Dirty little Secret [Bab 10]

dirty-little-secret

Bab 10

And all I’ve tried to hide

It’s eating me apart.

Trace this life out.

 .

Continue reading

Advertisements

Dirty Little Secret [Bab 1]

dirty-little-secret

DIRTY LITTLE SECRET

By : Aliazalea

Main Cast : Choi Minho as Ben Barata – Choi Sulli as Jana Oetomo – Choi Sooyoung as Eva Barata – Jung Yoogeun as Erga Oetomo – Choi Sanee as Raka Oetomo

Genre : Romance / Sad/ Comedy

Rated : M [Dewasa]

Length : Chaptered

Summary : Sulli dan Minho berpisah selama 6 tahun, setelah Minho dengan sembrononya meminta Sulli untuk menggugurkan kandungannya. Tapi rupanya Minho tidak bisa melupakan satu-satunya wanita yang pernah dicintainya. Akhirnya dia pulang ke Korea dengan misi khusus, yaitu menemukan Sulli. Bayangkan bagaimana perasaan Minho ketika ia menemukan dua anak kembar, dengan replika mukanya , berumur 5 tahun ???

.

.

Continue reading

Postpone Of Love [chap 4 END]

poster-postpone-of-love2

Postpone Of Love

author : taE_Nda

Cr Pic : xilvermist @ sugarcottoncandy.wordpress.com

Main Cast : Choi Sulli | Choi Minho | Jung Yoogeun a.k.a Choi Yoogeun | Lee taemin

Siders : Choi Siwon | Kwon Yuri | bibi Lee OC | Choi Minrin OC

genre : romace, sad/hurt

lenght : chaptered

rate : 17+

 

Dengan senyum yang mengembang sulli masuk” kedalam kamar yoogeun, tak lupa tangan minho masih erat ia genggam.

“aegy,, eomma ada disini sayang” sulli menghampiri yoogeun dan memeluknya, yoogeun pun ikut memeluk sulli walau ekspresi wajah anak itu masih terlihat datar tanpa senyuman. “eomma akan tinggal disini dengan appa, apa kau senang sayang?” sulli membelai sayang rambut hitam yoogeun.

“appa, kemarilah” panggil sulli pada minho yang masih berdiri agak jauh dari sulli dan yoogeun. “aigoooo,, lihat appamu sayang, ia sangat jelek bukan?” sulli terkekeh, sungguh ia pandai berakting, setelah ini sulli harus mengikuti lomba audisi aktris berbakat. Minho berjalan mendekat dan duduk di samping sulli ia mengamati wajah yoogeun yang tak lagi sama, dulu yoogeun selalu tampak ceria dan bersemangat tapi sekarang tampak lesu dan murung. Apa yang ia telah lakukan pada anak satu-satunya itu, terbesit rasa bersalah dalam hati minho.

“yoogeun ah, maafkan appa” ujar minho, bibirnya tertarik keatas membuat sebuah lengkungan yang indah membuat sulli terpesona. Satu kata tampan.

“oh ya, eomma denganr yoogeun belum makan ya, kenapa apa makanannya tidak enak? Atau yoogeun ingin eomma dan appa yang memasakkannya untukmu eoh?” sulli tampak bersemangat sekali, yoogeun mengangguk.

“baiklah, tunggulah disini eomma akan memasakan sesuatu untukmu, ,, yeobo” panggil sulli pada minho, tapi minho tak merespon pandangannya mash focus pada wajah pucat yoogeun. “yeobo,,” sulli menyentuh pipi minho dengan lembut membuat mata minho beralih pada mata indah sang istri. Baru kali ini ia mendengar lagi menyebut dirinya yeobo.

“jaga anak kita, aku akan memasak didapur”

Minho mengangguk, sulli tersenyum dan berdiri tapi tangan yoogeun menahannya membuat sulli kembali menoleh pada dirinya. “ada apa sayang?” Tanya sulli. “kau ingin melihat eomma memasak?” yoogeun mengangguk

“baiklah, ayoo,,” sulli merentangkan tangannya hendak menggendong yoogeun, tapi tangan minho sudah keburu mengendong yoogeun.

“aku yang mengendongnya” ujar minho . “baiklah,,, ayo kita memasak,, ahahah” sulli meraih lengan kekar minho dan menariknya manja kearah dapur sambil terus terkekeh, sungguh suasana hangat bangkit dari senyum dan tawa sulli walau semua itu ia lakukan hanya untuk kesembuhan yoogeun, entah kenapa sangat miris di hati minho.

Sulli dan minho pun memasaka bersama sedangkan yoogeun hanya mengamati keduanya setelah masak bersama mereka pun makan bersama, sulli tak segan-segan menyuapi minho dan dengan sedikit ragu dan canggung minho membuka mulutnya dan menerima suapan dari sulli, sesekali juga sulli mencubit gemas pipi minho. “oppa saranghae,,,,” sulli mengedipkan matanya pada minho lalu tertawa kearah yoogeun. Minho hanya dia kecupan dari bibir lembut sulli membuatnya ingin kembali memiliki sulli seutuhnya tapi apakah bisa, ia melihat taemin begitu berarti dari dirinya apakah sulli hanya menginginkan yoogeun. Lalu posisinya dulu apakah sudah digantikan taemin?.

Sulli berhasil menarik perhatian yoogeun melihat sulli dan minho akur membuat ia menghabiskan makanan yang sulli masak setelah itu sulli mengantarkan yoogeun tidur dan menidurkan yoogeun dalam pelukannya sungguh sulli seperti ibu yang begitu menyanyangi anaknya.

Sulli sudah satu minggu tinggal bersama yoogeun dan minho, tapi hubungan keduanya akan terlihat canggung bila mereka sedang tak bersama yoogeun dan  keduanya akan tampak serasi kalau yoogeun ada disamping mereka. Yoogeun un sudah mengalami perubahan yang cukup baik, sekarang ia sudah mulai makan dengan teratur, mau makan obat, bahkan ia sudah mulai bicara sedikit demi sedikit

Malam ini taemin kembali berkunjung kembali ke vila tempat minho, sulli dan yoogeun menginap.

“bagaimana kabarmu sayang?” Tanya taemin sambil merangkul pinggang ramping sulli. minho sedang menemani yoogeun makan malam di ruang makan.

“oppa, apa yang kau lakukan disini” sulli melepaskan tangan taemin dari pinggangnya dan me;ihat kearah pintu dapur ia takut kalau yoogeun dan minho melihat tindakan mesra taemin, minho? sulli mengkhawatirkan perasaan minho?.

Taemin menghela nafas. “kau takut minho cemburu?”

“cemburu? Kita tidak sedang melakukan apa-apa oppa”

“jadi, benar kau mengkhawatirkan minho” taemin berjalan menjauh sulli menjadi tak enak dengan taemin. Sulli pun dengan cepat memeluk taemin dari belakang.

“miane oppa, aku hanya tak ingin yoogeun melihat kita. Dan berpikir eommanya mengkhianati appanya” tapi kenyataannya seperti itu bukan?.

Taemin dan sulli tak tau ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari balik pintu ruang makan.

“appa,,,,,”

Minho menoleh melihat yoogeun berjalan kearahnya. “yoogeun tetap duduk di tempatmu ne, sudah makan jangan lupa temui bibi lee dan tidur ne,, appa ingin berbicara dengan eommamu, jadi malam ini eomma tidak bisa menemanimu tidur ne”

Yoogeun mengangguk lalu mengambil segelas susunya dan pergi lewat pintu lain untuk mencari bibi lee. Yoogeun tampak mengemaskan dengan piyama biru yang sulli berikan.

—-

Sulli mengganti bajunya dengan baju tidur dress selutut, ia sudah siap menemani yoogeun tidur tapi saat sulli hendak berjalan keluar ia melihat minho masuk dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.

“min,,,, minho oppa” ujar sulli agak gagap karena melihat tatapan minho yang berbeda kali ini.

“kau mencintai namja itu?” kata minho, kakinya terus mendekat dan mendekat pada sulli yang ikut mundur atas pergerakan yang minho berikan.

“namja?, taemin oppa,, maksudmu?” ujar sulli

DEG, punggungnya menempel kedinding sedangkan minho terus berjalan mendekat.

“apakah namja itu lebih penting dari diriku?” minho menatap sulli tajam, membuat sulli menelan ludahnya.

“kau kenapa oppa,, kenapa bertanya seperti itu”

Kini minho sudah tepat berada di depan sulli membuat jantung sulli semakin berdetak tak tentu arah.

“apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi, apakah kau hanya menginginkan yoogeun tanpa ingin kembali padaku, apa kau lupa tentang semua yang pernah kita lakukan?” minho mendekatkan wajahnya pada sulli, hingga sulli bisa merasakan hembusan nafas minho yang menghipnotis dirinya hingga tanpa sadar ia memejamkan matanya.

“kalau begitu aku akan mengingatkannya kembali” suara minho berubah menjadi lembut lalu perlahan menghilang dan sekarang benda yang hangat dan kenyal itu dengan lancangnya menempel ke bibir tebal milik sulli yang setengah menganga, bibir minho dengan lembut menyapu bibir sulli lama-lama lumatan kecil itu berbuah menjadi lebih kasar dan penuh nafsu. Lagi-lagi entah kenapa sulli seperti tersihir, didalam hatinya yang paling dalam ia begitu merindukan kecupan hangat dari choi minho, ya choi minho.

“kau tau betapa aku merindukan dirimu dan gila karena kau meninggalkanku ?” ujar minho disela-sela ciumannya, lalu detik kemudian minho kembali menghujami bibir sulli dengan ciuman kasarnya, seolah merasakan kerinduan yang sama sulli sekarang membalas lumatan-lumatan yang diberikan dari bibir minho. decakkan yang timbul dari ciuman penuh nafsu mereka memenuhi ruangnya sulli.

