MIRRORS II [Chap 9]

mirrors2

Title : MIRROS II [Chap 9]
cast : CHOI JIN RI  |  CHOI MINHO  (SHINee)  |  KIM HEECHUL (SuJu) | others
author : Dazdev
 length : Chaptered
rating : PG-15
Genre : supranatural, romance, crime
thanks for KEYUNGE for great poster<3
.
.
.

Before Chap  [chap 8 : “A Confession”]:

Minho menutup wajah dengan kedua tangannya. Pengakuan Jinri hari ini cukup membuat tensinya kacau dan denyutan bertubi-tubi menghajar kepalanya. Ini akan jadi waktu yang sulit baginya. Waktu seperti menghadapai masa-masa bersama Sulli.

“Sulli… Menurutmu apa yang harus aku lakukan?”

.

.

Chap 9 : Who is the greatest lover?

.

Minho tidak yakin jika kehadirannya di istana kecil Onew akan membuat kondisi jadi jauh lebih baik atau setidaknya ia dapat mendengarkan pendapat Onew soal permasalahannya. Tapi Minho rasa tidak, mengingat balita itu—hasil reproduksi Onew dan istrinya tercinta, baru saja melompat dari sofa lainnya, mendarat di pundak Onew dan berakhir dengan aksi jambak rambut yang menyeramkan.

Continue reading

Advertisements

Behind the Coincidence and Destiny [4/5]

Cover FF; RH (10)

Behind the Coincidence and Destiny

Nama author  : Rhaya Cantika

Main Cast  : Choi Sulli dan Choi Minho

Support cast  : Jung Krystal, Lee Taemin, Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Cho Kyuhyun, and other.

Lenght  : Chaptered (1-5)

Genre : Romance

Summary :

‘Cinta bukan suatu kebetulan, tetapi takdir.’ Pernyataan sederhana itu sangat bertolak belakang dengan pendapat Sulli tentang Cinta. Gadis yang tidak pernah percaya pada ‘cinta’ dan ‘takdir’ ini, berpendapat kalau‘cinta’ hanyalah suatu kebetulan dan kebetulan itu tidak pernah abadi.

Berawal dari kisah cinta ibunya yang berujung kepedihan, Sulli lahir menjadi gadis yang membenci cinta dan takdir. Namun bisakah ia hidup tanpa kedua hal itu?

“Do you believe in Destiny?”

.

.

Continue reading

Behind the Coincidence and Destiny [3/5]

Cover FF; RH (10)

Behind the Coincidence and Destiny

Nama author  : Rhaya Cantika

Main Cast  : Choi Sulli dan Choi Minho

Support cast  : Jung Krystal, Lee Taemin, Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Cho Kyuhyun, and other.

Lenght  : Chaptered (1-5)

Genre : Romance

Summary :

‘Cinta bukan suatu kebetulan, tetapi takdir.’ Pernyataan sederhana itu sangat bertolak belakang dengan pendapat Sulli tentang Cinta. Gadis yang tidak pernah percaya pada ‘cinta’ dan ‘takdir’ ini, berpendapat kalau‘cinta’ hanyalah suatu kebetulan dan kebetulan itu tidak pernah abadi.

Berawal dari kisah cinta ibunya yang berujung kepedihan, Sulli lahir menjadi gadis yang membenci cinta dan takdir. Namun bisakah ia hidup tanpa kedua hal itu?

“Do you believe in Destiny?”

.

.

Continue reading

Behind the Coincidence and Destiny [1/5]

Cover FF; RH (10)

Behind the Coincidence and Destiny

Nama author  : Rhaya Cantika

Main Cast  : Choi Sulli dan Choi Minho

Support cast  : Jung Krystal, Lee Taemin, Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Cho Kyuhyun, and other.

Lenght  : Chaptered (1-5)

Genre : Romance

Summary :

‘Cinta bukan suatu kebetulan, tetapi takdir.’ Pernyataan sederhana itu sangat bertolak belakang dengan pendapat Sulli tentang Cinta. Gadis yang tidak pernah percaya pada ‘cinta’ dan ‘takdir’ ini, berpendapat kalau‘cinta’ hanyalah suatu kebetulan dan kebetulan itu tidak pernah abadi.

Berawal dari kisah cinta ibunya yang berujung kepedihan, Sulli lahir menjadi gadis yang membenci cinta dan takdir. Namun bisakah ia hidup tanpa kedua hal itu?

“Do you believe in Destiny?”

.

.

Continue reading

LATE [chapt 5]

lateLate

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

“tidak ada yang perlu dimaafkan” sulli menghapus air matanya dengan kasar, ia mencoba tegar. “ini sudah keputusanmu minho oppa, keputusanmu meninggalkanku untuk dapat mempertahankan apa yang kau anggap lebih penting itu. Dan aku menghargai keputusanmu oppa” sulli dengan mata yang memerah dan mulut yang gemeteran menatap minho yang kini menunduk pasrah, ia tak mampu menatap kedalam mata sulli. “selamat ya” dengan tangan gemetaran sulli mengulurkan tangannya, minho menatap tangan kanan sulli kemudian menatap mata sulli, hatinya terenyuh melihat setetes air mata jatuh di sudut mata yeoja itu.

“sulli ah” kata minho lirih, ia benar-benar seperti laki-laki bajingan di hadapan wanita yang teramat ia cintai itu.

“hmmm,,, aku harus pergi. ada tempat yang harus aku kunjungi. Tidak apakan aku tinggal oppa” Sulli menarik kembali tangannya, ia mencoba tersenyum. Mencoba menetralisir ucapan minho yang menjadi racun dihatinya.

Minho hanya dapat menatap punggung sulli yang hilang dari balik pintu kamar yeoja itu, “maafkan aku sulli, seandainya semua dapat di putar ulang, aku tidak akan menerima tawaran naeun dan aku tidak akan menyia-nyiakan cinta kita. Apakah semuanya terlambat untuk memperbaiki semua ini” minho mengusap wajah tampannya sampai ketengkung kebelakang. Tak hanya tubuhnya merasa letih seketika tapi hatinya  pun meremuk saat berbicara seperti itu  kepada sulli, minho tau itu pasti sangat menyakitkan untuk sulli karena dari 3 tahun yang lalu semenjak minho tertangkap basah bersama dengan naeun, sulli benar-benar tidak ingin bertemu bahkan berbicara dengan minho. dan sekarang saat semuanya membaik minho harus memberitahukan kebenaran yang menyakitkan itu.

“yeoboseyo,,,” sulli keluar dari studio foto, ia baru selesai pemotretan setelah vakum beberapa hari. “ne oppa” sulli terus berjalan mencari lorong sepi agar suara taemin, orang yang menelponnya dapat terdengar.

“sedang apa chagi?” ujar taemin dari sebarang sana.

“eoh, aku baru selesai pemotretan oppa, hmm oppa kapan pulang?” Tanya sulli.

“kau merindukan oppa?”

“hmm,,”

“oppa akan menghubungimu setelah oppa sampai ne”

“hmm, arasho oppa” sulli berhenti di depan jendela ia mentap jalan raya dari sana.

