirinya…..aku akan membawa sulli ketebing dekat laut dan menjatuhkan dia disana….’

Apakah dia mendengar pembicaranku dengan taemin siang kemarin?

‘kau bisa lanjutkan lukisanmu nanti….dokter bilang kau tak boleh terlambat meminum obatmu’

‘tapi waktuku tak banyak……aku harus menyelesaikannya sekarang juga’

Kubangkitkan tubuhku. berlari cepat menuju mobilku yang terparkir diluar pemakaman.

Masuk kedalam mobilku. memacu mobilku cepat meninggalkan pemakaman abeoji dan oma berniat kembali kerumah sulli.

Jika sulli tau semuanya kenapa dia diam? kenapa dia tak menyalahkan aku dan bersikap tak terjadi apapun? .

===========

Storynotebok

Author P.O.V..

“silahkan menikmati…..” seorang pelayan meletakkan pesanan terakhir taemin dan sulli yang terlihat akan menyantap hidangannya.

“terima kasih….” ucap sulli sebelum pelayan itu pergi..

“aku tak melihat minho hyung saat datang? apakah dia pergi kesuatu tempat?” tanya taemin . Meletakkan serbet putih dipangkuannya.

Pelindung agar rempah makanan yang akan dimakannya tak menodai pakaian juga celananya.

“ne…..minho pergi kemakam kedua orang tua kalian . ”

“benarkah?”

“….ne” sulli mengangguk.

Mengambil pisau dan garpu disisi kanan dan kiri piring sajinya. Mengiris steak didepannya berlahan.

“ah ya, bagaimana jika sepulangnya dari restoran ini kau temani aku kesuatu tempat?” Sulli menghentikan gerakan maju mundur pisau ditangannya.

Terdiam beberapa saat begitu mendengar taemin mengatakan hal itu.
Ya . jujur jantung sulli berdebar sangat kencang.

“sudah lama sekali aku ingin mengujungi pantai, aku ingin merefreskan pikiranku disana..” ucap taemin menatap sulli yang tertunduk dengan tajam dan senyum liciknya  .

“……………………………….aku juga ingin sekali mengunjungi pantai denganmu oppa” sulli mengangkat wajahnya.

memberikan senyum terbaiknya pada taemin.

” jinjjah ? .. baiklah . Cha , lanjutkan makanmu dulu … “

.
.
.
.

Minho menghentikan mobilnya tepat didepan rumah sulli. membuka pintu mobilnya, berlari cepat masuk kedalam rumah itu, melewati lorong untuk sampai ke kamar sulli.

Membuka lebar-lebar kamar sulli yang tak berpenghuni. Nafasnya terlihat memburu, mengarahkan pandangannya sekelilingnya tak menemukan apapun kecuali sebuah lukisan disudut kamar yang membuat kedua matannya terbuka lebar.

Minho melangkahkan kakinya berlahan. menghampiri lukisan mirip dirinya yang ia tahu hasil dari tangan sulli.

menyentuhkan ujung jarinya diatas lukisan itu, menemukkan huruf hangeul kecil yang mengatakan

‘aku mencintaimu Choi Minho ’.

Membuat Air mata minho kini seketika mengalir. Menjatuhkan tubuhnya ketika kakinya terasa  lumpuh kehilangan tenaga.

“apa yang sudah kulakukan…..” guman minho meremas rambutnya dengan kedua tangannya. meringkuk penuh penyesalan. .

.
.
.

“kita sampai…..” Sulli turun dari dalam mobil taemin sesampainya mereka disebuah tebing curam yang berada diatas  laut.

Mengarahkan pandangannya jauh. Marasakan hawa dingin yang terasa menusuk tulangnya.

Indah ……

kata pertama yang tergambar saat sulli menatap lautan didepannya.

berjalan 10 langkah. Menatap dasar laut dibawahnya yang terlihat sangat dalam dengan mulai ketakutan .

“aku ingin mengakhirinya…” ucap taemin tiba-tiba membuat sulli membalikkan tubuhnya. Menatap taemin yang berada 10 langkah dari dirinya

Mata sulli melebar , menemukan taemin yang telah bersiap dengan pistol yang terarah padanya.