Ciuman pun berlangsung cukup lama hingga mereka hampir kehabisan nafas tapi minho tak ingin melewati sedikitpun moment ini, ia begitu merindukan sulli. semakin ia mengingat kebersamaan sulli dengan namja bernama taemin itu, semakin kuat pula minho mengecup setiap senti leher sulli. rasa cemburunya ia lampiaskan sekarang pada tubuh yang dulu pernah menemaninya setiap malam. Minho pun seolah tak sudi namja manapun menyetuh tubuh sulli.

“aaaakhh” sulli kehilangan akal saat tangan minho dengan nakalnya meremas bagian tubuhnya yang begitu sensitive. Apa yang sulli pikirkan ? apakah ia juga sama seperti minho merindukan indahnya saat mereka bersama dulu? Atau apakah masih ada tempat yang luas di hati sulli untuk namja bernama choi minho itu? Hanya ia belum begitu menyadarinya karena namja bernama lee taemin itu.
“aaaaakh” lagi-lagi sulli mendesah hebat karena sekarang minho mengecup bagian dadanya yang sangat sensitive walau masih terlapis dress putih baju tidurnya.

“jeballl,,, hentikan oppaaaa” sulli memejamkan matanya, tangannya terus menjambak rambut minho. sekarang tali bajunya terjatuh membuat minho semakin asik bermain disana.

“hmmmppp” sulli menutup rapat mulutnya saat desahan hendak keluar dari mulutnya, ia begitu menikamati permainan minho.

“aku menginginkamu yeobo” bisik minho pada telinga sulli, tubuh sulli sudah pasrah dan terkulai lemas atas efek yang minho berikan barusan. Dengan nafas dan nafsu yang memburu keduanya minho mengangkat tubun sulli ala bridal style menuju ranjang putih milik sulli dan membaringkan tubuh sulli disana tanpa melepaskan ciuman panas dari keduanya.

“saranghae,,” bisik minho, kini tangan minho lebih leluasa menyetuh tiap inci tubuh sulli dan melepas apa yang sedang sulli kenakan dan membuangnya entah kemana. Setelah itu mereka menghabiskan malam dengan bercinta, melampiaskan kerinduan yang tertanam di hati mereka.

—-

Sulli menyiapakan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya ditemani bibi lee. Wajah sulli tampak bersemu merah membuat bibi lee bertanya.

“nyonya apa anda sakit?” Tanya bibi lee,sulli menggeleng wajahnya memerah bukan karena ia tidak enak badan tapi karena sesuatu yang ia lakukan semalam bersama minho.setiap mengingatnya wajah sulli memanas dan menjadi seperti ini, sayangnya minho masih kelelahan dan tertidur sampai sekarang.

“oh ya nyonya, bagaimana bisa tuan muda menemukan tempat tinggal nyonya?, pertanyaan itu terlontar saja dari mulut bibi lee, mengingat tuan muda kecilnya dengan nekat menyelusuru seoul untuk mencari alamat sulli.

“ck, ia mengatakan padaku setiap ia kebingungan ia selalu bertanya kepada pak polisi yang ia temui dijalan, bahkan saat itu ada polisi yang baik hati mengantarkannya langsung kerumahku, karena saat itu ia bertanya  “aku tersesat, ini rumah ibuku,, bisa pak polisi menunjukan dimana eommaku tinggal?” sulli mengulangi ucapan yoogeun dan tertawa setelahnya. “anakku sungguh pintar ya” .

“tuan muda memang pinta, nyonya harus melihat nilai-nilainya,, waah dia selalu menjadi nomor satu nyonya,,,” kata bibi lee antusias,

“aaah,, jinjjah yo? Aigooo, dia pasti menuruni kepintaranku bibi lee,, ahahah” lagi-lagi sulli tertawa, pagi ini ia tampak lebih bersemangat. “oh ya bi,  gomawo sudah memberitahuku dimana kalian berada hingga aku bisa kembali berjumpa dengan anakku”

“ahh, tidak apa nyonya, saya juga berterima kasih nyonya tidak memberitahu kepada tuan besar bahwa saya yang memberikan alamat vila ini”

“oooh ,, jadi bibi lee, yang memberitahu semuanya” minho dengan rambut yang masih acak-acakkan masuk kedapur, bibi lee melonjak kaget dan langsung tertunduk takut.

“tidak apa bibi lee, tuan besarmu itu urusanku, pergilah bangunkan yoogeun dan ajak dia mandi aku ingin membawanya pergi berjalan-jalan”

Bibi lee mengangguk dan dengan setengah berlari ia keluar dari dapur, minho hanya berdecak melihatnya.

“pergilah mandi oppa” sulli memutar tubunya kembali mengiris buah yang akan ia sajikan bersama sarapan yang ia buat tadi. Minho tersenyum evil kearahnya.

“wae,, aku ingin melanjutkannya lagi” pinta minho dengan manja dan memeluk tubuh sulli dari belakang, sulli sama sekali tak terkejut ia hanya tersenyum dan menggeleng

“hey,, aku serius” minho mengeritkan keningnya karena hanya mendapatkan respon seperti itu dari sulli.

“berhenti merayuku”

Mendengar itu minho semakin menjadi menjahili sulli. ia mencium leher sulli yang terkespos membuat sulli geli dan berputar menghadap minho. minho menatap lekat wajah istrinya itu. “jinjjah jeongmal miane telah menyakitimu dengan kata-kata kasarku padahal kau sama sekali tidak bersalah sulli ah,, jeomal miane,,” kini minho merengkuh tubuh istrinya, sulli tampak bingung dengan kelakuan minho yang berubah seperti ini. “kenapa kau tidak mengatakannya padaku dari awal kalau kau kehilangan ingatan saat ingin mencariku dan yoogeun eoh”

Sulli mendorong tubuh minho, dari mana minho tau soal kecelakaan itu. Seolah mengerti apa jawaban yang diinginkan sulli minho pun menjawab. “taemin sudah mengatakan semuanya padaku, semalam”

—–

Ruang kerja lee taemin.

Taemin menopang kepalanya dengan kedua tangannya, apakah keputusan nya tadi malam telah benar?

Flashback end

Setelah tak berhubungan dengan sulli selama seminggu membuat taemin sadar bahwa kebahagian sulli adalah bersama kecilnya, walaupun sulli mengatakan kalau ia hanya ingin bertemu dengan anakknya tapi tetap saja sulli juga begitu mencintai pria yang telah memberinya anak itu, choi minho.

Dengan sengaja taemin datang malam itu dan memastikan tentang perasaan sulli terhadap minho dan benar saja, taemin dapat melihat itu sulli benar-benar mecintai minho walau sulli tak mengatakannya tapi taemin Nampak membaca mata sulli, bahwa ada kerinduan yang besar tersembunyi disana.

Setelah mengetahui itu, taemin izin pamit dengan sulli tapi saat ia berjalan menuju mobilnya tanpa sengaja ia bertemu dengan minho dan muncullah di pikiran taemin untuk membebaskan sulli dan kembali pada pria yang betul-betul sulli cintai.

“minho-shi, ada yang ingin aku bicarakan padamu ini tentang sulli”

Minho sebenarnya tampak tak berselera mendengar ucapan taemin.

“lupakan” minho kembali berjalan dan taemin menghalaunya

“aku tak ingin anakku melihat appanya memukul seseorang, jadi pergilah” minho mengatupkan rahangnya.

“ini masa lalu sulli. “

“aku tidak perduli” minho mendorong tubuh taemin hingga bergeser kesamping.

“sulli kehilangan ingatannya 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan bus yang ia tumpangi saat dalam perjalanan menuju rumahmu, ya sulli mencarimu dan anakmu saat itu. Jadi jangan salahkan dia atas apa yang terjadi karena dia pun tak tau apa yang pernah terjadi dengan dirinya”

Minho menghentikan langkahnya dan mulai tertarik atas percakapan itu. “apa maksudmu?”

Dari situlah taemin menceritakan semuanya pada minho, hingga minho sadar betapa egoisnya dirinya saat itu pada sulli dan yoogeun. betapa berdosanya ia telah berlaku kasar pada yoogeun, melampiaskan dan menjadikan kehadiran yoogeun sebagai musibah untuknya. Betapa jahatnya dirinya.

“aku tau sulli mencintaiku, tapi aku tau kalian berdua lebih teramat berarti bagi diri sulli. jagalah ia dengan baik. Karena setelah ini sulli adalah tanggung jawabmu, aku percayakan kebahagian sulli bersamamu choi minho”

Itu kata terakhir yang taemin ucapkan pada minho setelah itu ia pergi dengan rasa lega karena sudah melakukan hal yang akan membuat sulli lebih berbahagia ketimbang hidup bersamanya.

Flashback end

“ sajangnim,,,,” seorang sekretaris cantik masuk kedalam ruang taemin dengan 2 tiket pesawat menuju suatu tempat dimana ia akan berusaha melupakan semua cintainya pada sulli, taemin juga sudah berbicara baik-baik pada siwon dan yuri tentang maksud membatalkan pernikahannya dengan sulli dan mengatakan dengan tulus kalau kebahagian seorang ibu terletak pada anaknya. Berharap siwon dan yuri dapat juga membuka hatinya dan menerima  minho sebagai menantu lalu yoogeun sebagai cucu mereka.

“bagaimana minrin? Semuanya sudah diatur?”

“nde, sajangnim keberangkatan anda 3 jam lagi, ini tiket dan passport anda” choi minrin panggil saja sekretaris cantik taemin itu.

“ambilah satu untukmu”

“mwoo?”

“ne, tentu saja harus ada yang menemaniku, kita tak hanya berlibur tapi ada pekerjaan yang harus kita selesaikan dan aku membutuhkanmu untuk itu” kata taemin

“ne, sajangnim,, ghamshamnida” minrin membungkuk hormat, rambutnya yang indah terjatuh akibat gerakannya dan dengan anggun ia kembali menyelipkan rambut hitam panjangnya ketelinganya lalu berbalik dan tersenyum malu karena 1 tahun kedepan ia akan terus bersama dengan lee taemin, boss yang sudah lama Ia cintai dan apakah ia punya kesempatan untuk lebih dekat dengan sang pujaan hatinya itu?. Kita doa kan saja. Toh mereka sama-sama jomblo bukan.