“oh ya bagaimana minho, dia merasa nyaman dirumah?”

“eoh,, ya oppa”

“baguslah, oppa akan menghubunginya setelah menelponmu”

“hmmm”

“apakah semuanya baik-baik saja?”

“hmm, ya oppa”

Sulli dan taemin diam sesaat.

“kau sedang sakit?  kenapa nada suaramu sangat berbeda. Ada masalah?” tampak nada suara taemin berubah menjadi khawatir.

“aniya,, gwenchana oppa” sulli menggeleng pelan.

“baiklah. mungkin oppa menelponmu dalam keadaan yang kuang tepat”

“aniyo,,, oppa,, jinjjah gwenchana” sulli berkata dengan sungguh-sungguh.

“arasho, istirahatlah. Besok oppa akan menghubungimu lagi”

Sulli menghela nafas, ia merasa tidak enak pada taemin. Taemin namja yang baik dan sungguh perhatian seharusnya sulli harus menghargai semua itu dan bersungguh-sungguh mencintai taemin tanpa menyisahkan ruang hatinya untuk orang lain, apa lagi orang yang dengan sangaja mengores luka menganga di hatinya.

Telpon terputus, sulli membalik badan berjalan lesu menuju ruang istirahat.

“aku akan memberinya kejutan” taemin tersenyum sekaligus berbicara sambil menatap layar ponselnya.

Taklama datang sekretaris kepercayaannya.

“sajangnim, semua sudah beres. Kita bisa pulang kejepang 3 jam lagi” ujar sekretaris hwang. Taemin beralih menatapnya.

“kalau begitu kita masih punya waktu untuk mencari sesuatu untuk sulli bukan?”

“tentu saja sajangnim”

Taemin mengangguk sumringah, ia berjalan mendahului sekretarisnya.”baiklah, aku sungguh tak sabar bertemunya di rumah besok”

Minho menatap jam dinding, jam menunjukan pukul 23:00 KSL tetapi sulli belum pulang juga, ia terus menatap jam itu gelisah, karena baru 2 jam yang lalu ia menelpon manajer kim dan manajer sulli itu mengatakan kalau jadwal sulli hari ini tidak begitu padat jadi ia memberikan kebebasan pada sulli untuk pergi kemanja saja yang ia mau setelah menyelesaikan semua jadwalnya.

“kemana dia” minho mengusap-ngusap tangannya tak karuan. Minho berdiri dan berjalan mundar-mandir di ruang tamu yang tampak semegah istana itu.

Pintu terbuka, dengan spontan tubuh minho bergerak menatap kearah pintu.

“sulli-ya” minho menatap tak percaya keadaan sulli, berantakan dan kacau untuk kalangan selebritis papan atas. “apa yang terjadi” minho segera memapah sulli karena sedetik saja minho terlambat, bisa saja tubuh sulli terjatuh kelantai.”kau mabuk!!” tercium alkhohol yang begitu menyengat dari mulut sulli.

“apaaa,,, peeedduuuulllimu eoooh” tatapan sulli layu, ia berbicara tak karuan dan memukul minho dengan asal.

“ayo aku antar kekamar” minho berjalan sambil menahan bobot tubuh sulli.

“jangaaan seennntuuh akuuuu, booodooh” ricau sulli tak jelas, jangankan berjalan berbicara saja ia tak jelas. Tapi minho tak memperdulikannya dengan sabar ia terus memapah tubuh sulli menuju kamarnya tak jarang sulli dengan tubuhnya yang lemah dan tak berdaya akibat alcohol itu memberontak namun itu sama sekali tak berpengaruh pada minho.

minho membaringkan sulli di ranjangnya, sulli tampang benar-benar kelelahan. Matanya terpejam dengan mulut sedikit menganga namun sedikitpun kecantikannya tak hilang dari wajah polosnya. Mata bulat minho tanpa bosannya menatap pemandangan yang menurutnya sangat indah itu. “kau sungguh cantik”. Tanpa sadar sebutur air mata lolos dari matanya. “maaf telah membuatmu seperti ini” entah kenapa minho yakin sulli seperti ini karena ulahnya, ia tau sulli bukan tipe wanita akan mabuk-mabuk kalau tidak sedang menghadapi masalah yang sudah diluar batas kemampuannya. Sulli akan mabuk-mabukkan kalau is merasa stress, dan depresi.

“hiks,,,” minho terpaku ketika mendengar isakan tangis dari sulli. tangan kekar minho mulai membelai pipi halus sulli yang memerah. Aliran sungai kecil membasahi pipinya.  “hikss,,, hikss,,,” isakan itu berubah menjadi tangisan. Dan membuat minho ikut merasakan kepedihan hati sulli.  namja itu pun akhirnya kalah pada kekuatan hatinya ddan ikut mejatuhkan butrian air kejujuran yang mewakili hati kecilnya. Perlahan tapi pasti minho mendekatkan wajahnya pada sulli, perlahan tapi pasti wajah minho sudah tepat berada di atas wajah sulli jarak mereka hanya beberapa sentimeter. “maafkan aku” bisik minho. kelopak mata sulli kini terbuka perlahan mata mereka bertemu untuk beberapa saat sebelum sulli mengangkat kepalanya dan menempelkan bibir merahnya di bibir minho.

Sulli meresapi kehangatan dari bibir minho sama halnya dengan minho, ia memejamkan matanya. Tapi saat sulli memisahkan tautan dari mereka sekarang minho yang mendekati wajahnya dan melumat bibir sulli dengan lembut, namun itu tak berlangsung lama. Lumatan itu semakin lama-semakin tampak kasar dan bergairah. Minho menguasai ciuman panas mereka tapi seolah ingin mengimbangi minho, sulli mengantungkan tangannya di leher minho dan memberian remasan-remasan kecil pada rambut minho. dan secara tak langsung itu membuat minho semakin ingin memiliki sulli malam ini.

Ciuman panas mereka berlangsug 15 menit, mereka sama-sama memburu nafas mereka. Sekarang minho mulai beralih pada leher jenjang sulli dan menciuminya tak lupa meninggalkan jejak disana sehingga leher sulli yang putih ternodai dengan warna biru keungu-unguan.

“aaakkhh” desah sulli, ia mendongakkan kepalanya memberikan ruang minho agar terus mencumbunya. Sekarang mereka tidak memikirkan bagaimana dengan masalah percintaan mereka, sulli dan minho sedang dalam lingkaran dimana mereka sama-sama ingin memiliki satu sama lain.

Minho mengangkat kepalanya menghadap sulli, ia tersenyum sulli pun membalas senyum itu. “aku ingin memilikimu sulli” bisik minho. “nado oppa, aku juga ingin memilikimu oppa” ujar sulli sebelum akhirnya minho memeluk tubuh sulli dan sulli merintih kesakitan dibagian bawahnya karena benda keras memaksa masuk kedalam tubuhnya. Entah kapan minho mencari sela untuk membuat tubuh mereka tanpa busana sedikitpun, sulli hanya merasakan setiap sentuhan minho dan sulli pun tak berniat menyudahi sentuhan itu, karena jujur sulli sangat merindukan belaian minho dan menginginkan minho lebih. Dan pada akhirnya malam itu mereka sama-sama melepaskan semua rasa cinta dan rasa ingin memiliki mereka tanpa berpikir apa yang akan terjadi setelah mereka melakukan hal tersebut.