“aku lelah berpura-pura menjadi namja baik didepanmu….aku ingin mengakhirinya sekarang juga” ucap lagi taemin menggerakkan jari telunjuknya.

Menekan pelatuk pistolnya dan  Melontarkan beberapa peluru yang berhasil menembus perut juga dada sulli.

Sulli terpekik lirih . Saat peluru terakhir menembus tubuhnya .

menatap aliran darah yang berlahan mengalir membasahi tubuh sekarat nya sendiri sebelum sulli terjatuh .

mata sulli terbuka lebar. Nafasnya tersenggal dasyat karena merasakan sisa hidupnya yang beberapa saat lagi pergi bersama malaikat maut yang dapat dilihat diatas tubuhnya sekarang .

Membiarkan dirinya berakhir dengan setetes air mata kesakitan dan kepedihan terakhir dirinya .

Taemin tersenyum sinis melihat sullu yang telah melepaskan nyawanya .

“tuhan memberkatimu….” lirih taemin getir . Menembakkan kembali peluru terakhir dipistolnya tepat di dahi sulli .

…… Bahkan sekuat apapun aku bertahan semua tak berguna….

Taemin mengangkat tubuh tak bernyawa sulli kedalam mobilnya.

memakaikan sabuk pengaman ditubuh sulli yang berlumuran darah. Menutup pintu mobilnya kemudian berputar menuju bagian terbelakang mobilnya.

Meletakan kedua tangan diatas bagasi mobilnya. mendorong mobilnya mendekati ujung tebing dengan sekuat tenaganya. menjatuhkan mobil beserta sulli didalamnya.

Menenggelamkan sulli agar tak ada sedikitpun bukti jika  sulli mati karena dirinya .

…….aku akan tetap diposisiku, Menunggu kematian datang dan membawaku pergi…..

.
.
.

The End

Mohon berikan Komentar di Kolom di bawah ini.

#taE_Nda

Marry You

min
 
Judul : Marry you
Author : taE_Nda
Main cast : Choi Min Ho dan Choi Jin Ri a.k.a sulli
Siders : members Shinee | members F(x)
Genre : Romance
Length : One Shoot
Rate : General

Minho POV

Setelah pernikahan onew hyung dan victoria noona, luna dan jonghyun hyung juga menyusul setelah itu diikuti amber dan key, sedangkan krystal memutuskan untuk pulang ke amerika, dan taemin saat ini belum juga mendapatkan pendamping, taemin masih bersolo karir di bawah naungan SM.

 

sudah 3 tahun sejak kami keluar dari sm dan memutuskan untuk menikah dengan pasangan kami, dan sekarang saatnya aku dan sulli yang melaksanakan pernikahan, saat ini umur sulli sudah 25 tahun dan umurku sudah 28 tahun. semenjak kami memutuskan bubar dari f(x) dan SHINee, aku melanjutkan bisnis abojiku sedangkan sulli sekarang masih tetap berkarir tapi dia lebih memilih menjadi model dan aktris saja. sekarang sulliku sudah menjadi yeoja dewasa, tapi tetap saja dia masih seperti sulliku yang dulu yang sudah 6 tahun menjadi yoeja chinguku. Dan sekarang akan resmi menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku.

 

”yah, minho yah, kenapa kau senyum-senyum sendiri melihat dirimu dikaca”, ucap onew hyung yang membuyarkan lamunanku pada masa lalu.

 

“ani hyung, Cuma aku tidak menyangka saja bahwa hari ini akan datang, di mana aku bisa memiliki sulli seutuhnya”,jawabku.

 

“hm, selamat ya minho, hyung saja tidak menyangka bahwa kalian benar-benar akan menikah”.kata onew.

 

“ ooh, memangnya kenapa hyung?”, aku melihat onew hyung dengan tatapan bingung.

 

“ karena aku kira sulli akan menikah dengan taemin ahahah”.jawab onew hyung samil tertawa menganga membuat gigi nya terlihat semua. Aku sedikit kesal medengarnya

 

“hyung, kau ini masih suka sekali mengodaku”, ucapku kesal.

 

“ hyung, aku benar-benar grogi, bagaimana ini hyung”, tanyaku mengalihkan pembicaraan dan mulai merasakan detak jantungku semakin tak karuan karena teringat sebentar lagi aku akan mengucapkan janji suci sehidup semati bersama sulli, yeoja yang teramat aku cintai.