Sulli duduk termenung di balkon vila yang disewa minho. pikirannya melayang pada sesosok taemin yang begitu baik terhadap dirinnya namun tak bisa di pungkiri setidaknya taemin lah yang telah mengisi kekosongannya 3 tahun belakangan ini. Sulli meraih ponselnya dan menghubungi taemin

“yeoboseyo,,,,” ujar taemin di sebrang sana.

“taemin oppa,,,”

“eoh,, sulli ya, ne?”

“oppa,, benarkah oppa,,,,,”

“sudahlah, kau harus yakinkan dirimu sulli ah, aku mengenal dirimu lebih dari kau mengenal dirimu. Rasakan getaran itu hingga kau tau betapa kau mencintai namja bernama choi minho itu,, aissssh” tampak kekesalan yang menggemaskan dari suara taemin, membuat sulli terkekeh.
“aku sudah merasakannya semalam oppa” wajah sulli memerah saat kembali mengingat apa yang telah ia lakukan bersama minho.

“jinjjah, cepat sekali,,”

“haha, gomawo oppa, kau adalah orang yang sangat baik yang pernah aku temui, terima kasih atas semuanya”

“sama-sama sulli senang bisa membuatmu bahagia,, oh ya oppa harus bersiap-siap check in”

“oppa mau kemana?”

“oppa ada pekerjaan yang mendesak, maklum anak tunggal presiden korea selatan ini sangat sibuk, aku tau bukan?”

“arasho,,annyeong,,’

“annyeong”

Sulli memutuskan telponnya sedangkan di sebarang sana taemin tersenyum pahit setelah apa yang ia katakana tadi, sebenarnya ia ingin menyudahi sambungan itu karena tak ingin membatalkan dirinya buat move on dari sulli.

“sulli,, see you next time” ujarnya lirih kemudian menyusul minrin sekretarisnya yang tengah menunggunya di lobi kantor.

“aku ingin membawa yoogeun pada appa dan eomma” sulli menyandarkan kepalanya di bahu minho yang sedang membelakanginya. Minho sekelurga telah kembali kekediaman minho beberapa hari yang lalu, setalah melihat kesehatan yoogeun yang semakin membaik, sekarang yoogeun sudah bisa tertawa ceria, berteriak seperti dahulu.

“apakah tidak apa ?” minho memutuskan menyudahi pekerjaannya tadi dan focus pada wajah cantik istrinya.

“ne,, aku ingin appa dan eomma mengakui oppa sebagai suamiku dan yoogeun sebagai anak kita, cucu mereka,, eothe?”

Minho memeluk tubuh istrinya dengan gemas. “aku juga menginginkan pengakuan itu sayang”

“jadi bagaimana?”

“tidak ada salahnya kita mencoba bukan?”

Sulli mengangguk, syukurlah minho bisa mengerti dirinya dan mendukung kemauan sulli

“Kemana saja kau choi minho,,,” key yang datang tiba-tiba mengejutkan minho yang sedang sibuk dengan file pentingnya.

“omo,,, berhentilah membuatku serangan jantung,,” kata minho sedikit emosi.

“lupakan, aku dengar nyonya besar sudah kembali keistana?”

“kau memang suka bergosip” minho berusaha cuek, sedangkan key semakin penasaran.

“jangan seperti itu,,,,” key mulai menganggu ketenangan minho.

“ia, sulli sudah kembali bersamaku dan yoogeun apakah kau sudah puas kim kibum?”

“permisi,, apakah aku menganggu?” suara lembut itu mengalihkan perhatian minho dan key

“aigoo, yeobo,, yooguen ah” ternyata yang datang itu sulli besama yoogeun yang masih menggunakan pakaian seragam sekolahnya.

“omo, neomu yeppo,,,” key terbengong, sudah lama ia tidak bertemu sulli dan sekarang sulli benar-benar terlihat sangat cantik, ekspresi key membuat risih minho dan akhirnya membuat key mendapat sikutan dari lengan minho.”mwooo? aku hanya mengangumi kecantikan istrimu” tungkas key sambil meringis kesakitan karena tulang rusuknya kena sikut minho yang tajam.

“annyeong key shi” sapa sulli ramah

“annyeong ajushi” kata yoogeun sambil membungkuk sopan pada key.

“aigooo anak appa sudah pualng ya ternyata, bagaimana sekolahmu sayang” minho meraih yoogeun dan mengangkatnya kegendongannya. Ia berjanji tidak akan lagi bersikap buruk apa lagi berkata kasar kepada anaknya ini.

“semuanya beres appa, yoogeun hanya lelah menerima surat cinta dari yeoja-yeoja itu”

“omo,, omo,, anak appa sudah menjadi pujaan wanita ya, ahahahah”

Seluruh orang dalam ruangan itu tertawa mendengar pengakuan yang menggemaskan dari yoogeun.

“kalian sangat serasi saat bersama, selamat ya sulli shi” key menyunggingkan senyumnya pada sulli, sulli membalasnya dengan senyum malu-malunya.

“baiklah, aku tidak ingin menganggu keluarga ini. Aku pergi dulu ya minho ya”  key membungkuk pada minho dan sulli bergantian lalu ia pergi. Sulli mendekat kearah minho dan menyentuh lengannya.

“wae, chagiya?”

“appa,,, aku ingin berkunjung kerumah appa dan eomma, bersama kau dan yoogeun” sulli dengan sayangnya membelai rambut yoogeun yang tertawa sedang berada di gendongan minho.

“baiklahlah,,, kita pergi sekarang?” Tanya minho.

“ne,,, kajja,,,,,”

“kajja,,,,”

Yoogeun duduk diantara sulli dan minho, menatap kedua orang tuanya secara bergantian dengan bingung. Ia juga melihat pasangan paruh baya yang duduk di sebrangnya . suasana tampak tegang diruang tamu keluarga choi siwon.

“appa,,,, eommaa”

Sulli menatap yoogeun dan mengangguk lalu ia beralih pada kedua orang tuanya.

“appa, eomma pasti kalian sudah tau suatu saat aku dan minho oppa akan datang kemari, kami,,”

Perkataan sulli terputus saat tangan minho menyentuh tangannya yang mulai gemetaran.

“kami minta maaf atas kesalahan yang kami perbuat hingga kalian tidak bisa memaafkan kesalahan tersebut”

Minho menyentuh kepala yoogeun dan tersenyum lembut. “tapi kami sama sekali tidak pernah menyesali apa yang telah kami perbuat, tuhan memberikan kebahagiaan hambanya dengan berbagai jalan dan mungkin dengan jalan ini kami di persatukan. aku pun pernah melakukan kesalahan dengan menyalahi jalan hidupku tapi dibalik semua itu tuhan telah menyiapkan semuanya dengan indah. dan sekarang kami akan benar-benar menjagai pemberian tuhan yang teramat indah dan berarti dalam hidup kami ini”

Mata minho kembali menatap siwon dan yuri. “ aku harap appa dan eomma bisa mengerti atas apa yang terjadi selama ini. Kami tidak memaksa kalian untuk memaafkan kesalahan kami tapi kami mohon terima lah keberadaan yoogeun dikeluarga ini, dia lahir dengan suci tanpa dosa dan tidak tau apa-apa”

Siwon membuang wajahnya tak ingin menatap minho begitupun dengan yuri ia menundukan kepalanya, sulli mendengus kesal bagaimana mungkin kedua orang tuanya tidak menghargai ucapan minho padahal semua kesalahan bukan terletak kepada dirinya dan minho, bukankah siwon dan yuri pun melakukan sesuatu yang sangat berdosa?, menjauhi dia dari anaknya setelah sekian tahun. Dan sekarang berpura-pura tidak tau bahkan lihat wajah mereka sama sekali tidak merasa bersalah.

“oppa, kita pergi,,, “ sulli begitu saja meraih tangan yoogeun dan menuntunnya, ia kesal dengan kelakuakn appa dan eommanya.

“eomma,,, changkaman?” yoogeun melepaskan tangannya pada dulli dan berdiri di depan siwon dan yuri tanpa ragu yoogeun berlutut dan membungkuk dihadapan keduanya.

“yoogeun tidak tau apa apa yang terjadi pada appa, eomma, nenek dan kakek tapi dengan ketulusan hati nenek dan kakek yoogeun mohon maafkan kesalahan appa dan eomma” yoogeun bersujud beberapa kali dihadapan yuri dan siwon lalu mengeluarkan amplop berwarna biru “besok yoogeun akan berulang tahun yang ke 6, ini undangan buat nenek dan kakek “kata yoogeun.”kami permisi dulu nenek,, kakek” yoogeun berdiri  dan meletakan amplop yang berisi undangan pesta ulang tahunnya itu diatas meja. sebelum ia kembali menghampiri sulli dan minho yang tersentuh atas perkataan anaknya, yoogeun berjalan mendekat pada yuri dan siwon lalu

CHUP

CHUP

Yoogeun tanpa takut mencium pipi yuri dan siwon bergantian. “sampai jumpa kakek”.  yoogeun berjalan kearah sulli dan mengandeng tangan sulli, wajahnya tersenyum tanpa beban. “terima kasih tuhan telah memberikanku malaikat kecil untukku” sulli membatin, lalu tangan kirinya merangkul lengan minho, mata mereka bertemu dan tersenyum tanpa mereka ketahuan hati yuri dan siwon tergores dan tersentuh mendengar tutur bahasa yoogeun yang membuat keduanya merasa bersalah telah menjauhkan dan tak menganggap yoogeun sebagai cucu mereka.

“hentikan yeobo,,,,” sulli mendorong kepala minho yang terus mencumbui lehernya

“aku menginginkau malam ini” bisik minho lalu kembali menciumi leher dan bahu sulli.