Sopir pribadi taemin memarkirkan mobil mewah itu tepat di depan rumah nan megah itu, taemin keluar dari sana dengan wajah dan senyum yang cerah.

“kenapa tidak mengabari dulu tuan akan sampai disini subuh-subuh begini” ujar pelahan OH

“aku ingin memberikan kejutan buat kalian terutama sulliku. Apakah dia masih tidur?” Tanya taemin.

“tentu tuan, nona sulli selalu bangun pukul 7 pagi dan ini baru jam 5 pagi tuan”

“hahahhaha, baiklah aku akan membangunkannya aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat wajah terkejutnya saat melihatku” kata taemin antusias dan berjalan menuju rumah megahnya. “oh ya kalian melayani tamuku dengan baik”. Taemin terus berjalan 2 orang pelayan membukakan pintu buat taemin.

“tentu tuan, sesuai keinginan anda” pelayan OH berjalan di samping namun sedikit dibelakang taemin.

“baiklah kalau begitu, kau boleh pergi” ujar taemin sambil mengangkat tangannya. sang pelayan pun menghentikan langkahnya dan menduduk hormat kearah taemin yang terus berjalan menuju kamar sulli yang terletak di lantai atas.

Ditangan kiri taemin terdapat bingkisan hadian yang sengaja taemin siapkan khusus buat pujaan hatinya itu,,

“sulli,, sulli ya,,,, “ panggil taemin sambil terus menaiki anak tangga.

“sulli ya,,,” taemin mendorong pintu bercat putih itu. “ssul,,,,” taemin seketika berhenti memanggil sulli, matanya terbelalak, tubuhnya kaku dan bingkisan yang ia bawa tadi terjatuh tak kala ia melihat pemandangan yang tak bisa ia terima dan ia percaya.

 

“sulli,, minho” kata taemin masih diam terpaku

Merasa dipanggil minho dan sulli mengeliat terbangun dan sama-sama membuka mata, mata mereka bertemu kembali. “hah,,” mereka sama-sama terkejut.

“apa yang kalian lakukan. CHOI SULLI,, CHOI MINHO?” suara taemin membesar membuat keduanya tersadar dan menatap taemin,

“oppa,,” sulli melebarkan matanya.” Huh” ia melihat kedalam selimut dan betapa shocknya ia sama sekali tidak mengenakan pakaian.

“memalukan. aku tunggu kalian di ruang kerjaku”

Taemin berbalik dan menutup pintu sulli dengan membantingnya. Tangan sulli yang memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya gemetaran. “sulli,,” minho mencengkram lembut tangan sulli, tapi sulli malah menepisnya.

“pergi,,, ini semua salahmu. Apa yang baru kita lakukan?. Ya tuhan kenapa aku begitu bodohnya” sulli begitu panic, ia tak ingin apa yang ia dan minho lakukan tadi malam hingga membua ia bangun tanpa sehelai benang pun dan tubuhnya merasakan sakit dimana-mana. Khususnya dibagian bawahnya.

Minho tak bisa berkata apa-apa lagi, ia minho secara sadar melakukannya tapi bagaimana dengan sulli ? yang ternyata tak sadar telah melakukan hubungan badan dengan minho, karena ia dibawah kendali minuman yang memabukan itu. Apakah sepenuhnya itu salahnya?. Tidak. ini salah mereka berdua yang sama-sama ingin saling memiliki hanya saja tadi malam tubuh sulli terlalu jujur untuk menginginkan minho lebih.

“apa yang aku lihat tadi apakah sepenuhnya nyata?” taemin menatap sulli dan minho secara bergantian.”apakah aku sedang dikhianati oleh kekasihku dan sahabatku?” taemin menatap tajam kearah minho.

“oppa,,,” sulli mengangkat wajahnya. “aku,, kami” sulli terbatah, ia bingung harus menjelaskan semuanya bagaimana dan dari mana.

“kalian berpura-pura tak perduli didepanku tapi di belakangku kalian melakukan hal-hal yang,,,,,,” taemin menghentikan ucapannya, ia merasa tak mampu melanjutkannya. “aku kecewa,,” taemin mengalihkan padangannya, sulli bergerak dan berpindah kesebelah taemin, memeluk taemin dari samping.

“jinjjah, maafkan aku oppa. Sungguh aku tak sadar saat itu aku tengah mabuk dan aku tidak tau telah melakukan apa” ujar sulli lirih, air matanya mengalir tapi taemin bersikap acuh. Sedangkan minho hanya menatap nanar pemandangan itu, padahal mereka baru saja melewatkan malam yang hanya ada mereka berdua.

“maafkan aku taemin, aku yang bersalah” minho menunduk, walau bagaimanapun ia yang melakukannya dengan sadar.

“aku tak ingin mendengar apa-apa dari mulutmu minho.” taemin menatap tajam kearah minho, memberikan tatapan membunuh padanya. “aku telah memutuskan untuk membatalkan kerja sama kita dan mulai besok. Kau bisa kembali kekorea. CK tidak,,,, jangan menunggu besok, tapi saat ini juga”

Taemin berdiri dan menarik tangan sulli sedikit kasar, membawa sulli keluar dari ruangan itu dan meninggalkan minho sendirian.

Minho merenungkan apa yang telah ia lakukan, jelas saja taemin sangat kecewa terhadapnya. Mereka bersahabat tapi minho malah tidur dengan kekasih taemin, calon istri yang begitu dicintai taemin. Minho tau dalam hal ini ia yang salah dan taemin tidak akan semudah itu memaafkannya.

Sulli terus saja menunduk, ini semua bukan salah minho. sulli dapat mengingat sedikit apa yang ia lakukan bersama minho dan entah kenapa dalam hati sulli yang terdalam, ia tidak menyesali hal itu.

“kau tau, kau telah melakukan hal yang menjijikan sulli” ucapan taemin membuat sulli tersadar dalam lamunannya.

“maafkan aku oppa,, aku benar-benar mabuk”

“apa yang membuatmu mabuk dan melakukan hal itu?”

“miane,,, jinjjah miane”

“aku tak butuh kata maaf sulli, kau tau aku begitu mencintaimu tapi kenapa kau tega melakukan hal itu dengan orang lain, dan kenapa harus minho?” taemin terus meninggikan suaranya, ia begitu teramat kecewa.

“miane,,,”

“ck,, baiklah” taemin berdiri . “kita akan menikah 3 hari lagi” setelah berbicara seperti itu, taemin dengan santainya berlalu meninggalkan sulli sendirian di kamar taemin. taemin tak ingin sulli meninggalkannya walaupun sulli benar-benar telah mengecewakan hatinya. Ia ingin terus bersama sulli dalam kondisi apapun walaupun ia harus menerima kenyataan buruk yang ia lihat tadi pagi.