 

“ kau ini, kau saja grogi apa lagi sulli?”.

 

“oh ia kalau begitu aku akan menemuinya dulu hyung” aku hendak pergi tapi

 

“eits , ,(onew hyung menghalangiku), mana boleh pengantin pria menghampiri mempelai wanitanya dulu, nanti ketika di altar baru kau bisa melihat sulli” aku benar-benar ingin melihat yeojaku sekarang karena sudah 1 bulan kami tidak bertemu karena menurut adat kami harus dipingit dulu.

 

“tapi hyung , , ,”

 

“sudah , kau tunggu saja di sini ne, , “ kata onew hyung lalu menyuruhku untuk duduk, aku hanya menuruti saja kata onew hyung karena dia yang sudah lebih dulu menikah dengan vic noona, setidaknya dia lebih berpengalaman soal ini.

 

“hyung , hyung , ,?

 

“wae , , ?”

 

“hmm, kalau malam pertama itu, apa yang harus aku lakukan ? ”tanyaku dengan wajah yang sudah sedikit memerah, karena malu menanyakan hal bodoh seperti itu. Tapi? Kenapa masih aku pertanyakan. Ya tuhan semua ini membuat aku gila.

 

“yah, pertanyaan apa itu huh, aishh , pikiran kau ini minho sudah jauh sekali , ,”

 

“eoh,, jinjjah,, heheheh” aku hanya nyegir kuda saja.

Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara yang aku sangat kenal, yah, itu , key, jonghyun dan taemin walapun SHInee telah bubar tapi kami selalu menjaga hubungan persahabatan kami

“YAH,,, MINHOOOOOOO yaaa” pekik jonghyun sambil mengangkat tangannya

 

“HYUNG , ,” taemin berada di belakang jonghyun sambil tersenyum lebar.

 

“MINHOOOO AHHHHH “ key berlari alah rempongnya.

 

Ya, Mereka berlari kearahku dan memelukku

“yah ,yah, kalian ini , ,wae” ujarku agak risih dengan kehebohan manusia-manusia alay ini.

 

 

“wah ,wah , lihat sebentar lagi minho akan segera menikah, wah , wah, , “ucap jonghyun sambil menepuk-nepuk pundakku.

 

“hyung , aku senang akhirnya kau bisa menikah dengan sulli”.ucap taemin

 

“dan, aku harap kau dan sulli cepat menyusul kami , ,yah”, kata key

 

“yah , key ini aku sudah menyusul mu”

“bukan itu phabo , , “kata key sambil menjitakku

 

“appo , ,jadi apa?” tanyaku tak mengerti.

 

“aishh, hyung ini, sejak kapan kau lebih polos dari pada aku, maksud key hyung itu, menyusulnya untuk punya anak dari sulli”, taemin menjelaskan. Taemin lebih tanggap ternyata.

 

“eoh,, itu , ,hmmm itu itu pasti “ jawabku gugup”. tapi , yah, taemin sejak kapan pikiran mu sudah lebih dewasa dari padaku huh?”, aku lagnsung menjitak taemin dan menjepit kepalanya dengan ketiakku, seperti dulu yang pernah aku lakukan.

 

“hahaha, tapi taemin, sampai kapan kau ingin sendiri cepatlah kau cari pasangan hidupmu itu, jangan sibuk solo karir saja”, onew hyung angkat bicara.

 

“nanti lah hyung, aku masih menunggu sulli hingga dia sendiri, hahahah”, jawab taemin, aku tau dia hanya mengodaku, tapi karena godaan nya itu aku tambah mempererat jepitan di lehernya itu

 

“enak sekali kau bicara huh, hahaha”, kami pun kembali tertawa, bahagia bisa berkumpul lagi dengan mereka

 

Author POV

Sekarang sulli sedang berada di ruang hias mempelai wanita, ia terlihat sangat gugup. Vic yang melihatnya segera mendekatinya .

 

“ sulli ah, tenang lah , ,ini akan baik-baik saja ne kau tak perlu segugup ini”. Ucap vic yang ingin menenangkan sulli.