“aigoooo, setiap malam kau mengatakan hal seperti itu yeobo,”

‘trus apa masalahnya, kau milikku nyonya choi” minho tersenyum evil dan tanpa babibu ia langsung mendorong tubuh sulli tapi sepertinya aka nada yang mengagalkan aksi minho mala mini.

“appa,,,, eomma,, “ yoogeun masuk tanpa mengetuk pintu, minho menyesali kenapa sampai ia lupa untuk mengunci pintu kamarnya dan sulli.

sulli membenarkan bajunya yang berantakan oleh ulah  minho. minho mndengus kesal dan mengacak-acak rambutnya frustasi andai saja kalau orang yang menganggunya itu bukan anaknya sendiri, minho akan melempar keluar orang itu dari jendela kamarnya.

“ne sayang,, waeyeo?” sulli bangkit dari ranjangnya dan menghampiri yoogeun.

“eomma, yoogeun tidak bisa tidur”

“aigooo, kau harus tidur sayang besok kan hari ulang tahunmu, kau harus terlihat tampan tentunya”

“jinjja”

“geure,,,”

“hmm, eomma apakah yoogeun boleh meminta sesuatu?”

Sulli tersenyum lebar.” Apa itu?”  ia akan mengabulkan apa saja yang diinginkan yoogeun.

“aku ingin adik kecil”

“MWO?” senyum sulli mengilang dan digantukan wajah terkejutnya yang membuat minho tertawa menang diranjangnya. Sulli melirik sebal kearah minho

“tentu yoogeun ah, appa dan eomma akan memberikamu segera adik kecil ne, jadi sekarang tidurlah,, arasho” minho berjalan mendekat kearah anak dan istrinya.

“jeongmal appa?” yoogeun melompat-lompat kegirangan

“tentu,, pergilah tidur agar appa dan eomma bisa mengabulkan keinginanmu aegy” minho tersenyum nakal kearah sulli sedangkan sulli membuang wajahnya menahan malu, pipinya merona merah membuat minho tak sabar lagi menerkam istri cantiknya itu.

“arachi,, “ yoogeun berlari keluar kamar, minho pun segera mengunci pintu kamar mereka dan membuang kuncinya entah kemana. Lalu menatap sulli

“yaa yaaak,, apa yang ingin kau lakukan eoh?”

Sulli berjalan mundur dan menyilangkan tangannya di depan dada.

“kau tidak akan selamat malam ini choi sulli” minho mengedipkan sebelah mata lalu, membuat sulli bergidik ngeri melihatnya. Ia ta minho tidak akan memberinya ampun malam ini , #astragfirulah lagi-lagi maafkan aku ya allah.

Kesesokannya acara pesta ulang tahun yoogeun yang ke 6 pun sukses dilaksanakan dengan sangat mewah dan meriah, selesai acara tampak penghuni rumah kelelahan termasuk yoogeun yang sekarang tertidur di sofa merah ruang tengah dengan kado-kado yang mengelilinginya.

“aigoo,, dia benar-benar lucu” sulli tersenyum melihat anaknya yang tampak begitu lelah dan tertidur sangat nyenyak.

“dia sangat tampan bukan? Seperti appanya” minho datang dan merenagkul pinggang ramping sulli.

“kau terlalu percaya diri oppa” sulli memukul pelan lengan suaminya yang terlalu percaya diri tapi memang benar salah satu yang membuat sulli begitu mencintai minho adalah charisma ketampanan minho yang tiada tara nya #lebay.

Mereka tertawa bersama setelahnya.

“apakah kami terlambat”

Sulli menoleh dan terkejut melihat siwon dan yuri berada dirumah mereka.

“apa yang appa dan eomma lakukan disini?” Tanya sulli agak ketus

Minho menyetuh tangannya dan menggeleng pelan kearah sulli, bagaimana pun mereka adalah orang tua nya. Bukan apa-apa sulli hanya masih kesal melihat keegoisan siwon dan yuri.

Yuri dan siwon menampilkan wajah bersalah mereka, memang mereka sadari sebagai orang tua mereka terlalu sadis dan kejam terhadap anak, menantu dan cucunya.

“appa hanya ingin menghadiri pesta ulang tahun cucu appa, apa appa tidak boleh?”

Sulli terhenyak lalu ia menatap bingkisan yang sangat besar sedang di angkat oleh 2 orang suruhan appanya. Apakah kado itu sangat berat hingga harus diangkat oleh kedua namja dengan postur badan yang besar-besar itu, pikir sulli.

“maaf kami terlambat, appamu baru selesai menghadiri rapat negara dan kami berharap ,,,,” yuri mengehela nafasnya dan memberi jeda pada ucapannya.”  Berharap menerima kado kami dan memaafkan kesalahan kami” yuri mengandeng lengan siwon dan tak berani menatap anak dan menantunya itu.

“kami sudah memafkan appa dan eomma, benarkan yeobo”

Minho melirik sulli.ia tau sulli juga sudah memafkan kedua orang tuanya, karena sulli bukan tipe yeoja pendendam apa lagi terhadap kedua orang tuanya.

“hmm, nenek, kakek” yoogeun terbangun dan dengan mata yang masih mengantuk ia dapat melihat kedatangan yuri dan siwon.

“yoogeun ah, lihat kakek dan nenekmu datang” kata minho

“jinjjah?” yoogeun membuka matanya lebar-lebar. “yeeeah nenek dan kakek yoogeun datang ahahah” yoogeun tertawa bahagia dan berlari menghambur si pelukan siwon membuat siwon harus menyamai posisinya dan merima pelukan cucunya yang secara tiba-tiba itu. Tanpa sadar butiran mening jatuh dari mata kiri siwon,

“maafkan kakek yoogeun ah,,, maafkan kakek”

Yuri turut menitikan air matanya, betapa berdosanya ia selama ini.

“nenek juga minta maaf yoogeun ah… lihat kakek dan nenek menyiapkan kado untukmu aegy” tutur yuri dengan mata yang berkaca-kaca sambil menepuk-nepuk bingkisan kado yang sangat besar itu, ukurannya melebihi 4 x tubuh orang dewasa. “apa kau senang?”

“jinjja?,  gomawo nenek, tapi kado yang paling membuat yoogeun senang ialah sekarang yoogeun sudah mempunyai appa, eomma, nenek dan kakek,, yeeeaaaaseh semuanya lengkap ” yoogeun kembali melompat kegirangan. Sulli meneteskan air matanya, betapa bahagianya dia bisa melihat kembali kecerian anaknya, betapa bahagianya ia bisa berkumpul bersama keluarganya lagi. Dan betapa bahagianya sulli sekarang memiliki kedua namja yang begitu berarti dalam hidupnya, choi minho dan choi yoogeun.

Minho menyadari itu dan menarik sulli dalam pelukannya.  “saranghae choi sulli, jeongmal saranghae” bisik minho yang terdengar sangat lembut ditelinga sulli membuat sulli semakin mengeratkan pelukannya. “nado oppa,, nado saranghae”

END

 

Gimana, jangan lupa tinggalkan komentarnya yaaaaaa.!!!!!

jeongmal,, gomawo buat readers yang udah memberikan kometarnya. Tapi author lebih berterimakasih pada readers yang sudah memberikan kometar panjang lebar, komentar kalian merupakan motivasi terbesar author untuk melanjutkan cerita ini.

 

Maaf bila FF ini belum layak untuk di publish, karena author merasa masih banyak kekurangan disana dan disini. Hahaha

 

Tak lupa author juga meminta doanya untuk kelancaran sidang skripsi author yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini ya readers.

 

Gomawo semuanya yang telah mensupport author.

 

Postpone Of Love [chap 3/4 END]

poster-postpone-of-love2

tittle : Postpone Of Love

Author : taE_Nda

credit: xilvermist @ sugarcottoncandy.wordpress.com

Main Cast : Choi Sulli | Choi Minho | Jung Yoogeun a.k.a Choi Yoogeun | Lee taemin

Siders: Choi Siwon | Bibi Lee | Kwon Yuri

Yoogeun mempoutkan bibirnya , saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya yang baru. ini keputusan appanya yang mendadak dan Ia juga  teringat ucapan appanya yang melarangnya keras untuk bertemu dengan wanita yang ia temui kemarin, choi sullli. Tanpa alasan yang jelas.

 

“menyebalkan” pikir yoogeun, ia melipat kedua tangannya kembali dan semakin mempoutkan bibirnya.

 

 

Taemin semakin tampak berpikir keras, baru beberapa menit yang lalu lee jinki yang akrab di sapa onew dokter pribadinya merangkap sahabat akribnya itu datang dan memberitahu informasi seputar obat yang sering sulli minum.

 

obat ini tidak sembarang orang bisa mendapatkannya, obat ini di rancang khusus untuk penggunanya “

 

Perkataan onew muncul kembali di ingatan taemin.

 

“biasanya pengguna obat ini ialah pasien yang pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya hilangan ingatan, tapi ingatan yang hilang adalah memori-memori bahagia yang pernah dilalui dengan orang yang begitu dicintai pasien. Dan obat ini diprogram untuk mencengah  ingatan itu kembali lagi. Apapun yang merangsang ingatan itu muncul akan di hapus secara cepat dengan obat ini kalau pasien terus saja mengkonsumsi obat ini”

 

Taemin menjambak rambutnya, ia begitu frustasi. “jangan-jangan anak itu ada sangkut pautannya dengan masa lalu sulli, atau anak itu,,,,” ekspresi wajah taemin berubah menjadi cemas, ia segera berdiri. Ia yakin ikatan anatara seorang anak dan ibu tidak bisa dipisahkan bukan?. Taemin berjalan menuju kembali kekamarnya.

 

Kreek pintu terbuka, ia langsung menemukan pemandangan yang membuat hatinya teriris, sulli menangis diatas ranjangnya dengan kaki yang tertekuk dan wajah yang terbedan dikedua lututnya, taemin tau sulli sedang menangis.