“ 3 hari lagi?” sulli mengulangi kalimat taemin yang sudah hilang di balik pintu. Tatapannya kosong kedepan, apakah dia masih pantas buat taemin? dan apakah dia telah sanggup mengingat janji suci sehidup semati bersama taemin?.

Perhelatan akbar terdengar di luas di jepang, korea bahkan seluruh dunia. Choi sulli dan lee taemin akan mengakhiri masa lajang mereka. 2 insan yang sukses dan membuat siapa saja iri melihatnya akan menikah tepat pada hari ini. seluruh tamu terhormat dari berbagai seluruh dunia hadir di kediaman taemin, bukan para pengusaha sukses saja bahkan pangeran dari inggris pun turut hadir, selebritis-selebritis ternama di seluruh dunia turut meramaikan acara yang mengahabiskan biaya sekitar Rp. 33.000.000.000.000 itu.

Sulli  menggunakan gaun yang di desain dari seluruh perancang terkemuka di dunia, kemewahan berbalut berlian di setiap sudut ruangan tak mampu menggambarkan betapa mewahnya pernikahan itu. Mempelai wanita yang tampak begitu cantik dan glamor dan mempelai wanita yang tampak sederhana namun terlihat bak pangeran.

Namun di lain negera tampak minho dengan senyum pahit menatap kelayar TV nya, ya ia sedang menikmati acara termewah di seluruh dunia itu. Senyum nanar terus menghiasi wajahnya yang tampan. “selamat sulli,, taemin” bisiknya. Betapa ia menyesali menukarkan asset yang begitu berharga dalam hidupnya.

“menyebalkan,, besok pernikahan kita akan lebih mewah dari itu oppa” entah dari mana naeun datang langsung mematikan siaran TV itu, minho berbalik dan menatap naeun tajam.

“apa yang kau lakukan disini” Tanya minho dingin.

“kau lupa oppa, perusahaan ini juga milikku” kata naeun sambil melipat kedua tangannya didepan dada dan mendongakkan wajahnya pada minho.

“CK,,” minho tersenyum meremehkan dan menggeleng lalu tanpa bicara ia pergi meninggalkan naeun di ruang kerjanya.

“aiiissssh jinjjah” naeun menata pintu yang dibanting minho dengan sebal dan mengehentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang merajuk. “kenapa si, apa aku kalah cantik dari sulli,, “ protesnya.

Sulli tampak termenung didalam kamar pengantinnya, sudah berapa gelas ia meneguk minuman berakohol itu.

Taemin masuk kekamar setelah tamu mereka pulang, ia tampak kelelahan untuk hari. Berapa tangan yang harus ia jabat, berapa banyak ucapan selamat yang harus mereka balas dengan senyuman dan ungkapan terimakasih.

“apa yang kau lakukan ssul” Tanya taemin saat melihat sulli dengan mata yang mengantung-ngantuk duduk di atas ranjangnya.

“aniya,, oppaa~~~~”

Taemin mendekat dan menutup mulutnya saat bau keras alcohol tercium di indra penciumannya.

“disaat seperti ini kenapa kau mabuk, eoh” dengan sabar taemin membaringkan tubuh sulli menyelimutinya dengan selimut tebal sampai batas perut sulli.

“oppa,,, malam ini, malam pengantin kita bukan~~~~” ujar sulli, mataya tetap terpejam.

“ya” jawab taemin singkat.

“jadi apa yang kau tunggu~~~~~” ricau sulli semakin melantur, taemin menatap sulli tiba-tiba wajahnya berubah ganas saat mengingat bagaimana ia menangkap basah sulli dan minho yang sedang tidur bersama. Ia membuka seluruh baju sulli dan pakaiannya dengan cepat. Saat ia ingin memulai aksinya ia melihat air mata jatuh dari sudut mata sulli yang terpejam, seketika itu pula niatnya hilang. Ia terus saja menatap sulli hingga pada akhirnya taemin menghela nafas dan menutupi tubuh sulli dengan selimut dan ia sendiri lebih memilih untuk tidur di kamar lain.

“aku tidak tau apa yang aku lakukan ini sudah benar atau tidak, tapi aku tidak bisa tidur dengan yeoja yang sudah disentuh oleh sahabatku sendiri” ujar taemin sebelum ia menutup pintu kamarnya dan membiarkan sulli tertidur dikamarnya.

 

TBC,,

Oke ,, author merasa sedikit kecewa,,,

Yaaaa,, kenapa kalau FF nya mau di kasih NC dan di protect, readers baru semangat mau kasih komentar??

Berarti masih ada silent readers disini yang Cuma mau baca tapi sulit memberikan komentar, author nulis FF, satu partnya hampir 3000 kata tapi, readers yang ngk sampe koment segitu aja kok sulit bener ya,,

Bukan untuk FF author taE_Nda aja ya, tapi untuk FF lainnya juga.

OKE,,

Please, harga karya author dengan memberikan kritik dan saran readers, OKE

LATE [chapt 3]

love note

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun | Naeun | Cho Kyuhyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

Sulli memutar-mutar i-phonenya dengan bosan, matanya menatap lurus kedepan ia sungguh terlihat sangat suntuk.

“chagiya,,,” panggil seseorang dari belakang, mengetahui suara siapa itu sulli lantas segera berdiri dan menoleh kebelakang.

“oppa, kenapa lama,,,,  jadwal penerbanganku satu jam lagi. Sebenarnya kau niat tidak si mengantarku” rengek sulli, ia sudah menunggu taemin 1 jam di teras rumahnya, taemin berjanji akan mengantar sulli kebandara.

“miane,, sepertinya oppa tidak bisa mengantarmu”

“MWO?” bagaiman bisa padahal ia sudah menunggu namja itu 1 jam.

“tapi tenang, akan ada yang menemanimu” ucap taemin santai seperti tak bersalah.

Sulli mengeryitkan keningnya, taklama minho turun dari dalam mobil taemin.

“oppa sudah menelpon manajemen dari perusahaan oppa di jepang, mereka ingin bertemu dengan minho secepatnya jadi minho akan berangkat kejepang bersamamu. Bukannya kau senang ada yang menemani pulang chagi?”. Demi apapun sulli ingin meminta malaikat mau menarik nyawanya saat ini.

“tapi oppa,,,,, “

“kenapa kau suka tapi tapi si,, sudahlah. Selesai urusan disini oppa akan pulang ke jepang.”

Sulli mendesah ia memalingkan wajahnya kesal dengan taemin, kenapa ia menyuruh minho satu pesawat dan satu rumah dengan mereka.

“sudahlah, jangan seperti itu. Minho kau tidak keberatankan menjaga my princess selama aku disini.”

Minho menatap sulli yang sedang memalingkan wajahnya.”tentu, aku akan menjaga calon istrimu taemin ah” kata minho, tubuh sulli membeku mendengar perkataan minho yang tak sedikitpun terlewatkan ditelinganya.