 

“aigooo.. eomma, ini rasanya lebih gugup saat pertama kali di cium minho oppa”, jawab sulli polos.

 

“hahaha, tentu saja karena ini akan lebih dari sekedar ciuman”kata amber yang mengendong anaknya yang berusia 1 tahun, itu.

 

“yah, eonni kau ini bicara apa?”, luna ikut dalam percakapan.

 

Mendengar itu sulli hanya menatap bingung eonnideulnya itu.lalu dia kembali menatap cermin yang ada di depan wajahnya, “ eonni aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan, jinjjah “, jawab sulli dengan tatapan tak bersalahnya. Dan sekarang eonni deulnya hanya tertawa melihat tingkah laku sulli yang masih sangat polos itu,

 

” sudah-sudah nanti juga kau tau sendiri sulli”, kata vic

 

. sulli hanya mengangguk-angguk saja. “eoh ya eonni, apakah soojung tidak datang kemari”tanya sulli lagi pada vic.

 

“eoh, eonni sudah memberi kabar, katanya dia kan hadir tapi eonni tidak tau jam berapa dia akan datang”,jawab vic.

 

“ awas saja dia tidak datang keacara pernikahanku, aku takkan datang keacara pernikahannya”, ucap sulli dengan nada sedikit mengancam.

 

“ YAH , SULLI PHABO, “ terdengar teriakan dari balik pintu dan ternyata itu adalah soojung yang mengandeng namja bule, yang di yakini adalah kekasih soojung, sulli yang melihat itu langsung berlari kearah krystal.

 

“aku senang sekali kau datang soojung ah”.

 

“tentu saja masa di pernikahan CHOI SULLI dan CHOI MINHO aku tak datang si , ,tak mungkin lah hehehe,” jawab soojung yang semakin mempererat pelukan sulli.

 

krystal pun memperkenalkan kekasihnya pada vic, luna, amber yang berada di sana serta tak lupa krystal memberitahukan rencananya untuk melangsungkan pernikahannya di LA, bulan depan. itu kabar yang sangat mengembirakan pastinya untuk member yang lain.

 

“sulli ah, para tammu sudah ramai”teriak amber yang mengintip dari pintu ruang hias

 

“jeongmal eonni, , apakah ada minho oppa?”, tanya sulli

 

“hmmm, opso ,, tidak ada sulli ah”. amber masih mengintip

 

“eoh, otthoke??’ sulli kembali cemas

 

“sulli ah, tenang lah , ini tidak buruk, sebentar lagi minho oppa kan menjadi suami sahmu dan tentu saja dia akan melindungimu, jadi jangan pernah takut ne, menjalani rumah tangga ini kau bisa lihat, , aku, vic eomma dan amber, kami tambah bahagia kan?, apa lagi saat nanti kau menjadi seorang ibu seperti kami, kau akan merasakan arti hidup ini sayang, kau harus terseyum manis seperti dulu ne”, kata luna yang mencoba menasehati sulli

 

“ne, kalau kau terus gugup seperti ini, nanti orang pikir kau menikah dengan minho secara terpaksa”, kata amber

 

“ne, tunjukkan senyum termanis mu,tataplah minho oppamu itu, jangan menundukan kepalamu seperti ini ne”, tambah vic

 

“dan ingat aku juga akan menyusulmu sulli baby , hehe”ucap krystal

 

Sulli sangat terharu mendengar semua nasehat dari para membersnya, sulli sangat ingin menangis saat ini.

 

“eeeh, jangan menangis nanti make upnya luntur,”kata vic yang segera menahan sulli agar tidak menagis.

 

“ne, ,eomma,, eonni, soojung ah, bolehkah aku memeluk kalian”

 

“andwe , , ,”mereka menjawab serentak

 

“ne, ,ne, ,aku juga takut nanti bajuku kusut heheh”jawab sulli dengan senyum nya , bisa terlihat sulli sudah tak menampakkan rasa kegugupannya lagi.