 

“ssul,,,” taemin mendekat dengan perlahan, tapi tangisan sulli semakin kencang, dari suara tangisannya terdengar sangat memilukan hati.

 

“oppa, jebal pertemukan aku dengan anakku” taemin menghentikan langkahnya sungguh sakit mendengar itu.

 

“oppa,,, “ sulli mengadahkan kepalanya. “jebal tolong aku,,,” matanya bengkak, wajahnya merah dan basah dengan air mata. Baru kali ini taemin melihat kekasihnya menangis.

 

Perlahan taemin mendudukan dirinya disebelah sulli.

 

“tapi kau harus janji, ikuti semua yang oppa perintahkan padamu” taemin meraih kepala sulli dan menenggelamkan dalam pelukannya. Entah kenapa dihatinya ia ingin sekali mempertemukan sulli dengan anaknya walaupun kemungkinan buruk bisa terjadi pada hubungan kasih antara dirinya dan sulli.

 

—-

 

Siwon duduk dimeja kerjanya, tangannya menopang dagunya, matanya menatap foto keluarga kecilnya. Dirinya, yuri dan sulli. pikirinnya melayang saat malam dimana sulli mendengar percakapannya dengan lee taemin.

 

“appa memanggilku?” Tanya taemin yang baru membuka pintu dan mendapati siwon dan yuri sedang berdiri tampak berbicara serius.

 

“masuklah” siwon berjalan menjauh dari yuri dan mendekati taemin.

 

“ne, appa ada apa?” Tanya taemin sopan. Siwon menghela nafasnya berat mungkin sulit untuk memulai tapi taemin harus tau segera.

 

“ini tentang sulli” ujar siwon pada akhirnya setelah beberapa menit ia terdiam.

 

“sulli, kenapa appa?”

 

“sebenarnya, sebelum kau mengenalnya. sulli sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak

 

Suara gemuru menghiasi percakapan antara taemin dan siwon, mata taemin terbelalak seperti tak percaya.

 

“tapi,,, tapi sulli?” taemin tampak gugup, sedangkan yuri lebih memilih melihat keluar jendela. Hujan mulai turun dengan derasya.

 

“sulli tidak mengingat semuanya, 5 tahun yang lalu saat ia mengetahui kalau ia dipisahkan dengan anak dan suaminya, ia sangat marah dan berusaha melarikan diri untuk bertemu dengan suami dan anaknya tapi saat dalam perjalanan bus yang ditumpangi sulli mengalami kecelakaan dan sulli kehilangan sebagian dari ingatan oleh karenanya.” Siwon kembali menarik nafasnya berat, sedangkan taemin semakin tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut calon mertuanya itu. Sulli sudah berkeluarga tapi karena kecelakaan yang dialaminya ia kehilangan ingatannya.

 

Suasana ruangan tampak hening dan senyap hanya bunyi suara guyuran hujan yang semakin deras dan suara petir yang saling menyambar. hingga suara yuri memecah keheningan itu.

 

“SULLI YAAAA” pekik yuri dari jendela.

“yeobo, sulli” ujar yuri, siwon dan taemin pun otomatis berlari mendekat dan mendapati sulli berlari keluar dengan tergopoh-gopoh

 

“jangan-jangan sulli mendengar semuanya” ujar siwon, taemin yang mendengar itu langsung berlari mengejar sulli. yuri dan siwon saling bertatapan rahasia yang mereka simpan selama 5 tahun akhirnya terbongkar sudah. “taemin harus segera menikahi sulli”.lanjut siwon saat melihat taemin berlari keluar mengejar sulli yang sudah berlari entah kemana tanpa menggunakan payung.

 

Flashback end

 

Lagi-lagi siwon menghela nafasnya berat, semua sudah terlanjur seandainya minho dan sulli dapat lebih bersabar dan lebih menjaga nama baik choi siwon sebagai mentri tertinggi di korsel ini semua tidak akan terjadi, yang ada dipikiran siwon ia lah menikahi sulli dengan lee taemin, anak tunggal dari presiden korea selatan.

 

“yeobooo,,” yuri masuk dengan nafas yang belum stabil

 

“ada apa yuri ah” ujar siwon sembari bangkit dari kursi kerjanya.

 

“sulli kembali bersama taemin” ujar yuri sambil tersenyum senang, kebagiaan tersirat dari wajahnya saat mengetahui anaknya kembali kerumahnya.

 

“jinjja?” siwon berjalan cepat, bahkan ia mendahului yuri agar bertemu segera dengan anak tunggalnya itu,

 

 

Taemin membantu sulli untuk duduk di ranjang kasurnya, mereka telah bertemu dengan siwon dan yuri. Masih tampak di mata sulli kekecewaan terhadap orang tuanya yang begitu tega terhadapa dirinya, tapi ia harus mengikuti kata taemin dan dia percaya dengan namja yang sudah 3 tahun belakangan ini menjadi kekasihnya.

 

“taemin, suruh sulli meminum obatnya ya” yuri masuk dengan nampan yang berisi segelas air  dan 1 pil obat yang biasa sulli minum.

 

“ne, eomma” taemin meraihnya, sulli sama sekali tak ingin menatap yuri, yuri mengehela nafas lalu pergi begitu saja meninggalkan taemin dan sulli berdua.

 

“ssul, dengarkan oppa” taemin meraih tangan sulli, sulli menoleh

 

“ingat kata-kata oppa?”

 

Sulli mengangguk

 

“bersabarlah, kita ikuti saja apa yang appa dan eomma mau, jangan membantahnya”

 

“tapi oppa benar-benar akan mempertemukan aku dengan anakku bukan?” sulli semakin mencengkram kuat tangan taemin, taemin tersenyum dan mengangguk melihat tangan sulli yang meremas tangannya.

 

“tentu, oppa akan membantumu sebisa oppa, tapi oppa ingatkan sesakitnya kepalamu jangan sampai kau makan obat ini” taemin meraih obat yang di berikan yuri.”rasakan sakitnya, biarkan ingatanmu mengalir ne,, seperti yang oppa katakan obat itu bisa menghambat ingatanmu mucul, jadi apapun yang tajadi jangan sampai kau meminumnya.”

 

Sulli kembali mengangguk,  mengerti setiap perkataan yang taemin jelaskan kepadanya sebelum ia pulang kerumahnya. “oppa akan pulang dulu, hari sudah sangat larut” taemin berdiri, sulli hanya mengikuti gerak-gerik taemin. “hmmm,, apakah kau hanya ingin bertemu dengan anakmu? Bagaimana dengan suamimu?” taemin berkata agak ragu, sulli tak berkata ia berdiri dan memeluk taemin.

 

“oppa, saat ini aku hanya ingin bertemu dengan anakku, aku ingin benar-benar bertemu dengannya oppa,,, aku sangat merindukannya” ucap sulli lirih, suaranya seperti ingin menangis, taemin menyadari itu dan tak ingin mengungkitnya terlalu dalam ia tak ingin melihat sulli menangis.

 

 

Taemin menunggu di halte tempat ia bertemu dengan yoogeun beberapa hari yang lalu, ia yakin semakin sering yoogeun bertemu dengan sulli, itu akan membantu sulli mengingat semua masa lalunya. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang sudah 1 bulan taemin menunggu tapi yoogeun tak pernah terlihat, bukannya taemin bodoh karena tidak menanyakan langsung pada pihak sekolah, taemin sudah menanyakannya tapi pihak sekolah telah ditutup mulutnya oleh minho. minho tak ingin siapapun tau kemana ia memindahkan anaknya.

 

“kemana anak itu pergi” gumam taemin yang sudah gerah dan risih dengan keadaan, sebenarnya dengan mudah saja taemin mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk kemana perginya yoogeun dengan mengatakan dia adalah putra tungga presiden korea selataan, lee oh juk. Tapi taemin tidak seperti itu ia tak ingin menjual nama ayahnya untuk kepentingan ia semata.

 

 

Dan sudah 1 bulan minho pulang kerja larut malam dan selama itu juga ia selalu pulang dalam keadaan mabuk-mabukkan, ia pun selalu berceloteh tak jelas membuat seisi rumah terbangun termasuk yoogeun.

 

“appa,,,,appa kenapa? Apa sakit?  kenapa jalannya sampai terjatuh-jatuh?” Tanya yoogeun yang belum mengerti alkhohol dan mabuk-mabukkan.

 

“diam kau anak kecil, pergi,,” minho ingin mendorong tubuh yoogeun tapi karena pandangannya yang rabun dan kepalanya yang pusing membuatnya gerakannya menjadi asal dan pada akhirnya ia yang terjatuh kembali kelantai.

 

“tuan besar” beberapa pelayan datang dan mengotong tubuh minho masuk kedalam kamar. Yoogeun hanya melihat tanpa mengerti tentang keadaaan appanya.

 

“tuan muda, ini sudah larut malam pergilah tidur” kata bibi lee, sambil menuntun tubuh kecil yoogeun masuk kedalam kamarnya.

 

Yoogeun berpura-pura tidur, saat bibi lee pergi ia membuka mata dan berjalan sembunyi-bunyi untuk memasuki kamar appanya.

 

Yoogeun membuka pintu kamar minho dan berjalan perlahan mendekati appanya,

 

“huh?” yoogeun terkejut melihat appanya tidur dalam keadaan memeluk sebuah bingkai foto dengan ukuran yang cukup besar.

 

“hmmmm” minho bergerak membuat bingkai foto itu terjatuh dan membuat suara yang berisik hingga yoogeun melompat terkejut dibuatnya. Yoogeun kembali melihat minho, tapi minho sama sekali tak bergerak. Yoogeun menarik nafasnya lega.