“gomawo minho ya, baiklah kalau begitu,, kajja,, nanti kalian bisa ketinggalan pesawat” taemin meraih koper sulli menuju bagasi mobilnya setelah itu ia menarik tangan sulli dan mendorong tubuh sulli masuk kedalam mobil

“jaga dia, aku akan segera pulang” kata taemin pada minho sebelum minho masuk kedalam mobil dan duduk disebelah sulli.

Akhirnya mobil BMW putih taemin membawa sulli dan minho menuju bandara dan terbang menuju jepang. selama perjalanan sedikit pun tak ada percakapan yang terlontar dari mulut keduanya.

Beberapa jam telah di tempuh untuk menuju kansai international airport, jepang.

kansai international airport

Saat itu hari telah malam. Keindahan airport tampak jelas dari atas udara.

Setelah turun dari pesawat sulli dengan serius berdiri disamping mobil mewah miliknya yang akan membawa mereka kekediaman taemin. Ia membenarkan kaca mata hitamnya yang menutup kedua mata indahnya, shal betal menutupi setengah wajahnya, rambut sebahunya terkuncir keatas sungguh penyamaran yang sempurna, ia tak ingin orang tau bahwa seorang choi sulli model dan artis papan atas sedang berada disana bersama namja lain.

“ini demi hubunganku dan taemin oppa, aku tak ingin ada paparazzi yang menangkap kebersamaan kita disini. Dan menyebar gossip yang tidak benar” kata sulli ketus lalu masuk kedalam mobilnya setelah seluruh barangnya masuk kedalam bagasi dan sopir membukakan pintu untuknya.

“aku tau,,,,” ujar minho lalu masuk juga kedalam mobil.

1 jam lamanya mereka menuju kediaman rumah lee taemin dan lagi-lagi mereka kembali bungkam.rumah taemin

 

Mobil terparkir di depan pintu rumah megah itu, sopir membukakan pintu mobil untuk sulli dan minho. dengan cepat sulli turun dan masuk kerumah, seluruh pelayan berdiri berjejer menyambut kedatangan mereka. “ada apa ini?” kata sulli melihat hal yang terlalu berlebihan ini, biasanya kalau dia dan taemin kembali dari luar negri tidak sampai seperti ini, ini sangat berlebihan.

“maaf nona, tuan taemin menelpon kalau ada tamu kehormatan akan datang jadi kami menyiapkan ini semua atas permintaan tuan” ujar ketua pelayan.

“ini sungguh berlebihan” sulli membuka kacamatanya dan menoleh kebelakang. “ sambutlah dia, antar kekamarnya”

“nona tidak ingin makan dahulu?” tawar pelayan OH, ketua pelayan.

“tidak, layani saja tamu tuan dengan baik, aku ingin tidur” ujar sulli lalu pergi menuju kamarnya dilantai atas.

Semua pelayan menunduk hormat kembali saat minho masuk kedalam rumah.

“mari tuan silahkan kemeja makan” tawar pelayan OH

“tidak perlu, aku hanya ingin istirahat” mata minho terus menatap kepergian sulli, membuat mata pelayan OH mengikuti kemana mata minho bergerak. Merasa di perhatikan minho bergerak salah tingkah.”tunjukan dimana kamarku”

“ baiklah mari saya tunjukan kamar tidur tuan” taemin memang memerintahkan seluruh pelayannya untuk melayani minho dengan baik.

“Ini kamar tuan minho, desainnya sudah diubah dengan kepribadian tuan choi minho, ini semua keinginan tuan lee”

Kamar tidur modern 7

 

Alik menin

Minho mengangguk pelan, taemin rupanya telah menyiapakan semuanya untuk dirinya, sungguh sahabat yang sangat baik bukan?.

“hmm, sebentar” ujar taemin saat pelayah OH ingin berbalik meninggalkannya.

“apakah sulli dan taemin sudah menikah, kenapa mereka tinggal bersama?” pertanyaan itu terlontar saja dari mulut taemin.

“tidak tuan, tuan lee sangat mencintai nona sulli, ia ingin nona sulli selalu dalam pengawasannya”

Minho mengangguk ia pun sebagai namja mengerti bagaimana kalau seorang pria telah bersungguh-sungguh mencintai seorang wanita, tentu pria itu ingin selalu didekat wanita itu bersamanya dan selalu menjaganya. Itu juga yang sekarang dilakukan taemin.

“pergilah dan pertanyaan itu cukup kau saja yang tau” kata minho.

“saya mengerti tuan, kalau ada yang tuan butuhkan. Tuan cukup menekan tombol disana” pelayan OH menunjuk tombol berwarna putih yang menempel di dinding sebelah ranjang tidur minho. “semua pelayan disini berasal dari korea selatan, jadi saya berharap anda akan selalu merasa nyaman disini. Permisi” pelayan OH menunduk hormat, berjalan mundur hingga samapi di luar pintu dan menutupnya dengan perlahan.

“taemin memiliki segalanya, CK. Sulli pantas mendapatkannya” minho tersenyum miris membayangkan wajah sulli yang sedang tersenyum pada taemin, bukan padanya lagi.

 

Dikamar sulli

j

sulli berdiri di depan cermin, ia masih menggunakan baju handuk, rambutnya masih terlilit handuk berwarna ungu senanda dengan warna yang mendominasi kamarnya.

“apakah aku harus berbicara dengan taemin oppa agar minho tinggal ditempat lain?” tanyanya dengan pantulan bayangannya sendiri. “tapi tidak mungkin, pasti taemin oppa akan marah dan menjitakku lagi. Ya kan ?”,ia mempoutkan bibirnya.

Drrrrt drrrrt drrrrt

Ponselnya berbunyi, sulli meraih dan mengangkatnya setelah tau siapa yang menelponnya.

“taemin oppa,, yeoboseyo”

“aku dengar dari pelayan kau tidak ingin makan malam ya”

Mengapa dia bisa tau, kenapa mulut pelayan semuanya pada rempong. Apakah dia akan mati kalau tidak makan?.

“jangan salahkan mereka, oppa yang menanyakannya langsung, pergilah makan temani minho makan. Kalian berteman bukan? Kenapa acuh tak acuh begitu? Apakah ada yang salah dengan kalian berdua?”. Serocos taemin.

“oppa, di korea jam berapa si. Pergilah istirahat”

Tututttt tutttt

Panggilan terputus, sulli yang memutuskannya. “aku lebih memilih mati dari pada harus makan satu meja dengannya” protes sulli sambil menatap kesal ponselnya. “menyebalkan”.

Naeun berdiri di depan pintu rumah kediaman minho dan keluarganya sedari tadi ia menekan bel rumah minho tapi satupun tak ada yang membukakan pintu untuknya padahal kyuhyun dan para pelayan rumah minho sudah mengetahui kalau naeun dengan kesal telah berdiri di depan pintu.

“tuan, apakah kita tidak sebaiknya membukakan pintu?” ujar salah satu pelayan.