 

 

Sulli POV

“sulli ah, kau sudah siap, ,acara akan segera di mulai”, kata eommaku

 

appaku sekaligus oppadeulku juga masuk keruanganku melihat keadaanku,

 

“ayo , baby , ,”kata appaku sambil mengulurkan tangannya

 

“ne, appa”, akupun langsung meraih tangan appaku, bisa aku lihat mata eommaku sudah berkaca-kaca

 

“sulli ah, anak eomma sudah besar ternyata , ,dan sekarang hiks, hiks”eommaku sudah mulai menagis , tapi aku tak di perbolehkan memeluknya , mereka takut aku juga jadi ikut-ikutan menagis.

 

“yeobo, sudahlah sulli akan hidup lebih bahagia setelah ini. Jadi kau jangan mengawali ini dengan  air mata,,,aigoooo” ujar appa membuat eomma menghapus air matanya dan mengangguk kearahku.

 

“miane yeobo, aku hanya terlalu bahagia bisa melihat anak gadisku menikah dengan pilihan hatinya tapi,,,,,,,” eomma mengantung kalimatnya.

 

“eomma, gwenchana, sulli ah akan tetap menjadi anak eomma dan adik kecil bagi kami”, kata oppaku yang pertama yang berusaha menenangkan eomma dan tau maksud dari kalimat eomma yang mengantung itu.

 

Aku mengangguk setuju begitu pun dengan eommaku.

 

 

 

Sekarang aku sudah bisa melihat minho oppa di depan altar. dia menatapku dengan senyuman yang sangat manis, dia sungguh tampan hari ini, walaupun dia memang sudah tampan, tapi untuk saat ini dia sungguh tampan, dan itu yang membuat bibirku secara otomatis tersenyum manis kepadanya.

 

appaku mulai mengajakku berjalan perlahan di atas karpet merah yang mengarahkan ku pada tempat minho oppa berdiri, perlahan tapi pasti kaki ku melangkah mendekati minho oppa, semakin dekat , semakin dekat dan semakin dekat , sekarang bisa kulihat minho oppa dari balik tirai transpran yang menutupi wajahku. tanganku yang awalnya di pegang dengan appaku sekarang di alihkan pada minho oppa, aku merasakan kebahagian yang sangat luar biasa

 

Minho POV

Kini aku sudah berada di atas altar, menanti munculnya my princess. Dengan gugup aku menantinya tapi penantianku tak sia-sia, dari ujung sana aku melihat wajah cantik yang selama ini aku nantikan, dia sangat cantik dengan balutan gaun putih panjang , dan di tambah dengan mutiara bling-bling pada bagian bawah gaunnya yang menambah kesan sedikit glamor tapi elegan, dia sangat cantik walaupun wajahnya ditutupi dengan tirai yang sedikit menyulitkanku menatap wajah cantiknya. namun kecantikkannya itu masih sangat jelas terlihat, aku pun tersenyum manis menatapnya, dia berjalan perlahan kearahku sungguh aku benar-benar tidak sabar ingin meraih tangannya, tapi ini adalah tradisi yang harus diikuti, aku harus menunggunya disini hingga ia sampai dan barulah aku bisa memegang tangannya, menyebalkan bukan ? toh nanti juag dia akan menjadi istriku untuk apa aku bersusah payah menunggunya berdiri disini padahal aku bisa langsung menghampirinya dan meraih tangannya.

 

Semakin lama semakin terlihat senyuman dan wajah cantiknya hingga akhirnya dia sampai di hadapanku, dan sekarang ayah mertuaku memberikan tangan sulli kepadaku sebagai tanda bahwa anaknya sekarang sudah ia serahkan sepenuhnya kepadaku dan sekarang kewajibanku membahagiakan sulli lahir dan batin, menjaganya seumur hidupku. Ya tentu saja aku akan melakukan semuanya demi sulli yang akan menjadi istri sah ku

 

Author POV

Sulli dan minho pun sekarang saling menatap dan tersenyum , akhirnya janji suci pun di ucapakan dari mulut sulli dan minho. itu menandakan minho dan sulli telah resmi menjadi pasangan suami istri, minhopun boleh membuka cadar atau tirai yang menutupi wajah cantik sulli, setelah minho membukanya, minho sangat terkejut dan takjub bahkan tak percaya bahwa pemilik wajah cantik ini sudah sah seutuhnya menjadi miliknya, dan di sambung dengan acara memakaikan cincin pada masing-masing jari kedua mempelai, di mulai dari minho yang memakaikan cincin pada jari manis sulli, setelah itu giliran sulli yang memasangkan cinicin pada jari minho, mungkin karena grogi tangan sulli gemetaran saat memasangnya, minho pun yang menyadari itu hanya tertawa kecil .