 

Yoogeun berjalan mendekat, ia melihat bingkai foto itu terbalik dengan hati-hati ia meraih bingkai foto itu dan membaliknya

 

“sulli ajumma?” ujar yoogeun tak percaya saat melihat foto appanya yang sedang memeluk seorang yeoja dari  belakang yang wajahnya benar-benar sangat mirip dengan sulli. yoogeun mengedipkannya matanya beberapa kali, yoogeun seperti terhipnotis dibuatnya. “apakah appa mengenal sulli ajumma?” yoogeun menatap minho lagi.

 

“sulli ya,, neo eodiya,,, sullli yaaaaaa, neoo eodiyaaaaaaa” minho semakin meninggikan suaranya membuat yoogeun ketakutan dan masuk kebawah kolong ranjang minho, yoogeun takut tiba-tiba minho terbangun dan menemukan dirinya ada disana, minho pasti akan sangat marah dibuatnya. Yoogeun mencengkram kuat bingkai foto yang dari tadi ia pegang.

 

“ahh, ige mwoya?” mata yooguen menemukan sebuah buku berwarna pink tersembunyi di sudut kaki ranjang minho.

 

 

 

“tuan muda,,,,, tuan muda,,,” bibi lee sudah mencari keseluruh penjuru tapi yang di cari tidak ditemukan. Minho yang baru bangun dengan kepala yang masih pusing keluar dari kamarnya.

 

“tuan besar,, tuan besar” bibi lee lari terburu-buru menghampiri minho,.

 

“ada apa ini,, apa yang dilakukan anak itu?” kata minho saat melihat seluruh pelayan rumahnya heboh berlari kesana kemari.

 

“tuan besar, tuan muda hilangg,,,,, dia tidak ditemukan dimana-mana”

 

——-

 

Langkah kaki yoogeun menyusuri trotoar jalan di kota seoul, banyak pasang mata yang memperhatikannya bahkan ada yang menghampiri yoogeun untuk bertanya apakah ia tersesat ?, yoogeun hanya menjawabnya dengan tersenyum dan menggeleng setelah itu ia kembali lagi berjalan menuju halte bus terdekat.

 

Sesampainya di halte ia kembali membuka tas nya dan mengambil buku pink yang ia temukan semalam di kamar minho, air mata yoogeun menetes, “eomma,,” yoogeun menghapus air matanya. Buku kecil pink itu adalah buku memori selama sulli menjadi kekasih minho, setiap apa yang mereka lakukan, minho dan sulli akan menuliskannya di buku pink tersebut temasuk pertemuan tanpa sengaja minho dan sulli di rumah sulli, dan disana tertera jelas alamat rumah sulli. yoogeun yang betul-betul menginginkan bertemu dengan eommanya tanpa memikirkan resiko yang akan mengancamnya akhirnya memutuskan untuk pergi menjadi rumah sulli, yoogeun yakin sulli akan bisa menjelaskan semuanya dan berharap sulli benar-benar adalah ibu nya.

 

 

 

“jadi kapan kalian akan menikah eoh ?“ Tanya siwon. Matanya menatap sulli dan taemin bergantian.

 

“appa,,, aku juga ingin sesegera mungkin menikahi sulli, tapi aku ingin menyelesaikan beberapa pekerjaanku, aku ingin saat bulan madu nanti tidak aka nada yang bisa mengangguku dan pengantin wanitaku” taemin tersenyum genit melihat sulli yang sekarang pipinya bersemu merah. “aigoooo betapa cantiknya calon istriku” taemin merangkul mesra pundak sulli, siwon tersenyum karenanya, ia yakin sulli telah melupakan lagi kejadian kemarin dan semuanya kembali seperti semula jadi tidak ada yang mesti di takutinya.

 

“baiklah, appa senang melihat kalian seperti ini” siwon tersenyum dan berdiri. “appa percayakan semuanya pada kalian saja, katakan saja pada appa kalau kalian sudah siap untuk menikah ne”

 

Taemin dan sulli mengangguk, setelah itu siwon berlalu dari hadapan mereka, seketika itu pula ekspresi wajah sulli dan taemin berubah

 

“oppa, oethoke? Kau sudah menemukan anakku eoh?”

 

Taemin menggeleng dengan tampang lesunya.

 

“oppa, aku sudah tidak tahan berkurung diri dirumah sedangkan anakku pasti ingin bertemu dengan eommanya.” Kata sulli, Ia mulai lelah dengan sandiwara ini Ia sudah lelah berpura-pura bahagia, ia berpura-pura lupa dengan kejadian dimana ia telah mendengar rahasia yang orang tuanya simpan tentang masa lalu dirinya, ia sudah lelah mengikuti perintah taemin seolah-olah tak terjadi apa-apa “Aku sudah mengikuti semua yang oppa perintahkan tapi sampai sekarang belum ada titik terang dimana keberadaan anakku oppa” suara sulli mulai melemah.

 

“bersabarlah,, oppa akan lebih berusaha lagi, oppa berjanji. Kau percayakan pada oppa?”

 

Taemin menatap sulli lekat, sulli mengangguk pasrah. Ia tau appanya begitu keras kepala dan orang yang hanya bisa membantunya hanya lah taemin, orang yang paling di percaya appanya.

 

“baiklah, oppa pergi dulu masuklah kekamarmu” taemin mengecup kening sulli singkat lalu berlalu. Sulli merebahkan punggungnya malas kesofa, kepalanya memang terasa sangat berat sebulan terakhir ini mungkin ini karena sulli selalu mmebuang obat yang di berikan yuri padanya.

 

“kepalaku” sulli memijat-mijat kepalanya, yang ia lakukan kalau yuri atau pelayan rumahnya memberikan obat itu sulli selalu membuangnya entah kemana, dan sulli akan berpura-pura sehat kalau yuri atau siwon melihatnya.

 

“sulli ya wae?” Tanya yuri yang datang entah dari mana, sulli segera menegakkan punggungnya dan tersenyum.

 

“aniya eomma,,, “ sulli tersenyum, yuri hanya mengangguk mengerti. “kalau kepalamu sakit, minumlah obatmu aegy” tutur yuri, sulli menggeleng cepat. “aniya,, gwenchana”

 

Ting tong,,, bel rumah berbunyi, yuri segera berjalan menuju pintu dan membukanya.

 

“nugu?” yuri mengeryitkan dahinya saat melihat tidak ada satu pun orang di depan rumahnya.

 

“nenek,,,,” yuri menoleh ke asal suara dan ia melihat namja kecil sedang berdiri di dekat kakikinya sambil menarik-narik ujung baju yuri,

 

“aigooo,, neomu kyeopta” yuri tersenyum gemas dan menyamai posisinya dengan namja kecil yang bernama choi yoogeun tersebut.

 

“nenek? apa ini rumah ini sulli ajumma” Tanya yoogeun dengan aegyo nya.
“ne, benar sekali sayang, siapa namamu dan dengan siapa kau kemari eoh,,,,” Tanya yuri sambil membelai rambut hitam milik yoogeun, anak kecil ini membuatnya gemas dan yuri tak hentinya tersenyum dibuat wajah polos yoogeun yang sangat mengemaskan di mata yuri.

 

“eoh,, naneun choi yoogeunimnida, bangapseumnida nenek” yoogeun membungkuk hormat pada yuri, membuat yuri tertawa, entah kenapa ada rasa yang begitu bahagia saat melihat yoogeun yang baru ia temui pertama kali ini. Padahal yuri bukanlah tipe orang menyukai anak kecil.

 

“siapa orang tuamu eoh?, bagaimana bisa mereka membuat anak setampan, dan begitu menggemaskan sepertimu eoh?”

 

“ne,,, nama appaku, choi,,,,,,”

 

“yoogeun – na” yoogeun menghentikan ucapannya, ia menoleh dan mendapati taemin sedang berjalan cepat kearahnya.

 

“ajushi,,,,” ujar yoogeun, taemin segera meraih yoogeun kesisinya

 

“siapa anak kecil ini taemin?, kau mengenalnya?” Tanya yuri yang tak pernah melepaskan pandangannya dari yoogeun.

 

“ne, eomma,,,,, dia keponakkanku,, hahahaha” taemin tertawa canggung.

 

“keponakan, kaukan anak tunggal taemin ah” ujar yuri

 

“aigooo,, maksudku keponakan dari sepupuku eomma,,” taemin menggendong yoogeun, yang digendong hanya diam dengan wajah bingung atas pernyataan-pernyataan yang tak ia mengerti.

 

“mungkin ia disuruh menjemputku disini eomma, baiklah, aku permisi dulu eomma” taemin membungkuk hormat lalu membalik berjalan cepat menuju mobilnya.

 

“eomma, nugu?” sulli yang baru muncul bertanya pada yuri yang masih bengong melihat taemin yang tampak panic.

“taemin oppa?” sulli melihat punggung taemin yang sedang membungkuk seperti meletakan sesuatu di kursi penumpang, setelah itu langsung berlari kekursi pengemudi.

 

“kenapa eomma baru tau, taemin mempunyai  keponakan yang sangat tampan dan lucu, siapa itu namanya,, choi, choi yoogeun?”

 

Sulli mendelik tak percaya,choi yoogeun. Batin sulli mengatakan ia harus menyusul taemin sekarang juga.

 

“eomma, aku harus menyusul taemin oppa, ponselnya tertinggal” mungkin itu alasan taemin kembali pulang kerumah sulli dan menemukan yoogeun sedang berbicara dengan yuri dan buru-buru menghampiri  mereka lalu melupakan tujuan utamanya untuk mengambil ponselnya.

 

“eoh jinjjah,, pergilah” yuri mengangguk, sulli bergegas mengambil kunci mobilnya untuk segera menyusul taemin.

 

 

—–

 

“ajushi, yoogeun ingin bertemu dengan sulli ajumma, kenapa ajushi malah membawaku pergi?” Tanya yoogeun, taemin meliriknya sekilas, kalau saja benar dugaan taemin yoogeun adalah anaknya sulli maka semuanya akan berantakan bisa saja yuri menjauhkan sulli dengan membawa sulli pergi, itu akan mempersulit usaha mereka untuk mempertemukan sulli dengan anaknya. Jadi taemin berpikir akan mempertemukan sulli dengan yoogeun secara diam-diam  tanpa membuat yuri ataupun siwon curiga.