“sudah biarkan saja ia berdiri disana sampai petir menyambarnya, tapi kurasa petir pun akan 10000 x berpikir untuk menyambar tubuh kurus yeoja itu”

Seluruh pelayan yang ada disana menutup mulut mereka menahan tawa atas kekonyolan tuan muda mereka itu. “kalian lihati saja ya dari sini, jangan ada yang membukan wanita itu pintu. Ara?” kata kyuhyun

Seluruh pelayan mengangguk dan kembali merapat melihat dari layar monitor yang terpasang untuk mengamati setiap tamu yang datang.

“siapa suruh kau mengangguk adikku, dasar.” Kyuhyun terseyum evil sambi mengeluarkan posnelnya untuk menghubungi minho.

“tut,,,,tut,,,,tut,,,,,”

Panggilan masuk tapi minho tak kunjung mengangkatnya

“yeoboseyo,,,” akhirnya dijawab dengan minho juga, kyuhyun tersenyum girang

“aaaah,,, minho ya bagaimana kabarmu?’

“hyung aku baik-baik saja, ada apa hyung”

“sebaiknya kau non aktifkan ponselmu dan suruh karyawanmu untuk tidak memberitahukan keberadaanmu sekarang, yeoja itu sekarang sedang mencarimu”

“Ck, biarkan saja hyung,,,, ia juga tidak akan tau aku tinggal dimana disini.”

“kau yakin,,,?”

“aku yakin,,,”

“baiklah kalau kau yakin, oh ya kalau ada yeoja jepang yang cantik, aku harap kau tidak melupakan hyungmu yang tampan ini ahahahah”. Kyuhyun tertawa membuka mulutnya lebar-lebar .

“aku tau, hyung aku ada urusan nanti aku akan menghubungimu lagi”

“baiklah, selamat bersenang-senang adikku”

Kyuhyun memutuskan sambungan telponnya dan si jepang sana minho hanya menggeleng-geleng tak mengerti menanggapi tingkah hyungnya yang seperti itu.

“nona sulli, hari ini anda pemotretan jam 10, ada jumpa pers jam 1, makan bersama dengan desainer ternama di paris jam 2, dan kita harus menandatangi kontrak dengan SM entertainment untuk syuting MV mereka. Mereka ingin bertemu desa XXXX kebetulan mereka ada disana hari ini”

Minho menatap manajer sulli yang sedang sibuk membacakan jadwakl kegiatan yang harus sulli laksanakan hari ini, sedangkan sulli dengan santainya melahap sarapan paginya, ia seperti tidak tertarik dengan jadwal-jadwal yang akan membuatnya kelelahan nanti. “ XXXX, bukannya itu cukup jauh dari sini?” sulli mulai menanggapi

“benar, sekitar 2 jam dari pusat kota”

“hmmm, baiklah” sulli membersihkan mulutnya dengan tissue dan bangkit menatap minho yang sedari tadi memperhatikannya.

“kau disini bukan bertugas memperhatikanku makan minho-sshi. Kau tamu kehormatan disini” kata sulli lalu meraih tas kecilnya dan berlalu diikuit manajer kim dari belakang.

“maaf tuan, nona sulli sebenarnya tidak sekasar itu” ketua pelayan yang merasa akhir-akhir ini sulli dalam kondisi yang badmood meminta maaf pada minho.

Minho hanya tersenyum kecil menanggapinya

“mari tuan hidangan sudah disiapkan, setelah itu anda akan diantar keperusahaan untuk menemui pihak investor “

“baiklah..bukan masalah. “ jawab minho santai lalu duduk di meja makan tepat dimana sulli duduk sebelumnya. “kursi ini lebih nyaman” gumamnya.

“sayang sangat bangga karena seorang choi sulli sudah bersedia menggunakan pakaian yang telah kami desain”

“anda terlalu berlebih, saya pun sangat merasa bangga telah dapat mencoba memakai hasil desain anda Mr, sungguh karya anda sungguh luar biasa”

Sang desainder dan sulli pun mengakhir makan siang mereka dengan saling memuji dan berjabata tangan.

“baiklah, mrs. Sulli saya permisi dulu, lain kali saya akan kembali kesini dan bertemu dengan anda. Sekali lagi terimakasih atas kerja samanya.”

“saya pasti akan menunggu”

Sulli tersenyum hingga peracang ternama itu pergi . “ah,, aku ingin tidur, aku lelah” keluh sulli. ia menopang kepalanya dengan tangan dan hampir memejamkan matanya.

“ahh, kita masih ada jadwal sulli-shi, pihak SM sedang menunggu kita”

Manajer kim mengingatkan. ingin sekali rasanya sulli memplaster mulut manajer itu agar tidak mengatakan jadwal-jadwal yang membuat tubuhnya remuk, tapi bagaimana lagi ini adalah pekerjaannya tuntutan profesinya,, sulli harus professional bukan?. Dengan wajah lelah sulli mengangkat kepalanya.

“baiklah kita pergi sekarang”

—-

Minho tengah berdiri disebuah toko buku tua, ia tertarik untuk memasukinya. Setelah bertemu dengn para investor untuk bekerja sama, minho memutuskan berjalan-jalan dan menemukan took buku itu.

“itu,, sulli kan,,,, ia itu sulli” beberapa orang berteriak riang membuat minho menoleh kesumber suara dan menatap subjek yang menjadi pusat perhatian. “sulli” gumamnya. Ia mencoba tak ambil pusing tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu. “SM entertainment?” tiba-tiba Sesuatu timbul dalam pikiran minho.

“kau memutuskan kontrak kerjasamamu dengan SM kenapa?”

 

“aku hampir dilecehkan oppa, aku tak ingin menjual tubuhku hanya untuk menanda tangani kontrak dengan mereka, aku tak mau”

Minho teringat percakapannya dengan adik sepupunya yang juga merupakan seorang model beberapa bulan yang lalu.

“jam berapa sekarang?, jam 4 “ minho mengingat-ngingat lagi setelah makan siang jam 2 dengan desainer terkenal dari paris, sulli akan bertemu dengan pihak SM disebuah desa yang akan memakan waktu 2 jam, mungkin minho terlalu berpikiran negatif,,, tapi tidak ada yang tau bukan apa yang akan terjadi saat penandatangan kontrak, sulli mungkin bisa saja menolak tapi dia hanya pergi dengan manajernya. Minho tak ingin terjadi sesuatu yang akan membuatnya menyesal untuk kedua kalinnya.

“mana kunci mobil”

Pinta minho pada karyawan yang ditugaskan untuk menemani minho berkeliling.

“mau kemana sajangnim?” tanyanya

“cukup berikan kunci mobilnya, aku ingin pergi sebentar” dengan wajah bingung akhirnya sang karyawan memberikan kunci mobilnya dan minho segera bergegas menyusul mobil van sulli. ia hanya ingin berjaga-jaga saja.

TBC

 

LATE [chap 2]

love note

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun |Son Naeun | Cho Kyuhnyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

“oppa,,,, tunggu” sulli meraih tangan taemin setelah taemin mengantarnya pulang.