 

“yoebo?, gwenchana heheh”, kata minho sedikit menahan tawanya karena gemas. sulli sedikit melirik ke arah suaminya,menelan ludahnya. Bagaimana bisa ia tampak bodoh di depan suaminya ini. Dengan kekuatannya kemudian ia mencoba memasangkannya kembali dan akhirnya sukses cincin itu menyatu pada jari minho, para undangan pun bertepuk tangan menyambut pengantin baru nan serasi itu dan tak ketinggalan para undanganpun berterik ,

 

“CIUM , , CIUM , ,CIUM ,, CIUM ,, “, sulli dan minho yang mendengar terikan dari para undangan terseyum malu, wajah mereka berduapun merah seketika, walaupun mungkin ini bukan yang pertama, tapi ini dilakukan di depan umum dan juga ini bukan syuting yang hanya berdasarkan skrip tapi ini real dan nyata.

 

Sulli hanya bisa menunduk malu dan lagi-lagi minho yang memulai semuanya, minho memberanikan diri untuk mengangkat dagu sulli, bisa terlihat cantik sulli yang sudah memerah menahan malu, lalu dengan perlahan tapi pasti minho mendekatkan wajahnya pada wajah sulli, dan

 

CHU~~~~~~~~~~

, minho mencium tepat di bibir sulli, sulli hanya bisa memejamkan matanya seperti yang di lakukan minho, cukup lama mereka berciuman sekitar 20 detik, (xixixixixixixi)

Dan para penonton pun bertepuk tangan, berteriak, bersorak melihat aksi pasangan baru itu ,termasuk lah para members SHINee dan Fx yang sedang menyaksikannya.

 

“hey lanjutkan nanti saja, hahaha” teriak salah satu tamu undangan, membuat wajah sulli dan minho kembali memerah.

 

“hyung , , mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri?”tanya taemin di sela-sela tepuk tangannya.

 

 

“tentu saja, lihat betapa bahaginya mereka, , kau tidak mau mencoba mencari pasangan hidup juga? ”tanya onew

 

“hmm, mungkin nanti hyung saat ini belum ada”. Ucap taemin sedikit lirih, key yang menyadari itu langsung menepuk pundak taemin

 

“mereka sudah menikah taemin ah, kau juga harus membuka hatimu itu , ne”kata key

 

“ne, hyung, aku bahagia mereka bisa menikah, ,aku harap mereka selalu bahagia dan banyak punya anak”,ucap taemin

 

“taemin ah,, , segera hapus rasa itu , sekarang sudah tak mungkin lagi, ,kau tau sendiri, kau sudah dewasa ,kau tau mana yang terbaik”. Ucap jonghyun

 

Taemin hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum tipis.

 

Sedangkan para istri seperti victoria, luna dan amber hanya bisa melihat taemin dengan tatapan kasihan karena rasa yang disimpannya bertahun-tahun itu, mereka jelas tahu kalau dulu taemin dan sulli memang saling cinta tapi mungkin karena bukan jodoh, jadi yang sekarang bersama sulli dan menjadi pendamping sulli ia lah minho yang juga sangat mencintai sulli lebih dari apapun.

 

“sudahlah , ayo kita hampiri sulli , dia mau melempar bunganya itu”kata vic yang memecahkan kecanggungan di antara mereka

 

“ya, yoebo kau itu sudah mempunyai aku dan jin Qian , masak mau mendapatkan bunga lagi”, protes onew pada istrinya.

 

“ne, ,ne, , , kalau begitu kau saja krystal , “

 

“oh, pasti , eonni,”kristal pun maju kedepan bersama kekasih bulenya itu

 

“yah, taemin phabo , ayo kau juga, kau tak maukan sepanjang umurmu melanjang seperti ini, ayo maju kedepan , ,” jonghyun mendorong tubuh taemin, mau tak mau taemin maju kedepan

 

“yeobo , kita lempar sama-sama ya”ajak sulli ke minho , ,

 

“ne, , yeobo”, kata minho sambil memegang rangkain bunga yang berada di tangan sulli

1 , , , 2 , , ,

“Hyung aku disini , , “teriak taemin yang ingin mendapatkah bunga itu.