 

“kita akan bertemu dengan sulli ajumma di rumah ajushi” kata taemin, yoogeun menatap taemin tak percaya

 

“jangan melihatku seperti itu, apa appamu mengajarkanmu bersikap tidak sopan seperti itu pada orang tua eoh?” ujar taemin agak kesal karena terbesit dipikiran taemin, kalau yoogeun adalah anak sulli, jadi appanya yoogeun adalah orang yang pernah dicintai sulli dan berarti saingan dirinya. Itu yang membuat taemin agak kesal bersama dengan yoogeun.

“bahkan appa sangat jarang bicara dengan yoogeun” yoogeun tertetunduk lesu, taemin dapat melihat dari ekor matanya.

 

“sepertinya hubungan anak ini kurang baik dengan appanya” taemin membatin.

 

 

 

-“taemin  oppa” sulli membuka pintu rumah taemin.

 

“nona choi sulli” sapa pelayan rumah taemin. “mana tuanmu?” Tanya sulli langsung.

 

“ia belum pulang nona,,,,”

 

“mwo?”  sulli tak percaya, bagaimana mungkin ia duluan datang dan kemana dia membawa yoogeun?

 

“sulli ah,,,”

 

Mendengar namjanya di panggil dengan pemilik suara yang ia cari, sulli segera membalik badan dan mendapati taemin bersama anak kecil yang bernama yoogeun itu.

 

“ajumma,,,,,” tanpa pikir panjang, saat yoogeun tau yang dihadapannya itu adalah sulli, ia segera berlari menghampiri sulli, sulli menunduk menerima pelukan hangat dari yoogeun, tanpa sadar air mata sulli menetes begitu saja. Ia seperti sangat merindukan namja kecil nan tampan ini.

 

 

“astaga jadi kau kabur dari rumah” sulli melebarkan bola matanya setelah yoogeun memberitahu kenapa ia sampai disini. “aigooo appamu pasti mengkhawatirkanmu yoogeun ah” lanjut sulli sambil membelai rambut hitam milik yoogeun. Taemin yang duduk di sebrang sofa hanya mengamati keduanya hingga matanya menangkap sebuah buku pink mengintip dari tas ransel yoogeun.

 

“hai anak kecil, bukumu hampir terjatuh” kata taemin sedikit ketus, membuat sulli menatapnya dan menggelengkan kepala tanpa taemin harus bersikap lebih halus pada yoogeun.

 

“ne, ajumma,, igo,,,aku foto ajumma bersama appa , apakah ini benar ajumma? dan appakah ajumma kenal dengan buku pink ini?”

 

Sulli meraih selembar foto itu dan buku pink yang dijulurkan yoogeun, mengamati keduanya hingga mata sulli lebih focus pada foto yang menampkan wajah yang sangat mirip dengannya tapi ia sama sekali tidak ingat kapan ia mengambil foto itu bersama pria asing yang dipanggil appa oleh yoogeun.

 

Disisi lain taemin tampak panic ia takut semuanya benar, yoogeun adalah anak kandung sulli dan ,,, dan namja di foto itu adalah suami sulli.

 

“aku tak mengingatnya,,, tapi,,aaaaakhh” raya nyeri tiba-tiba mendera kepalanya. sulli merintih kesakitan, ia langsung meyandarkan pundaknya. “aaaakhh appo,,,” ringis sulli, taemin segera mendekat dan merengkuh tubuh sulli dalam pelukannya. “aaakhh” sebuah bayangan yang samar melintas di dalam pikirannya, ia melihat seorang pria dan yeoja, mereka terawa bersama di sebuah taman hingga sang pria itu mengambil ponselnya dan menarik sang yeoja dengan satu tangannya sedangkan tangannya yang satu lagi mengabadikan moment indah itu, tapi sulli tak tau apakah itu dirinya bersama orang lain.

 

“ajumma,,,, hikssss, hikssss,, ajumma” yoogeun menangis saat melihat wajah sulli yang memucat dan terus berteriak kesakitan. “hiksss , hiksss”

 

Dan tangisan yoogeun membuat sulli semakin berteriak lebih keras merasakan kepalanya seperti di tombak, tangisan itu seperti sering ia dengarnya tangisan itu sangat familiar di telingat dan ingatan sulli hingga sampai titik dimana sulli tak sanggup lagi bertahan dan akhirnya ia pingsan.

 

—-

 

 

Minho duduk melamun sambil memandangi bingkai foto yang telah kehilangan isinya, ya fotonya bersama wanita yang begitu ia cintai hilang dan ia tau kalau foto itu diambil oleh yoogeun. Sesuatu melintas di benaknya, yoogeun juga menemukan buku pink, buku berisi kenangan terindah dia saat bersama dengan sulli dulu dan minho yakin saat ini anaknya sedang mencari alamat rumah dimana sulli tinggal karena ia tau benar semua tentang sulli ada didalam buku itu.

 

“tuan besar,, bagaimana ini,, tuan muda sudah hilang lebih dari 8 jam apakah kita harus menghubungi polisi?” ujar bibi lee dengan panic.

 

“tidak perlu, siapakan saja mobilku, aku akan menjemput anakku pulang” minho meremas ruas jari tangannya, dan untuk pertama kallinya sejak beberapa tahun yang lalu, minho memanggil yoogeun dengan sebutan anakku. Bibi lee mengangguk dan segera melaksanakn perintah minho.

 

“kau tidak akan mendapatkannya, dia anakku”

 

 

“ aku mencintaimu sulli, choi sulli”

 

“minho oppa, aku hamil, eothoke?”

 

“maukah kau menikah denganku choi sulli?, menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku?”

 

“kalian telah sah menjadi pasangan suami istri, choi minho kau boleh mencium istrimu sekarang, choi sulli”

 

“kalian harus berpisah setelah kau melahirkan choi sulli”

 

“appa , eomma jebal aku mencintai minho oppa”

 

“tidak, aku tidak mau memiliki menantu yang telah mencoreng nama baikku”

 

“aaarrrrkkhhh,, “

 

“sedikit lagi nyonya choi,, sedikit lagi,,,,”

 

“aaarrrrhhkkh,,,”

 

“oeeeeekkkk, ,,, ooooeeeekkk,,,,”

 

“selamat anak anda seorang namja tuan choi”

 

“gomawo, yeobo,,,,”

 

Senyum terakhir yang sulli ingat dari seorang choi minho membangunkan sulli dari mimpi atas apa yang pernah terjadi 5 tahun yang lalu sebelum kecelakaan itu terjadi, sulli terbangun dengan keringat yang bercucuran matanya terbuka lebar mengingat semuanya, ia sulli telah mengingat semua tentang dirinya, minho dan anaknya.

 

“ajumma,,, gwenchana?” yoogeun yang setia duduk disebelah ranjang sulli menyentuh lembut kedua pipi sulli, membuat sulli menoleh kearahnya dan fix, butiran bening itu jatuh dari matanya. “anakku,, aigoo,, anakku” sulli meraih tubuh yoogeun dan memeluknya begitu erat seolah tak ingin melepaskan anaknya yang telah ia lupakan selama beberapa tahun ini,

 

“pangggil aku, eomma sayang,, ini eomma yoogeun ah,,, ini, eomma” sulli semakin mengeratkan pelukanya.

 

“eomma,, jinjjah,, eommmaaaaaa, hiksss” yoogeun mengeratkan pelukannya pada leher sulli.

 

“maafkan eomma sayang,, jeongmal miane”

 

Tak sedetik pun taemin melewatkan itu semua, ia melihat semuanya dari balik pintu, tersenyum bahagia sekaligus pahit karena sulli telah mengingat tentang dirinya dan anaknya, mungkin kah sekarang sulli telah melupakkan dirinnya.

 

——

 

 

“apa yang kau cari disini” siwon yang masih lengkap dengan setelah jas kerjanya menatap tajam seorang namja yang berada di depannya.

 

“aku mencari anakku”  ya minho datang kekediaman choi siwon, ayah mertuanya.

 

“CK, anakmu tidak ada disini. Pergilah dan jangan tampakkan wajahmu lagi” siwon mengibaskan tangannya didepan minho, seolah mengusirnya begitu saja.

 

“appa,,,”

 

“MWO, appa? Sejak kapan aku menjadi appamu eoh, choi minho!”

 

“choi minho” yuri tiba-tiba datang dari mucul dari belakang siwon dan terkejut melihat minho ada disana, sudah lama ia tidak melihat menantu nya itu.

 

“eomma,,,,” minho membungkuk hormat.  minho, siwon dan yuri tentu saja masih dalam ikatan satu keluarga karena minho menikah dengan anak mereka.

 

“pergilah, anak yang kau cari tidak ada sini” suara siwon mulai meninggi, tiba-tiba dari belakang muncul suara yang minho cari.

 

“appa,,,,”

 

Minho menoleh dan mendapati yoogeun berdiri disamping sulli dan seorang namja asing dimata minho, yaitu taemin.

 

“yoogeun” minho berjalan mendekat dan mengendong paksa yoogeun dari tangan sulli.

 

“eommaaaa” yoogeun menangis dan mengapai gapai sulli, siwon dan yuri serta minho tentu saja terkejut atas apa yang yoogeun katakan, eomma?
“minho oppa, jebal biarkan aku bersama anakku, anak kita”

 

Bagai disambar petir hati taemin saat mendengar pernyataan itu, taemin mengalihkan pandangannya

 

“mwo? Anak kita, dia adalah anakku” minho berjalan menjauh tapi suri menarik lenganny.

 

“maafkan aku”

 

“dimana saja dirimu, apa yang kau lakukan selama ini hingga baru sekarang kau mengatakan yoogeun adalah anakmu”

 

Siwon dan yuri hanya melihat pertengkaran itu terjadi tanpa ingin melerainya.