“neee” taemin berbalik, menatap kekasihnya dengan senyum yang penuh pesona. “kau masih merindukanku” godanya sambil mengedipkan mata. Sulli menggeleng membuat taemin merubah ekspresinya menjadi bingung. “jadi apa chagi?”

“oppa,,,, kau serius”

“aku serius padamu….”

“bukan itu oppa~~~”

“jadi apa?”

“soal minho, choi minho” ujar sulli membuat taemin mendekat dan menjitak kepala sulli pelan.

Pletak,,,

“panggil dia oppa, dia lebih tua darimu 3 tahun chagi. Kalian juga berteman bukan? Hormati dia,,,,”

“tapi dia,,,”

“panggil dia OPPA,,,, hargai dia sebagai sahabat oppa”

“arasho,,,” sulli memanyunkan bibirnya, ia tidak bisa membantah perkataan taemin kalau taemin sudah mengeluarkan wajah seriusnya.

“minho sahabat dan rekan bisnis oppa, oppa ingin dia tinggal bersama kita sudah lama oppa tidak berbagi cerita padanya”

“hah?” sulli mengangkat kepalanya, cerita? Berbagi cerita ? bagaimana kalau minho mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih dan sempat bertunangan?. “oppa,,,,”

“oppa tidak ingin mendengar penolakan untuk yang satu ini,, ,,” potong taemin membuat sulli kembali membisu.

“masuklah kedalam hari sudah lama, bukannya besok pagi-pagi kau harus ada di tempat mempelai wanita?, jangan terlambat. Kita bertemu di gereja OK! mungkin oppa akan sedikit terlambat”

“ne oppa,, arasho,,,”

“selamat malam” taemin tersenyum dan mengacak rambut hitam sulli setelah itu berlalu dengan cepat.

“hmmm, hati-hati oppa” sulli pun melambaikan tangannya saat dari jendela mobil, taemin melambaikan tangannya. setelah mobil taemin menghilang dari pandagangannya ia lesu menjatuhkan tangannya kesisi tubuhnya, “bagaimana ini, kenapa jadi seperti ini? Aaaaarrrgghh” sulli menghentak-hentak kakinya kesal bercampur geram dan gelisah.

“jadi bagimana,,,,?” luna dengan mata membulat penasaran menatap lekat wajah minho yang tampak shock.

“bagaimana apanya?” Tanya minho agak risih menerima tatapan itu.

“sulli dan taemin sshi?, dia pacar baru sulli kan ?” sekarang jonghyun ikut ambil andil

“ia,,, “ jawab minho singkat.

“jadi,,,?”

“jadi apa si,, sudahlah kepalaku mau pecah. Aku pulang luna ya, jonghyun hyung” dengan kacau dan wajah berantakan minho berdiri dan meraih kunci mobil dengan emosi.

“kenapa marah?” ujar luna bingung menatap punggung minho yang barlalu.

“dia cemburu” lugas jonghyun dengan santai sambil merangkul pundak luna.

“jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh” luna menepis tangan jonghyun dan menatapnya tajam.

“mwo?, aku tidak melakukan hal aneh” protes jonghyun dengan tatapan yang tidak kalah sengit.

“CK, kita sudah berpcaran 5 tahun, aku sudah tau watak  mesummu itu oppa,, sudahlah pulanglah aku lelah besok kita akan sangat sibuk bukan?, aku tak ingin terlambat di hari special kita,,, “ ujar luna sambil menarik-narik tangan jonghyun agar berdiri dan segera pulang.

“aissssh jinjja yeoja ini, bagaimana bisa kau mengusir calon suamimu ini” kelus jonghyun

“sudah- sudah pulanglah, hati-hati di jalan oppa,,, muach,,” sekali kecupan luna mencium pipi jonghyun, setelah itu ia berlari masuk kedalam kamar.

“CK ,, dasar yeoja malu-malu kucing dia” jonghyun menggeleng lalu bergegas pergi.

—-

“aku datang bersama yeojachinguku”

 

“nanti juga kau akan bertemu dengannya, hati-hati ya,,, aku tak ingin kau mencintai yeojaku, hahaha”

 

“aku sudah 2 tahun berpacaranya dengannya, dia sudah 3 tahun menetap di jepang. Aku begitu mencintainya”

 

Perkataan taemin tentang yeojanya terus mengiang di telinga minho. “jadi sulli adalah yang di maksud taemin?”. Minho mengepalkan tangannya, apakah dia cemburu?

“tinggallah bersama kami dijepang, aku ingin sahabatku lebih mengakrabkan diri dengan calon istriku”

 

Dan ucapan yang terakhir itu telak membuat minho menginjak rem secara mendadak sehingga mobilnya berhenti mendadak di tengah jalan, untuk jalan raya sudah sepi sehingga tida menimbulkn protes dari pengendara yang mungkin saja hampir menabrak mobil mahal minho.

“shiittt” minho meninju setir mobilnya dengan kasar.

Penyesalan selalu datang belakangan, itu yang ia rasa saat ini. menyesali kepergian sulli dan yang lebih menyakitkan ialah kenapa sulli harus bertemu dengan taemin, sahabat karib minho. bahkan mereka sudah berpacaran.

Drrrrt,, drrrrrtttt,,
Minho menatap ponselnya, nama naeun tertera jelas di ponselnya dengan emosi yang meluap-luap minho meraih poselnya, memcopot batreinya dan membuangnya keluar jendela.

“CK,, “ dengan senyum miris minho kembali menancapkan gas mobilnya meninggalkan ponsel yang berserakan di aspal jalan.

“igomwoya,,,,” naeun terus mengulangi panggilannya yang ditujukan buat minho, tapi ponsel minho tidak bisa dihubungi. “kemana minho oppa, kemana namja itu,, aisssh jinjjah” rengek naeun sebal. Lalu ia mencoba menelpon seseorang.

“yeoboseyo, kyuhyun oppa,,, apakah minho oppa ada dirumah?”. Minhyuk adalah kakak kandung minho.

“dia bukan anak kecil naeun, yang setiap saat harus oppa perhatikan” terdengar dari nada suaranya kyuhyun seperti tidak senang naeun menelponnya.

“ponselnya tidak aktiv oppa”

“kalau begitu kau telpon saja densus 88, dan tim SARS. Bye” dengan ketus kyuhyun memutuskan panggilannya.

“igemwoyaaaaaaa” naeun mempoutkan bibirnya sambil menatap masam ponselnya.

“iiiiiiiihhh” dengan alay dia membanting ponselnya keatas ranjang.

“aigooo, neomu keyopta” sulli menatap takjub luna yang sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan baju pengantinnya.

“bagaimana, aku cantik?” ujar luna dengan bangga.

“hmm, jonghyun oppa tidak salah memilih sahabatku yang paling cantik ini untuk jadi istrinya” dengan gemas sulli memeluk tubuh kecil luna yang munggil dari belakang.