 

“Hahah ne ,, ne”, jawab minho yang tadi menoleh kearah taemin

 

“ayo yoebo . “ajak minho lagi ,

 

1 , , , 2 , , ,

 

“Sulli ah , ,ke sini , ke sini”, teriak krystal sambil melambaikan tangannya.

 

 

“ne , soo jung ah” balas sulli.

 

1, , , ,2, , ,

 

“yah , hyung , jangan lupa aku ada di sini”. Teriak taemin lagi

 

“yah, taemin , ,kau tanggap saja jangan banyak bicara!! ”teriak minho agak kesal membuat para tamu yang lain tertawa geli.

 

“Ayo yeobo kita langsung saja”, kata minho yang sudah mulai geram ,sulli hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku suaminya itu

 

3 , , , ,

 

Bunga pun langsung di lempar dan ternyata bunga itu di tangkap dengan taemin, butuh perjuangan bagi taemin untuk menangkap bunga itu, karena dia harus melompat dari kursi dan hampir terjatuh berbaring demi mendapatkan bunga yang di lempar sulli, krystal yang menyadari itu langsung mendekat kearah taemin.

 

“oppa, berikan saja bunganya padaku , “, pinta krystal.

 

“hehehe, enak saja”, jawab taemin . taemin sangat senang dan berlari kearah minho,

 

” hyung , lihat aku akan menyusul mu , hahaha”, taemin tersenyum bahagia dan langsung memeluk minho,ketika taemin ingin memeluk sulli , minho langsung mengambil posisi sulli hingga yang di peluk taemin adalah minho , dan itu membuat para undangan kembali  tertawa geli melihat pasangan itu .

 

Selamat ya cahgiya ,”ucap vic

 

“heheh ne eomma , ,gomawa”, jawab sulli

 

“oh ia kalian akan bulan madu kemana huh , minho oppa?, tanya luna

 

“eoh, , itu , , rahasia , , “jawab minho

 

“yah, minho , , kenapa harus pakek rahasia, kau takut kami akan menganggumu huh?”, onew protes

 

“hahha, tentu saja hyung , ,” minho to the point

 

“hahhahahah”semua members tertawa mendengar pengakuan minho, sedangkan sulli hanya menunduk malu.

 

“hyung , , ,?” taemin memanggil minho

 

“wae , , , , ?”

 

“kau , ,kau , , kau harus cepat memberiku keponakan ya , hhehee?, yang banyak hyung , ,tapi harus seimut sulli, , jangan sepertimu , ,haha”. Ucap taemin sambil tertawa terbahak-bahak.

 

Sulli dan minho saling berpandangan dan tertunduk malu ,,onew pun yang menyadari atmosfir yang berbeda itu langsung mendekati telinga minho dan membisikan

“kau harus bekerja keras minho”, lalu di sambung dengan tawa onew yang menjadi-jadi, minho sedikit melirik lagi kearah istrinya dan semakin salah tingkah.

 

Hal yang sama pun di lakukan dengan vic, ia pun membisikan sesuatu kepada sulli. “sulli ah , ,kau harus melakukan yag terbaik ne,jangan mengecewakan suamimu itu ne”, setelah vic berbisik, sulli pun melirik suaminya , dan sama salah tingkahnya seperti minho.

 

Sulli pov

Tuhan terima kasih telah menyatukan kami berdua, sungguh tak ada yang aku inginkan selain hidup bahagia  bersama suamiku, choi minho.

 

Minho pov

Tuhan, terimakasih telah menitipkan bidadari secantik sulli padaku. Aku berjanji akan selalu membahagiakan dia dengan apa yang aku bisa dan aku punya karena aku benar-benar sangat mencintai istriku. Choi sulli.

 

END

 

Gimana,,,

Ini FF udah lama banget, tapi ngk papa la ya,, kali aja ada yang belom baca.

 

Ada yang minta sequel nya?

 

Oke,, kasih komentar yang panjangnya soal FF gaje bin typo ini.

 

Bye, bye