 

“appa,,,, eomma sedang sakit” ujar yoogeun, matanya sudah dipenuhi cairan bening.

 

“minho oppa jebal dengarkan dulu penjelasanku”

 

Minho menepis tangan sulli saat sulli terus menarik lengannya membuat sulli tersungkur kelantai teras rumahnya.

 

“eomma,,,,” yoogeun memberontak ia segera turun dari kendongan appanya dan menghampiri sulli.

 

“hey, bisakah kau bersikap lebih lembut pada seorang yeoja” taemin yang marah melihat perlakuan minho pada sulli segera mencengram kera baju minho membuat jarak wajah mereka sangat dekat. Rahang taemin mengatup dengan kerasnya. Tampak sorot mata keduanya mengandung kebenci pada level yang tinggi.

 

“sudah-sudah apa yang kalian lakukan dirumahku, eoh” siwon mulai melerai pertengkaran pada keduanya.

 

“yoogeun ah,,,” sulli membelai pipi yoogeun, air matanya kembali jatuh merasakan sakit,ditubuh dan hatinya. Ini semua bukan kemauannya. “minho oppa jebal izinkan aku tetap bersama yoogeun”sulli memelas dengan suara yang hampir hilang, minho sempat merasa iba tapi semuanya ia tepis dengan kebenciannya pada sulli.

 

“ayo kita pulang” minho menarik kasar tangan anakknya.

 

“shireooo,, shireoooo,,, shireooo” yoogeun terus berusaha menarik tangan kecilnya dari cengkraman tangan minho. “shireooo appa,,,, shireeooo” minho memasukan tubuh mungil yoogeun kedalam mobilnya, lalu menancapkan gas seperti orang gila.

 

Kini sulli hanya bisa terus dan terus menangis.

 

“sulli ya,,,” gumam taemin lirih, miris sekali melihat sulli menangis seperti ini.

 

“sudahlah, apa yang kau harapkan dari choi minho itu, sulli ya” ujar siwon membuat sulli menatap appanya dengan tajam penuh emosi,.

 

“bisanya appa berkata seperti itu setelah appa dengan kejinya memisahkan aku dengan anakku, apakah appa pernah berpikir bagaimana sakitnya aku, sakitnya seorang ibu yang meninggalkan anakknya tanpa ingat bahwa ia telah melahirkan anak itu. Eommma,,,,” sekarang sulli beralih kepada yuri. “eomma seorang ibu bukan?, pasti eomma merasakan apa yang aku rasakan. Seandainya kalian berdua dalam posisi ku dan minho oppa, apa yang akan kalian rasakan ? APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN?,” sulli memekik, siwon dan yuri terhenyak melihat anaknya yang berteriak dengan air mata yang terus jatuh. “aku akan memperjuangkan darah dagingku, meski aku harus mengorbankan nyawaku” sulli berdiri dengan sisa tenaganya dan berlari masuk kedalam rumah. Taemin menatap nanar punggung sulli dari kejauhan. Mereka bertiga hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing.

 

—–

 

 

Minho membawa yoogeun pergi ke pulau nami, ia tak ingin sulli mencarinya dan anakknya.

 

“tuan besar, tuan muda tidak mau makan dan panasnya semakin tinggi” ujar bibi lee, mereka sudah 1 bulan menatap disana, dan satu bulan pula yoogeun sakit-sakitan , tidak mau makan, bahkan tidak mau bicara pada siapa pun. Wajah ceria seorang anak kecil tak lagi tampak di wajah mengemaskan milik yoogeun

 

“huft” minho menghela nafas, dan berjalan kekamar yoogeun.

 

“appa menyuruhmu makan” kata minho dengan datar. Yoogeun hanya memandang lurus kedepan, wajahnya pucat dan tubuhnya kurusan.

 

“jangan seperti di sinetron-sinetron moggok makan agar keinginanmu di penuhi, appa tidak akan membawamu menemui wanita itu lagi, arasho?” kata minho ketus, membuat bibi lee tak habis pikir dengan sifat keras seorang choi minho.

 

Setelah bicara seperti itu ia membalik dan pergi, bibi lee menghampiri yoogeun dan berkata.

 

“tuan muda, apakah kau benar-benar ingin bertemu dengan eomma?”

 

Yoogeun menatap sendu bibi lee dan mengangguk,” kalau begitu makanlah, besok bibi akan memberitahu nyonya sulli, eommamu. Untuk segera menemuimu disini, arasho?” kata bibi lee, membuat perubahan pada wajah yoogeun, walaupun yoogeun tidak berucap ia hanya mengangguk saja. Setidaknya ada respon dari tubuh yoogeun.

 

 

 

 

Benar, keesokan harinya bibi lee menyuruh orang untuk memberitahu keberadaan mereka saat ini dan tidak butuh waktu yang lama sulli datang kesana, membuat minho terkejut sekaligus marah, tapi minho tidak bisa bercekcok mulut dengan sulli karena sulli datang dengan membaw seorang dokter spesialis anak untuk memerika perkembangan kesehatan yoogeun yang sulli tau sedang memburuk.

 

“apa yang terjadi kenapa oppa tidak membawa yoogeun kerumah sakit eoh, aku tidak yakin seorang choi minho tidak mempunyai uang untuk membawa anaknya berobat padahal ia telah menyewa pulau ini untuk ia tinggali” kata sulli kesal mendapati tubuh anaknya yang kurus dan menyedihkan seperti sekarang. “oppa ingin membunuhnya secera perlahan eoh?” lanjut sulli, tapi minho hanya bisa bungkam.

 

“nyonya choi,”  dokter kim muncul dari balik pintu kamar yoogeun, sulli menghampiri dokter tersebut tapi setelah ia melemparkan tatapan kesalnya pada minho.

 

“sepertinya yoogeun mengalami depresi berat, ia mengalami tekanan batin yang cukup besar, ini tidak baik bagi pertumbuhannya dan berdampak tidak baik pula pada perkembangan otaknya”

 

“jadi apa yang harus saya lakukan dok?” Tanya sulli antusias.

 

Dokter kim menatap minho dan sulli secara bergantian. “ia membutuhkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya, setiap anak menginginkan keharmonisan dalam sebuah keluarga, ketenangan dan kententraman dan yoogeun hanya membutuhkan itu dari kalian berdua”

 

Sulli dan minho saling berpandangan

 

—-

 

 

Taemin datang menyusul sulli kepulau name sekaligus membawakan baju dan perlengkapan sulli karena sulli harus tetap tinggal untuk kesembuhan yoogeun, awalnya cukup berat bagi taemin membiarkan sulli tinggal bersama minho di bawah satu atap, tapi sulli bagamana pun kebahagiaan sulli terletak pada yoogeun dan taemin sadar diri akan hal itu.

 

“oppa sudah meletakan kopermu dikamar sulli ya” ujar taemin.

 

“gomawo oppa,,,” sulli tersenyum pada namja itu dan minho hanya menatap keduanya dengan tatapan jijik.

 

“baiklah, oppa harus pergi. Beberapa hari belakangan ini perusahaan mengalami masalah keuangan yang cukup berat jadi tak bisa oppa tinggal walau hanya satu hari.”

“arasho, berhati-hatilah dijalan”

 

“ne,, “ taemin mendekatkan dirinya pada sulli dan mencium keningnya setelah itu pergi meninggalkan keduanya tanpa melihat kearah minho, minho pun sama ia terus terusan membuang wajahnya, rasa kesal menyelimuti hatinya saat melihat kedekatan sulli dengan taemin, apa lagi tadi taemin mencium dahi sulli didepannya, ingin sekali minho memukulnya dengan kepalan tangannya.

 

Sulli terdiam ada rasa tak enak dari dalam hatinya saat taemin mencium dahinya di depan minho.

 

“hmm, aku harap kita tidak lagi bertengkar oppa, ini untuk kesembuhan yoogeun,  aku tidak ingin yoogeun mengalami masalah pada perkembangannya” sulli berdiri dan mengulurkan tangannya.

 

“mari kita tunjukan keluarga yang harmonis pada yoogeun”

 

Minho tak merespon. “ini untuk yoogeun, aku tau oppa membenciku tapi aku mohon jangan lampiaskan kebencian itu pada yoogeun ia tidak bersalah atas apa yang terjadi pada kita. Kita tidak boleh egois bukan?”

 

Hanya untuk yoogeun?, jadi apakah minho tak berarti apa-apa lagi untuk sulli.

 

“aku mohon lupakan kebencianmu padaku saat kita sedang bersama yoogeun, setelah itu kau boleh kembali membenciku oppa. Jebal,, yoogeun membutuhkan kita”

 

Dan dengan berat hati minho meraih tangan sulli dan mengenggamnya, rasa itu kembali muncul sudah lama ia tidak menggenggam tangan lembut yeoja yang paling dia cintai didunia ini. Mereka berjalan berdampingan dan masuk kedalam kamar yoogeun, untuk memulai sandiwara keduanya

 

TBC,,,

 

Hihi,, miane,,, ngk bisa ke part END langsung, author memanag sengaja membaginya jadi dua bagian, hehe, coz kepanjangan si.

Hihi tapi seperti yang author nda katakaa kemarin-kemarin, part end nya akan author protect ne karena nanti juga di part END Postpone Of Love, ada adegan dimana yang belum cukup umur tidak boleh membacanya ( NC ), kalian tau? Author membuatnya tengah malam. Karena dari pagi hingga sore author puasa rajab, ngk mungkin la kan author buat cerita seperti itu,,

 

miane, kalu FF nya kurang dapet Feel nya, gaje an typo dimana-mana, coz sungguh author buatnya dalam keadaan galau tingkat dewa menjelang sidang ini #emag sebelumnya FF lu sempurna thor,,, wkwkw

 

Oke de, pai pai,, jangan lupa kometarnya ya.