“hey,, hati-hati,,, bajunya nanti kusut” luna bergerak gusar takut gaunnya rusak akibat dekapan sulli. sulli melepaskan dan menggeleng melihat sikap berlebihan luna, “dasar ,, CK. Baiklah kalo begitu aku akan melihat situas diluar,, “ ujar sulli, tapi luna tak mengubrisnya, ia terlalu sibuk menepuk-nepuk gaunnya dan memperhatikan gaunnya. Ia ingin terlihat perfect untuk acara yang paling bersejerah ini.

“ck, dasar…” keluh sulli lalu detik kemudian ia tersenyum merasakan apa yang luna rasakan, ia tau luna ingin terlihat cantik di depan mempelai laki-lakinya. Pasti sulli juga akan bertindak seperti itu kan nanti saat menikah dengan,,,,,,, dengan siapa?. Kenapa di dalam benak sulli ia cukup ragu untuk menyebut nama taemin, namja yang sekrang berstatus namjachingunya.

Minho berdiri di samping jonghyun, ia menatap jonghyu yang gugup.

“kau kenapa hyung?” tanyanya dengan polos.

“Ck, nanti juga kau akan merasakannya”

“merasakan apa?” minho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, jonghyun menatapanya kesal. Kenapa minho jadi selemot ini.

“kenapa kau jadi lemot seperti ini, astaga. Ya dalam posisiku saat ini. sekarang aku hidup bukan untuk diriku sendiri tapi juga untuk luna, kau mengerti tidak?, CK,, bukannya soal seperti ini kau selalu ahli dan terdepan di bandingkan aku?” oceh jonghyun panjang lebar.

“Ck, saat ini aku tak ingin beradu argument dulu denganmu hyung. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu melihat-lihat aku tak ingin diacara pernikahanmu ini ada teroris yang menyelipkan boom.” Ucap minho sambil berlalu

“aigoooo,,,, do’amu itu jelek sekali” protes jonghyun yang tak didengarkan minho

Saat ia melewati sebuah ruangan, minho terkejut melihat pintu terbuka dan tampaklah sulli keluar dari sana dengan menggunakan gaun berwarna pink selutut tanpa dengan dengan hiasan bunga melingkari kepalanya.

Tapi sepertinya sulli tak menyadari kebaradaan minho yang saat ini sedang terpaku karena terpesona melihat kecantikan yang sulli miliki bahkan dengan tampilan sesederhana seperti ini, sulli tampak bak bidadari.

“bagaimana semuanya sudah beres, bukanya sudah kau tata dengan rapi? Dan apakah ada masalah. Kalau ada apa-apa katakana padaku ya” tutur sulli lembut pada beberapa pelayan yang mengatur interior gereja tersebut.

Tanpa sadar minho tersenyum, bagaimana bisa ada wanita seindah sulli.

“kalau bagian sana bagaimana?” sulli menujuk arah belakang minho, membuat minho dengan cepat memutar tubuhnya, tak ingin di lihat sulli. tapi percuma sulli mengetahui itu minho, dari postur tubuhnya saja sulli sudah dapat mengenal kalau itu minho. setelah mengarahkan semuanya sulli dengan cepat bergegas pergi sehingga saat minho membalik, sulli sudah tidak ada disana.

“mana minho oppa?” Tanya naeun ketus pada jonghyun, jonghyun menatap naeun dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia sama sekali tidak ada indahnya. Pikir jonghyun.

“aku tidak mengundangmu diacaraku, pergilah” kata jonghyun, membuat mata naeun yang tadinya sibuk mencari keberadaan minho didalam gereja menjadi teralih pada jonghyun.

“apa?” segak jonghyun, membuat  nyali naeun sedikit menciut.

“aku hanya mencari pacarku, mana dia?”

“siapa pacarmu”

“minho, choi minho,,,” dengan lantangnya naeun menyebut nama minho, membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya, termasuk namja yang berjalan tak jauh dari mereka. Taemin.

“kau yeojachingu minho?” Tanya taemin, naeun menoleh dan mengangguk

“ah, perkenalkan aku lee taemin” taemin menjulurkan tangannya, naeun menjabat tangan taemin cukup lama dan tersenyum genit kearah taemin, membuat jonghyun merasa jijik dan ingin muntah, karena tak tahan jonghyun pun meninggalkan mereka. “Mungkin dia ada didalam. Ayo…. Aku juga mencari yeojachinguku” taemin melepaskan tangannya lalu dengan ramah mengajak naeun untuk masuk.

“baiklah” dengan gayanya yang genit dan malu-malu kucing naeun berjalan di depan taemin sesekali ia menoleh dan tersenyum genit pada taemin, membuat taemin tersenyum canggung dan tak nyaman. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, yeoja itu pacarnya minho, sahabatnya.

“taemin oppa,,” taemin menoleh dan mendapati sulli tengah berdiri tak jauh darinya.

“sulli ya”

Mendengar nama sulli, naeun menoleh dan menatap tak suka kearahnya. Mata sulli dan naeun tak sengaja bertemu.

“chagiya, kau melihat minho?. yeojachingunya mencarinya dari tadi” kata taemin yang tidak tau apa-apa. Sulli mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya menatap naeun.

“chagiya,, gwenchana?” ujar taemin yang menyadari perubahan pada mimic wajah sulli.

“naeun apa yang kau lakukan disini” entah dari mana minho datang, ia menghampiri naeun dan menatap tak enak kearah sulli.”ayo perg”. Minho menarik kasar tangan naeun membuat melepaskan tatapan sinisnya pada sulli.

“ada apa ini?, kau mengenalnya ssul?”

“tentu,,,,,  dia pacar minho oppa bukan?” ujar sulli mencoba lebih tenang. “kajja oppa,,, kita harus mengambil posisi duduk yang paling pas bukan untuk melihat luna dan jonghyun oppa” sulli menarik lengan taemin, taemin tersenyum tak ingin terlalu memikirkan hal yang ia pikir sedikit ganjil itu.

“kajja”

“apa yang kau lakukan disini?”minho menarik kasar tangan naeun dan menghempaskanya saat mereka telah berada di tempat yang sepi, hanya ada mereka berdua.

“apa?, apa salah aku mencarimu oppa,, tadi malam kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif an kenapa kau tidak memberitahuku kalau sulli ada disini, apa kau menemuinya tadi malam”

“CK, memangnya siapa dirimu yang mengaturku?, apapun yang aku lakukan bukanlah urusanmu”

“kau milikku oppa,,,,” naeun meraih jas hitam minho. mencengkramnya kuat-kuat.

“saham di perusahaanku memang setengahnya milikmu, tapi perlu kau ingat!!! seluruh hatiku tidak akan sedikitpun kau milikki” ujar minho dengan nada tegas dan penuh penekanan disetiap katanya. Dengan kasar minho menepis tangan naeun dan pergi meninggalkan naeun dengan mata yang berkaca-kaca.

“CK, kau milikkmu minho oppa” naeun menatap punggung minho dengan tajam, senyum yang lebih mirip seringai mengiasi wajahnya. “kau milikku”

TBC

 

Sok kometarnya, kalau ngk kasih komentar ngk papa,,, tapi updatenya tahun depan yak